cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN (ECOPORT) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) KEJAWANAN, KOTA CIREBON, JAWA BARAT Permana, Arief Rivaldi; Boesono, Herry; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, merupakan pelabuhan perikanan kelas B yang berlokasi di Kota Cirebon, Jawa Barat. Tingginya aktivitas di PPN Kejawanan dapat menimbulkan berbagai dampak salah satunya terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis 1) kondisi fasilitas PPN Kejawanan yang terkait dengan konsep pelabuhan berbasis ecoport, 2) kondisi PPN Kejawanan sesuai konsep standar indeks ecoport, dan 3) menentukan strategi pengembangan PPN Kejawanan menuju konsep ecoport. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif bersifat survei dengan metode pengumpulan data secara purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis fasilitas pelabuhan perikanan, analisis pengembangan pelabuhan berwawasan lingkungan (ecoport), dan analisis pengembangan road map pelabuhan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kondisi fasilitas PPN Kejawanan memiliki tingkat kelengkapan fasilitas yang baik. Nilai indeks ecoport diperoleh sebesar 1,89 sehingga perlu adanya peningkatan untuk menuju konsep ecoport. Strategi pengembangan PPN Kejawanan diarahkan pada komponen yang selama ini belum mencapai nilai maksimal yang disusun dalam bentuk road map (peta jalan) melalui periode jangka pendek (1-5 tahun) dapat melakukan penambahan jumlah ruang terbuka hijau dan peningkatan kebersihan kawasan pelabuhan. Pengembangan jangka menengah (5-10 tahun) dapat dilakukan dengan optimalisasi IPAL dan TPS, perpanjangan breakwater bagian barat dan timur, dan pengerukan kolam pelabuhan da n alur pelayaran.
ANALISIS RANTAI PASOK RAJUNGAN (Portunus pelagicus) PT PHILLIPS SEAFOODS INDONESIA DI PEMALANG, JAWA TENGAH Pamuji, Lestiana Dwi; Mudzakir, Abdul Kohar; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Phllips Seafood Indonesia (Pemalang plant) selalu berupaya untuk memenangkan persaingan salah satunya dengan pengelolaan rantai pasok yang baik agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok Rajungan (Portunus pelagcus) dan efisiensi rantai pasok Rajungan (Portunus pelagicus). Metode yang digunakan pada penelitian ini metode analisis deskriptif untuk mengetahui anggota rantai pasok daging Rajungan (Potunus pelagicus) dengan wawancara 35 nelayan, 6 bakul dan 13 miniplant dan menganalisis efisiensi rantai pasok berupa analisis margin pemasaran dan penentuan pasokan daging Rajungan. Hasil dari penelitian yaitu saluran distribusi Rajungan (Portunus pelagicus) adalah nelayan – bakul – miniplant – PT Phillips Seafoods Indonesia – agen luar negeri – Phillips Seafoods store – konsumen. Miniplant yang memasok daging Rajungan (Portunus pelagicus) di PT Phillips Seafoods Indonesia (Pemalang plant) berasal dari 13 miniplant. Pada perusahaan terdapat 19 saluran pemasaran daging Rajungan (Portunus pelagicus), dari hasil perhitungan margin pemasaran, saluran pemasaran biaya operasional terkecil adalah saluran 7 dengan biaya Rp. 913 dan biaya operasional terbesar saluran 19 dengan biaya Rp. 2100. Sedangkan, dari hasil perhitungan biaya transportasi, diketahui bahwa kebutuhan minimal produksi perusahaan diperoleh dengan biaya transportasi minimal yang dikeluarkan adalah senilai Rp. 113.425.000. Kesimpulan yang diperoleh perusahaan dapat meminimumkan biaya transportasi dengan tetap memenuhi jumlah minimum pasokan harian.
