cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Seorang Perempuan Usia 63 Tahun dengan Ulkus Cornea Severe Cum Hipopion Occuli Sinistra: Laporan Kasus Marchella Krismonica Ningrum; Dessira Rizka Tri Ariany
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus kornea merupakan suatu kelainan pada kornea disebabkan jaringan kornea yang mengalami kematian sehingga sebagian besar permukaan kornea hilang hingga.lapisan stroma dan ditandai adanya infiltrate supuratif serta defek bergaung pada kornea dan gangguan pada jaringan..kornea..yang..terjadi..dari..epitel.. hingga..stroma. .Etiologi ulkus..kornea yaitu akibat..infeksi atau non infeksi. Tatalaksana yang dapat.dilakukan yaitu dengan.pemberian terapi..yang.cepat dan tepat..sesuai dengan kultur serta hasil. .uji sensitivitas mikroorganisme. .penyebab. Prognosis tergantung pada tingkat keparahan dan cepat lambat pemberian terapi, jenis mikroorganisme.penyebab, dan.ada.tidaknya.komplikasi.yang.timbul. Laporan.kasus.seorang.perempuan usia 63.tahun.datang.dengan keluhan mata kiri merah.dan penglihatan.kabur sejak 1 minggu yang lalu, terdapat riwayat mata kiri terkena debu dan merendam mata kirinya di air. Pemeriksaan oftalmologis didapatkan visus OD 6/6, segmen anterior OD dalam batas normal, visus OS.1/300, palpebra OS hiperemis (+), sekret (+), spasme (+), konjungtiva OS CI (+) dan PCI (+), kornea OS Flourescein test (+), erosi (+), infiltrate (+), defek epitel stromal (+), feathery edge (+), COA OS terdapat hipopion <1/3 COA. Pasien didiagnosis dengan ulkus cornea severe cum hipopion occuli sinistra.
Efektivitas Injeksi Steroid Intratimpani Dexamethasone Versus Terapi Hiperbarik Oksigen pada Pasien Tuli Sensorineural Mendadak: Tinjauan Sistematis Ninda Pradani Futana; Syarafina Ayu Putri Susanto; Lina Nur Fatimah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuli sensorineural mendadak (SSNHL) ditandai dengan gangguan pendengaran sensorineural ≥ 30 dB selama ≥ 3 frekuensi berturut-turut yang terjadi dalam 72 jam, dan dapat disertai tinitus atau vertigo. Insidensi SSNHL diperkirakan 5-20 kasus per 100.000 orang per tahun. Etiologi dari SSNHL 10% dapat disebabkan oleh infeksi, gangguan pembuluh darah, penyakit autoimun, gangguan telinga bagian dalam dan sistem saraf pusat sedangkan 90% lainnya idiopatik. Problem terapi lini pertama SSNHL adalah adanya pasien yang tidak merespon steroid sistemik. Sehingga dibutuhkan terapi tambahan seperti HBOT dan ITS yang keduanya terbukti memiliki efek terapi yang sesuai pada SSNHL menurut penelitian sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan dan menilai secara sistematis efektivitas dari terapi injeksi intratimpani dengan dexamethasone dan terapi hiperbarik oksigen pada tuli sensorineural mendadak (SSNHL). Penelitian ini merupakan systematic review dengan database yang digunakan adalah Google Scholar, Science Direct, Springer Link, Cochrane dan Pubmed dengan jumlah artikel yang didapat 325 artikel. Setelah dilakukan skrining dan telaah kritis, hasil artikel yang didapatkan dan kami review sebanyak enam artikel. Hasil telaah dan analisis dari enam artikel menunjukkan efektifitas dari terapi injeksi steroid intratimpani dengan deksamethasone dibandingkan terapi oksigen hiperbarik (HBO) pada salah satu parameter kesembuhann yang mengacu pada hearing recovery rate.
