cover
Contact Name
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra
Contact Email
jurnaljentera@gmail.com
Phone
+62895384199272
Journal Mail Official
sultanmujtaba.04@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra
ISSN : 20892926     EISSN : 25798138     DOI : https://doi.org/10.26499/jentera
Core Subject :
JENTERA is a literary research journal published by Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Ministry of Education and Culture. Jentera publishes the research articles (literary studies and field research), the idea of conceptual, research, theory pragmatice, and book reviews. Jentera publishes them biannually on June and December. Article coverage includes poetry, prose, drama, oral tradition, and philology, and while submissions may originate from or focus on literary works from any geographic region or genre, they should provide a critical perspective to voice the societal marginalization within contemporary literature comprising semiotics, critical discourse analysis, descriptive qualitative, content analysis, or textual analysis.
Arjuna Subject : -
Articles 266 Documents
Konflik Agama dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari Ahmad Bahtiar
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v7i2.683

Abstract

Abstrak: Karya sastra dapat dijadikan sumber informasi  tentang kebudayaan masyarakat tertentu. Melalui berbagai peristiwa yang diciptakan tokoh, kita dapat merasakan  dan meresapi pikiran tokoh-tokoh tentang berbagai persoalan manusia. Gambaran yang ditampilkan dalam novel Indonesia salah satunya ialah pemahaman keberagamaan yang menimbulkan potensi konflik dengan kekerasan. Novel yang menampilkan hal itu ialah Maryam karya Okky Madasari. Novel ini menampilkan konflik agama terkait kedatangan  rasul yang baru. Tokoh Maryam pada novel Maryam terlahir sebagai jemaah Ahmadiyah yang selama ini dianggap menyimpang dan sesat oleh masyarakat karena, mengakui rasul lain setelah Muhammad SAW. Selain itu, kelompoknya dianggap ekslusif oleh orang-orang kampung serta masyarakat lainnya.  Akibatnya,  ia dan keluarganya mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan sehingga, terusir dari kampungnya.  Penelitian ini menggunakan teori Sosiologi Sastra ini  untuk mengetahui pola-pola, proses atau tahapan, dan resolusi konflik keberagamaan. Selain itu, penggunaan teks sastra dalam penelitian ini merupakan alternatif dalam penelitian dalam konflik keagamaan. Untuk itu  penelitian ini  juga untuk mengetahui makna secara menyeluruh terhadap novel  yang mendapat hadiah Khatulistiwa Award pada 2012. Kata Kunci : konflik keagamaan, novel Maryam,  Okky Madasari, Ahmadiyah Abstract: Literary works can be a source of information about the culture of a particular society. Through the various events created by the characters, we can feel and perceive the minds of the characters about human problems. The picture presented in the Indonesian novel is one of them is a religious understanding that raises the potential for conflict with violence. The novel featuring it is Maryam by Okky Madasari. This novel presents a religious conflict related to the coming of the new apostle. Maryam's character in the novel Maryam was born as an Ahmadiyah congregation that has been considered deviant and perverted by society because, recognize other apostles after Muhammad SAW. In addition, the group is considered exclusive by the villagers as well as other communities. As a result, he and his family suffered unpleasant treatment so, evicted from his village. This research uses Sociology Literature theory to know the patterns, processes or stages, and resolution of religious conflict. In addition, the use of literary texts in this study is an alternative in research in religious conflicts. For this study also to know the overall meaning of the novel awarded the Equator Award in 2012. Keywords: religious conflict, novel Maryam, Okky Madasari, Ahmadiyah 
Resistensi Tokoh Utama terhadap Ruang Kota Pascakolonial dalam Novel Divergent Karya Veronica Roth Siswantia Sar
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 12, No 2 (2023): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v12i2.6085

