cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Gambaran Perilaku Merokok pada Remaja Audy Luthfi Reyhan Vallerian; Diyanah Syolihan Rinjani Putri; Sahuri Teguh Kurniawan
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1781

Abstract

Perilaku merokok hingga saat ini masih menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan global karena berdampak luas terhadap kesehatan individu. Kebiasaan tersebut diketahui dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, antara lain penyakit paru-paru, kanker, stroke, gangguan fungsi reproduksi termasuk impotensi, juga komplikasi pada kehamilan yang dapat membahayakan janin dan meningkatkan risiko kematian. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilaksanakan dengan maksud guna memahami gambaran perilaku merokok pada remaja yang tinggal di Dukuh Kebon Gede, Kabupaten Klaten. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Pendekatan yang diterapkan adalah survei guna memperoleh gambaran perilaku merokok responden. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 remaja perokok yang berdomisili di Dukuh Kebon Gede Klaten. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Glover-Nilsson Smoking Behavioral Questionnaire (GN-SBQ) yang teruji validitas yaitu dengan r = 0,521 – 0,722 serta reabilitas Cronbach’s Alpha dengan nilai reliabelnya = 0,76. sedangkan analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian memperlihatkan jika mayoritas responden berusia sekitar 11–16 tahun, yaitu sebesar 22 orang, dan tingkat pendidikan terakhir terbanyak adalah SMA sebesar 15 orang. Berdasarkan penilaian perilaku merokok, mayoritas remaja di Dukuh Kebon Gede Klaten termasuk dalam kategori perilaku merokok sedang. Berdasarkan temuan tersebut, bisa ditarik kesimpulan jika perilaku merokok pada remaja di Dukuh Kebon Gede Klaten didominasi oleh kategori sedang.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Bahaya Merokok dengan Perilaku Merokok pada Remaja Budi Arif Rahman; Johan Budhiana; Yosep Purnairawan
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1801

Abstract

Merokok adalah perilaku yang sudah menjadi kebiasaan pada masyarakat dan terutama remaja. Perilaku ini dilakukan remaja bertujuan untuk mencari ketenangan karena dengan merokok dapat mengurangi ketegangan dan memudahkan konsentrasi. Faktor yang diketahui dapat mempengaruhi perilaku merokok adalah pengetahuan dan sikap remaja. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap bahaya merokok dengan perilaku merokok pada remaja putra. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putra dengan sampel sebanyak 105 responden dihitung menggunakan rumus slovin dan diambil melalui proportional random sampling. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner baku mengenai sikap, pengetahuan dan perilaku merokok bernama Global Youth Tobacco Survey yang telah teruji valid dan reliabel. Analisis Bivariat dilakukan dengan chi-square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan parsial antara pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,029) terhadap bahaya merokok dengan perilaku merokok pada remaja putra. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap bahaya merokok dengan perilaku merokok.
Terapi Bermain pada Anak dengan Adiksi Gadget dan Attention Deficit Hyperactivitydisorder (F90.0) Disertasi Gejala Psikotik: Studi Kasus Dea Arista; Yanuar Fahrizal; Rustini Rustini
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1808

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menyebabkan meningkatnya penggunaan gadget pada anak, yang berpotensi menimbulkan gangguan emosi dan perilaku seperti perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi bermain dalam menurunkan perilaku kekerasan pada anak dengan adiksi gadget. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan komprehensif pada seorang anak usia 9 tahun dengan diagnosis gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas yang mengalami perilaku agresif dan ketergantungan gadget. Pengkajian dilakukan menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire untuk menilai kondisi emosi dan perilaku anak dan Smartphone Addiction Scale untuk menilai adiksi gadget pada anak. Intervensi yang diberikan berupa terapi bermain sebanyak 10 sesi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor kesulitan dari kategori abnormal menjadi ambang serta peningkatan skor kekuatan dari ambang menjadi normal. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan dalam regulasi emosi, penurunan perilaku agresif, dan peningkatan interaksi sosial anak. Terapi bermain dapat menjadi salah satu intervensi yang efektif dalam membantu anak mengembangkan koping yang lebih adaptif. Kesimpulannya, terapi bermain memberikan dampak positif dalam menurunkan perilaku kekerasan dan meningkatkan fungsi psikososial anak secara bertahap.
Perawatan Pasien dengan Komplikasi Diabetes Melitus Hiperosmolar Hiperglikemik Non-Ketosis di Ruang ICU Nur Azizah Shofiya; Nur Chayati; Nurfaizah Nurfaizah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1823

