cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Seorang Perempuan 56 Tahun dengan Bronkopneumonia, Bekas TB, Bronkiektasis Terinfeksi dan Suspek Efusi Pleura Bilateral Aninditha Syavela Azmi; Maria Reciana Setiailani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkopneumonia adalah peradangan saluran pernapasan yang melibatkan bronkus hingga alveolus paru. Keadaan ini disebabkan oleh infeksi bakteri, meskipun infeksi virus dan jamur juga dapat menjadi penyebabnya. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan terutama menginfeksi parenkim paru, meskipun dapat menyebar ke organ tubuh lainnya. Bronkiektasis adalah kelainan kronis yang ditandai dengan dilatasi bronkus yang persisten dan gangguan fungsi mekanisme transportasi mukosiliar akibat infeksi berulang. Sementara itu, efusi pleura adalah kondisi di mana terjadi penumpukan cairan di rongga pleura, yaitu ruang antara pleura parietal dan visceral. Pada kasus ini, seorang pasien perempuan berusia 56 tahun datang dengan keluhan sesak napas disertai batuk selama tiga hari terakhir. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang menunjukkan adanya bronkopneumonia, riwayat TB, bronkiektasis terinfeksi dengan retensi sputum, serta dugaan efusi pleura bilateral minimal. Kombinasi kondisi tersebut menimbulkan gangguan pernapasan yang memerlukan penanganan segera dan menyeluruh untuk mencegah perburukan fungsi paru, mengatasi infeksi, serta mengurangi retensi sputum agar kualitas hidup pasien dapat ditingkatkan.
Amoebiasis dengan Nefrotik Sindrom Fidhia Nur Rifaini; Musrifah Budi Utami
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amoebiasis atau disentri amuba merupakan infeksi enteral parasit yang umum. Amoebiasis dapat muncul tanpa gejala atau dengan gejala ringan hingga berat, termasuk nyeri perut, diare, atau diare berdarah. Diare dapat menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami infeksi atau sistem kekebalan tubuh menurun. Penurunan imunitas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya yaitu sindrom nefrotik. Sindrom nefrotik adalah keadaan klinis dengan gejala proteinuria, hipoalbuminemia, edema, dan hiperkolesterolemia. Kasus: Seorang laki laki bernama tn. S usia 48 tahun, datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kab. Karanganyar pada 5 Oktober 2024 dengan keluhan utama diare lebih dari 10 kali sejak 7 hari yang lalu. Diare encer tidak ada ampas. BAB cair disertai darah kemerahan dan kehitaman. Pasien memiliki riwayat dirawat di rumah sakit dengan keluhan serupa yaitu diare dan sindroma nefrotik.
Seorang Anak Laki-Laki Usia 3 Tahun dengan Sesak Napas Akibat Bronkopneumonia Kedua Lapang Paru: Laporan Kasus Erwin Ivan Sanusi; Eva Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kasus ini, melaporkan seorang anak laki-laki berusia 3 tahun yang mengalami demam selama 4 hari sebelum masuk rumah sakit, batuk selama 7 hari sebelum masuk rumah sakit, berdahak selama 5 hari sebelum masuk rumah sakit, pilek selama 3 hari sebelum masuk rumah sakit, dan sesak napas disertai napas cuping hidung selama 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien sebelumnya telah mendapatkan pengobatan berupa obat penurun panas dan antibiotik, namun kondisinya tidak membaik. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda sesak napas, suhu tubuh 36,2°c, frekuensi napas 36 kali per menit, dan saturasi oksigen 93%. Pemeriksaan penunjang selanjutnya dilakukan foto rontgen dada dan menunjukkan gambaran bronkopneumonia pada kedua lapang paru. Pasien diberikan terapi oksigen, nebulizer, antibiotik, infus, dan antipiretik. Setelah 5 hari perawatan, pasien dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang dengan diagnosis akhir bronkopneumonia pada kedua lapang paru.
Seorang Wanita Usia 24 Tahun dengan Sesak Napas Akibat Anemia Mikrositik Hipokromik: Laporan Kasus Ryllia Nurul Ash Shiddieqy; Auliya Andriyati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia mikrositik hipokromik adalah suatu kondisi hematologis yang ditandai dengan ukuran sel darah merah yang lebih kecil dari normal (mikrositik) dan kadar hemoglobin yang rendah (hipokromik). Salah satu jenis yang paling sering adalah anemia defisiensi besi, yang disebabkan oleh kekurangan zat besi dalam tubuh. Kondisi ini dapat terjadi akibat asupan zat besi yang tidak memadai, gangguan penyerapan, atau kehilangan darah seperti pada perdarahan setelah melahirkan. Kekurangan zat besi menghambat sintesis hemoglobin, sehingga mempengaruhi kapasitas darah dalam mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Kami melaporkan kasus anemia defisiensi besi pada pasien yang datang ke RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo dengan keluhan sesak napas, batuk disertai lemah letih dan pucat. Pemeriksaan laboratorium dan gambaran darah tepi menunjukan anemia mikrositik hipokromik atau anemia defisiensi besi. Pada pasien ini diberikan terapi tablet tambah darah, transfuse PRC 2 kolf, dan curcuma. Setelah 5 hari perawatan, pasien dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.
