cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Stroke Infark pada Wanita 65 Tahun Ai Sita Nurain; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke telah menjadi penyebab kematian tertinggi pada tahun 2012 menurut WHO country risk profile, yaitu sebanyak 21%. Data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) tahun 2019 menunjukkan stroke sebagai penyebab kematian utama di Indonesia (19,42% dari total kematian). Berdasarkan hasil Riskesdas prevalensi stroke di Indonesia meningkat 56% dari 7 per 1000 penduduk pada tahun 2013, menjadi 10,9 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Stroke adalah manifestasi klinis akut akibat disfungsi neurologis pada otak, medulla spinalis, dan retina baik sebagian atau menyeluruh yang menetap selama ≥24 jam atau menimbulkan kematian akibat gangguan pembuluh darah Kami melaporkan pasien di RSDS dr Sayidiman Magetan seorang Wanita 65 tahun dating dengan keluhan kejang sekitar 10 menit. Kejang seluruh tubuh dan pasien tidak sadar setelah kejang dan merasa anggota gerak bagian kanan lemas. Pasien memiliki Riwayat stroke tahun 2023 dengan kelemahan pada sebelha kiri. Dari pemerikasaan fisik neurologi didapatkan kekuatan kanan dan kiri pasien menurun, utuk ekstremitas kanan atas dan bawah 4+, dan untuk ekstremitas kiri 1 atas dan bawah, di temukan juga reflek fisiologi biceps dan triceps yang meningkat, tidak ditemukan refleks patologis. Untuk pemeriksaan CT Scan di dapatkan kesimpulan adanya infark akut di corona radiata kiri dan ensefalomalasia di lobus frontotempoparietal kanan dan korona radiata kanan. Pasien diidagnosis Reccurent Stroke dan diberikan tatalaksana stroke infark.
CT-Scan Sinus Paranasal pada Ny. Y Usia 43 Tahun dengan Polip Nasi Bilateral: Laporan Kasus Aliffia Setyawibowo Putri; Abdul Azis
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polip nasi merupakan lesi jinak berupa massa yang lunak berwarna putih atau keabu abuan yang terdapat di dalam rongga hidung akibat adanya peradangan kronis pada selaput lendir hidung dan sinus paranasal. Prevalensi polip nasi bervariasi antara 1-4% dari populasi. Lebih sering terjadi pada lelaki dengan puncak insiden pada usia 40-60 tahun. Di Indonesia, angka kejadian belum diketahui dengan pasti. Diagnosis polip nasi ditegakkan berdasarkan anamnesis gejala pasien sesuai dengan panduan European Position Paper on Rhinosinusitis and Nasal Polyps (EPOS) 2020. CT-Scan dengan sinar X berenergi tinggi (CT-Scan SPN) merupakan metode paling efektif untuk mendeteksi polip nasi. Hasil CT-Scan menunjukkan luasnya polip, variasi anatomi dan stadium polip nasi yang dievaluasi menggunakan sistem Lund-Mackay. Untuk itu pengetahuan mengenai teknik pemeriksaan CT Scan SPN sangat diperlukan untuk membantu dalam mendiagnosis suatu penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan.
Laporan Kasus: Seorang Laki-Laki Usia 43 Tahun dengan Skizofrenia Paranoid Amelia Rizki Ningtiyas; Adriesti Herdaetha
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia Paranoid adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan adanya halusinasi dan waham yang harus menonjol. Halusinasi dapat berupa halusinasi visual, auditorik, pembauan, pengecapan rasa, bersifat seksual atau lain-lain perasaan tubuh. Halusinasi dapat mengancam pasien dengan memberikan perintah atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal. Waham dapat berupa hampir setiap jenis. Seorang laki-laki usia 43 tahun datang ke IGD RSJD dr. Arif Zainuddin Surakarta dengan linglung sejak sehari sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengatakan sering mendengar suara bisikan dari kakaknya yang sudah meninggal dan pasien dapat melihat orang-orang yang sudah meninggal. Pemeriksaan status mental didapatkan keadaan afektif mood pasien hipotimia, afek tumpul, keserasian tidak serasi, dan empati tidak dapat dirabarasakan. Gangguan persepsi didapatkan adanya halusinasi auditorik dan halusinasi visual. Proses pikir didapatkan bentuk pikiran non realistik, isi pikir waham dikejar, waham kebesaran, waham bizzare, dan arus pikir asosiasi longgar. Pasien diberikan terapi berupa Chlorpromazine 1x100 mg dan risperidone 2x2 mg. Pasien direncanakan rawat inap dan rehabilitas sosial di rumah sakit.
