cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Gambaran Perilaku Caring di Ruang ICCU Davina Maharani; Lisa Musharyanti; Mahfudhoh Mahfudhoh
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1914

Abstract

Perilaku caring merupakan komponen dalam asuhan keperawatan karena mencerminkan kepedulian, empati, serta kualitas interaksi perawat deangan pasien selama proses perawatan. Penerapan perilaku caring yang optimal diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, kepuasan, serta kualitas asuhan keperawatan yang diterima oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku caring perawat di ruang ICCU serta mengidentifikasi karakteristik caring perawat. Desain penelitian: penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif cross-sectional. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner perilaku caring yang terdiri dari 40 item dengan skala likert 1-5 skor total dikategorikan menjadi tidak caring, caring kurang, caring cukup, caring baik, dan caring sangat baik, dimana skor yang lebih tinggi menunjukkan tingkat perilaku caring yang lebih baik. Total sampel sebanyak 15 responden. Analisa data penelitian ini dilakukan dengan analisa data. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden dengan usia 31 – 35 tahun sebanyak 5 responden (33,3%), jenis kelamin perempuan sebannyak 10 responden (66,7%), pendidikan terakhir D-III/Akper sebanyak 9 responden (60%), masa kerja 3 – 5 tahun sebanyak 6 responden (40%). Data perilaku caring kategori caring sangat baik sebanyak 12 responden (80%), dan data perilaku caring baik sebanyak 3 responden (20%). Secara keseluruhan rata-rata perilaku caring perawat dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang ICCU RSUD dr. Tjitrowadojo Purworejo yaitu caring sangat baik 80%.
Pencegahan Risiko Hipotermia pada Pasien Pasca Anestesi Spinal melalui Manajemen Cairan Infus Hangat dan Selimut Konvensional: Study Case Ria Ayulestari; Erna Rochmawati; Awit Lestari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1917

Abstract

Hipotermia merupakan komplikasi pasca anestesi spinal akibat gangguan termoregulasi yang berisiko menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan suhu tubuh pasien setelah pemberian intervensi selimut konvensional dengan cairan infus Ringer Laktat tidak dihangatkan dan selimut konvensional dengan cairan infus Ringer Laktat hangat. Penelitian ini menggunakan desain pre-test dan post-test dengan pendekatan studi kasus pada enam pasien pascaoperasi dengan anestesi spinal yang mengalami hipotermia di ruang pemulihan RSU PKU Muhammadiyah Bantul pada tanggal 20–25 Oktober 2025. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing terdiri atas tiga pasien. Data dikumpulkan melalui pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer digital aksila sebelum dan sesudah intervensi selama 15 menit serta observasi kondisi pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan perubahan suhu tubuh sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok. Hasil studi menunjukkan bahwa seluruh pasien mengalami peningkatan suhu tubuh setelah intervensi. Peningkatan suhu tubuh pada kelompok selimut konvensional dengan cairan infus Ringer Laktat hangat cenderung lebih besar dan lebih stabil dibandingkan kelompok selimut konvensional dengan cairan infus Ringer Laktat tidak dihangatkan. Kedua intervensi berkontribusi dalam pencegahan hipotermia pasca anestesi spinal, namun kombinasi selimut konvensional dan cairan infus hangat memberikan peningkatan dan stabilitas suhu tubuh yang lebih baik.
Analisis Fator Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan pada Rawat Jalan Layanan Unggulan Syifa Nurul Hikmah; Elfi Elfi; Totok Subianto
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1937