Pria Usia 64 Tahun dengan Parese Sinistra N.VII Dan N.XII dengan Hemiparese Sinistra Et Causa Stroke Alessandro Melanio Putra Pratama; Ahmad Muzayyin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan gangguan fungsional otak mendadak penyebab mortalitas tinggi. Menurut Riset Kesehatan Dasar prevalensi stroke di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 10,9% dan mengalami kenaikan sebanyak 3,9% dalam lima tahun terakhir. Stroke menurut World Health Organization adalah sindrom klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak fokal maupun global dengan gejala klinis yang berlangsung selama 24 jam atau lebih. Sebanyak 80% dari seluruh stroke merupakan stroke iskemik/ non hemoragik dan 20% stroke hemoragik. Stroke non hemoragik terjadi akibat penutupan aliran darah ke sebagian otak tertentu. Tujuan dari penulisan laporan adalah untuk mempelajari seputar kasus stroke non hemoragik. Metode yang dilakukan adalah melakukan anamnesis terhadap pasien lalu menggali lebih lanjut penyakit pasien dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada kasus ini, seorang pria berumur 64 tahun dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri disertai Hipertensi tanpa penurunan kesadaran, nyeri kepala, dan mual muntah. Hasil pemeriksaan fisik Compos Mentis dengan GCS E4V5M6, tekanan darah 158/105 mmHg, parese N.VII dan N.XII sinistra tipe UMN. Pemeriksaan CT scan kepala tanpa kontras ditemukan gambaran infark di centrum semiovale dextra dan infark di corona radiata dextra. Untuk tatalaksana umum yang diberikan pada pasien ini seperti pemberian asupan cairan dan tatalaksana khusus dengan farmakologi seperti neuroprotektan dan antikoagulan.
Laporan Kasus: Laki-Laki Usia 31 Tahun Post KLL dengan Fraktur Tertutup Os Clavicula Sinistra Citra Dewi Savitri; Alifia Rifki Rimanda
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh trauma atau keadaan patologis yang dapat terjadi pada tulang. Kejadian fraktur klavikula sebanyak 5% sampai dengan 10% dari seluruh kejadian fraktur, insiden kejadiannya antara 30 sampai dengan 60 kasus pada setiap 100.000 populasi. Laki-laki usia 31 tahun diantar keluarganya datang ke IGD dengan keluhan nyeri pada bahu kiri, dua jam sebelumnya pasien terjatuh saat mengendarai sepeda motor dengan bahu kiri sebagai tumpuan tubuh. GCS E4V5M6 compos mentis, pasien tampak sakit sedang, suhu 36°C, tekanan darah 120/70 mmHg, HR 89x/menit, saturasi oksigen 98%, dan RR 20x/menit.Pemeriksaan status lokalis pada tampak deformitas, tidak tampak luka, didapati krepitasi, nyeri tekan, sensibilitas baik, CRT < 2 detik, dan didapatkan nyeri gerak aktif maupun gerak pasif dengan ROM terbatas. Pemeriksaan rontgen Thorax AP didapatkan tampak fractur complete pada os clavicula sinistra pars medial. Berdasarkan gejala, anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, pasien didiagnosis dengan fraktur tertutup os clavicula sinistra. Pasien diberi terapi infus Ringer Lactat 20 tpm, Inj. Ceftriaxon 1gr/12 jam, Inj. Ketorolac/8 jam dan rencana tindakan operatif ORIF.
Tonsilitis Akut pada Anak: Laporan Kasus Rafiudin Hidayat; Nurmala Shofiyati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tonsilitis atau umum dikenal sebagai radang amandel adalah peradangan pada tonsil tepatnya di bagian cincin waldayer. Etiologi dari tonsilitis dapat disebabkan oleh virus dan bakteri. Tonsilitis sering terjadi pada anak-anak dan dapat bersifat akut ataupun kronis. Pada kasus ini akan membahas seorang anak usia 10 tahun dengan diagnosis tonsilitis akut. Penegakan diagnosis pada tonsilitis dapat dilakukan dengan anamnesis dan juga pemeriksaan fisik. Dari pemeriksaan tersebut daoat menentuan tonsilitis bersifat akut atau kronis dan juga apakah disebabkan oleh virus atau bakteri. Tonsilitis pada beberapa pasien juga dapat sembuh sendiri atau bisa dilakukan pembedahan jika sudah terdapat indikasi untuk dilakukan pembedahan.
