cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Solah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
KARYA TARI “MBUK E JLEG” SYAHYU PERMATASARI, DEA; WAHYUNING HANDAYANI, ENIE
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tari ini mengangkat cerita tentang salah satu tokoh wayang yaitu Limbuk. Karya tari ini disajikan dalam bentuk tari kelompok dan mengambil tema tentang kehidupan Limbuk. Karya tari ini mengambil judul ?Mbuk e Jleg?. Limbuk adalah tokoh wanita muda yang lucu berbadan gembul. Ia hanya dikenal dalam cerita pedalangan Jawa. Ia merupakan gambaran seorang emban/abdi dalem wanita yang bertugas sebagai inang atau juru taman di keputren keraton sebuah kerajaan di tanah Jawa. Karena itu Limbuk selalu tampil di setiap adegan keputrian keraton di manapun. Baik pada jaman Lokapala, Ramayana sampai Mahabharata. Koreografer menggunakan metode perpaduan antara Jacquiline Smith, dan Soedarsono. Elemen-elemen pendukung terwujudnya suatu karya seni meliputi: gerak, pola lantai, musik/iringan, tata busana, tata rias, tempat pertunjukkan, dan perlengkapan atau property. Kata Kunci: Bentuk penyajian, Tari, Limbuk
KARYA MUSIK “ONE DAY IN SURABAYA” DALAM TINJAUAN HARMONI FIRMANDHA, VICKY; SUWAHYONO, AGUS
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya musik One Day in Surabaya adalah suatu ungkapan dari pendekatan sejarah yang telah dibaca komposer yang dituangkan dalam bentuk komposisi musik. Karya ini dilatarbelakangi oleh satu hari di surabaya dimana terjadi pertempuran yang mencerminkan semangat elemen pemuda dan rakyat Surabaya melawan penindasan tentara Inggris.Karya One Day In Surabaya ini akan dibahas harmoninya oleh komposer pada setiap bagian lagu. Metode yang dipakai dalam mengkaji adalah metode deskriptif dengan pendekatan ilmu bentuk analisis musik.Dari hasil pengkajian maka dapat disimpulkan bahwa karya musik One Day In Surabaya memiliki bentuk lagu tiga bagian kompleks yaitu AK (A Kompleks), BK (B Kompleks), CK (C Kompleks). Durasi ?One Day in Surabaya? adalah 7 menit 5 detik dengan total birama 192 birama. Pada bagian pertama lagu dimainkan dengan tangga nada A minor, sukat 4/4 dan dimainkan dengan tempo andante, kemudian terdapat perubahan tangga nada menjadi E minor, C Mayor, D Mayor sukat menjadi ¾, 4/4 dan 6/8 dan tempo menjadi moderato dan allegro con brio. Pada setiap bagiannya memiliki struktur dan terdapat kalimat-kalimat melodi dari setiap kalimat yang dibagi dalam struktur kecil Bagian Komplek (AK, BK, CK). Sedangkan tinjauan harmoni pada karya musik One Day in Surabaya ditinjau dari empat komponen yaitu, progress akord, susunan akord, Jenis harmoni (harmoni terbuka/harmoni tertutup). Harmonisasi terlihat pada komponen akord yang dijelaskan pada setiap biramanya. Dari hasil pengkajian ini dapat diketahui bahwa pada karya musik One Day in Surabaya banyak diterapkan harmoni terbuka dan kurang menggunakan harmoni tertutup demi menunjang cerita latar belakang karya.Kata kunci : Harmoni, Progresi Akord, Susunan Akord
TINJAUAN HARMONI PADA KARYA MUSIK “STRESSOR” AHMADA KURNIAWAN, FAISAL; MURBIYANTORO, HERI
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya musik ?Stressor? ditulis berdasarkan latar belakang pengalaman pribadi komposer yaitu situasi/ keadaan lingkungan yang tidak baik mengakibatkan suasana hati komposer terganggu, sehingga mengharuskan komposer untuk beradaptasi melawan sitausi yang merisaukan dan membingungkan hingga pada suatu waktu keadaan berubah menjadi baik. Karya ini diciptakan sebagai wadah ekspresi diri untuk mengungkapkan suasana yang dialami komposer pada saat proses penulisan.Karya musik ?Stressor? diungkap melalui beberapa teori diantaranya tentang