cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
IDENTIFIKASI MOTIVASI PELAJAR PEREMPUAN MENGIKUTI OLAHRAGA BELADIRI AMANI, MUZAKIR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Olahraga merupakan kegiatan aktivitas fisik yang dapat dilakukan oleh semua kalangan umur, dari anak-anak hingga lanjut usia, baik laki-laki maupun perempuan. Namun kenyataan pada masyarakat, olahraga yang memiliki ciri dengan kekerasan, kekuatan, kecepatan, keberanian, dan kepemimpinan, merupakan ciri yang diidentikkan dengan laki-laki. Lebih khusus pada cabang olahraga beladiri, yang merupakan jenis olahraga pertarungan yang bersifat keras dan memiliki resiko cedera yang sangat besar. Tentu hal tersebut berbanding terbalik dengan ciri perempuan feminim yang bersifat anggun, lemah lembut, cantik, dan penuh kasih sayang. Maka dari itu, dilakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi motivasi pelajar perempuan untuk mengikuti olahraga beladiri. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan desain deskriptif kuantitatif (non-eksperimen) yang bertujuan mengungkapkan informasi sebanyak-banyaknya dari responden tanpa memberikan suatu perlakuan. Sampel dalam penelitian adalah atlet cabang olahraga beladiri pada nomor fight seperti, gulat, tinju, muay thai, mix martial arts (MMA), yang masih berstatus pelajar maupun mahasiswa di UKM Gulat Unesa, UKM Tinju Unesa, Upperground MMA, Unicombat Academy. Sehingga total responden keseluruhan adalah 30 orang. Dalam penelitian ini instrument yang digunakan adalah angket motivasi pelajar mengikuti olahraga beladiri, yang berjumlah 28 pernyataan dan terbagi dalam 2 faktor, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, distribusi frekuensi, dan uji regresi. Hasil persentase motivasi pelajar perempuan mengikuti olahraga beladiri terhadap 30 responden pada UKM Gulat Unesa, UKM Tinju Unesa, Upper Ground MMA, Unicombat Academy terdiri dari tingkatan 5 kategori, dari yang ?sangat tinggi? (10%) berjumlah 3 orang, ?tinggi? (63,3%) berjumlah 19 orang, ?sedang? (6,7%) berjumlah 2 orang, ?rendah? (20%) berjumlah 6 orang, dan ?sangat rendah? adalah (0%). Selain itu juga dilakukan analisis data menggunakan uji regresi, yang dapat diketahui bahwa semua indikator dalam faktor motivasi intrinsik maupun ekstrinsik berpengaruh signifikan terhadap motivasi pelajar perempuan untuk berpartisipasi dalam olahraga beladiri. Hal ini diambil dengan cara membandingkan nilai signifikan dengan nilai probabilitas 0,5. Dari sekian banyak indikator baik faktor motivasi intrinsik dan ekstrinsik, yang menjadi alasan paling besar responden dalam mengikuti olahraga beladiri adalah indikator orang tua dengan nilai T-hitung 20,597 dan koefisien 1,050. Kata kunci : Motivasi, Pelajar Perempuan, Beladiri. Abstract Sport is a physical activity which can be performed by all ages, from children until the old, even men and women. However, in the social reality, stringent, strength, speed, courage, and leadership sports are categorized as men sport. Specifically in martial arts, It is so violence and has a very high risk of injury. It is contradict with the woman?s characteristics which are graceful, calm, beautiful and lovely. This study aims to determine the motivation of female students to participate in martial arts. This study is descriptive research which was conducted by using descriptive quantitative design (non-experimental). The samples in the study were 30 martial arts athletes such as wrestling, boxing, muay thai, and mix martial arts (MMA). All of research samples are undergraduate students at Surabaya State University (Unesa) who are also the member of wrestling club, Boxing club, Upper ground MMA club, and Unicomba Academy club. The research instrument is motivation questionnaires. There are intrinsic and extrinsic domain with 28 statements. The data analysis technique were validity test, reliability test, frequency distribution, and regression test. The results, female students motivation percentage consisted