cover
Contact Name
Maryadi Tirtana Siregar
Contact Email
jurnal@poltekapp.ac.id
Phone
+62217867382
Journal Mail Official
jurnal@poltekapp.ac.id
Editorial Address
Politeknik APP Jakarta Jln. Timbul No.34, Cipedak - Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630, Indonesia Telp.: +62-21-7867382, +62-21-7867382, fax +62-21-7271847
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok
Published by Politeknik APP Jakarta
ISSN : 27980391     EISSN : 27979539     DOI : -
Core Subject :
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok (SNMIP) yang diselenggarakan tahunan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik APP Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
Pengendalian Persediaan Produk Oli Dengan Menggunakan Metode Persediaan Deterministik Dinamis Pada Perusahaan Distributor Pelumas Nudhar Mamluatul Hikmah; Monanda Wandita Rini
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 1st, Jakarta 2020
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Pengendalian persediaan merupakan suatu hal yang penting dalam menjaga ketersediaan produk dalam gudang yang berguna untuk memenuhi semua permintaan konsumen pada waktu yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan perbandingan pengendalian persediaan yang dilakukan dengan metode deterministik dinamis pada perusahaan distributor pelumas. Perbandingan hasil perhitungan persediaan model deterministik dinamis menggunakan metode optimasi dan metode heuristik. Metode optimasi yang digunakan yaitu Algoritma Wagner-Whitin. Metode heuristik yang digunakan yaitu Period Order Quantity, Silver Meal, dan Least Unit Cost. Perhitungan ini berfungsi untuk mengetahui ukuran pemesanan yang optimal dan mencari hasil total ongkos biaya yang terendah. Hasil dari perhitungan yang didapatkan dari setiap metode dibandingkan dengan cara memilih total biaya inventori yang paling rendah. Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa metode yang memiliki total biaya inventori terendah adalah metode Wagner Within dengan biaya inventori yang dihasilkan sebesar Rp 7.041.480. Kebijakan pengendalian persediaan yang optimal adalah jumlah pemesanan dilakukan dengan menggabungkan permintaan selama dua minggu pada setiap kali pesan. Oleh karena itu, didapatkan kebijakan pemesanan dilakukan sebanyak 8 kali pemesanan.Kata kunci: pengendalian persediaan, deterministik dinamis metode optimasi dan heuristik  ABSTRACT  Inventory control is an important thing in maintaining the availability of products in the warehouse that are useful to fulfill all consumer demand at the required time. This study aims to provide a comparison of inventory control carried out by dynamic deterministic methods in lubricant distributor company. Comparison of the calculation results of the dynamic deterministic model inventory use the optimization method and the heuristic method. The optimization method used is the Wagner-Whitin algorithm. The heuristic method used is Period Order Quantity, Silver Meal, and Least Unit Cost. This calculation is used to determine the optimal order size and to find the lowest total inventory cost. Based on the calculation results, it is known that the method that has the lowest total inventory cost is the Wagner Within method. The optimal inventory control policy is the number of orders placed by combining demands for two weeks at each order.  Keywords: inventory control, dynamic deterministic, optimization and heuristic method
Analisis Reverse Logistics Produk On Board Unit (Obu) Untuk Mengurangi Limbah B3 Pada Pt. Unggul Cipta Teknologi Neneng Saidah; Devi Jayawati
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 1st, Jakarta 2020
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tidak bisa dipungkiri bahwa adanya aliran balik produk yang disebabkan oleh berbagai faktor menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan, teRLebih lagi untuk produk dengan siklus produk yang pendek. PT Unggul Cipta Teknologi merupakan perusahaan manufaktur yang memiliki aktivitas produksi merakit LCD Module serta produk elektronik berbasis GPS, salah satunya produk On Board Unit (OBU). Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah penumpukan OBU retur pada gudang yang hanya disimpan sebagai barang rusak dan menunggu diambil oleh pihak Third Party Reverse logistics (3PRL) pengolah limbah B3. Padahal masih terdapat beberapa part dari produk OBU tersebut yang bisa digunakan kembali. Tujuan akhir dari penelitian  ini adalah memberikan usulan peningkatan value recapturing melalui aktivitas Reverse logistics dalam rangka mengurangi limbah B3. Analisa yang dilakukan terdiri dari analisa framework Reverse logistics  pada perusahaan, analisa Total Reverse logistics Cost (TRLC), serta analisis Managing Return yang telah dilakukan perusahaan, Usulan yang diberikan adalah menambahkan asset recovery sebagai salah satu Managing Return melalui aktivitas retrieval. Dari analisis diketahui bahwa penambahan aktivitas retrieval dapat mengurangi limbah yang dihasilkan perusahaan hingga 60,4 Kg. Selain itu, usulan ini juga memberikan penghematan biaya Reverse logistics perusahaan sebesar Rp58.483.210 atau 20% dari Total Reverse logistics Cost aktual. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dalam pemanfaatan produk OBU reject sehingga dapat mengurangi jumlah limbah B3 yang dihasilkan dan mendapatkan perolehan dari pengurangan limbah tersebut. Kata kunci: Reverse logistics, Managing Return, Total Reverse logistics Cost, On Board Unit Abstract The existence of product reverse flow is become a challenge for the company, especially for products with short life cycle. PT Unggul Cipta Teknologi (PT. UCT) is a manufacturing company in assembly of LCD Modules and GPS-based electronic products, one of its product is the On Board Unit (OBU) product. The problem is the accumulation of OBU returns in warehouses that are stored as damaged goods and waiting to be taken by the Third Party Reverse logistics (3PRL), as the Hazardous (B3) waste processors. Actually there are still some parts of OBU retur that can be reused. The final objective of this research is to propose an increase of value recapturing of OBU product through Reverse logistics activities in reducing B3 waste. There are three analysis conducted, namely analysis of Reverse logistics framework, Total Reverse logistics Cost (TRLC), and Managing Return in PT. UCT. This research proposes to add asset recovery as one of the Managing Returns through retrieval activities. From the analysis it is known that the addition of retrieval activity can reduce the OBU waste by up to 60.4 Kg and provides company's Reverse logistics cost savings IDR 58,483,210 or 20% of the total actual Reverse logistics cost. Hopely the results can give the contribution in managing the OBU returns so that it can reduce the amount of B3 waste and get the benefit from this waste reduction. Keywords: Reverse logistics, Managing Return, Total Reverse logistics Cost, On Board Unit
Pengaruh Kualitas Lingkungan Ruangan Gudang Terhadap Performa Pekerja Dahliyah Hayati
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 1st, Jakarta 2020
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Performa pekerja yang dapat dilihat melalui capaian target yang dibebankan, biasanya digunakan untuk merefleksikan produktivitas dari para pekerja (Lan, 2011). Produktivitas tergantung pada banyak hal, salah satunya adalah aspek lingkungan, antara lain temperatur, pencahayaan, dan skema warna ruangan dimana standar ruangan yang sehat yaitu harus mempunyai sirkulasi udara yang baik, tidak panas, dan cukup pencahayaan. (Kamaruzzaman, 2010). Penataan interior yang ideal yang sesuai dengan kebutuhan pekerja sangat mempengaruhi performa pekerja. Dari hasil penelitian diperoleh kondisi dimana temperatur berada pada suhu 27,5ºC, cahaya 300 Lux dengan warna dinding Hijau adalah kondisi terburuk. Sedangkan untuk kondisi dengan pengerjaan tercepat baik di pengujian secara verbal maupun numerik ada di kondisi 4 yaitu pada kondisi temperatur 27,5ºC, cahaya 500 Lux dengan warna dinding Hijau. Kata kunci: Lingkungan Gudang, Kualitas Lingkungan Dalam Ruangan, Kinerja pekerja.  ABSTRACT Worker performance, which can be seen through the achievement of the targets, is usually used to reflect the productivity of workers (Lan, 2011). Productivity depends on many things, one of the significant factors is environmental aspects, including temperature, lighting, and room color, where the standard for a healthy room is must have good air circulation, ideal temperature, and have sufficient lighting. (Kamaruzzaman, 2010). The ideal interior arrangement according to the needs of workers will greatly affects worker performance. From the results of the research, it was found that the conditions where the temperature was at 27.5ºC, 300 Lux light with green wall color was the worst condition. Whereas for the conditions with the fastest processing, both verbally and numerically, are in condition 4, which temperature at 27.5ºC, 500 Lux light with green wall color. Keywords: Warehouse Environment, Indoor Environment Quality, Worker Performance. 
