cover
Contact Name
Eka Oktavianto
Contact Email
ekaoktavianto12@stikessuryaglobal.ac.id
Phone
+6285227701011
Journal Mail Official
yeniisnaeni09@gmail.com
Editorial Address
Yayasan Cendekia Sehat Nusantara, Perum Pondok Indah Banguntapan Blok B 21, RT. 10 Mertosanan Wetan, Bangutapan, Bantul.
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 30643155     EISSN : 30643155     DOI : https://doi.org/10.66689/cmjpm.vi
Core Subject :
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat (CMJPM) merupakan jurnal ilmiah kegiatan pengabdian masyarakat dalam lingkup bidang kesehatan dan keperawatan. Jurnal ini berisi artikel-artikel ilmiah hasil. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dimaksudkan adalah kegiatan yang mengimplementasikan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, penerapan hasil-hasil penelitian untuk meningkatkan pengetahuan serta inovasi guna memberdayakan masyarakat sehingga meningkatkan status kesehatanya. Jurnal ini memfasilitasi para ilmuan maupun praktisi di area keperawatan dan kesehatan baik kalangan akademisi, klinisi, maupun mahasiswa keperawatan untuk mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat. Periode penerbitan jurnal ini adalah dua kali setiap tahunya yakni pada bulan Mei dan bulan November dengan nomor e-ISSN: 3064-3155. Setiap issue akan menerbitkan 10 artikel. Seluruh artikel yang masuk akan dilakukan double-blind peer review dan editorial review sebelum diterima dan diterbitkan. Hak Cipta dilindungi oleh hukum. Dilarang memperbanyak bagian atau isi dari jurnal tanpa izin dari penerbit. Lingkup jurnal ini adalah semua kegiatan pengabdian masyarakat di area keilmuan keperawatan dan kesehatan, antara lain: keperawatan, kesehatan masyarakat, farmasi, fisioterapi dan kedokteran.
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Pentingnya edukasi kesehatan dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita usia subur di Dukuh Balong Lor Potorono Banguntapan Bantul: The importance of health education and breast self-examination (SADARI) for women of childbearing age in Dukuh Balong Lor Potorono Banguntapan Bantul. Endar Timiyatun; Eka Oktavianto
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.133

Abstract

Latar belakang: Salah satu permasalahan kesehatan reproduksi perempuan adalah kanker payudara. Kanker payudara adalah kanker terbanyak yang dialami oleh perempuan termasuk di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat kanker payudara adalah melalui deteksi dini guna menemukan kanker sejak dini. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan wanita dalam melakukan SADARI di Dukuh Balong Lor, Potorono, Baguntapan, Bantul. Metode: Pengabdian kali ini berjenis CBR (Community Based Research), yang dilakukan dengan menggunakan power point, dan pantom payudara sebagai media pendidikan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di balai pertemuan warga Balong Lor. Untuk mengukur ketrampilan SADARI digunakan lembar observasi SADARI. Jumlah responden pada kegiatan pengabdian ini sebanyak 30 wanita usia subur di Dukuh Balong Lor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan menilai ketrampilan SADARI sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest). Kemudian melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah tanya jawab dan simulasi atau demonstrasi selama 100 menit. Setelah itu dilakukan penilaian ketrampilan SADARI kembali (posttest). Hasil: Rata-rata skor ketrampilan SADARI sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest) sebesar 40,15 dan sesudahnya (posttest) meningkat menjadi 86,50. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai signifkansi 2 arah (p-value)= 0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Pendidikan kesehatan tentang SADARI efektif meningkatkan ketrampilan wanita dalam melakukan SADARI di Dukuh Balong Lor, Potorono, Baguntapan, Bantul.
Pendidikan kesehatan dengan phantom terhadap pengetahuan tentang SADARI sebagai deteksi kanker payudara pada remaja: Health education with phantoms on knowledge about breast cancer detection in adolescents Renanda Eka Yuliana; Yeni Isnaeni; Eka Oktavianto; Niken Setyaningrum
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.134