Seorang Anak Laki-Laki Usia 8 Tahun dengan Varicella Zoster Disertai Infeksi Sekunder Nabila Safhira Titan Kencana; Rahma Anindita
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Varicella atau chickenpox atau yang dikenal dengan cacar air adalah infeksi primer virus varicella-zoster (VZV) yang umumnya menyerang anak dan merupakan penyakit yang sangat menular. Varicella dapat menyerang semua golongan umur termasuk neonatus, 90% kasus berumur 10 tahun dan terbanyak umur 5-9 tahun. Usia adalah hal yang penting dalam hal faktor risiko terjadinya varicella, dengan anak kecil lebih rentan terhadapnya infeksi varicella. Varicella menular melalui kontak langsung dengan penderita melalui sekret saluran pernapasan dan cairan pada vesikel. Dalam kasus ini dilaporkan anak usia 8 tahun yang dibawa ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Daerah Sayidiman Magetan dengan keluhan bintik-bintik kemerahan berisi cairan di bagian wajah dan badan sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan keluhan, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang diagnosis awal pada pasien adalah Varicella Zoster disertai infeksi sekunder. Kasus ini menggambarkan Varicella Zoster. Kasus ini menekankan pada pentingnya diagnosis, pengobatan dan pencegahan yang optimal pada kasus Varicella Zoster. Meskipun kasus ini bersifat self limiting disease, tetapi penanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi berbagai macam komplikasi yang muncul yang disebabkan pada penyakit ini.
Seorang Wanita 62 Tahun dengan Batuk Kronis: Laporan Kasus Tetiana Pinanti; Niwan Tristianto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkiektasis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan adanya dilatasi bronkus yang bersifat patologis dan berlangsung kronik. Dilatasi tersebut menyebabkan berkurangnya aliran udara dari dan ke paruparu. Dilaporkan kasus seorang wanita usia 62 tahun di Poli Paru RSUP Surakarta dengan batuk berdahak setiap pagi sejak 10 tahun terakhir dan sesak yang memberat 1 minggu lalu. Keluhan sesak memberat saat pasien batuk dan melakukan aktivitas. Keluhan lain berupa, pilek dengan sekret bening selama 10 tahun ini. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pengembangan dada kanan dan kiri simetris tidak ada retraksi dada, fremitus kanan dan kiri sama, pada pemeriksaan perkusi didapatkan dada kanan dan kiri sonor, pada auskultasi, ditemukan ronkhi basah kasar dan wheezing saat ekspirasi. Gambaran radiologi ditemukan corakan vaskuler yang kasar dan infiltrate di kedua lapang paru, tidak ada deviasi trakea, diafragma dan sinus kostofrenikus dalam batas normal. Terapi yang diberikan Clindamycin, Forasma, Lansoprazole, cetylcysteine dan Onbrez Breezhaler.
Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Ny. S 58 Tahun dengan Kusta Multibasiler Indra Pradani Khumala; Lidya Goprani Umar; Marchella Krismonica Ningrum; Zalfa Afifah; Burhannudin Ichsan; Dwi Sartini
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kusta adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae,dan Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan kasus kusta terbesar di dunia. Penyakit kusta masih menimbulkan masalah yang sangat kompleks, bukan hanya dari segi medis melainkan juga masalah sosial, ekonomi, dan budaya. Penyakit kusta apabila tidak terdiagnosis dan diobati secara dini, dapat mengakibatkan kecacatan menetap pada penderita. Kurangnya pengetahuan serta kepercayaan yang keliruterhadap penyakit kusta dan cacat yang ditimbulkan, mengakibatkan penyakit kusta ditakuti oleh masyarakat dan keluarga, termasuk sebagian petugas kesehatan, sehingga kondisi seperti ini yang menjadikan penderita kusta dijauhi oleh lingkungan sekitar. Penderita kusta akan diberikan pengobatan intensif melalui petugas di Puskesmas yang berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan dan selama pengobatan pelayanan kesehatan yang diberikan berorientasi pada pendekatan dokter keluarga. Sehingga tidak hanya berfokus pada masalah penyakit saja namun juga kepada masalah keluarga dan lingkungan sosial penderita Kami melaporkan kasus penyakit pada Ny. S yang terdiagnosis kusta multibasiler. Keluarga Ny. S memiliki bentuk keluarga nuclear family dengan fungsi holistic yang sangat baik. Penilaian fungsi fisiologis dengan APGAR Family Ny. S didapatkan skor 10 dimana dapat disimpulkan bahwa nilai fisiologis keluarga Ny. S sehat. Penilaian fungsi patologis menggunakan SCREEM didapatkan pasien tidakpernah menempuh pendidikan dan buta huruf serta ekonomi yang tergolong menengah kebawah. Prioritas masalah pada Ny. S yaitu rendahnya tingkat pengetahuan pasien dan keluarga terhadap penyakit yang diderita Ny. S sehingga pasien dan keluarga perlu dilakukan edukasi secara menyeluruh meliputi promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif.
