cover
Contact Name
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra
Contact Email
jurnaljentera@gmail.com
Phone
+62895384199272
Journal Mail Official
sultanmujtaba.04@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra
ISSN : 20892926     EISSN : 25798138     DOI : https://doi.org/10.26499/jentera
Core Subject :
JENTERA is a literary research journal published by Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Ministry of Education and Culture. Jentera publishes the research articles (literary studies and field research), the idea of conceptual, research, theory pragmatice, and book reviews. Jentera publishes them biannually on June and December. Article coverage includes poetry, prose, drama, oral tradition, and philology, and while submissions may originate from or focus on literary works from any geographic region or genre, they should provide a critical perspective to voice the societal marginalization within contemporary literature comprising semiotics, critical discourse analysis, descriptive qualitative, content analysis, or textual analysis.
Arjuna Subject : -
Articles 266 Documents
COVER DEPAN Jentera: Jurnal Kajian Sastra Volume 11, Nomor 2, Desember 2022 Jentera: Jurnal Kajian Sastra Volume 11, Nomor 2, Desember 2022
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 11, No 2 (2022): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Stilistika pada Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata Ambo Intang; Ramly Ramly
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8348

Abstract

This study aims to describe the uniqueness of vocabulary selection, the distinctiveness of morphological and syntactic structures, and the use of figurative language in Andrea Hirata's novel Laskar Pelangi. A descriptive qualitative approach was used in this study. Data was collected using observation and note-taking techniques. The novel was analyzed as a single text to identify distinctive vocabulary, morphological and syntactic structures, and figurative language styles that characterize Andrea Hirata's writing style. Data analysis used the flow model of analysis, which includes three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the stylistics of the novel Laskar Pelangi are not only evident in the inspiring plot but also in the lexical richness that reflects the author's social, cultural, and educational background. Morphologically, the use of affixation, reduplication, and compounding enriches word structure, while syntactically, discourse and sentence structure are arranged dynamically and communicatively. Figurative language styles such as metaphors, personification, similes, idioms, and hyperbole provide aesthetic and emotional nuances, strengthening the reader's connection to the text. The novel Laskar Pelangi demonstrates a distinctive stylistic approach and contributes to the aesthetic appeal of modern Indonesian literature. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keunikan pemilihan kosakata, kekhasan struktur morfologis dan sintaktis, serta penggunaan gaya bahasa figuratif dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan pada penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan teknik simak dan catat. Novel dianalisis sebagai teks tunggal untuk mengidentifikasi kosakata khas, struktur morfologis dan sintaksis, serta gaya bahasa figuratif yang membentuk ciri kepengarangan Andrea Hirata. Analisis data menggunakan model analisis flow model of analysis mencakup tiga tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stilistika novel Laskar Pelangi tidak hanya tampak dalam alur cerita yang inspiratif, tetapi juga dalam kekayaan leksikal yang mencerminkan latar sosial, budaya, dan pendidikan penulis. Secara morfologis, penggunaan afiksasi, reduplikasi, dan pemajemukan memperkaya struktur kata, sementara secara sintaksis, susunan wacana dan kalimat disusun secara dinamis dan komunikatif. Gaya bahasa figuratif seperti metafora, personifikasi, simile, idiom, dan hiperbola memberikan nuansa estetis dan emosional, memperkuat keterikatan pembaca terhadap teks. Novel Laskar Pelangi menunjukkan stilistika yang khas dan berkontribusi pada daya tarik estetik karya sastra modern Indonesia.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BABAD TANAH JAWA Hidayah Budi Qur'ani
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v7i2.918

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam teks Babad Tanah Jawa.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif . Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik noninteraktif. Teknik pengumpulan data noninteraktif dengan melakukan pembacaan secara intensif dari babad dan melakukan pencatatan secara aktif dengan metode content analysis. Content analysis atau analisis isi dipergunakan untuk menganalisis dokumen sehingga diketahui isi dan makna yang terdapat dalam dokumen tersebut. Dalam teks Babad Tanah Jawa terdapat tiga nilai pendidikan karakter yang dominan. Nilai-nilai pendidikan karakter tersebut diantaranya (1) Nilai Karakter Religius yang digambarkan melalui sikap yang sesuai dengan agama yang dianut, (2) Nilai Karakter Semangat Kebangsaan yang digambarkan melalui semangat mengusir penjajah di tanah Mataram, dan (3) Nilai Karakter Cinta Tanah Air yang digambarkan melalui kegigihan menjaga tanah kerajaan agar tidak diambil oleh kerajaan lain.
Mental Health Crisis and World Wars: A Semiotic Analysis of Alfred Hayes' Three Selected Poems Afraah S. A.; Eko Suwargono; Dina Dyah Kusumayanti
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 12, No 2 (2023): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v12i2.5293

