cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Solah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
KARYA TARI ‘’MBUKLIMBUK’’ UNGKAPAN SOSOK LIMBUK DALAM PEWAYANGAN JAWA MANGGARRANI PRATIWI, GESTI; YANUARTUTI, SETYO
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tokoh Limbuk hanya dikenal dalam cerita pedalangan jawa. Ia merupakan gambaran seorang emban/abdi wanita di sebuah keputrian keraton kerajaan yang rajanya seorang satria. Karena itu Limbuk ada di setiap keputrian keraton kerajaan para satria manapun baik pada jaman Lokapala, Ramayana sampai Mahabarata. Seseorang selalu melihat bahwa wanita gemuk itu identik dengan di pandang sebelah mata . Pada karya ini fokus karya adalah menceritakan tentang sekumpulan tokoh limbuk yang sedang bersama bersenang-senang dan berdandan. Suatu saat ada yang mengejek sehingga tokoh limbuk itu marah dan membuktikan bahwa dia suka berdandan normal seperti wanita remaja pada umumnya. Kajian pustaka dan kajian teori yang digunakan dalam penyusunan karya diantaranya mengunakan teori bentuk Jaquelin Smith, dan teori koreografi dari Sal Murgianto. Metode penciptaan menggunakan pendekatan konstruksi yaitu metode yang ada pada Jaquelin Smith. Tipe tari ini adalah tipe dramatik karena merupakan tari kelompok dan memunculkan seorang tokoh pada suasana tertentu. Mode penyajian dalam karya tari ini adalah simbolik dengan tujuh orang penari.Gerak adalah suatu perubahan tempat kedudukan pada suatu benda dari titik keseimbangan awal. Sebuah benda dikatakan bergerak jika benda itu berpindah kedudukan terhadap benda lainnya baik perubahan kedudukan yang menjauhi maupun yang mendekati.Pada karya tari ini konsep gerak ini koreografer mengambil gerakan yang simbolis pada berbagai gerakan tokoh limbuk. Gerakannya menggambarkan tentang gerakan sehari-hari dan tingkah laku limbuk yang merupakan tokoh wayang bersifat lucu, berbadan gemuk, berwatak jujur,endel ,kemayu,dan setia serta berwawasan luas. Kata kunci : Limbuk, Gaya
TEKNIK PENYUTRADARAAN FOLKLOR JAKA TARUB DENGAN PENDEKATAN TEATER LINGKUNGAN ROSALINDA KRISHADIANTI, MAYA; ABDILLAH, AUTAR
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Karya pertunjukan ini hendak menggambarkan teknik penyutradaraan folklor melalui pendekatan teater Lingkungan yang digagas oleh Richard Schechner. Folklor adalah sebagian dari kebudayaan sesuatu masyarakat, yang dipelihara baik secara sadar maupun tidak, dalam kepercayaan dan praktik, serta berlaku umum, di dalam mite, legenda maupun didalam kesenian dan kerajianan tangan, yang menyatakan tabiat sesuatu masyarakat. Folklor sampai detik ini masih dipelihara dan dihargai sebagai warisan yang turun temurun, diterima oleh generasi muda masa kini. Salah satu bentuk pelestariannya adalah sebuah sajian pertunjukan tetaer lingkungan yang berangkat dari sebuah folklor yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Adapun fokus karya dalam kajian ini adalah Bagaimana Teknik Penyutradaraan Folklor Jaka Tarub dengan Pendekatan Teater Lingkungan. Kajian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif, yaitu pengumpulan data dengan cara studi kepustakaan, wawancara dan catatan lapangan.Pertunjukan Jaka Tarub merupakan folklor asli Indonesia khususnya pulau Jawa yang menceritakan tentang kisah asmara antara manusia dan bidadari. Pertunjukan Jaka Tarub yang menggunakan