of 5 categories, from "very high" (10%) to 3 people, "high" ( 63.3%) totaling 19 people, "moderate" (6.7%) totaling 2 people, "low" (20%) totaling 6 people, and "very low" were (0%). Beside, data analysis was performed by using regression tests, which can be seen that all indicators in intrinsic and extrinsic motivation factors significantly influence the motivation of female students to participate in martial arts. Both intrinsic and extrinsic motivation influence the female athlete participation in martial arts. Furthermore, parents? support is the biggest reason respondents in participating in martial arts with a T-count value of 20.597 and a coefficient of 1.050. Keywords : Motivation, Female Students, Martial Arts.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEMAMPUAN GERAK DASAR PADA SISWA MI MIFTAHUL HUDA BLONGKO, KEC. NGETOS, KAB. NGANJUK KELAS IV, V, DAN VI IMAN WICAKSONO, NUR; NURHAYATI, FARIDHA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Status gizi dan kemampuan gerak dasar bagi siswa sekolah dasar merupakan hal yang penting. Status gizi sangat berpengaruh terhadap kemampuan gerak dasar siswa mulai dari lahir hingga ke masa yang akan datang. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kemampuan gerak dasar siswa kelas atas di MI Miftahul Huda Blongko Kecamatan Ngetos kabupaten Nganjuk. Jenis Penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan desain penelitian non-eksperimen. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Pengukuran Anthropometri untuk mengetahui status gizi dan Carpenter Motor Ability Test untuk mengukur kemampuan gerak dasar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi MI Miftahul Huda Blongko kelas atas yaitu kelas IV,V dan VI yang berjumlah 77 siswa pada tahun ajaran 2018-2019. Instrumen yang digunakan untuk mengukur Status gizi (Variabel bebas) adalah pengukuran Anhropometri (IMT/U). Sedangkan Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan gerak dasar (Variabel Terikat) menggunakan Carpenter Motor Ability Test yang meliputi Tes Kelincahan, Tes Kelentukan, dan Tes Keseimbangan. Teknik analisis data menggunakan rumus Koreasi Gamma pada aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara status gizi dengan kemampuan gerak dasar siswa sebesar -0.036. Pengujian hipotesis, diperoleh T tabel sebesar -0.190 sedangkan sig 0.849. hal ini berarti bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kemampuan gerak dasar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kemampuan gerak dasar siswa kelas atas MI Miftahul Huda Blongko Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Kata kunci: hubungan, status gizi, gerak dasar Abstract The nutritional status and basic mobility abilities for elementary school students are important. Nutritional Status has great affect to students in the basic mobility abilities from birth to their future. This research aims to determine the relationship of nutritional status with the basic mobility abilities of upper classes students in MI Miftahul Huda Blongko, Ngetos District, Nganjuk Regency. This research use a correlations study with non-experimental design research. The research instruments used are anthropometric measurements to know the nutritional status and Carpenter Motor Ability Tests to measure the basic mobility abilities. The subjects in this study are the upper classes students of IV, V, and VI school years in MI Miftahul Huda Blongko. There were 78 students in the 2018-2019 year. The first instrument which was used to measure the nutritional Status (as free variable) is the Anthropometric Measurements (BMI/U). The other instrument which was used to measure basic mobility abilities (as bounded variable) is the Carpenter Motor Ability Tests which includes agility tests, Flexibility tests, and balance tests. Gamma correlation formula in SPSS computing application was used for the data analysis. The study results showed correlations between the nutritional status and the students basic mobility abilities of -0.036. The hypothesis testing acquired T table is -0.190 whereas sig 0.849. This means that there is no significant relationship/ affect between the nutritional status and the basic mobility abilities. It can be concluded that there is no significant relationship/affect between the nutritional status and the basic mobility abilities in the upper classes students of MI Miftahul Huda Blongko Ngetos District, Nganjuk Regency. Keyword: relationship, nutritional status, basic mobility abilities
