cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,262 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM INOVASI APLIKASI KLAMPID NEW GENERATION (KNG) DI KELURAHAN WONOKROMO KOTA SURABAYA Manshuri, Sopyan; Rahaju, Tjitjik
Publika Vol 11 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n4.p2491-2504

Abstract

Innovative services are currently being discussed in various circles, especially in the field of government. With the rapid development of technology today, many application-based technological innovations have emerged. In the realm of governance, the government has launched numerous applications aimed at creating effective public services. This is due to societal progress and the increasing population, which necessitates public services that can accommodate everyone. Wonokromo Subdistrict is one of the subdistricts that has implemented the application-based innovation called Klampid New Generation in public service matters. Therefore, this study aims to analyze the implementation of the Klampid New Generation application-based innovation in Wonokromo Subdistrict. This research utilizes a descriptive method with a qualitative approach. The data collection techniques employed in this study include interviews, observations, and documentation. The data is then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research focuses on four implementation indicators proposed by Edward III: communication, resources, disposition, and organizational structure. The results of the study indicate that the program implementation is progressing well according to the implementation indicators. This includes effective communication, adequate resources, and a wellstructured bureaucracy. However, in terms of the disposition indicator, specifically the intensive variable, it has not been implemented effectively by the government. Pelayanan yang inovatif kini tengah menjadi bahan diskusi di berbagai kalangan, utamanya di bidang pemerintahan. Dengan semakin berkembangnya teknologi saat ini, banyak muncul inovasi teknologi berbasis aplikasi. Dalam urusan pemerintahan, sudah banyak aplikasiaplikasi besutan pemerintah yang diluncurkan guna menciptakan pelayanan publik yang efektif. Hal ini disebabkan oleh perkembangan masyarakat serta semakin bertambahnya jumlah penduduk sehingga diperlukan pelayanan publik yang dapat mewadahi keseluruhannya. Kelurahan Wonokromo adalah salah satu kelurahan yang menerapkan inovasi berbasis aplikasi Klampid New Generation dalam urusan pelayanan publik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi inovasi berbasis aplikasi Klampid New Generation di Kelurahan Wonokromo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini berfokus pada empat indikator implementasi oleh Edward III yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur organisasi. Hasil penilitian menunjukkan implementasi program berjalan dengan baik sesuai dengan indikator implementasi. Diantaranya komunikasi berjalan dengan baik, sumber daya yang memadai, dan struktur birokrasi yang bijaksana. Namun pada indikator disposisi yaitu variabel intensif, belum diterapkan dengan baik oleh pemerintah.
EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA PADA MASYARAKAT MISKIN TERKENA DAMPAK COVID-19 DI DESA SIDOHARUM KECAMATAN SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN Fakhri, Afifuddin; Ma'ruf, Muhammad Farid
Publika Vol 11 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n4.p2593-2608