ANALISIS BIOEKONOMI MODEL GORDON-SCHAEFER SUMBERDAYA PENANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp) DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Agustakristi, Ribka Elda; Mudzakir, Abdul Kohar; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lobster (Panulirus sp) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Kabupaten Gunungkidul. Upaya penangkapan yang terus meningkat menyebabkan munculnya masalah mengenai terancamnya kelestarian stok sumberdaya lobster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan sumberdaya lobster di Kabupaten Gunungkidul dengan indikator MSY, MEY, OAE. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan metode analisis data yang digunakan adalah bioekonomi Gordon-Schaefer. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data produksi selama 10 tahun dari tahun 2007-2016 sebagai data sekunder dan data trip penangkapan, data harga, dan biaya sebagai data primer. Hasil analisa bioekonomi model Gordon-Schaefer pada sumberdaya lobster (Panulirus sp) menunjukkan hasil sebagai berikut: nilai CMSY sebesar 52.938 kg dengan jumlah trip sebanyak 27.500 trip/tahun, nilai CMEY sebesar 47.734 kg dengan trip sebanyak 18.878 trip/tahun dan nilai COAE sebesar 45.575 kg dengan trip sebanyak 37.756 trip/tahun. Rata -rata keuntungan per tahun yang dihasilkan adalah Rp. 17.293.774,-. Secara biologi dan secara ekonomi, sumberdaya lobster ( Panulirus sp) di Kabupaten Gunungkidul dalam keadaan overfishing
ANALISIS KINERJA PUSAT KOPERASI UNIT DAERAH MINA LAKSANA MUKTI PROVINSI JAWA BARAT Komalasari, Lisa; Wijayanto, Dian; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) Mina Laksana Mukti Provinsi Jawa Barat memiliki peran dalam menggerakkan potensi dan ekonomi anggota. Oleh karena itu dibutuhkan suatu alat ukur untuk mengetahui kinerja dan capaian sasaran sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam menyusun strategi di masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja PUSKUD Mina Laksana Mukti Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan metode study kasus dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi. Analisis kinerja koperasi menggunakan Balanced Scorecard. Analisis kinerja PUSKUD Mina Laksana Mukti Provinsi Jawa Barat dilihat dari empat perspektif menunjukkan bahwa perspektif keuangan adalah rasio likuiditas dengan nilai 245% kriteria baik, rasio solvabilitas dengan nilai 6,62% kriteria sangat baik, rasio rentabilitas dengan nilai 0,11% dan rasio aktivitas dengan nilai 0,06% termasuk dalam kategori tidak baik, perspektif pelangaan dengan nilai rata-rata 4 yaitu termasuk dalam kategori baik, perspektif bisnis internal pada penyelenggaraan RAT pada bulan November termasuk tidak baik, selanjutnya pada indeks kepuasan karyawan dengan rata-rata 3 termasuk cukup baik dan perspektif pembelajaran yaitu pelatihan bagi pengelola koperasi dengan skor 4 termasuk kriteria baik dan pertumbuhan yaitu perkembangan jumlah anggota dengan nilai 0% termasuk kedalam kategori kurang baik. Hasil pengukuran kinerja dengan metode BSC ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi PUSKUD Mina Laksana Mukti Provinsi Jawa Barat dalam menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang.
ANALISIS PENGGUNAAN MESHSIZE 2 INCH PADA ALAT TANGKAP JARING INSANG LAYUR (GILLNET) TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN LAYUR (Trichiurus lepturus) DI PERAIRAN PROBOLINGGO Anshory, Muhammad Fajar Izza; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Probolinggo merupakan daerah yang memiliki potensi perikanan dengan jumlah produksi sebesar 21.950 kg per tahun. Wilayah Probolinggo diuntungkan dengan letaknya yang strategis yaitu di jalur perdagangan Jawa-Bali. Kabupaten Probolinggo memiliki keanekaraman alat tangkap yaitu terdiri dari 14 jenis alat tangkap. Alat tangkap yang dominan yang digunakan yaitu jaring insang (Gillnet). Penelitian ini bertujuan menganalisis ukuran dan cara tertangkapnya pada jaring insang, menganalisis presentase komposisi hasil tangkapan jaring insang, dan menganalisis penggunaan meshsize 2 inch jaring insang terhadap hasil tangkapan ikan layur (Trichiurus lepturus). Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan mengikuti proses penangkapan sebanyak 10 kali trip, sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo. Analisis data meliputi komposisi hasil tangkapan, komposisi ukuran layak tangkap, diversitas hasil tangkapan, dominansi hasil tangkapan, ukuran pertama kali matang gonad dan ukuran pertama kali tertangkap. Peniliaian terhadap penggunaan meshsize dilakukan dengan cara melihat komposisi hasil tangkapan berdasarkan ukuran layak tangkap ikan. Hasil tangkapan alat tangkap jaring insang layur yaitu Layur ( Trichiurus lepturus), Beloso (Saurida tumbil), Kurisi (Nemitarus nematophorus), Bawal (Parastromateus niger), Kembung (Rastrelliger sp.). Diversitas hasil tangkapan yaitu bernilai 1,31 yang berarti keanekaragaman tinggi dan selektivitas alat tangkap rendah. Dominansi hasil tangkapan yaitu 0,3068 yang berarti dominansi tinggi dan selektivitas alat tangkap yang tinggi. Ikan layur (Trichiurus lepturus) sebagai tangkapan utama memiliki nilai Length at first maturity sebesar 64,54 cm sedangkan nilai length of catch yaitu 64,09 cm. Berdasarkan kriteria yang dianalisis maka penggunaan meshsize 2 inch layak digunakan.