pendekatan teater lingkungan berdasarkan teori dari Richard Schechner ini juga mengangkat kehidupan masyarakat desa yang digabungkan dengan cerita Jaka Tarub. Teater lingkungan merupakan bentuk teater yang menyerap potensi-potensi yang ada dalam alam sekitar untuk memperkaya usur-unsur seni pertunjukan. Sutradara memilih teater Lingkungan dalam bentuk penggarapan dan kemasan Jawa Tempo dulu dan tempat kejadian aslinya yaitu Ngawi, Ngawi sebagai tempat observasi peristiwa. Penyutradaraan Teater Lingkungan mampu menghilangkan batas-batas cerita menjadi peristiwa yang sesungguhnya sedang terjadi di suatu masyarakat.Kata Kunci: Penyutradaraan, Folklor, Teater Lingkungan
VISUALISASI TOKOH NAWANG WULAN DALAM PERTUNJUKAN JAKA TARUB SUTRADARA MAYA ROSALINDA KRISHADIANTI UMAZAH, AULINA; HIDAJAD, ARIF
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktor merupakan bagian terpenting penyampai gagasan sutradara dalam pertunjukan teater. Dalam penulisan ini lebih menitik beratkan pada poses pemvisualan tokoh Nawang Wulan. Pertunjukan Folklor Jaka Tarub sutradara Maya Rosalinda Krishadianti merupakan salah satu bentuk pertunjukan yang terinspirasi dari Kebudayaan Indonesia yang di jadikan sebagai tempat bersejarah di desa Widodaren Kabupaten Ngawi.. Bukanlah suatu hal yang mudah untuk memerankan menjadi tokoh Mitologi yang tidak pernah di ketahui asal mula dan keberadaanya,sehinga mempunyai tantangan tersendiri bagi seorang aktor dalam proses pencarian, bentuk pemvisualan tersebut penulis lakukan dengan Teknik Keaktoran WS.Rendra.Teknik keaktoran keaktoran yang di gunakan sebagai pendekatan proses pemvisualan aktor menuju Tokoh Mitologi Nawang Wulan adalah metode pelatihan Rendra yang memiliki 11 Teknik. Berikut ini adalah Teknik yang di maksud : 1) Permainan yang hidup, 2) Mendengar dan menanggapi, 3) Kejelassan dan Kerasnya Ucapan, 4) Membina Klimaks, 5) Bergerak dengan Alasan, 6) Proyeksi, 7) emahami Takaran, 8) Teknik Muncul dan Keluar, 9) Timing, 10) Tempo Permainan, 11) Improvisasi.Hasil dari penggunaan metode keaktoran Rendra sebagai pendekatan pelatihan aktor menunjukan hasil yang signifikan dan dapat di jadikan sebagai acuan oleh aktor dalam proses pencarian. Proses Visualisasi di lakukan oleh aktor tidak hanya mengacu pada Teknik keaktoran Rendra, namun aktor juga melakukan riset dan beberapa eksplorasi di luar Teknik keaktoran Rendra, maka dari itu dalam proses pencarian keaktoran aktor perlu mencari teknik lain untuk di jadikan sebagai bahan pengembangan tokoh Nawang WulanKata Kunci : Visualisasi,Aktor, Folklor Jaka Tarub
TINJAUAN ARANSEMEN PADA KARYA MUSIK CHANTING MY EMOTION ADHI SHAVIRA PUTRI, MEILINA; HANDAYANINGRUM, WARIH
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emosi merupakan perasaan yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu, emosi dapat ditunjukkan dalam keadaan senang, marah ataupun takut. Emosi merupakan rasa yang muncul pada diri individu, sehingga lazim bagi setiap orang ketika memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik pendiam, penyabar, kalem, ramah, supel, maupun mudah marah. Karakter tersebut akan sangat berpengaruh terhadap beberapa kondisi kesehatan masing-masing personal. Perubahan emosi pada diri individu itulah yang menjadi inspirasi terciptanya karya musik Chanting My Emotion . Karya ini berformat ansambel campuran dengan