Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan is a scientific journal which managed by Civic Education and Law Department, Yogyakarta State University. This journal focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of citizenship studies. The published article originated from researchers, academicians, professional, and practitioners from all over the world. Jurnal Civics Media Kajian Kewarganegaraan is published by Civic Education and Law Department, Yogyakarta State University in collaboration with Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (Indonesia Association of Pancasila and Civic Education/AP3KnI).
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 16, No 1 (2019)"
:
10 Documents
clear
Pancasila dan toleransi pada tradisi keagamaan masyarakat Yogyakarta
Mangunsong, Nurainun;
Fitria, Vita
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.469 KB)
|
DOI: 10.21831/jc.v16i1.25312
Artikel ini mengkaji tentang nilai-nilai toleransi keagamaan yang muncul dalam masyarakat sinkretis Girikarto dan puritanis Kotabaru Yogyakarta. Penelitian ini mengambil objek penelitian Masyarakat Budha dan Islam di wilayah Girikarto serta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan Yayasan Masjid Syuhada Kotabaru Yogyakarta. Metode penelitian empirik ini dilakukan dengan wawancara secara mendalam dan observasi lapangan secara langsung dalam kehidupan keluarga, sosial, dan keagamaan masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah antropologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi merupakan konsep keagamaan yang berbaur dengan pluralitas tradisi Jawa (Hindu-Budha, animisme, dinamisme, dan Islam) yang membentuk ide, nilai, tradisi, sistem sosial sebagai satu kesadaran hidup damai dan rukun di antara masyarakat, khususnya Yogyakarta. Kemajemukan menjadi suatu keniscayaan. Pancasila diyakini merupakan filosofi dan ideologi yang mempersatukan kemajemukan itu. Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Toleransi merupakan pemaduan nilai agama dan budaya yang dipegang teguh dengan baik.---------------------------------------------------This article studies on religious tolerance values that emerge in syncretism society Girikarto and puritanism one in Kotabaru Yogyakarta. This research takes the object on Girikarto Buddhism and Muslim, and Huria Batak Protestant (HKBP) and Syuhada mosque foundation, Kotabaru Yogyakarta. This empirical method is applied by deep interview and immediate observation of social and religious reality. The approach used in anthropology. The result of the research shows that tolerance is a religious concept that interacts with Javanese plurality traditions (Hinduism-Buddhism, animism, dynamism, and Islam) that create ideas, values, traditions, the social system as awareness to live peacefully among society, especially in Yogyakarta. The diversity is a reality. Pancasila is believed as a philosophy and ideology that unify this diversity. Pancasila is the crystallization of cultural values that grow and develop in society life. Tolerance is a mixture of religious and cultural values that held strongly
Dari terminologi ke subtansi pendidikan kewarganegaraan: Implikasi terhadap revitalisasi Pancasila
Kalidjernih, Freddy K;
Winarno, WInarno
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (465.383 KB)
|
DOI: 10.21831/jc.v16i1.25311
Artikel ini mengeksplorasi berbagai istilah (terminologi) yang berkaitan dengan praktik kewarganegaraan atau pendidikan kewarganegaraan yang digunakan di Indonesia setelah runtuhnya rezim Orde Baru. Ia berpendapat bahwa penggunaan istilah tersebut agak serampangan karena mereka kurang dibahas dan diperebutkan di kalangan akademis. Akibatnya, agak membingungkan ketika pemerintah Indonesia berniat untuk memperkenalkan kembali Pendidikan Pancasila baru-baru ini. Makalah ini menyarankan bahwa penggunaan istilah-istilah tersebut secara konsisten dan sistematis akan memungkinkan kita untuk menempatkan Pancasila secara lebih proporsional dalam "peta" Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia (Pendidikan Kewarganegaraan, PKn).---------------------------------------------------------------------------------------------------------practices of citizenship or civic education used in Indonesia after the demise of the New Order regime. It argues that the use of the terms has been rather haphazard because they have been less discussed and contested in academic circles. As a result, it was rather confusing when the Indonesian government intended to re-introduce Pancasila Education recently. This paper suggests that consistent and systematic use of such terms will enable us to locate Pancasila more proportionately in the "map" of Indonesia's Citizenship Education (Pendidikan Kewarganegaraan, PKn).
