cover
Contact Name
Alvia Ahmad, S.Or., M.Or.
Contact Email
ojs.jurnap@ucp.ac.id
Phone
+6285922361300
Journal Mail Official
ojs.jurnap@ucp.ac.id
Editorial Address
Walenae, Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 92711
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik
ISSN : -     EISSN : 31235085     DOI : 10.65943
Core Subject :
Focus JURNAP publishes scholarly works in Public Administration with an emphasis on governance, public policy, and public service innovation. The journal prioritizes evidence-based studies situated in Indonesia and the broader Global South while remaining open to comparative and international perspectives. Scope Public Policy: formulation, implementation, evaluation, and impact. Governance & Institutions: collaborative/participatory governance, policy networks, co-production, regulatory governance. Public Sector Management: performance, accountability, integrity, anti-corruption, organizational behavior. Public Service Delivery: quality, user experience, inclusion of vulnerable groups, digital service transformation. Public HRM: merit system, competencies, leadership, ethics, organizational culture. Public Finance: planning–budgeting, value for money, fiscal transparency. Digital Transformation: e-government/SPBE, data governance, GovTech, smart city. Resilience & Risk: disaster governance, public health, climate adaptation and mitigation.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Analisis Kebijakan Pengembangan Ekowisata di Kabupaten Bone: Tantangan dan Strategi Berkelanjutan erviandy erviandy; awaluddin amrin; Abd. Kahar; Muh. Fadhil Supriadi; Andi Wirawan Risal; Faradhiya Jinan Bastini
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 1, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/jurnap.issue.2025.v1.i1.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan ekowisata berkelanjutan di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan fokus pada aspek aksesibilitas dan fasilitas, partisipasi masyarakat, serta pengelolaan sumber daya alam. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi kebijakan lokal. Informan penelitian terdiri dari pejabat pemerintah daerah, pengelola destinasi ekowisata, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha lokal yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara tematik dengan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas dan fasilitas di destinasi ekowisata di Bone masih terbatas, termasuk jalan, transportasi publik, papan informasi, tempat sampah, dan sarana keselamatan. Partisipasi masyarakat lokal bervariasi, dengan beberapa komunitas aktif mengelola destinasi dan program konservasi, sementara komunitas lain masih pasif karena keterbatasan kapasitas dan akses informasi. Pengelolaan sumber daya alam di kawasan mangrove relatif baik, namun beberapa lokasi pantai dan danau mengalami degradasi akibat praktik wisata yang kurang terkontrol. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif yang menggabungkan peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan konservasi lingkungan untuk mencapai pengembangan ekowisata yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika pengelolaan ekowisata di daerah pesisir Indonesia, sekaligus menjadi acuan bagi perumusan strategi kebijakan yang mampu meningkatkan pengalaman wisatawan, memberdayakan masyarakat lokal, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Ekowisata Kabupaten Bone: Perspektif Pembangunan Berkelanjutan Triadi Feby; Ade Fariq Ashar; Abu Bakar; Alvia Ahmad; Edhi Kurniawan
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 1, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/jurnap.issue.2025.v1.i1.4

Abstract

Ekowisata menjadi strategi penting dalam pembangunan berkelanjutan karena menggabungkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial-budaya. Kabupaten Bone memiliki potensi besar di sektor bahari, budaya, dan alam, namun pengelolaannya masih terkendala regulasi spesifik, koordinasi lintas-OPD, kapasitas SDM, pendanaan, dan ancaman degradasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, wawancara, dan observasi untuk menganalisis kebijakan daerah dalam perspektif pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ekowisata Bone masih bersifat umum dalam RPJMD dan belum terintegrasi secara utuh dengan prinsip triple bottom line. Model Community-Based Ecotourism (CBT) dinilai potensial untuk memperkuat peran masyarakat, sedangkan kolaborasi multipihak berbasis Quintuple Helix menjadi prasyarat utama dalam mewujudkan tata kelola ekowisata berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan teori kebijakan ekowisata dalam kerangka pembangunan berkelanjutan serta memberikan rekomendasi praktis berupa pembentukan perda ekowisata, penguatan SDM lokal, zonasi berbasis daya dukung lingkungan, dan optimalisasi teknologi digital.
Pengelolaan Berkelanjutan Ekowisata Bahari dan Sport Tourism Berbasis Masyarakat di Desa Bulu-Bulu, Kecamatan Tonra syarifuddin HM; Nurul Aisyah; Abd. Kahar; Andi Gagah Purnama; Andi Nurqamal Ady Putra
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 1, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/jurnap.issue.2025.v1.i1.5

