cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Pengaruh Pemberian Kangaroo Mother Care (KMC) pada Bayi dengan Durasi yang Berbeda terhadap Peningkatan Berat Badan dan Kestabilan Tanda Tanda Vital Berat Bayi Lahir Rendah Nia Febrika Nur Hasanah; Ferika Indarwati; Sri Sustieni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1860

Abstract

ABSTRAK Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan neonatal yang berisiko meningkatkan morbiditas dan mortalitas bayi. Bayi BBLR memiliki keterbatasan dalam mempertahankan suhu tubuh dan stabilitas fisiologis sehingga memerlukan perawatan yang tepat, salah satunya Kangaroo Mother Care (KMC) melalui kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian KMC dengan frekuensi berbeda terhadap peningkatan berat badan dan kestabilan tanda-tanda vital pada bayi BBLR. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua neonatus BBLR di Ruang Cempaka RSUD Tidar Magelang pada 29–31 Oktober 2025. Bayi pertama mendapatkan KMC dua kali sehari selama tiga hari, sedangkan bayi kedua satu kali sehari dengan durasi dua jam setiap sesi. Pengukuran meliputi berat badan, suhu tubuh, frekuensi nadi, kadar gula darah sewaktu, dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa KMC dua kali sehari memberikan peningkatan berat badan yang lebih konsisten dengan tanda-tanda vital tetap stabil dalam rentang normal. Pemberian Kangaroo Mother Care (KMC) dengan frekuensi yang lebih optimal dapat memberikan frekuensi lebih optimal dapat meningkatkan berat badan serta menjaga kestabilan fisiologis bayi BBLR
Pengaruh Motivasi dan Pengembangan Karir terhadap Kinerja melalui Kepuasan Kerja Perawat Wahyuni Wahyuni; Reza Aril Ahri; Ikram Hardi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1864

Abstract

Sektor kesehatan merupakan aspek fundamental dalam pembangunan nasional yang sangat bergantung pada kinerja tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi dan pengembangan karir terhadap kinerja perawat melalui kepuasan kerja di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kausal. Populasi penelitian mencakup seluruh perawat aktif sebanyak 297 orang, dengan sampel representatif sebanyak 170 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis diterima. Motivasi kerja dan pengembangan karir terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja serta kinerja perawat secara langsung. Kepuasan kerja ditemukan memiliki pengaruh positif yang paling kuat terhadap kinerja (koefisien 0,420) dan berperan sebagai variabel mediasi (intervening) yang menjembatani pengaruh motivasi dan pengembangan karir terhadap kinerja tenaga perawat. Secara simultan, variabel-variabel tersebut mampu menjelaskan 47,8% variasi kinerja tenaga perawat di RSUD Syekh Yusuf. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja perawat dapat dioptimalkan melalui penguatan motivasi kerja, penyediaan jenjang karir yang transparan, dan peningkatan kepuasan kerja perawat
Hubungan Kepatuhan Ibu Berkunjung ke Posyandu dengan Status Gizi Balita Meiwati Laoli; Tiarnida Nababan; Vinapri Delila Hutagalung; Julmasni Waruwu; Leni Kurniawati Telaumbanua
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1872

Abstract

Posyandu secara resmi ditetapkan sebagai "garda terdepan" dalam strategi nasional penurunan stunting. Kepatuhan ibu berkunjung memungkinkan deteksi dini jika terdapat penyimpangan pertumbuhan, sehingga intervensi gizi dapat segera dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi gizi buruk atau stunting. Menganalisis hubungan kepatuhan ibu berkunjung ke Posyandu dengan status gizi balita di Desa Hiliweto Gido tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita berusia 12–59 bulan, dengan jumlah sampel 87 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian Buku KIA atau KMS dan alat antropometri dan teknik analisis data pada penelitian yaitu menggunakan analisis univariat dengan uji Chi-Square. Mayoritas ibu balita berkunjung ke Posyandu dengan kategori patuh sebanyak 74 orang (85,1%) dan tidak patuh sebanyak 13 orang (14,9%). Kondisi gizi balita, mayoritas berada pada status gizi baik 76 orang (87,4%) dan sisanya mengalami gizi kurang sebanyak 11 orang (12,6%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ value = 0,000 yang lebih kecil dari α = 0,05, sehingga H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan ibu dalam melakukan kunjungan ke Posyandu dengan status gizi balita. Kunjungan Posyandu memiliki peranan penting dalam pemantauan dan peningkatan status gizi balita (p-value = 0,000, lebih kecil dari α = 0,05). Keberadaan dan pemanfaatan layanan Posyandu berkontribusi terhadap upaya pencegahan masalah gizi pada balita melalui pemantauan pertumbuhan, penyuluhan gizi, serta deteksi dini gangguan pertumbuhan.
Pengaruh Edukasi Manajemen Gejala terhadap Self Care Pasien DM yang Menjalani Perawatan Paliatif M. Reza Pahlevi; Aina Nabila; Aprillia Dewi Ningsih; Fiqa Aysara; Mina Rahmadani; Karmila Br Kaban
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1875