Abstract

This paper examines the BLT Dana Desa program in Sidoharum Village as part of the government's response to the economic downturn caused by the Covid-19 pandemic. However, the program encountered several issues, including a lack of community understanding in utilizing the funds, indications of multiple social assistance recipients, and uncertainty in fund disbursement timing. The study aims to evaluate the effectiveness of the Village Fund Cash Assistance program in Sidoharum Village for impoverished communities affected by Covid-19. To assess program effectiveness, researchers employed the program effectiveness theory and identified indicators such as program understanding, on target, on time, goal achievement, and real change (in Rahayuni and Rusli, 2021). The study utilized a descriptive qualitative research approach and employed observation, interviews, and documentation as data collection methods. The BLT Dana Desa program in Sidoharum Village has been proven effective, but it has faced various challenges. One of the main obstacles is the difficulty that the village government has in understanding the criteria for selecting KPM candidates. Another challenge is the lack of optimization of funds by some KPM recipients. Additionally, the program does not fully reach its target as some KPM do not meet the requirements and there are delays in transferring funds from the central government, leading to uncertainty in distribution timing. To address these issues, the researchers propose several solutions. They recommend that village governments provide clear instructions and socialization to program implementers and targets to ensure proper utilization of the funds. Conducting surveys and data verification can help ensure that the KPM data aligns with the established criteria. Furthermore, improving the planning of fund transfers is necessary to ensure timely distribution of the BLT-Dana Desa funds to eligible beneficiaries. Pemerintah berupaya melakukan penanganan kemunduran ekonomi dampak pandemi Covid-19 dengan mengeluarkan berbagai kebijakan. Desa Sidoharum Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen merupakan desa penyelenggara program BLT Dana Desa. Namun masih terdapat beberapa permasalahan mengenai pelaksanaan program BLT Dana Desa seperti kurangnya pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan dana yang diterima, adanya indikasi penerima ganda bantuan sosial, dan ketidaktentuan waktu penyaluran. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa pada masyarakat miskin terkena dampak Covid-19 di Desa Sidoharum Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Peneliti menggunakan teori efektivitas program menurut Sutrisno (dalam Rahayuni dan Rusli, 2021), yang mengkaji indikator pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian program BLT Dana Desa di Desa Sidoharum cukup efektif. Pada indikator pemahaman program bahwasannya pemerintah desa belum sepenuhnya memahami kriteria calon KPM dan beberapa KPM belum mampu mengoptimalkan bantuan dana yang diterima. Kemudian belum sepenuhnya tepat sasaran karena adanya KPM yang tidak sesuai ketentuan, dan ketidaktentuan waktu penyaluran karena keterlambatan transfer dana dari pemerintah pusat. Saran peneliti yaitu dengan pengadaan sosialisasi dan pemberian panduan teknis secara jelas kepada pelaksana program maupun sasaran program sehingga pemanfaatan BLT Dana Desa sesuai ketentuan. Kemudian pemerintah desa harus melakukan survei dan verifikasi data yang sesuai ketentuan agar mendapat data KPM yang sesuai kriteria perundang-undangan. Serta perlunya perencanaan waktu terkait transfer dana sehingga penyaluran BLT Dana Desa kepada KPM terlaksana tepat waktu.
ANALISIS PERAN BUMDES NGINGAS MAKMUR ABADI DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM) DI DESA NGINGAS KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO Utami, Rohmi Nur; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n4.p2585-2592

Abstract

BUMDes Ngingas Makmur Abadi is the largest contributor to Village Original Revenue (PAD). In 2019, out of a total PAD of IDR 90 million per year, BUMDes Ngingas Makmur Abadi contributed IDR 50 million. BUMDes Ngingas Makmur Abadi has obstacles in developing IKM, namely limited human resources and difficulties in embracing IKM so that they can join under the auspices of BUMDes. The purpose of this research isto further understand the role of BUMDes Ngingas Makmur Abadi in the development of IKM in Ngingas Village, Waru District, Sidoarjo Regency. This type of research uses a descriptive qualitative method. The theory used in this study is Gede Diva's Role Theory (2009), including facilitators, catalysts, and regulators. Data collection techniques were carried out by observation, interview, and documentation methods. Data analysis techniques were carried out by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of the research and discussion show that first, BUMDes as facilitators have a role in the development of IKM. Second, as a catalyst BUMDes has a fairly good role in the development of IKM, although it is not maximized. Third, as a regulator, BUMDes shows that they have no role in the development of IKM. BUMDes Ngingas Makmur Abadi merupakan penyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD) terbanyak, di tahun 2019 dari total PAD Rp 90 juta per tahun, BUMDes Ngingas Makmur Abadi menyumbang Rp 50 juta. BUMDes Ngingas Makmur Abadi dalam mengembangkan IKM memiliki kendala yakni keterbatasan SDM dan kesulitan untuk merangkul IKM agar dapat bergabung dibawah naungan BUMDes. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami lebih jauh peran BUMDes Ngingas Makmur Abadi dalam pengembangan IKM di Desa Ngingas Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Peran Gede Diva (2009), meliputi fasilitator, katalisator, dan regulator. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pertama, BUMDes sebagai fasilitator memiliki peran dalam pengembangan IKM. Kedua, sebagai katalisator BUMDes memiliki peran yang cukup baik dalam pengembangan IKM, meskipun belum maksimal. Ketiga sebagai regulator, BUMDes menunjukkan tidak memiliki peran dalam pengembangan IKM.
IMPLEMENTASI PROGRAM HIBAH BIDANG URUSAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN (STUDI PADA BIRO KESEJAHTERAAN RAKYAT PROVINSI JAWA TIMUR) Nur'aini, Afifah Afifah; Rahaju, Tjitjik
Publika Vol 11 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n4.p2575-2584

