cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI JARING INSANG LINGKAR (Encircling Gill Net) DI PPI PULOLAMPES, BREBES Muna, Naufa; Ismail, -; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 2: April, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.392 KB)

Abstract

Jaring insang lingkar (koncong) menjadi alat tangkap dominan ke dua di PPI Pulolampes Brebes, keberadaanya semakin ditinggalkan karena kalah saing  jumlah hasil target tangkapan yang sama dengan pukat cincin mini yang menjadi andalan masyarakat setempat. Pukat cincin mini memiliki tingkat selektifitas yang rendah dibandingkan jaring koncong, sedangkan penelitian terdahulu menunjukkan terjadi kecenderungan overfishing di perairan Brebes. Untuk meningkatkan hasil tangkapan jaring insang lingkar secara tepat dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang faktor faktor yang mempengaruhi produksi, serta menentukan model hubungan faktor produksi dengan pendekatan fungsi Cobb-Douglass. Penelitian dilaksanakan di PPI Pulolampes, Bulakamba Brebes pada bulan November 2015 – Januari 2016. Faktor yang diduga berpengaruh ialah panjang alat tangkap, lebar alat tangkap, ukuran perahu, kekuatan mesin, lama trip, jumlah BBM, jumlah ABK, dan pengalaman nelayan. Hasil analisis dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh dengan taraf nyata 95% ialah panjang alat tangkap, lama trip, jumlah BBM, jumlah ABK dan umur kerja. Hasil penelitian menunjukkan tidak semua faktor berpengaruh positif terhadap hasil tangkapan, disimpulkan panjang alat tangkap memiliki pengaruh negatif terhadap hasil produksi. Sedangkan faktor yang paling dominan terhadap peningkatan hasil produksi ialah jumlah BBM. Dari hasil analisis statstika tersebut dapat disimpulkan, peningkatan produksi dicapai jika jarak fishing ground, jumlah ABK dan pengalaman kerja nelayan ditingkatkan. Tetapi panjang alat tangkap diberi ketentuan maksimum. Encircling Gill Net become one of two dominant fishing gear in Coastal Fishing Port Pulolampes Brebes, its existence being abandoned because of less competitive hauling number than the fishing gear mainstay of a local community, which is Mini purse sein. Unfortunately, Mini Purse Sein has a low standard of selectivity compared to Encircling Gill Net, whereas previous studies showed a trend towards overfishing in the waters of Brebes. To increase optimality of gill net hauling number, this research aims to analysis factors that affecting production, as well as determining production factors relationship model with Cobb-Douglass function approach. Research located at the Coastal Fishing Port Pulolampes, Bulakamba in November 2015 - January 2016. There's eight factors thought to affect fishing gear, such as Gill Net length, Gill Net-wide, vessel dimension, engine power, a length of trip, amount of fuel, the number of crews, and fisherman work experience. The results of analysis using the t test showed that the production of factors affect  95% of the production are Gill Net length, amount of fuel, the number of crew and fisherman work experience. The results showed that not all factors positively affects the catch, the length of fishing gear have a negative effect on production. While the most dominant factor whose increasing the production is the amount of fuel. From the statistic analysis, it can be concluded, to increasing the production is achieved if the distance fishing ground, the number of crew and the fishing improved work experience. But Gill Net length ought to give  maximum provision.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN PANCING ULUR (Hand Line) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PALABUHANRATU SUKABUMI JAWA BARAT Guritno, Dyah Fatma Eka Rini; Wibowo, Bambang Argo; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.868 KB)

Abstract

Pencanangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu sebagai kawasan industrialisasi perikanan tangkap di Kabupaten Sukabumi adalah hal yang sangat tepat, karena Palabuhanratu mempunyai Sumber Daya Alam (SDA) khususnya perikanan tangkap yang masih cukup melimpah dengan jumlah produksi pada tahun 2013 sebesar 7.972.483 kg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk                menganalisis faktor-faktor tingkat kesejahteraan yang sesuai dengan kondisi nelayan juragan dan ABK Pancing Ulur (Hand Line) dan menganalisis tingkat perbedaan kesejahteraan nelayan juragan dan ABK Pancing Ulur (Hand Line) di PPN Palabuhanratu, Sukabumi Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari Nilai Tukar Nelayan (NTN) hasilnya > 1 sehingga dapat dikatakan seluruh responden masuk dalam kriteria sejahtera. Sedangkan berdasarkan indikator kesejahteraan gabungan yang telah dianalisis, nelayan juragan dikatakan hidup sejahtera sedangkan nelayan ABK kurang sejahtera.  Archipelago Fishing Port Palabuhanratu as regional fisheries industrialization in Sukabumi is very precise, because having Palabuhanratu Natural Resources especially fisheries are still relatively abundant with the amount of production in 2013 amounted to 7,972,483 kg. The purpose of this research was to analyze the factors that correspond to the level of welfare conditions of fishing skipper and crew of War (Hand Line) and analyze the difference in the welfare of fishermen Fishing skipper and crew of War (Hand Line) in Archipelago Fishing Port Palabuhanratu, West Java. The method used is descriptive method that is both surveys using a quantitative approach and sampling with purposive sampling. Results showed that of the Fishery Term Of Trade Index the result is > 1 so that it can be said of all respondents in the criteria prosperous. While based on the combined welfare indicators that have been analyzed, fishing skipper said to live in prosperity while the less prosperous fishing crew.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN JASA KESYAHBANDARAN DENGAN METODE SIX SIGMA DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) CILACAP Nastiti, Himma Galuh; Wibowo, Bambang Argo; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.728 KB)