Abstract

Latar belakang: Kanker payudara merupakan penyebab kematian kanker tertinggi pada perempuan di Indonesia. Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) merupakan upaya deteksi dini kanker payudara. Salah satu penyebab tingginya angka kejadian kanker payudara adalah kurangnya pengetahuan dan pendidikan tentang kanker payudara di kalangan remaja. SADARI merupakan cara pencegahan paling sederhana yang dapat dilakukan oleh remaja. Media phantom digunakan karena lebih efektif memberikan pengalaman belajar demonstrasi secara langsung dam menarik perhatian sehingga peserta dapat memvisualkan dan mempraktikkan teknik SADARI secara nyata. Tujuan: Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pendidikan kesehatan dengan phantom terhadap pengetahuan tentang SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada remaja. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjenis CBR (Community-Based Research). Dilakukan dengan menggunakan metode demonstrasi dan diskusi terkait SADARI. Sebelum kegiatan dilakukan pretest dan diakhiri dengan postest. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan phantom payudara saat demonstrasi SADARI. Kegiatan ini diikuti oleh 30 remaja putri. Hasil: Pengaruh pendidikan kesehatan dengan phantom terhadap pengetahuan tentang SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada remaja putri SMA N 5 Yogyakarta terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 8,1. Nilai dari uji Wilcoxon P= 0.000 (p-value= .000 < 0.05) Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media phantom terhadap pengetahuan tentang SADARI pada siswi SMA. Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media phantom sebesar 6,83 setelah diberikan pendidikan kesehatan sebesar 14,97. Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan phantom terhadap pengetahuan SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada remaja putri SMA N 5 Yogyakarta.
Edukasi pemahaman kecukupan air susu ibu (ASI) pada ibu menyusui di Queen Baby Spa: Education on understanding the sufficiency of breast milk for breastfeeding mothers at Queen Baby Spa Dian Nur Adkhana Sari; Yeni Isnaeni; Sri Nur Hartiningsih; Suryati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.136

Abstract

Latar Belakang: Menyusui merupakan salah satu investasi kesehatan jangka panjang yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Ibu merupakan pelopor dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia, sehingga penting untuk meningkatkan pengetahuannya serta menyadari pentingnya pemberian ASI secara eksklusif terutama bagi bayi usia 0-6 bulan. Bayi diharapkan mendapat cukup ASI pada usia 0-6 bulan, kecukupan ASI pada bayi dapat diartikan sebagai kondisi di mana bayi menerima ASI dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tujuan: Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang kecukupan ASI pada bayi. Metode: Pada kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development), Kegiatan abdimas ini dimulai dengan cek kesehatan pengukuran tekanan darah dan pengukuran berat badan kemudian dilanjutkan edukasi tentang kecukupan ASI. Kegiatan ini diikuiti oleh 40 peserta ibu menyusui, dengan total kegiatan selama 60 menit. Intrumen pada kegiatan ini menggunakan instrument pengetahuan kecukupan ASI. Hasil: Hasil pengabdian Masyarakat didapatkan skor pengetahuan sebelum dilakukan Pendidikan kesehatan didapatkan Sebagian besar dalam skor cukup sebanyak 25 peserta  (62,5%) dan skor pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan skor baik sebanyak 40 peserta (100%), terdapat kenaikan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Simpulan: Kegiatan abdimas ini berjalan dengan lancar, Sebagian besar ibu menyusui mengalami kenaikan pengetahuan tentang kecukupan ASI. Oleh karena itu diharapkan melalui pengabdian masyarakat ini kesadaran ibu menyusui akan kesehatan semakin meningkat.
Edukasi dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular (PTM) pada remaja di MAN 3 Bantul: Education and early detection of risk factors for non-communicable diseases in adolescents at MAN 3 Bantul Andri Setyorini Setyorini; Sri Nur Hartiningsih; Intan Rahmawati; Dani Rizki Pratama; Diana Sofa
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.360

