cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Demam Tifoid pada Anak Laki-Laki Usia 18 Bulan: Laporan Kasus Eurolia Naba Mutiarasari; Rahma Anindita
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit endemis di Indonesia yang disebabkan oleh infeksi sistemik Salmonella typhi sisanya disebabkan oleh Salmonella paratyphi. Penyakit ini mudah berpindah dari satu orang ke orang lain yang kurang menjaga kebersihan diri dan lingkungannya yaitu penularan secara langsung jika bakteri ini terdapat pada feses, urine atau muntahan penderita dapat menularkan kepada orang lain dan secara tidak langsung melalui makanan atau minuman. Prevalensi angka kejadian demam tifoid di Indonesia menurut data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan sekitar 350- 810 per 100.000 penduduk. Itu artinya tiap tahun ada sebesar 600.000-1.500.000 kasus demam tifoid. Kami melaporkan seorang anak laki-laki berusia 18 bulan datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan Demam sejak 11 hari yang lalu. Berdasarkan keluhan, pemeriksaan fisik, dan penunjang, diagnosis awal pada pasien adalah Demam Tifoid Kasus ini menggambarkan kasus Demam Tifoid. Kasus ini menekankan pada pentingnya diagnosis dan pengobatan optimal pada kasus Demam Tifoid.
Pendekatan Dokter Keluarga pada TB Paru Aditya Nur Rahman; Nur Alfi Khoirul Fajriati; Restiana Nugraheni Kusumastuti; Raden Roro Nadya Maureen; Burhannudin Ichsan; Kunari Mahanani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit kronik menular yang menyerang pada bagian saluran pernafasan tubuh manusia dan disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kelompok kuman Mycobacterium biasa disebut sebagai Bakteri Tahan Asam (BTA)(Maharani et al., 2018). Manifestasi klinis TB menurut kemenkes yaitu ; Batuk ≥ 2 minggu, batuk berdahak, batuk berdahak dapat bercampur darah, dapat disertai nyeri dada, sesak napas. Dengan gejala lain meliputi: Malaise, penurunan berat badan, menurunnya nafsu makan, menggigil, demam, berkeringat di malam hari (Kemenkes, 2019). Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2020 yang diterbitkan oleh WHO, diperkirakan pada tahun 2019 terdapat insidens kasus sebesar 8,9 sampai 11 juta jiwa (PDPI, 2021). Indonesia merupakan negara dengan peringkat ketiga setelah India dan Cina dalam kasus TBC paru. Prevalensi TBC paru di Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah, diantaranya Sumatera 33%, Jawa dan Bali 23%, dan Indonesia bagian timur 44% (Hamidah et al, 2020). Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah dengan angka penemuan kasus (CDR) yang masih sangat jauh dari target nasional sebesar 70%. CNR untuk seluruh kasus TB tahun 2014 sebesar 52,05 per 100.000 penduduk, tahun 2015 53,83 per 100.000 penduduk dan tahun 2016 sebanyak 50,79 per 100.000 penduduk (Putri et al, 2018). Berdasarkan data dan permasalahan di atas, penulis tertarik melakukan upaya pendekatan kedokteran keluarga terhadap pasien dengan TB Paru untuk membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh baik secara klinis personal, dan psikososial keluarga sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
Bayi Laki-Laki Usia 2 Hari dengan Kejang pada Neonatus: Laporan Kasus Tyas Hanurita Subekti; Siti Ariffatus Saroh
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang pada neonatus adalah perubahan paroksismal dari fungsi neurologik seperti perilaku, fungsi sensorik, motorik dan fungsi autonom sistem saraf yang terjadi pada bayi berumur nol hari sampai dengan 28 hari pertama kehidupan (bayi cukup bulan) atau 44 minggu masa konsepsi (usia kronologis + usia gestasi pada saat lahir) pada bayi premature. Insiden di Amerika Serikat diperkirakan antara 80-120 kasus per 100.000 neonatus per tahun. Di Indonesia Kejang terjadi pada 1 hingga 5/1000 kelahiran hidup, dan kejadiannya meningkat pada bayi prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah. Kami melaporkan kasus bayi lakilaki berusia 2 hari datang ke Instalasi Gawat Darurat di RSUD dr. Sayidiman Magetan dengan keluhan kejang sebanyak 1 kali dengan durasi < 1 menit. Berdasarkan keluhan, pemeriksaan fisik, dan penunjang, diagnosis awal pada pasien adalah kejang pada neonatus. Kasus ini menggambarkan kasus kejang pada neonatus. Kesimpulan kasus ini menekankan pada pengobatan dan observasi lanjutan pada kasus kejang neonatal.