Abstract

Kesyahbandaran di PPS Cilacap memiliki fungsi untuk melaksanakan pengendalian, pengawasan, serta menjaga keamanan dan keselamatan operasional kapal perikanan. Kantor kesyahbandaran memberikan pelayanan kepada masyarakat (nelayan) berupa pengurusan administratif kapal perikanan dan penerbitan dokumen penting kapal perikanan. Hal yang menjadi tolak ukur keberhasilan suatu pelayanan dapat dilihat dari kepuasan para pengguna jasa, sehingga pihak penyedia jasa dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas kinerja pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan proses pelayanan kesyahbandaran PPS Cilacap, tingkat kepuasan pengguna jasa, dan kualitas pelayanan jasa kesyahbandaran dengan metode six sigma. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Tingkat kepuasan pelanggan dihitung menggunakan metode service performance sedangkan kualitas pelayanan dianalisis menggunakan metode pengendalian DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Contol) six sigma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan kesyahbandaran di PPS Cilacap adalah sebesar 93,23% dengan tingkat kinerja pelayanan berada pada sigma 3,0 dan nilai DPMO (Defect per Million Opportunities) sebesar 67.720. Atribut yang memiliki peluang tertinggi terhadap ketidakpuasan pengguna jasa adalah “sosialisasi terkait dengan kegiatan kesyahbandaran”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelayanan kesyahbandaran di PPS Cilacap memiliki tingkat kepuasan yang sangat tinggi yaitu 93,23%. Namun berdasarkan analisis six sigma menunjukkan kinerja layanan jasa kesyahbandaran di PPS Cilacap belum maksimal karena masih memiliki atribut yang perlu diperbaiki agar mengurangi kemungkinan terjadinya ketidakpuasan pada pengguna jasa
ANALISA SPASIAL DAERAH PENANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT TANGKAP JARING INSANG (GILL NET) DI PERAIRAN KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH Cristianawati, Olvi; M.Pi., Pramonowibiwo; Hartoko, Agus
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.299 KB)

Abstract

Central Java fishery is dominated by fish resources which are caught from the sea. Fish resources potential in Semarang Sea is about 1.873.539 ton/ year and it is divided into two sea territories such as Java Sea and Indonesian Ocean. In general, coastal communities in Central Java have a job as a fisher. One of the fishing gear are widely used and operated that can be called Gillnet. The utilization of fish resources as food source should be followed by sophisticated tools and technological improvements with the use of remote sensing technology. The purpose of this study is mapping fishing areas and researching the spatial fishing ground with gillnets in Semarang Sea Territory Central Java. In this research, the writer used explorative method. Explorative method has some purposes for knowing a social phenomenon about the relation between two or more variables. For taking some samples, the writer used purposive sampling method. The results from this research produced a map of the fishing that show gillnet gear dominantly in coastal and offshore areas. The gillnet makes some operation in coastal areas and it operates drift gillnet in the depth of 1 – 3 meters with the product such as: Pennahia sp, Restreligger sp, Scomberoides sp, Portunus sp, Plofosus sp, Lates sp, Scylla sp, Himantura sp, Polynemus sp, parastromateus and Siganus sp, encircling gillnet. In the depth of 5 meters gets the products such as: Mugil sp, Penaeus sp, Rochteichthys sp and drift gillnet in offshore areas in the depth of 25 – 30 meters with the products like: Scomberomorus sp, Euthynus sp, Xiphias sp.
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI HASIL TANGKAPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp) PADA ALAT TANGKAP DRIFT GILL NET DI KAB. KETAPANG, KALIMANTAN BARAT Setiawati, Budhi; Wijayanto, Dian; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.786 KB)