alat musik sebagai berikut (1) flute, (2) alto saxophone, (3) trumpet in Bb, (4) violin 1, (5) violin 2, (6) viola, (7) violincello, (8) bass guitar, (9) cymbal, (10) snare dum dan (11) bass drum. Karya musik Chanting My Emotion difokuskan pada penggarapan aransemennya.Karya musik Chanting My Emotion ditinjau dari segi aransemen musik berdasarkan ilmu aransemen pada bagian yang sudah disusun oleh komposer, antara lain (1) melodic variation, (2) filler, (3) obbligato, dan (4) counter melody. Proses penciptaan karya musik Chanting My Emotion dilakukan melalui pengamatan dan visual (lihat) untuk mengetahui karya-karya komposer terdahulu yang kemudian dijadikan acuan untuk pembuatan kekaryaan ini. Pemilihan instrumen dan pemain sangat diperhatikan untuk menunjang dan mencapai keinginan komposer yakni memperlihatkan dinamika emosi yang terjadi pada wanita dewasa awal.Karya musik Chanting My Emotion mempunyai unsur-unsur aransemen dalam keilmuan aransemen yang disusun melalui bentuk komposisinya. Variasi melodi yang digunakan juga ada tiga macam, yaitu melodic variation and fake, rhytmic variation and fake, dan composite melodic variation and fake. Kemudian filler yang digunakan ada tiga macam, yaitu dead spot filler, tail filler, dan lead in filler. Selain variasi melodi dan filler, juga terdapat konter melodi yang berfungsi sebagai penguat perasaan harmoni. Aransemen terkahir yang dilakukan adalah untuk mendukung melodi utama di banyak tempat, yaitu obligato. Melalui karya musik Chanting My Emotion diharapkan komposer dapat menyampaikan pesan tentang dinamika emosi yang terjadi pada masa dewasa awal. Kata kunci: Chanting My Emotion, emosi, aransemen
LAGU APRIAN CIPTAAN DANIN MAULA, FEBRYAN SAPUTRA, DAN LANA BERENDSEN (BENTUK LAGU) ANINDITA PRADIPTYANI, BTARY; SUWAHYONO, AGUS
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Lagu Aprian Ciptaan Danin Maula, Febryan Saputra, dan Lana Berendsen (Bentuk lagu)?. Pada jaman globalisasi ini musik dapat di dengar melalui berbagai macam aplikasi dan media. Salah satu media yang sampai sekarang konsisten untuk memutarkan berbagai macam musik adalah radio. Radio yang sampai sekarang masih eksis dan memutarkan berbagai macam musik untuk pendengarnya adalah Gen Fm. Surabaya, dimana Gen Fm. Surabaya juga mempunyai fiture musik. Salah satu lagu fiture musik yang ada di radio Gen Fm Surabaya adalah fitur Gulali (Lagu Kilat Seru Sekali), dan salah satu lagu yang mendominasi chart Gulali adalah Lagu Aprian. Lagu Aprian adalah lagu yang paling banyak di request oleh pendengar Gen FM serta paling banyak juga di dengar melalui aplikasi Soundcloud. Hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan kajian terhadap Lagu Aprian. Data yang disajikan untuk kemudian dilakukan pengkajian. Proses pengkajian yang dilakukan peneliti adalah proses analisis ilmu bentuk musik yang sudah dikembangkan oleh Prier. Pada penulisan ini membahas lebih lanjut tentang bentuk Lagu Aprian yang memiliki 3 bagian yaitu Bagian A, Bagian B, dan bagian A?. Teknik pengumpulan data ini berdasarkan jenis pemeran serta sebagai pengamat dan wawancara semi terstruktur untuk memecahkan permasalahan secara lebih terbuka dengan mengungkapkan pengetahuan informasi suatu kasus Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bentuk lagu Aprian Ciptaan Danin Maula, feryan Saputra, dan Lana Berendsen.Kata kunci: Lagu Aprian, Bentuk Lagu
