cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Efektivitas Mobilisasi Dini dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Pasca Operasi Abdomen Khoirunnisaa Zahiidah; Nur Isnaini
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1578

Abstract

Mobilisasi dini merupakan salah satu intervensi penting dalam mempercepat penyembuhan luka pada pasien pasca operasi abdomen. Berdasarkan data WHO dan Kemenkes RI, jumlah tindakan pembedahan terus meningkat, dengan sekitar 32% merupakan kasus bedah abdomen, termasuk di Jawa Tengah yang melaporkan 5.980 tindakan pada tahun 2018. Keberhasilan mobilisasi dini sangat bergantung pada edukasi, motivasi pasien, serta dukungan tenaga medis dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan mobilisasi dini terhadap proses penyembuhan luka pada pasien pasca operasi abdomen di RSUD dr.R. Goeteng Taroenadibrata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental menggunakan desain pre-test dan post-test dengan kelompok intervensi dan kontrol. Sampel penelitian berjumlah 40 pasien pasca operasi abdomen di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang dipakai adalah Bluebelle Wound Healing Questionnaire dengan nilai validitas 0,91 dan reliabilitas cronbach’s alpha 0,87. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok intervensi diberikan latihan mobilisasi dini, sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan perawatan standar. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test setelah memenuhi uji normalitas Shapiro–Wilk. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kelompok intervensi dan kontrol. Dengan p-value kelompok intervensi sebesar 0,000 dan kelompok kontrol sebesar 0,001. Mobilisasi dini terbukti lebih efektif dalam mempercepat penyembuhan luka pasien pasca operasi abdomen dibandingkan dengan tidak dilakukan mobilisasi dini.  Mobilisasi dini dapat mempercepat penyembuhan luka pasca operasi abdomen karena meningkatkan sirkulasi darah, mempercepat suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan luka, dan mengurangi risiko komplikasi seperti infeksi dan perlengketan jaringan.
Efektivitas Media Flipchart dalam Pendidikan Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Sedentary Lifestyle pada Siswa Lina Jiyatul Gina; Umi Solikhah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1581

Abstract

Perkembangan zaman di dunia semakin cepat seiring dengan kemajuan teknologi yang mengarah kepada hidup yang lebih mudah dan instan, sedentary lifestyle atau gaya hidup sedentary merupakan suatu pola hidup yang tidak sehat, dimana pola hidup tersebut cenderung malas bergerak atau melakukan aktivitas fisik. Mengetahui dan menganalisis pengaruh flipchart planner terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang sedentary lifestyle. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9–10 Januari 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan rancangan one group pre-test post-test design. Sampel penelitian berjumlah 86 siswa kelas X SMA Negeri 1 Purwareja Klampok yang ditentukan menggunakan rumus slovin dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan sedentary lifestyle yang diberikan sebelum dan setelah pendidikan kesehatan menggunakan media flipchart. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan pada pengetahuan responden tentang sedentary lifestyle menunjukkan bahwa nilai Z hitung sebesar -7,748 dan nilai signifikansi sebesar <0,001. Hasil nilai signifikan pada uji Wilcoxon <0,001 lebih kecil dari 0,1 (tingkat kesalahan 10%) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada pemberian pendidikan kesehatan sedentary lifestyle dengan media flipchart planner terhadap tingkat pengetahuan siswa.
Hubungan Peran Pengawasan, Beban Kerja dan Iklim Organisasi dengan Pelaksanaan Patient Safety oleh Perawat Siti Sundari; Sukarmin Sukarmin; Noor Hidayah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1593

Abstract

Keselamatan pasien menjadi prioritas utama dan elemen krusial dalam pelayanan kesehatan untuk mencegah cedera, kesalahan, atau kerugian yang dapat dicegah selama perawatan. Data menyebutkan bahwa kasus kejadian tidak diingikan seperti pasien jatuh tercatat sebesar 14,41%, dengan penyebab utama meliputi medikasi (9,26%), prosedur klinis (9,26%). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan peran pengawasan, beban kerja dan iklim organisasi dengan pelaksanaan patient safety oleh perawat di RS Sarkies Aisyiyah Kudus. Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Besar sampel 60 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner pelaksanaan penerapan International Patient Safety Goals (r=0,730, α=0,721) dan kuesioner peran pengawasan (r=0,617, α=0,627), beban kerja (r=0,867, α=0,845), dan iklim organisasi (r=0,761, α=0,804). Analisis data uji statistik Spearman Rho. Hasil penelitian menjelaskan ada hubungan peran pengawasan (0,000), beban kerja (0,000) dan iklim organisasi (0,000) dengan pelaksanaan patient safety oleh perawat di RS Sarkies Aisyiyah Kudus.
Pengaruh Video Edukasi Pengaturan Diet Berbasis Kebudayaan Lokal terhadap Gula Darah Sewaktu Pasien DM Tipe 2 Eva Mutiara Safitri; Diana Tri Lestari; Fitriana Kartikasari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1598

