cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Studi Kasus: Implementasi Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan dan Pendengaran Rahmi Vien Feriarini Lutfi; Tiveni Elisabhet; Evi Apriani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1673

Abstract

Gangguan jiwa merupakan kondisi kompleks yang ditandai dengan perubahan signifikan pada aspek pikir, emosi, dan perilaku individu, sehingga berdampak pada kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari. Skizofrenia sebagai salah satu gangguan jiwa berat sering disertai gejala psikotik positif, terutama halusinasi, yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain apabila tidak ditangani secara tepat. Perawat memiliki peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa melalui pendekatan terapeutik untuk membantu pasien mengontrol halusinasi. Studi kasus ini menggambarkan asuhan keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran dan penglihatan melalui penerapan strategi pelaksanaan (SP) 1–4. Studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian adalah satu orang pasien skizofrenia yang dirawat di PKJN RSJ  Marzoeki Mahdi Bogor. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta telaah dokumentasi keperawatan dan medis. Asuhan keperawatan dilaksanakan selama dua hari dengan fokus pada diagnosa utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan penglihatan. Penerapan strategi pelaksanaan SP 1–4, meliputi pengenalan dan pengendalian halusinasi dengan teknik menghardik, kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, serta keterlibatan dalam kegiatan terjadwal, mampu membantu pasien mengenali dan mengontrol halusinasi secara bertahap. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan perilaku berbicara sendiri, pasien tampak lebih tenang, kooperatif, serta mampu mengikuti aktivitas dengan bimbingan. Kesimpulannya, penerapan strategi pelaksanaan SP 1–4 efektif dalam meningkatkan kemampuan adaptasi pasien dan mendukung proses pemulihan pasien dengan halusinasi.
Tingkat Pengetahuan Keluarga tentang Pencegahan Risiko Jatuh di Rumah Sakit Dini Noviati; Lisa Musharyanti; Retha Rahayu Verawati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1676

Abstract

Pencegahan risiko jatuh merupakan bagian penting dari upaya keselamatan pasien di rumah sakit karena insiden jatuh dapat menyebabkan cedera, memperpanjang masa rawat, serta meningkatkan beban biaya perawatan. Keluarga sebagai pendamping pasien memiliki peran strategis dalam mendukung pencegahan risiko jatuh, sehingga tingkat pengetahuan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan pasien selama perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga tentang pencegahan risiko jatuh di Rumah Sakit dr. Tjitrowardojo Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah keluarga pasien berisiko jatuh yang dirawat di Ruang Anggrek sebanyak 30 responden, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan pencegahan risiko jatuh yang telah di uji validitas isi (Content Validity Index/CVI) oleh tiga pakar dan dinyatakan valid dengan jumlah 15 butir pertanyaan. Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,713 yang menandakan intrumen reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas keluarga pasien memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup, sedangkan sebagian lainnya berada pada kategori baik, dan tidak ditemukan kategori kurang. Tabulasi silang menunjukkan adanya kecenderungan hubungan antara tingkat pendidikan, jenis kelamin, serta pengalaman merawat keluarga sakit dengan tingkat pengetahuan keluarga.
Aplikasi “AREI” terhadap Peningkatan Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Jatuh Pasien Pascaoperasi Frida Voliana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1698