Penerapan 5s Untuk Meningkatkan Aksesibilitas Gudang Penyimpanan Produk Retail Online Faidatu Anjani; Winanda Kartika
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 1st, Jakarta 2020
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Retail online merupakan wadah perdagangan elektronik yang dilakukan secara online. Gudang penyimpanan pada perusahaan retail online memiliki aktifitas yang cukup tinggi pada setiap harinya. Transaksi yang cukup tinggi mengharuskan setiap area gudang dapat digunakan dengan semaksimal mungkin. Banyaknya jenis produk yang disimpan pada gudang retail online mengharuskan penataan dan pembagian area dapat terbagi dengan baik. Selain penataan produk, pembagian area aktifitas seperti picking, packing dan peletakan produk juga harus diperhatikan agar proses pemenuhan pesananan dapat terlaksana dengan cepat dan tepat. Penelitian ini dilakukan untuk meningkan aksesibilitas gudang penyimpanan pada produk retail online. 5S merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ketidak rapian area gudang yang dapat mengakibatkan penurunan aksesibilitas gudang. Penerapan 5S dilakukan dengan tahapan yaitu menentukan azas stratifikasi, melakukan pembagian area penyimpanan produk dan area khusus packing dan area khusus peketakan paket, membuat instruksi kerja untuk pelaksanaan 5S, membuat pembagian tugas pelaksanaan 5S dan melakukan pemantauan sebagai bahan evaluasi 5S. Hasil penelitian yang dilakukan adalah meningkatnya aksesibilitas gudang penyimpanan yaitu 12,50 menit lebih cepat dari waktu sebelum penerapan 5S. Persentasi kenaikan aksesibilitas gudang penyimpanan setelah penerapan 5S yaitu sebesar 37,71%.  Kata kunci: retail online, aksesibilitas penyimpanan, 5S   ABSTRACT  Online retail is trading of electronic that conducted online. Warehouse storage at an online retail company with high activity every day. The high transaction have to every area of the warehouse can be used as much as possible. The many types of products stored in online retail warehouses require have to arrangement and division of territories can be divided properly. In addition to product arrangement, the division of activity areas such as picking, packing and placing products must also be considered so that the order fulfillment process can be carried out quickly and precisely. This research was conducted to improve the accessibility of storage warehouses for online retail products. 5S is a method that can be used to solve the clutter problem in the warehouse area which can lead to decreased warehouse accessibility. The implementation of 5S is carried out in stages that determine the principle of stratification, dividing the product storage area and special packaging area and special packing areas, taking work actions for the implementation of 5S, making 5S implementation tasks and carrying out activities as material for 5S evaluation. The result  that the storage time is 12,50 minutes faster than the research time before 5S. The percentage of increase in the accessibility of the warehouse storage after implementation of 5S was 37,71%. Keywords: online retail, storage accessibility, 5S 
Pengendalian Persediaan Minimum Dan Maksimum Untuk Maintenance, Repair Dan Operation Stock Cynthia Cahyani; Winanda Kartika
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 1st, Jakarta 2020
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah persediaan minimum dan maksimum guna menghindari kelebihan dan kekurangan pada jenis material persediaan maintenance, repair, dan operation (MRO). Penentuan persediaan minimum dan maksimum berguna untuk kelancaran proses maintenance secara berkala. Kekurangan stok material MRO menyebabkan terganggunya proses maintenance proyek yang sudah terpasang. Kelebihan stok material MRO menyebabkan terjadinya penumpukan jumlah material di gudang dan berpotensi menjadi material dead stock. Proses pengadaan material juga tidak didasarkan sesuai pada jumah persediaan material yang masih ada di gudang. Tidak adanya ketentuan jumlah minimum dan maksimum stok material MRO sebagai penentu titik pemesanan kembali menyebabkan tidak adanya panduan khusus dalam proses pengadaan material. Penentuan persediaan minimum dan maksimum menjadi panduan batas bawah dan batas atas dalam pengelolaan material yang lebih terkendali. Metode yang digunakan untuk pengendalian persediaan minimum dan maksimum material MRO menggunakan metode min-max stock. Metode ini menghasilkan