Anak Perempuan Usia 4 Tahun dengan Typhoid Fever Ananda Livanka Putra Niardhy; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistem pencernaan akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella paratyphi atau Salmonella typhi. Demam tifoid sering ditemukan di negara-negara berkembang karena sanitasi yang kurang baik. Pada tahun 2000 demam tifoid tampaknya kurang umum atau kurang diketahui di Afrika dibandingkan dengan Asia, namun penelitian baru mengkonfirmasi bahwa kejadian demam tifoid tinggi di beberapa bagian Afrika. Perkiraan dari 5 tahun terakhir menunjukkan bahwa 11,0–17,8 juta penyakit demam tifoid terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Gejala demam tifoid yang sering ditemukan adalah demam, nyeri perut, malaise dan konstipasi. Pemeriksaan kultur bakteri merupakan gold standard dalam penegakkan diagnosis demam tifoid, akan tetapi pemeriksaan ini jarang dilakukan. Terapi lini pertama demam tifoid adalah kloramfenikol. Namun seiring dengan meningkatnya bakteri yang resisten terhadap kloramfenikol, maka pilihan terapi utama dari demam tifoid adalah antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga dan fluorokuinolon. Laporan kasus ini membahas tentang seorang anak perempuan berusia 4 tahun dengan demam tifoid. Dan diberikan terapi berupa infus D5 ½ Nacl 15 tpm, injeksi ceftriaxone 2x400mg, injeksi santagesik 3x1/3 amp, PO bioticel syr 3x1 cth.
Gambaran Radiologi Ultrasonografi pada Kelainan Plasenta Aninta Rahmandari Balich; Rafika Surya Putra Pratama; Septi Rismala Ekayanti; Lissiani Candra
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plasenta merupakan organ penghubung sementara yang melekat pada uterus dan berfungsi untuk penghubung ibu dan janin dan mengirim oksigen serta nutrisi dari ibu ke janin. Oleh karena itu, plasenta merupakan bagian penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Apabila terjadi kelainan pada plasenta maka dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin maupun gangguan proses persalinan. Kelainan pada plasenta dapat berupa gangguan fungsi plasenta, gangguan implantasi plasenta, maupun lepasnya plasenta sebelum waktunya. Ultrasonografi (USG) adalah alat pemeriksaan dengan menggunakan ultrasound (gelombang suara) yang dipancarkan oleh transduser dan menggunakan bunyi ultrasonik yang memiliki frekuensi lebih dari 20 kHz. USG (ultrasonografi) sangat populer digunakan untuk memantau kondisi janin, perkembangan kehamilan, persiapan persalinan, dan masalah-masalah lain. Pemeriksaan dengan ultrasonografi lebih aman dibandingkan dengan pemeriksaan menggunakan sinar-X (sinar Rontgen) karena gelombang ultrasonic yang digunakan tidak akan merusak material yang dilewatinya sedangkan sinar-X dapat mengionisasi sel-sel hidup. Pencitraan diagnostik dengan menggunakan USG dinyatakan aman bahkan untuk seorang ibu hamil sekalipun, karena ultrasound menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak dapat didengar manusia.
Laporan Kasus: Seorang Laki-Laki Berusia 72 Tahun dengan Xerosis Senilis Aninta Rahmandari Balich; Eddy Tjiahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Xerosis cutis adalah istilah medis untuk kulit kering. Istilah ini berasal dari kata Yunani "Xero" yang berarti kering. Kulit kering disebabkan oleh kurangnya kelembapan pada stratum korneum akibat penurunan kadar air. Kerusakan pada stratum korneum menyebabkan kadar air dibawah 10%. Divisi Geriatri Poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta tahun 2008- 2013 melaporkan xerosis cutis dan pruritus termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak. Gejala kulit kering adalah gatal dengan lesi mulai dari eritema, skuama hingga berfisura yang predileksinya pada ekstensor tungkai bawah dan panggul. Perawatan kulit kering meliputi pemberian pelembab topikal, perubahan gaya hidup dan penyesuaian terhadap lingkungan. Modifikasi kebiasaan seperti durasi mandi yang singkat, penggunaan sabun yang tepat dan kelembaban lingkungan juga penting bagi perawatan kulit kering. Kami Melaporkan kasus laki-laki berusia 72 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin di RSUD dr Sayidiman Magetan dengan keluhan kulit terasa gatal sejak 1 tahun yang lalu, kulitnya terasa kering, bersisik, dan berwarna kehitaman pada daerah lengan, tungkai, kepala, leher, dan badan. Berdasarkan keluhan, pemeriksaan fisik,, diagnosis awal pada pasien adalah Xerosis Senilis. Kasus ini menekankan pada pentingnya diagnosis dan pengobatan optimal pada kasus Xerosis Senilis.