Abstract

Kejadian jatuh masih menjadi hal yang mengkhawatirkan pada seluruh pasien rawat inap, berdampak pada cedera pasien bahkan kematian, dapat terjadi karena kurangnya kepatuhan dalam melaksanakan protokol pencegahan pasien jatuh. Kepatuhan dapat ditingkatkan melalui pemakaian sistem teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan dalam upaya pencegahan risiko jatuh pada pasien pascaoperasi di RS dengan mengembangkan aplikasi AREI yang valid dan reliabel. Meningkatkan kepatuhan upaya pencegahan risiko jatuh pada pasien pascaoperasi di RS. Penelitian ini menggunakan rancangan research and development pada tahap pengembangan produk dan quasi experimental pretest posttest with control group design pada tahap penelitian. Uji validitas dan reliabilitas terhadap sistem AREI dilakukan melalui metode Delphi dan dianalisis menggunakan pendekatan Content Validity Index. Teknik sampling menggunakan total sampling secara consecutive. Besar sampel pada penelitian ini adalah 42 perawat dan bidan yang dibagi menjadi dua kelompok. Data hasil penelitian diuji dengan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil uji validitas dan reliabilitas aplikasi AREI adalah Mean I-CVI, item- level CVI rata-rata 1,00 yang berarti AREI valid dan reliabel. Karakteristik responden dan faktor risiko pasien jatuh tidak berpengaruh terhadap kepatuhan dalam upaya pencegahan risiko jatuh pasien pascaoperasi (p-value > 0,05). Pengembangan sistem AREI (p-value 0,001) berpengaruh terhadap kepatuhan upaya pencegahan risiko jatuh pasien pascaoperasi (p-value 0,009). Aplikasi AREI meningkatkan kepatuhan upaya pencegahan risiko jatuh pasien pascaoperasi.
Gambaran Ibu Hamil dengan Anemia Fitta L Simanjuntak;  I Nyoman Wirata; Ni Komang Yuni Rahyani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1701

Abstract

Anemia merupakan salah satu penyebab kematian ibu. Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11 gr/dL, anemia dapat membahayakan ibu dan janin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran ibu hamil dengan anemia yang meliputi usia ibu, paritas dan tingkat pendidikan  di Puskesmas Kupang Kota tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 135 responden dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh ibu hamil 114 (84,4%) adalah usia reproduksi sehat, sebagian besar ibu hamil 96 (71,1%) dengan paritas primipara, sebagian besar ibu hamil 72 (54,1%) dengan pendidikan menengah. Kejadian anemia sedang pada ibu hamil sebanyak 20 (14,8%), anemia ringan sebanyak 36 (26,7%), tidak anemia sebanyak 79 (58,5)%. Kejadian anemia pada ibu hamil berdasarkan usia ibu dengan frekuensi tertinggi adalah usia terlalu muda 6 (100%), berdasarkan paritas dengan frekuensi tertinggi adalah multipara14 (42,4%), berdasarkan tingkat pendidikan ibu dengan frekuensi tertinggi adalah pendidikan menengah 39 (54,1%). Saran peneliti agar ibu hamil menjaga asupan makanannya dan rutin mengkonsumsi suplemen zat besi.
Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Tingkat Depresi pada Remaja Anisa Hidayat; Ita Apriliyani; Adiratna Sekar Siwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1709

Abstract

Depresi pada remaja merupakan masalah kesehatan mental yang dapat memengaruhi fungsi emosional, sosial, dan akademik. Salah satu faktor yang berperan penting dalam menurunkan risiko depresi pada remaja adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada remaja di SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto, dengan jumlah sampel sebanyak 221 responden yang diambil menggunakan teknik Proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Perceived Social Support Family Scale (PSS-Fa) untuk mengukur dukungan keluarga nilai validitas 0,361 dan reliabilitas Cronbach’s Alpha 0,752, serta Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) untuk mengukur tingkat depresi dengan nilai validitas >0,532 dan reliabilitas Cronbach’s Alpha 0,952. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada remaja dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), serta koefisien korelasi sebesar -0,317 menunjukkan arah hubungan negatif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima remaja, maka semakin rendah tingkat depresi yang dialami.p
Hubungan Dukungan Tenaga Kesehatan, Pengetahuan, dan Self-Efficacy Ibu dengan Kemampuan Merawat Bayi Baru Lahir Elfiranita Elfiranita; Parida Hanum; Katrin Agata Br Sinaga; Rani Rospi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1731