Laki-Laki 50 Tahun dengan Ankylosing Spondylitis Nadia Ala Firdaosa; Imam Mustika
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spondilitis Ankilosa (SA) adalah salah satu jenis Spondiloartritis (SpA) yang merupakan penyakit autoimun, SA biasanya melibatkan sendi-sendi pada daerah aksial yaitu sendi tulang belakang, sendi sakroiliak, serta tendon dan ligamen pada area sekitarnya. Prevalensi SA adalah 16,7 kasus per 10.000 orang di populasi Asia. Pada tahun 2017, data dari Klinik Reumatologi dr Hasan Sadikin RSUD Bandung melayani 4% pasien menderita spondiloarthrosis. Penelitian mengungkapkan kemungkinan etiologi SA termasuk faktor genetik, reaksi imun, infeksi, dan kelainan endokrin. Nyeri pinggang pada spondilitis ankilosa muncul secara bertahap dan sifat nyerinya tumpul, dengan penjalaran ke arah pantat. Gambaran radiologis awal didominasi pada fibrokartilago di area iliac yang mengalami erosi subkondral dan menyebabkan permukaan sendi terlihat kabur yang diikuti dengan osteoporosis serta sklerosis reaktif pada daerah sekitar. Sedangkan pada tulang belakang didapatkan gambaran sindesmofit yang memberikan gambaran "bamboo spine". Terapi yang diberikan dapat secara farmakologi seperti pengobatan dengan NSAID atau non farmakologi seperti osteotomi korektif dan stabilisasi.
Anak Laki-Laki Usia 12 Tahun dengan Demam Tifoid: Laporan Kasus Sri Rahayu Rendra Amiliya; Siti Arifatus Saroh
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri Salmonella typhi menyebabkan demam tifoid, suatu penyakit infeksi sistemik yang bersifat akut. Di negara-negara berkembang, kondisi sanitasi yang buruk menyebabkan penyakit ini lebih umum. Di seluruh dunia, diperkirakan terdapat sekitar 21 juta kasus demam tifoid setiap tahun, dengan 128.000–161.000 kematian. Demam, kelelahan, dan nyeri perut adalah gejala umum. Pemeriksaan kultur seringkali jarang dilakukan, meskipun dianggap sebagai standar emas untuk diagnosis demam tifoid. Pilihan pertama untuk pengobatan demam tifoid adalah kloramfenikol. Dalam satu kasus, seorang pria berusia 12 tahun mengalami demam yang naik turun selama sebelas hari terakhir. Dia mengalami gejala seperti pusing, muntah, kelemahan, dan nyeri di bagian atas perut. Penulis akan membahas karakteristik, diagnosis, dan pengobatan kasus demam tifoid.
