Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
PENGALAMAN MENJADI PEMERAN TOKOH DEWI SHINTA DALAM SENDRATARI RAMAYANA PRAMBANAN: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANAYSIS
Feliska Juliana Thomas;
Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (387.72 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.23475
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan memahami bagaimana para pemeran tokoh Dewi Shinta dalam pertunjukan Sendratari Ramayana memaknai perannya. Sendratari merupakan suatu drama tari tanpa dialog dengan mengambil kisah Ramayana dan Mahabharata. Pertunjukan ini ditampilkan secara kolosal yang seluruh ceritanya disuguhkan dalam bentuk gerak tari oleh para pemain pertunjukan. Pada pertunjukan sendratari tidak terdapat, hanya ada sinden yang menggambarkan jalannya cerita melalui tembang atau lagu dalam bahasa Jawa. Fokus dalam penelitian ini adalah mengenai pemain peran tokoh Dewi Shinta dalam pertunjukan Sendratari Ramayana memaknai perannya dan peran menjadi tokoh Dewi Shinta tersebut dalam memberikan pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari para pemain peran. Subjek dalam penelitian ini diambil berdasarkan teknik purposive sampling, yang memiliki kriteria sedang berprofesi atau pernah berprofesi sebagai pemeran Dewi Shinta lebih dari lima tahun dalam Sendratari Ramayana Prambanan. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam serta menggunakan dokumen audio yaitu hasil rekaman wawancara dengan ketiga subjek. Analisis data yang dilakukan adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pada akhirnya diperoleh tiga subjek yang berdomisili di Yogyakarta dan Klaten. Data didapatkan melalui wawancara secara langsung dengan setiap subjek. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ketiga subjek memaknai Shinta sebagai pedoman dalam hidup yang disesuaikan dengan kehidupan masing-masing subjek. Berperan menjadi Dewi Shinta juga memberikan perubahan sikap kepada dua dari tiga subjek penelitian. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dilakukan penggalian data tambahan melalui orang terdekat guna memperoleh hasil yang lebih mendalam mengenai perubahan sikap dan karakter pada subjek.
EFIKASI DIRI DAN STRES KERJA PADA RELAWAN PMI KABUPATEN BOYOLALI
Ayu Rahmawati Permatasari;
Jati Ariati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.577 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14349
Salah satu peran dari relawan ialah mendukung kegiatan-kegiatan pada tanggap darurat bencana. Dalam menjalankan tugasnya, relawan seringkali menemui berbagai macam hambatan. Selain itu, beban kerja yang relawan miliki dapat memicu timbulnya stres kerja. Stres kerja ialah kondisi yang dapat memberikan dampak negatif bagi individu yang bersangkutan dan juga terhadap organisasi. Efikasi diri merupakan salah satu faktor yang memungkinkan untuk menurunkan tingkat stres kerja pada relawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan stres kerja pada relawan PMI Kabupaten Boyolali. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini ialah sampling jenuh. Subjek penelitian merupakan relawan PMI Kabupaten Boyolali yang berjumlah 41 orang. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu skala stres kerja dengan 24 aitem valid, serta skala efikasi diri dengan 23 aitem valid. Analisis data dilakukan dengan metode analisis regresi sederhana. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi -0,392 dengan p=0,006 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan stres kerja pada relawan PMI Kabupaten Boyolali. Efikasi diri memberikan sumbangan efektif sebesar 15,4 % dalam mempengaruhi stres kerja.
HUBUNGAN ANTARA LEADER MEMBER EXCHANGE DAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL PADA PERAWAT RUMAH SAKIT JIWA
SAPUTRI, INTAN ALVI WAHYU;
Prihatsanti, Unika
Empati Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Empati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.153 KB)
Hospitals can provide maximum service if the psychological condition of the nurse is positive. Psychological capital is a positive attitude in the nurse characterized by hope, self-efficacy, resilience, and optimism. Leaders who implement leader member exchange will have a positive interaction with their members. This study aims to determine the relationship between leader member exchange with pychological capital in mental hospital nurses. The population of this study is nurses RSJD Dr. Amino Gondohutomo. The sample of 70 nurses selected using cluster random sampling technique. Data collection uses two scales: psychological capital scale (42 valid items, α = .960) and leader exchange member scale (26 valid items, α = .919). The result shows correlation coefficient (rxy) = .800 with p = value (p <.001). These results indicate that the hypothesis proposed by the researcher is proved, that there is a significant positive relationship between variable of leader member exchange with psychological capital. The more positive the leader member exchange the higher the psychological capital. The effective contribution given in this study in amount of 64% and 36% affected by other factors not measured in this study. Â
HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP PERNIKAHAN DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI
Eva Rosana;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.781 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21688
Pernikahan menjadi langkah awal individu untuk menuju kehidupan yang baru. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum memilih keputusan ini, sehingga dengan adanya kematangan tersebut akan membantu individu yang bersangkutan supaya dapat mencapai kehidupan pernikahan yang langgeng dan bahagia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap pernikahan dengan kepuasan pernikahan pada istri. Populasi penelitian ini adalah wanita menikah di Salatiga. Sampel penelitian terdiri dari 52 wanita menikah dengan usia maksimal 35 tahun, memiliki usia pernikahan maksimal 7 tahun, dan memiliki anak yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan berupa Skala Sikap terhadap Pernikahan (20 aitem; α=0,893) dan Skala Kepuasan Pernikahan (44 aitem; α=0,946). Uji korelasi product moment menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara sikap terhadap pernikahan dengan kepuasan pernikahan (rxy= 0,609; p<0,001). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin positif sikap terhadap pernikahan, maka semakin tinggi kepuasan pernikahan, dan sebaliknya, semakin negatif sikap terhadap pernikahan, maka semakin rendah kepuasan pernikahan. Diharapkan hasil temuan ini dapat menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan bagi pihak-pihak terkait yang berkontribusi dalam mempersiapkan dan mendukung pernikahan.