jumlah persediaan minimum, persediaan maksimum, dan stok pengaman yang diperlukan. Hasil yang diperoleh adalah penambahan persediaan minimum sebesar 12% dan penambahan persediaan maksimum sebesar 45,8% dari rata-rata persediaan sebelumnya, serta penambahan stok pengaman sebesar 94,73% dari ketentuan stok pengaman sebelumnya. Kata kunci : Gudang, MRO, Min-Max Stock ABSTRACT This study aims to determine minimum and maximum amount of inventory in order to avoid excesss and shortage of inventory maintenance, repair, and operation (MRO) materials. Determination of minimum and maximum supplies is useful for periodic maintenance. Shortage of MRO material stock causes disruption of the maintenance of projects that have been installed. The excess stock of MRO material causes an excess amount of material in the warehouse and has the potential to become dead stock material.  Procurement of material is also not based on the amount of supplies that is still in the warehouse. The absence of  rules for determining minimum and maximum stock as a determinant of reorder point causes the company have no spesific guidance for procurement process of inventory material. Determination of minimum and maximum supplies to guide lower and upper limits for controlled material management. The method used to control the minimum and maximum inventory of MRO materials is min-max stock method. This method produces minimum and maximum amount of stock, and safety stock. The results obtained are addition of the minimum inventory 12% and the addition of the maximum inventory 45,8% from the previous average inventory, also the addition of the safety stock 94,73% from the previous safety stock. Keywords: Warehouse, MRO, Min-Max Stock
Strategi Product Placement Pada Kanal Youtube Fajria Fatmasari; Christian Kuswibowo
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 1st, Jakarta 2020
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK   Semenjak product placement menjadi konsep baru dalam strategi pemasaran, nampaknya masih muncul perdebatan mengenai sikap audiens terhadap product placement. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap karakteristik product placement yang ada pada kanal Youtube dan sikap audiens yang muncul dari penempatan produk pada kanal-kanal Youtube. Penelitian bersifat kualitatif, dilakukan dengan mengamati 5 (lima) video pada kanal Youtube pada bukan Januari hingga Agustus 2020. Data yang diamati dan diteliti adalah komentar audiens.Hasil dari penelitian menunjukkan ada beberapa tipe penempatan produk yakni audio, visual, plot, dan kombinasi. Tipikal penempatan visual tanpa audio akan menghasilkan sikap audiens yang kurang aware terhadap produk tersebut. Sikap yang aware dapat menimbulkan ketertarikan lebih lanjut terhadap produk tersebut. Adapun sikap yang lebih banyak ditemui pada penalitian ini adalah pengabaian (unaware) terhadap penempatan produk. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan dan Youtuber harus mencari strategi dalam menempatkan produk agar mendapat umpan balik terhadap penempatan produknya. Namun demikian penelitian ini masih terdapat keterbatasan sehingga dapat dilanjutkan kembali untuk mengamati pengaruh penempatan produk terhadap product awareness pada penelitian selanjutnya. Kata kunci: placement, Youtube, kualitatif  ABSTRACT  Since product placement is a new concept in marketing strategy, there seems to be a debate about the audience's attitude towards product placement. This study aims to reveal the characteristics of the product placement on the YouTube channel and the attitudes of the audience that arise from the product placement on the Youtube channels. The research is qualitative in nature, conducted by observing 5 (five) videos on the Youtube channel from January to August 2020. The data observed and researched were audience comments. The results of this study indicate that there are several types of product placement, namely audio, visual, plot, and combination. Typical visual placement without audio will result in the audience's attitude that is less aware of the product. An aware attitude can generate further interest in the product. The attitude that is mostly found in this research is neglect to product placement (unaware). To overcome this, companies and YouTubers must find strategies in placing products in order to get feedback on product placement. However, this research still has limitations so that it can be continued again to observe the effect of product placement on product awareness in further research. Keywords: placement, Youtube, qualitative