Abstract

Pembiayaan pelayanan kesehatan di Indonesia sangat bergantung pada mekanisme klaim BPJS Kesehatan, sehingga kelancaran proses klaim menjadi aspek penting bagi keberlangsungan operasional rumah sakit. Namun, masih sering terjadi pending klaim yang menghambat pembayaran dan memengaruhi arus kas. Data tahun 2024 menunjukkan terdapat 796 kasus pending klaim pada layanan unggulan rawat jalan di Rumah Sakit Permata Kota Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab pending klaim berdasarkan aspek koding, medis, dan administrasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian adalah seluruh data pending klaim pada layanan unggulan (mata, THT, dan jantung) tahun 2025 dengan menggunakan teknik total sampling sejumlah 23.020 data pending klaim. Data diperoleh melalui rekapitulasi hasil konfirmasi data bulanan, kemudian dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab pending klaim adalah aspek koding dengan persentase sekitar 79%–81% pada seluruh poli, diikuti aspek administrasi sebesar 15%–16%, dan aspek medis sekitar 3%–4%. Kesimpulan penelitian ini adalah aspek koding menjadi faktor utama penyebab pending klaim.
Analisa Pengetahuan Perawat dalam Pemberian Terapi Oksigen sebagai Intervensi Keperawatan pada Pasien STEMI Tanti Yuliana; Muhammad Riduansyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1942

Abstract

Pengetahuan tentang pemberian oksigen adalah hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Sindrom Koroner Akut (SKA) yang memiliki angka perawatan di rumah sakit dan angka kematian yang cukup tinggi. Penyakit ini terjadi karena akumulasi plak yang menyumbat arteri koroner dalam mengangkut suplai oksigen ke otot jantung (miokardium) yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung coroner. Mengetahui Pengetahuan Perawat dalam Pemberian Terapi Oksigen Sebagai Intervensi keperawatan Pada Pasien Stemi Di ICU RSUD Puruk Cahu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang terlibat dalam pemberian terapi oksigen pada pasien STEMI di unit pelayanan terkait. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 18 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang telah dimodifikasi oleh peneliti berdasarkan literatur dan kebutuhan penelitian. Sebelum digunakan, instrumen telah melalui uji validitas dengan nilai r hitung > 0,361, sedangkan uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,88. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil Penelitian dengan menggunakan 18 responden didapatkan kategori usia 26-35 tahun sebanyak 16 responden (88,9%), kategori jenis kelaminlLaki-laki, sebanyak 10 responden (55,6%), kategori Pendidikan DIII Keperawatan sebanyak 10 responden (55,6%), kategori < 5 tahun sebanyak 11 responden (61,1%), kategori belum sebanyak 18 responden (72,2%), kategori pengetahuan Baik ≥ 76% sebanyak 11 responden (61,1%), kategori pemberian terapi oksigen dengan simple mask sebanyak sebanyak 10 responden (55,56%). Pengetahuan perawat untuk pemberian terapi oksigen rata-rata sudah baik dimana pemberian oksigen paling banyak sesuai dengan pengetahuan perawat 
Pengaruh Peran Edukasi Perawat terhadap Kemampuan Manajemen Diri pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Wardi Raja Gukguk; Nia Rosalina; Gebby Monica Sabatini; Afifa Turodia; Resha Febyswara R; Karmila Br Kaban
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1947

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II merupakan kondisi kronis yang menuntut kompetensi pengelolaan diri yang optimal guna mencegah komplikasi jangka panjang. Perawat berperan krusial sebagai fasilitator pembelajaran dalam meningkatkan kapasitas self-management pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas peran edukatif perawat dalam meningkatkan kemampuan manajemen diri penderita Diabetes Melitus Tipe II di RS Amalia Medika Pangkalan Kerinci. Quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest melibatkan 66 responden yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Peran Edukasi Perawat dan Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ), dengan hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh item kuesioner memiliki nilai korelasi di atas 0,30, sehingga dinyatakan valid. Sementara itu, uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha di atas 0,9 untuk semua variabel. Nilai ini menunjukkan bahwa instrumen memiliki tingkat konsistensi yang sangat tinggi. Dengan demikian, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dapat dikatakan sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pengumpulan data Analisis data menggunakan paired sample t-test dan regresi linear sederhana dengan taraf signifikansi 0,05. Terjadi peningkatan signifikan pada skor peran edukasi perawat (p < 0,05) dan kemampuan manajemen diri pasien (p < 0,05) pasca intervensi. Analisis regresi menunjukkan hubungan positif antara perubahan peran edukasi perawat dan perubahan kemampuan manajemen diri dengan nilai R² sebesar 0,050. Intervensi edukasi keperawatan berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan manajemen diri pasien Diabetes Melitus Tipe II, meskipun kontribusinya relatif kecil dan dipengaruhi oleh faktor multidimensional lainnya.
Penerapan Posisi Semi-Fowler 30° dan Supinasi terhadap Stabilitas Hemodinamika Pasien Terpasang Ventilator di Ruang ICU: Studi Kasus Andy Rahman; Arif Wahyu Setyo Budi; Arum Puspitaningtyas
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1951

