cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Tetanus EC Vulnus Ichtum Regio Pedis Dextra Metatarsal V pada Laki-Laki Usia 62 Tahun Intan Qibgiah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tetanus secara geografis lazim terjadi pada daerah pedesaan dengan kebersihan lingkungan dan fasilitas kesehatan yang buruk. Sampai saat ini tetanus masih sebagai masalah kesehatan masyarakat yang signifikan pada negara-negara yang sedang berkembang, oleh karena akses program imunisasi yang buruk, ditambah lagi penatalaksanaan tetanus yang modern membutuhkan fasilitas intensive care unit (ICU), yang sangat jarang tersedia pada sebagian besar populasi yang menderita tetanus yang berat. Pada negara berkembang, mortalitas tetanus melebihi 50%. Kematian utamanya terjadi karena kegagalan respirasi akut. Di negara sedang berkembang seperti Indonesia, insiden dan angka kematian dari penyakit tetanus masih cukup tinggi. Oleh karena itu tetanus masih merupakan masalah kesehatan. Tetanus disebabkan oleh toksin dari bakteri Clostridium tetani dan ditandai dengan kejang otot dan disfungsi sistem saraf otonom. Karakteristik dari tetanus adalah muscle rigidity dan painful muscle spasms. Bentuk tetanus secara umum, kekakuan dan nyeri pada saat membuka mulut (trismus or “lock jaw”) dan atau leher, bahu dan otot perut. Bagian awal dari penyakit ini berupa spasme yang dipicu oleh stimulus sensory seperti sentuhan, suara keras dan cahaya terang. Sebagai progres dari penyakit ini kejang umum yang terjadi secara spontan (tetanospasms develop). Inisiatif vaksinasi global telah cukup berhasil tetapi mereka terus menghadapi banyak tantangan. Pengobatan tetanus bertujuan untuk mengontrol kejang dan mengurangi ketidakstabilan kardiovaskular, dan terdiri dari debridemen luka, antitoksin, antibiotik, dan perawatan suportif. Laporan kasus ini bertujuan melaporkan sebuah kasus pasien dengan keluhan kekakuan disertai adanya luka di kaki kanan. Diagnosis masuk pasien adalah tetanus. Pasien mendapat perawatan di RSUD Ir. Soekarno dilakukan penatalaksanaan tetanus, setelah dirawat selama 5 hari pasien diperbolehkan pulang dengan diagnosis akhir tetanus.
Pria 52 Tahun dengan Gout Arthritis dan Hiperurisemia: Laporan Kasus Ridha Fadhila; Budi Hernawan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gout Arthritis atau sering disebut asam urat adalah suatu penyakit peradangan pada persendian yang diakibatkan penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan. Gangguan metabolisme yang mendasarkan gout adalah hiperurisemia yang didefinisikan sebagai peninggian kadar urat lebih dari 7,0 ml/dl. Faktor risikonya meliputi usia, jenis kelamin, riwayat pengobatan, obesitas, konsumsi purin dan alkohol. Diagnosis pasti dari artritis gout ditentukan dengan membuktikan adanya kristal asam urat dalam cairan sinovia atau tophus. Diagnosis dapat dikonfirmasi melalui aspirasi persendian yang mengalami inflamasi akut. Kami melaporkan seorang laki-laki berusia 52 tahun dengan Gout Arthritis dan Hiperurisemia. Pasien datang dengan keluhan lemas, nyeri sendi, nafsu makan menurun, batuk berdahak, riwayat pengobatan asam urat. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan BMI 16,8 kg/m2 (underweight), sklera ikterik, kulit ikterik, konjungtiva anemis auskultasi paru ditemukan suara dasar vesikular menurun, ronkhi basah halus, nyeri ketok costo vertebra, ekstremitas atas dan bawah didapatkan benjolan tofus teraba keras pada regio interphalanges manus dan pedis dextra et sinistra, ROM interinterphalanges terbatas. Pemeriksaan laboratorium darah lengkap didapatkan hasil anemia, hematokrit menurun, peningkatan ureum, kreatinin, hyperbilirubinemia, hiperuerisemia. Thorax AP didapatkan TB pulmo bilateral. USG abdomen didapatkan Chronik Kidney Disesase Bilateral. Secara umum penanganan artritis gout adalah memberikan edukasi, pengaturan diet, istirahat sendi dan pengobatan.