Abstract

Diabetes Melitus adalah gangguan kesehatan kronis yang muncul akibat defisiensi produksi insulin oleh pankreas atau terjadinya gangguan efektivitas kerja insulin di dalam tubuh. Penyakit ini merupakan persoalan kesehatan masyarakat yang krusial dan termasuk dalam daftar empat PTM utama yang ditargetkan untuk segera ditindaklanjuti melalui kebijakan para pemimpin dunia. Riset ini dilakukan dengan tujuan menganalisis bagaimana edukasi manajemen gejala berdampak pada kemampuan self-care pada pasien Diabetes Melitus yang berada dalam perawatan paliatif. Peneliti menerapkan desain Quasi-Experimental melalui pendekatan Pre-Post Test with Control Group. Melalui teknik purposive sampling, didapatkan total 44 partisipan yang dibagi rata ke dalam kelompok intervensi dan kontrol. Data diuji secara statistik menggunakan Paired T-Test dan Independent T-Test. Temuan studi mengungkapkan peningkatan drastis pada rata-rata skor self-care kelompok intervensi, yakni dari 32,45 ke 56,80 (p=0,000). Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan progres berarti dengan skor awal 33,10 menjadi 34,25 (p=0,115). Perbandingan akhir antara kedua kelompok mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan (p=0,000), yang membuktikan bahwa edukasi manajemen gejala efektif dalam meningkatkan perawatan mandiri pasien DM paliatif.
Efektivitas Relaksasi Otot Progresif dan Dzikir terhadap Penurunan Intensitas Mual dan Muntah pada Pasien yang Menjalani Kemoterapi Kanker Kolorektal: Studi Kasus Aurizya Luviva Desya Putri Lieni Sulistiyono; Yanuar Primanda
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1891

Abstract

Kanker kolorektal merupakan tantangan kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat. Prevalensi Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) atau mual dan muntah akibat kemoterapi pada pasien kanker kolon yang menjalani kemoterapi mencapai 30-40% meskipun telah mendapatkan terapi farmakologis. Tujuan studi kasus ini adalah menganalisis efektivitas kombinasi relaksasi otot progresif dan dzikir dalam menurunkan intensitas CINV. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah studi kasus pada tiga pasien kanker kolorektal yang menjalani kemoterapi di rumah sakit. Instrumen pengukuran menggunakan kuesioner RINVR yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 20-25 menit per sesi sebagai tambahan terapi standar yang diterima pasien. Analisis data dilakukan secara sistematis menggunakan pendekatan deskriptif komparatif guna mengevaluasi signifikansi klinis intervensi melalui tahapan tabulasi data dan analisis tren secara longitudinal. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor total RINVR secara konsisten pada seluruh pasien, di mana kondisi mual muntah yang awalnya berada pada kategori sedang hingga berat menurun secara bertahap menjadi kategori ringan pada hari ketiga. Sinergi antara stimulasi sensorik dari otot ke otak dari relaksasi otot progresif dan koping religius melalui dzikir berpotensi dalam merangsang sistem saraf parasimpatis dan memberikan ketenangan jiwa sehingga dapat digunakan sebagai terapi komplementer pada pasien kanker kolorektal.
Komunikasi Organisasi Berhubungan dengan Kepuasan Kerja Karyawan Fenny Septiana Sindi; Mohammad Basit; Hariadi Widodo; M. Arief Wijaksono
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1900

Abstract

Komunikasi organisasi yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja mencerminkan persepsi karyawan terhadap berbagai aspek pekerjaan, termasuk hubungan interpersonal, pengakuan dari manajemen, serta peluang pengembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi organisasi dengan kepuasan kerja karyawan di Puskesmas Bukit Rawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 37 karyawan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya (r hitung 0,416–0,865 > r tabel 0,361) dan reliabilitasnya (α = 0,871). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden memiliki komunikasi organisasi dalam kategori baik (56,8%) dan tingkat kepuasan kerja dalam kategori puas (67,6%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi organisasi dengan kepuasan kerja karyawan, dengan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi organisasi dengan kepuasan kerja karyawan di Puskesmas Bukit Rawi.
Hubungan Paparan Budaya dengan Pemberian MP-ASI secara Dini Adinda Permatasari; Tiarnida Nababan; Darma Wati; Korin Cinthya Ezer Naibaho; Hutri Agusfa Yenti; Putri Ecklesia
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1901