Analisis kebutuhan perancangan aktivitas pembelajaran berdasarkan pada dimensi sikap moral bagi siswa sekolah dasar
Hayati, Auliya Aenul;
Pratiwi DS, Dina;
Praja, Ena Suhena
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.33 KB)
|
DOI: 10.21831/jc.v16i1.20487
Pergeseran nilai dan motivasi atas kelangsungan pendidikan yang disematkan pada sekolah dasar semakin menguat seiring dengan harapan tak terbatas dari para orang tua dalam menjamin kualitas kepribadian sang anak. Pada praktiknya, permasalahan yang muncul bagaimana sekolah mampu menjawab berbagai tantangan yang disuguhkan dalam membentuk karakter disamping menjadikan siswa sebagai seseorang yang cerdas secara akademisi. Penelitian ini berupaya menganalisis kebutuhan atas perancangan aktivitas-aktivitas pembelajaran berdasarkan pada pengembangan sikap moral atau moral feeling siswa sebagai jawaban dan solusi dari permasalahan yang dikemukakan sebelumnya. Metode penelitian fokus pada R&D tahap pertama dari pola ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep moralitas pada pola pembelajaran siswa kelas V SDN Sunyaragi 2 relatif lebih memunculkan sisi moral knowing dengan pemaknaan sikap moral (moral feeling) yang hanya sebatas pada lapisan permukaan, tidak secara mendalam dan terstruktur. Dengan demikian, dibutuhkan sebuah perancangan aktivitas pembelajaran yang dapat mengakomodasi perkembangan dimensi moral feeling siswa dalam kaitannya dengan penguatan karakter positif yang idealnya dimiliki oleh siswa sebagai sumber daya manusia unggul.-----------------------------------------------------------------------------------------The shift in values and motivation for the continuity of education embedded in Elementary Schools is getting stronger along with the infinite expectations of parents in ensuring the quality of the child's personality. In practice, new problems arise surface is how schools are able to answer the challenges presented in shaping the character in addition to making students as someone who is smart academically. This research seeks to analyze the need for the design of learning activities based on the development of moral attitude or moral feeling of the students as the answer and solution of the problems presented earlier. Research method is R & D with ADDIE model. The results showed that the concept of morality on the pattern of learning grade V SDN Sunyaragi 2 relatively more led to the moral side knowing with the meaning of moral feeling (moral feeling) which is only limited to the surface layer, not in depth and structured. Thus, it takes a design of learning activities that can accommodate the development of students' moral sense dimensions in relation to the reinforcement of positive characters ideally possessed by students as excellent human resources.
Nilai budaya lokal Kee'rja Banyau sebagai pembentukan karakter kebangsaan
Fusnika, Fusnika;
Tyas, Debora Korining
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.424 KB)
|
DOI: 10.21831/jc.v16i1.23325
Bangsa Indonesia pada saat ini sedang mengalami krisis identitas, dengan lunturnya nilai karakter kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara deskriptif tentang nilai–nilai yang terkandung dalam budaya lokal Kee'rja banyau yang terdapat pada masyarakat di Desa Sungai Deras. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal yang disebut dengan istilah kee'rja banyau mengandung nilai-nilai kekeluargaan, keadilan, sukarela, tanggungjawab, sosialisasi dan persatuan dan kesatuan.---------------------------------------------------------------------------Nowadays Indonesia nation has undergone a critical identity seen from the deteriorate of its character values of nationality. This research aims to obtain the description of values found in the local culture of Kee'rja Banyau from the community of Desa Sungai Deras. The method of the research is qualitative method using case study approach. The data were collected through observation, interview, and documentation. The finding showed that the local culture so-called Kee'rja Banyau contained the values of familiarity, justice, sincerity, responsibility, socialization, and unity.