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SERVIS ATAS BOLAVOLI PADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 22 SURABAYA PUPUT SAFITRI, LUTHFIANA; INDAHWATI, NANIK
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) memiliki kelebihan menekankan proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi kehidupan nyata. Pembelajaran PJOK memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kepercayaan diri, keterampilan untuk melakukan aktivitas fisik dan keterampilan sosial nyang dapat diaplikasikan terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dan besarnya pengaruh penerapan model pembelajaran CTL terhadap hasil belajar servis atas bolavoli pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 22 Surabaya. Hasil yang diperoleh dalam penelitian adalah sebagai berikut: 1) Ada peningkatan hasil belajar servis atas bolavoli sebesar 15,86% dalam ranah pengetahuan dan 24,47% dalam ranah keterampilan; 2) Terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dibuktikan dengan hasil uji beda Indipendent T-test nilai signifikan ranah pengetahuan 0,002 ? 0,05 dan ranah keterampilan 0,001 ? 0,05. Disimpulkan bahwa ada pengaruh pada penerapan model pembelajaran CTL terhadap hasil belajar servis atas bolavoli pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 22 Surabaya, hal ini dibuktikan dari hasil penjabaran statistik bahwa nilai pengetahahuan thitung -7,666? ttabel 1,697 dengan Sig = 0,000 ? ? = 0,05 yang berarti menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dan nilai keterampilan thitung -7,097? ttabel 1,697 dengan Sig = 0,000 ? ? = 0,05 yang berarti menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Kata Kunci: pembelajaran kontekstual, servis atas bolavoli. Abstract Contextual Teaching and Learning (CTL) model has the advantage of emphasizing the full process of students involvement to be able in finding material that is learned and connects with real life situations. Physical education provides opportunities for students to develop self-confidence, skills of physical activity and social skill life that can be applied to others in daily life. The aim to be achieved in this study was to find out whether there was an influence and how much the application of the CTL learning model influenced the learning results of overhead service on volleyball on XI grade students of Senior High School 22 Surabaya. The results obtained during the study took place as follows: 1) There was an increase in learning outcomes for volleyball at 15.86% in the knowledge domain and 24.47% in the skills domain; 2) There is a significant difference from the learning outcomes between the experimental class and the control class, it was proved by the results of the independent difference test. The T-test significant value of the knowledge domain is 0.002 ? 0.05 and the skill domain is 0.001 ? 0.05. It was concluded that there was an influence on the application of the CTL learning model to the learning outcomes of overhead service on volleyball on XI grade students of Senior High School 22 Surabaya, this has been proven from the results of statistical analysis that the value of knowledge was tcount -7.666? ttable 1.697 with Sig = 0,000 ? ? = 0, 05 which means that Ho is rejected and Ha is accepted. And the value of the skills of tcount -7,097? ttable 1,697 with Sig = 0,000 ? ? = 0.05 which means that Ho is rejected and Ha is accepted. Keywords: contextual teaching and learning, overhead service of volleyball.