Abstract

Ikan kembung di Kab. Ketapang memiliki nilai komersial tinggi, ukuran umum tertangkap 25 cm, biasanya tertangkap dengan alat tangkap drift gill net. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis aspek teknis alat tangkap drift gill net, menganalisis faktor-faktor produksi yang berpengaruh langsung terhadap hasil tangkapan pada alat tangkap drift gill net, dan menganalisis penggunaan faktor produksi terhadap hasil tangkapan pada alat tangkap drift gill net. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2014 di PPI Sukabaru, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.  Metode yang digunakan adalah metode studi kasus yang bersifat deskriptif, metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel yang diambil yaitu 12 orang nelayan drift gill net. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dan model cobb-douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil produksi ikan kembung (Rastrelliger sp) pada alat tangkap drift gill net adalah panjang jaring, jumlah BBM,lama immersing, jumlah Setting dan jumlah ABK. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Ln Y= 7,003 – 0,934 Ln X1 + 2,950 Ln X2 – 1,536 Ln X3 – 2,354 Ln X4+ 3, 703 Ln X5. (R2= 80%). Indian Mackerel in Ketapang have a high commercial value, with average length sized catch used drift gill net about 25 cm. The aim of research were to analys technical aspects of gear (drift gill net) and analys factors production research which impact to catching of gear (drift gill net).This research was implemented an August-September 2014, in PPI (Fish Landing Place) Sukabaru, Ketapang Regency, West Borneo. This research used descriptive method. Data collecting used observation, interview, questioner and documentation. Sampling method used purposive sampling (12 of drift gill net fisherman). Data analysis used regression linier and model of cobb-Douglass. This research proved if production of Indian Mackerel in used drift gill net is depend by length of webs, energy (BBM), immersing time, quantity setting, and number of fisherman with follow an equation :Ln Y = 7.003 – 0.934 Ln X1 + 2.950 Ln X2 – 1.536 Ln X3 – 2.354 Ln X4+ 3.7033 Ln X5.(R2= 80%).
ANALISIS PERBEDAAN MESH SIZE DAN WAKTU PENANGKAPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA JARING INSANG PERMUKAAN (Surface Gill Net) DI WADUK CACABAN KABUPATEN TEGAL Miftahurrohman, Miftahurrohman; Fitri, Aristi Dian Purnama; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.202 KB)

Abstract

Nelayan di waduk Cacaban menggunakan alat tangkap jaring insang permukaan dalam operasi penangkapannya. Nelayan menggunakan jaring insang dengan ukuran mata jaring dan waktu penangkapan yang berbeda-beda, sehingga belum diketahui ukuran mata jaring dan waktu penangkapan yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini, mengetahui pengaruh perbedaan ukuran mata jaring terhadap lingkar tubuh, mengetahui pengaruh perbedaan waktu penangkapan terhadap jumlah hasil tangkapan, serta mengetahui ada tidaknya interaksi perbedaan ukuran mata jaring dan perbedaan waktu penangkapan terhadap jumlah hasil tangkapan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2016. Metode yang digunakan adalah diskriptif dengan 12 kali pengulangan. Analisis data menggunakan uji ANOVA. Hasil analisa data diperoleh Ftabel < Fhitung (2,88 < 13,045) untuk hubungan lingkar tubuh dengan ukuran mata jaring, hasil tersebut menunjukkan lingkar tubuh berpengaruh terhadap ukuran mata jaring. Hubungan jumlah hasil tangkapan dengan waktu penangkapan diperoleh Ftabel < Fhitung (2,88 < 11,976) menunjukkan perbedaan waktu penangkapan berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Pengaruh interaksi ukuran mata jaring dan waktu penangkapan terhadap jumlah hasil tangkapan didapatkan Ftabel < Fhitung (2,88 < 11,976) menunjukkan ada interaksi antara ukuran mata jaring berbeda dengan waktu penangkapan berbeda terhadap hasil tangkapan ikan nila.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA NELAYAN PURSE SEINE DI PPI BULU KABUPATEN TUBAN JAWA TIMUR Khumairoh, Khumairoh; Ismail, Ismail; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.865 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan nelayan juragan dan ABK purse seine di PPI Bulu Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat survei dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam yang dilengkapi daftar kuisioner dan juga observasi langsung di lapangan. Teknik analisis data menggunakan 12 indikator kemiskinan gabungan yang terdiri dari indikator kemiskinan menurut Badan Pusat Statistik Pusat (2007), Badan Pusat Statistik Pusat 2006), indikator kemiskinan menurut Honable (1979) dalam Mc. Crackem (1988), indikator kemiskinan menurut Pridaningsih (2011), indikator kemiskinan menurut Safitri (2011), serta konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan nelayan yang dianalisis menggunakan 12 indikator kemiskinan gabungan menunjukkan bahwa nelayan termasuk ke dalam kriteria tidak miskin atau tergolong sejahtera. Sedangkan hasil analisis tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN) secara simultan yaitu sebesar 1,22 (NTN > 1), yang menunjukkan bahwa nelayan termasuk dalam kriteria tidak miskin atau tergolong sejahtera. Analisis secara parsial, NTN juragan sebesar 1,20 (NTN > 1) dan NTN ABK sebesar 1,27 (NTN > 1) yang menunjukkan nelayan juragan dan ABK termasuk dalam kriteria tidak miskin.
ANALISIS KEBUTUHAN PERBEKALAN DAN FASILITAS FUNGSIONAL DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TEGALSARI, KOTA TEGAL Dinita, Agistyan Dinita; Rosyid, Abdul; Ismail, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.666 KB)

