LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"vol 45 no 2 (2011)"
:
11 Documents
clear
Potensi Pengembangan EOR untuk Peningkatan Produksi Minyak Indonesia
Usman Pasarai
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.687
Basis data cadangan minyak dan gas bumi yang dikelola LEMIGAS menunjukkan bahwasekitar 62% dari isi awal minyak ditempat masih tertinggal dalam reservoar setelah pengurasanprimer dan sekunder. Jumlah terbesar dari potensi enhanced oil recovery (EOR) tersebut beradadi wilayah Sumatera Tengan dan Selatan. Dominan dari potensi ini merupakan kandidat aplikasiEOR injeksi kimia dan CO2. Sebagian kecil saja dari minyak ini dapat diproduksi akan memberikontribusi yang berarti dalam meningkatkan produksi minyak Indonesia di masa mendatang.Implementasi EOR adalah proses yang kompleks dan setiap reservoar memerlukan spesifikoperasi dan fluida injeksi. Oleh karena itu, proses evaluasi dan pengembangan proyek EORperlu dilakukan sistimatis dan bertahap dari seleksi, evaluasi, uji coba hingga tahap aplikasi dilapangan. Berbagai inovasi teknologi telah dikembangkan untuk menghasilkan perbaikan dalamproses EOR. Paper ini menguraikan potensi EOR Indonesia serta sebarannya dan bidang riset yangperlu dikembangkan LEMIGAS untuk mendukung aplikasi EOR secara komersial di Indonesia.Sepintas deskripsi mengenai teknologi EOR juga disertakan dalam paper ini.
Injeksi Surfaktan Polimer dengan Pola Quartered Five Spot pada Reservoir Minyak
Edward ML Tobing
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.688
Hasil screening metoda Enhanced Oil Recovery (EOR) pada reservoir minyak “Q†menunjukkanbahwa metoda EOR yang cocok diterapkan adalah injeksi kimia surfaktan-polimer. Uji terhadapair formasi, minyak, surfaktan dan polimer, serta penentuan campuran surfaktan-polimer untukinjeksi pada reservoir tersebut telah dilakukan. Campuran konsentrasi optimum yang diperolehterdiri atas 0.005% berat surfaktan dan 0.05% berat polimer. Pemodelan simulasi injeksi surfaktanpolimerke dalam reservoir minyak dengan pola quartered five spot telah dilakukan menggunakansimulator injeksi kimia tiga dimensi UTCHEM. Model tersebut digunakan untuk mengetahuipengaruh injeksi surfaktan-polimer tersebut terhadap peningkatan perolehan minyak. Denganmenggunakan konsentrasi surfaktan-polimer tersebut di atas, yang kemudian dinyatakan sebagaibase case dengan rancangan urutan injeksi terdiri atas 0.65 PV air formasi yang dilanjutkan dengan0.4 PV Surfaktan-Polimer dan kembali dilakukan injeksi 1.45 PV air formasi, dan menghasilkankumulatif perolehan minyak sebesar 79.52% OOIP. Berdasarkan model base case tersebut,selanjutnya dilakukan uji sensitivitas perolehan minyak terhadap parameter volume kumulatifinjeksi air dan surfaktan-polimer, konsentrasi surfaktan dan polimer. Dari hasil uji sensitivitas,kemudian dipilih dari ketiga parameter tersebut yang optimum dan menghasilkan kumulatifperolehan minyak sebesar 85.1% OOIP.
Efek Berat Molekul Polietilen Glikol (PEG) pada Membran Selulosa Asetat terhadap Selektifitas Pemisahan Gas CO2/CH4
Anda Lucia;
Adiwar Adiwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.689
Pemisahan gas CO2 pada gas alam telah dilakukan dengan distilasi kriogenik dan adsorpsi.Namun belakangan ini, proses pemisahan CO2 menggunakan membran menunjukan cukupberpotensi dikarenakan kesederhanaannya, mudah dikontrol, kompak, murah dan pemakaian energiyang sedikit. Penggunaan membran dengan fasilitas perpindahan lebih menarik perhatian sepertimembran dengan pembawa tetap (fixed carrier) karena mempunyai kelebihan yaitu disampingdaya tahan yang cukup baik, juga dapat ditingkatkannya permeabilitas dan selektifitas membranterhadap pemisahan gas diakibatkan reaksi reversible antara pembawa dalam membran. Penelitianini diarahkan pada pemakaian PEG dengan berbagai berat molekul sebagai pembawa tetap danbertujuan untuk mengetahui pengaruh berat molekul PEG terhadap selektifitas pemisahan. Membrandengan pembawa PEG dapat menghasilkan laju permeasi sebesar 2.55 x 10–6 cm3 (STP) cm-2 s-1cm Hg pada tekanan 20 psi.