Penegakan Diagnosis Disfagia pada Pasien (Tetanus, Kanker Eshophagus,Tb Laryng dan Abses Retrofaringeal) di RSUD Karanganyar Layli Nur Arianti; Faiz Maulana; Iwan Setiawan Adji
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Disfagia didefinisikan sebagai gangguan pergerakan bolus dari mulut ke lambung akibat kelainan pada struktur penting untuk menelan atau fungsinya. Disfagia dibedakan menjadi disfagia orofaringeal dan faringeal. Prevalensi disfagia pada populasi umum sekitar 15-22%. Sebagian besar diderita usia lebih dari 50 tahun. Tujuan: Menambah referensi mengenai kasus disfagia dalam berbagai kasus beserta tatalaksananya. Laporan Kasus: Kami laporkan empat kasus disfagia, kasus pertama disfagia pada kasus tetanus, kasus ke dua disfagia pada kanker esofagus, kasus ketiga disfagia pada infeksi. Tuberkulosis dan kasus keempat kasus disfagia karena abses retrofaring Metode: Penelusuran artikel jurnal dan literatur melalui search engine Google scholar, ORLI, PUBMED, dan NCBI. Kesimpulan: Kasus disfagia membutuhkan penegakan diagnosis yang mendalam agar disfagia dapat tertangani dengan tepat sesuai etiologinya.
Penatalaksanaan Program Fisioterapi pada Carpal Tunnel Syndrome (CTS): Case Report Kartika Saktiyarini; Nur Widya Pradana; Suryo Saputra Perdana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Carpal Tunnel Syndrome merupakan salah satu penyakit yang disebabkan karena adanya disfungsi dari saraf medianus yang terjadi karena peninggian tekanan di dalam terowongan carpal. Gejala yang khas seperti : nyeri, parestesia, dan mati rasa. Tujuan: untuk mengetahui penatalaksanaan Fisioterapi berupa pemberian elektro terapi (ultrasound dan TENS) dan exercise. Metode: Metode penelitian meliputi studi kasus “case report” yang dilakukan pada 1 orang pasien wanita dengan diagnosis Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Alat ukur yang digunakan yaitu menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk skala nyeri, Wrist Hand Disability Index (WHDI) untuk pengukur kemampuan aktivitas fungsional, Gonimeter untuk mengukur lingkup gerak sendi dan Manual Muscle Testing (MMT) untuk mengukur kekuatan otot. Hasil: Setelah dilakukannya terapi sebanyak 3 kali didapatkan hasil penilaian pada pasien yaitu adanya perubahan penurunan nyeri dan peningkatan lingkup gerak sendi. Kesimpulan: Studi kasus ini menunjukkan bahwa tindakan pemberian elektrotepi dan exercise pada kasus Carpal Tunnel Syndrome (CTS), terbukti efektif untuk menangani pada kasus CTS.
Efektivitas Pemberian Intervensi Ultrasound dan Hold Relax pada Kasus De Quervain Syndrome Dextra: A Case Report Annisa Eka Rahmawati; Arif Pristianto; R Rifaudin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dalam kehidupan sehari-hari, tangan dan ibu jari merupakan anggota tubuh yang paling sering digunakan dalam jangka waktu lama secara berulang-ulang sehingga seringkali nyeri pada ibu jari. De Quervain Syndrome merupakan salah satu nyeri yang terletak pada selaput tendon yang membungkus ekstensor pollicis brevis dan abductor pollicis longus disertai nyeri yang hebat dan diikuti peradangan. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian Hold Relax dan Ultrasound. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah case report. Hasil: berdasarkan hasil akhir evaluasi program intervensi fisioterapi yang diberikan berupa Hold Relax dan Ultrasound dapat menurunkan nyeri, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan lingkup gerak sendi, dan meningkatkan kemampuan aktifitas fungsional. Kesimpulan: Hold Relax dan Ultrasound dapat menurunkan nyeri, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan lingkup gerak sendi, dan meningkatkan kemampuan aktifitas fungsional.
