cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Pasien Gagal Ginjal Kronis dengan Hipertensi: Laporan Kasus Sarwasri Fajra Nugrahaeni; Retno Suryaningsih
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab sekaligus akibat dari gagal ginjal kronis serta berkontribusi pada progresivitas penyakit ginjal. Seiring dengan penurunan eGFR, insiden dan keparahan hipertensi meningkat. Seorang laki-laki usia 61 tahun datang dengan keluhan kedua kaki bengkak semenjak 1 minggu yang lalu. Keluhan pusing, mata kabur, sesak, nyeri dada, mual, dan kesemutan disangkal. Pasien tidak mengetahui adanya riwayat hipertensi sebelumnya, dan belum pernah mengonsumsi obat hipertensi. Pasien didiagnosis dengan gagal ginjal kronis dengan hipertensi. Tekanan darah pasien 210/110 mmHg, BMI 30.5, pemeriksaan jantung didapatkan kardiomegali, asites undulasi (+), dan adanya piting udem pada kedua ekstremitas bawah, pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan adanya peningkatan leukosit 17.87x10³/ul, penurunan eritrosit 3.12 jt/ul, penurunan hb 9 g/dL, penurunan hematokrit 28.4%. pemeriksaan kimia klinik didapatkan peningkatan serum urea 148 mg/dL dan peningkatan kreatinin 7.5 mg/dL. Hasil pemeriksaan USG abdomen pada didapatkan Peningkatan eksogenesitas korteks ginjal kanan kiri dan kista multiple ginjal kanan. Pasien mendapat terapi infus RL 8 tpm, inj. Furosemid 2 ampul/ 8 jam, bikarbonat 3x50 mg, asam folat 2x1, terapi hipertensi amlodipine 10 mg 1x1, candesartan 8mg 1x1, ISDN 3x1 serta pasien menjalani hemodialisa dengan program HD UFG 2000, Qb 150-180, Qd 500, heparin mini, durasi 4 jam.
Pria 32 Tahun dengan Sindrom Nefrotik Rizqi Aji Prasetyo; Mohamad Ananto Cahyoajibroto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom nefrotik merupakan suatu penyakit glomerular yang ditandai dengan edema, proteinuria masif >3,5 gr/hari, hipoalbumin <3,5 g/hari hiperkolesterolemia dan lipiduria. Insiden sindrom nefrotik pada dewasa terjadi 3 per 100.00 populasi. Rata-rata 80%-90% kasus sindrom nefrotik pada dewasa penyebabnya masih belum diketahui. Laporan kasus ini menjelaskan tentang sindrom nefrotik pada pasien laki-laki usia 32 tahun yang datang ke IGD dengan keadaan lemas, mual dan kedua kaki membengkak sejak seminggu sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluhkan perut membesar sejak kurang lebih 1 minggu yang lalu dan urin berwarna seperti teh serta berbusa. Tatalaksana yang diberikan pada pasien ini adalah infus albumin, injeksi furosemide 1x1, injeksi metoklopramide 2x1 dan terapi oral berupa ramipril 2,5 mg 1x1, atorvastatin 20mg 1x1, enalapril 1x20 mg, Metilprednisolon 16 mg 3x1. Pasien ini menjalani rawat inap selama 4 hari dengan terapi tersebut. Selama rawat inap tidak ditemukan kendala seperti efek samping obat dan lain sebagainya.
Dampak Personal Hygiene dan Kebersihan Lingkungan terhadap Pasien Scabies dengan Latar Belakang Pedesaan: Laporan Kasus Shintia Suci Pratama Dewi; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scabies merupakan investasi ektoparasit pada kulit oleh tungau Sarcoptes scabiei yang ditandai dengan rasa gatal di malam hari dan terdapat adanya papul dengan dasar eritema dan nampak adanya eksoriasi. Prevalensi scabies di dunia masih cukup tinggi. Scabies merupakan penyakit endemis di negara dengan iklim tropis dan subtropis seperti Asia, Afrika, Karibia, Australia Tengah, Australia Selatan dan Amerika Selatan. Scabies berada pada posisi ketiga dari 12 kasus penyakit kulit yang sering terjadi di indonesia. Scabies terjadi karena faktor risiko seperti sanitasi lingkungan tempat tinggal dan personal hygiene. Scabies ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita atau lingkungan penderita. Laporan Kasus ini memaparkan dampak personal gygiene dan kebersihan lingkungan terhadap kejadian scabies dengan latar belakang pedesaan yang dialami oleh Ny.S, usia 50 tahun. Personal hygiene yang buruk dan kebersihan lingkungan yang kurang menjadi penyebab terjadinya scabies. Insidensi scabies banyak terjadi di pedesaan dikarenakan faktor pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang kurang.