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan komplikasi akut berupa hiperosmolar hiperglikemik non ketosis yang berpotensi mengancam nyawa. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang sangat tinggi, dehidrasi berat, serta gangguan kesadaran sehingga memerlukan penanganan intensif di ruang perawatan intensif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan mengevaluasi Perawatan pasien diabetes melitus dengan komplikasi hiperosmolar hiperglikemik non ketosis di ruang ICU selama 6 hari perawatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pemberian asuhan keperawatan selama 6 hari di ruang ICU. Beberapa intervensi yang dilakukan meliputi pemberian insulin, terapi cairan intravena, pemantauan gula darah puasa, pemantauan keseimbangan cairan melakukan suction dan perawatan mulut. Evaluasi dilakukan secara sistematis pada masing-masing diagnosa keperawatan dengan mengacu pada respon pasien terhadap intervensi yang diberikan serta kriteria hasil yang telah ditetapkan. Hasil perawatan menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien dalam 6 hari perawatan, ditandai dengan penurunan kadar glukosa darah secara bertahap dari 321 mg/dL menjadi 81 mg/dL, peningkatan tingkat kesadaran dari sopor menjadi somnolen, serta perbaikan fungsi respirasi yang ditunjukkan dengan keberhasilan proses pelepasan ventilator hingga pasien mampu bernapas spontan.
Analisis Hubungan Metabolisme Karbohidrat dengan Regulasi Glukosa Darah pada Individu dengan Pola Diet Berbeda Ismiyati Hi. Yusuf; Fitria M. Radjak
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1829

Abstract

Metabolisme karbohidrat merupakan rangkaian proses biokimia yang berfungsi mempertahankan kestabilan kadar glukosa dalam darah. Variasi pola makan, terutama terkait jumlah serta jenis karbohidrat yang dikonsumsi, dapat memengaruhi sistem regulasi glukosa melalui peran hormon insulin. Ketidakteraturan dalam proses ini berpotensi menimbulkan kondisi seperti prediabetes maupun hiperglikemia. Konsumsi karbohidrat dalam jumlah tinggi umumnya meningkatkan kadar glukosa darah akibat tingginya beban glikemik, sementara pola makan yang seimbang atau rendah karbohidrat cenderung membantu menjaga kestabilan glukosa. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara metabolisme karbohidrat dengan regulasi kadar glukosa darah pada individu dengan pola diet yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan metode cross sectional. Sampel terdiri dari 44 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan peneliti, seperti usia, kondisi kesehatan, dan pola konsumsi karbohidrat. Responden kemudian dikelompokkan ke dalam diet tinggi karbohidrat, diet seimbang, dan diet rendah karbohidrat. Data diperoleh melalui pemeriksaan kadar glukosa darah serta pengisian kuesioner pola makan. Instrumen kuesioner yang digunakan telah melalui uji validitas dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment, dimana seluruh item pernyataan dinyatakan valid karena memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha dan menunjukkan nilai > 0,7, sehingga instrumen dinyatakan reliabel atau konsisten dalam mengukur variabel penelitian. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil menunjukkan rata-rata glukosa tertinggi pada kelompok tinggi karbohidrat dan terendah pada kelompok rendah karbohidrat. Mayoritas responden berada pada kategori normal, meskipun terdapat prediabetes dan hiperglikemia. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pola diet dan regulasi glukosa darah. Faktor lain seperti aktivitas fisik dan gaya hidup turut berkontribusi.
Penerapan Diaphragmatic Breathing Exercise dalam Menurunkan Keluhan Dyspnea pada Pasien di IGD: Studi Kasus Nandhita Eka Putri Restutiraka; Nur Chayati; Yuli Eko Romaningsih
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1832