Pasien Laki-Laki Usia 75 Tahun dengan Pneumonia, TB Paru, PPOK, CPC (Cor Pulmonale Chronic) dan Congestive Hepatophaty Dwi Permatasari; Ratna Lusiawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan infeksi pada paru- paru yang disebabkan oleh bakteri yaitu Mycobacterium tuberculosis. Pneumonia merupakan salah satu Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) berupa meradangnya pada alveolus. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) penyakit ini ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang persisten dan bersifat progresif/ yang semakin lama semakin memberat. Cor pulmonale chronic (CPC) merupakan penyakit yang disebabkan karena perubahan struktur dan atau fungsi dari ventrikel kanan. Congestive hepatopathy merupakan gangguan hati yang terjadi pada kondisi gagal jantung kanan. Tn. M berusia enam puluh empat tahun datang ke IGD RSUD Ir. Soekaeno Sukoharjo dengan keluhan sesak, keringat dingin di malam hari, BB (Berat Badan) semakin turun, mual, muntah, dan nafsu makan menurun sejak 3 bulan yang lalu. Dokter melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang untuk diagnosis pasien dengan Tuberkulosis paru dan melakukan terapi sesuai prosedur dokter dan bekolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk menangani pasien seperti perawat, petugas laboratorium, dan petugas radiologi.
Kejang Demam Sederhana dan Diare Cair Akut dengan Dehidrasi Ringan Sedang pada Laki-Laki Usia 10 Tahun Ananda Hafid Firdausi; Isna Nurhayati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang demam adalah kejang pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun akibat demam, tanpa penyebab intracranial atau ketidakseimbangan elektrolit. Diare adalah buang air besar tiga kali atau lebih per hari dengan tinja lembek atau cair. Seorang anak laki-laki usia 10 bulan datang ke IGD RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo pada tanggal 21 juni 2023 dengan keluhan kejang disertai demam, batuk, dan pilek. Kejang terjadi 15 menit sebelum masuk rumah sakit, berdurasi kurang 5 menit, dan hanya 1 kali dengan kaku seluruh tubuh, BAB cair 5 kali. Keadaan umum pasien tampak lemas, kesadaran compos mentis, demam. Pemeriksaan kepala normocephal, UUB sedikit cekung belum menutup. Pemeriksaan mata air mata tidak ada, didapatkan mata cowong. Pemeriksaan hidung didapatkan sekret. Pada pemeriksaan paru didapatkan suara bronkovesikuler. Pemeriksaan darah lengkap didapatkan peningkatan RDW-CV, serta penurunan , trombosit, hemoglobin, hematokrit, MCV, MCH. Pemeriksaan feses rutin didapatkan dalam batas..normal. Mendapatkan terapi O2 1 lpm, infus RL 70 cc/ jam selama 3 jam, lanjut 35 cc/jam, injeksi Paracetamol 90mg/ 4 jam jika demam (suhu >38.5°C), diazepam 3x0,8 mg, paracetamol Syr ¾ cth/4 jam jika demam (suhu 37.5°C -38.5°C), L-bio 2x1 sacch, zink 1x 20 mg.
Seorang Perempuan Usia 73 Tahun dengan Penyakit Arteri Perifer Disertai Ulkus DM Muchamad Iqbal Zainury; Juono Prabowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peripheral Artery Disease (PAD) merupakan salah satu komplikasi Diabetes Melitus (DM). Perubahan pada dinding pembuluh darah menyebabkan penurunan aliran darah (perfusi) ke ekstremitas bawah. Faktor risiko PAD yang telah dikenal mencakup aterosklerosis akibat usia, merokok, dislipidemia, diabetes melitus (DM), dan hipertensi. Prevalensi PAD saat ini di dunia diperkirakan lebih dari 200 juta orang, dan 15% terjadi pada populasi di Australia sedangkan PAD dengan keluhan gejala klinis diperkirakan terjadi pada usia di atas 65 tahun. Sebagian besar kasus PAD bersifat asimtomatik. Pada kasus simtomatik, dapat terjadi klaudikasio, critical limb ischemia, atau acute limb ischemia. Beberapa temuan pemeriksaan fisik pada PAD yaitu menghilangnya pulsasi ekstremitas bawah, dapat ditemukan hilangnya rambut, kulit yang mengkilap, dan atrofi otot. Pada beberapa kasus juga ditemukan luka yang sulit membaik atau gangren seperti pada pasien ini. Pemeriksaan penunjang sederhana yang yang dapat dilakukan yaitu ankle-brachial index (ABI), kemudian didukung dengan pemeriksaan magnetic resonance angiography (MRA), digital subtraction angiography (DSA), dan computed tomography angiography (CTA). Telah dilaporkan sebuah kasus peripheral arteri disease disertai ulkus dm pada seorang wanita berusia 73 tahun, yang pada akhirnya dirujuk. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.