cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Perempuan 68 Tahun dengan Autoimmune Hemolytic Anemia (AIHA): Laporan Kasus Salsabila Nurussyifa; Dian Prasetyawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autoimmune hemolytic anemia (AIHA) adalah sebuah kelainan yang jarang dan dikarakteristikkan dengan adanya proses hemolisis oleh reaksi autoantibodi yang menyerang langsung sel darah merah penderita. Pasien AIHA umumnya datang dengan keluhan pucat, lemah, perubahan warna urin menjadi gelap dan disertai demam. Bila lebih berat dapat ditemukan hiperbilirubinemia, nyeri perut dan gejala gagal jantung. Splenomegali dan hepatomegali juga sering ditemukan. Pemeriksaan penunjang darah lengkap dilakukan tanggal 19 Desember 2022 didapatkan hemoglobin yang rendah yaitu 4,6 g/dL, hematokrit yang rendah yaitu 12,1%, lekosit rendah 3,0 x 103/μL, trombosit yang rendah yaitu 149 x 103/μL, MCV tinggi 108,0 fL, MCH tinggi 41,1 pg, eritrosit rendah yaitu 1,12 x 103/μL, dan limfosit rendah yaitu 12%. Pemeriksaan darah tepi dilakukan tanggal 20 Desember 2022 yang didapatkan kesimpulan Observasi Pansitopenia dengan gambaran Anemia curiga e/c Proses Hemolitik : AHA (Anemia Hemolitik Autoimun) disertai adanya proses inflamasi e/c infeksi bacterial dan pemeriksaan crossmatch reaction didapatkan mayor 2+ dan minor 3+. Dilakukan juga pemeriksaan HbSAg dan didapatkan hasil reaktif. Setelah diagnosis ditegakkan dilakukan tatalaksana tirah baring, pemberian cairan, dan terapi medika mentosa.
Seorang Perempuan 59 Tahun dengan Hematemesis ET Causa Gastritis Erosif: Laporan Kasus Candrama Jalu Kumara; Auliya Andriyati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hematemesis (muntah darah) dan melena merupakan keadaan yang diakibatkan oleh perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA). Ada empat penyebab SCBA yang paling sering ditemukan, yaitu ulkus peptikum, gastritis erosif, varises esofagus, dan ruptur mukosa esofagogastrika. Gastritis erosif adalah erosi pada mukosa lambung yang disebabkan oleh kerusakan pertahanan mukosa lambung. Penyebab umum dari gastritis erosif biasanya karena penggunaan obat NSAID, alkohol, stres, minum kopi, riwayat gastritis sebelumnya dan lainya. Simpulan telah ditegakkan diagnosis Hematemesis et causa Gastritis Erosif pada Ny. NG usia 59 tahun atas dasar anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta telah ditatalaksana dengan medikamentosa, non-medikamentosa dan edukasi. Pasien Ny. NG dengan keluhan utama muntah darah disertai lemas, mual, nyeri ulu hati. Dilakukan pemeriksaan darah lengkap, EKG, USG Abdomen, Esophagogastroduodenoscopy (EGD) dan biopsi. Tatalaksana yang diberikan yaitu diet lunak, terapi cairan, antiemetik, antifibrinolitik, PPI, antipiretik, gastroprotektor. Terdapat perbaikan klinis setelah perawatan dan pemberian terapi, pasien diperbolehkan pulang dengan prognosis yang baik.
Laporan Kasus: Laki-Laki 51 Tahun dengan Sirosis Hepatis Varises Esofagus Rusnaindah Ifta Firdausi; Zaid Ziyaadatulhuda Ashshiddiiq; Andreas Sentot Suropati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirosis hepatis (SH) merupakan penyakit hati menahun yang difus ditandai dengan adanya pembentukan jaringan ikat disertai nodul. Biasanya diawali dengan adanya proses peradangan, nekrosis sel hati yang luas, pembentukan jaringan ikat dan usaha regenerasi dengan terbentuknya nodul yang mengganggu susunan lobulus hati. Kami melaporkan kasus Sirosis hepatis dan ruptur Varises Esofagus pada seorang laki-laki berusia 51 tahun. Pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan utama BAB hitam sejak 1 minggu SMRS disertai lemas, demam, nyeri ulu hati, makan minum sulit, mual, bengkak pada kaki, perut membesar, dan terasa penuh. Kulit dan mata kuning sejak 2 minggu SMRS. Pasien mengaku memiliki riwayat sirosis hepatis. Selanjutnya pasien diobservasi di Instalasi Gawat Darurat. Pada pemeriksaan darah menunjukan kadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) 157.21 U/L danSerum Glutamic Pyruvate Transaminase (SGPT) 34.4 U/L, sedangkan bilirubin total adalah 1.04 mg/dL. Pasien didignosis dengan sirosis hepatis. Setelah 5 hari perawatan di rumah sakit, pasien mengalami perbaikan dipersilahkan melanjutkan perawatan di rumah.