PENGARUH MODEL GAYA BELAJAR VAK (VISUAL, AUDITORY, KINESTETIC) TERHADAP KETERAMPILAN SHOOTING BOLA BASKET DI KELAS XI SMA AL IRSYAD SURABAYA MANDALA PUTRA, RANGGA; , SUDARSO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan pada penelitian ini yaitu mendeskripsikan pengaruh model gaya belajar VAK (Visual, Auditory, Kinestetic) terhadap shooting bola basket dan seberapa besar peningkatannya pada siswa Kelas XI SMA Al Irsyad Surabaya. Sampel yang digunakan merupakan 2 rombel kelas, masing-masing setiap kelas berjumlah 24 siswa. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 48 siswa. Sampel dipilih menggunakan teknik pengambilan cluster random sampling. Teknik ini memberi kesempatan yang sama bagi semua rombel agar terpilih menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian terdapat dua cara untuk melihat adanya pangaruh, pertama membandingkan thitung dengan ttabel dengan ketentuan jika thitung bernilai positif (thitung > ttabel ) maka ada pengaruh. Begitu sebaliknya, jika thitung bernilai negatif (thitung < ttabel) maka tidak ada pengaruh. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa thitung sebesar 11,100 yang berarti thitung > ttabel pada atau 11,100 > 1,714 pada taraf signifikan 5%, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat yang signifikan model gaya belajar VAK terhadap shooting bola basket pada siswa kelas XI SMA Al Irsyad Surabaya. Setelah mengetahui hasil pengaruh model pembelajaran VAK terhadap belajar shooting bola basket, maka selanjutnya peneliti mengetahui data peningkatan hasil penelitian dari keterampilan awal pretest shooting bola basket sampai posttest terdapat peningkatan sebesar 2%. Kata Kunci : Model gaya belajar (VAK), Shooting bola basket Abstract The purpose of this study are describing the effect of the learning style model VAK (Visual, Auditory, Kinestetic) on ball shooting basketball and knowing how much increased in Class XI Al Irsyad High School Surabaya. The samples were 48 students from 2 classes. The sample was chosen by using cluster random sampling technique. This technique provides the same opportunity for all groups to be selected as research samples. The results there are two ways to see the effect, first is comparing tcount with ttable in the provision if tcount is positive, then there is an effect if tcount> ttable so vice versa if tcount is negative then there is no effect if tcount <ttable. It is known that tcount is 11,100 which means tcount> ttable at or 11,100> 1,714 at a significant level of 5%. It can be concluded that there is a significant VAK learning style model on basketball shooting in class XI Al Irsyad High School Surabaya. Furthermore, researchers found out that the increased data from research results from the initial skills of basketball shooting to posttest which had an increasement 2%. Keywords: Learning style model (VAK), Shooting basketball
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN MAHASISWA DALAM ORGANISASI KEMAHASISWAAN WILDAN HABIBI AR, MUHAMMAD; HARTOTO, SETIYO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar mahasiswa yang ikut dan yang tidak ikut organisasi kemahasiswaan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kausal komparatif dengan menggunakan desain tipe (a) yaitu group possesses characteristic dan group does not possess characteristic. Teknik analisis data menggunakan deskriptif statistik, uji normalitas, dan uji beda Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata IPK mahasiswa yang ikut organisasi sebesar 3.48 dengan nilai terendah 2.73 dan nilai tertinggi 3.88, sedangkan mahasiswa yang tidak ikut organisasi memiliki rata-rata nilai IPK 3.37 dengan nilai terendah 2.59 dan nilai tertinggi 3.75. Hasil uji beda Mann Whitney menunjukkan nilai Z sebesar -3.283 dengan nilai signifikan 0.001<0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar antara mahasiswa yang ikut dan tidak ikut organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa yang ikut organisasi kemahasiswaan cenderung memiliki IPK lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak ikut organisasi kemahasiswaan. Kata kunci: mahasiswa organisasi, prestasi belajar Abstract The objective of this study is to determine the differences in learning achievement between students who participate and who do not participate in student organizations. This research belongs to the type of comparative causal research using the type A design, namely group possessing characteristic and group does not possess characteristic. The data analysis technique used descriptive statistics, normality tests, and Mann Whitney difference tests. The results showed that the average GPA of students who participating in the organization was 3.48 with the lowest score of 2.73 and the highest score of 3.88, while the students who did not join the organization have an average GPA of 3.37 with the lowest score of 2.59 and the highest score of 3.75. The results of the Mann Whitney difference test showed a value of Z of -3,283 with a significant value of 0.001<0.05. So that it can be concluded that there are significant differences in learning achievement between students who participated and do not participate in student organizations. Students who participate in student organizations tend to have a higher GPA than students who do not participate in student organizations. Keywords: student organization, learning outcome