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus adalah gangguan metabolisme berupa hilangnya toleransi karbohidrat. Remaja dapat berisiko terkena diabetes dengan faktor penyebab dampak kemajuan teknologi berbasis media sosial, tren merokok, riwayat keluarga, pola makan, aktivitas fisik, obesitas. Kurangnya pengetahuan remaja tentang diabetes melitus dapat meningkatkan angka kematian dan kecacatan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja beresiko PTM khususnya tentang penyakit Diabetes Mellitus dan pencegahannya. Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan CBR (Community-Based Research) dengan melibatkan penanggungjawab siswa dan tim pengabdian. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada 18 Juli 2025 yang bertempat di ruang kelas MAN 3 Bantul Yogyakarta yang terbagi menjadi 3 sesi kegiatan yaitu: Sesi 1 adalah edukasi etntang penyakit tidak menular menggunakan metode ceramah dan diskusi; Sesi 2:  Skrining Remaja dengan menggunakan metode wawancara serta pengisian kuesioner; dan Sesi  3: Evaluasi. Kegiatan ini juga menggunakan Leaflet PTM dan e-Booklet Diabetes Mellitus sebagai media pembelajaran Hasil: Pengetahuan siswa kelas XI sebelum diberikan edukasi tentang PTM di MAN 3 Bantul Yogyakarta mayoritas dalam kategori kurang sebanyak 29 orang (76,3%) dan setelah diberikan edukasi tentang PTM di MAN 3 Bantul Yogyakarta mengalami peningkatan yaitu mayoritas dalam kategori baik sebanyak 31 (84,2%), serta 100% remaja aktif dalam  mengikuti edikasi dan skrining resiko PTM dengan hasil sebanyak 31 siswa kelas XII memiliki resiko PTM: Diabetes Mellitus dari orang tua. Simpulan: Ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan dan deteksi dini faktor resiko PTM terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang PTM di MAN 3 Bantul
Skreening tumbuh kembang psikososial sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan mental pada remaja di MAN 2 Yogyakarta: Psychosocial development screening as an effort to prevent mental health problems in adolescents at MAN 2 Yogyakarta Aris Setyawan; Suryati Suryati; Niken Setyaningrum; Ardhian Indra Darmawan
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.361

Abstract

Latar belakang: remaja merupakan individu yang rentan mengalami masalah kesehatan mental. Ketidaksiapan tumbuh kembang psikososial seringkali disebut sebagai penyebabnya. Pencegahan dan penanganan masalah emosi dan perilaku pada secara tepat sejak dini diharapkan dapat membantu remaja untuk perkembangan lebih baik bagi masa depannya. Tujuan: kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk mendeteksi adanya potensi gangguan emosional dan tingkah laku sebagai upaya mendeteksi dini masalah kesehatan mental remaja. Metode: metode kegiatan pengabdian menggunakan CBR (Community-Based Research), diantaranya skreening gangguan kesehatan mental dan pendidikan kesehatan tentang pencegahan masalah kesehatan mental remaja di MAN 2 Yogyakarta. Pelaksanaan skrining menggunakan instrument SDQ-25 (Strengths and Difficulties Questionnaire) secara offline namun dalam pengisian kuesioner dengan  google form. kegiatan ini diikuti oleh 40 remaja di MAN 2 Yogyakarta. Hasil: hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang diperoleh dari 40 siswa, menggambarkan bahwa kesehatan mental siswa dalam kategori normal terdapat 20 siswa, kesehatan mental dalam kategori borderline sejumlah 4 siswa, dan kesehatan mental dalam kategori abnormal sejumlah 16 siswa.   Simpulan: kegiatan pengabdian masyarakat ini menyimpulkan bahwa mayoritas kesehatan mental siswa dalam kategori normal.
Penggunaan terapi akupresur untuk mengatasi nyeri dismenorea pada remaja di Pondok Pesantren Al-Jauhar Semin Gunungkidul Yogyakarta: The use of acupressure therapy to overcome dysmenorrhea pain in adolescents at the Al-Jauhar Semin Islamic Boarding School, Gunungkidul, Yogyakarta Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Sri Nur Hartiningsih; Supriyadi
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.362