Pemodelan Sekuestrasi Gas CO2 pada Saline Aquifer dengan Mekanisme Perubahan Fase dan Alterasi Mineral
Septi Anggraeni;
Edward ML Tobing
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.690
Salah satu teknologi yang dapat diterapkan untuk mengatasi terbuangnya emisi gas CO2 keatmosfir bumi dari industri yang menggunakan bahan bakar fosil adalah Carbon Capture andStorage (CCS). Dengan teknologi ini emisi gas CO2 dapat dipisahkan, disalurkan dan kemudiandiinjeksikan ke tempat penyimpanan (sekuestrasi) di formasi geologi, atau dalam rangka penerapanEnhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi dari reservoir minyak pada tahaptersier. Emisi gas CO2 tersebut dapat juga disimpan pada depleted reservoir gas, lapisan batubaraatau saline aquifer (reservoir air bersalinitas tinggi). Sebagai tempat penyimpanan gas CO2,saline aquifer dianggap cukup aman karena dengan berjalannya waktu, maka gas CO2 yang larutdalam air garam akan mengalami proses mineralisasi dan pengendapan. Di dalam reservoir salineaquifer, mekanisme penyimpanan gas CO2 terdiri atas tiga tahap yaitu pada tahap pertama, gasCO2 akan disimpan sebagai gas atau fluida supercritical pada reservoir yang mempunyai lapisantidak permeabel sebagai lapisan penutup (cap rock). Pada tahap kedua, gas CO2 akan larut kedalam air yang mengakibatkan perubahan sifat kebasaan air dan memengaruhi kelarutan mineralyang terkandung dalam batuan. Dan tahap ketiga, gas CO2 akan berinteraksi dengan mineralyang terkandung dalam batuan dan menghasilkan mineral baru yang dapat menyimpan gas CO2.Pemodelan simulasi sekuestrasi gas CO2 pada saline aquifer berbentuk radial satu dimensi telahdilakukan dengan menggunakan simulator ToughReact yang dapat merepresentasikan mekanismepenyimpanan gas CO2 tersebut diatas dan memperkirakan kapasitas atau kemampuan reservoirmenyimpan gas CO2. Selain itu dapat diketahui penyebaran distribusi saturasi gas CO2, perubahanpH yang mengakibatkan proses geokimia antara gas CO2 dengan mineral dalam batuan pasir sertamineral yang terbentuk dari proses geokimia, dan perubahan porositas akibat perubahan mineral.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi gas CO2 yang dapat tersekuestrasi secara permanenpada saline aquifer untuk laju alir injeksi sebesar 90 kg/detik, 140 kg/detik dan 190 kg/detik selama10 tahun masing masing sebesar 28.4 juta ton, 44.2 juta ton, dan 60.0 juta ton CO2.
Gas Bumi untuk Bahan Bakar Gas dan Bahan Baku Petrokimia
A.S Nasution;
Abdul Haris;
Morina Morina;
Leni Herlina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.691
Gas bumi adalah suatu campuran gas hidrokarbon yang dipakai baik sebagai bahan bakar gasmaupun dapat dikonversi menjadi produk petrokimia, bahan bakar minyak sintetik dan bahan dasarpelumas sintetik. Pemakaian gas bumi untuk bahan bakar gas, bahan baku untuk industri petrokimia,bahan bakar minyak sintetik dan bahan dasar pelumas disajikan pada makalah ini.
Pemilihan Umpan Kilang Berdasarkan Pendekatan Jenis Minyak Bumi dan Perolehan Distilasi
Maizar Rahman;
Yuflinawati Away;
Baity Hotimah;
Adiwar Adiwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.692
Lemigas sebagai Litbang lewat program Evaluasi Mutu Minyak Bumi telah menginventarisasijenis dan karakter minyak bumi Indonesia. Data jenis dan karakter minyak bumi Indonesia initelah disajikan dalam Buku Minyak Bumi Indonesia edisi 1 sampai 4 dan Pangkalan Data MinyakBumi Indonesia versi 1 sampai 3. Beberapa program atau pendekatan seperti Crude Oil Blendingdan Crude Oil Grading telah disusun untuk memanfaatkan data jenis dan karakter minyak bumiIndonesia tersebut. Dalam makalah ini dikemukakan suatu cara pemilihan minyak bumi substitusiumpan kilang sebagai pengganti minyak bumi umpan disain kilang. Cara pemilihan ini dilakukanlewat pendekatan jenis minyak bumi dan perolehan distilasi. Pendekatan lewat jenis minyak bumidilakukan untuk mendapatkan sifat produk minyak bumi yang dihasilkan sama atau lebih baikdari sifat produk yang dihasilkan umpan disain kilang. Pendekatan lewat yield distilasi dilakukanuntuk mendapatkan perolehan produk bumi yang dihasilkan sama atau mendekati perolehan produkyang dihasilkan umpan disain kilang. Pemilihan minyak bumi baik dalam bentuk individual ataudalam bentuk blending sebagai pengganti minyak bumi Katapa dari sejumlah minyak bumi, yangdikemukakan dalam makalah ini sebagai contoh kasus menghasilkan dua minyak bumi individualdan satu minyak bumi blending yang dapat dipakai sebagai pengganti minyak bumi Katapa.