Abses Parafaring pada Laki-Laki 43 Tahun: Laporan Kasus Serafika Permoni Putri Manyakori; Rahmi Izzati Salsabila
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abses parafaring merupakan salah satu infeksi ruang leher dalam yang terjadi akibat komplikasi dari berbagai infeksi rongga mulut dan orofaring. Angka kejadian abses parafaring tidak diketahui secara pasti, namun dari beberapa literatur dilaporkan 18-23,5%. Abses terjadi sebagai akumulasi pus dalam rongga tubuh, dalam hal ini terjadi pada rongga dalam leher. Seorang laki-laki 43 tahun diantar oleh keluarganya ke IGD RSUD Dr. Harjono S ponorogo karena nyeri telan dan demam sejak 4 hari yang lalu. Keluhan ini diikuti dengan pembengkakan pada leher. 7 Hari yang lalu pasien merasakan sakit gigi molar bawah kiri dan sudah dibawa berobat ke dokter gigi. Karena keluhan tersebut pasien sulit menggerakkan lehernya. Pada pemeriksaan THTKL, didapatkan pembengkakan dari leher sampai ke dada, teraba hangat dan nyeri ketika di palpasi. Terapi yang diberikan adalah pemberian antibiotik dan insisi drainase.
Seorang Anak Laki-Laki Usia 6 Bulan dengan Diare Cair Akut tanpa Dehidrasi: Laporan Kasus Siti Zulfatul Afifah; Rahma Anindita
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare akut adalah buang air besar lebih dari 3 kali dalam 24 jam, dengan konsistensi cair, dan berlangsung kurang dari 1 minggu. 1,7 miliar kasus diare setiap tahunnya yang tercatat secara global. Sebanyak 525.000 kasus meninggal akibat diare yang terjadi pada anak kurang dari lima tahun pada kejadian tersebut. Diare merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme meliputi bakteri, virus, parasit, serta protozoa, dan penularannya secara fekal-oral. Faktor risiko terjadinya penyakit diare antara lain rendahnya pola hidup sehat masyarakat khususnya dalam penyediaan sarana sanitasi yang baik untuk menunjang kesehatan lingkungan (penggunaan sarana air bersih, jamban keluarga, pembuangan sampah, pembuangan air limbah). Kami melaporkan kasus anak laki-laki berusia 6 bulan datang ke Instalansi Gawat Darurat di RSUD dr. Sayidiman Magetan dengan keluhan demam naik turun kurang lebih 2 hari SMRS, disertai batuk grok-grok dan dan BAB cair sejak 1 hari SMRS sebanyak + 1x, BAB cair berwarna kuning kecoklatan. Berdasarkan keluhan, pemeriksaan fisik, dan penunjang, diagnosis awal pada pasien adalah diare cair akut tanpa dehidrasi. Kasus ini menggambarkan kasus diare cair akut. Kasus ini menekankan pada pentingnya diagnosis dan pengobatan optimal pada kasus diare cair akut.
Herpes Zoster Maxillaris Sinistra dengan Infeksi Sekunder Annisa Qotrunnajah; Eddy Tjiahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herpes zoster merupakan penyakit infeksi akibat reaktivasi virus varicella zoster (VZV) yang masuk melalui neurokutaneus selama episode awal cacar air, kemudian menetap di ganglion spinalis posterior maupun ganglion saraf kranial. Herpes zoster paling sering terjadi pada pasien lanjut usia dan kelompok pasien dengan kondisi immunocompromised. Ruam yang muncul biasanya berupa vesikel berkelompok dengan dasar kemerahan yang terasa nyeri pada daerah persarafan ganglion yang bersifat unilateral dan sesuai dermatomal. Seorang laki-laki berusia 64 tahun datang dengan keluhan muncul plenting - plenting pada kulit disertai keropeng berwarna kekuningan yang terasa nyeri pada pipi kiri sejak 5 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik tampak vesikel eritematosa multiple dan pustul bergerombol, disertai krusta yang tersebar pada daerah dermatom maksila sinistra. Pasien di diagnosis mengalami herpes zoster maksillaris sinistra dengan infeksi sekunder. Terapi farmakologi yang diberikan pada pasien yaitu asiklovir 5 x 800 mg, klindamisin 2 x 300 mg, gabapentin 2 x 300 mg, dan obat oles campuran krim asam fusidat dan krim gentamisin 2 x 1.