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi atau pemanfaatan insulin, sehingga memerlukan penatalaksanaan komprehensif yang meliputi pengaturan diet, aktivitas fisik, pengobatan, dan edukasi kesehatan. Namun, kepatuhan pasien terhadap pengaturan diet masih rendah karena edukasi yang diberikan sering kali tidak sesuai dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh video edukasi pengaturan diet berbasis kebudayaan lokal terhadap kadar gula darah sewaktu (GDS) pada pasien DM tipe 2 di Desa Bategede. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan control group pretest-posttest design, melibatkan 38 responden yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing 19 responden. Pengukuran GDS dilakukan menggunakan glucometer, dengan analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat penurunan rata-rata GDS sebesar 27,9 dengan nilai p value 0,000, sedangkan pada kelompok kontrol selisih rata-rata sebesar 1,2 dengan p value 0,319. Perbandingan antar kelompok menunjukkan selisih skor GDS sebesar 16,8 dengan nilai p = 0,027 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa video edukasi pengaturan diet berbasis kebudayaan lokal berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar GDS pada pasien DM tipe 2 di Desa Bategede.
A Descriptive Case Study: Exploring Drawing Art Therapy in Building Self-Esteem Among Patients with Chronic Low Self-Esteem Adinda Nurnilamsari; Laura Khattrine Noviyanti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1599

Abstract

Chronic low self-esteem is a common type of mental disorder characterized by negative feelings towards oneself due to perceived shortcomings. This condition is often caused by negative judgment, both from oneself and the environment. One nursing intervention that can be used to improve self-esteem is drawing art therapy. Drawing art therapy allows patients to channel negative emotions into works of art and gain self-confidence through positive achievements in preferred activities. This writing aims to identify a decrease in signs and symptoms of rednah self-esteem using observation sheets before and after being given drawing art therapy. The method used is descriptive case study. With the criteria that patients are cooperative and do not experience verbal communication disorders. Data for this descriptive case study were collected through involving in-depth interviews, participant observation, and clinical documentation. The collected data were analyzed using descriptive-qualitative analysis. This process involved reducing interview transcripts and observation notes, followed by a thematic review of the patient's drawings to identify psychological shifts. The effectiveness of the therapy was determined by comparing the frequency of signs and symptoms before and after the 5-day intervention.The results of nursing evaluation after 5 days of intervention showed a decrease in signs and symptoms of low self-esteem from 14 to 8. This shows that drawing art therapy is effective in increasing self-esteem in patients with chronic low self-esteem.
Efektivitas Pengkajian Besson Stroke Score dan National Institute of Health Stroke Scale dalam Perolehan Diagnosa Keperawatan Aktual Pasien Stroke Shaila Chaidir; M. Sobirin Mohtar; Angga Irawan; M. Riduansyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1607

Abstract

Pasien stroke yang datang ke IGD perlu mendapatkan tindakan pengkajian oleh perawat secara cepat, tepat, dan efisien. Hal ini dapat dicapai melalui penggunaan instrumen pengkajian yang sesuai. Banyaknya metode pengkajian stroke yang memiliki komponen berbeda-beda membuat perawat perlu membandingkan skala yang paling efektif dalam mendukung diagnose keperawatan, seperti Besson Stroke Score (BSS) dan National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS). Tujuan untuk mengetahui efektivitas pengkajian BSS dan NIHSS dalam lama durasi pengkajian serta waktu perolehan jumlah diagnosa keperawatan aktual pada pasien stroke di IGD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental post-test only design. Jumlah responden sebanyak 30 orang yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengkajian, stopwatch, Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengkajian BSS dan NIHSS terhadap durasi pengkajian dan perolehan diagnosa keperawatan, dengan nilai p-Value sebesar 0,001 (<0,05). Pengkajian BSS lebih efektif dan efisien karena komponennya lebih sedikit, sehingga cocok untuk situasi darurat. Sementara itu, NIHSS membutuhkan waktu lebih lama namun memberikan hasil neurologis yang lebih mendalam, sehingga mendukung diagnosa yang lebih akurat dan mendetail, terutama untuk pasien yang membutuhkan evaluasi lanjutan seperti rawat inap.
Pengaruh Latihan Cylindrical Grip terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Tangan pada Pasien Stroke Kristin Saragi; M. Zul’irfan; Angga Arfina; Ulfa Hasana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1616

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kecacatan jangka panjang di dunia. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan fungsi motorik, terutama pada ekstremitas atas akibat kerusakan pada sistem saraf pusat. Salah satu masalah yang sering di alami pasien stroke adalah kelemahan kekuatan genggaman tangan, yang berdampak langsung pada kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, berpakaian, menulis, dan memegang benda. Penurunan fungsi ini dapat menurunkan kemandirian serta kualitas hidup pasien. Salah satu bentuk latihan yang dapat membantu meningkatkan kekuatan otot tangan adalah latihan cylindrical grip, yaitu latihan menggenggam benda berbentuk silinder untuk merangsang kontraksi otot fleksor jari dan tangan secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan cylindrical grip terhadap peningkatan kekuatan genggaman tangan pada pasien stroke di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment pre-test and post-test without control. Sampel berjumlah 26 pasien stroke dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kekuatan otot genggaman tangan meningkat dari 20,88 (SD=6,108) pada pre-test menjadi 23,77 (SD=6,556) pada post-test. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p=0,001 (<0,05) yang menandakan adanya peningkatan kekuatan otot genggaman tangan yang bermakna setelah intervensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa latihan cylindrical grip berpengaruh dalam meningkatkan kekuatan otot genggaman tangan pada pasien stroke.
Hubungan antara Index Masa Tubuh dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia Ice Trianti; Rian Tasalim; Angga Irawan; Subhannur Rahman
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1639