Efisiensi Katalitik Konverter dalam Mengurangi Emisi Karbon Monoksida dan Hidrokarbon pada Bahan Bakar Bensin 88
Maymuchar Maymuchar;
Dimitri Rulianto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.693
Karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) merupakan sebagian dari gas buang produk dariproses pembakaran pada mesin kendaraan. Salah satu usaha untuk mengurangi gas buang ini adalahdengan menggunakan teknologi aftertreatment. Teknologi aftertreatment pada kendaraan berbahanbakar bensin adalah katalitik konverter. Proses oksidasi yang terjadi pada katalitik konverter akanmengubah sebagian CO dan HC menjadi CO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui effisiensikatalitik konverter pada kendaraan yang berbahan bakar bensin 88 tanpa timbal. Pengukuran emisigas buang dilakukan sebelum uji jalan (0 km), setiap 2.500 km sampai 10.000 km. Effisiensikatalitik konverter dalam menurunkan emisi CO sebesar 31,4% pada jarak tempuh 0 km danmenurun menjadi 25,9% pada jarak tempuh 10.000 km. Sedangkan effisiensi katalitik konverterdalam menurunkan emisi HC sebesar 29,9% pada jarak tempuh 0 km dan menurun menjadi 13,2%pada jarak tempuh 10.000 km. Kandungan sulfur dan timbal serta teknologi mesin menjadi faktormempercepat turunnya efisiensi katalitik konverter.
Oksidasi Katalitik Karbon Monoksida pada Katalis Pt-Zeolit Alam Berpromotor Serium
Chairil Anwar;
Maizar Rahman
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.694
Oksidasi katalitik karbon monoksida dilakukan menggunakan katalis yang dipreparasi dariplatina (Pt) sebagai logam aktif, promotor logam serium (Ce) dan berpenyangga zeolit alam.Preparasi katalis dilakukan dengan metode impregnasi basah secara bertahap dengan variasikonsentrasi Ce dan urutan impregnasi Ce. Prekursor katalis kemudian dikalsinasi, direduksi dandikarakterisasi. Hasil karakterisasi menggunakan difraktometer sinar-x menunjukkan adanyaperbedaan ukuran partikel dan ragam spesies logam Pt. Aktivitas katalitik pada oksidasi karbonmonoksida memberikan hasil konversi terbaik sebesar 99,63% pada temperatur 700°C.
Pengujian kinerja terbatas Minyak Solar Bertitik Nyala 55oC dan 52oC pada Bangku Uji Multisilinder
Emi Yuliarita
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.695
Dalam penelitian terdahulu telah dilakukan pembuatan bahan bakar minyak solar 48 bertitiknyala 55oC dan 52oC melalui cutting distillation. Dari hasil analisis sifat-sifat fisika/kimia masingmasingminyak solar bertitik nyala 55oC dan 52oC yang didapatkan, dapat memenuhi spesifikasiminyak solar 48 yang di tetapkan pemerintah sesuai dengan surat keputusan Dirjen Migas No.3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006. Selanjutnya untuk melihat kinerja (performance)dari masing-masing bahan bakar tersebut maka dilakukan pengujian kinerja terbatas terhadapmasing-masing bahan bakar minyak solar bertitik nyala 55oC dan 52oC pada bangku uji multisilinder(Multisylinder Test Bench) dengan menggunakan mesin diesel Isuzu 4JA1) pada tiga kategoribeban. Hasil uji kinerja secara keseluruhan memperlihatkan bahwa minyak solar bertitik nyala55oC dan 52oC sedikit lebih kecil dari minyak solar bertitik nyala 60oC. Namun emisi gas buangkepekatan asap/opasitas minyak solar bertitik nyala 55oC dan 52oC jauh lebih rendah disbandingminyak solar bertitik nyala 60oC.
Fluida Incompressible sebagai Penyalur Tenaga dalam Sistem Hidrolik Tertutup
Rona Malam Karina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 2 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.45.2.696
Fluida incompressible adalah cairan yang penggunaannya sebagai penyalur tenaga dalam sistemhidrolik karena sifatnya dalam sistem tertutup seperti dalam sistem bejana berhubungan, yangdapat juga disebut minyak rem. Kerja sistem rem dari master silinder ke piston untuk mentransferenergi mekanis dapat menghasilkan panas akibat gesekan antara minyak rem dengan permukaansalurannya. Kondisi tersebut menyebabkan minyak rem harus memiliki spesifikasi khususberkaitan dengan perubahan suhu, yaitu titik didih dan sifatnya yang tidak berubah drastis padasuhu tinggi. Penelitian ini bertujuan menghasilkan formula minyak rem DOT 3 untuk kendaraanbermotor menggunakan bahan dasar dan pelarut kimia dengan perbandingan komposisi ± 20%dan ± 80%, serta ditambahkan sedikit aditif. Hasil yang diperoleh dari analisis karakteristik fisikakimia serta semi unjuk kerjanya menunjukkan bahwa dari empat formula yang dirancang terdapatsatu formula yang hasil analisisnya memenuhi syarat spesifikasi minyak rem DOT 3, yaitu formulaFMR 4. Namun, kualitas yang sebenarnya dapat dilihat dalam uji performa apabila diaplikasikanpada sistem pengereman kendaraan bermotor.