Stress (gangguan) sebagai ide utama dalam landasan mengenai isi. Teori musik juga membantu dalam perwujudan penyusunan notasi sehingga membentuk susunan nada menjadi harmoni akord. Karya musik ini merupakan jenis karya programatik musik, mempunyai urutan alur cerita tentang kondisi lingkungan berubah-ubah yang mempengaruhi suasana hati komposer. Komposer meninjau berdasarkan fokus karya musik ini yaitu berpijak pada harmoni, meliputi progres akord yang disusun membentuk beberapa nuansa sebagai penggambaran suasana pada alur cerita. Komposer terinspirasi oleh salah satu scene/ adegan dalam sebuah film berjudul ?Heart? dan beberapa karya musik dari komposer diantaranya Joe Hisaishi, Ennio Morricone, dan Nobou Uematsu. Karya musik ini mempunyai format orkestra yaitu jumlah pemain 43 orang dengan divisi instrumen string, woodwind, brass, dan perkusi.Karya musik ?Stressor? menggunakan tangga nada yang beragam, pola melodi sederhana dan progress akor yang sederhana. Susunan nada, melodi, ritme serta harmoni dikemas dalam format orkestra. Karya seni musik ini menggunakan tangga nada diatonis, terdapat modulasi, altrasi, perubahan tempo, serta dinamika untuk menggambarkan situasi yang dimaksudkan oleh komposer. Keunggulan karya musik ini yaitu modulasi yang tidak terasa, penerapan progres akord VI-V-IV pada tangga nada yang berbeda termasuk altrasi, progres akord naik berkala dengan interval 1-11/2.Kata Kunci : Stressor, Komposer, Programatik, Harmoni.
UNGKAPAN SIMBOL KEKUATAN SPIRITUALITAS TOKOH BALIAN MELALUI TARI DRAMATIK PADA KARYA “TANDIK BAHINDIK” MAULIDA, ISMI; PUSPITO, PENI
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kemampuan pemecahan masalah siswa masih rendah. Perlu adanya pembaruan dalam pendidikan. Sehingga diterapkan metode brainwriting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode brainwriting dan keterlaksanaan terhadap pemecahan masalah. Penelitian eksperimen ini menggunakan nonequivqlent control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non Karya tari Tandik Bahindik berangkat dari fenomena tokoh balian dalam memimpin sebuah ritual. Menurut pandangan koreografer dari serangkaian kegiatan ritual yang didalamnya memiliki beberapa hal, yaitu tokoh yang memimpin ritual disebut Balian, gerak yang ditarikan tokoh disebut Batandik, dan gelang sebagai atribut penting dalam pelaksaan ritual disebut Galang Hiyang dipercaya memiliki kekuatan magis yang begitu kuat dibunyikan oleh tokoh Balian dianggap sakral sebagai media penyampaian doa, membuat penata tertarik hingga menafsirkan beberapa hal tersebut menjadi simbol kekuatan spiritualitas. Penata mengungkap kegiatan ritual menjadi sesuatu yang baru dari bentuk penyajiannya dan dikemas dalam bentuk pertunjukan tari dramatik. Pendekatan teori karya tari Tandik Bahindik menggunakan beberapa teori di antaranya, teori simbol dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti lambang yang merupakan bentuk lahirlah yang mengandung maksud, sedang simbol memiliki isi yang disebut makna. Teori koreografi oleh Sal Murgianto yang berjudul koreografi pengetahuan dasar komposisi tari. Penafsiran koreografer pada fenomena tersebut kemudian dilanjutkan pada tahap proses penciptaan di antaranya eksplorasi, improvisasi, komposisi, analisis, evaluasi dan finishing. Kekuatan spiritualitas dapat diungkapkan melalui gerak tubuh sehingga terbentuk wujud yang menyerupainya, kalimat gerak bagian tangan yang membunyikan gelang tiba-tiba bergerak lepas seperti lepas kontrol namun pada gerak kaki tetap pada gerak dasar Batandik dengan kekuatan penari yang tetap stabil seolah melompat menghentakan kaki ke bumi sekeras mungkin tetapi masih selayaknya gerak tari, dapat