KARYA MUSIK “GRAZIOSO” DALAM TINJAUAN VARIASI MELODI PRATAMA, ARDHI; SARJOKO, MOH
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga mempunyai peranan penting dalam cerita kehidupan setiap manusia dimana keluarga selalu memberikan apa yang dibutuhkan, sehingga sangat memerlukan adanya keluarga. Menjadikan keluarga sebagai tempat bercerita dan berbagi adalah hal sangat diimpikan semua manusia dimana antar individu saling berinteraksi baik dalam keadaan yang sedang sedih, senang, dan susah semua akan memberikan kebaikan pada setiap individu. Penggambaran kekaguman komposer terhadap kisah figur sebuah keluarga yang penuh dengan keharmonisan, kedamaian dan keindahan yang demikian di tuangkan melalui sebuah komposisi karya musik yang berjudul ?GRAZIOSO?. Sebuah karya musik ?Grazioso? yang berarti indah dan penuh kedamaian. Yang di maksud ?Grazioso? di sini adalah sebuah keluarga yang sangat harmonis saling mengasihi, mencintai, dan memberikan semangat. Meski banyak sekali konfil ataupun masalah didalam keluarga namun hal itu lah yang menjadikan keluarga semakin penuh dengan keindahan karena banyak sekali nasihat ? nasihat yang baik dalam sebuah konflik keluarga. Itu lah yang menjadikan sebuah keluarga menjadi satu, saling memberikan semangat saling menasihati dan saling percaya. Proses penciptaan berawal dari eksplorasi dan kerja studio, kemudian metode analisis dan evaluasi, kemudian penyampaian materi kekaryaan. Langkah ? langkah yang di gunakan pada penciptaan karya ini dilandasi dengan prosesanalisis ilmu bentuk musik. Karya musik ini di mainkan dalam bentuk orkestra dan termasuk dalam musik programatik. Penulisan ini berfokus pada variasi melodi yang digunakan dan dianalisis setiap bagiannya yang terdiri dari Melodic Variation and Fake, Dead spot filler, dan Rhytmyc Variation and Fake yang terdiri dari 117 birama dengan bagian yaitu A ? B ? C ? A ? B ? D . Pada setiap bagian terdapat beberapa variasi melodi yang digunakan bergantian sehingga membuat bagian tersebut menjadi lebih bervariasi dalam unsur melodinya baik nada maupun rythmyc.Kata Kunci : Variasi melodi, Orkestra
TEKNIK PENCIPTAAN TATA ARTISTIK PADA FOLKLOR JAKA TARUB SUTRADARA MAYA ROSALINDA KRISHADIANTI SUTAHAM, ALI; SURYANDOKO, WELLY
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Kekaryaan Tata Artistik Folklor Jaka Tarub dengan Sutradara Maya Rosalinda Krishadianti ini hendak mendeskripsikan teknik Tata Artistik dalam menghidupkan dan memberikan kesan kepada penonton ketika menyaksikan pertunjukan. Artistik memiliki beberapa bagian, antara lain tata panggung, busana, cahaya, suara, rias dan musik yang dapat membantu suatu pementasan menjadi sempurna. Pementasan Jaka Tarub dikemas dengan pendekatan teater lingkungan. Folklor Jaka Tarub menceritakan tentang tujuh bidadari yang turun ke bumi. Salah satu selendang dari bidadari tersebut diambil oleh Jaka tarub, kemudian Nawangwulan, bidadari yang kehilangan selendang berjanji bahwa siapa yang menolong menemukan selendangnya, maka kalau perempuan ia jadikan saudara dan laki-laki akan ia jadikan suami. Akhirnya Jaka tarub menolong dan membawanya pulang. Beberapa bulan mereka menikah dan dianugrahi anak yang diberi nama Nawangsih. Saat Nawangwulan memasak nasi ditemukan selendangnya di lumbung padi, Nawangwulan marah kepada