Abstract

Ventilator merupakan alat bantu pernapasan mekanik yang digunakan pada pasien kritis untuk mempertahankan ventilasi dan oksigenasi secara adekuat melalui dukungan pernapasan invasif, seperti intubasi endotrakeal. Hemodinamika adalah kondisi yang berkaitan dengan aliran darah dan fungsi sirkulasi tubuh, yang dinilai melalui parameter seperti tekanan darah, mean arterial pressure (MAP), frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen (SpO₂). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan posisi semi-fowler 30° dan posisi supinasi terhadap stabilitas hemodinamika pada pasien gagal napas yang terpasang ventilator di ruang ICU RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan studi kasus. Intervensi berupa pengaturan posisi tubuh semi-fowler 30° dan supinasi dilakukan secara berkala selama tiga hari pada dua pasien dewasa yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu berusia >18 tahun, mengalami gagal napas, terpasang ventilator mekanik dengan mode AMV MV, dan memiliki nilai GCS <10. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan perubahan parameter hemodinamika antara kedua posisi. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan grafik untuk melihat tren perubahan selama tiga hari pengamatan dan diolah menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi semi-fowler 30° menghasilkan kondisi hemodinamika yang lebih stabil dibandingkan posisi supinasi yang cenderung menimbulkan fluktuasi yang lebih besar. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan posisi semi-fowler 30° pada pasien yang terpasang ventilator mekanik di ruang ICU merupakan intervensi keperawatan yang efektif dalam meningkatkan stabilitas hemodinamika serta kenyamanan fisiologis pasien dibandingkan posisi supinasi.
Efektivitas Edukasi Berbasis Infografis terhadap Pengetahuan dan Self-Efficacy Ibu dalam Penanganan Tersedak pada Balita Putri Ayu Khaenurqoimah; Nurul Fatwati Fitriana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.1955

Abstract

Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi pada balita dan dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Kurangnya pengetahuan dan self-efficacy ibu dalam memberikan pertolongan pertama menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko keterlambatan penanganan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media infografis gambar terhadap pengetahuan dan self-efficacy ibu balita dalam penanganan pertama tersedak. Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 72 ibu balita yang dipilih dengan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan self-efficacy yang telah valid dan reliabel dengan nilai cronbach’s alpha 0,810 dan 0,816, serta media infografis yang telah diuji kelayakannya. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan dari 28,82 menjadi 30,00 dan self-efficacy dari 27,50 menjadi 30,20 setelah intervensi. Uji statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan menggunakan media infografis gambar terhadap pengetahuan (p=0,001) dan self-efficacy (p=0,000) ibu balita. Pendidikan kesehatan menggunakan media infografis gambar efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan self-efficacy ibu balita dalam penanganan pertama tersedak. Media ini dapat digunakan sebagai alternatif edukasi yang praktis dan mudah dipahami untuk meningkatkan kesiapsiagaan ibu dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan pada anak.
Pengaruh Kombinasi Ankle Pump Exercise dengan Elevasi Kaki 30° terhadap Penurunan Edema pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang Menjalani Hemodialisis Nurul Zukhruful Muslimah; Syahruramdhani Syahruramdhani; Tariyah Tariyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1961