diinterpretasikan bahwa ada kalimat- kalimat gerak yang menunjukan kekuatan oleh simbol kekuatan spiritualitas tokoh Balian. Koreografer berharap koreografi Tandik Bahindik dapat menjadi dorongan para seniman lainnya untuk menciptakan karya yang lebih mementingkan budaya sekitar kemudian berproses dengan cara ekplorasi tubuh secara matang sehingga bentuk- bentuk yang belum pernah dijumpai atau bahkan yang dirasa sulit untuk diterapkan akan mudah dan biasa dilakukan, serta meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar untuk menjadikan pribadi yang kreatif tanpa menghilangkan identitas mereka masing-masing. Instrumen test yang digunakan adalah pretest dan posttest. Sedangkan instrumen non tes yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa. Berdasarkan hasil uji N-Gain ternormalisasi perolehan peserta didik pada kelas eksperimen sebesar 0,52. Keterlaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan metode brainwriting terlaksana dengan sangat baik diperoleh persentase aktivitas guru sebesar 83%. Pada aktivitas siswa memperoleh persentase sebesar 75% yang termasuk dalam kategori baik. Hasil uji ttest pada aspek pemecahan masalah menunjukkan pengaruh berdasarkan perolehan nilai signifikansi 0.011<0.05. Perolehan tersebut menunjukkan bahwa metode brainwriting berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah. Kata Kunci: Kekuatan Spiritualitas, Tari Dramatik, dan Tandik Bahindik.
KARYA MUSIK “REBORN” DALAM TINJAUAN VARIASI MELODI GALIH WITJAKSONO, BAREP; MURBIYANTORO, HERI
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya musik ?REBORN? merupakan karya musik yang mengangkat tema tentang perjalanan hidup seorang pemuda yang hidup di daerah perkotaan demi mencapai tujuan yang diinginkannya untuk kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya yang berada di desa. Berawal dari perjalanan hidup pemuda tersebut dari dia memasuki jenjang pendidikan di perguruan tinggi yang sebelumnya tidak ada permasalahan sampai pada akhirnya pemuda itu salah selesai menempuh pendidikan di perguruan tinggi tersebut. Komposer mengangkat judul ?REBORN? berawal dari bahasa Inggris yang di dalam bahasa Indonesia artinya ialah ?Terlahir Kembali?. Dalam karya ini, komposer menggambarkan suatu cerita tentang alur kehidupan pemuda tersebut setelah mengalami kegagalan dalam menentukan pilihan. Fokus karya pada penulisan ini Karya Musik ?REBORN? dalam tinjauan Variasi Melodi.Kajian teori yang digunakan dalam karya ini yaitu meliputi pengertian Musik, Bentuk Musik, Melodi, Variasi Melodi, Harmoni, Ritme, Dinamika, dan Orkestra. Di dalam karya musik ?REBORN? terdapat 6 Variasi Melodi antara lain : Melodic Variations And Fake; Rhytmyc Variations And Fake; Dead Spot Filler; Counter Melody; Cliche; Filler Like Obbligato; Dalam Karya Musik ?REBORN? , komposer memiliki rangsal awal dalam metode penciptaan karya musik ini. Rangsang awal yang digunakan adalah rangsang Auditif dan rangsang Visual. Rangsang Auditif komposer pada proses penciptaan karya musik ini yaitu komposer sering mendengarkan berbagai contoh bentuk penyajian musik yang menceritakan perjalanan hidup manusia seperti yang ada pada televisi. Rangsang Visual komposer pada proses penciptan karya musik ini yaitu komposer juga sering melihat pertunjukan-pertunjukan dalam bentuk Orchestra.Karya musik ?REBORN? memiliki 3 bagian yaitu bagian pertama menceritakan tentang awal mula pemuda tersebut menjalani kehidupan yang biasa dan berjalan dengan lancar tanpa ada suatu kejadian yang menghambat karirnya dalam proses pendidikan. Kemudian pada bagian kedua, menceritakan tentang kebingungan pemuda tersebut setelah selesai menjalani pendidikan dan pemuda tersebut salah