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL MELALUI PEMBELAJARAN FUTSAL TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING KAKI DALAM DI SMP NEGERI 3 SUGIO AL BAREZI, AKHMAD; , SUDARSO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media Audio Visual merupakan gabungan antara media audio dan media visual juga dapat diartikan sebagai media pandang dan dengar. Media audio visual dapat menjadi solusi untuk memberikan variasi dalam penyampaian materi pada penyajian bahan pembelajaran untuk siswa yang semakin sulit ini. Tujuan pada penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan media audio visual terhadap hasil belajar passing pada futsal, (2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan media audio visual terhadap hasil belajar passing pada futsal di SMP Negeri 3 Sugio. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan pendekatan kuantitatif desain penelitian Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan dua tes yaitu tes pengetahuan menggunakan soal esai untuk peserta didik terhadap pengetahuan futsal dan tes keterampilan passing pada futsal. Pre-test diberikan pada pertemuan pertama dan dilanjutkan dengan post-test pertemuan keempat lalu treatment akan dilakukan selama dua kali pertemuan yaitu pada pertemuan kedua dan ketiga. Hasil dari pengolahan data untuk kelompok eksperimen terdapat peningkatan hasil belajar dengan penerapan media audio visual yang telah dibuktikan pada perhitungan presentase pengaruh yaitu pada kelompok eksperimen aspek keterampilan untuk passing sebesar 69%, dan aspek pengetahuan untuk passing sebesar 39%, Sedangkan pada hasil perhitungan untuk kelompok kontrol terdapat peningkatan pada hasil belajar penerapan media audio visual yang telah dibuktikan dengan perhitungan presentase pengaruh yaitu pada kelompok eksperimen aspek keterampilan untuk passing sebesar 10%, aspek pengetahuan untuk passing sebesar 14%. Telah diketahui untuk variabel passing kelompok eksperimen mendapat hasil yang meningkat lebih besar dari kelompok kontrol baik dari aspek keterampilan maupun pengetahuan sehingga terdapat pengaruh dari penerapan media audio visual melalui pembelajaran futsal terhadap hasil belajar passing dengan kaki dalam. Kata Kunci : audio visual, passing, futsal Abstract Audio Visual Media is a combination of audio and visual media which can also be interpreted as a medium of sight and hearing. Audio visual media can be a solution to provide variations in the delivery of material in the presentation of learning materials for students who are increasingly difficult. The purposes of this study are: (1) to find out whether there is an effect of the application of audio-visual media on the learning outcomes of passing on futsal, (2) to find out how much influence the application of audio-visual media on the learning outcomes of passing on futsal at Sugio 3 junior high school. The research used quasi-experimental research with a quantitative approach to the Randomized Control Group Pretest-Posttest Design research design. For data collection, researchers used two tests namely knowledge tests using essay questions for students about futsal knowledge and passing skills tests on futsal. Pre-test is given at the first meeting and continued with the fourth post-test meeting then treatment will be conducted during two meetings, namely at the second and third meetings. The results of data processing for the experimental group there is an increase in learning outcomes with the application of audio visual media that has been proven in the calculation of the percentage of influence, namely in the experimental group the aspects of skills for passing by 69%, and aspects of knowledge for passing by 39%, while the results of calculations for groups control there is an increase in learning outcomes of the application of audio visual media that has been proven by calculating the percentage of influence in the experimental group the aspects of skills for passing by 10%, aspects of knowledge for passing by 14%. It is known that the passing variable of the experimental group gets results that are greater than the control group in terms of both skills and knowledge so that there is an influence from the application of audio-visual media through futsal learning on the results of learning to pass with the foot in. Keywords: audio visual, passing, futsal