Hubungan Kualitas Tidur dan Tingkat Stres dengan Obesitas pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Anisah Adilah; Nining Lestari; Erna Herawati; Tri Agustina
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Obesitas merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat penimbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Salah satu faktor penyabab obesitas yaitu kualitas tidur yang buruk dan stres. Pendidikan kedokteran adalah masa pendidikan yang berat dan banyak tekanan, seringkali membutuhkan usaha dan kerja keras yang penuh stressor dan memiliki kulitas tidur yang buruk sehingga mahasiswa kedokteran memiliki resiko untuk mengalami obesitas. Tujuan : Menganalisis adakah hubungan kualitas tidur dan tingkat stres dengan obesitas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah 60 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji fisher, chi-square dan regresi logistik. Hasil : Kualitas tidur terhadap obesitas p value 0,037 dan nilai OR= 9,982, CI 95%= 1,129-88,235. Tingkat stres terhadap obesitas p value 0,005 dan nilai OR=0,070, CI95%= 0,008-0,599. Kualitas tidur dan tingkat stres terhadap obesitas p value <0,001 dan nilai pseudoR 32,1%. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kualitas tidur dan tingkat stres dengan obesitas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Pengaruh Penggunaan Rokok Elektrik dalam Proses Patofisiologi Aterosklerosis: Sistematik Review Iqbal Maulana; Aprida Putri; Dodik Nursanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan rokok elektrik akhir-akhir ini meningkat dengan cukup pesat. Kegiatan merokok dikenal memiliki pengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas dari gangguan sistem kardiovaskular. Salah satu gangguan kardiovaskular dengan prevalensi yang tinggi adalah penyakit aterosklerosis Pada penelitian ini, penulis menjabarkan mengenai bukti-bukti yang menunjukkan dampak penggunaan rokok elektrik terhadap kejadian aterosklerosis serta membahas dengan pendekatan fisiologis dan patofisiologis dari pengaruh paparan langsung rokok elektrik yang memicu kejadian aterosklerosis tersebut. Penelitian ini adalah studi systematic review. Data yang diperoleh merupakan data sekunder berupa artikel jurnal internasional. Pencarian literature dalam systematic review ini menggunakan dua basis data yaitu Pubmed dan Science Direct. 9 artikel diinklusikan dalam penelitian ini, setelah dilakukan proses seleksi menggunakan metode PRISMA. 5 artikel merupakan penelitian RCT yang dilakukan pada manusia, sedangkan 4 artkel lainya berupa penelitan lab secara in vivo dan in vitro yang semuanya meneliti tentang dampak rokok elektrik terhadap kejadian aterosklerosis. Berdasarkan hasil review secara sistematis dari artikel tersebut, disimpulkan bahwa rokok elektrik memengaruhi kejadian aterosklerosis karena kandungannya berupa nikotin dan bahan lain, yang dapat memicu terjadinya berbagai mekanisme patofisiologis terhadap aterosklerosis yang dapat diukur dengan marker biologi tertentu.