Abstract

This paper aims to reveal colonial construction of city space in a dystopian novel, Divergent by Veronica Roth and to analyze the resistance of the main character, Tris Prior, as a form of negotiation toward the postcolonial space. This research will be using postcolonial space theory by Sara Upstone. The result of this discussion shows that the colonial in the novel Divergent constructed colonial space on a city scale in order to maintain their control toward their colonical object by arousing chaos and doing overwriting also establishing the orders and borders in Chicago as a postcolonial city space. Chicago, which was originally a flexible and fluid space, was constructed into an absolute, orderly and rigid place. Violations of rules and boundaries created by the colonial then formed a new structure called post-space as a spatial response to postcolonial space. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengungkap konstruksi ruang kota pascakolonial di dalam novel bertema distopia Divergent karya Veronica Roth serta menganalisis resistensi yang dilakukan oleh tokoh utama, Tris Prior, sebagai bentuk negosiasi terhadap ruang pascakolonial. Penelitian ini menggunakan teori ruang pascakolonial yang dikemukakan oleh Sara Upstone. Hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa pihak kolonial dalam novel Divergent melakukan suatu upaya konstruksi ruang dalam skala kota guna mempertahankan kontrol terhadap masyarakat kolonialnya dengan memunculkan chaos dan melakukan overwriting serta menerapkan aturan-aturan dan batasan-batasan di kota Chicago sebagai ruang kota pascakolonial. Chicago yang awalnya merupakan suatu ruang yang lentur dan cair dikonstruksi menjadi tempat yang absolut, teratur, dan kakuPelanggaran-pelanggaran terhadap aturan dan batasan yang diciptakan pihak kolonial kemudian membentuk suatu struktur baru yang disebut post-space sebagai respon spasial ruang pascakolonial.
NILAI-NILAI PEMBENTUK KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT ASAL-USUL WATU DODOL Wiwin Indiarti
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v6i1.334

Abstract

Folktale is one of media which can be used as a device in building children’s positive characters through the moral and educational values in it. This article is based on a qualitative descriptive research aims at identifying values of character building in a folktale from Banyuwangi entitled “Asal-Usul Watu Dodol” (The Origin of Watu Dodol). Data collecting is conducted by reading the folktale text in the book “Banyuwangi Folktales” repeatedly and identifying data about keywords related to values of character building. The data, then, are analyzed by using content analysis technique. The result shows that ten values of character building are found in “Asal-Usul Watu Dodol”, that are, religiosity, honesty, hardworking, curiosity, citizenship, patriotism, accomplishment, friendliness, compassion and responsibility.  ABSTRAKCerita rakyat merupakan salah satu media yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana membangun karakter positif pada anak melalui nilai-nilai moral dan pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita. Artikel ini didasarkan pada penelitian deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi nilai-nilai pembentuk karakter yang terdapat dalam cerita rakyat Banyuwangi berjudul Asal-usul Watu Dodol. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca teks cerita rakyat termaksud yang terdapat dalam buku Cerita Rakyat Banyuwangi secara berulang-ulang dan mengidentifikasi data yang berupa kata kunci yang berkaitan dengan nilai-nilai pembentuk karakter dalam cerita. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan adanya 10 nilai pembentuk karakter dalam cerita rakyat Asal-usul Watu Dodol; yaitu religius, jujur, kerja keras, ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, peduli sosial, dan tanggung jawab. 
JAKARTA 2039: MEMBANGUN MONUMEN INGATAN TRAGEDI KEKERASAN Gilang Saputro
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v2i1.389