Jaka Tarub karena merasa dibohongi, dan kembali ke kayangan. Ia turun ke bumi hanya pada saat bulan purnama.Setting folklor Jaka Tarub mendekatkan pada bentuk bangunan rumah di Desa Widodaren kecamatan Garih Kabupaten Ngawi tahun 1900 memunculkan kesan dramatis dalam sebuah pertunjukan. Penulis mendekatkan jenis make-up dan kostum di tahun yang sama.. Setelah melakukan observasi melalui data verbal, data visual, penulis membuat desain setting, make-up, kostum, plot lampu pada pertunjukan ini. Visualisasi pada pertunjukan Jaka Tarub menggunakan make-up korektif, karakter, dan efek. Perkembangan bahkan perubahan pada tata panggung, make-up, kostum, lampu juga musik dilakukan dengan pendekatan kultural Jawa Mataraman. Penyesuaian hingga pergantian yang dilakukan sutradara pada aktor mempengaruhi penataan artistik.Kata Kunci: Tata Artistik, Folklor, Jaka Tarub
KARYA TARI CILIK MENTHIS SEBAGAI UNGKAPAN KEBERSAMAAN DALAM KOREOGRAFI PENDIDIKAN AYU FAHDHANI, NOVINDHA; JUWARIYAH, ANIK
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari semut merupakan tari garapan baru yang menceritakan tentang kebersamaan hewan semut dalam gotong royong mencari makan, baris berbaris dan saling menolong satu sama lain dalam hal mencari makan. Koreografer dengan melihat aktivitas semut yang unik dan lucu, sehingga koreografer terinspirasi dengan hewan semut untuk menjadikan sebuah karya tari. Dalam karya tari Cilik Menthis ini fokus bentuk garap tari dengan tipe karya tari studi dengan pola garap menirukan gerak ? gerak hewan semut dalam beraktivitas, sedangkan variabel isinya adalah kebersamaan yang di wujudkan dengan gotong royong dalam bekerja maupun dalam mencari makan. Kajian teori yang digunakan dalam penyusunan karya diantaranya menggunakan teori bentuk dari Jaqualine Smith, dan teori koreografi dari Sumandiyo Hadi. Metode penciptaan menggunakan pendekatan konstruksi yaitu metode yang ada pada Jaqualine Smith. Tipe tari studi yang menirukan gerak ? gerak semut dengan teknik tradisi yang dikembangkan dalam tari kreasi. Mode penyajian dalam karya tari ini adalah simbolik dengan lima penari wanita. Dalam karya tari ini dibagi menjadi tiga bagian, bagian satu adalah introduksi yaitu menggambarkan kelincahan pada hewan semut. Bagian kedua adalah kebersamaan hewan semut dalam mencari makan dengan cara gotong royong. Bagian ketiga adalah konflik dimana konflik ini ada salah satu hewan semut yang serakah ingin memakan makanan sendiri, tetapi langsung di ingatkan oleh teman semut lainnya bahwasanya tidak boleh serakah. Kata Kunci : Kebersamaan, Semut, Cilik Menthis
UNGKAPAN SEMANGAT PERJUANGAN AREK SUROBOYO PADA KARYA TARI SURA ING BAYA DALAM TIPE DRAMATIK HARIYATI, SUCI; SOEYONO, BAMBANG
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya terkenal dengan sebutan kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan, sejarah kota Surabaya memberi kesan tersendiri bagi koreografer dan menjadi suatu permasalahan atau fenomena dalam melihat dari sisi tari yang dijadikan fokus isi oleh koreografer, yaitu semangat arek-arek Suroboyo yang begitu tinggi untuk berperang melawan penjajah yang dikemas dalam tipe tari dramatik sebagai fokus bentuknya.Dalam proses penciptaan karya tari Sura Ing Baya ini koreografer terlebih dahulu melakukan pengkajian terhadap berbagai karya tari yang telah diciptakan oleh koreografer