Strategi Peningkatan Produktifitas Gudang Manufaktur Dengan Menggunakan Metode SIX SIGMA, LEAN, DAN KAIZEN M. Tirtana Siregar; Zahidiputra Puar; Dian Anwar
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 1st, Jakarta 2020
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Sebuah perusahaan, baik itu perusahaan jasa maupun manufaktur memerlukan persediaan. Dengan adanya persediaan, tentunya permintaan pelanggan akan terpenuhi. Persediaan merupakan barang yang tersedia digudang untuk dijual atau dikelola di masa yang akan datang. Setiap persediaan memiliki jangka waktu penyimpanan yang berbeda, maka dari itu pengaturan persediaan merupakan hal yang penting diperhatikan karena sangat penting dalam menunjang sebuah usaha.PT Asmar Partogi merupakan perusahaan yang bergerak dibidang komponen otomotif. PT Asmar Partogi mempunyai gudang penyimpanan suku cadang (spare part). Gudang tersebut berfungsi untuk memenuhi kebutuhan spare part instansi atau perusahaan yang menggunakan jasa perusahaan. Dalam pengamatan pada gudang PT. Asmar Partogi, hambatan atau kendala yang ditemukan pada aktivitas penyimpanan adalah penataan barang yang kurang. Hal ini ditandai dengan adanya spare part yang tidak berfungsi disimpan didalam gudang tercampur dengan spare part yang masih mengalami perputaran. Masalah tersebut dapat mengakibatkan sulitnya pencarian spare part yang dibutuhkan karena harus memilah. Berdasarkan latar belakang diatas penulis mengambil judul penelitian yaitu "Strategi Peningkatan Produktifitas Gudang Manufaktur Dengan Menggunakan Metode Six Sigma, Lean, dan Kaizen”.  Kata kunci: Kaizen, 5S, lean  ABSTRACT   Companies, be they service companies or manufacturing companies, need inventory. With this supply, of course, customer demand will be fulfilled. Inventory is goods that are available in warehouse for sale or management in the future. Each inventory has a different storage period, therefore inventory management is an important thing to pay attention to because it is very important in supporting a business.PT Asmar Partogi is a company engaged in automotive components. PT Asmar Partogi has a spare part storage warehouse. The warehouse serves to meet the spare part needs of agencies or companies that use company services. In observations at the warehouse of PT. Asmar Partogi, the constraints or constraints found in storage activities are the lack of arrangement of goods. This is indicated by the existence of spare parts that are not functioning properly stored in the warehouse mixed with spare parts that are still rotating. This problem can make it difficult for you to find the parts you need because you have to sort them out. Based on the above background, the authors took the research title, namely "Strategy for Increasing Productivity of Manufacturing Warehouses with Six Sigma, Lean, and Kaizen Methods". Keywords: Kaizen, 5S, lean
Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Pelayanan jaklingko Pada Pt Jaklingko Jakarta Titin Endrawati; Anung Widodo; Sugeng Raharjo
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 1st, Jakarta 2020
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan variabel penelitian.Pengaruh parsial variabel  Sarana Prasarana(X1) memberikan pengaruh terhadap variable Kepuasan pelanggan sebesar 62,5%,  sedangkan Pengaruh variabel Kesiapan Pengemudi (X2) memberikan pengaruh terhadap variable Kepuasan pelanggan sebesar 10,1%, dan  pengaruh Ketepatan waktu(X3) terhadap  variable Kepuasan pelanggan sebesar 16,9%,  Pengaruh variable Perilaku Pengermudi (X4) terhadap variable Kepuasan pelanggan sebesar 8,2%,  dan variable Kemudahan biaya (X5) memberikan pengaruh terhadap variable Kepuasan pelanggan (Y)sebesar 25,4%,           Pengaruh secara bersamaan (simultan ) )terhadap variable Kepuasan pelanggan sebesar 71,9%,  sedangkan sisanya sebesar  29,1% ditentukan oleh faktor lain yang belum diketahui yang tidak masuk dalam model penelitian. Kata Kunci : Sarana prasarana, Kesiapan pengemudi,Ketepatan waktu  , Prilaku pengemudi,Kepuasan pelanggan                                                                ABSTRACT            This study aims to analyze the relationship between the research variables. The partial effect of the Infrastructure (X1) variable has an influence on the customer satisfaction variable