Anak Usia 5 Tahun dengan Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang: Laporan Kasus Putri Rahayu Warseno; S Sudarmanto; Syah Fillia Nurul Maslahah; Izzah Tsaqoofah Jati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare akut adalah buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu. Diare masih merupakan penyebab kematian utama di dunia menempati urutan ketiga sebagai penyebab kematian terbanyak untuk anak-anak dibawah lima tahun setelah Pneumonia dan penyakit bawaan. WHO melaporkan pada tahun 2017 terdapat 1,7 miliar angka kejadian kasus diare secara global di seluruh dunia. Berdasarkan derajat dehidrasinya dapat dibagi menjadi Diare tanpa dehidrasi, diare dehidrasi ringan sedang, dan diare dehidrasi berat. Menurut IDAI diare dapat disebabkan oleh Infeksi baik itu oleh virus, bakteri dan parasit. Virus, terutama Rotavirus merupakan penyebab utama (60-70%) diare infeksi pada anak, sedangkan sekitar 10-20% adalah bakteri seperti bakteri E coli, aeromonas hydrophila dan kurang dari 10% adalah parasit seperti giardia lamblia, dan trichuris trichiura. Kami melaporkan seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dengan keluhan muntah sebanyak 10x dan BAB cair. Berdasarkan keluhan dan pemeriksaan fisik pasien didiagnosis diare akut dengan dehidrasi ringan-sedang dan mendapatkan tatalaksana Infus D5 ½ NS 12 tpm, injeksi cefotaxime 3x300, injeksi Ondansentron 3x1/3 ampul, Zinc syr 1x1 cth, L Bio dan Ambroxol syr 3x1 cth.
Seorang Laki-Laki 80 Tahun dengan Peritonitis Generalisata et Causa Sepsis dan Appendisitis Titan Indrajana; Catur Widayat
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peritonitis adalah keadaan akut abdomen akibat peradangan sebagian atau seluruh selaput peritoneum parietale ataupun viserale pada rongga abdomen. Pasien laki-laki berusia 80 tahun datang ke IGD RSUD Dr. Sayidiman Magetan pada tanggal 16 September 2023 dengan keluhan nyeri perut. Nyeri dirasakan di sebelah kanan area perut dan dirasakan sejak 1 hari yang lalu. Pasien mengeluhkan nyeri perut yang diawali dengan rasa tidak nyaman diperut, nafsu makan menurun dan sudah dirasakan sejak 2 minggu yang lalu, tetapi pasien tidak pernah memeriksakan dan mengabaikan keluhan yang terjadi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak baik dan kesadaran compos mentis. Tekanan darah 113/90 mmHg, nadi 71, suhu 36oC dan pernapasan 20x/menit. Pada palpasi perut teraba distended dengan adanya nyeri tekan dan deffan’s muscular. Pada perkusi didapatkan hipertimpani seluruh lapang abdomen. Pemeriksaan auskultasi di dapatkan penurunan pada bising usus. Pemeriksaan penunjang lab darah didapatkan peningkatan leukosit hingga 21.300. Diagnosis kerja pada pasien yaitu peritonitis generalisata dengan sepsis et causa appendisitis. Penatalaksanaan yang dilakukan yaitu berupa medikamentosa, non medikamentosa berupa tindakan operatif. Tatalaksana medikamentosa yang diberikan yaitu inf infimox 1x400, inf metronidazole 3x1, inf paracetamol 3x1, inj pantoprazole 1x1, inj ondancetron 3x1 serta inj furamin 3x1. Tatalaksana non medikamentosa atau operatif berupa laparatomi eksplorasi, evakuasi, adhesiolisis dan appendektomi.
Pitiriasis Versikolor pada Pasien yang Menggunakan Imunosupresan yang Sering Terabaikan: Case Report Luky Muktasim; Ratih Pramuningtyas; Flora Ramona Sigit Prakoeswa
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pityriasis versicolor, infeksi jamur superfisial kronis yang disebabkan oleh jamur lipofilik dari genus,malassezia merupakan infeksi yang umum terjadi di daerah tropis, epidemiologi dari 100 pasien dengan pitiriasis versikolor, 70% adalah laki-laki dan 30% adalah perempuan. Pengaruh kortikosteroid atau riwayat konsumsi imunosupresan dosis tinggi mengakibatkan meningkatkan pertumbuhan jamur yang mengakibatkan lesi pada kulit. Pemeriksaan fisik menunjukkan papula hipopigmentasi multipel. Sebagian besar lesi bersifat folikulosentris ditemukan bahwa 3 dari pasien menderita infeksi pityriasis versikolor, dibuktikan dengan sediaan KOH yang positif. Tampaknya bermanfaat untuk mempelajari kejadian pityriasis versikolor pada sejumlah besar pasien yang diobati dengan steroid. Seorang laki-laki tuan R usia 64 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan terdapat perubahan warna kulit di sekitar paha kanan dan paha kiri, keluhan sudah berlangsung sekitar 1 bulan yang lalu setelah konsumsi obat kortikosteroid diakui pasien. Pada pemeriksaan fisik, compos mentis, suhu 36,5°C, tekanan darah 120/80 mmHg, HR 70x/menit, saturasi oksigen 99%, dan RR 22x/menit. Pada status ujud kelainan kulit terdapat maculopapular hipopigmentasi.
