cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Seorang Anak Perempuan Usia 3 Tahun dengan Diare Cair Akut Azarine Marwah Salsabila Ubaidah; Kautsar Prastudia Eko Binuko
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare adalah salah satu penyakit terbanyak pada anak usia kurang dari 5 tahun dan dapat menyebabkan kematian. Survei dari The World Health Organization (WHO) diare menduduki peringkat 7 dari 10 penyakit mematikan pada anak di dunia pada tahun 2010. Rotavirus adalah penyebab diare paling banyak dengan angka kejadian 40-60%. Sedangkan bakteri yang paling sering menyebabkan diare adalah Escherichia Coli. Seorang anak perempuan berusia 3 tahun bersama orang tuanya datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan badan panas sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit, disertai dengan mual, muntah setiap makan dan minum, dan lemas. Pasien didapatkan adanya tanda dehidrasi seperti mata cowong, serta nyeri perut di bagian bawah dan diare sebanyak 5x dalam sehari disertai dengan konsistensi lembek-cair dan buang air kecil berkurang. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum pasien lemah, dengan GCS E4V5M6 compos mentis, akral hangat dan CRT < 2 detik dan turgor kulit menurun. Penatalaksanaan pada pasien ini dengan pemberian infus D5 ¼ NS , antibiotik cefotaxime, antimuntah ondansetron, H2 Bloker ranitidine, serta pemberian penurun panas paracetamol syrup dan zinc syrup. Ada kasus diare cair akut untuk dikenali tanda dehidrasi sehingga pasien dapat di rehidrasi segera. Outcome diare akut baik jika pasien terehidrasi.
Seorang Perempuan 6 Tahun dengan Hordeolum Occular Dextra Bram Wijaya; Rigan Ndaru Wicaksono; Umi Zahidah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hordeolum merupakan suatu infeksi supuratif (akut) yang umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus pada kelenjar palpebra. Biasa mengenai kelenjar meibom, ziess dan moll. Dilaporkan kasus hordeolum os berusia 6 tahun dengan keluhan nyeri pada mata kiri dan memberat pada pagi hari. keluhan adanya benjolan pada kelopak mata sebelah kiri, benjolan dikatakan ibu pasien sudah ada sejak 1 minggu yang lalu, benjolan muncul secara tiba-tiba,benjolan terasa nyeri dan gatal serta adanya sensasi mengganjal.
Seorang Laki-Laki Berusia 15 Tahun dengan Dermatitis Kontak Alergi dan Tinea Corporis R. Annisa Wildani; Aris Cahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis kontak alergi (DKA) adalah suatu proses peradangan kulit yang disebabkan oleh alergen. Tinea corporis adalah infeksi dermatofita superfisial pada kulit yang tidak berambut. Seorang laki-laki berusia 15 tahun datang ke poliklinik kulit dan kelamin RSUD Harjono Ponorogo dengan keluhan kemerahan yang disertai rasa gatal dan pengelupasan pada telapak kaki. Keluhan dirasakan petama kali sejak 5 bulan yang lalu. Keluhan kambuh-kambuhan. Pasien rutin berobat ke poliklinik kulit dan kelamin sebelumnya. Pasien juga mengeluhkan gatal pada lengan dan bokong. Gatal dirasakan terus menerus dan bertambah gatal saat pasien berkeringat. Pada awalnya terdapat bercak merah bulat pada daerah tersebut dan terasa sangat gatal, namun semakin hari bercak kemerahan semakin melebar hingga warna berubah menjadi merah kehitaman. Pekerjaan pasien adalah peternak, pasien setiap hari mencari rumput untuk pakan ternak dan kadang tidak memakai alas kaki. Pasien kemudian didiagnosis Dermatitis Kontak Alergi dan Tinea Corporis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik regio plantar didapatkan adanya makula eritematosa batas tidak jelas dengan skuama, sedangkan pada ekstremitas didapatkan adanya makula hiperpigmentasi berbatas jelas dan didapatkan central healing disertai tepi aktif yang meninggi. Penatalaksanaan DKA dapat diberikan Kortikosteroid topikal dan antihistamin generasi kedua. Pada Tinea corporis dapat diberikan antifungi oral dan topikal serta diedukasi pentingnya menjaga kebersihan diri.
