cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Penyuluhan tentang Mengenal Manajemen Nyeri di Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah Surakarta Eka Prasetyawan; Raafika Studiviani; Shintia Suci Pratama Dewi; Indra Pradani Khumala; Nur Alfi Khoirul Fajriati; Dwi Advina Herdiyanti; Setyaning Putri; Lian Adhalia
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan atau berpotensi menimbulkan kerusakan jaringan, atau keadaan yang menggambarkan kerusakan jaringan tersebut (Kemenkes, 2022). Nyeri sering kita temukan dalam kehidupan sehari – hari, apabila tidak tertangani dengan benar dapat menyebabkan keadaan yang tidak menguntungkan bagi pasien baik secara fisiologis, emosional, dan psikologis. (Kardewi, 2018). Strategi penatalaksanaan nyeri atau manajemen nyeri merupakan suatu tindakan mengurangi nyeri, yang dapat ditangani dengan manajemen farmakologi dengan obat- obatan anti nyeri dan nonfarmakologi (Kemenkes, 2022). Langkah yang digunakan dengan memberikan penyuluhan mengenai materi dan pretest-postest. Rata-rata jawaban benar pretest 55.7 dan posttest 86.57. Terdapat hasil peningkatan rerata soal benar pada hasil posttest. Oleh karena itu penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan penanganan secara awal mengenai nyeri.
Seorang Laki-Laki 30 Tahun dengan Gangguan Skizoafektif Tipe Depresif (F25.1): Case Report Review Lian Adhalia; Wahyu Nur Ambarwati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan skizoafektif merupakan gangguan jiwa yang menggambarkan terjadinya gejala psikotik dan afektif secara bersamaan. Penyebab dari gangguan skizoafektif adalah ketidakseimbangan pada dopamin, norepinefrin dan serotonin. Pada pasien ini memenuhi kriteria diagnosis skizofrenia paranoid dan gangguan afek depresif yang sama-sama menonjol. Gejala skizofrenia pada pasien ini terdiri dari: Thougt of echo, thought broadcasting, waham curiga, waham kejar dan halusinasi auditorik tipe komenting. Sedangkan gejala gangguan afektif depresif terdiri dari Afek depresif, anhedonia dan anergia, ditambah dengan gejala tambahan seperti, merasa dijauhkan orang-orang, tidak percaya diri, merasa dirinya tidak berguna, pasien merasa masa depannya sudah tidak ada lagi harapan, nafsu makan berkurang dan melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Pasien ini mendapatkan terapi antipsikotik (Clozapine 2 x 100 mg) dan antidepresan ( Escitalopram 1x20 mg). Pasien dan keluarga juga mendapatkan psikoedukasi. Prognosis pasien tergantung dari diagnosis yang ditegakkan dan pengobatan yang adekuat.
LILA dan Sanitasi Lingkungan Faktor Resiko Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan Dania Talitha Rahma; Mohammad Shoim Dasuki; Tri Agustina; Asri Alfajri
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan gangguan nutrisi jangka panjang karena asupan tidak terpenuhi. Stunting dilihat dari nilai Z-score <-2 SD dan <-3 SD. Di Indonesia tahun 2018 angka stunting tergolong tinggi yaitu 30,8%. Dampak dari terjadinya stunting yaitu kegagalan proses metabolisme, gangguan pada proses tumbuh balita, fungsi kognitif dan daya tahan tubuh menurun, dan berisiko terkena penyakit degeneratif. Beberapa faktor yang mengakibatkan stunting diantaranya status gizi ibu hamil dan akses sanitasi lingkungan. Data Puskesmas Juwiring tahun 2022 sanitasi lingkungan 46%, dan KEK 16,6%. Cakupan normal nasional untuk data sanitasi lingkungan 80% dan KEK 14,5%. Penelitian bertujuan menganalisis LILA dan sanitasi lingkungan faktor resiko stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control. Besar sampel 180, dengan purposive sampling. Data diolah menggunakan distribusi frekuensi, Chi- Square, dan regresi logistik. Hasil menunjukkan LILA (p<0,001), sanitasi lingkungan (p<0,001) berpengaruh terhadap kejadian stunting pada 1000 HPK. Kesimpulan dari penelitian bahwa LILA dan sanitasi lingkungan merupakan faktor yang berhubungan dengan stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Resusitasi Cairan dan Penggunaan Vasopressor Awal pada Kasus Syok Sepsis pada Pasien Geriatri dengan CAP dan DVT dengan Selulitis Ridho Zarkasi
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resusitasi cairan merupakan komponen kunci pada kasus syok sepsis. Resusitasi cairan bertujuan untuk mengembalikan volume sirkulasi darah dan mengoptimalkan curah jantung pada keadaan syok. Penggunaan vasopressor lebih awal juga direkomendasikan untuk mengoptimalkan perfusi pada kondisi syok. Akan tetapi, bukti mengenai kapan pastinya memulai penggunaan vasopressor masih sangat terbatas. Pengambilan keputusan mengenai waktu dimulainya vasopressor dalam menangani syok sepsis penting untuk mendapatkan kondisi yang optimal Laporan kasus ini membahas seorang perempuan geriatri umur 80 tahun yang dikonsulkan untuk perawatan di ICU karena penurunan kesadaran dan sesak nafas yang memberat. Pasien didiagnosis dengan Community acquired pneumonia (CAP), Selulitis,dan Deep Vein Troombosis (DVT). Pasien diberikan resusitasi cairan, ventilasi mekanik, vasopressor, antipiretik dan antibiotic spectrum luas. Resusitasi cairan awal dan pengambilan keputusan yang tepat dalam penggunaan vasopressor yang lebih awal dapat memberikan hasil optimal dengan harapan dapat menurunkan angka mortalitas dan morbiditas pasien. Setelah mendapatkan perawatan di ICU, pasien di rujuk ke RS PKU Muhammadiyah Surakarta untuk dilakukkan penanganan lanjutan.
Asfiksia Sedang pada Bayi Baru Lahir Kautsar Prastudia Eko Binuko; Fiki Susanti
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan kondisi ketidakmampuan bayi bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Bayi baru lahir sangat berisiko mengalami ketidakmampuan dalam beradaptasi dengan lingkungan pasca dilahirkan. Pada tahun 2019, penyebab kematian neonatal terbanyak kedua adalah asfiksia setelah berat badan lahir rendah (BBLR). Kami melaporkan presentasi klinis dan penatalaksanaan sebuah kasus asfiksia sedang pada bayi baru lahir di rumah sakit Dr. Harjono S. Ponorogo. Metode penelitian meliputi studi kasus case report. Seorang bayi laki-laki baru lahir dari Ny. S 42 tahun G3P3A0 usia kehamilan 38 minggu dengan persalinan Sectio Caesaria Trans Peritoneal (SCTP) et causa Premature Rupture of Membrane (PRM). Bayi lahir pada tanggal 2 September 2023 dengan kondisi ketuban mekonial, bayi tidak menangis kuat saat lahir, berat lahir 2500 gram, panjang badan 48 cm dan tidak ditemukan adanya kelainan bawaan saat lahir. Saat lahir, skor apgar pada menit ke-1adalah 5 dan pada menit ke-5 adalah 7. Bayi didiagnosis dengan neonatus aterm (usia kehamilan 38 minggu), neonatus berat lahir cukup (2500 gram), neonatus sesuai masa kehamilan (BB 2500 gram dengan usia kehamilan 38 minggu pada tabel LUBCHENCO) dengan persalinan secara SCTP ec PRM dan asfiksia sedang. Tatalaksana yang dilakukan berupa resusitasi neonatus, perawatan tali pusat, O2 nasal canule 1 lpm, Inj vitamin K 1x1 mg dan salep mata.
Efektivitas Terapi Akupunktur terhadap Penurunan Derajat Low Back Pain (LBP) di Klinik Pratama Kusmahati Dua Sukoharjo Danendra Favian Alif Kusumo; Dwi Kusumaningsih; S Sulistyani; Saidatul Fitriyah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) ialah salah satu masalah kesehatan Musculosceletal Disorders (MSD). Awal mula penyakit tersebut, adanya keluhan nyeri pada bagian punggung bawah berasal dari vertebra bagian spinal, otot, saraf serta bagian di daerah tersebut. Akupunktur ialah suatu alternatif pengobatan dengan insersi jarum kecil dengan target kulit di titik yang dituju. kasus low back pain dapat diberikan perlakuan pada titik Shensu (BL 23) secara bilateral, titik Dachangshu (BL 25) secara bilateral dan titik Weizhong point (BL 40) pada bagian yang sakit. Perlakuan tersebut diberikan sebanyak 4 kali dengan interval 1 kali dalam seminggu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya efektivitas terapi akupuntur terhadap penurunan nyeri nyeri punggung bawah. Penelitian ini menggunakan metode quasy-experimental. Studi ini menggunakan one group pre-test post-test design dengan dua kelompok subjek penelitian. satu kelompok diberikan intervensi menggunakan alternatif akupunktur. Sedangkan kelompok lain sebagai kelompok kontrol tanpa intervensi akupunktur dan diberikan analgetik. Penelitian ini berlangsung selama empat minggu, dilakukan intervensi dan diukur menggunakan alat NPRS pada kedua kelompok. Hasil penelitian dengan uji wilcoxon didapatkan bahwa skor nprs menurun baik pada kelompok perlakuan maupun kontrol dengan p-value 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan pada NPRS dari pasien nyeri punggung bawah dalam penurunan skor dan uji man whitney.
Pengaruh Ekstrak Etanolik Daun Kelor terhadap Gambaran Histopatologi Paru pada Tikus Wistar Model Sindrom Metabolik Terinduksi Ainaya Layly Sabil; Meritania Ridianti Putri; Aulia Safety Imron; Novan Adi Setyawan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

(Pendahuluan) Penampakan histopatologi paru seperti diameter alveolar dan ketebalan septum interalveolaris dapat menjadi indikator inflamasi pada sindrom metabolik (SM). Daun kelor diketahui memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi pada paru. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak etanolik daun kelor dalam memperbaiki penampakan histopatologi paru tikus Wistar model SM terinduksi. (Metode) Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan post-test only control group design dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berupa tikus Wistar jantan sebanyak 30 ekor yang terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu: KN (kelompok normal), K- (kelompok yang dibuat model SM tanpa perlakuan), KPI, KPII, dan KPIII (kelompok perlakuan).(Hasil) Diameter alveolar terlebar terdapat pada KP II (31.67 ± 1.22 μm) sedangkan yang terkecil ditemukan pada KPI (19.05 ± 1.27 μm). Septum interalveolaris paling tebal terdapat pada Ksebesar (28,02 ± 7,19) μm sedangkan paling tipis pada KPIII sebesar (9,13 ± 0,34 μm). Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0.05) antara KN dibandingkan dengan K- dan KPI, serta antara Kdibandingkan dengan KPI, KPII, dan KPIII. Uji korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan antara variasi dosis dengan ketebalan perbaikan penampakan histopatologi paru. (Kesimpulan) Ekstrak etanolik daun kelor mampu memperbaiki penampakan histopatologi paru tikus Wistar model SM terinduksi secara signifikan.
Laporan Kasus: Seorang Laki-Laki Usia 17 Tahun dengan Dermatitis Numularis Solikhatin Niza; Eddy Tjiahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis numularis merupakan salah satu bentuk peradangan kulit dengan karakteristik berupa papul maupun papulovesikel yang berkelompok membentuk plak dengan gambaran koin berbatas tegas disertai krusta, oozing, serta skuama. Belum diketahui secara pasti mengenai etiopatogeneis penyakit ini, namun berbagai faktor risiko seperti alergi, kulit kering, fokus infeksi pada gigi, serta saluran pernapasan diduga dapat memicu terjadinya dermatitis numularis. Dalam kasus ini, pasien yang merupakan laki-laki berusia 17 tahun datang dengan keluhan gatal dan luka berbentuk bulat pada kaki yang menetap sejak 6 bulan sebelum datang ke Rumah Sakit. Keluhan juga disertai dengan rasa nyeri berdenyut ketika berjalan. Keluhan mulai timbul setelah pasien pulang berkebun, yang diawali dengan kulit terasa gatal, dan semakin lama timbul tonjolan berisi nanah hingga akhirnya lesi semakin meluas akibat papulovesikel yang pecah dan terjadi infeksi sekunder. Status dermatologis pada regio malleolus medialis dextra et sinistra didapatkan efloresensi berupa makula eritem, nummular, oozing, serta pustul berbatas tegas. Pasien kemudian diberikan terapi Klindamisin 300mg/12 jam, metilprednisolon 4mg/12 jam, loratadine 10mg/24 jam, dan krim racikan yang berisi fusycom 5gr dan dexosimethasone 5gr, dioleskan pada lesi tiap 12 jam.