Abstract

This article moots mental health crisis qua the impact of World Wars in Alfred Hayes' three selected poems: 'Singleman' (1936), 'The Shrunken Head' (1948), and 'The Slaughter-House' (1943). This research utilizes Michael Riffaterre's Semiotics of Poetry theory to dissect the purport and significance of the selected odes and wields some contentions (UNICEF, SAMHSA, Mann, Conner, Afridi, and Larson) and chronicle qua hypogram to limn mental health crisis qua the impact of World Wars relevant to the increasing rate amount of mental health phenomenon nowadays. Qualitative research marks this study. This kind of research employs non-numerical data and dissection. The upshot of this probe divulges that these runes enunciate suicidal thought, insecurity, and shambles issue qua the yield of the fettle of ere war British colony's identification forfeit. AbstrakArtikel ini berbicara tentang krisis kesehatan mental sebagai akibat dari Perang Dunia dalam tiga puisi pilihan Alfred Hayes: 'Singleman' (1936), 'The Shrunken Head' (1948), dan 'The Slaughter-House' (1943). Penelitian ini menggunakan teori Semiotika Puisi oleh Michael Riffaterre untuk menemukan arti dan makna dari puisi-puisi pilihan tersebut dan menggunakan beberapa pendapat (UNICEF, SAMHSA, Mann, Conner, Afridi, and Larson) dan konteks sejarah sebagai hipogram untuk menggambarkan krisis kesehatan mental sebagai akibat dari Perang Dunia berkaitan dengan jumlah (tingkat) kecepatan gejala kesehatan mental yang meningkat saat ini. Penelitian kualitatif menandai kajian ini. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa puisi-puisi ini memberitahukan pemikiran bunuh diri, kegelisahan, serta masalah keadaan kacau balau sebagai hasil dari keadaan kehilangan jati diri masyarakat Inggris sebelum perang.
Cross-Cultural Comparative Literature as a Pedagogical Strategy in Advanced BIPA Classes Ayu Puspa Nanda; Helvy Tiana Rosa; Muhamad Fajar Rizkia; Rahmi Yulia Ningsih; Sifa Awalunisa Al Mugni
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 15, No 1 (2026): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v15i1.8577

Abstract

Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA) at the advanced level requires teaching strategies that focus not only on language proficiency but also on developing cultural competence and the courage to express oneself. This article examines the application of a cross-cultural comparative literature approach through the medium of folktales and poetry as a pedagogical strategy in teaching advanced BIPA. This study uses a reflective qualitative approach based on teaching experiences at Multimedia Nusantara University. This study involved a total of 10 subjects. The majority of the subjects came from South Korea, while the remaining came from Japan and Thailand. Data collection was conducted through participatory observation, audiovisual documentation in the form of storytelling and poetry reading activities, and learner portfolios. The results show that this strategy can significantly improve cultural awareness, learning motivation, courage to express oneself, and expressive language competence among BIPA learners. By using the cultural background and literary experiences of BIPA learners as a starting point, literature acts as an affective and cultural bridge that facilitates dialogic and meaningful learning. These findings offer a new pedagogical perspective in BIPA teaching that is oriented towards strengthening identity and cross-cultural literacy. Abstrak Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di tingkat lanjut memerlukan strategi pengajaran yang tidak hanya berfokus pada kemahiran berbahasa, tetapi juga pada pengembangan kompetensi budaya dan keberanian untuk mengekspresikan diri. Artikel ini mengkaji penerapan pendekatan sastra bandingan lintas budaya melalui media cerita rakyat dan puisi sebagai strategi pedagogis dalam pengajaran BIPA tingkat lanjut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif reflektif berdasarkan pengalaman mengajar di Universitas Multimedia Nusantara. Penelitian ini melibatkan total 10 subjek. Mayoritas subjek berasal dari Korea Selatan, sedangkan sisanya berasal dari Jepang dan Thailand. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, dokumentasi audiovisual dalam bentuk kegiatan bercerita dan pembacaan puisi, serta portofolio pembelajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini secara signifikan dapat meningkatkan kesadaran budaya, motivasi belajar, keberanian berekspresi, serta kompetensi berbahasa ekspresif pada pembelajar BIPA. Dengan menggunakan latar belakang budaya dan pengalaman sastra pembelajar BIPA sebagai titik tolak, sastra berperan sebagai jembatan afektif dan budaya yang memfasilitasi pembelajaran yang dialogis dan bermakna. Temuan ini menawarkan perspektif pedagogis baru dalam pengajaran BIPA yang berorientasi pada penguatan identitas dan literasi lintas budaya.
Sastra, Kota, dan Sumatera Barat: Perubahan Masyarakat Perkotaan dalam Karya Sastra Sudarmoko Sudarmoko
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v5i1.347