Malaria Knowlesi pada Manusia Dahlia Winda Nurarifah; Iin Novita Nurhidayati Mahmuda
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius yang terus menyebabkan penyakit dan kematian. Plasmodium knowlesi merupakan parasit malaria yang ditemukan di alam pada kera ekor panjang dan ekor babi. Plasmodium knowlesi, yang awalnya diketahui menyebabkan malaria simian, kini diakui sebagai parasit malaria kelima pada manusia.Infeksi pengetahuan pada manusia telah dilaporkan di hampir semua negara di Asia Tenggara dan pada wisatawan yang kembali dari negara-negara tersebut.Kasus kumulatif malaria pengetahuan di wilayah Asia Tenggara pada tahun 2004 hingga 2015 adalah 3413 kasus dengan 91,47% diantaranya terdapat di Kalimantan Malaysia. Spektrum penyakit klinis akibat infeksi Plasmodium knowlesi berkisar dari infeksi tanpa gejala, hingga malaria berat dan kematian.Kematian akibat malaria Knowlesi telah terdokumentasi dengan baik, dan P. Knowlesi kini menjadi penyebab kematian terbanyak akibat malaria di Malaysia. Tujuan penulisan agar semua orang mengetahui bahwa terdapat jenis malaria lain yang tersebar di wilayah tertentu yang sama membahayakan dengan jenis lain dan segera mendapat terapi.
Tetanus pada Pasien Usia Lanjut di RS PKU Muhammadiyah Surakarta: Sebuah Laporan Kasus Desty Triza Pratiwi; Iin Novita Nurhidayati Mahmuda
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tetanus merupakan suatu keadaan toksemia akut yang disebabkan oleh neurotoksin yang dihasilkan Clostridium tetani. Neurotoksin ini akan menghambat pelepasan neurotransmiter di sistem saraf pusat, menyebabkan spasme otot. Sehingga gejala tetanus ditandai dengan adanya spasme otot yang periodik dan progresif. Tetanus diklasifikasikan berdasarkan lokasi menjadi empat jenis meliputi tetanus lokal, sefalik, generalisata (umum) dan neonatorum. Tetanus generalisata merupakan jenis yang paling sering ditemui di lapangan. Prevalensi tetanus tinggi di negara dengan sumber daya rendah, dengan mortalitas mencapai 20-45%. Diagnosis tetanus dapat ditegakkan berdasarkan temuan klinis, riwayat luka terbuka dan riwayat imunisasi. Staging dan prognosis tetanus dilihat berdasarkan kriteria Pattel Joag atau Klasifikasi Albleets. Laporan kasus ini menyampaikan seorang pria berusia 60 tahun dan 78 tahun yang dirawat di RS PKU Solo Provinsi Jawa Tengah dengan keluhan kaku pada seluruh tubuh. Perbedaan antara kedua kasus di mana pada kasus 1 terdapat fokus infeksi tetanus, grade 2 tetanus generalisata. Kasus 2 tidak terdapat focus infeksi, Riwayat imunisasi tidak diketahui, kejang general, suara tambahan paru, dan grade 3 tetanus.