Abstract

Perbekalan dan fasilitas fungsional adalah kebutuhan yang dibutuhkan untuk kegiatan perikanan. Penelitian ini membahas dua komponen dalam perbekalan yaitu solar dan es pada kapal Cantrang dan Gill net (10-30 GT) dan fasilitas fungsional. Penelitian ini bertujuan memperkirakan dan menganalisis kebutuhan perbekalan selama lima tahun (2015-2019) dan kebutuhan fasilitas fungsional di Pelabuhan Perikanan Tegalsari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober–November 2014 di PPP Tegalsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni deskriptif, analisis tingkat pemanfaatan dan analisis time series dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Hasil Perkiraan kebutuhan solar pada Kapal Cantrang pada tahun 2015-2019 tertinggi pada tahun 2019 yaitu 18.236.000 liter. Pada tahun 2015 yaitu 13.236.000 liter,dan meningkat 11,2% pada tahun 2016. Hasil Perkiraan kebutuhan es pada Kapal Cantrang selama 5 tahun tertinggi pada tahun 2019 yaitu 88.991 ton. Pada tahun 2015 yaitu 64.442 ton,dan meningkat 10,6% pada tahun 2016. Perkiraan kebutuhan solar pada Kapal Gill Net selama 5 tahun (2015-2019) tertinggi pada tahun 2019 yaitu 2.392.000 liter. Pada tahun 2015 yaitu 1.988.000 liter,dan menurun 9,2% pada tahun 2016. Perkiraan kebutuhan es selama 5 tahun tertinggi pada tahun 2018 yaitu 7.771 ton, dan menurun 0,6% pada tahun 2019. Kebutuhan fasilitas tempat pelelangan ikan menurut hasil analisis tingkat pemanfaatan yaitu 39,8%maka memerlukan pemanfaatan yang optimal. Hasil perkiraan kebutuhan perbekalan untuk 5 tahun yang akan datang, maka fasilitas pabrik es sangat dibutuhkan, dan fasilitas stasiun pengisian bahan bakar nelayan diperlukan penambahan daya tampung tangki. Supplies and Functional Facilities are the basic needs of fisheries activities. The research  discussed two components of supply, diesel fuel and ice, in the Cantrang ship and Gill net ship (10-30 GT) and functional facilities. This study aimed to estimate and analyze the supply needs for five years (2015-2019) and the need of functional facilities in Tegalsari Fishing Port. This study was conducted in October-November 2014 at Tegalsari Coastal Fishing Port. Methods used in this study were descriptive, utilization rate analysis, and time series analysis with purposive sampling method. Results estimated the need of diesel fuel for Cantrang ship in the year 2015-2019 peaked at 2019 is 18.236.000 litre. In year 2015 is 13.236.000 litre,and increase 11,2% in 2016. Results estimated the need of ice for Cantrang ship for 5 years peaked at 2019 is 88.991 tons. In year 2015 is 64.442 tons,and increase 10,6% in 2016. Estimation of diesel fuel need for Gill Net Ship for 5 years (2015-2019) peaked at 2019 is 2.392.000 litre, In year 2015 is 1.988.000 litre and decreased  9,2% in 2016. Estimation the need of ice for 5 years peaked at 2018 is 7.771 tons, and increase 0,6% in 2019. The need of Fish Auction Facility according to the result utilization rate analysis is 39,8%, hence in need of optimum utilization. Results estimated the supply need for 5 years ahead, then ice factory facility is highly needed, and Fishermen Refueling Station facility is in need of increased tanks capacity.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI ALAT TANGKAP SODO (PUSH NET) DI DESA BEDONO KABUPATEN DEMAK Baihaqi, Fiqi; Boesono, Herry; Purna Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.451 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat produktivitas dan faktor-faktor tersebut berupa ukuran tonase kapal (6 GT dan 7 GT), kekuatan mesin kapal (20 PK dan 24 PK), panjang jaring (14,3 – 16,6 m) dan jumlah trip (<20 dan >20 hari) dalam mempengaruhi hasil tangkapan alat tangkap Sodo. Metode yang digunakan adalah deskriptif studi kasus. Metode pengambilan sampel menggunakan sensus dan analisis data menggunakan analisis asumsi klasik, analisis fungsi Cobb-Douglas dan analisis produktivitas. Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan alat tangkap Sodo adalah jumlah  trip (sig < 0,05). Hubungan antara faktor-faktor produksi dengan produksi unit penangkapan Sodo (Push Net) dapat direpresentasikan dalam rumus regresi berganda, yaitu sebagai berikut: Y = -0,508 + 0,009 X1 + 0,007 X2 + 0,017 X3 + 0,021 X4. Nilai produktivitas berdasarkan ukuran kapal yaitu 0,54 dan 0,46 GT/Ton. Nilai produktivitas berdasarkan kekuatan mesin adalah 0,16 dan 0,13 PK/Ton . Nilai rat-rata produktivitas berdasarkan panjang jaring yaitu 0,21 m/Ton. Nilai rata-rata produktivitas berdasarkan jumlah trip adalah 0,18 hari/Ton.
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS GENUINE PAYANG DAN MODIFIKASI PAYANG DENGAN WINDOWS SAMPING TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN KABUPATEN KENDAL Wicaksono, Gandung Kencono; Asriyanto, -; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.534 KB)