by 62.5%, while the Driver Readiness variable (X2) has an influence on the customer satisfaction variable by 10.1%, and the influence of Timeliness (X3) on the customer satisfaction variable is 16.9%, the influence of the driver's behavior variable (X4) on the customer satisfaction variable is 8.2%, and the Ease of cost variable (X5) has an effect on the customer satisfaction variable by 25.4. %           The effect simultaneously (simultaneously) on the variable customer satisfaction is 71.9%, while the remaining 29.1% is determined by other unknown factors that are not included in the research model. Keywords: infrastructure, driver readiness, timeliness, driver behavior,Customer satisfaction
BARCODE SISTEM DALAM PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN JASA PENGIRIMAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN Agung Kwartama; Lie adek; Sumiyatiningsih Sumiyatiningsih; Didik Indriawan
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan peningkatan jumlah penduduk negara Indonesia setiap tahun lebih dari 1,74 % saat ini dengan total jumlah penduduk lebih 270,200,000 ( Berdasarkan data BPS 2020 ) maka tingkat konsumsi barang dan jasa sangatlah besar dalam perkembangannya. Hal ini menjadi pasar yang mengiurkan buat perusahaan yang bergerak di bidang produksi jasa dan konsumsi, ditambah dengan letak geografis serta penduduk dengan pulau-pulau lebih dari 16,684 yang sudah teridentifikasi ( Berdasarkan data Kementrian dalam negeri 2020). Sehingga peran transportasi pengangkutan baik melalui darat, laut dan udara sangat berkembang setiap tahun.Mengingat persaingan bisnis jasa pengiriman barang mengharuskan perusahaan mempersiapkan diri sebaik mungkin jika masih ingin mempertahankan eksistensi dalam dalam pasar saat ini dengan  perusahaan sejenis lainnya. Semakin tinggi kebutuhan masyarakat akan jasa pengiriman barang, membuat banyak perusahaan yang bergerak di bidang jasa ini berlomba agar kualitas jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut lebih unggul dibandingkan dengan perusahaan sejenis. Jasa pengiriman barang atau jasa ekspedisi akan terus diminati setiap saat  oleh kalangan masyarakat di Indonesia, terutama pada zaman yang canggih ini. Kemajuan teknologi di era globalisasi cenderung membuat masyarakat menyukai segala seuatu yang mudah dan praktis.  Bisnis jasa mengirimkan barang berhubungan dengan hal keterjangkauan wilayah. Jasa pengiriman akan menjadi solusi bagi mereka yang menyukai kemudahan dan kepraktisan dalam mengirimkan barang, selain itu jasa pengiriman juga dirasa sangat efektif dan efisien. Banyaknya masyarakat yang mengirim barang menjadikan jasa pengiriman sangat penting bagi masyarakat. Jarak antara pengirim dan penerima semakin tak terbatas dan jarak tersebut dapat dijembatani oleh jasa pengiriman.
ANALISIS LINGKUNGAN KERJA MENGGUNAKAN METODE 5S PADA GUDANG JASA LOGISTIK (STUDI KASUS PT. DLI INDONESIA) Candrianto Candrianto; Radna Ningsih; wahyu amalia; gusnaldi gusnaldi
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke) adalah metode untuk menata ruang kerja di lingkungan industri atau perusahaan yang memiliki filosofi serta cara kerja yang harus dilaksanakan oleh setiap individu. Penerapan konsep 5S sendiri sudah sering dilakukan dan terbukti efektif menciptakan lingkungan kerja yang baik dan meningkatkan produktivitas kerja. PT. DLI Indonesia sudah menerapkan metode 5S namun apakah penerapannya berjalan secara sempurna perlu dilakukan analisis. Penelitian ini merupakan survey research yang merupakan bagian dari penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian mengenai prosentase ketercapaian penerapan 5S pada gudang PT. DLI Indonesia meliputi penerapan seiri (pemilahan) sebesar 75%, penerapan seiton (penataan) sebesar 25%, penerapan seiso (pembersihan) sebesar 75%, penerapan seiketsu (pemantapan) sebesar 50%, dan penerapan shitsuke (pembiasaan) sebesar 75%. Dari hasil persentase tersebut menunjukkan bahwa ada 2 aspek dari 5S yang belum diterapkan secara maksimal yaitu seiton dan seiketsu. Kemudian dari hasil persentase dirubah menjadi tingkat predikat untuk mengetahui efektivitas penerapan 5S. Adapun hasilnya dapat disimpulkan bahwa penerapan seiri (pemilahan) cukup efektif, penerapan seiton (penataan) tidak efektif, penerapan seiso (pembersihan) cukup efektif, penerapan seiketsu (pemantapan) kurang efektif, dan penerapan shitsuke (pembiasaan) cukup efektif.

Page 3 of 18 | Total Record : 171