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Metode Pembelajaran Kooperatif Dengan Self-Regulated Learning Pada Mahasiswa
Pravita Hidayati;
Diana Rusmawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.12975
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara metode pembelajaran kooperatif dengan self-regulated learning pada mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa fakultas Bimbingan Konseling angkatan 2013 Universitas PGRI Semarang sebanyak 218 mahasiswa diperoleh dengan menggunakan teknik pengambilan sampel random sampling. Alat pengumpul data pada penelitian ini adalah skala self-regulated learning dan skala persepsi metode pembelajaran kooperatif. Pengumpulan data dengan 39 aitem valid (α=0,879) skala self-regulated learning, dan18 aitem valid (α =0,730) skala persepsi terhadap metode pembelajaran kooperatif. Analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil analisis product moment mendapatkan angka koefisien rxy=0,581 dengan tingkat signifikansi p=0,000 (p<0,050),menunjukkan bahwa hipotesis dapat diterima. Artinya ada hubungan positif antara persepsi terhadap metode pembelajaran kooperatif dengan self-regulated learning. Semakin positif persepsi mahasiswa terhadap metode pembelajaran kooperatif maka semakin tinggi self-reulated learningnya. Sebaliknya, semakin negatif persepsi mahasiswa terhadap metode pembelajaran kooperatif maka semakin rendah self-regulated learningnya.
Jerat Narkoba dan Dinamika Keluarga:Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologi pada Narapidana Wanita yang Memiliki Anak
Gina Saraswati;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.315 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15389
Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana dinamika keluarga yang mewarnai kehidupan seorang narapidana wanita yang memiliki anak sejak awal terjerat narkoba hingga masuk ke dalam penjara.Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang narapidana wanita dengan rentang usia 22-39 tahun, yang diambil dengan menggunakan metode teknik purposive. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara dan observasi. Hasilpenelitianmenunjukkan bahwa dari dinamika keluargaketiga subjek telah mempengaruhi warna kehidupan subjek, sejak awal terlibat narkoba hingga masuk ke dalam penjara. Subjek pertama merasakan kurang kasih sayang dari orang tuanya dan latar belakang dalam keluarga, ayahnya seorang pengedar narkoba, subjek kedua merasakan kesulitan ekonomi, dan subjek ketiga ikut serta bersama suaminya sebagai seorang pengedar narkoba.Ketiga subjek tidak pernah mendapat kunjungan dari anak-anaknya.Komunikasi via telepon umum yang disediakan oleh pihak Lapas dapat dirasakan ketiga subjek untuk menggantikan kunjungan dari anak-anaknya.Ketiga subjek memiliki harapan yang sama dalam hal untuk mengasuh anak setelah bebas dari penjara, yaitu subjek pertama belum memiliki rencana lainnya setelah keluar dari penjara selain hanya ingin mengasuh anak, subjek kedua ingin membuka sebuah usaha, dan subjek ketiga akan kembali bekerja, namun berencana tetap menjalankan perannya sebagai ibu dalam mengasuh anak.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERAN AYAH DAN DISIPLIN DIRI DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA SISWA RSBI KELAS VII SMP NEGERI 4 SURAKARTA
Nidya Agesthi;
Siswati Siswati;
Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.017 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7368
Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap peran ayah dan disiplin diri dengan prestasi akademik pada siswa RSBI kelas VII SMP Negeri 4 Surakarta. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 155 siswa dari 226 populasi jumlah siswa RSBI kelas VII SMP Negeri 4 Surakarta. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah teknik cluster random sampling.Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan skala, yaitu skala persepsi terhadap peran ayah dan skala disiplin diri. Skala persepsi terhadap peran ayah terdiri atas 31 aitem (α = 0,895) dan skala disiplin diri terdiri atas 34 aitem (α = 0,910).Analisis data dalam penelitian menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan hasil koefisien korelasi rxy = 0,690 dengan p = 0,000 (p<0,05), artinya hipotesis yang menyatakan adanya hubungan positif dan signifikan antara persepsi terhadap peran ayah dan disiplin diri dengan prestasi akademik. Semakin positif persepsi terhadap peran ayah maka semakin tinggi pula prestasi akademik siswa atau sebaliknya serta hubungan yang positif dan signifikan mengindikasikan bahwa semakin tinggi disiplin diri maka semakin tinggi pula prestasi akademik atau sebaliknya. Koefisien determinasi menunjukkan persepsi terhadap peran ayah secara simultan dapat menjelaskan perubahan prestasi akademik sebesar 43% dan disiplin diri secara simultan dapat menjelaskan perubahan prestasi akademik sebesar 26%.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA KELAS XI SMK YAYASAN PHARMASI SEMARANG