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi masalah kesehatan utama di pelayanan kesehatan primer. Proses penuaan menyebabkan perubahan fisiologis seperti penurunan elastisitas pembuluh darah dan gangguan mekanisme regulasi tekanan darah. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah indeks massa tubuh (IMT). Lansia dengan IMT tidak normal, terutama overweight dan obesitas, memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi akibat peningkatan resistensi perifer dan beban kerja jantung. Di Wilayah Kerja Puskesmas Bawan, masih ditemukan tingginya kasus hipertensi pada lansia yang disertai status gizi berlebih, sehingga diperlukan kajian ilmiah sebagai dasar intervensi promotif dan preventif. Mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Bawan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 lansia berusia ≥60 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah menggunakan alat ukur standar. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori IMT overweight dan obesitas serta mengalami hipertensi. Uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dan kejadian hipertensi pada lansia (p 0,000). Indeks massa tubuh berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada lansia.
Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik pada Pasien Ny. D dengan Stroke Iskemik Fokal Rahma Febria Tri Utami; Adiratna Sekar Siwi; Indri Heri Susanti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1662

Abstract

Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan global yang memberikan kontribusi besar terhadap angka kematian dan kecacatan jangka panjang. Stroke iskemik terjadi akibat terhambatnya aliran darah ke jaringan otak karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah sehingga suplai oksigen dan nutrisi tidak terpenuhi secara optimal. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gangguan neurologis seperti penurunan kekuatan otot, kelumpuhan, serta keterbatasan mobilitas. Dampak tersebut tidak hanya memengaruhi fungsi fisik pasien, tetapi juga menghambat kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien stroke iskemik dengan masalah gangguan mobilitas fisik berdasarkan Standar Diagnosis, Intervensi, dan Luaran Keperawatan Indonesia (SDKI, SIKI, dan SLKI). Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta telaah rekam medis. Subjek penelitian adalah seorang pasien perempuan (Ny. D) dengan diagnosis medis stroke iskemik fokal yang menjalani perawatan di Iryou Houjin Aiwakai (Ikeda En), Jepang. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil pengkajian, intervensi, dan evaluasi keperawatan dengan teori dan standar keperawatan yang berlaku. Hasil pengkajian menunjukkan adanya kelemahan pada ekstremitas kanan, penurunan kekuatan otot, serta keterbatasan rentang gerak sendi. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa latihan Range of Motion (ROM) aktif dan pasif secara teratur untuk meningkatkan kekuatan otot serta mempertahankan fleksibilitas sendi. Evaluasi menunjukkan bahwa setelah tiga hari pelaksanaan latihan ROM, terjadi peningkatan kemampuan mobilisasi, perbaikan rentang gerak, serta meningkatnya kemandirian pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, latihan Range of Motion (ROM) yang dilakukan secara rutin dapat membantu meningkatkan mobilitas fisik pasien stroke iskemik serta mendukung proses rehabilitasi melalui peran aktif perawat dalam pemberian asuhan keperawatan yang berkelanjutan.
Gambaran Supresi Viral Load sebagai Indikator Kepatuhan Pengobatan pada Pasien ODHIV Rita Kombong; Faysal Kastella; Glorya R Latuperissa; Wa Ode Nurlina; Ireine Tauran
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1669

Abstract

Supresi viral load merupakan indikator utama keberhasilan terapi antiretroviral (ARV) pada pasien Human Immunodeficiency Virus (HIV). Tingkat virus yang tidak terdeteksi (undetectable) mencerminkan keberhasilan pengobatan yang sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur dan berkelanjutan. Evaluasi supresi viral load penting dilakukan sebagai gambaran kepatuhan pengobatan serta kualitas pelayanan HIV di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan supresi viral load sebagai indikator kepatuhan pengobatan pada pasien HIV di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Haulussy. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi retrospektif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 276 pasien HIV yang memiliki data pemeriksaan viral load dan menjalani terapi ARV di poli rawat jalan. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui distribusi status supresi viral load. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 276 pasien HIV yang menjalani terapi ARV, sebanyak 165 orang (56,78%) memiliki hasil viral load tidak terdeteksi (tersupresi), sedangkan 111 orang (43,22%) masih menunjukkan viral load terdeteksi. Temuan ini memberikan gambaran bahwa lebih dari separuh pasien telah mencapai supresi virus sebagai indikator kepatuhan pengobatan yang baik. Sebagian besar pasien HIV telah mencapai supresi viral load yang mencerminkan kepatuhan dalam menjalani terapi ARV. Namun, masih terdapat proporsi pasien dengan viral load terdeteksi yang memerlukan perhatian dan penguatan edukasi serta pemantauan kepatuhan guna meningkatkan keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien.