cover
Contact Name
Fauza Rizqiya
Contact Email
fauza.rizqiya@umj.ac.id
Phone
+6281113803109
Journal Mail Official
jarasfkk@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Jl. KH Ahmad Dahlan, Kel. Cireundeu, Kec. Ciputat Tim., Kota Tangerang Selatan, Banten 15419
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
ISSN : -     EISSN : 29868246     DOI : https://doi.org/10.24853/jaras
Core Subject :
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS) Faculty of Medicine and Health publishes articles about the progress of community service in the field of Medicine and Health.
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Penyuluhan Hipertensi dan Menu SEHATI (Selingan Sehat Hipertensi) pada Lansia Penderita Hipertensi di Puskesmas Kecamatan Gambir Jakarta Pusat) Ardelia Evani; Annisa Nurul Syafitri; Ferina Putri Rachmano; Rahma Diaz Cahyani; Ari Wibowo; Wilda Yunieswati
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.1.2.125-134

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah yang cukup besar di dunia kesehatan, diperkirakan pada tahun 2025 sebanyak 1,5 miliar orang akan mengalami hipertensi. Penyakit ini menjadi penyakit terbanyak yang diderita oleh lansia di Poli Geriatri Puskesmas Kecamatan Gambir. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta memberikan menu selingan sehat sebagai pilihan makanan tambahan yang bergizi. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah menggunakan leaflet dan flyer. Kegiatan dilakukan di Posyandu Cempaka 7 dengan sasaran lansia sebanyak 17 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara mengukur nilai pre-test dan post-test peserta penyuluhan untuk mengetahui apakah ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan serta melihat hasil penilaian lansia terhadap PMT yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test yaitu 68,2 poin dan rata-rata nilai post-test yaitu 84,7 poin, dimana terdapat peningkatan pengetahuan lansia mengenai hipertensi. Pemberian PMT menunjukkan hasil bahwa sebesar 95% lansia menyukai dadar gulung buah naga dan sebesar 70% lansia menyukai es timun lemon madu.
Edukasi Tentang Dampak Perilaku Merokok Pada Kesehatan Remaja di MTs Negeri 38 Rorotan Jakarta Utara Dwi Nurmawaty; Irdanuraprida Idris
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.1.33-41

Abstract

Tingkat prevalensi perokok aktif di kalangan remaja usia 5-19 tahun naik dari sebesar 10,54% pada tahun 2019 menjadi sebesar 10,61% pada tahun 2020. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023, diketahui bahwa jumlah penduduk di Indonesia yang menjadi perokok di usia 15 tahun ke atas adalah sebesar 28,62%. Angka ini meningkat 0,36% poin dari tahun sebelumnya adalah 28,26%. Sementara berdasarkan jenis kelaminnya, persentase perokok laki-laki adalah mencapai sebanyak 56,36%. Kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dengan alat bantu aplikasi Canva dan leaflet. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test dari sejumlah 32 siswa didapatkan hasil adanya peningkatan dari tingkat pengetahuan para siswa mengenai dampak negatif dari perilaku merokok dengan nilai 9,4% - 68,7%. Adanya kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan yang lebih baik kepada para siswa terkait dampak perilaku merokok sehingga siswa tidak berperilaku merokok.
Edukasi Makanan Pendamping ASI Tepat untuk Cegah Stunting Pada Balita Putri Aisyah Alliyah; Fauza Rizqiya; Hanifah Hanifah; Nadia Zafirah; Ruzainah Hayati; Zahra Fida S
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.1.6-12

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang dipengaruhi oleh asupan gizi yang tidak adekuat pada waktu lama sehingga menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak, seperti terhambatnya pertumbuhan tinggi badan. Prevalensi stunting di Indonesia sudah menurun namun masih belum mencapai target menjadi 14% di tahun 2024. Kegiatan edukasi ini bertujuan agar meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat sehingga kejadian stunting dapat dicegah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan ceramah kepada ibu tentang pengetahuan MP-ASI pada bayi usia 6-23 bulan. Dari hasil pre-post yang telah dilakukan, didapatkan hasil peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata skor 7,6 menjadi rata-rata skor 8,7 meningkat sebanyak 1,1% setelah diberikan edukasi. Ibu balita memperoleh pembelajaran dan informasi dari edukasi yang telah dilaksanakan sehingga mendapatkankan suatu perubahan dan peningkatan pengetahuan dalam pemilihan bahan makanan tepat untuk makanan pendamping ASI pada balita.
Edukasi Tempe Sebagai Sumber Protein Pencegah Stunting Analekta Tiara Perdana
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.1.2.108-115

Abstract

Stunting adalah permasalahan gizi akibat kekurangan gizi jangka panjang. Angka kejadian stunting saat ini menjadi perhatian besar di Indonesia. Stunting dapat dicegah melalui pemberian makanan berprotein tinggi seperti tempe kepada anak bahkan saat masih dalam kandungan. Tempe sebagai sumber protein nabati berprotein tinggi masih kurang dimanfaatkan sebagai alternatif makanan bergizi dengan harga yang relatif lebih murah untuk membantu pencegahan stunting. Upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pemberian edukasi mengenai tempe sebagai sumber protein. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini untuk memberikan edukasi mengenai tempe sebagai sumber protein pencegah stunting kepada para perajin tempe di Kampung Tempe Kota Tangerang. Tahapan kegiatan ini meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan PkM menunjukkan peningkatan rata-rata persentase jawaban benar dari 56% menjadi 90%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang tempe sebagai sumber protein pencegah stunting.
Updated Resistensi Antibiotik: Dari Pre Klinik Hingga Aplikasi Klinik Tenaga Kesehatan Rike Syahniar; Audia Nizhma Nabila; Desy Januarrifianto; Mardhia Mardhia; Nurmalia Lusida; Inas Farida
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.1.13-18

Abstract

Penyalahgunaan dan penggunaan antibiotik yang berlebihan menyebabkan meningkatnya prevalensi resistensi antibiotik. Dokter, perawat, bidan, dan tenaga kefarmasian berperan penting dalam memberikan informasi dan edukasi penggunaan antibiotik kepada masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan dan resistensi antibiotik. Kegiatan dimulai dengan memberikan pre-test kepada partisipan, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai update resistensi antibiotik oleh narasumber dan kemudian diberikan post-test. Hasil uji wilcoxon, diketahui p-value = 0,000 < 0,05, serta ada kenaikan nilai mean pre test sebesar 68.44 menjadi 82.34 pada post test. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai resistensi antibiotik.
Edukasi Pencegahan dan Tatalaksana MRSA pada Tenaga Kesehatan Rike Syahniar; Farsida Farsida; Reny Luhur Setyani; Malayanti Malayanti; Retno Tri Siswanti; Wa Ode Asmawati; Inas Farida
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.1.42-47

Abstract

Hasil surveilans nasional pada delapan rumah sakit rujukan utama, menunjukkan bahwa permasalahan MRSA ini sangat tinggi. Prevalensi infeksi akibat MRSA menunjukkan rentang antara 25%-65% dengan rata-rata nasional adalah 38%. Maka penting adanya edukasi mengenai pencegahan penularan dan tatalaksana MRSA pada tenaga kesehatan. Rumah sakit perlu memastikan bahwa mampu mencegah penularan penyakit di dalam dan dari rumah sakit. Tujuan pengabdian ini memberikan edukasi pencegahan dan tatalaksana MRSA pada tenaga kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa dari 196 responden yang diberikan edukasi, 83,16% memiliki tingkat pengetahuan pada kategori baik, 11,22% masuk dalam kategori pengetahuan cukup dan 5,61% dalam kategori kurang. Simpulan yaitu sebagian besar tenaga kesehatan memiliki tingkat pengetahuan yang baik setelah diberikan edukasi mengenai mengenai pencegahan penularan dan tatalaksana MRSA pada tenaga kesehatan.
Edukasi “Lansia Bergerak”: Senam Lansia untuk Menjaga Kebugaran dan Meningkatkan Kesehatan Lansia Adita Widanti Nugroho; Cindy Dwi Rohaini; Hasna Syfa Tyananda; Lutviana Dewi; Shafa Dwi Ardita; Rosyanne Kushargina
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.1.19-24

Abstract

Lansia mengalami berbagai penurunan status kesehatan. Melakukan olahraga atau latihan secara teratur adalah salah satu program yang dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan lansia. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia khususnya tentang olahraga sehingga dapat meningkatkan kebugaran lansia di RW 06 Kelurahan Padasuka Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan diskusi dengan media edukasi berupa poster panduan senam lansia. Terdapat 19 orang lansia mengikuti kegiatan ini. Dilakukan juga senam bersama setelah pemberian materi.  Terjadi peningkatan pengetahuan lansia ditandai dengan peningkatan nilai post-test sasaran pada kategori sangat baik dari 52,6% menjadi 84,2%.  Kegiatan edukasi terkait kebugaran fisik, aktivitas fisik kepada lansia ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan sasaran. Untuk perubahan perilaku dan peningkatan kebugaran lansia, edukasi dapat dilakukan secara rutin oleh kader saat pelaksanaan Posbindu setiap bulan.
Pentingnya Skrining Anemia Dan Edukasi Gizi Pada Anak Remaja Di Panti Asuhan Andi Sitti Rahma; Rini Fitriani; Rosdianah Rahim; Andi Irhamnia Sakinah; Asrul Abdul Azis; Halimah Sa'diyah
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.1.48-53

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin di dalam darah kurang dari normal, sehingga bisa memberikan banyak dampak negatif seperti mudah lelah, sulit konsentrasi, dll. Anak yang tinggal di panti asuhan identik dengan keterbatasan dana dan sumber daya sehingga memiliki risiko tinggi memiliki pola makan yang tidak tepat, sehingga akan mempengaruhi status gizi dan kejadian anemia. Tujuan kegiatan ini adalah mengetahui kadar hemoglobin, pola makan dan status gizi pada anak panti dan memberikan edukasi tentang anemia. Jumlah peserta adalah 21 orang yang berasal dari 3 panti asuhan di kota Makassar. Hasil yang diperoleh adalah sebanyak 46,2% remaja panti mengalami anemia dan hanya 46,2% yang memiliki status gizi normal. Mayoritas jarang mengonsumsi protein hewani maupun nabati, dan jarang mengonsumsi makanan cepat saji. Telah dilakukan edukasi gizi terkait anemia, diharapkan pengetahuan dan perilaku/pola makan bisa menjadi lebih baik.
Integrasi Nilai-Nilai Al-Quran dalam Upaya Pencegahan ISPA Melalui Teknik Inhalasi Sederhana: Dampak pada Kesadaran dan Kesehatan Masyarakat Suherman Jaksa; Ike Retno Dewati; Suhartini Suhartini; Ifthitha Aldiany Putri; Nurmalia Lusida; Andriyani Andriyani
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.1.54-61

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular yang sering menyerang masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit kronis. Penyakit ini dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan pernapasan, namun tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan ISPA masih rendah. Menurut data Kementerian Kesehatan Tahun 2023, kasus ISPA di Indonesia dari Januari hingga September 2023 cukup tinggi, yaitu dalam kisaran 1,5-1,8 juta kasus secara nasional. Di Kabupaten Tangerang, tercatat 30.200 kasus dan sebanyak 373 warga Pasarkemis, Kabupaten Tangerang (Tangkab) telah terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada periode Mei 2019. Upaya yang telah dilakukan meliputi penyuluhan kepada masyarakat tentang gejala, pencegahan, dan penanganan ISPA serta demonstrasi teknik inhalasi sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan. Pengabdian terintegrasi dengan nilai-nilai Al-Quran dilakukan untuk memberikan pendekatan yang lebih menyentuh hati dan relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, karena Al-Quran mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh, serta saling tolong-menolong. Metode yang diterapkan melibatkan langkah-langkah sebagai berikut: pertama, penyusunan materi edukasi berbasis Al-Quran yang mengaitkan ajaran agama dengan pencegahan ISPA; kedua, penyuluhan oleh Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ); ketiga, demonstrasi teknik inhalasi sederhana menggunakan bahan alami yang dapat membantu membersihkan saluran pernapasan. Pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan ISPA dengan cara yang mudah dipahami dan sesuai dengan ajaran agama.
Peningkatan Pengetahuan Tenaga Kesehatan dalam Deteksi Gangguan Penglihatan Syafira Aulia Rahmah; M Dodik Prastiyo
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.1.62-67

Abstract

Latar Belakang: Kasus katarak mengalami peningkatan hingga 78.478 kasus, salah satunya di Kabupaten Lamongan yaitu 1.763 kasus yang merupakan peringkat ke delapan dari seluruh Kabupaten dan Kota di Jawa Timur yang dilaporkan pada tahun 2022. Kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan dalam pendeteksian serta penanganan gangguan penglihatan dapat meningkatkan risiko angka kejadian kebutaan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi maupun menangani gangguan penglihatan melalui program basic eye examination. Metode: Pengabdian ini dilakukan di Rumah Sakit Mata KMU Lamongan selama dua bulan yaitu November-Desember 2023 dengan melibatkan 30 Puskesmas. Pengabdian ini diikuti oleh 152 tenaga kesehatan antara lain dokter, perawat, dan bidan. Monitoring dan evaluasi program dijalankan dengan melakukan pre-posttest disertai grup komunikasi daring. Hasil: Hasil dari pengabdian ini didapatkan mayoritas pengetahuan mitra meningkat sebesar 94,1% dari total jumlah orang (n=152). Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan pada tenaga kesehatan setelah diberikan pelatihan penanganan pertama pada gangguan mata dalam Program Basic Eye Examination.