Abstract

Banyak penulis karya sastra dalam sastra Indonesia modern berasal dari Sumatera Barat. Sebagian karya sastra itu membahas persoalan masyarakat di Sumatera Barat. Artikel ini menelisik sebagian persoalan yang menjadi perhatian dari karya sastra yang dibahas, dalam kaitannya dengan persoalan urban atau perkotaan. Secara umum, tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran bagaimana perubahan sosial budaya yang diakibatkan oleh arus urbanisasi dan modernisme yang terjadi dan dialami oleh masyarakat Sumatera Barat. Secara khusus, karya sastra yang dibahas dalam artikel adalah prosa yang ditulis oleh para pengarang dari Sumatera Barat. Dengan demikian, pandangan para pengarang Sumatera Barat terhadap perubahan dan dinamika masyarakat kota yang ada di provinsi ini menjadi fokus tulisan ini, karena mereka mewakili masalah-masalah yang muncul dari lingkungan paling dekat dari pengarang. Dari pembacaan karya yang dibahas, persoalan pendidikan, kemiskinan, hubungan antar individu,perubahan kebiasaan, gaya hidup modern, hingga kebudayaan dan pengelolaannya menjadi persoalan yang diungkap dalam karya sastra. Resistensi terhadap pengaruh kehidupan kota dalam hubungannya dengan masyarakat pedesaan atau kampung, juga menjadi sebuah persoalan yang selalu tarik menarik dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini juga membuktikan bahwa karya sastra berfungsi sebagai medium yang penting untuk mengkritik pembangunan dan perubahan dari kehidupan masayarakat di perkotaan.
Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Novel 5 Cm Karya Donny Dhirgantoro Nasirudin Al Mustofa; Atiqa Sabardila
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 11, No 1 (2022): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v11i1.2580

Abstract

Someone who has read a novel must have a good personality and attitude. This study aims to describe the form of nationalism values in 5 cm by Donny Dhirgantoro. This study uses a qualitative descriptive method to view, analyze, and describe data regarding the values of nationalism in the novel. Data collected by listening and note-taking, while the analysis used analytical techniques according to Miles and Huberman. The results showed that the novel describes the lives of young people in implementing the values of nationalism in the form of (1) respect for the state symbol, (2) participation in the independence ceremony on top of Mount Semeru, and (3) sayings of the figures. From the results of the analysis, it can be said that the values of nationalism in the novel are used to invite the readers to have a spirit of nationalism and love for their nation.  AbstrakSeseorang yang telah membaca novel tentunya memiliki kepribadian dan sikap yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk nilai-nilai nasionalisme di dalam novel 5 cm karya Donny Dhirgantoro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk melihat, menganalisis, dan mendeskripsikan data mengenai nilai-nilai nasionalisme di dalam novel tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik menyimak dan mencatat, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis menurut Miles dan Huberman. Hasil analisis menunjukan bahwa novel 5 cm menggambarkan kehidupan kalangan muda dalam mengimplementasikan nilai-nilai nasionalisme berupa (1) penghormatan kepada simbol negara, (2) keikutsertaan dalam upacara kemerdekaan yang berada di atas puncak Gunung Semeru, dan (3) berbagai ucapan para tokoh. Hasil analisis menyimpulkan bahwa nilai-nilai nasionalisme di dalam novel 5 cm digunakan untuk mengajak para pembaca memiliki jiwa nasionalisme dan rasa cinta terhadap bangsanya.
REPRESENTASI IDENTITAS DAN ETNISITAS MINANG DALAM NOVEL PERSIDEN KARYA WISRAN HADI Sugiarti Sugiarti
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v2i2.406