Pembinaan karakter anak pada masyarakat perumahan di pinggiran kota
Asrori, Muhamad Abdul Roziq
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.606 KB)
|
DOI: 10.21831/jc.v16i1.20344
Penelitian ini bertujuan menjelaskan pembinaan karakter dan hambatan penyertaannya dilihat dari teori role taking pada masyarakat "Griya Kota"Tulungagung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Proses pembinaan karakter dan moral anak pada tahap persiapan awal dilakukan dengan mengenalkan nilai-nilai agama sejak dini. Media yang digunakan bisa audio maupun visual dengan konten religious. Detail tahap perkembangan dan kebutuhan kesehatan anak untuk kesiapan membangun karakter sangat diperhatikan. Pada tahap play stage lebih selektif dalam memilih tayangan media dan juga teman bermain bagi anak. Sementara di tahap gama stage, berupaya memberikan contoh baik terhadap anak dengan ucapan dan perilaku keseharian mereka serta menambah intensitas pengawasan meskipun tidak secara langsung untuk memastikan perkembangan anak. Pada tahap generalized others para orang tua lebih memberikan kepercayaan pada anak untuk mengembangkan kecakapan dengan dukungan fasilitas dan doa. Minimalisasi hambatan dibangun melalui komunikasi yang baik pada semua pihak dengan mengedepankan keguyuban warga melalui berbagai media, sekaligus menjadi teladan yang inspiratif.----------------------------------------------------------------------------------------This study aims to explain the character building and the obstacles of viewers seen from the role-taking theory in the community "Griya Kota" Tulungagung. The research method used a qualitative approach with a case study type. The results showed the process of fostering the character and morals of children in the early preparation stage is done by introducing religious values from an early age. The media used can be both audio and visual with religious content. Detailed stages of development and the health needs of children for the readiness to build character is noticed. In the play stage more selective in choosing media impressions and also playmates for children. While in the game stage, trying to provide good examples of children with their daily sayings and behaviors and increase the intensity of supervision, although not directly to ensure the development of children. At the stage of generalized others, the parents are more confident in the child to develop skills with the support of facilities and prayers. To minimize barriers is built through good communication on all sides in the same manner, as well as being an inspirational example.
Analisis nilai-nilai dalam Undang-Undang Simbur pada masyarakat Ogan Ilir
Husna, Asmaul;
Alfiandra, Alfiandra;
Waluyati, Sri Artati
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (51.993 KB)
|
DOI: 10.21831/jc.v16i1.19237
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam Undang-undang Simbur Cahaya yang masih diamalkan masyarakat Sakatiga Kecamatan Indralaya. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling dengan jumlah informan sebanyak enam orang yang terdiri dari masyarakat Desa Sakatiga dan dua informan pendukung dari Kesultanan Palembang Darussalam dan Budayawan Palembang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Uji keabsahan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji credibility, uji transferability, uji dependability, dan uji confirmability. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Nilai-nilai yang terkandung dalam Undang-undang Simbur Cahaya yang masih diamalkan oleh masyarakat yaitu nilai religius atau agama, nilai moral/etika, nilai sosial, dan nilai politik.------------------------------------------------------------------------------------------------------------The research purpose to know the values of containing in the Simbur Cahaya constitution still be practiced by Sakatiga. The sample is got by using the purposive sampling technique and snowball sampling with the amount of information was six-person that be consists of the people from Sakatiga and two the supporting information from Palembang Darussalam Sultanate and Cultural Palembang. The valid test is done in this researched was the credibility test, transferability, dependability, and confirmability test. The technique collecting of data be used was documentation, interview, and observation. Then the technique analysis of data that be used reduced of data, presentation of data, verification of data. Based on the result of analyzing data and discussion could know that values of containing in the Simbur Cahaya Constitution still be practiced by Sakatiga people in the Indralaya subdistrict that religion value, moral value/ethic, social value, and politic value.
Pendidikan kewarganegaraan sebagai wahana untuk meningkatkan kesadaran hidup yang lebih baik bagi sesama
Juliati, Juliati;
Hermawan, Wawan;
Firman, Mohamad
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.553 KB)
|
DOI: 10.21831/jc.v16i1.23340
Era globalisasi seolah-olah satu negara dengan negara lain ibarat sebuah kampung, karena setiap saat kita dapat memantau setiap perkembangannya salah satunya melalui berbagai media internet (pengaruh positifnya) bertambahnya pengetahuan, tetapi ada pula pengaruh negatifnya bagi remaja dan masyarakat umumnya sepertinya sekarang ini telah dihadapkan kepada krisis jati diri bangsa. Pada saat ini sekarang sikap dari kebiasaan warga negara sudah tergantikan dengan individualistis, materialistis, bahkan munculnya berbagai macam kekerasan telah tumbuh di sekeliling kita. Solusinya tiada lain untuk di Indonesia pendidikan kewarganegaraan harus disosialisasikan dan dibelajarkan kepada masyarakat.-----------------------------------------------------The era of globalization as if one country with another country is like a village, because every time we can monitor each development, one of them is through various internet media (positive influence), increasing knowledge, but there are also negative influences for teenagers and the general public to the crisis of national identity. Now, the attitude of citizens' habits has been replaced by individualistic, materialistic, even the emergence of various kinds of violence that have grown around us. The alternative solution in Indonesia, citizenship education must be socialized and taught to the community.