Syok Hemoragik pada Fraktur Terbuka Multipel dengan Fragmentasi pada Tibia-Fibula Gustilo-Anderson 3C di RSUD Bantul Diva Avissa; Layli Nur Arianti; R Rusmilawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Fraktur terbuka tibia-fibula adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang disebabkan oleh trauma mekanis dengan energi yang besar dan terjadi secara langsung pada tulang tibia dan fibula. Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab terjadinya 88.7% fraktur terbuka dengan 44% diantaranya fraktur terbuka tibia-fibula. Selain itu, terdapat 79.3% kasus fraktur terbuka tipe Gustillo-Anderson 3A dan 3B yang merupakan kasus kegawatdaruratan. Tujuan: Menambah pengetahuan mengenai kasus kegawatdaruratan fraktur tulang terbuka ekstremitas bawah. Laporan Kasus: Seorang wanita berusia 42 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas dengan trauma terbuka ekstremitas bawah. Hasil pemeriksaan berkala didapatkan kesadaran pasien komposmentis dengan tanda-tanda vital yang memburuk pada sepuluh menit setelah observasi yakni Tekanan darah 80/60mmHg, Nadi 132x/menit, Suhu Tubuh 36.0oC, Respirasi 35x/menit, SpO2 96%. Terdapat luka terbuka, perdarahan aktif dengan paparan jaringan lunak, fragmentasi tulang tibia-fibula kanan. Radiologi kruris AP/Lateral dextra menunjukkan multipel fraktur dengan fragmentasi tibia-fibula dextra. Penatalaksanaan berupa resusitasi awal dengan cairan kristaloid, koloid dan transfusi darah, stabilisasi, pemberian antibiotik, antinyeri, antitetanus, irigasi serta balut luka dan imobilisasi. Metode: Penyusunan laporan kasus disertai penelusuran literatur melalui search engine Google Scholar, PUBMED, dan NCBI. Kesimpulan: Fraktur terbuka dapat menyebabkan syok hemoragik yang merupakan kegawatdaruratan sehingga dibutuhkan penatalaksanaan yang cepat dan tepat.
Seorang Wanita 72 Tahun dengan Ikterus Zulfatulngulya Idera Kusuma Dewi; Mohammad Ananto Cahyoajibroto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikterus merupakan perubahan warna kulit, sklera mata, atau jaringan lainnya (membrane mukosa) yang menjadi kuning karena pewarnaan oleh bilirubin yang meningkat dalam sirkulasi darah. Ikterus dapat disebabkan oleh berbagai proses penyakit dengan terdapatnya akumulasi bilirubin dalam darah sehingga kulit dan sklera akan tampak kekuningan. Gejala pada ikterus bergantung pada penyakit yang mendasari, jika ikterus pada kolelitiasis pasien akan merasakan gejala berupa nyeru perut pada bagian kanan atas, demam, mual, perut kembung, dan adanya nyeri tekan pada perut bagian atas. Pada kasus ini pasien perempuan berusia 72 tahun datang dengan keluhan nyeri perut bagian atas dan mual sejak 3 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya nyeri tekan pada perut kanan atas, sklera ikterik dan ekstremitas ikterik (pada telapak tangan). Pemeriksaan penunjang darah lengkap menunjukkan adanya peningkatan leukosit yang signifikan. Pada pemeriksaan penunjang kimia klinik didapatkan adanya peningkatan bilirubin, SGOT, dan SGPT. Setelah diagnosis ditegakkan dilakukan tatalaksana tirah baring, pemberian cairan, dan terapi medikamentosa.
Laporan Kasus: Seorang Permpuan dengan Asites Nefrogenik dan Diabetes Mellitus Tipe 2 Dwi Ayu Wulaniati; Dian Prasetyawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asites merupakan kondisi rongga abdomen terisi cairan berlebihan. Salah satu penyebabnya yaitu gangguan fungsi ginjal. Keadaan hiperglikemi kronis pada diabetes mellitus berkontribusi terhadap terjadinya berbagai komplikasi berupa kerusakan struktur dan fungsi organ salah satunya pada ginjal. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk mengetahui perjalanan suatu penyakit serta pencegahan dan pengobatan yang dapat dilakukan. Kami melaporkan kasus seorang wanita 68 dengan keluhan perut terasa penuh. Perut tiba-tiba membesar dan terasa penuh satu hari sebelum dibawa ke rumah sakit. Selain itu mual dan muntah dirasakan jika pasien mengkonsumsi makanan serta pasien lebih jarang berkemih dengan jumlah urin yang dikeluarkan hanya sedikit. Pasien mengatakan menderita diabetes mellitus sejak dua tahun yang lalu dan tidak rutin mengkonsumsi obat. Pemeriksaan klinis dan laboratorium menunjukkan hasil diabetes mellitus disertai gagal ginjal stadium empat serta asites. Pasien didiagnosis asites nefrogenik et causa nefropati diabetikum. Setelah diberikan terapi medikamentosa yaitu obat diuretic, keluhan tidak membaik sehingga dilakukan pungsi abdomen. Hasil pungsi abdomen yaitu cairan kuning jernih tanpa disertai darah atau pus. Dari kasus ini dapat ditarik kesimpulan bahwa diabetes mellitus merupakan keadaan yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang tidak dapat dihindari, namun pencegahan dan pengobatan dengan tepat sangat diperlukan untuk kondisi penyakit yang lebih baik.