Manajemen Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Pasien Ny. M Perempuan 71 Tahun dengan Hipertensi Lutfiana Chrisma Tiaradita; Aufa Rania Zahra Bakri; Maharotullaili Nur Azizah; Meitri Tsani Putri; R Rahardi; Anika Candrasari
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang tidak normal dalam pembuluh darah arteri dan terjadi secara terus menerus. Hasil Riskesdas 2018 menunjukan angka prevalensi hipertensi secara nasional sebesar 34,11% dengan estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia sebesar 63.309.620 orang, sedangkan angka kematian di Indonesia akibat hipertensi mencapai 427.218 kasus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis dan memberikan penatalaksanaan pasien secara komprehensif dengan pendekatan dokter keluarga. Metode: Penelitian ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis (langsung dari pasien dan tidak langsung dari anggota keluarga), pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah untuk melengkapi data keluarga, psikososial, dan lingkungan. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien di puskesmas. Penilaian didasarkan pada diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Ny. M 71 tahun merupakan pasien hipertensi yang tidak terkontrol dengan riwayat keluarga hipertensi yaitu dari nenek pasien dan orangtua pasien (ibu pasien). Bentuk keluarga extended family, stadium keluarga 7,overweight, SCREEM didapatkan pada aspek educational pasien tidak pernah mendapatkan pendidikan formal, sehingga pasien memiliki sedikit pengetahuan tentang penyakitnya. Kesimpulan: Penatalaksanaan kasus hipertensi secara komprensif berbeda antar pasien dengan latar belakang yang bermacam-macam. Diperlukan pendekatan keluarga untuk mengetahui factor risiko penyebab kegagalan terapi sehingga ke depannya penatalaksanaan dan hasil yang didapatkan sesuai harapan pasien.
Parafinoma Penis pada Laki-Laki Usia 51 Tahun Riza Mazidu Sholihin; Amelia Mukhidatul Hafizhah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parafinoma penis atau sclerosing lipogranuloma merupakan kondisi penebalan kulit penis akibat penyuntikan zat cair ke penis yang menyebabkan keradangan. Parafinoma menggambarkan temuan histopatologi abnormal akibat zat asing seperti parafin, petroleum jelly, silikon atau minyak mineral. Presentasi kasus : laki-laki 51 tahun datang ke RS dengan keluhan pembengkakan penis dan nyeri saat ereksi. Riwayat suntik kulit penis 1 tahun yang lalu dengan bahan yang tidak diketahui. Tujuan Penyuntikan untuk mendapatkan penis yang lebih besar. Pasien masih bisa kencing dengan normal. Pada Pemeriksaan genitalia didapatkan pembengkakan mulai pangkal sampai dengan ujung penis, kulit penis teraba padat keras, glans penis dan meatus urethra eksterna sulit di evaluasi, suprapubik dan scrotum dalam batas normal. Pasien dilakukan operasi eksisi seluruh jaringan lipogranuloma sampai dengan batas jaringan normal kemudian rekontruksi dengan scrotal flap untuk menutup defek kulitnya. Kesimpulan: Parafinoma penis disebabkan oleh suntikan parafin atau zat asing lainya ke dalam kulit penis. Terapi pembedahan eksisi seluruh jaringan granuloma menjadi pilihan terbaik. Rekonstruksi Scrotal Flaps atau Split Thickening Skin Grafts untuk menutup defek kulit dilakukan sesuai kategori parafinoma penis atau tingkat keparahan dan penyebaran parafinoma penis.