Wanita Usia 72 Tahun dengan Cephalgia Sekunder et Causa Space Occupying Lession: Laporan Kasus Dinar Nanda Sabila; Erupsiana Fitri Indrihapsari; Arum Puspitawedana; Yasmindra Caroline Purdiatmaja; Fidhia Nur Rifaini; Imam Muchlis Sukhufam
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cephalgia atau nyeri kepala merupakan perasaan ketidaknyamanan yang berlokasi di kepala termasuk daerah wajah, tengkuk maupun leher. Cephalgia sekunder seperti sakit kepala karena ada trauma otak yang terstruktur, sakit kepala dan penyakit yang berhubungan dengan kerusakan vaskuler seperti pecahnya pembuluh darah subaraknoid. Dilaporkan Seorang wanita usia 72 tahun diantar keluarganya ke IGD pada tanggal 2 Februari 2024 jam 17.00 dengan keluhan lemas dan pusing terus menerus di kepala sebelah kanan. Pusing yang hilang timbul dirasakan sudah sejak 10 tahun terakhir ini setelah pasien terjatuh dan biasanya membaik dengan obat warung. Namun 1 minggu ini pusing dirasakan memberat dan semakin sering. Reflek fisiologis pasien didapatkan normoreflek pada anggota gerak atas dan bawah. Dilakukan pemeriksaan reflek patologis pada pasien berupa hoffman dan tromner yang memberikan hasil positif pada jari kanan namun babinski bernilai negatif. Pada hasil CT-Scan menunjukkan terdapat kista subdural dan sinusitis maxillaris odontogenik bilateral. Dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang pada pasien ini maka dapat ditegakkan diagnosis klinis yaitu Cephalgia sekunder.
Hubungan Anak Pertama dan Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Stres pada Dewasa Muda Fadhilah Nurluthfi Sari; Saidatul Fithriyah; Budi Hernawan; EM Sutrisna
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan usaha menyesuaikan diri terhadap stressor yang berasal dari luar maupun dalam. Kondisi ini disebabkan oleh adanya tuntutan lingkungan, fisik, dan sosial yang tidak dapat dikontrol. Urutan kelahiran pertama dapat menyebabkan stres karena orang tua memiliki harapan yang lebih besar terhadap anak pertama. Pola asuh yang kurang baik juga dapat menyebabkan stres pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara anak pertama dan pola asuh orang tua dengan tingkat stres pada dewasa muda. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, dengan besar sampel 129 mahasiswa aktif angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang sesuai dengan kriteria restriksi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square dan uji koefisien korelasi Eta untuk menilai kekuatan hubungan antar variabel. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara anak pertama dengan tingkat stres (p = 1,000) dan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat stres (p = 0,016). Berdasarkan analisis koefisien korelasi Eta, didapatkan hubungan yang lemah antara pola asuh orang tua dengan tingkat stress (η = 0,253). Simpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat stres pada dewasa muda dengan kekuatan yang lemah.
Seorang Wanita 32 Tahun P2A0 dengan Tubo Ovarial Abses Dextra, Hepatitis B, Sepsis dan Ileus Fahrul Mahardian Amanu; Edy Susanto; Eka Putri Widya Arsia Riadi; Almas Hilwiana; Indraswarie Pramudyawardhani; Diyah Pangestu Wiranti; Marfuah Rizki Kurniawati; Merry Rendra Prastiwi; Muhammad Shafiq Ali Al Mousserji; Rina Hastuti
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abses tubo-ovarium (TOA) merupakan komplikasi penyakit radang panggul (PID) yang tidak diobati. Sering terjadi pada wanita usia reproduksi dan hampir 60% wanita dengan TOA adalah nulipara. TOA didefinisikan sebagai massa inflamasi yang melibatkan tuba dan ovarium yang ditandai dengan adanya nanah. Penyebab TOA paling umum adalah infeksi saluran genitalia atas yang bernanah dan dapat dibuang langsung ke dalam rongga peritoneum menyebabkan PID awal dan berkembang menjadi bentuk TOA. Infeksi kadang dapat melibatkan organ yang berdekatan seperti usus dan kandung kemih. TOA mempunyai dampak yang tinggi morbiditas dan dapat mengancam nyawa. Ketika dikaitkan dengan sepsis sistemik berat, angka kematian dilaporkan sebesar setinggi 5–10%. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis yang ditemukan dengan peningkatan inflamasi dan temuan radiologi menunjukkan massa. Bedah dapat diindikasikan tetapi waktu yang optimal dan prosedur yang paling tepat masih belum jelas. Teknik bedah meliputi laparoskopi dengan operasi terbuka dan drainase abses dengan eksisi radikal. Potensi jangka panjang dari TOA meliputi infertilitas, peningkatan risiko kehamilan ektopik dan nyeri panggul kronis.