langkah dalam memilih jalur selanjutnya, pada akhirnya pemuda itu mengalami berbagai masalah itu. Pada bagian ketiga, komposer menceritakan tentang semangat pemuda tersebut untuk bangkit setelah mengalami kegagalan atas pilihannya setelah pendidikannya. Kemudian membuat suatu harmoni pada motif bagian dengan menggunakan nada mayor yang bernuansa senang dan megah membuat motif tersebut semakin mendekati nuansa perjalanan hidup seorang pemuda tersebut. Teknik dan dinamika yang digunakan sangat mempengaruhi isi-isi bagian lagu tersebut, dengan teknik-teknik untuk mempertegas suatu kalimat. Dan untuk dinamika membuat suatu bentuk lagu menjadi hidup dan kembali lagi pada suasana lagu.Kata Kunci : REBORN, Variasi Melodi
TINJAUAN VARIASI MELODI PADA KARYA MUSIK “KIDUNG DHARMA SAMUDERA” YUDA PURWITA PUTRA, ANGGER; SARJOKO, MOH
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya musik Kidung Dharma Samudera adalah suatu ungkapan kisah pertempuran laut aru yang dituangkan dalam bentuk komposisi musik. Karya ini dilatar belakangi oleh rasa nasionalis yang begitu besar yang dirasakan komposer kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan merupakan gambaran dari peristiwa yang menjadi sejarah penting telah di lewati.Karya Kidung Dharma Samudera ini akan di kaji variasi melodi oleh komposer pada setiap bagian lagu. Metode yang dipakai dalam mengkaji adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan ilmu bentuk analisis musik.Dari hasil pengkajian maka dapat disimpulkan bahwa karya musik Kidung Dharma Samudera memiliki bentuk lagu tiga bagian kompleks atau tiga bagian besar yaitu Ak (A kompleks), Bk (B kompleks), Ck (C kompleks). Durasi karya ?Kidung Dharma Samudera? adalah 9 menit dengan total birama 150 birama. Pada bagian pertama lagu dimainkan dengan tangga nada C mayor, sukat 4/4 dan dimainkan dengan tempo Lento, kemudian terdapat perubahan tangga nada menjadi D mayor, tempo menjadi allegro, andante, dan lento.Pada setiap bagiannya memiliki struktur dan terdapat kalimat-kalimat melodi dari Kalimat A sampai dengan Kalimat F. Sedangkan tinjauan harmoni pada karya musik Kidung Dharma Samudera ditinjau dari empat komponen yaitu, progress akord, harmoni terbuka, harmoni tertutup, kadens, dan modulasi. Harmonisasi terlihat pada komponen akord yang dijelaskan pada setiap biramanya. Dari hasil pengkajian ini dapat diketahui bahwa pada karya musik Kidung Dharma Samudera, terdapat beberapa teknik variasi melodi yaitu : 1. Deadspot filler, 2. Melodic variation and fake,3. Rhytmic Variation, 4. Counter Melody, 5. Obligato .Kata kunci : Melodi, Akord
KARYA TARI DHUHKITA BRANTA UNGKAPAN RASA SAKIT HATI PUTRI ANDANSARI DAN PUTRI ANDANWANGI DALAM TIPE DRAMATIK JAVA RIYAROSA, MEVIKI; NENGAH MARIASA, I
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Putri Andansari dan Putri Andawangi adalah putri dari Kediri yang menyukai panji Laras dan panji Liris dari Lamongan, namun cintanya tidak tersampaiakan, koreografer mengangkat cerita tersebut berangkat dari cerita mitos yang ada di Kabupaten Lamongan. Koreografer menemukan permasalahan yang menjadi fokus yaitu rasa sakit hati Putri Andansari dan Putri Andanwangi yang cintaanya ditolak oleh Panji Laras dan Panji Liris. Dalam karya tari dhuhkita branta ini fokus bentuk membahas tentang tipe tari dramatik, sedangkan variabel isinya adalah rasa sakit hati Putri Andansari dan Putri Andanwangi. Kajian pustaka dan kajian teori yang digunakan dalam penyusunan karya diantaranya mengunakan teori bentuk Jaquelin Smith, dan teori koreografi dari Sal Murgianto. Metode penciptaan menggunakan pendekatan konstruksi yaitu metode yang ada pada Jaquelin Smith. Tipe tari ini adalah tipe dramatik