Laporan Kasus: Seorang Wanita Usia 70 Tahun dengan Dermatitis Kontak Alergi Rima Amalia; Eddy Tjiahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis kontak alergi merupakan dermatitis yang terjadi akibat adanya pajanan terhadap bahan alergen yang kontak atau menempel pada kulit dimediasi oleh reaksi hipersensitivitas tipe 4. Dilaporkan sebuah kasus seorang wanita berusia 70 tahun dengan diagnosis klinis dermatitis kontak alergi kronis. Gejala utama yang dirasakan yaitu gatal pada kedua ketiak, dada, punggung dan lipatan paha yang dirasakan sejak 2 tahun yang lalu. Terdapat riwayat penggunaan sabun mandi antiseptic setiap harinya dan riwayat penggunaan gel repellent setiap malam serta menggaruk pada area yang gatal. Terdapat riwayat alergi telur dan lele. Ujud kelainan kulit pada pasien di regio axilla, thorax dan dorsum berupa makula eritema/hiperpigmentasi, skuama dan batas tidak tegas. Penatalaksanaan yang diberikan berupa metilprednisolon tablet 4mg/12jam dikonsumsi setelah makan, loratadine tablet 10mg/12jam dikonsumsi jika gatal dan krim campuran yang mengandung desoximetasone 10gr, betametason 0.1% 10gr dan urea 10% 10gr diaplikasikan pada kulit 2 kali sehari segera setelah mandi. Pasien diberikan edukasi untuk tidak menggunakan sabun mandi antiseptic dan gel repellent, menjaga kebersihan kulit dan kelembapan kulit serta tidak menggaruk area yang gatal.
Diagnosis dan Tatalaksana Bronkopneumonia pada Bayi Laki-Laki Berusia 2,5 Bulan Dyah Farida Inli; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkopneumonia adalah peradangan pada paru-paru yang dapat mengenai satu atau beberapa lobus paru, yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrate disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, maupun benda asing. Pasien bayi laki laki, berusia 2,5 bulan, datang dengan keluhan batuk berdahak sejak 4 hari terutama pada malam hari hingga anak sulit tidur dan rewel. Keluhan juga disertai dengan demam naik turun sejak 3 hari, pilek (+), nafsu makan menurun (+), anak lemas dan tidak aktif. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum tampak sesak napas, kesadaran compos mentis, pernafasan 36x/menit, nadi 130x/menit, suhu 37,4°C, SpO2 94%, BB 8 kg, TB 90 cm, sianosis bibir (+), napas cuping hidung (+). Pemeriksaan thoraks didapatkan suara napas vesikuler (+/+) ronkhi kasar di basal (+/+), jantung dalam batas normal. Pasien didiagnosis sebagai bronkopneumonia, dengan penatalaksanaan yaitu infus RL 10 gtt/menit, oksigenasi nasal kanul 0,5-1 L/menit, injeksi cefotaxime 3x200mg, dexamethasone 3x1/4mg, santagesik 3x30mg, dan peroral sanmol 3x0,3 ml. Prognosis pasien ini secara umum dubia. Simpulan, pengobatan yang tepat memberikan respon baik pada bronkopneumonia yang ditandai dengan perbaikan klinis yang cepat dan masa rawat yang singkat.