Herpes Zoster pada Perempuan 65 Tahun: Laporan Kasus Fajri Khoirul Annam; Eko Rini Rahayu; Aulia Nissa Rizky Hariyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Herpes zoster merupakan reaktivitas infeksi laten endogen virus varisela zoster di dalam neuron ganglion saraf autonomik yang menyebar ke jaringan saraf dan kulit dengan segmen yang sama. Herpes zoster merupakan penyakit neurokutan dengan manifestasi erupsi vesikular berkelompok dengan dasar eritematosa disertai nyeri radiukar unilateral yang umumnya terbatas di satu dermatom. Herpes zoster lebih sering terjadi pada orang tua dibandingkan anak atau dewasa. Tujuan : Mengetahui manifestasi klinis, pengobatan, dan dampak infeksi virus varicella zoster pada wanita usia lanjut. Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi kasus seorang pasien perempuan di poliklinik RSUD Ir.Soekarno Sukoharjo dengan instrumen informed consent dan rekam medis. Hasil : Ny. N, usia 65 tahun, datang dengan keluhan plenting berarir kemerahan dari leher sampai dada kanan sejak satu minggu yang lalu. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan, pasien mendapatkan diagnosis herpes zoster thorakalis dextra setinggi C(3-6) T(1-5) dengan komorbid hipertensi serta mendapatkan terapi asiklovir 5x800mg/hari, cetirizine 1x 10 mg, gabapentin 2x300 mg, salicylic 2% bedak, serta amlodipin 1x5mg. Kesimpulan : Pasien melakukan rawat jalan dengan bekal edukasi terkait penyakitnya akan tetapi pasien berhenti berobat setelah 8 hari perawatan. Ketidakmajuan kondisi pasien dan ketidakefektivan pengobatan diduga karena faktor usia pasien.
Seorang Anak 3 Tahun dengan Skabies Fathya Nurohmah Choirunnisa; Eddy Tjiahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skabies merupakan infestasi tungau Sarcoptes scaibei var.hominis yang sepanjang siklus hidupnya di dalam epidermis. Seorang anak laki-laki An. M datang diantar ibunya dengan keluhan berupa bintil-bintil merah pada beberapa bagian tubuh sejak 14 yang lalu serta terdapat keluhan gatal pada beberapa bagian tubuh terutama malam hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien baik, kesadaran komposmentis. Status generalisata dalam batas normal. Status dermatologis pada regio brachii sinistra didapatkan efloresensi berupa papul eritema, skuama, dan ekskoriasi multiple. Status dermatologis pada regio antebrachia dextra et sinistra dan axilla dextra didapatkan efloresensi papul eritema, skuama, erosi, dan ekskoriasi multiple. Status dermatologis femur dextra didapatkan efloresensi papul eritema, skuama, dan erosi. Status dermatologis abdomen didapatkan efloresensi berupa papul eritema, dan ekskoriasi multiple. Terapi farmakologis yang diberikan yaitu Asam Fusidat 2 kali sehari dioleskan pada pagi dan malam hari, Cefadroxil syrup 2x1/2 cth di konsumsi pada pagi dan malam hari, Cetirizine syrup 1x1/2 cth di konsumsi jika gatal, dan Permethrin 5% cream di oleskan pada kulit seminggu satu kali di malam hari. Pasien diberikan edukasi berupa perawatan kulit yang baik.