terdahulu diantaranya, tari Benteng Surabaya, tari Bang-bang Wetan, tari Remo Bolet. Pengkajian teori juga digunakan dalam penciptaan karya tari Sura Ing Baya diantaranya menggunakan teori sejarah,perjuangan,karakteristik arek Suroboyo, tipe tari dramatik, pengungkapan, dan koreografi sebagai pendekatannya.Metode yang digunakan dalam menciptakan karya tari ini adalah metode konstruksi dari Jacqueline Smith yaitu terdiri dari rangsang awal, menentukan tipe tari, menentukan mode penyajian, kegiatan eksplorasi, improvisasi, analisis dan evaluasi, serta seleksi untuk penghalusan atau finishing.Alur pada karya tari ini dibagi menjadi 4 yaitu Introduksi, adegan 1, adegan 2, dan adegan 3 Ending yang menggunakan musik Pentatonis Live pada performancenya, dan didukung dengan adanya kidungan yang berisi tentang keberanian arek-arek Suroboyo.Sura Ing Baya merupakan karya koroegrafi yang diciptakan melalui rangsang awal idesional dengan tipe tari dramatik yang menggambarkan semangat pejuangan arek-arek Suroboyo dalam berperang, koreografer menaruh harapan agar karya tari ini bermanfaat dan menjadi cermian bagi seniman muda dalm menciptakan sebuah koreografi.Kata Kunci : Ungkapan, Semangat Perjuangan, Tipe Dramatik
TEKNIK PENYUTRADARAAN NASKAH HEART OF ALMOND JELLY KARYA WISHING CHONG ADI PUTRA, DIMAS; ABDILLAH, AUTAR
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan adalah suatu hal yang membahagiakan untuk sepasang kekasih yang telah lama menjalin hubungan percintaan. Begitu juga sebaliknya, gagal di dalam pernikahan adalah hal yang menyedihkan yang dihindari oleh semua orang. Permasalahan yang terjadi antara suami dan istri, itu adalah hal yang semua orang pasti alami. Tetapi bagaimana dari sebuah permasalahan dapat menemukan solusi sehingga penyesalan pun tidak akan terjadi seandainya memutuskan untuk berpisah. Itu adalah bagian cerita dari naskah Heart of Almond Jelly karya Wishing Chong.Tulisan ini mengkaji tentang karya pertunjukan dengan judul Heart of Almond Jelly karya Wishing Chong Sutradara Dimas Adi Putra. Pertunjukan berbentuk drama Realis ini menggunakan teknik penyutradaraan milik Willybrotus Surendra atau lebih dikenal dengan WS Rendra. Salah satu sastrawan besar Indonesia yang sempat menenyam pendidikan seni di Amerika. Telah menulis banyak naskah dan menyutradarainya salah satu yang menjadi masterpiece dalam karya penulisan dan penyutradraanya adalah Mastodon dan Burung Kondor. Selain menulis dan menyutradarai rendra juga aktif dalam melakukan menerjemahan naskah. Salah satunya adalah Oedipus karya Sopchles pengarang yang berasal dari Yunani.Focus karya dalam penulisan ini adalah Bagaimana Teknik Penyutradaraan Naskah Heart of Almond Jelly karya Wishing Chong. Kajian ini menggunakan teknik penyutradraan WS Rendra yang dibagi menjadi point ? point. Dan mengerucutkan teknik penyutradaraan WS Rendra.Naskah Heart of Almond Jelly karya Wishing Chong adalah naskah yang ditulis pada tahun 2000 oleh penulisnya dan baru diterjemahkan dalam bahasa Indonesia pada tahun 2015 melalui acara IDRF atau Indonesia Dramatic Reading Festival yang digagas oleh Teater Garasi Yogyakarta. IDRF adalah sebuah acara dimana dalam kegiatanya adalah membacarakan naskah terjemahan dan naskah karya anak bangsa yang telah melalui seleksi. Kata Kunci: Penyutradaraan, Teknik WS Rendra, Naskah Heart of Almond Jelly