Abstract

Alat tangkap Payang termasuk pukat kantong lingkar yang umumnya terdiri atas bagian kantong dan sayap. Efisiensi alat tangkap adalah kemampuan alat tangkap untuk menghasilkan hasil tangkapan yang lebih banyak jumlahnya. Dalam penelitian ini efisiensi alat tangkap payang genuine dengan payang modifikasi dengan windows samping dibandingkan. Pada percobaan pemberian windows samping dan ditutup oleh cover net, ikan dapat melepaskan diri melalui mata jaring yang lebih besar (windows samping) yang lalu ditangkap oleh cover net. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keadaan umum Kabupaten Kendal, menganalisis jenis hasil tangkapan dengan alat tangkap payang genuine dan payang modifikasi dengan windows samping di perairan Kendal, serta menganalisis efisiensi penangkapan dengan alat tangkap payang genuine dan payang modifikasi dengan windows samping di perairan Kendal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2013 yang bertempat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang, Kendal,Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental sebanyak 16 sampel. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis statistik.Hasil penelitian ini didapatkan dari uji efisiensi perbandingan yang menyatakan bahwa payang genuine lebih efisien dibandingkan payang modifikasi dengan windows samping. Dapat dilihat dari nilai efisiensi payang genuine sebesar 54% sedangkan payang modifikasi dengan windows samping sebesar 46%. Adanya perbedaan antara payang genuine dengan payang modifikasi dengan windows samping terhadap jumlah hasil tangkapan dan windows samping pada modifikasi payang tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah hasil tangkapan. Payang belongs to seine net which generally consists of cot end and wings.Payang constitute tools for fishing pelagic fish which used for fisherman in Kendal regency. Efficiency of fishing gear are the capability fishing gear to produce a lot of haul. On this research efficiency payang fishing gear genuine against payang with modification and side windows been compare.In research giving side windows dan closing by cover net, fish could release of it self through the bigger mesh (side windows) and than being catched by cover net. The purpose of this research are to knowing what kind of  haul through fish gear modification payang with side windows in kendal. Along to analysis efficiency catching of  through fish gear modification of payang with side windows in kendal. The research implemented on june, 2013 in fishery beach harbor Tawang, Kendal. The method been used in this research are experimental method in summary sixteen sample. Data Analysis Method been used in this research is statistic analysis.These results available from the comparative efficiency test states thatis more efficient than the genuine payang. Payang modification of the side windows. It can be seen from the value of genuine payang efficiency by 54% while payangmodified with side windows by 46%. The difference between the genuine payang. Payang modifications to the side windows of the a mount of the catch and the side windows on payang modification does not significantly affect the number of catches.