Abstract

Latar belakang: Dismenorea sangat berdampak pada remaja wanita, karena menyebabkan terganggu aktifitas sehari-hari, semangat menurun hingga sulit konsentrasi pada saat proses belajar sehingga pada akhirnya menyebabkan materi pembelajaran yang disampaikan tidak dapat diterima bahkan terdapat remaja yang memilih untuk tidak masuk sekolah. Permasalahan tersebut perlu untuk diatasi sehingga tidak menyebabkan terganggunya aktivitas remaja terutama aktifitas saat belajar. Salah satu tindakanya adalah dengan mengenalkan terapi nonfarmakologi dengan menggunakan terapi akupresur. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan dan mempraktekan tindakan akupresur sebagai terapi komplementer untuk mengatasi nyeri dismenorea pada remaja. Metode: Pengabdian kali ini berjenis CBR (Community Based Research), yang dilakukan dengan melakukan pendidikan kesehatan mengenai akupresur. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dan mempraktekanya secara langsung terapi nonfarmakologi akupresur (metode ceramah, diskusi, demonstrasi & redemonstrasi). Akupresur dilakukan pada titik hegu dan titik SP 6. Masing-masing titik diulang 5 kali. Total durasi akupresur untuk masing-masing titik selama 10 menit. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah remaja yang mengalami dismenorea di Pondok Pesantren Al-Jauhar, Semin, Gunungkidul. Instrumen yang digunakan antara lain: LCD, Soundsistem, dan PPT. Metode evaluasi dengan menggunakan pre dan posttest. Hasil: Hasil evaluasi menunjukan peningkatan kategori pengetahuan dari awalnya mayoritas kategori “kurang” menjadi kategori “baik” selain itu juga saat dipraktekan terjadi penurunan rata-rata skor nyeri dismenorea dari 6,05 menjadi 2,30. Hasil uji komparasi menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai nilai Asymp. Sig (2-tailed) adalah 0,000 (nilai p < 0,05). Simpulan: Tindakan pengabdian masyarakat berupa edukasi penanganan nyeri dismenorea dengan meggunakan akupresur efektif meningkatkan pengetahuan remaja serta menurunkan nyeri dismenorea pada remaja.
Pendidikan kesehatan tentang diare menggunakan permainan ular tangga pada anak usia sekolah di SD Negeri Wonolelo Yogyakarta: Health education about diarrhea using the snakes and ladders game for school-age children at Wonolelo State Elementary School, Yogyakarta. Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Nurnaningsih
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.364

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan penyakit yang sering ditemui pada anak usia sekolah karena pada masa pertumbuhan dan perkembangan ini, imunitas tubuh anak belum berkembang secara sempurna. Diare dapat berdampak pada dehidrasi, gangguan gizi, kesakitan, dan kematian. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan peningkatan pengetahuan tentang diare pada anak usia sekolah dasar. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan tentang diare pada siswa di SDN Wonolelo Yogyakarta. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjenis CBR (Community Based Research). Kegiatanya adalah pemberian pendidikan kesehatan mengenai diare pada anak sekolah di SDN Wonolelo dengan menggunakan metode permainan ular tangga. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang diare. Jumlah peserta dalam kegiatan pengabdian ini sejumlah 30 siswa kelas IV dan V. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan menilai pengetahuan anak tentang diare sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest). Kemudian melakukan kegiatan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ular tangga selama 90 menit. Setelahnya dilakukan penilaian pengetahuan kembali (postest). Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan siswa sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media permainan ular tangga. Pengetahuan siswa sebelum dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan mayoritas dalam kategori kurang yakni sejumlah 18 siswa (60%). Pengetahuan siswa sesudah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan mayoritas dalam kategori baik yakni sejumlah 24 siswa (80%). Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pendidikan kesehatan menggunakan media permainan ular tangga efektif untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah tentang diare.
Pemeriksaan tekanan darah dan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan hipertensi pada remaja di Perumahan Banguntapan Asri: Blood pressure checks and health education on hypertension prevention in adolescents at Banguntapan Asri Housing Complex Yeni Isnaeni; Agung Rejecky; Pipin Nurhayati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.365

Abstract

Latar belakang: Kasus hipertensi pada remaja mengalami peningkatan. Faktor risiko hipertensi pada remaja meliputi kurang olahraga, obesitas, asupan garam dan kafein yang tinggi, merokok, dan konsumsi alkohol. Hipertensi masih menjadi tantangan yang signifikan di Indonesia, dan merupakan kondisi yang umum di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah dan meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan hipertensi. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan dan edukasi kesehatan tentang pencegahan hipertensi. Total kegiatan pengabdian ini 60 menit. Kegiatan ini dilakukan di masjid perumahan Banguntapan Asri. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pretes dan postes tentang pengetahuan pencegahan hipertensi.  Instrument yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan pencegahan hipertensi. Mitra dalam kegiatan pengabdian adalah Remaja di Perumahan Banguntapan Asri. Hasil: Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat pemeriksaan terdapat 3 remaja (28%) dengan TD sistolik > 140 mmHg, terdapat peningkatan pengetahuan pencegahan hipertensi pada remaja peningkatan 29,1 dengan p value (0,000). Simpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hipertensi pada remaja di Perumahan Banguntapan Asri.
Deep breathing dan kombinasi dzikir sebagai terapi menurunkan kecemasan pada remaja di MAN 2 Yogyakarta: Deep breathing and a combination of dhikr as a therapy to reduce anxiety in adolescents at MAN 2 Yogyakarta Ardhian Indra Darmawan; Niken Setyaningrum; Suryati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.370