Abstract

Implementasi Program Hibah Bidang Urusan Pendidikan Keagamaan di Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur ditemukan permasalahan, diantaranya sosialisasi mengenai program hibah tidak dilakukan secara meluas dan menyeluruh, adanya lembaga yang melakukan protes karena dana yang diterima tidak sesuai dengan pengajuannya, adanya pemakaian hibah yang tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Menggunakan teori Van Metter dan Van Horn (1975) dalam (Subarsono, 2015), yaitu 1) Standar dan Tujuan Kebijakan, 2) Sumber Daya, 3) Karakteristik Organisasi Pelaksana, 4) Komunikasi antar Organisasi, 5) Disposisi implementor, 6) Kondisi Sosial, Ekonomi dan Politik. Hasil dari penelitian ini, yaitu 1) Standar pencapaian program hibah berdasarkan rencana kerja tahunan. Tujuannya untuk membantu masyarakat dalam menunjang kegiatannya. 2) Sumber daya manusia yang menjalankan pelaksanaan hibah, yaitu pegawai Biro Kesejahteraan Rakyat. 3) Karakteristik instansi yang terlibat memiliki keterampilan dan ketelitian yang tinggi. 4) Komunikasi antar organisasi terjalin antara Biro Kesejahteraan Rakyat, Biro Hukum dan BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah). 5) Pihak-pihak yang terlibat memberikan dukungan positif. 6) Masyarakat mengetahui program hibah saat ini dari mulut ke mulut, banyak lembaga yang memiliki kondisi keuangan sulit, besaran hibah bergantung pada komitmen DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) There were problems with the implementation of the grant program in the field of religious education at the Bureau of People's Welfare in East Java Province, including socialization regarding the grant program that was not carried out extensively and thoroughly, there were institutions that protested because the funds received were not in accordance with their proposals, there was use of grants that were not in accordance with the RAB (budgetary plan). This study uses a descriptive research method with a qualitative approach. Using the theory of Van Metter and Van Horn (1975) in (Subarsono, 2015), namely 1) Policy Standards and Objectives, 2) Resources, 3) Characteristics of Implementing Organizations, 4) Communication between Organizations, 5) Disposition of implementers, 6) Social, Economic and Political Conditions. The results of this study, namely 1) Standard achievement of the grant program based on the annual work plan. The goal is to help the community in supporting its activities. 2) Human resources who carry out the implementation of grants, namely employees of the People's Welfare Bureau. 3) The characteristics of the agencies involved have high skills and accuracy. 4) Inter-organizational communication is established between the People's Welfare Bureau, Legal Bureau and BPKAD (Regional Financial and Asset Management Agency). 5) The parties involved provide positive support. 6) The community knows the current grant program by word of mouth, many institutions have difficult financial conditions, the amount of the grant depends on the commitment of the DPRD (Regional People's Representative Council).
MANAJEMEN PELAYANAN DALAM PEMBUATAN KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) DI MAL PELAYANAN PUBLIK KOTA YOGYAKARTA Andhini, Fanny Dewi; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n4.p2651-2662