Abstract

Ekowisata bahari dan sport tourism merupakan dua bentuk pariwisata berkelanjutan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Desa Bulu-Bulu, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memiliki potensi bahari yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat, terutama dalam integrasi wisata bahari dan sport tourism. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah 40 publikasi (jurnal, prosiding, dan buku) terkait pengelolaan ekowisata, sport tourism, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil telaah menunjukkan bahwa pengelolaan ekowisata bahari berbasis masyarakat menekankan pada partisipasi aktif komunitas lokal, konservasi ekosistem laut, serta diversifikasi atraksi wisata melalui sport tourism, seperti snorkeling, diving, canoeing, hingga lomba perahu tradisional. Model pengelolaan yang diusulkan bagi Desa Bulu-Bulu adalah model kolaboratif multipihak dengan memperkuat kapasitas pemuda desa sebagai agen perubahan, memanfaatkan promosi digital, serta menyinergikan program pemerintah daerah dengan inisiatif masyarakat. Dengan demikian, Desa Bulu-Bulu berpotensi menjadi destinasi unggulan ekowisata bahari dan sport tourism yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Kebijakan Ekowisata Kabupaten Bone: Antara Pelestarian Lingkungan dan Penguatan Ekonomi Daerah muhammad asdar; A. Fahsar M. Padjalangi; Herianti Herianti; Zulnadila Zulnadila; Muhammad Rijal Kasim
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 1, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/jurnap.issue.2025.v1.i1.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan ekowisata di Kabupaten Bone dengan pendekatan yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi lokal, serta mengeksplorasi peran masyarakat dalam implementasi kebijakan tersebut. Pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus digunakan, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Bone memiliki potensi ekowisata yang kaya, termasuk hutan mangrove, pantai alami, dan kawasan pegunungan, yang mendukung kegiatan wisata berbasis alam dan edukasi lingkungan. Kendala utama yang diidentifikasi mencakup keterbatasan infrastruktur, kurangnya koordinasi antarinstansi pemerintah, dan partisipasi masyarakat yang belum optimal. Penelitian menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat lokal, melalui pengelolaan homestay, pemandu wisata, dan program konservasi, meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan dan keberlanjutan ekosistem. Integrasi antara pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi lokal menciptakan model ekonomi sirkular, di mana keberlanjutan lingkungan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan kebijakan ekowisata yang efektif, berkelanjutan, dan memberdayakan masyarakat lokal di Kabupaten Bone maupun daerah lain di Indonesia.
Ekowisata Bawah Laut Tangkulara Bajoe: Kajian Potensi, Tantangan, dan Model Pengembangannya awaluddin amrin; Abu Bakar; A. Fahsar M. Padjalangi; Nurul Aisyah Azis; Ayu Widya Listari; Syuaib Syuaib; Hardiansyah Hardiansyah; Fitri Hardianti Wijaya
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 1, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/jurnap.issue.2025.v1.i1.7

Abstract

Ekowisata bahari semakin dipandang sebagai strategi pembangunan berkelanjutan karena mampu menjaga ekosistem, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan pengalaman edukatif bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi, tantangan, serta merumuskan model pengembangan ekowisata bawah laut di kawasan Tangkulara Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan pendekatan SWOT untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tangkulara Bajoe memiliki potensi ekowisata yang cukup besar, ditandai dengan kejernihan perairan, tutupan terumbu karang yang masih terjaga, keanekaragaman biota laut, serta keterbukaan masyarakat terhadap peluang usaha wisata. Namun, pengembangan kawasan ini menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, kelemahan kelembagaan, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta ancaman praktik perikanan destruktif dan dampak perubahan iklim. Analisis SWOT menegaskan perlunya strategi penguatan potensi ekologis dan sosial melalui peningkatan kapasitas lokal, penyediaan infrastruktur, promosi digital, serta pengaturan zonasi laut. Model pengembangan yang diusulkan adalah ekowisata berbasis komunitas dengan dukungan multipihak, di mana masyarakat berperan sebagai aktor utama dalam pengelolaan destinasi, pemerintah menyediakan regulasi dan infrastruktur, serta NGO maupun swasta mendukung promosi dan pendampingan konservasi. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengayaan literatur mengenai ekowisata bahari berbasis masyarakat di kawasan yang relatif belum banyak diteliti, sekaligus menawarkan implikasi praktis berupa strategi pengelolaan yang dapat dijadikan rujukan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
Kesiapan Sosial Mahasiswa Administrasi Publik dalam Menghadapi Implikasi Sosial Artificial Intelligence pada Transformasi Birokrasi Digital: Studi Kasus  Universitas Cahaya Prima Ismail Ismail; Andi Hasri Tri Ulandari; Marhati Marhati; Riswan Setiawan
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 3, Issue 1, 2026
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/jurnap.2026.v1.i2.53