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian terhadap tiga karya komik Jakarta 2039 (2001) karya Zacky bersama Seno Gumira Ajidarama (SGA) dan sandiwara dua bagian Jakarta 2039: 40 Tahun 9 Bulan setelah 13-14 Mei 1998 (2001) yang dibuat berdasarkan cerpen “Jakarta, 14 Februari 2039” (1999) karya Seno Gumira Ajidarma dengan mengacu konsep cultural memory studies. Argumentasi utama dari tulisan ini didasarkan pengangkatan peristiwa kekerasan yang menimpa perempuan Cina pada Mei 1998 di Jakarta dalam komik Jakarta 2039 dan sandiwara dua bagian Jakarta 2039: 40 Tahun 9 Bulan setelah 13-14 Mei 1998 sebagai proses pengulangan ingatan berdasarkan peristiwa yang sama dalam cerpen “Jakarta, 14 Februari 2039”. Dalam proses pengalihwahanaan, tema kekerasan Mei 1998 yang sebelumnya ditulis dalam cerpen tetap diposisikan sebagai ingatan yang dimunculkan dalam komik dan naskah drama. Selain itu, isu perempuan dalam indentitasnya sebagai Cina korban perkosaan dan subjek yang trauma dimunculkan secara sadar dalam tiga karya sebagai pengingatan terhadap wacana sejarah kekerasan masa lalu sekaligus pemosisiannya sebagai upaya untuk membangun monumen ingatan pada masa kini dan mencoba untuk menjadikannya sebagai memori kultural masyarakat. Dalam keadaan tersebut, kota Jakarta sebagai ruang  dalam kaitannya dengan tragedi kekerasan dikonstruksi.
Gangguan Kejiwaan Melancholia dalam Cerpen An Imaginative Woman Karya Thomas Hardly dan Novel Half Of A Yellow Sun Karya Cimamanda Gozi Adichie: Studi Perbandingan Sitti Hardianti
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 11, No 2 (2022): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v11i2.2855

Abstract

This study aims to classifying and analyze the aspects mental disorders of mourning and melancholia and the destructive effects in the character Ella Marchmill in short story by Thomas Hardly. An Imaginative Woman is a short story, where the main character has a libidinal cathexis that she loves, and feels that this figure has becomes her soulmate. However, over time her libidinal cathexis disappeared and its made Ella has depression and melancholy mental disorders. The theory that will be used psychoanalytic theory, Mourning and Melancholia theory by Sigmund Freud. The method used is a descriptive qualitative research method by analyzing data in the form of words, phrases, dialogues, etc. from Ella Marchmill’s characters. The results of the research prove that: 1) The character of Ella Marchmill in the short story An Imaginatie Woman has aspects of mourning and melancholia mental disorders, such as prolonged depression, abnormal emotions, etc. 2) This mental disorder (mourning and melancholia) also has a destructive effect Ella's character (Internal effect) and on Ella's husband and children (External effect).AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi dan menganalisis aspek-aspek gangguan kejiwaan mourning dan melancholia serta efek destruktif yang di alami oleh tokoh Ella Marchmill dalam cerpen An Imaginative Woman karya Thomas Hardly. An Imaginative Woman adalah sebuah cerpen, dimana tokoh utamanya memiliki sosok libidinal cathexis yang di cintai, dan merasa bahwa sosok itu telah menjadi satu dengan jiwanya. Namun, seiring berjalannya waktu libidinal cathexis-nya hilang sehingga hal ini membuat Ella mengalami depresi yang berkepanjangan dan mengakibatkan dirinya mengalami gangguan kejiwaan melancholia. Teori yang akan digunakan adalah teori psikoanalisis mourning dan melancholia dari Sigmund Freud, serta metode yang akan digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yaitu dengan menganalisis data-data yang berupa kata, frasa, dialog, dll dari tokoh Ella Marchmill. Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1) Tokoh Ella Marchmill dalam cerpen An Imaginatie Woman memiliki aspek-aspek gangguan kejiwaan mourning dan melancholia, seperti depresi yang berkepanjangan, emosi yang abnormal, dll. 2) Gangguan  kejiwaan ini juga memiliki efek destruktif yang dialami tokoh Ella (Efek Internal) dan yang dialami oleh suami Ella dan anaknya (Efek Eksternal).
Representasi Bahagia dan Kasih Sayang dalam Novel Cara Berbahagia Tanpa Kepala Karya Henny Triskaidekaman: Kajian Psikologi Sastra Chintya Angesty
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 13, No 2 (2024): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v13i2.7720