Abstract

Transisi dari fase prenatal ke pascanatal menjadikan bayi baru lahir berada dalam periode yang sangat rawan. Risiko infeksi akibat paparan virus dan bakteri sangat besar terjadi, terutama selama prosedur persalinan hingga saat-saat awal kehidupan di lingkungan baru. Fokus utama dari studi ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana keterkaitan antara dukungan dari petugas medis, tingkat pemahaman ibu, serta keyakinan diri (self-efficacy) terhadap kompetensi mereka dalam memberikan perawatan pada bayi baru lahir. Studi analitik ini menggunakan rancangan potong lintang (cross-sectional) dengan melibatkan 75 ibu nifas sebagai responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, yang mencakup seluruh ibu nifas dengan bayi baru lahir di PMB Drima Yance Parhusif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur dukungan tenaga kesehatan, pengetahuan, dan self-efficacy ibu, serta lembar observasi untuk menilai kemampuan merawat bayi baru lahir. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi masing-masing variabel dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan tenaga kesehatan (p=0,004), pengetahuan ibu (p=0,000), dan efikasi diri (p=0,014) memiliki hubungan signifikan dengan kemampuan perawatan bayi baru lahir. Ketiga faktor ini terbukti menjadi determinan penting dalam meningkatkan kemandirian ibu. Penelitian menyimpulkan bahwa kemandirian ibu dalam merawat bayi baru lahir sangat bergantung pada dukungan tenaga kesehatan sebagai edukator serta tingkat pengetahuan ibu. Namun, faktor self-efficacy menjadi jembatan kritis; rendahnya rasa percaya diri menghambat ibu untuk mempraktikkan perawatan bayi secara nyata meskipun mereka memiliki pemahaman teoretis yang memadai.
Intervensi Keperawatan untuk Mengurangi Distress pada Pasien Post Stroke: A Sistematic Review Hafidz Ma'ruf
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1734

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kematian dan disabilitas di dunia, yang tidak hanya menimbulkan gangguan fisik tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis pasien, seperti stres, depresi, dan kecemasan. Dampak psikologis ini dapat menghambat proses rehabilitasi dan menurunkan kualitas hidup, namun perhatian terhadap aspek psikososial pasien pasca stroke masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau intervensi keperawatan yang efektif dalam mengurangi distress pada pasien post stroke melalui tinjauan literatur sistematis. Pencarian dilakukan pada database PubMed, ScienceDirect, dan Scopus menggunakan kata kunci “post stroke”, “nursing intervention”, “intervention”, “distress”, dan “stress”, dibatasi pada publikasi 2021–2025. Artikel yang disertakan memiliki desain penelitian Randomized Controlled Trial (RCT) dan quasi-experimental, dianalisis menggunakan pendekatan PICOS, mencakup populasi pasien stroke, intervensi keperawatan, kelompok pembanding, dan outcome distress psikologis. Proses seleksi artikel disajikan menggunakan bagan alir PRISMA, dan kualitas metodologis dievaluasi melalui instrumen Joanna Briggs Institute (JBI). Sebanyak 515 artikel diperoleh pada tahap identifikasi awal. Setelah melalui proses penyaringan dan seleksi sesuai kriteria yang ditetapkan, sembilan artikel memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Temuan didapatkan berbagai intervensi keperawatan, termasuk Acceptance and Commitment Therapy (ACT), nurse-led peer support berbasis telehealth, Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) dikombinasikan rTMS, terapi relaksasi Benson, spiritual care, holistic care, Quantum Touch Therapy, intervensi berbasis stress system theory, serta model clinical pathway keperawatan. Secara keseluruhan, intervensi ini terbukti menurunkan tingkat stres dan depresi, dengan ACT, peer support, dan MBSR menunjukkan konsistensi hasil paling tinggi.  
Perbandingan Nilai Parameter Red Blood Cell Distribution Width (RDW) pada Sampel Pasien Gagal Ginjal Kronis Multitransfusi dengan Masa Simpan 1, 2, dan 3 Hari di Unit Transfusi Darah Cerry Herina Friscilla; Syuhada Syuhada; Fajriani Damhuri; Mala Kurniati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1745