Abstract

Latar belakang: Masa remaja merupakan fase eksplorasi identitas. Fase ini menghadirkan tantangan bagi remaja dalam memahami, menilai, dan merespons situasi yang terjadi. Potensi stresor dapat terjadi pada remaja selama proses interaksi yang akhirnya berdampak pada kondisi emosional. Tujuan: Menurunkan kecemasan pada siswa di MAN 2 Yogyakarta dengan melakukan kombinasi teknik deep breathing dan dzikir. Metode:  Pada kegiatan pengabdian ini menggunakan pendidikan kesehatan berbasis praktik (practice-based community intervention). Pada tahap awal  responden diminta mengisi kuesioner generalized anxiety disorder assment (GAD-7), kemudian tahap kedua dilakukan deep birthing dan kombinasi dzikir, kegiatan pengandian ini dilakukan pada pagi hari,  dengan total waktu kegiatan selama 180 menit.  Tahap akhir dilakukan postes. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 48 remaja. Tempat pelaksanaan dilakukan di halaman sekolah MAN 2 Yogyakarta. Hasil: Pada penelitian menunjukkan adanya penuruan kecemasan yang dirasakan oleh peserta. Hasil ini ditunjukkan dengan nilai kecemasan sebelum kegiatan terdapat kecemasan berat sebanyak 8 orang dan setelah kegiatan tidak ada yang mengalami kecemasan berat. Terjadi peningkatan jumlah kecemasan ringan dan antisipatif yang menunjukkan perbedaan signifikan ke arah positif (nilai kecemasan menurun) setelah terapi deep breathing dan dzikir. Simpulan: Terapi pernapasan dalam dan dzikir menunjukkan efek positif terhadap penurunan kecemasan. Hal ini terjadi karena terapi tersebut merangsang aktivasi saraf parasimpatis, dan dzikir meningkatkan ketenangan psikologis serta memperkuat makna spiritual.
Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan skrining kesehatan sebagai upaya meningkatkan kesehatan diri pada santri Pondok Pesantren Madania.: Education on clean and healthy living behavior and health screening as an effort to improve personal health among students at the Madania Islamic Boarding School. Fuji Astuti Pakalessy; Humairah; Dina Natasya; Jabar; Dimas Antonio Henson; Nurdiansyah; Sri Nur Hartiningsih; Eka Oktavianto
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.376

Abstract

Latar belakang: Remaja yang tinggal di lingkungan pesantren memiliki berbagai risiko kesehatan yang berkaitan dengan kebersihan diri, aktivitas harian yang padat, serta keterbatasan akses layanan kesehatan yang terstruktur. Keluhan seperti gangguan kulit, sakit kepala, dan nyeri haid sering memengaruhi konsentrasi belajar serta kenyamanan sehari-hari. Edukasi kesehatan dan skrining dini menjadi strategi penting untuk meningkatkan kemampuan santri dalam menjaga kesehatannya. Intervensi keperawatan berbasis komunitas dapat menjadi pendekatan promotif dan preventif yang efektif di lingkungan sekolah. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dan skrining kesehatan melalui asuhan keperawatan komunitas sebagai upaya meningkatkan kesehatan diri pada santri Pondok Pesantren Madania, Yogyakarta. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang diintegrasikan dengan tahapan asuhan keperawatan komunitas. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan proses keperawatan komunitas yang meliputi tahap pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi selama satu minggu di Pondok Pesantren Madania, Yogyakarta. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa keperawatan dan pengelola pesantren dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner, lembar observasi, dan alat pemeriksaan fisik dasar. Hasil: Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman santri mengenai kebersihan diri, kecukupan hidrasi, istirahat, dan manajemen nyeri nonfarmakologis, serta kemampuan mempraktikkan cuci tangan yang benar dan menjaga kebersihan tempat tidur. Selain itu, skrining fisik berhasil mengidentifikasi santri yang memiliki keluhan kulit dan sakit kepala berulang untuk kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Simpulan: Pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas melalui edukasi perilaku hidup bersih dan skrining fisik terbukti efektif meningkatkan kesadaran serta kapasitas perawatan diri santri di lingkungan pesantren.

Page 3 of 4 | Total Record : 35