Abstract

Humans are always looking for the meaning of happiness in their life. But various things can become obstacles in the process of interpreting happiness. This study aims to analyze the representation of happiness and love in the novel How to Be Happy Without a Head by Henny Triskaidekaman using a literary psychology approach. The theory used is Martin Seligman's positive psychology theory and Erich Fromm's theory of love. This research was conducted qualitatively through a series of analyzes of material objects to obtain concrete evidence. The results of this study reveal that the characters in the novel How to Be Happy Without a Head go through a series of events that make it difficult for them to find the meaning of happiness because efforts to achieve happiness itself are still hampered by various things including affection which is not conveyed and well received, so many problems arise. in the lives of the characters that affect the quality of their lives. But humans can live more meaningfully if each individual can accept circumstances and forgive the past. AbstrakManusia senantiasa mencari makna kebahagiaan dalam hidupnya, tetapi ada berbagai hal yang bisa menjadi hambatan dalam proses memaknai kebahagiaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi bahagia dan kasih sayang dalam novel Cara Berbahagia Tanpa Kepala karya Henny Triskaidekaman dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Adapun teori yang digunakan adalah teori psikologi positif Martin Seligman dan teori cinta Erich Fromm.  Penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui serangkaian analisis terhadap objek material untuk mendapatkan bukti konkret. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa para tokoh dalam novel Cara Berbahagia Tanpa Kepala melalui serangkaian kejadian yang membuat mereka sulit menemukan makna bahagia karena upaya dalam mencapai kebahagiaan itu sendiri masih terhambat oleh berbagai hal termasuk kasih sayang yang tidak tersampaikan dan diterima dengan baik, sehingga muncul banyak permasalahan dalam kehidupan para tokoh yang memengaruhi kualitas hidup mereka. Namun manusia dapat hidup lebih bermakna jika setiap individu mampu untuk menerima keadaan dan memaafkan masa lalu. 
Prawacana, Daftar Isi, Abstrak Jentera, Volume 6, Nomor 1
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v6i1.579

Abstract

Misi Mayor Tere Liye Menjaga Alam dengan Komet Minor: Sebuah Ekokritik Sastra Sahrul Romadhon; Faizal Hadi Nugraha; Anto Anto
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 12, No 1 (2023): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v12i1.6039

Abstract

The news that NASA scientists discovered a parallel world with time running backwards caused quite a stir despite the statement that the news was fake news. The parallel world is a world written by Tere Liye through Komet Minor, a novel published in 2019, by Gramedia. This novel is the final novel in the adventure series Raib, Seli and Ali against the Crownless. The purpose of this study is to show parallel world data contained in the Tere Liye manuscript. The method used in this study is the grounded theory method. The grounded theory approach leads to generalization (what is observed inductively)/the application of a theory, action, or interaction based on the views of the participants studied. Based on the results of the research, it can be concluded that in Tere Liye's novel there are four parallel world issues, namely (1) the issue of natural destruction and animal genocide, (2) unfriendly ecological conditions, (3) animals as biological and psychological beings, and (4) the tradition of respecting nature.AbstrakAdanya berita ilmuwan NASA yang dipublikasikan dalam New York Post pada tahun 2020 menemukan dunia paralel dengan waktu yang berjalan mundur menyebabkan kehebohan meskipun ada pernyataan bahwa berita ternyata merupakan berita bohong. Dunia paralel merupakan dunia yang ditulis oleh Tere Liye melalui Komet Minor, novel yang diterbitkan pada tahun 2019 oleh Gramedia. Novel ini merupakan novel akhir dari seri petualangan Raib, Seli, dan Ali melawan Tanpa Mahkota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan data-data dunia paralel yang terdapat dalam novel Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dalam novel Tere Liye terdapat empat isu lingkungan, yaitu (1) isu kerusakan alam dan genosida hewan,  (2) kondisi ekologi yang tidak bersahabat, (3) hewan sebagai makhluk biologis dan psikologis, dan (4) tradisi menghargai alam.
Warisan Gelap Kekerasan: Menguak Budaya Perundungan di Sekolah Dasar dalam Novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga Karya Erni Aladjai Sajidah Nur; Taufik Dermawan; Karkono Karkono
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 2 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i2.8065