Abstract

Penyakit ginjal kronis merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat menetap dan sering menimbulkan komplikasi berupa kelebihan cairan yang ditandai dengan edema pada ekstremitas bawah, khususnya pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi latihan pompa pergelangan kaki dengan elevasi kaki 30° terhadap penurunan edema. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada pasien yang mengalami edema. Intervensi diberikan selama dua kali pertemuan dalam satu minggu dengan durasi setiap sesi selama delapan menit, yang meliputi latihan pompa pergelangan kaki dan elevasi kaki 30°. Pengukuran edema dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan metode pitting edema, kemudian data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan perubahan derajat edema sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan derajat edema dari derajat 2+ (sedang) menjadi derajat 1+ (ringan) setelah pemberian intervensi. Intervensi ini terbukti memberikan perbaikan kondisi edema. Kombinasi latihan pompa pergelangan kaki dan elevasi kaki 30° dapat menjadi alternatif tindakan nonfarmakologis yang sederhana dan efektif untuk membantu mengurangi edema pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.
Pengaruh Massage Teknik Petrissage dengan Coconut Oil terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Alghifari Alghifari; Tiarnida Nababan; Cut Intan; Cut Mella Yunda; Febri Yanti.H. Purba; Santi Hasnita
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1969

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor penting sebagai pemicu penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan lain-lain, Penanganan hipertensi secara holistik yaitu terapi farmakologi ada juga dengan non farmakologi seperti Massage dengan teknik petrissage teknik ini membutuhkan pelumas sebagai memperlancar gerakan yaitu menggunakan minyak  kealapa Virgin Coconut Oil (VCO). Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui pengaruh massage teknik petrissage dengan coconut oil terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Peunaron Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain one group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi sebanyak 173 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 15 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Peneliti mengumpulkan data menggunakan kuesioner dan uji validitas dilakukan untuk mengetahui ketepatan instrumen dalam mengukur tekanan darah pada pasien hipertensi. Seluruh item dinyatakan valid karena nilai r hitung > r tabel. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha menunjukkan nilai > 0,60 sehingga instrumen dinyatakan reliabel  dan teknik Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tekanan darah pasien dengan hipertensi sebelum massage teknik petrissage dengan coconut oil berada pada hipertensi stadium II dengan jumlah 8 responden (63,3%). Sesudah massage teknik petrissage dengan coconut oil mayoritas berada pada hipertensi derajat I sebanyak 7 responden (46,7%). Ada pengaruh pemberian massage teknik petrissage dengan coconut oil terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi dengan p-value 0,001 (p<0,05).
Hubungan Lama Pengobatan dengan Penerimaan Diri (Self Acceptance) pada Penderita Tuberkulosis Paru Usia Produktif Hasanah Hasanah; Tiarnida Nababan; Zakiah Zakiah; Nur Aflah; Afridayani Afridayani; Wahyu Juliana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1971

Abstract

TBC merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, Penyakit tuberkulosis umumnya bisa disembuhkan melalui pengobatan teratur dalam jangka waktu enam bulan. Lamanya pengobatan merupakan satu faktor yang berdampak pada penerimaan diri atau self–acceptance pada pasien tuberculosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama pengobatan dengan penerimaan diri (self acceptance) pada penderita tuberkulosis paru usia produktif di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Kota. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analytic yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Langsa sebanyak 67 pasien teknik pengambilan sampel dilakukan secara Total Sampling. Peneliti mengumpulkan data menggunakan kuesioner dikatakan valid apabila nilai r hitung > r tabel (0,444), dan dikatakan reliable apabila nilai r > 0,60 dan teknik Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengobatan pasien tuberculosis paru usia produktif sebagian besar dalam fase intensive (0-2 bulan) sebanyak 35 responen (52,2%), penerimaan diri pasien tuberkulosis paru usia produktif sebagian besar rendah sebanyak 35 responden (52,2%) dan sebagian kecil memiliki penerimaan diri yang tinggi sebanyak 12 responden (17,9%). Ada hubungan lama pengobatan dengan penerimaan diri pasien tuberkulosis paru usia produktif dengan p-value 0,001 (p<0,05).