Seorang Laki-Laki 30 Tahun dengan ODS Buta Warna Parsial W Wildan; Patti Arsendra
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buta warna dapat menyulitkan atau bahkan membuat seseorang tidak mampu melakukan pekerjaan tertentu yang membutuhkan persepsi warna dalam tanggung jawabnya, seperti pilot karena banyak aspek penerbangan bergantung pada pengodean warna.. Faktor utama yang sampai saat ini dipercaya sebagai penyebab utama buta warna adalah kongenital yang sex-linked, artinya kelainan ini dibawa oleh kromosom X. Hal ini yang menyebabkan lebih banyak penderita buta warna laki-laki dibandingkan wanita. Tujuanya untuk mengetahui kasus buta warna parsial yang ada di Poliklinik Mata RSUD dr.Sayidiman Magetan. Pada uji Ishihara pasien tidak dapat melihat warna merah terang atau warna jingga dan warna hijau muda dan diagnosis ODS Protanopia, Deuteranopia (buta warna parsial). Kasus ini menggambarkan penderita dengan ods buta warna parsial. Gejala klinis yang dikeluhkan pasien adalah penglihatan kurang jelas pada mata kanan dan kiri, pandangannya kabur, dan sulit membedakan beberapa warna, Pemeriksaan fisik oftalmologi didapatkan pemeriksaan visus VOD : 4/5, VOS : 4/5 yang menunjukan adanya sedikit penurunan penglihatan pada mata kanan dan kiri. Tidak terdapat pengobatan untuk buta warna yang diturunkan.
Rehabilitasi Medik Pasien dengan Frozen Shoulder Dextra Distya Ayu Renatasari; Iceu Helmina Hurriawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frozen shoulder merupakan inflamasi yang menimbulkan kekauan dan nyeri pada sendi glenohumeral. Gerakan aktif atau pasif dapat menimbulkan nyeri dan mengakibatkan keterbatasan lingkup gerak sendi. Pada gerakan pasif mobilisasi terbatas pada pola kapsuler yaitu eksrotasi lebih terbatas dari abduksi lebih terbatas endorotasi. Menurut Riskesdas pada tahun 2018, kejadian gangguan pada sendi di Indonesia ada sebesar 7,3%. Kondisi frozen shoulder di Indonesia terjadi pada kurang lebih 3% populasi dengan 10% dari mereka terkena pada bahu bilateral. Frozen shoulder Sebagian besar menyerang pada rentang usia 40 – 60 tahun. Insiden pada wanita 1,6 hingga 4 kali lipat lebih tinggi dibandingkan pada pria. Tatalaksana rehab medik yang dapat diberikan berupa pemberian terapi dingin, terapi panas, dan latihan penguatan yang berfokus pada rotator cuff.
Seorang Bayi Laki-Laki Baru Lahir Cukup Bulan Lahir Sectio Caesarea dengan Sepsis Hamid Pramusyahid; Meitri Tsani Putri
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepsis Neonatal merupakan sindrom pada penyakit sistemik yang dapat diakibatkan infeksi aliran darah pada bayi dalam satu bulan pertama kehidupan. Sepsis neonatorum adalah penyebab utama kematian neonates di negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMICs), dengan menanggung beban 99% dari kematian neonatal global. Seorang bayi laki-laki baru lahir pada tanggal 11 september 2023 lahir sectio caesarea (SC) lahir di RSUP Surakarta dengan berat lahir 2540gr. didapatkan keluhan utama muntah bewarna coklat. bayi baru lahir dengan jenis kelamin laki-laki lahir bb: 2540 gr, lk : 33 cm, ld : 30 cm dan lila : 10 cm. Bayi ditempatkan diinkubator setelah lahir, sebelumnya bayi sempat rawat gabung dengan ibunya dan dilatih untuk menyusuhi tapi ASI belum keluar. Kurang lebih 3 jam setelah lahir bayi mengalami muntah sebanyak 2 kali bewarna coklat dan rewel. Dilakukan pemasangan OGT untuk mengobservasi residu. Pengobatan empiris dengan antibiotik harus dimulai segera setelah dicurigai adanya sepsis. Regimen pengobatan untuk sepsis neonatal bervariasi berdasarkan faktor risiko dan kondisi.
Tuberkulosis Paru Terkonfirmasi Bakteriologis dengan Lesi Luas pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2: Laporan Kasus Ahmad Fajar Setiawan Djody; M Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Diperkirakan sepertiga dari populasi dunia sudah tertular TB paru, yang mana sebagian besar penderita TB paru adalah usia produktif (15-50 tahun). Indonesia merupakan negara dengan peringkat kedua setelah India dan disusul oleh Cina dengan peringkat ketiga dalam kasus TB paru. Tingginya kasus tuberkulosis paru ini dipengaruhi oleh sistem imunitas tubuh, seperti human immunodeficiency (HIV), gizi buruk dan diabetes melitus (DM). Diabetes melitus adalah penyakit tidak menular yang bersifat kronis dan akan melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan penderitanya memiliki kemungkinan 3 kali lebih tinggi untuk menderita TB aktif. Mengingat tingginya prevalensi penyakit TB dan DM di indonesia, kami berkeinginan untuk membuat sebuah laporan kasus yang menjelaskan mengenai gambaran klinis dan respon pengobatan pasien TB pada DM tipe 2.