Abstract

Identitas dan etnisitas merupakan konsep yang dikontruksi secara budaya. Keduanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan manusia. Pencirian tersebut memperkuat jati diri manusia sebagai makhluk berbudaya yang selalu berhadapan dengan gejala sosial yang ada dalam realitas kehidupan masyarakat. Keseluruhan gejala sosial yang ada dalam kehidupan tidak dapat dilepaskan dengan hasil cipta sastra. Dia merupakan khasanah budaya yang memiliki fungsi penting dalam membangun khasanah dunia sastra. Wisran Hadi dalam novel Persiden mengungkapkan gejala sosial yang terjadi pada masyarakat Minang dengan identitas rumah Bagonjong sebagai simbol etnis. Simbol ini mempunyai kekuatan mengatur perilaku manusia yang berada pada komunitas etnis yang tercermin dari subjektivitas dan individualitas dengan berbagai persoalan yang dihadapi. Simbol sebagai representasi identitas dan. etnisitas termasuk dua elemen yang inheren dan sensitif dalam diri masyarakat Minang. Dalam novel karya Wisran Hadi identitas dan etnisitas sebagai sesuatu yang hidup, bereksistensi dalam interaksi tokohtokoh dalam cerita. Proses interaksi dan interelasi antartokoh-tokoh dalam cerita mampu merepresentasikan berbagai hal terkait dengan rumah Bagonjong sebagai warisan leluhur, idealisme hidup terhadap warisan budaya, silsilah keluarga, pembagian hak warisan budaya, gayahidup masyarakat, prinsip hidup dalam menyikapi rasa malu, kedudukan suami hanya sebagai pembuat keturunan. Keseluruhan budaya, baik secara material dan nonmaterial merupakan kekuatan yang membentuk dalam satu kesatuan untuk menyatukan dengan ruh budaya Minangsecara total meskipun berbagai problem yang dihadapi tokoh tidak dapat terselesaikan.
Singularitas dan Identitas dalam Cerpen “Aroma Tanah Moncongloe” Wahyu Gandi G; Abdullah Abdullah
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 11, No 2 (2022): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v11i2.3592

Abstract

This study aims to uncover the praxis of singularity and self-identity (kedirian) as presented in a short story titled Aroma Tanah Moncongloe (ATM). This research uses a descriptive-qualitative method by applying the post-marxist perspective by Antonio Negri and Jean-Luc Nancy. The results signified that there is a labeling of identity constructed by the state as a form of uniformity that is in line with the empire or external power. This uniformity can be seen from the identity of former political prisoners who are isolated and find it difficult to find work. Through the concept of singularity and identity, the existence of political prisoner (ex-tapol) in turn is seen as bad, evil, and can pollute a clean society. On the other hand, this stigma forms a community of ex-tapol who were marginalized politically, socially, and economically. Furthermore, in the subject’s effort to grasp the singularity, there are two indications, shown by Nanni and the Moncongloe Tapol Community (KTM). Nanni is not tied to a single identity as a child (genealogical-biological), but tend to be an open-minded, rational, and trusting teacher (sociological). Meanwhile, KTM stands outside the global political order or empire which minimizes them being entangled in the global capitalist system.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membongkar praksis singularitas dan identitas kedirian sebagaimana dihadirkan teks cerpen Aroma Tanah Moncongloe (ATM). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan menerapkan perspektif post-marxisme Antonio Negri dan Jean-Luc Nancy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi labelisasi identitas yang dikonstruksi oleh negara sebagai bentuk penyeragaman yang sejalan dengan empire atau kekuasaan eksternal. Penyeragaman ini dapat dilihat dari identitas eks tapol yang terkucilkan dan sulit mendapatkan pekerjaan. Melalui konsep singularitas dan identitas, keberadaan eks tapol pada gilirannya dipandang sebagai sosok yang buruk, jahat, serta dapat mencemari masyarakat yang bersih. Stigmatitasi tersebut di sisi lain melahirkan komunitas eks tapol yang termarginalkan secara politik, sosial, dan ekonomi. Selanjutnya, upaya subjek merengkuh singularitas menunjukkan terdapat dua indikasi; yang diperlihatkan tokoh Nanni dan Komunitas Tapol Moncongloe (KTM). Nanni tidak terikat pada identitas yang tunggal sebagai seorang anak (genealogis-biologis), melainkan cenderung sebagai guru yang berpandangan terbuka, rasional, serta penuh kepercayaan (sosiologis). Sementara KTM berdiri diluar tatanan politik global atau empire yang meminimalisir mereka terjerat dalam sistem kapitalisme global.
Kajian Psikologi Tokoh Utama dalam Novel Babad Kopi Parahyangan Karya Evi Sri Rezeki sebagai Alternatif Bahan Ajar Sastra Indonesia Kelas XII Sopyan Hidayat; Mohamad Utsman Asy’ari; Ujang Jajat Jatmika; Shofia Fauziah Raihani
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 13, No 2 (2024): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v13i2.7829