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) ialah suatu kondisi kesehatan yang disebabkan gangguan fungsi ginjal yang bersifat kronis, berlangsung secara progresif dan irreversible. Pasien gagal ginjal kronis melakukan transfusi secara bertahap dan tidak bisa dilakukan sekaligus sesuai kebutuhan dalam menaikkan kadar Hb untuk mencegah terjadinya overload pada pasien gagal ginjal kronis. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan nilai parameter hematologi Red Blood Cell Distribution Width (RDW) pada sampel darah pasien gagal ginjal kronis multitransfusi dengan masa simpan 1, 2, dan 3 hari di Unit Transfusi Darah di di RSUD. DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain Analitik Observasional dengan pendekatan cross sectional melalui pemeriksaan hematologi menggunakan alat Hematology Analyzer dengan 45 sampel menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian adalah diketahui perbedaan rerata nilai RDW-CV pada sampel gagal ginjal kronis multitranfusi di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung masa simpan 1 hari sebesar 15,98%, masa simpan 2 hari sebesar 16,36%, dan masa simpan 3 hari sebesar 16,76%. Sementara itu, perbedaan rerata nilai RDW-SD pada masa simpan 1 hari sebesar 48,8 fL, masa simpan 2 hari sebesar 50,0 fL. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan nilai hematologi Red Blood Cell Distribution Width (RDW) pada sampel darah pasien gagal ginjal kronis multitransfusi dengan masa simpan 1, 2, dan 3 hari di RSUD. DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung dengan nilai Sig. = 0.032
Hubungan Kepatuhan Diet dengan Kualitas Hidup pada Pasien Congestif Heart Failure Emmi Wahyuni; Fera Aftiyanti; Retno Winarti; Riskiana Putri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1762

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyakit kronis akibat ketidakmampuan jantung memompa darah secara optimal yang menimbulkan gejala sesak napas, kelelahan, dan keterbatasan aktivitas sehingga memengaruhi kualitas hidup pasien. Kepatuhan diet merupakan bagian penting dari self care pada pasien CHF untuk mengontrol gejala dan mencegah perburukan penyakit. Rendahnya kepatuhan terhadap pembatasan garam dan cairan dapat meningkatkan risiko kekambuhan dan rawat ulang yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan diet dengan kualitas hidup pada pasien CHF. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasi dan metode cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 1657 pasien CHF dengan sampel 105 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dan dihitung dengan rumus Slovin. Instrumen yang digunakan adalah Dietary Salt Reduction Self-Care Behavior Scale untuk mengukur kepatuhan diet dan Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire untuk mengukur kualitas hidup yang telah telah teruji valid dan reliabel. Penelitian dilakukan di RS Hermina Galaxy dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak patuh terhadap diet yaitu 66 orang (62,9%), sedangkan yang patuh 39 orang (37,1%). Mayoritas responden memiliki kualitas hidup baik yaitu 86 orang (81,9%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p-value 0,123 (p>0,05) sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan diet dengan kualitas hidup pada pasien CHF.
Peningkatan Kemampuan Mengontrol Halusinasi melalui Pengaruh Terapi Okupasi Aktivitas Menganyam Livana PH; Titik Suerni; Umtitin Umtitin; Kandar Kandar; Sri Temu; Cindy Fatikasari; Rosiyda Nurasih; Safira Nurul Lita
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1764

Abstract

Halusinasi merupakan suatu keadaan dimana seseorang menyakini akan hal-hal yang sebenarnya tidak nyata. Dalam mengontrol halusinasi pasien dalam bentuk terapi okupasi yang diberikan bagi penderita halusinasi yaitu terapi aktivitas mengisi waktu luang berbentuk kegiatan sehari-hari, seperti menyapu, mengepel dan menganyam. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi aktivitas menganyam terhadap kemampuan mengontrol halusinasi. Jenis penelitian ini deskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu 10 responden yang mengalami gangguan halusinasi dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan teknik wawancara. Data penelitian dianalisis secara analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata responden berusia 30 tahun, seluruhnya berjenis kelamin perempuan 10 (100.0%) dengan lama rawat >10 hari sebanyak 10 (100.0%). Hasil lembar observasi mengontrol halusinasi sebelum terapi menganyam yaitu mampu 1 (10.0%) responden, tidak mampu 9 (90.0%). Hasil lembar observasi mengontrol halusinasi sesudah terapi menganyam yaitu mampu 8 (80.0%) responden, tidak mampu 2 (20.0%) responden. Hasil perbandingan lembar observasi mengontrol halusinasi sebelum terapi menganyam yaitu mampu 1 (10.0%) responden, tidak mampu 9 (90.0%) responden dan Hasil perbandingan lembar observasi mengontrol halusinasi sesudah terapi menganyam yaitu mampu 8 (80.0%) responden, tidak mampu 2 (20.0%) responden.