Seorang Wanita 36 Tahun HIV Stadium IV dengan Infeksi Oportunistik Indraswarie Pramudyawardhani; Mohamad Ananto Cahyoajibroto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat melemahkan kekebalan tubuh pada manusia. Meningkatnya angka penularan HIV/AIDS secara seksual terutama melalui hubungan seks, telah menggantikan posisi penularan lewat jarum suntik di kalangan pengguna napza suntik, sebagai jalur utama penularan HIV. Tahun 2019 terdapat sebanyak 50.282 kasus di Indonesia. Berdasarkan data WHO tahun 2019, terdapat 78% infeksi HIV baru di regional Asia Pasifik. Untuk kasus AIDS tertinggi selama sebelas tahun terakhir pada tahun 2013, yaitu 12.214 kasus. Seorang wanita berusia 36 tahun datang ke IGD RSUD dr. Sayidiman Magetan dengan keluhan demam dan badan terasa lemas 1 minggu terakhir serta tulang tangan kaki terasa pegal sejak 1 bulan yang lalu. Selama 1 bulan terakhir pasien mengalami penurunan berat badan dari 55 kg menjadi 42 kg, serta pasien mengeluhkan timbul sariawan yang tidak kunjung sembuh pada area mulut. Pasien merasa mual dan muntah ketika makan sehingga nafsu makan menurun dan badan menjadi lemas. BAB dan BAK dalam batas normal. Pasien didiagnosis HIV pada tanggal 7 Novemver di Puskesmas Karangrejo.
Asites pada Hepatocelluler Stadium IV A dengan CTP-C Carcinoma ET Causa Hepatitis B: Laporan Kasus Aulia Siti Fatimah; Dian Prasetyawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Asites adalah penimbunan cairan secara abnormal di rongga peritonium yang terjadi melalui 2 mekanisme dasar yaitu transudasi dan eksudasi. Hepatits B dapat menyebabkan peradangan hati akut atau kronis yang dapat berlanjut menjadi sirosis bahkan menjadi hepatocelluler carcinoma. Hepatocelluler carcinoma adalah kanker hati yang paling umum dan penyebab utama kematian secara global. Tujuan: Menegakkan diagnosis hepatocelluler carcinoma stadium IV A dengan CTP-C et causa hepatitis B pada pasien dengan asites dan tatalaksana primer untuk memperbaiki keadaan umum pasien. Metode: Mengobservasi dan memantau perkembangan penyakit hepatocelluler carcinoma stadium IV A dengan CTP-C et causa hepatitis B. Ringakasan Hasil: Laporan kasus ini menggambarkan laki-laki 44 tahun dengan keluhan perut membesar dan teraba keras sejak 1 bulan terakhir, sesak nafas sejak 1 minggu terakhir, penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan sejak 2 bulan terakhir, kencing seperti air teh, feses hitam dan lengket. Pemeriksaan imunologi didapatkan HbsAg reaktif. Pemeriksaan foto thorax PA pada pasien adanya efusi pleura dextra. Pemerikssan USG didapatkan hepatitis kronis, asites, sludge gall bladder, efusi pleura dextra. Pemeriksaan tumor marker didapatkan peningkatan AFP (44.43). Pemeriksaan MSCT abdomen 3 dimensi adanya gambaran hepatocelluler carcinoma. Kesimpulan: Pada laporan kasus ini, didapatkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang mengarah pada diagnosis hepatocelluler carcinoma stadium IV A dengan CTP-C et causa hepatitis B.