Abstract

The purpose of this study is to examine the portrait of bullying in the novel Haniyah and Ala at Teteruga's House. This study uses a qualitative approach. The research data are in the form of dialogues and narratives that describe bullying. The data source for this research is the novel Haniyah and Ala at Teteruga's House by Erni Aladjai. Data collection was carried out using documentation techniques. Data validity was tested using credibility techniques, while data analysis was carried out using a flow model. The results of the study indicate that the character Ala experienced bullying from a teacher (Mrs. Hijima) and her peers for five years. The teacher who bullied Ala was a victim of bullying from her teacher during elementary school, and she repeated this form of violence to her students. In addition, Ala's peers began bullying after seeing Mrs. Hijima's actions against her. These findings indicate that violence has become a normalized and inherited culture in the educational environment. The bullying experienced by Ala caused traumatic impacts, namely reluctance to go to school and trauma accompanied by physical symptoms. However, Ala was able to face and stop the bullying. Based on the research results, there are three important implications. First, anti-bullying education needs to be implemented at the elementary, secondary, and tertiary levels for both educators and students. Second, any violence in schools disguised as discipline and learning deserves to be reexamined. Third, programs to break the chain of bullying need to be implemented in various educational institutions. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengkaji potret perundungan dalam novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa dialog dan narasi yang menggambarkan perundungan. Sumber data penelitian ini adalah Novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga karya Erni Aladjai. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan teknik kredibilitas, sedangkan analisis data dilakukan dengan model alir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Ala mengalami perundungan dari seorang guru (Ibu Guru Hijima) dan teman-teman sebayanya selama lima tahun. Guru yang merundung Ala merupakan korban perundungan dari gurunya semasa sekolah dasar, dan ia mengulangi bentuk kekerasan tersebut kepada siswanya. Selain itu, teman-teman sebaya Ala mulai merundung setelah melihat tindakan Ibu Guru Hijima terhadapnya. Temuan ini menunjukkan bahwa kekerasan menjadi budaya yang dinormalisasi dan diwariskan di lingkungan pendidikan. Perundungan yang dialami Ala menimbulkan dampak traumatis, yakni keengganan untuk sekolah dan trauma yang disertai gejala fisik. Kendati demikian, Ala mampu menghadapi dan menghentikan perundungan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga implikasi penting. Pertama, pendidikan antiperundungan perlu diselenggarakan di tingkat dasar, menengah, dan tinggi bagi pendidik maupun peserta didik. Kedua, setiap kekerasan di sekolah yang berkedok pendisiplinan dan pembelajaran patut dipertanyakan ulang. Ketiga, program pemutusan rantai perundungan perlu diadakan di berbagai institusi pendidikan.
Bentuk-Bentuk Satire Ekologis dalam Kumpulan Puisi Suara Anak Keerom: Tinjauan Ekokritik Grace J.M. Mantiri; Tri Handayani
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 9, No 1 (2020): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v9i1.1803

Abstract

The ecological satire is a ecocritical view that is study of critical and satire on environment literature. The satire is the massage delivery medium. Keerom is a area that are environment damage impacts. The problem is the exist of oil palm company. This study aims to describe the forms of ecological satire in the collection of Keerom Children's Voice poems written by students in Keerom. This research used ecocritical approach with discourse analysis method. The research tecniques used data collecting and data analysis. The data collecting tecniques used observation and book view. The data analysis technique through text analysis. The result founds three satire, there are abuse and insult form, nausea, and group or personal demerit telling. AbstrakSatire ekologis merupakan sebuah kajian ekokritik yang mengkaji kritik dan sindiran yang ada pada karya sastra yang berlatar lingkungan. Satire merupakan sarana penyampaian pesan. Keerom merupakan sebuah wilayah yang mengalami dampak kerusakan lingkungan. Penyebabnya adalah adanya perusahaan sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk satire ekologis dalam kumpulan puisi Suara Anak Keerom yang ditulis oleh anak-anak sekolah di Keerom. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan ekokritik dengan metode analisis wacana. Teknik penelitian yang digunakan ada dua, yaitu teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan tinjauan kepustakaan. Teknik analisis data adalah dengan cara analisis teks. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan tiga bentuk satire, yaitu berbentuk cemooh dan nista, perasaan muak, serta menceritakan kekurangan orang atau kelompok.