Almaida, Dewani Sheila;
Febriyanti, Dinni Asih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.209 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23579
Konsep diri adalah gambaran deskriptif dan evaluatif diri sendiri. Perkembangan konsep diri dipengaruhi oleh seberapa berhasil remaja memenuhi tugas perkembangannya. Salah satu tugas perkembangan yang harus dilalui remaja yaitu persiapan karir. Remaja yang berhasil menjalankan tugas perkembangan karir sesuai tahap perkembangan karir dianggap memiliki kematangan karir. Kematangan karir adalah keberhasilan individu menyelesaikan tugas perkembangan karir yang khas sesuai dengan tahap perkembangan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kematangan karir pada siswa kelas XI SMK Yayasan Pharmasi Semarang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Yaysan Pharmasi Semarang. Pengambilan sampel menggunkan teknik cluster random sampling dengan jumlah sampel 174 siswa. Pengambilan data menggunaka dua skala penelitian yaitu Skala Konsep Diri terdiri dari 32 aitem valid dan Skala Kematangan Karir terdiri dari 52 aitem valid yang sudah diujicobakan pada 61 siswa kelas XI SMK Yayasan Pharmasi Semarang. Hasil analisis data menggunakan analisis regresi sederhana menunjukan adanya hubungan positif antara konsep diri dengan kematangan karir dengan koefisien korelasi rxy = 0,691 dan signifikansi 0,000 (p < 0,001). Artinya, semakin positif konsep diri maka semakin tinggi kematangan karir siswa, dan sebaliknya. Konsep diri memberikan sumbangan efektif sebesar 47,8% terhadap kematangan karir.
KONSEP DIRI DAN KOMPETENSI INTERPERSONAL PADA MAHASISWA JURUSAN ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Ledita Femilia Resti;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14738
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri dengan kompetensi interpersonal pada mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Jurusan Ilmu Pemerintahan dan sampel yang digunakan adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan angkatan 2011, 2012 dan 2013. Teknik sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan skala konsep diri yang terdiri dari 31 aitem (α = 0,945) dan skala kompetensi interpersonal yang terdiri dari 43 aitem (α = 0,954). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dengan kompetensi interpersonal pada mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,809 dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hipotesis yang mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara konsep diri dengan kompetensi interpersonal pada mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro terbukti. Sumbangan efektif konsep diri terhadap kompetensi interpersonal sebesar 65,5%, sedangkan sisanya sebesar 34,5% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA SANTRI PESANTREN ISLAM AL-IRSYAD, KECAMATAN TENGARAN, KABUPATEN SEMARANG
ADDINA NURUL ULFAH;
Jati Ariati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.041 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.20096
The success of students in education, one of them can be shown with academic achievement. The success of students in their education is also influenced by achievement motivation. This study aims to determine the relationship of peer support with achievement motivation at Al Irsyad Islamic boarding school. The population of this research men junior high school and women junior high school is 655 santriwan and 121 santriwati. The sample of this research are 227 santriwan and 89 santriwati obtained by cluster random sampling technique. Data were collected using Achievement Motivation Scale (24 valid items; α = .88) and Peer Support Scale (28 valid items; α = .89), which have been tested on 93 students. Simple regression analysis showed a positive and significant correlation between peer support and achievement motivation shown through correlation coefficient rxy = .397 with p = (p <0.001). The more positive peer support, the achievement motivation will be high. Peer support provides an effective contribution of 15.7% on achievement motivation. Additional analysis in this study used independent sample t-test, which showed that there were significant differences in peer support variables between male and female with t = -3.144 with significance of 0.002 (p <0.05), and there was no difference which is significant on achievement motivation variable between men and women with t = 0,159 with significance 0,605 (p> 0,05).