Abstract

Pemerintah adalah lembaga negara yang bertanggung jawab untuk menyediakan layanan publik kepada orang-orang. Salah satunya adalah layanan administrasi kependudukan seperti Kartu Identitas Anak, yang diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta yang dapat diakses di Mal Pelayanan Publik Kota Yogyakarta. Hal ini membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan tersebut. Namun, selama pelaksanaan terdapat beberapa masalah muncul dalam proses pembuatan dan pendistribusian KIA. Misalnya, sistem pengecekkan yang salah dan tanggal pengambilan KIA yang tidak sesuai dengan tanggal yang ditunjukkan di aplikasi JSS (Jogja Smart Service). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang bagaimana pelayanan di Mal Pelayanan Publik Kota Yogyakarta dalam menangani pembuatan kartu identitas anak (KIA). Subjek penelitian ini meliputi pegawai Mal Pelayanan Publik Kota Yogyakarta dan pemohon KIA Kota Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwasannya pelayanan pembuatan KIA dalam dimensi reliability, responsiveness dan assurance sudah dilaksanakan secara cukup baik. Sebab masih ditemukan beberapa kendala pada setiap indikator tersebut. Sedangkan pada indikator tangibles dan empathy sudah dijalankan dengan baik. Government is a state agency responsible for providing public services to people. One of them is population administration services such as Child Identity Cards, which are provided by the Yogyakarta City Population and Civil Registration Service which can be accessed at the Yogyakarta City Public Service Mall. This makes it easier for people to get these services. However, during implementation, several problems arose in the process of manufacturing and distributing KIA. For example, the checking system is wrong and the KIA pick-up date does not match the date shown in the JSS (Jogja Smart Service) application. The purpose of this study is to provide an overview of how services at the Yogyakarta City Public Service Mall handle the making of child identity cards (KIA). The subjects of this study included employees of the Yogyakarta City Public Service Mall and Yogyakarta City KIA applicants. The type of research used in this research is descriptive. While data collection techniques were carried out through interviews, observation and documentation which were then analyzed by the stages of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that the services for making MCH services in the dimensions of reliability, responsiveness and assurance have been carried out quite well. Because there are still some obstacles in each of these indicators. Meanwhile, the tangibles and empathy indicators have been implemented well.
INOVASI PELAYANAN ELEKTRONIK DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DI DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR Kusuma, Ajeng; Prabawati, Indah
Publika Vol 11 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n4.p2609-2622

Abstract

Di negara Indonesia, penyelengara layanan publik di duduki oleh Aparatur Sipil Negara yang mana pegawai ini bekerja di instansi pemerintahan dan berperan dalam meningkatkan pembangunan dan kemajuan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi penerapan inovasi E-DUPAK dalam peningkatan karir pegawai di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dengan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi dan wawancara. Untuk mengalanisis penulis menggunakan teori difusi inovasi dalam peningaktan karir menurut Everett Rogers (1964) yang memuat 5 indikator dengan hasil penelitian sebagai berikut, 1) keuntungan relatif mendorong untuk menciptakan adanya pembaharuan metode yang digunakan dalam pengurusan DUPAK yang mana dilaksanakan secara electronic solusi pengumpulan dokumen saat wabah Covid-19 hingga saat ini, 2) kesesuaian dengan pengelolaan daftar usul penetapan angka kredit (DUPAK) secara elektronik yang baik akan menjamin ketersediaan bukti keputusan serta kegiatan pemerintah, 3) kerumitan mengenai respon kepuasan para pemangku kepentingan pengguna E- DUPAK mereka menyebutkan bahwa kegiatan pengusulan angka kredit jauh lebih mudah, 4) kemungkinan mencoba adanya E-Dupak Di Dinas Kesehatan telah lolos uji coba dalam memepermudah peserta unggah dokumen untuk peningakatan karir pegawai dan juga mendorong petugas memberikan pelayanan dengan baik, 5) kemudahan diamati dengan E-Dupak ini memberikan kemudahan pada setiap elemen terkait, yang mana proses Dupak dapat terlaksana dengan baik hingga proses akhirnya. Hasil temuan di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terdapat kurangnya tenaga IT yang memantau pelaksanaan E-Dupak secara langsung. Sehingga peneliti memberikan saran agar menyediakan sumber daya manusia yang mnguasai bidang tersebut dengan baik agar pelaksanaan lebih optimal. In the country of Indonesia, public service providers are occupied by the State Civil Apparatus where these employees work in government agencies and play a role in enhancing the development and progress of the country. This study aims to analyze the implementation of the E-DUPAK in improving employee careers at the East Java Provincial Health Office using qualitative methods and data collection techniques used are observation and interviews. To analyze the author uses the theory of innovation in career advancement according to Roger (in Sukma, 2019) which contains 5 indicators with the following research results, 1) relative advantage encourages to create an update of the method used in DUPAK management which is carried out electronically as a document collection solution during the Covid-19 outbreak until now, 2) conformity with good electronic management of the list of credit scoring proposals (DUPAK) will guarantee the availability of evidence of government decisions and activities, 3) complexity regarding the response to satisfaction of stakeholders using E-DUPAK they mentioned that the activity of proposing credit scores is much easier, 4) it is possible to try the existence of E-Dupak. it provides convenience on each related element, in which the Dupak process can be carried out well until the final process. The findings at the East Java Provincial Health Office found that there was a lack of IT staff directly monitoring the implementation of E- Dupak. So that researchers provide suggestions for providing human resources who master this field well so that implementation is more optimal.
ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENCAPAI ZERO STUNTING DI KELURAHAN BULAK BANTENG KECAMATAN KENJERAN KOTA SURABAYA Permatasari, Marsella Arlin; Eprilianto, Deby Febriyan
Publika Vol 11 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n4.p2637-2650

Abstract

Stunting merupakan kondisi balita mengalami kegagalan pertumbuhan tinggi badan sehingga balita lebih pendek dari balita-balita lain seusianya. Saat ini permasalahan stunting menjadi isu prioritas nasional yang diupayakan penurunan angka prevalensi nya dari 22% menjadi 14% di 2024 mendatang. Kelurahan Bulak Banteng menjadi daerah dengan prevalensi stunting tinggi di Kota Surabaya. Hal ini disebabkan belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pengentasan stunting. Tujuan penelitian ini adalah memberikan deskripsi analisis partisipasi masyarakat dalam mencapai zero stunting di Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini memuat faktor penghambat partisipasi masyarakat yang meliputi pekerjaan, tingkat pendidikan, jenis kelamin dan kepercayaan pada budaya tertentu sedangkan faktor pendukungnya meliputi faktor adanya kemauan, kemampuan dan kesempatan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari faktor pendukung mayarakat memiliki kemauan, kemampuan serta kesempatan untuk mengikuti program/kegiatan dalam pengentasan stunting di Kelurahan Bulak Banteng. Namun, masyarakat hanya sekedar mengikuti rangkaian kegiatannya tanpa menjalankan intervensi-intervensi dari pihak Puskesmas. Hal ini diketahui dari faktor penghambatnya bahwa pekerjaan masyarakat sebagian besar buruh kasar sehingga berpenghasilan rendah dan tidak mampu untuk memberikan makanan gizi seimbang pada anak, kurangnya pengetahuan orang tua pada pencegahan stunting, tidak adanya peran ayah atau suami dalam pengentasan stunting serta mayoritas masyarakat Kelurahan Bulak Banteng merupakan Suku Madura yang lebih memegang kepercayaan pada adat istiadatnya seperti memijat anak pada dukun bayi hingga kepercayaan pada budaya olehan. Stunting is a condition where toddlers fail to grow in height so that toddlers are shorter than other toddlers of their age. At present the problem of stunting is a national priority issue which efforts are being made to reduce the prevalence rate from 22% to 14% in 2024. Bulak Banteng Village is an area with a high prevalence of stunting in the city of Surabaya. This is due to not optimal community participation in stunting alleviation. The purpose of this study is to provide a description of the analysis of community participation in achieving zero stunting in the Bulak Banteng Village, Kenjeran District, Surabaya City. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The focus of this study includes the inhibiting factors of community participation which include employment, level of education, gender and belief in certain cultures while the supporting factors include factors of willingness, ability and opportunity. Data collection techniques using interviews, documentation and observation. The results of the study show that from the supporting factors the community has the will, ability and opportunity to participate in programs/activities in stunting alleviation in the Bulak Banteng Village. However, the community only follows a series of activities without carrying out interventions from the Puskesmas. It is known from the inhibiting factors that most of the people work as unskilled laborers so they have low incomes and are unable to provide balanced nutritional food to children, lack of parental knowledge on stunting prevention, no father or husband's role in stunting alleviation and the majority of the Bulak Banteng Village community are Madurese who hold more faith in their customs such as massaging children at traditional birth attendants to belief in traditional culture.
IMPLEMENTASI PROGRAM GAPURA DELTA PELAYANAN KEPENDUDUKAN VIA ONLINE PLAVON DI DESA GRABAGAN KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO Daniswara, Andika; Megawati, Suci
Publika Vol 11 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n4.p2623-2636