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI HASIL TANGKAPAN PADA ALAT TANGKAP GILLNET DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Setyaningsih, Hana Ayu; Sardiyatmo, Sardiyatmo; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepulauan Karimunjawa secara astronomis, terletak antara 5°40’ - 5°57’ LS dan 110°4’ - 110°40’ BT, berada di perairan Laut Jawa yang jaraknya ± 45 mil laut dari kota Jepara, dengan potensi perikanan tangkap perikanan karang dan perikanan pelagis. Salah satu alat tangkap yang digunakan untuk melakukan operasi penangkapan ikan adalah alat tangkap gillnet. Proses penangkapan ikan memerlukan faktor -faktor produksi untuk memperoleh hasil tangkapan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor produksi yang mempengaruhi hasil tangkapan nelayan gillnet, menganalisis faktor produksi yang paling berpengaruh dan seberapa besar pengaruh faktor produksi terhadap hasil tangkapan gillnet di Perairan Karimunjawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus bersifat deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis yang digunakan berupa uji asumsi klasik dan fungsi produksi Cobb -Douglas. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang berperan nyata pada unit penangkapan gillnet di Perairan Karimunjawa adalah jumlah setting (X1), panjang jaring (X2) dan pengalaman nelayan (X3). Hubungan antara faktor-faktor produksi dengan produksi hasil tangkapan unit penangkapan gillnet di Perairan Karimunjawa dapat direpresentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu sebagai berikut: Y = 0,03 X10,13X2 1,00X30,10
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEJAHTERAAN NELAYAN ALAT TANGKAP GILLNET DI KARIMUNJAWA KABUPATEN JEPARA DENGAN METODE ANALISIS JALUR Aripuspita, Listiya; Wijayanto, Dian; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepulauan Karimunjawa telah ditetapkan sebagai Kawasan Taman Nasional Laut Karimunjawa sejak tahun 1999 yang memiliki fungsi sebagai kawasan konservasi. Pengelolaan TNKJ dilakukan dengan sistem zonasi dan kegiatan perikanan tangkap diperbolehkan dilakukan pada zona pemanfaatan perikanan tradisional (zona PPT). Kegiatan perikanan tangkap di Karimunjawa menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, salah satunya adalah gillnet. Usaha perikanan gillnet merupakan usaha penangkapan yang mendominasi di Karimunjawa, hal ini mengindikasikan bahwa nelayan gillnet hidup dalam taraf yang sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan keluarga nelayan gillnet berdasarkan modifikasi indikator kesejahteraan BPS dan NTN, mengetahui berapa besar faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yang mengarah pada kesejahteraan nelayan gillnet. Jumlah sampel yang diambil yaitu 50 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan modifikasi indikator kesejahteraan BPS dan NTN. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi langsung. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis jalur. Analisis jalur adalah teknik menganalisis hubungan sebab akibat yang terjadi pada regresi berganda jika variabel bebasnya mempengaruhi variabel tergantung tidak hanya secara langsung tetapi juga secara tidak langsung. Berdasarkan modifikasi indikator BPS dengan kriteria interval 32-38, terdapat 2 responden termasuk kriteria nilai tinggi dan 48 responden termasuk kriteria nilai sedang. Berdasarkan perhitungan NTN dengan nilai NTN > 1, seluruh responden nelayan berada pada tingkat kesejahteraan yang relatif baik, artinya indeks yang diterima lebih besar dari pada indeks yang harus dibayarkan (surplus). Berdasarkan uji analisis jalur, dapat diambil kesimpulan bahwa H0 ditolak, karena terdapat variabelvariabel yang mempengaruhi variabel pendapatan dan variabel NTN.
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI HASIL TANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP GILLNET DI PERAIRAN KEBUMEN Kusumasuci, Woro; Sardiyatmo, Sardiyatmo; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan memerlukan faktor-faktor produksi untuk memperoleh hasil tangkapan yang maksimal. Oleh karena itu dalam penelitian ini perlu diketahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil tangkapan Gillnet di perairan Kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhi hasil tangkapan nelayan gillnet, yang terdiri atas jumlah setting (X1), panjang jaring (X2), pengalaman nelayan (X3) dan konsumsi BBM (X3); menganalisis faktor produksi yang paling berpengaruh dan seberapa besar pengaruh faktor produksi terhadap hasil tangkapan nelayan gillnet; menganalisis perbedaan banyaknya hasil tangkapan antara gillnet 2 inchi dan gillnet 5 inchi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang bersifat deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling dengan 50 orang nelayan sebagai sampel dari total populasi 89 orang nelayan. Metode analisis yang digunakan berupa uji asumsi klasik dan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan hubungan faktor-faktor produksi dengan produksi hasil tangkapan dapat direpresentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu: Ln Y = 0,33 + 0,55 ln X1 + 0,17 ln X2 – 0,06 ln X3 + 0,36 ln X4 untuk gillnet 2 inchi dan Ln Y = -2,87 + 0,21 ln X1 + 0,50 ln X2 + 0,24 ln X3 + 0,42 ln X4 untuk gillnet 5 inchi, sedangkan faktor-faktor yang berperan nyata pada unit penangkapan gillnet di perairan Kebumen adalah jumlah setting (X1), panjang jaring (X2), pengalaman nelayan (X3) dan Konsumsi BBM (X4). Serta nilai return to scale (skala hasil) alat tangkap gillnet 5 inchi yaitu 1,37 lebih besar daripada nilai return to scale (skala hasil) alat tangkap gillnet 2 inchi yaitu 1,02.