karena merupakan tari kelompok dan memunculkan seorang tokoh pada suasana tertentu. Mode penyajian dalam karya tari ini adalah simbolik dengan lima orang penari wanita.Dalam karya tari ini dibagi menjadi empat bagian. Bagian satu penggambaran tokoh Putri Andansari dan Putri Andanwangi yang sedang jatuh cinta. Bagian kedua, mengungkapan perjuangan Putri Andansari dan Putri Andanwangi dalam mengungkapkan cintanya dengan sebuah prasyarat yang harus dipenuhi yaitu membawa gentong untuk Panji Laras dn Panji Liris dan juga mengungkapkan penolakan cinta. Bagian ketiga, mengungkapkan kekecewaan sang Putri Andansari dan Putri Andanwangi karena mengalami penolakan cinta. Bagian keempat, mengungkapkan kemarahan yang meluap pada diri Putri Andansari dan Putri Andanwangi.Kata kunci : mitos, Putri Andansari, Putri Andanwangi, Dhuhkita branta
SINGGAH SINGKIR UNGKAPAN KEBERSAMAAN PADA PERISTIWA GERHANA BULAN MELALUI KOREOGRAFI LINGKUNGAN RASIDA LUISANDRITH, DESELLA; NENGAH MARIASA, I
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tari Singgah Singkir merupakan sebuah karya inspiratif yang berangkat dari fenomena gerhana bulan. Fenomena alam ini memunculkan berbagai tanggapan oleh masyarakat, salah satunya di Jawa. Menurut orang jawa, gerhana bulan disebabkan oleh sesosok raksasa besar yang sedang berusaha menelan bulan. Setiap kali terjadi gerhana bulan, masyarakat jawa secara bersama-sama membunyikan kentongan, lesung, dan benda-benda di sekitar untuk mengusirnya. Kebersamaan yang dilakukan masyarakat jawa tersebut menjadikan bentuk tematik yang ingin disampaikan koreografer secara ekspresif dan dikemas dalam suatu pertunjukan tari. Membahas tentang pandangan koreografer, bahwa kepercayaan tersebut diartikan sebagai budaya masyarakat jawa.Koreografi lingkungan dijadikan aspek utama dalam penggarapan karya tari Singgah Singkir tepatnya di ?Rumah Budaya Watulimo?, sehingga dapat diapresiasi langsung pada arena pentas di tengah-tengah masyarakat. Metode Konstruksi dengan tipe dramatik dipilih, karena koreografer ingin menciptakan moment-moment dan memunculkan berbagai suasana yang terjadi pada peristiwa gerhana bulan oleh masyarakat jawa. Konsep lingkungan dengan signifikasi tertentu, suasana pedesaan dimana zaman dahulu belum ada listrik, hanya menggunakan penerangan lampu kecil, masyarakat jawa menyebutnya ublik atau dimar. Koreografer juga menghadirkan obor sebagai penerangan disaat bulan purnama.Ruang dalam koreografi lingkungan pengaruhnya juga sangat signifikan, oleh karena itu dalam proses penciptaan koreografer mengajak penari terjun langsung untuk menemukan ruang sendiri melalui eksplorasi. Mode penyajian yang digunakan pada penggarapan karya tari ini adalah simbolik representatif, karena sajian dalam gerak menggunakan simbol-simbol dan juga sesuai dengan keadaan nyata yang terlihat pada tubuh penari.Karya tari Singgah Singkir menawarkan bentuk sajian tari eksplorasi satu unsur yang terpilih yaitu kebersamaan pada peristiwa gerhana bulan, sehingga menjadikan sesuatu yang kompleks melalui pertunjukan koreografi lingkungan. Pada hal tersebut koreografer berharap untuk semua penikmat agar dapat belajar dari karya tari ini, bahwa dengan gotong royong berbagai permasalahan kehidupan bersama dapat dipecahkan dan mampu memberikan nilai positif bagi masyarakat.Kata Kunci: Singgah Singkir, Kebersamaan, Gerhana Bulan, Koreografi Lingkungan
KARYA MUSIK “EROICO” DALAM TINJAUAN VARIASI MELODI ANAM, KHOIRIL; SARJOKO, MOH