Abstract

This research aims to determine the results of the analysis of literary psychology studies so that the author can convey the personality of the main character in the novel Babad Kopi Parahyangan by Evi Sri Rezeki and its relevance to Indonesian language learning in class XII high school. The method used in this research is qualitative descriptive research using Sigmund Freud's literary psychology approach. In the data collection process, the author chose a strategic method, namely reading and taking notes. The data collection technique was carried out using a purposive sampling technique. Checking the validity of the data found in this research uses reference materials supported by several theoretical references that the author has presented on theoretical basis. The data analysis technique that the author uses goes through several stages, including data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. As a result of the research that has been carried out, data was found through conversation transcripts as evidence of the inner problems of the characters, such as those experienced by Karim, who had the desire to become a famous coffee dealer in Parahyangan, lost his goal while sailing, then a feeling of revenge emerged against the Satria Foreman, who was the Satria Foreman. has the desire to rise to the rank of ship helmsman. Apart from that, inner conflict occurs because of problems with his past and several characters show conflict because Karim is forced to become a stagecoach driver. The findings in this research will be used as a proposal for teaching materials for Indonesian language learning in class by using this novel learning object, the author hopes that students will be able to assess the advantages and disadvantages of the novel, and be able to take positive values to apply in everyday life. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis kajian psikologi sastra sehingga penulis dapat menyampaikan kepribadian tokoh utama dalam novel Babad Kopi Parahyangan karya Evi Sri Rezeki serta relevansinya dengan pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud. Dalam proses pengumpulan data, penulis memilih cara yang strategis yakni membaca dan mencatat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan keabsahan pada data yang telah ditemukan dalam penelitian ini menggunakan bahan referensi yang didukung dengan beberapa referensi teori pada landasan teori. Teknik analisis data yang penulis gunakan melalui beberapa tahapan, diantaranya pengumpulan data, mereduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan, ditemukan data melalui transkrip percakapan sebagai bukti dari permasalahan batin para tokoh seperti yang dialami Karim memiliki keinginan untuk menjadi bandar kopi ternama di Parahyangan, kehilangan tujuan pada saat berlayar, kemudian muncul rasa dendam terhadap Mandor Satria yang dimana Mandor Satria memiliki keinginan untuk naik pangkat menjadi juru mudi kapal. Selain itu, konflik batin terjadi karena adanya permasalahan dengan masa lalunya serta beberapa karakter yang menunjukan konflik karena adanya paksaan Karim untuk menjadi kusir kereta pos. Temuan dalam penelitian ini akan dimanfaatkan sebagai usulan bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII dengan objek pembelajaran Teks Novel karena novel ini memenuhi syarat dijadikan sebagai bahan kajian dan analisis kepribadian tokoh dalam novel melalui unsur intrinsik dalam bentuk modul ajar. Dengan menggunakan objek pembelajaran novel ini penulis berharap siswa dapat menilai kelebihan dan kekurangan pada novel, serta mampu mengambil nilai positif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.