Abstract

Pelayanan publik merupakan salah satu kegiatan ysng dilakukan oleh organisasi sektor publik dalam rangka meningkatkan kepuasan masyarakat. Untuk menindak lanjuti hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berniat untuk meningkatkan pelayanan khususnya pada bidang administrasi kependudukan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo membuat sebuah program yang bernama Gapura Delta Pelayanan Kependudukan Via Online (PLAVON). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implementasi program gapura delta pelayanan kependudukan via online (PLAVON) di desa grabagan kecamatan tulangan kabupaten sidoarjo. Dalam pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian desktriptif. Teori implementasi Van Meter dan Van Horn menggunakan indikator standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi antar organisasi, karakteristik agen pelaksana, kondisi sosial, politik, dan ekonomi, dan disposisi implementor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program gapura delta pelayanan kependudukan via online (PLAVON) di Desa Grabagan Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo telah berjalan dengan optimal. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat sedikit hambatan yakni pada aspek sumber daya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Desa Grabagan sudah tidak dalam kondisi yang prima, dan juga komunikasi kepada sasaran kebijakan masih belum berjalan dengan optimal. Kemudian, juga terdapat sedikit hambatan pada aspek karakteristik agen pelaksana, yaitu belum optimalnya kemampuan petugas gapura delta Desa Grabagan dalam memanajemen pekerjaan. Public service is one of the activities carried out by public sector organizations in order to increase public satisfaction. To follow up on this, the Sidoarjo Regency Government intends to improve services, especially in the field of population administration. Therefore, the Sidoarjo Regency Government through the Sidoarjo Regency Population and Civil Registration Office created a program called Gapura Delta Population Service Via Online (PLAVON). This research was conducted to determine the implementation of the delta gate program for online population services (PLAVON) in Grabagan Village, Reinforcement District, Sidoarjo Regency. In conducting this research using a qualitative approach to the type of descriptive research. The theory of implementation by Van Meter and Van Horn uses standard indicators and policy objectives, resources, inter-organizational communication, characteristics of implementing agents, social, political and economic conditions, and implementor dispositions. The results showed that the implementation of the online population service delta gate program (PLAVON) in Grabagan Village, Tulangan District, Sidoarjo Regency has been running optimally. However, in its implementation there were a few obstacles, namely in the aspect of the facilities and infrastructure resources owned by Grabagan Village that were not in prime condition, and also that communication to policy targets was still not running optimally. Then, there are also a few obstacles in the aspect of the characteristics of the implementing agent, namely the ability of the Grabagan Village delta gate officer is not yet optimal in managing work.
IMPLEMENTASI PROGRAM WIRA WIRI SUROBOYO DI DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA Hamida, Annurya; Kurniawan, Badrudin
Publika Vol 11 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n4.p2663-2674

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya menyediakan angkutan pengumpan bernama Wira Wiri Suroboyo. Program Wira Wiri Suroboyo digagas oleh Eri Cahyadi selaku Walikota Surabaya dan diwujudkan oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Dalam implementasi program terdapat beberapa kendala diantaranya keterbatasan sumber daya, tidak ada pengawasan dari perencana program terhadap implementor, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai program ini dan kondisi sosial yang kurang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis impelementasi Program Wira Wiri Suroboyo di Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini menggunakan Model Implementasi menurut Van Meter dan Van Horn meliputi, ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya , komunikasi antar organisasi, karakteristik agen pelaksana, disposisi pelaksana dan kondisi sosial, ekonomi dan politik. Teknik analisis data pada penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan implementasi sudah cukup baik dipengaruhi oleh tujuan kebijakan yang ditafsirkan dengan baik oleh pelaksana program. Komunikasi antar organisasi yang dilakukan cukup lancar. Karakteristik agen pelaksana terus memperbaiki pelaksanaan program. Disposisi atau sikap pelaksana terbuka dan dapat menerima program. Tetapi terdapat beberapa kekurangan seperti keterbatasan sumber daya anggaran yang menyebabkan sulitnya menambah kendaraan dan perekrutan staf. Kondisi sosial lebih gemar menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi publik. Dari beberapa kekurangan tersebut saran yang dapat diberikan peneliti diantaranya, melengkapi informasi rute transportasi umum di Aplikasi Gobis, mengupayakan penyediaan sumber daya yang cukup dan mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik. The Surabaya City Government provides feeder transport named Wira Wiri Suroboyo. The program was initiated by Eri Cahyadi as Mayor of Surabaya and realized by the Department of Transportation. In implementation program there are several obstacles including limited resources, no supervision from program planners to implementers, lack of public knowledge about this program and unfavorable social conditions. This study aims to analyze the implementation of the Wira Wiri Suroboyo Program at the Surabaya City Department of Transportation. Type of research is descriptive with a qualitative approach. Focus of this study uses the Implementation Model according to Van Meter and Van Horn including, size and policy objectives, resources, inter-organizational communication, characteristics of implementing agents, executor dispositions and social, economic and political conditions. Data analysis techniques consisted of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions through interviews, observation and documentation studies. The results show that the implementation has been quite well. Communication between organizations is quite smooth. The characteristics of implementing agencies continue to improve program implementation. The disposition of the executor is open and receptive to the program. However, there were some drawbacks such as limited budgetary resources which made it difficult to add vehicles and recruit staff. Social conditions prefer to use private vehicles compared to public transportation. From some of these deficiencies, suggestions that can be given by researchers include completing information in the Gobis Application, seeking to provide sufficient resources and encouraging people to use public transportation.
INOVASI PELAYANAN AKTA KEMATIAN DAN AKTA KELAHIRAN MELALUI APLIKASI NATA ANGGOTA KELUARGA UNTUK LAPORAN AKTA (NAKULA) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SURABAYA Samudra, AR. Agusta; Fanida, Eva Hany
Publika Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v12n1.p13-22