HUBUNGAN PEMAKAIAN GAWAI DENGAN AKTIVITAS OLAHRAGA (STUDI PADA SISWA SMA NEGERI 1 KOTA MOJOKERTO) YUSSRON ILYAS, MOHAMMAD; KRISTIYANDARU, ADVENDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada kehidupan sehari-hari smartphone telah digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas. Dalam pembelajaran di sekolah-sekolah terdapat pro dan kontra tentang pemakaian smartphone pada pembelajaran. Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), guru tidak dianjurkan mengajar dengan monoton, dan smartphone digunakan sebagai media dalam pembelajaran. Apakah ada hubungannya antara pemakaian smartphone dengan aktivitas olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan seberapa besar hubungan pemakaian gawai (gadget) dengan aktivitas olahraga studi pada siswa SMA Negeri 1 Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Kota Mojokerto dengan menggunakan 31 sampel dengan metode claster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket. Analisis yang digunakan adalah uji deskriptif, uji asumsi dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pemakaian gawai dengan aktivitas olahraga. Hal ini dibuktikan setelah data dikumpulkan dengan menggunakan angket gawai dan aktivitas olahraga kemudian diuji hipotesis menggunakan korelasi product moment dan mendapatkan nilai 0,055 yang lebih besar dari 0,05. Kata Kunci: smartphone, aktivitas olahraga Abstract In daily life, smartphones have been used to support various activities. In schools, there are pros and cons about the using of smartphones in learning. In physical education learning, teachers are not recommended to teach monotonously. Furthermore, there are some question about it such as how smartphones should be used in physical education learning, is there any connection between of the use of devices with study sports activities. This study aims to determine the relationship and how much the relationship of the use of devices in sports activities. This study uses quantitative research methods with correlational design. The samples of this study were 31 Senior High School 1 Mojokerto students with claster random sampling method. The research instrument was a questionnaire. The analysis used is descriptive test, assumption test and hypothesis test. The results showed that there was no relationship between the utilization of devices and sports activities. This is evidenced after the data is collected using a device questionnaire and sports activities and then tested the hypothesis using product moment correlation and get a value of 0.055 which is greater than 0.05. Keywords: smartphone, sports activities
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING BOLA BASKET SISWA SMA NEGERI 1 JOMBANG RAMADHIA TECTONA, TJE; RACHMAN SYAM TUASIKAL, ABDUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Reward dapat diartikan sebuah penguatan (reinforcement) terhadap peserta didik. Reinforcement (penguatan) merupakan penggunaan konsekuensi untuk memperkuat perilaku. Artinya, bahwa sebuah perilaku yang dilakukan oleh peserta didik dan di anggap sesuai kemudian diikuti dengan penguatan (reinforcement), maka hal tersebut akan meningkatkan peluang bahwa perilaku tersebut akan diulang oleh peserta didik. Dalam penelitian ini reward akan diberikan kepada peserta didik yang mampu melakukan aktivitas shooting pada permainan bola basket. Penelitian ini berupaya mengetahui (1) apakah ada pengaruh pemberian reward terhadap hasil belajar shooting bola basket pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Jombang (2) seberapa besar pengaruh pemberian reward terhadap hasil belajar shooting bola basket pada siswa kelas XI. Adapun jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah 2 kelas dari masing-masing kelas XI IPA Dan IPS secara random yang mewakili seluruh kelas XI di SMAN 1 Jombang. Jumlah siswa yang akan menjadi sampel sebanyak 67 orang.Berdasarkan hasil analisa statistik dari peningkatan keterampilan aktivitas shooting pada peserta didik melalui tes Shooting Circle dan Shooting Free Throw, dapat dibuktikan dengan rata-rata pretest 2,33% dan pada saat posttest menjadi 3,63% dengan hasil peningkatan 0,21%. Pada rata-rata nilai peserta didik dengan nilai tes maksimum 94. Dengan demikian melalui pemberian reward terhadap peserta didik mampu untuk meningkatkan hasil belajar shooting bola basket. Kata Kunci: reward, shooting bola basket, hasil belajar Abstract Reward can be interpreted as a reinforcement (reinforcement) of students. Reinforcement is the use of consequences to strengthen behavior. That is, that a behavior carried out by students and deemed appropriate and then followed by reinforcement (reinforcement), then it will increase the chances that the behavior will be repeated by students. In this study rewards will be given to students who are able to do shooting activities in the basketball game. This study seeks to determine (1) whether there is an effect of giving rewards to learning outcomes of shooting basketball in class XI students of SMA Negeri 1 Jombang (2) how big is the effect of giving rewards to learning outcomes of shooting