ANALISIS TINGKAT EFISIENSI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DI KABUPATEN PANGANDARAN JAWA BARAT Wahyuningsih, Sari Aprilia; Triarso, Imam; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TPI menjadi faktor yang meningkatkan usaha dan kesejahteraan nelayan. Efisiensi TPI dipengaruhi oleh manajemen pengelolaan TPI, sarana prasarana TPI dan aktivitas lelang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat efisiensi TPI di Kabupaten Pangandaran dan membandingkannya menggunakan metode DEA (Data Envelopment Analysis), menganalisis rasio efisiensi TPI berdasarkan (Produktivitas Nelayan dan Produktivitas Bakul) dan menganalisis kepuasan Nelayan dan Bakul di TPI Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Metode yang digunakan untuk menganalisis efisiensi TPI menggunakan analisis DEA dengan menggunakan software aplikasi Banxia Frontier Analyst 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPI yang mencapai skor efisiensi 100.0% adalah TPI Batu Karas, TPI Nusawiru, TPI Bojongsalawe dan TPI Pangandaran, hasil analisa objek penelitian mencapai 100.0 %, dimana antara pelaksanaan dan (actual) target memiliki nilai yang sama sehingga pencapaian yang harus dilakukan sebesar 0% yaitu TPI sudah baik dan perlu dipertahankan efisiensinya. TPI objek penelitian yang tidak mencapai skor efisiensi 100.0% adalah TPI Muaragatah (13.7 %), TPI Legokjawa (46.2 %) dan TPI Madasari (52.2 %). Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan dan (actual) target lebih besar pelaksanaanya sehingga menyebabkan kurang efisiennya pengelolaan TPI tersebut. Hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dengan meningkatkan variabel input seperti total tonase kapal (GT), jumlah basket (buah), jumlah bakul (orang), jumlah karyawan (orang), jumlah nelayan (orang), luas lantai lelang m² dan variabel output (Nilai Produksi). Rasio efisiensi dan kepuasan Nelayan dan Bakul berguna untuk meningkatkan efisiensi TPI, sehingga nantinya dapat meningkatkan produksi dan fasilitas yang ada.
ANALISIS PERBANDINGAN DIMENSI UTAMA KAPAL PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO JAWA TIMUR Maulana, Rizki; Setyanto, Indradi; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Mayangan terletak di Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Armada penangkapan yang terdapat di PP Mayangan yang dipergunakan meliputi : Bubu 95 unit, Pancing Prawai 125 unit, Gillnet 95 unit, Jaring Payang 85 unit, Trammel net 58 unit, Sero 110 unit, pukat pantai 88 unit, alat pengumpul kerang 35 unit, jaring Purse Seine 12 unit dan alat lainnya 190 unit. Pengukuran perbandingan dimensi utama kapal sangat penting untuk menganalisis nilai pada L/B, L/D dan B/D yang dapat mempengaruhi kekuatan, kecepatan dan stabilitas.Informasi dan data yang terbatas mengenai ukuran di purse seine di Pelabuhan Perikanan Mayangandapat menjadi kendala dalam pengembangan kegiatan penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perbandingan, rasio, dan menganalisis hubungan antara rasio dimensi utama purse seine kapal dengan tenaga mesin dan jaring pukat yang digunakan dalam PP Mayangan. Metode yang digunakan adalah sensus dan dianalisis secara deskriptif komparatif dengan mengukur kapal sebanyak 12 kapal purse seine yang ada disana. Hasilnya menunjukkan kisaran dimensi utama dari 18.80 meter hingga 21,17 meter dari LOA, Bmax dari 5, 86 meter hingga 7,25 meter dan Kedalaman (D) dari 1,73 ke 2,12 meter. Rasio dimensi utama memiliki kisaran 3,20 hingga 3,46 dari L / B, nilai L / D dari 10,97 ke 12,23 dan B / D dari 3,19 ke 3,81. Rasio dimensi utama tidak memiliki hubungan kecenderungan tenaga mesin dan alat tangkap karena nelayan belum mempertimbangkannya.