Laporan Kasus: PPOK Eksaserbasi Akut dan Bronkopneumonia dengan Dextrocardia Viorent Firdausy Fitrian; Syahrun El Mubaraq; M Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Paru Obstuktif Kronik (PPOK) adalah penyakit dengan karakteristik keterbatasan saluran napas yang tidak sepenuhnya reversibel dan dapat dicegah. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki jumlah perokok aktif yang tinggi, yang mana paparan asap rokok dalam jangka waktu lama merupakan salah satu penyebab terjadinya PPOK. Pasien PPOK lebih rentan untuk menjadi pneumonia berdasarkan karakteristik klinisnya seperti memiliki bronkitis kronis dengan produksi lendir yang persisten, dan adanya bakteri patogen potensial di saluran udara, adanya bakteri di saluran napas pada pasien PPOK yang stabil dan peningkatan jumlah selama eksaserbasi telah dikaitkan dengan peningkatan peradangan dan respon imun pejamu. Motilitas/imotilitas silia yang rusak pada syndrome Kartagener menjadi defek dasar penyebab akumulasi secret. Seorang laki-laki usia 73 tahun dilaporkan dengan keluhan sesak napas dalam 6 tahun terakhir disertai batuk dengan produksi lendir berlebih , dengan temuan Dextrocardia pada hasil X-Ray. Dimana Kartagener syndrome adalah penyakit langka yang salah satu manifestasinya adalah ditemukan dextrocardia sebagai situs invertus dalam ketiga triadnya, selain bronkiektasis dan sinusitits kronis. Disimpulkan pasien ini terdiagnosis PPOK Eksaserbasi Akut dan Bronkopneumonia disertai tipe Dextrocardia situs invertus dan telah diberikan tatalaksana sesuai dengan klasifikasi tingkat keparahan scoring pneumonia CURB 65.
Temuan Klinis pada Bayi dengan Meningoensefalitis Angiesta Pinakesty; Rada Citra Saputra; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temuan klinis berperan penting dalam menegakkan diagnosis meningoensefalitis mengingat morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi. Insiden terjadinya mencapai 3-5 per 100.000 orang setiap tahunnya dan hamper setengahnya meninggal meski telah mendapatkan penanganan maksimal. Manifestasi klinis yang ditemukan pada kasus meningoensefalitis dapat bervariasi. Tidak ada satu gejala pun yang khas ditemukan pada kasus meningoensefalitis. Beberapa kasus meningoensefalitis memiliki gejala meningitis yang berhubungan dengan usia, seperti pada bayi gejala yang timbul dapat berupa demam, iritabel, letargi, malas minum, dan high-pitched-cry. Sedangkan, gejala klasik ensefalitis yang dapat ditemukan, antara lain demam mendadak tinggi sampai hiperpireksia, penurunan kesadaran dengan cepat, nyeri kepala, ensefalopati, dan kejang. kejang dapat bersifat umum atau fokal, dapat pula berbentuk status konvulsivus. Dapat ditemukan sejak awal atau kemudian dalam perjalanan penyakitnya. Hasil pemeriksaan fisik dapat ditemukan iritabilitas atau penurunan kesadaran, UUB menonjol, tanda rangsang meningeal, tanda peningkatan TIK, serta tanda infeksi. Kasus ini menggambarkan temuan klinis meningoensefalitis pada bayi perempuan usia 1 bulan dengan keluhan utama kejang yang didahului demam serta riwayat ibu demam tinggi saat kehamilan diakui. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ubun-ubun cembung, sklera ikterik, dan kaku leher. Pada pemeriksaan penunjang serologi IgG CMV positif.
Terapi Antibiotik pada Apendisitis Akut Noer Safita; Juono Prabowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apendisitis merupakan suatu peradangan akibat terjadinya infeksi pada appendix vermiform. Kasus apendisitis lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan wanita dengan insiden 8,6% dan 6,7%. Apendisitis dianggap sebagai penyakit progresif yang dimulai sebagai peradangan akut karena penyumbatan pada usus buntu yang bisa nekrosis dan perforasi, jika tidak segera ditangani, sehingga diperlukan diagnosis dan pengobatan yang cepat untuk mengurangi kejadian, morbiditas, dan biaya pada penyakit apendisitis. Pada kasus ini pasien perempuan 14 tahun, dengan keluhan nyeri perut kanan bawah sejak 1 minggu, disertai mual dan penurunan nafsu makan, sebelumnya memiliki riwayat nyeri perut bagian atas dan tengah Pemeriksaan fisik didapatkan demam, tanda-tanda vital yang lain dalam batas normal, nyeri tekan Mc burney , Rebound tenderness (+), Obturator sign (-), Psoas sign (+). Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah pemeriksaan darah rutin dan USG dengan terapi antibiotic. Gejala apendisitis biasanya dimulai dengan nyeri periumbilikal dan difus yang terlokalisasi di kuadran kanan bawah. dengan gejala gastrointestinal seperti anoreksia, mual, muntah akibat multiplikasi bakteri yang cepat di dalam apendiks. Pemeriksaan penunjang Apendisitis dapat dilakukan pemeriksaan darah rutin dan USG yang dapat meningkatkan akurasi diagnosis. Pada kasus ini dapat menggambarkan presentasi klinis pasien Apendisitis. Tatalaksana pasien ini diberikan antibiotik.