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam birokrasi publik menuntut kesiapan sosial sumber daya manusia, khususnya mahasiswa administrasi negara sebagai calon aparatur negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan sosial mahasiswa Ilmu Administrasi Publik (Ilmu Administrasi Negara) Universitas Cahaya Prima dalam menghadapi implikasi sosial penerapan AI dalam birokrasi publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki kesiapan sosial awal, namun belum berkembang secara optimal. Pada dimensi kognitif, pemahaman terhadap AI masih terbatas pada aspek teknis dan fungsional. Pada dimensi afektif, mahasiswa menunjukkan sikap positif terhadap pemanfaatan AI, meskipun disertai kekhawatiran mengenai berkurangnya peran manusia dan potensi ketidakadilan algoritmik. Pada dimensi psikomotorik, mahasiswa mampu memanfaatkan AI dalam kegiatan akademik, tetapi belum sepenuhnya disertai kesadaran etis dan reflektif. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi literasi AI dan etika publik dalam pendidikan administrasi publik serta memberikan kontribusi akademik berupa penguatan kerangka konseptual kesiapan sosial tiga dimensi dalam konteks transformasi birokrasi berbasis kecerdasan buatan.
Model Tata Kelola Air Belhamagu: Tinjauan Pustaka Keberlanjutan dan Reformasi Administrasi Pelayanan Air Rafi Kholikin; Dumanita Tamba; Adi Irfan Marjuqi
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 3, Issue 1, 2026
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/2c8bkn52

Abstract

This study conducts a systematic literature review of the Belhamagu communal water governance model in Belu Regency, East Nusa Tenggara, Indonesia. Following the PRISMA guidelines, an initial identification of 495 documents from Scopus, Web of Science, Google Scholar, and DOAJ (2014–2024) was screened based on inclusion criteria: peer-reviewed articles, theses/dissertations, or official government reports; focus on institutional, governance, or sustainability aspects of communal water management; geographic context of Indonesia or similar socio-ecological regions; and availability in Indonesian or English. After a layered screening process, 25 publications were selected for in-depth thematic analysis. The findings reveal that Belhamagu operates on communal institutional principles aligned with Ostrom’s design theory, featuring non-hierarchical kinship-based structures, graduated sanction systems, and seasonally adjusted water allocation rules. The model not only ensures sustainable water access but also generates public value through social cohesion, distributive justice, and ecosystem preservation. The study contributes theoretically to collaborative governance (by demonstrating subsidiarity and power asymmetry), public value management (water as a social right versus commodity), adaptive governance (non-hierarchical feedback loops), and administrative reform (proposing a hybrid governance model that integrates local wisdom into formal public policy). This research addresses critical knowledge gaps by building theoretical bridges between local practices and global discourse, offering a blueprint for inclusive, responsive, and context-sensitive public sector transformation in Indonesia and beyond.
Evolution, Technique, and Aesthetic Value of Silk Fabric: A Review of Recent Literature Feby Triadi
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 1, Issue 1, 2024
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/666mg521

Abstract

Silk fabric has long been a symbol of luxury and a cultural representation of traditional artisan communities. This research adopts an ethnographic approach to explore production practices, weaving techniques, motifs and social meanings of silk fabric in craftsmen communities. Data was collected through participant observation, in-depth interviews, and visual documentation, and analyzed thematically to understand the relationship between production techniques, material quality, and aesthetic value. The research results show that the process of making silk cloth not only integrates local knowledge and cultural symbolism, but also technical innovation that adapts to modern market needs. These findings emphasize the importance of preserving textile heritage through sustainable approaches, while providing an empirical contribution to the textile literature and material culture studies. These findings provide a basis for developing strategies for empowering artisan communities, product innovation, and conservation of local wisdom in the contemporary textile industry.
Embroidering Identity: Women and Bugis Silk Weaving from an Ethnographic Perspective Feby Triadi
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 2, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/cgqpm587

Abstract

Bugis silk weaving is a rich cultural heritage, where women play a key role in the production process. This research uses a qualitative ethnographic approach to explore how women craftsmen embroider cultural identity through weaving practices, traditional motifs, and technical innovation. Data was collected through participant observation, in-depth interviews, and visual documentation, then analyzed thematically to reveal the relationship between technical skills, motif creativity, and the symbolic value attached to silk fabric. The research results show that women craftsmen not only maintain traditional techniques, but also adapt motifs and production processes to modern market demands, so that silk weaving functions as a medium for cultural expression, women's empowerment, and community identity. This study confirms the importance of preserving traditional practices through sustainable approaches, as well as providing an empirical contribution to the understanding of the role of women in the preservation of textile heritage and innovation in material culture.
Profit Sharing System in Bugis Agriculture: Ethnographic Study in South Sulawesi Feby Triadi Triadi
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 2, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/62febp40

Abstract

The profit sharing system is a traditional mechanism that influences the economic and social structure of Bugis agriculture, especially in income distribution, relationships between farmers, and management of production risks. This research uses a qualitative ethnographic approach to explore farmers' practices, perceptions and strategies in dealing with the profit sharing system. Data was collected through in-depth interviews with farmers and capital owners, participatory observation on agricultural land, and analysis of local documentation related to production sharing agreements. Thematic analysis was carried out to identify decision-making patterns, profit sharing mechanisms, and farmers' adaptation to production risks and uncertainties. The research results show that the success of a profit-sharing system depends on transparency, social agreement, and community negotiation skills, where farmers actively adjust production and profit-sharing strategies to make them fair and sustainable. This study emphasizes the importance of the profit sharing system as a means of risk management, preserving traditions, and economic empowerment of the Bugis agricultural community.

Page 1 of 3 | Total Record : 25