basketball in class XI students. The type of research conducted is experimental research with a quantitative approach. The sample in this study were 2 classes from each class XI Natural Science and Social Sciences randomly representing all class XI in SMAN 1 Jombang. The number of students who will be sampled as many as 67 people. Based on the results of statistical analysis of increased shooting activity skills in students through the Shooting Circle and Shooting Free Throw tests, it can be proven with an average pretest of 2.33% and at the posttest to 3.63 % with an increase of 0.21%. On average students score with a maximum test score of 94. Thus through giving rewards to students able to improve learning outcomes in basketball shooting. Keywords: reward, shooting basketball, learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING DAN CONTROL KAKI DALAM SEPAK BOLA RAHMADHANI, NANDA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, kesehatan, dan rekreasi adalah sebuah pendidikan di Indonesia yang berhubungan dengan aktivitas gerak manusia. Dalam Pendidikan jasmani, kesehatan, dan rekreasi terdapat berbagai cabang olahraga yang di jadikan sebagai materi pengajaran seorang pendidik, salah satunya yaitu cabang olahraga sepak bola. Sepak bola terdiri dari beberapa teknik dasar yang dapat digunakan sebagai bahan pengajaran diantaranya materi passing dan control merupakan teknik paling dasar yang harusnya dikuasai oleh peserta didik. Pembelajaran Pendidikan jasmani, kesehatan, dan rekreasi memiliki tujuan pencapaian belajar untuk peserta didik. Dalam upaya tersebut bisa dilakukan melalui berbagai macam pendekatan untuk mencapai tujuan belajar diantaranya penggunaan metode pengajaran kooperatif tipe jigsaw. Dalam penerapan model pengajaran harus memperhatikan karakteristik peserta didik terlebih dahulu yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini mengetahui seberapa besar pengaruh metode pengajaran kooperatif tipe jigsaw pada hasil belajar passing dan control sepak bola terhadap siswa kelas VII SMP Negeri 9 Kota Mojokerto. Dalam penelitian ini terdapat 2 kelas yang di jadikan sebagai sampel, yakni kelas VII A dan kelas VII B. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kuantitatif. Pada penelitian ini dilaksanakan selama 4 minggu yang menghasilkan 2 penilaian, antara lain penilaian awal dan penilaian setelah dikasih perlakuan pengetahuan serta keterampilan passing dan control sepak bola kaki bagian dalam cabang olahraga sepakbola yang dijadikan data penilaian. Perhitungan data menggunakan program SPSS versi 16.0. Berdasarkan penerapan metode pengajaran kooperatif tipe jigsaw pada hasil belajar teknik dasar passing dan control kaki dalam sepakbola terhadap siswa kelas VII SMP Negeri 9 Kota Mojokerto dibuktikan dengan perhitungan persentase peningkatan pengetahuan passing sebesar 50,26% , pengetahuan control sebesar 25,27%. Adapun hasil perhitungan persentase peningkatan pada rana keterampilan passing sebesar 18,09% , dan pada rana keterampilan control juga terdapat peningkatan sebesar 28,02%. Kata kunci: model jigsaw, kooperatif, passing dan control pada sepak bola, hasil belajar. Abstract Physical education is one of the education in Indonesia that is related to human movement activities. Physical education has various sports that can be used as teaching material for educators, one of them is soccer. Soccer consist of several basic techniques that can be used as teaching material such us passing and control material. They are the basic techniques that should be mastered by students. Physical education (PE) has learning achievement and goals for the student. It can be done through various approaches, such as the ?jigsaw cooperative learning model?. In the application of the learning model, the teacher must pay attention to the characteristic of the student in advance to increase student?s learning result. This research aims to determine the influence of the jigsaw cooperative learning model on the learning result of passing and control in soccer for seventh grade students of Junior High School 9 Mojokerto. This research used 2 classes that were made as samples such us seventh A and B class. This research used a quantitative descriptive method. This research took four weeks which resulted in 2 assessments such us pre-test and post-test after getting knowledge treatment as well as passing and control skill in soccer as the data. The calculation data used SPSS 16.0 version program. Based on the data, the application of the jigsaw cooperative learning model toward the learning result of basic passing and control techniques in soccer at seventh grader students of Junior High School 9 Mojokerto was proved by the increasing knowledge score of passing 50,26% and control 25,27%. Furthermore, the skill of passing also increased 18,09% and control skill 28,02%. Key words: jigsaw model, cooperative jigsaw, passing and control in soccer, student learning result.