Hidropneumotoraks pada Laki-Laki 49 Tahun: Laporan Kasus Indra Nuroso; Juono Prabowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidropneumotoraks merupakan salah satu kegawatdaruratan medis, dimana terdapat udara dan cairan berada di dalam rongga pleura yang mengakibatkan kolapsnya jaringan paru. prevalensi hidropneumothorak belum ada pencatatan, namun kejadian pneumotoraks berkisar 2,4-17,8 per 100.000 penduduk per tahun. Standar kompetensi dokter Indonesia, lulusan dokter harus mampu mendiagnosis dan memberikan tatalaksana awal pada keadaan gawat darurat, kemudian menentukan rujukan untuk penanganan pasien selanjutnya. Pada kasus ini, seorang laki-laki 49 tahun datang ke Poli Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar dengan keluhan sesak sejak 2 minggu sebelumnya. Keluhan penyerta berupa batuk kronik dan nyeri dada. Pemeriksaan fisik didapatkan pergerakan dada yang asimetris, pelebaran di sela iga dan penggunaan otot bantu saat bernafas, vocal fremitus pada paru kiri lemah, terdapat retraksi dada, redup pada paru kiri setinggi sic 4 dan peralihan jantung di sic 2/3, serta adanya penurunan suara nafas paru kiri. Pemeriksaan penunjang radiologi didapatkan jantung yang sulit dinilai, adanya perselubungan homogen pada hemithorak kiri disertai air fluid level di dalamnya. Pasien didiagnosis hidropneumotoraks dan dilakukan tindakan operatif darurat yaitu Water Seal Drainage.
Peritonitis ET Causa Apendisitis Perforasi pada Anak Laki-Laki Usia 5 Tahun: Laporan Kasus Muhammad Amar Septian Husada; S Sriyanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum yang bisa disebabkan oleh bakteri atau reaksi kimiawi. Peritonitis bakteri spontan sering terjadi pada anak dan dewasa merupakan komplikasi sirosis, 70% terdiri dari anak-anak. Sekitar 60% obstruksi disebabkan oleh hiperplasia jaringan lymphoid sub mukosa, 35% karena stasis fekal, 4% karena benda asing dan sebab lainnya 1% diantaranya sumbatan oleh fekalit, parasit dan cacing. Keterlambatan penegakkan diagnosis berimplikasi pada tatalaksana yang tidak optimal dan dapat menimbulkan komplikasi berupa perforasi. Dalam kasus ini dilaporkan seorang anak laki-laki di poliklinik bedah Rumah Sakit umum pusat Surakarta, usia 5 tahun mengeluhkan nyeri perut 5 hari sebelum masuk rumah sakit. Nyeri dirasakan terus menerus, semakin lama semakin meningkat dan tidak dapat ditunjuk, riwayat sebelumnya orangtua mengatakan nyeri dibagian kanan bawah. Pada pemeriksaan fisik anak tampak kesakitan, hasil auskultasi didapatkan bising usus yang menurun, palpasi teraba nyeri diseluruh regio abdoment dan pada perkusi didapatkan nyeri ketok di sebeluh regio abdoment. Pada pemeriksaan laboratorium pada kasus ini didapatkan nilai leukosit 18.900/uL peningkatan neutrofil 15.560.uL, dan juga dilakukan pemeriksaan ultrasonografi dengan kesan menunjukan adanya apendisitis. Didapatkan diagnosis peritonitis yang disebabkan oleh appendisitis perforasi, kemudian dilakukan rencana tindakan operatif dan farmakologi terapi antibiotik berupa injeksi intravena metronidazole 250mg/8jam dan injeksi cefriaxone 500mg/12j. Maka dari kasus klinis yang kami temukan, kami tertarik untuk membahas kasus ini beserta kriteria diagnosis dan tatalaksananya.