Abstract

Pelayanan publik menjadi tanggung jawab pemerintah, salah satunya Dispendukcapil Kota Surabaya. Banyak inovasi yang telah diluncurkan oleh Dispendukcapil Kota Surabaya, Salah satunya Nata Anggota Keluarga Untuk Laporan Akta (Nakula) aplikasi tersebut digunakan untuk mengurus Akta Kelahiran dan Akta Kematian, Diharapkan Nakula memudahkan dalam mengurus akta kematian dan akta kelahiran. Peneliti mengambil judul inovasi pembuatan akta kematian dan akta kelahiran melalui aplikasi Nakula di Dispendukcapil kota Surabaya. Dalam jurnal menggunakan jenis penelitian kualitatif serta dijelaskan secara analisis deskriptif. Dalam menganalisis Inovasi aplikasi Nakula peneliti menggunakan teori Taehyon Choi dan Susan Meyers Chandler (2019) yaitu : latar belakang terjadinya e-government, pendahuluan inovasi e- government yang meliputi struktur pendahuluan dan perilaku pendahuluan dan faktor implementasi e- government. Latar belakang terjadinya inovasi aplikasi Nakula yaitu perkembangan teknologi dan antrian pelayanan, pelayanan berbelit-belit, adanya calo, Sehingga Dispendukcapil Kota Surabaya meunculkan aplikasi Nakula. Struktur pendahuluan merupakan inovasi aplikasi Nakula yang memudahkan masyarakat dalam pengurusan akta kematian dan akta kelahiran. Perilaku pendahuluan merupakan tindakan dilakukan untuk keberhasilan inovasi dari pihak sumber daya manusia, dalam inovasi aplikasi Nakula diberikan sebuah sosialisasi. Faktor implementasi dari aplikasi Nakula yaitu pelayan akta kematian dan akta kelahiran proses yang terlalu lama serta pelayanan yang tidak efektif di Dispendukcapil Kota Surabaya. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Inovasi Pelayanan, Aplikasi Nakula Public services are the responsibility of the government, one of which is the Surabaya City Population and Civil Registry Office. Many innovations have been launched by the Surabaya City Dispendukcapil, one of which is Nata Family Members for Deed Reports (Nakula). This application is used to administer birth certificates and death certificates. The researcher took the title innovation of making death certificates and birth certificates through the Nakula application at the Civil Service Office of Surabaya. The journal uses a type of qualitative research and is explained by descriptive analysis. In analyzing the Nakula application innovation, researchers use the theory of Taehyon Choi and Susan Meyers Chandler (2019), namely: the background of the occurrence of e-government, introduction to e-government innovation which includes preliminary structure and preliminary behavior and e-government implementation factors. The background to the innovation of the Nakula application is technological developments and service queues, convoluted services, the presence of middlemen, so that the Surabaya City Population and Civil Registry Office launched the Nakula application. The preliminary structure is an innovation in the Nakula application that makes it easier for the public to arrange death certificates and birth certificates. Preliminary behavior is an action taken for the success of innovation on the part of human resources, in the application innovation Nakula is given a socialization. The implementation factors of the Nakula application are the service for death certificates and birth certificates, the process is too long and the service is ineffective at the Dispendukcapil in the City of Surabaya. Keywords: Public Service, Service Innovation, Application NAKULA