Abstract

Dyspnea merupakan keluhan yang sering dialami pasien dengan gangguan sistem pernapasan dan dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup. Penanganan yang tepat diperlukan untuk membantu memperbaiki pola napas dan meningkatkan fungsi pernapasan pasien. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan diaphragmatic breathing exercise sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis pada pasien dengan keluhan dyspnea di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada tiga pasien. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi asuhan keperawatan sebelum dan sesudah intervensi. Pelaksanaan Diaphragmatic Breathing Exercise (DBE) dilakukan sebanyak 5 siklus, dengan setiap siklus terdiri atas 1 menit latihan dan diikuti dengan istirahat selama 2 menit. Analisis data dilakukan dengan membandingkan kondisi pernapasan pasien sebelum dan sesudah intervensi, meliputi frekuensi respirasi, saturasi oksigen, penggunaan otot bantu napas, serta keluhan subjektif sesak napas. Hasil menunjukkan adanya perbaikan kondisi pernapasan yang ditandai dengan penurunan frekuensi respirasi dari rentang 28–34 kali per menit menjadi 25–29 kali per menit serta peningkatan saturasi oksigen dari 89–93% menjadi 94–97%, berkurangnya penggunaan otot bantu napas, serta penurunan keluhan sesak napas pada seluruh pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa diaphragmatic breathing exercise dapat membantu mengurangi keluhan dyspnea serta meningkatkan kenyamanan pasien sehingga kualitas hidup pasien meningkat.
Social Skill Training (SST) pada Anak dengan Adiksi Gadget dan Conduct Disorder Confined to the Family Context (F91.0) Disertai Gejala Psikotik: Studi Kasus Putri Rizki Nur Cahyani; Yanuar Fahrizal; Rustini Rustini
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1833

Abstract

Penggunaan gadget secara berlebihan pada anak dapat menimbulkan dampak negatif terhadap regulasi emosi dan perilaku, yang dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi gangguan perilaku seperti Conduct Disorder Confined to the Family Context (F91.0). Kondisi ini sering disertai perilaku kekerasan dan koping yang tidak efektif sehingga memerlukan intervensi keperawatan yang tepat. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan Social Skill Training (SST) pada anak dengan adiksi gadget dan F91.0 dalam upaya memperbaiki emosi dan perilaku. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang komprehensif. Subjek penelitian adalah seorang anak laki-laki usia 10 tahun dengan diagnosis medis F91.0 dan diagnosis keperawatan perilaku kekerasan serta koping tidak efektif. Intervensi SST diberikan sebanyak 5 sesi dalam 8 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan modifikasi Smartphone Addiction Scale. Analisis data dalam studi kasus ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan tema utama, yaitu adiksi gadget, perilaku conduct disorder dalam keluarga, serta gejala psikotik. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pemberian intervensi Social Skill Training (SST). Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skor difficulties dari kategori abnormal menjadi ambang batas serta peningkatan skor strengths setelah pemberian intervensi SST. Kesimpulannya Social Skill Training efektif dalam meningkatkan kemampuan sosial, menurunkan perilaku agresif, serta memperbaiki koping pada anak dengan adiksi gadget dan gangguan perilaku.
Efektivitas Pemberian Teknik Pursed Lips Breating (PLB) dengan Kombinasi Pemberian Posisi Semi Fowler pada Pasien Dypsnea di IGD Kholifiya Azzahra; Nur Chayati; Yulia Eko Romaningsih
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1841