Pengaruh model kooperatif tipe think pair share terhadap kerjasama siswa
Nurazizah, Khikmah Fitriani;
Wuryandani, Wuri
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.758 KB)
|
DOI: 10.21831/jc.v16i1.21520
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share terhadap kerjasama pada siswa kelas IV SD. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi eksterimen. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD N Ngasinan dan SD N Sidomukti. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket. Data yang diperoleh dianalis menggunakan analisis independent sample t-test dengan bantuan program spss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan model Think Pair Share terhadap kerjasama siswa kelas IV Sekolah Dasar dibuktikan dengan nilai t sebesar 4,014 dan p 0,000<0,05. -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------This study aims to integrate the cooperative learning model type Think Pair Sharing for fourth grade elementary school students. The approach used in this study is a quantitative approach with the type of quasi-experimental research. The samples used in this study were fourth grade students of SD N Ngasinan and SD N Sidomukti. Research instruments related to questionnaires. The data obtained were analyzed using an analysis of independent sample t-test with the help of SSS program. The results showed that there was a positive and significant influence on Think Pair Share models on the cooperation of fourth grade elementary school students with a t value of 4.014 and p 0.000 <0.05.
Pemberdayaan penyandang disabilitas pada objek wisata Kuta Bali
Waruwu, Dermawan;
Adhi, Ni Ketut Jeni
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (395.106 KB)
|
DOI: 10.21831/jc.v16i1.22000
Penelitian ini mengkaji tentang jenis penyandang disabilitas dan bentuk pemberdayaan penyandang disabilitas pada objek wisata Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Masalah ini dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan kajian budaya serta dikaji menggunakan teori hegemoni dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan: (1) jenis penyandang disabilitas yang diberdayakan pada objek wisata Kuta yaitu tunanetra dan dan tunadaksa; (2) bentuk pemberdayaan penyandang disabilitas yaitu cleaning service, tukang masak, operator CCTV, dan penjual pulsa keliling; (3) penyandang disabilitas kurang diberdayakan pada objek wisata Kuta, sehingga mereka menjadi kelompok yang termarginalkan dan terhegemoni ditengah geliat industri pariwisata. Pemerintah, pengusaha, dan masyarakat diharapkan agar memberdayakan penyandang disabilitas secara maksimal agar mereka memperoleh pekerjaan yang layak untuk keberlanjutan kehidupannya.---------------------------------------------------------------------------This study examines what types of people with disabilities and how to empower people with disabilities in the tourist attraction of Kuta, Badung Regency, Bali Province? This problem is analyzed qualitatively with a cultural study approach and examined using the theory of hegemony and social practice. The results of the study showed: (1) types of persons with disabilities who were empowered in Kuta's tourist objects, namely blind and disabled people; (2) forms of empowerment namely cleaning service, cooks, CCTV operators, and mobile credit sellers; (3) people with disabilities are less empowered in Kuta tourism objects, so they become the marginal group and hegemony in the midst of the stretch of the tourism industry. The government, employers, and the community are expected to empower persons with disabilities to the fullest so that they get decent jobs for the sustainability of their.
Teachers and technology: The perspective of digital citizenship
Triastuti, Rini
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.618 KB)
|
DOI: 10.21831/jc.v16i1.21521
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menghasilkan beragam produk baik dalam bentuk hardware dan software. Produk tersebut telah menawarkan berbagai kemudahan bagi penggunanya. Salah satu contoh di bidang komunikasi. Saat ini komunikasi dapat dilakukan setiap saat tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Berbagai kemudahan yang ditawarkan bagi penggunanya membuat mereka sangat tergantung pada teknologi. Bahkan saat ini manusia tidak hanya berada dalam dunia nyata saja namun juga dalam dunia maya. Tulisan ini bermaksud menggambarkan karakteristik kewarganegaraan guru-guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah angket, wawancara dan studi pustaka. Data menunjukkan bahwa guru-guru merupakan warga digital dan digital immigrant.-------------------------------------------------------------------------------------------------------The rapid growth of information and communication technology has produced various forms of products in the form of hardware and software. These products have offered various conveniences for its users. One example is in the field of communication. Currently, communication can be done in real time without being blocked by distance and time. The various facilities provided to its users make them very dependent on technology. Even today humans do not only exist in the real world but in the virtual world. This paper is intended to describe the characteristics of digital citizenship for civic education teachers. The method used is descriptive qualitative. This study uses questionnaires, interviews and literature studies. The results show that teachers are digital citizens and digital immigrant.