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya musik ?Eroico? merupakan karya musik yang mengangkat tema tentang keberanian prajurit yunani dalam perang Troya yang nantinya akan digarap dalam format orchestra dengan menggunaka tinjauan variasi melodi. Berangkat dari keberanian. Ketangguhan prajurit yunani yang bernama Achilles dalam perang Troya, fenomena tersebut mendorong komposer untuk mewujudkan sebuah konsep tentang fenomena tersebut kedalam sebuah karya musik ?Eroico? dalam tinjauan variasi melodi.Terdapat beberapa teknik variasi melodi yang digunakan, namun dalam karya musik ?Eroico? komposer menggunakan empat teknik variasi melodi dalam penggarapannya, yaitu Melodic variation and fake, Counter Melody, Filler Like Obbligato, dead spot filler dan Rhytmyc variation and fake.Karya musik ?Eroico? memiliki tiga bagian yang terdiri dari induksi, bagian A, B, dan C. Pada bagian A terdapat beberapa jenis variasi melodi yamg didalamnya yaitu melodic variation and fake, rhythmic variation and fake, dead spot filler dan counter melodi. Pada bagian B terdapat jenis variasi melodi yaitu filler like obbligato, cliche counter melodi, dead spot filler, dan melodic variation and fake. Kemudian pada bagian C terdapat beberapa jenis variasi melodi didalamnya yaitu counter melodi, dead spot filler, dan melodic variation and fake.Melalui karya musik ?Eroico? mampu menjadi karya musik inspiratif bagi mahasiswa dan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat luas, karena musik dapat digunakan sebagai media komunikasi dengan cara yang berbeda, selain itu diharapkan dapat menumbuhkan rasa apresiasi terhadap suatu karya seni.Kata kunci : Eroico, Variasi melodi
KARYA MUSIK ”RHYTHM FOR FURORA” DALAM TINJAUAN VARIASI RITME PERKUSI NYOMAN DIPA SANJAYA NUGRAHA, DEWA; SARJOKO, MOH
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya musik ?RHYTHM FOR FURORA? berasal dari bahasa Polandia yang berarti suatu keadaan yang sangat marah dan geram. Karya musik ini terinspirasi dari fenomena sosial yang sedang terjadi disekitar kita saat ini yakni gaya kepemimpinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sangat nyentrik dan mengundang kontra dan kecaman dari berbagai belahan dunia saat ini. Salah satu kasus yang menimbulkan banyak kontra dan kecaman dari berbagai negara adalah keputusan presiden Amerika Serikat ini dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pengakuan Amerika akan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mengundang kemarahan dari berbagai pihak mulai dari masyarakat internasional hingga komponen negara-neraga dari berbagai belahan benua. Reaksi kemarahan dituangkan kedalam variasi ritme perkusi dengan menggunakan teknik / rudiments dalam format orchestra. Teori yang digunakan dalam menjawab fokus kekaryaan yang menitik beratkan pada variasi ritme perkusi, komposer mengutip teori yang dikemukakan oleh Prier. Variasi ritme yang dimaksud mengacu pada salah satu bentuk variasi yang terdapat pada bentuk musik variasi. Variasi ritme adalah panjang pendeknya nada dirubah atau birama (hitungannya) dirubah, ataupun tempo dirubah (Prier, 2013: 38). Pada karya musik ?RHYTHM FOR FURORA ?permainan perkusi menggunakan ritme yang bervariasi, dari ritme asli dan juga ritme yang dikembangkan dengan ritme yang di variasi (tempo, dan durasi).Secara keseluruhan, komposisi pada karya ?RHYTHM FOR FURORA? terdiri dari 9 bagian, yaitu bagian pertama, bagian ke-dua, bagian ke-tiga, bagian ke-empat, bagian ke-lima, bagian ke-enam, bagian ke-tujuh, bagian ke-delapandan terakhir bagian ke-sembilan (klimaks). Dimana pada setiap bagian digunakan berbagai macam variasi ritme perkusi yang berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan komposisi musik. Variasi ritme yang digunakan adalah perpaduan 1/4 1/8 1/16, perpaduan 1/2 1/4 1/8, perpaduan 1/8 1/16, perpaduan 1/16 1/32.Kata kunci: Variasi ritme perkusi, RHYTHM FOR FURORA