Abstract

Sistem respirasi merupakan sisitem vital yang berperan dalam mempertahankan homeostasis tubuh melalui proses pertukaran gas oksigen (O2) dan karbo dioksida (CO2). Dyspnea didefinisikan sebagai sensasi subjektif ketidak nyamanan dalam bernapas yang dirasakan berbeda oleh setaip individu, baik dari segi intensitas, maupun kualitas napas. Kondisi ini dipengeruhi oleh beberapa faktor, meliputi faktor fisiologis, psikologis, dan lingkungan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kombinasi posisi semi Fowler dan teknik pursed lip breathing terhadap penurunan sesak napas pada pasien dengan dyspnea. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah study kasus dengan pemberian teknik pernapasan Pursed Lips Breathing yang dipadukan dengan posisi semi fowler berlangsung selama 10-15 menit dan dilakukan sebanyak 3 kali, dengan evaluasi setiap 5 menit sambil mempertahankan posisi semi fowler pada sudut 45 derajat. Hasil ada perbaikan frekuensi pernapasan menurun dari 33x/ menit menjadi 18x/ menit dan saturasi oksigen meningkat dari 81% menjadi 98%. bedarsarkan dari hasil study kasus, dapat disimpulkan pemberikan teknik pernapas pursed-lip breathing yang dikombinasikan dengan posisi semi fowler terbukti efektik menurunkan frekuensi pernapasan dan meningkatkan saturasi oksigen.
Hubungan Breastfeeding Father dan Family dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui” Sony Elvia Dahman; Debora Paninsari; Jesi Dwita Hutabarat; Pebi Pebriyanti Maulida; Indri Purnama Agustin
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1849

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan langkah penting dalam mencegah kekurangan gizi dan kematian bayi. Namun, cakupannya masih rendah di beberapa wilayah, termasuk di Aceh khususnya di Kota Langsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan breastfeeding father dan family dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Timur. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey penelitian analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu menyusui di di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Timur sebanyak 257 orang. Sampel sebanyak 72 responden menggunakan teknik purposive sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari hasil wawancara kepada responden menggunakan kuesioner dan Analisa data pada penelitian yaitu secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil menunjukkan bahwa semakin baik breastfeeding father maka akan semakin berhasil pemberian ASI eksklusif dan begitu juga semakin mendukung breastfeeding family maka akan semakin berhasil pemberian ASI eksklusif. Ada hubungan breastfeeding father dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p-value = 0,003 (p>0,05) dan ada hubungan breastfeeding family dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p-value = 0,001 (p>0,05).
Hubungan Responsive Feeding Ibu dengan Status Gizi Anak Usia 12-24 Bulan SY. Sri Devi; Tiarnida Nababan; Lely Muhibbah; Windy Rafionit; Dona Andriani; Indryani Permata Sari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1850

Abstract

Status gizi merupakan kondisi perubahan tubuh akibat mengkonsumsi santapan ataupun ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi. Responsive feeding merupakan metode pemberian makan yang fokus pada respons orang tua terhadap sinyal lapar dan kenyang anak, menciptakan interaksi positif dan membantu anak belajar makan sesuai kebutuhan tubuhnya, mencegah makan berlebihan atau kekurangan, serta membangun hubungan emosional yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan responsive feeding ibu dengan status gizi anak usia 12-24 bulan di UPTD RSUD Raja Musa Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey penelitian analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah adalah sebanyak 54 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari hasil wawancara kepada responden menggunakan kuesioner dan alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu Timbanga, Pita Ukur Tinggi Badan dan Tabel Antopometri. Dan Analisa data pada penelitian ini yaitu secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Responsive feeding ibu yang memiliki anak usia 12-24 bulan sebagian besar kurang baik sebanyak 28 responden (51,9%). Status gizi balita sebagian besar normal sebanyak 46 responden (85,1%) dan sebagian kecil balita memiliki status gizi yang gemuk sebanyak 1 responden (1,9%). Ada hubungan responsive feeding ibu dengan status gizi anak usia 12-24 bulan dengan p-value 0,016 (p<0,05).