Seorang Perempuan 18 Tahun dengan Leptospirosis: Laporan Kasus Unggul Prestiaji; B Bahrodin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptospirosis adalah jenis penyakit yang diakibatkan adanya infeksi dari spesies Leptospira serta memunculkan gejala demam akut. Leptospirosis ini termasuk dalam penyaki zoonosis. Hal ini disebabkan penyakit ini berasal dari hewan yang dapat dituarkan ke manusia begitu sebaliknya. Sebagian besar kasus leptospirosis bersifat ringan hingga sedang, dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun perjalanan penyakit mungkin dipersulit oleh disfungsi multiorgan seperti pada penyakit Weil. Jenis laporan kasus ini adalah deskriptif studi kasus yang bertujuan untuk mendeskripsikan kasus leptospirosis. Sebuah kasus dimana seorang perempuan berusia 18 tahun, mendatangi IGD RSUD Dr. Harjono S Ponorogo dengan riwayat demam selama tiga hari sebelum MRS, nyeri di sekujur tubuh, muntah-muntah, serta adanya perubahan warna urine menjadi kuning kecoklatan menyerupai teh.. Pasien ini pada awalnya didiagnosa dengan Dengue Hemorrhagic Fever dikarenakan pada awal masuk hasil laboratorium menunjukkan trombosit yang rendah dengan gejala demam yang tinggi, tetapi selama perjalanan penyakit pada hari ke-4 dicurigai mengarah ke leptospirosis, lalu dilakukanlah pemeriksaan serologi IgM ELISA dan didapatkan hasilnya positif. Pasien ini dirawat di ruang High Care Unit dengan pengobatan pemberian antibiotik ceftriaxone 2gram/12 jam. Pasien pulang ke rumah setelah 11 hari perawatan.
Seorang Laki-Laki 25 Tahun dengan Trauma Kimia Okuli Et Causa Lem Super: Laporan Kasus Vika Mulya Pradini; Dessira Rizka Tri Ariany
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trauma kimia okuli termasuk salah satu kondisi kedaruratan oftalmologi karena dapat menyebabkan cedera pada mata. Trauma ini terjadi akibat terpaparnya bahan kimia baik yang bersifat asam atau basa yang dapat merusak struktur bola mata. Trauma kimia okuli membutuhkan evaluasi dan inisiasi tindakan segera. Jenis laporan kasus ini adalah deskriptif studi kasus yang bertujuan untuk mendeskripsikan kasus trauma kimia okuli yang disebabkan oleh lem super dan tatalaksananya. Seorang Pria berusia 25 tahun datang ke ke poli mata RSUD Dr. Harjono Ponorogo dengan keluhan mata kiri terasa mengganjal dan perih sejak 1 jam sebelum ke rumah sakit setelah secara tidak sengaja tersemprot lem hingga mengenai mata kiri. Pemeriksaan segmen anterior didapatkan mata kiri terdapat injeksi konjungtiva dan injeksi siliar. Pemeriksaan fluoresin terdapat defek pada epitel kornea. Mata kiri pasien diairi dengan ringer laktat. Pasien diobati dengan kombinasi antibiotik-kortikosteroid tetes mata topikal, air mata buatan, salep mata, dan suplementasi vitamin C. Trauma kimia okuli merupakan satu-satunya jenis trauma yang tidak memerlukan anamnesa dan pemeriksaan yang lengkap. Penatalaksanaan yang terpenting pada trauma kimia adalah irigasi mata dengan segera sampai pH mata kembali normal. Selain itu dilakukan juga upaya promotif dan preventif kepada pasien.
Seorang Laki-Laki Berusia 45 Tahun dengan Psoriasis Vulgaris: Laporan Kasus Meilita Tri Kurnia Dewi; Retna Ika Suryaningrum
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psoriasis adalah kondisi peradangan kulit yang persisten dan berulang yang dapat menyerang individu dari segala usia. Penyakit ini dikenali dari plak merah yang ditutupi sisik tebal berwarna putih keperakan dengan tepi yang jelas. Lesi psoriasis biasanya muncul secara simetris, dengan preferensi pada area siku dan lutut, kulit kepala, daerah lumbosakral, daerah gluteal, dan genetalia. Laporan kasus ini merinci seorang lakilaki berusia 45 tahun, Tn. H, datang ke Klinik Kulit & Kelamin RSUP Dr. Harjono S. Ponorogo dengan gejala gatal-gatal dan bintik merah pada perut, kepala, dan kedua tungkai. Status dermatologis pada pasien menunjukkan pada bagian kepala, perut dan kedua tungkainya terdapat gambaran makula eritematus berbatas jelas diatasnya terdapat skuama tipis transparan. Pasien didiagnosis psoriasis vulgaris, pasien diberikan terapi methotrexate 2,5mg dua kali sehari, cetirizine 10mg dua kali sehari, salep desoximethasone 0,25% tiga kali sehari maupun diberikan edukasi terkait perawatan kulit yang sakit.