Abstract

Pemberian makanan pendamping ASI dini dapat menyebabkan bayi terkena berbagai penyakit. Selain itu, pada usia diatas 6 bulan, bayi sudah memiliki reflkes mengunyah dan pencernaan yang kuat sehingga bisa diberikan MP-ASI. Banyak faktor yang berhubungan dengan pemberian makanan pendamping ASI dini oleh ibu. Salah satunya adalah faktor sosial budaya dan tingkat pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan budaya dengan pemberian makanan pendamping ASI secara dini di UPTD Puskesmas Langsa Baro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasi menggunakan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan di UPTD Puskesmas Langsa Baro sebanyak 60 orang dan teknik sampel yaitu Total Sampling Peneliti mengumpulkan data langsung dari hasil wawancara kepada responden menggunakan kuesioner dikatakan valid dengan nilai P-value<0,05 dan nilai  relabilitas Alpha > 0,60 atau 0,70. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dipengaruhi oleh paparan budaya sebanyak 41 responden (68,3%) dan yang memberikan MP-ASI secara dini sebanyak 42 responden (70%). Hasil penelitian juga menyimpulkan bahwa ada hubungan paparan budaya dengan pemberian MP-ASI secara dini dengan p-value 0,004 (p<0,05).
Hubungan Pendapatan Keluarga dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Stunting Afrianti Zalukhu; Tiarnida Nababan; Meidar Inta K. Hura; Dekati Firman Hia; Tuti Darmayanti Gulo; Yustin Kakrisdi Zebua
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1902

Abstract

Kejadian stunting pada balita merupakan masalah kesehatan yang dialami hampir di setiap negara. Stunting memiliki dampak yang merugikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, Berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya stunting pada balita yaitu pendapatan keluarga, status gizi ibu, tingkat pendidikan orang tua, pengetahuan ibu, serta ketahanan pangan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Idanogawo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang ada di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Idanogawo sebanyak 533 balita. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 84 responden dengan teknik simple random sampling Peneliti mengumpulkan data langsung dari hasil wawancara kepada responden menggunakan kuesioner. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting dengan p-value  0,028 (p<0,05). Ada hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dengan p-value  0,041 (p<0,05). Ada hubungan pendapatan keluarga dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting di wilayah kerja UPTD puskesmas idanogawo.  
Pengaruh Intervensi Talk Down dalam Konteks Safewards terhadap Pasien dengan Perilaku Kekerasan Bayu Eka Kurniawan; Agung Viliano; I Made Rio Dwijayanto
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1908

Abstract

Kesehatan tidak hanya dilihat dari aspek fisik, tetapi juga aspek mental perlu diperhatikan untuk mencapai kesehatan yang menyeluruh. Seseorang yang mengalami gangguan pada kesehatan mental dan tidak mampu berpikir secara normal dapat dikategorikan mengalami gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini adalah  menganalisis perbedaan pengaruh sebelum dan setelah pemberian intervensi talk down dalam konteks safewards terhadap pasien dengan perilaku kekerasan di UPT RSUD Madani. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain pra experimental. Populasi dalam penelitian ini adala pasien dengan perilaku kekerasan periode Januari–Maret yang berjumlah 96 pasien. Sampel berjumlah 34 responden, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data dilakukan dalam dua tahap, yaitu analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tiap variabel dalam bentuk jumlah (n) dan persentase (%), serta analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji statistik wilcoxon didapatkan nilai p =0, 000. Ini terlihat nilai p (probability) lebih rendah dari nilai p value = 0,05 dimana dapat ditarik kesimpulan ada pengaruh yang signifikan mengenai pengaruh intervensi talk down dalam konteks safewards terhadap pasien dengan perilaku kekerasan di UPT RSUD Madani.
Hubungan Pengetahuan tentang Hipertensi dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi Yessa Kristiani Br Sitepu; Mariah Kiftiah; Syaida Asyuura; Budi Asrul Siagian; Malikul Sadikin; Evalatifah Nurhayati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1910

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang hingga saat ini masih menjadi tantangan kesehatan global. Rendahnya tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi berkontribusi terhadap kegagalan pengendalian tekanan darah. Pemahaman yang memadai mengenai penyakit hipertensi diyakini dapat mendorong peningkatan kepatuhan berobat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara tingkat pengetahuan pasien tentang hipertensi dan kepatuhan mereka dalam mengonsumsi obat di RSU Royal Prima Marelan pada tahun 2026. Riset ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan rancangan cross-sectional. Dari populasi yang terdiri atas 367 pasien rawat jalan, diambil sampel sebanyak 79 responden menggunakan teknik purposive sampling. diolah dan dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji chi-square. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas responden, yakni 69 orang (87,3%), memiliki tingkat pengetahuan yang baik, sementara 67 orang (84,8%) tergolong patuh dalam mengonsumsi obat. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (< 0,05), yang mengkonfirmasi adanya hubungan signifikan antara pengetahuan tentang hipertensi dan kepatuhan minum obat. Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat pemahaman pasien terhadap penyakit hipertensi, semakin besar pula kemungkinan mereka untuk menjalani terapi obat secara konsisten.