PENGARUH METODE LATIHAN MULLTIBALL TERHADAP KETERAMPILAN PUKULAN DRIVE PADA EKSTRAKURIKULER TENIS MEJA QOID FALAHI, MUHAMMAD; ANDRIJANTO, DONY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh metode latihan yang terlalu monoton diberikan oleh pelatih kepada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler tenis meja di MI Fisabilil Mutaqien Tempurejo. Sehingga keterampilan pukulan drive forehand dan backhand sulit untuk berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mulltiball terhadap keterampilan pukulan drive forehand dan backhand pada ekstrakurikuler tenis meja di MI Fisabilil Mutaqien Tempurejo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi dari penelitian adalah 13 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler tenis meja. Pengambilan data menggunakan instrumen kemampuan ketepatan pukulan forehand drive dan backhand drive. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas (shapiro-wilk), uji beda sampel berpasangan (pretest-posttest) dan uji hipotesis (t-test sampel sejenis). Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji tes paired sample t-test. Nilai rata-rata saat pretest forehand sebesar 63,62, nilai posttest sebesar 102,85 dengan nilai beda sebesar 39,23. Peningkatan yang di hasilkan sebesar 62% . Nilai signifikan yang di hasilkan adalah 0,007. Kemudian nilai rata-rata saat pretest backhand sebesar 68,38, nilai posttes sebesar 90,31 dengan nilai beda sebesar 21,93. Peningkatan yang dihasilkan sebesar 32%. Nilai signifikan yang dihasilkan adalah 0,009. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari metode latihan menggunakan mulltiball terhadap keterampilan pukulan drive forehand dan backhand pada ekstrakurikuler tenis meja di MI Fisabilil Mutaqien Tempurejo. Kata kunci: mulltiball, pukulan forehand, pukulan backhand, tenis meja Abstract This research background is a monotonous exercise which was given by table tennis coach in table tennis extracurricular at Fisabilil Mutaqien Islamic Elementary School Tempurejo. As a result, students? forehand and backhand skills are not developed well. This research aims to find out influence mulltiball training methods towards forehand and backhand skill on in table tennis extracurricular at Fisabilil Mutaqien Islamic Elementary School Tempurejo. This is an experiment research. The population of the study are 13 students who join extracurricular table tennis. The data was collected by an instrument which measures ability and accuracy of a forehand and backhand drive. Data was analyzed by using test normality (shapiro-wilk), t-test different sample pairs (the pretest-posttest) and the hypothesis (t-test sample a kind of). The average forehand score at pretest is 63,62 and posttest is 102,85. It increases 62 % (39,23) with the significant values is 0,007. Then, the average backhand score at pretest is 68,38 and posttest is 90,31. The increasement of backhand score is 21,93 or 32 % with the significant value is 0,009. It can be concluded that there are significant influence of mulltiball training methods towards forehand and backhand skill in table tennis extracurricular at Fisabilil Mutaqien Islamic Elementary School Tempurejo. Keywords: mulltiball, hit a forehand, blow backhand, table tennis

Page 97 of 109 | Total Record : 1082