Sifilis Aninta Rahmandari Balich; Eddy Tjiahyono; Rafika Surya Putra Pratama; Rizki Oktabiriya; Septi Rismala Ekayanti; Tasya Rasyidah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifilis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema Pallidum dan mempunyai beberapa sifat, yaitu perjalanan penyakitnya sangat kronis, dalam perjalanannya dapat menyerang semua organ tubuh, dapat menyerupai banyak penyakit, mempunyai masa laten, dapat kambuh kembali (rekuren), dan dapat ditularkan dari ibu ke janinnya sehingga menimbulkan kelainan kongenital. Selain ibu ke bayinya dan melalui hubungan seksual, sifilis juga ditularkan melalui luka, transfusi darah dan jarum suntik. Menurut statistik Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terdapat 88.042 laporan diagnosis baru sifilis pada tahun 2016. Dari seluruh kasus sifilis, 27.814 adalah sifilis primer dan sekunder. Sifilis primer didiagnosis berdasarkan gejala klinis ditemukannya satu atau lebih chancre. Sifilis sekunder ditandai dengan ditemukannya lesi mukokutaneus yang terlokalisir atau difus dengan limfadenopati, serta masih dapat ditemukan chancre. Diagnosis sifilis laten berdasarkan tes serologis karena biasanya tidak ditemukan gejala klinis. Diagnosis sifilis tersier berdasarkan gejala klinis yang paling sering adalah ditemukan gumma. Terapi sifilis berdasarkan stadium infeksi dan keterlibatan sistem saraf pusat.
Neonatus dengan Transient Tachypneu of The Newborn Annanda Aditya Maharani; Rahma Anindita
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Transient Tachypnea of Newborn (TTN) adalah kondisi jinak dan sembuh sendiri yang dapat muncul pada bayi dengan usia kehamilan berapa pun, segera setelah lahir. Memengaruhi sekitar 10% bayi yang dilahirkan antara usia kehamilan 33 dan 34 minggu. Kondisi TTN muncul beberapa menit hingga beberapa jam setela lahir. Temuan klinis biasanya mencakup tanda-tanda gangguan pernapasan seperti takipneu, cuping hidung, grunting, retraksi interkostal/subkostal/suprasternal dan suara crackles pada auskultasi. Temuan lain yang dapat timbul seperti takikardia, sianosis dan dada berbentuk tong karena hiperinflasi dapat juga terjadi. Presentasi kasus : bayi laki-laki usia 0 hari dilahirkan secara seksia sesarea dengan berat badan lahir 2000 gram. Keaadaan umum lemah, terjadi retraksi segera setelah lahir, didapati napas cuping hidung, nadi 123x/permenit, frekuensi napas 67x/menit, Spo2 90% tanpa oksigen, total down score 2. Dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktu dengan hasil 88 dan pemeriksaan rongent thoraks didapati gambaran radiologi khas pada TTN. Diberikan terapi berupa injeksi ampicillin 50 mg/kgbb/12jam, injeksi gentamicin 10 mg/kgbb/24 jam, interlac 2x1/2 sach dan fototerapi.
Laporan Kasus: Skabies pada Bayi Usia 1 Bulan 19 Hari Aprilia Fadhilah; Eddy Tjiahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes Scabies var, hominis dan produknya. Ditandai gatal malam hari, mengenai sekelompok orang dengan tempat predileksi di lipatan kulit yang tipis, hangat dan lembab. Laporan kasus ini melaporkan sebuah kasus seorang bayi berusia 1 bulan 19 hari dibawa ke Poliklinik RSUD Dr.Sayidiman Magetan dengan keluhan muncul bintil-bintil merah pada leher, ketiak, kedua tangan, perut, lipat paha dan kedua kaki sejak 1 bulan yang lalu. Pasien cenderung lebih rewel dan sering menangis pada malam hari. Status dermatologis lokasi pada Leher, ketiak, kedua tangan, perut, lipat paha, dan kedua kaki. Status dermatologis ujud kelainan kulit papul eritema multipel, milier, sirkumskrip. Skabies ditegakkan menjadi diagnosis kerja pada kasus ini. Selanjutnya pasien di edukasi mengenai penyakit dan diberikan terapi scabimite krem 1x/minggu (malam hari, aplikasi seluruh tubuh dan dibasuh setelah 4 jam).
Bayi Laki-Laki Usia 1,5 Bulan dengan Kolestasis Arif Setiawan; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolestasis merupakan hambatan aliran empedu yang menyebabkan terganggunya sekresi berbagai substansi yang seharusnya dieksresikan dari empedu ke duodenum, sehingga bahan-bahan tersebut tertahan di dalam hepar dan menimbulkan kerusakan hepatosit. Penyebab kolestasis neonatal bermacam-macam seperti atresia bilier, sepsis, dan nfeksi saluran kemih. Perjalanan dari penyakit ini bergantung pada etiologi yang mendasarinya. Prognosis bergantung pada deteksi dini dan penyebabnya, semakin dini ditemukan dan dilakukan tatalaksana maka prognosisnya akan jauh lebih baik. Dilaporkan salah satu kasus Kolestasis pada seorang bayi laki-laki berusia 1,5 bulan di RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Diagnosis dari Kolestasis ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan suhu 36,6°C, denyut nadi 115 kali/menit, frekuensi napas 25 kali/menit, serta SpO2 97% dengan nasal canul 3 lpm. Dilakukan pemeriksaan darah lengkap pada pasien. Pasien dirawat di ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Pasien diberikan terapi berupa infus D5 1/4 10 tpm, injeksi cefotaxime 3x100mg, injeksi Vit. K 1x1, injeksi lasik 1mg, puyer (Urdofac 1/10, Zinc 1/5, seques 1/5) 3x1.