Upaya Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Ny. W 63 Tahun dengan Hipertensi dan DM dalam Meningkatkan Konsumsi Obat secara Rutin terhadap Pasien Isna Rifah; Shintia Suci Pratama Dewi; Annisa Rizki Maharani; Reza Salmaa Nur Aziizah; Heru Subagyo; Anika Candrasari
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit hipertensi masih menempati proporsi terbesar dari seluruh PTM yang dilaporkan, yaitu sebesar 76,5 persen, sedangkan urutan kedua terbanyak adalah Diabetes Mellitus sebesar 10,7 persen. Dua penyakit tersebut menjadi prioritas utama pengendalian PTM di Jawa Tengah. tujuan: Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengidentifikasi Faktor Risiko, Masalah Klinis Dan Memberikan Penatalaksanaan Pasien Dengan Implementasi Layanan Dokter Keluarga Holistik Berdasarkan Pendekatan Kedokteran Berbasis Bukti Dengan Pendekatan Yang Berpusat Pada Pasien Dan Keluarga. Metode: Penelitian Ini Merupakan Laporan Kasus. Data Primer Diperoleh Melalui Anamnesis (Langsung Dari Pasien Dan Tidak Langsung Dari Anggota Keluarga), Pemeriksaan Fisik, Dan Kunjungan Rumah Untuk Melengkapi Data Keluarga, Psikososial, Dan Lingkungan. Data Sekunder Diperoleh Dari Rekam Medis Pasien Di Puskesmas. Penilaian Didasarkan Pada Diagnosis Holistik Dari Awal, Proses, Dan Akhir Studi Kuantitatif Dan Kualitatif. Hasil: Seorang Perempuan Berusia 63 Tahun Dinyatakan Menderita Sakit Hipertensi Dan Diabetes Milletus. Pasien Mengakui Adanya Penyakit Tersebut pada Dirinya. Hasil Evaluasi Didapatkan Keluhan Pasien Berkurang, Pengetahuan Pasien Dan Keluarga Mengenai Hipertensi Dan Diabetes Milletus Masih Kurang Dan Perlu Diedukasi Lebih Lanjut. Kesimpulan: Hipertensi Dan Diabetes Mellitus Yang Terjadi Pada Pasien Disebabkan Oleh Faktor Usia Dan Makanan Yang Dikonsumsi Pasien diperluakan juga edukasi menegnai penyakit kepada pasien dan keluarganya.
Manajemen Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Pasien Ny. S Perempuan 53 Tahun dengan Batuk Kronis Ulal Azka Alfiyatur Rohmaniyah; Lian Adhalia; Chairul Latief; Farhan Firliansah Adiningrat; Yusuf Alam Ramadhon; S Setyaningsih
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bronkitis adalah penyakit infeksi yang menyerang bronkus di saluran pernapasan. Bronkitis kronis didefinisikan sebagai batuk produktif kronis yang terjadi lebih dari 3 bulan dan berlangsung selama kurun waktu 2 tahun. Prevalensi penyakit bronkitis menurut Profil Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Tahun 2021 berada pada urutan ke-7 dengan total kasus mencapai 24.005 kasus. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor risiko, masalah klinis dan memberikan penatalaksanaan pasien dengan implementasi layanan dokter keluarga holistik berdasarkan pendekatan kedokteran berbasis bukti melalui pendekatan yang berfokus pada pasien dan keluarga. Metode: Penelitian ini adalah laporan kasus. Data primer didapatkan dengan anamnesis (tidak langsung dari anggota keluarga dan langsung dari pasien), pemeriksaan fisik serta kunjungan ke rumah pasien untuk melengkapi data keluarga, psikososial, dan lingkungan. Data sekunder diperoleh melalui rekam medis pasien di puskesmas. Penilaian didasarkan pada diagnosis holistik dari awal, proses, serta akhir studi kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Perempuan 53 tahun dinyatakan menderita bronkitis kronis. Pasien merasakan batuk lebih dari 6 bulan, dalam 2 minggu terakhir pasien mengeluhkan batuk setiap hari. Hasil evaluasi didapatkan keluhan dan kekhawatiran pasien berkurang, pengetahuan pasien dan keluarga mengenai Bronkitis kronis masih kurang dan perlu diedukasi lebih lanjut. Kesimpulan: Bronkitis kronis yang terjadi pada pasien disebabkan oleh stress dan minimnya ventilasi rumah.