cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Penyakit Jantung Rematik pada Anak Laki Laki Usia 7 Tahun Mauliya Orezha Wati; Rengganis Ayu Kinanti
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam rematik akut (DRA) adalah kondisi inflamasi yang dapat mempengaruhi berbagai organ dan sistem organ seperti jantung, sendi, sistem saraf pusat dan jaringan subkutan akibat infeksi Streptokokus β hemolitikus grup A. Penyakit jantung rematik (PJR) terjadi ketika reaksi silang antara dinding sel karbohidrat bakteri dengan jaringan katup jantung menyebabkan kerusakan kronis pada katup jantung. Prevalensi PJR mencapai 33 juta kasus dan menyebabkan sekitar 270.000 kematian setiap tahunnya. Seorang anak laki laki berusia 7 tahun datang berobat dengan keluhan sering merasa lemas sejak 1 bulan yang lalu terutama setiap beraktivitas sedang-berat dan pulih jika beristirahat. Lemas disertai adanya nyeri sendi yang berpindah. Pasien juga mengalami sesak napas saat beraktivitas sedang-berat Pasien memiliki riwayat batuk dan demam serta nyeri tenggorokan. Pemeriksaan fisik pasien didapatkan keadaan umum tampak sakit sedang, kompos mentis, nadi 132 kali/menit, tekanan darah 123/84 mmHg, laju nafas 44 kali/ menit, suhu 36,3 derajat celcius dan berat badan 41 kg. Pemeriksaan kepala didapatkan faring hiperemis. Pemeriksaan thoraks didapatkan murmur ejeksi sistolik. Pemeriksaan eksremitas didapatkan ektremitas kiri atas dan bawah edema. Hasil pemeriksaan penunjang menunjukkan imunoserologi ASTO positif. Foto toraks menunjukkan jantung tidak membesar. Pasien didiagnosa dengan penyakit jantung rematik. Pasien dianjurkan mengurangi aktifitas berat. Pasien diberikan terapi Phenoxymethylpenicilin 500mg/8jam PO selama 10 hari, prednisone 5mg/kgBB/hari 2-6 mg, dan captopril 3x 6,25 mg.
Seorang Wanita Berusia 43 Tahun dengan Tumor Mammae Dextra Salma Angelina Hanifah; Budi Yuwono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumor mammae adalah kondisi patologis yang melibatkan pertumbuhan jaringan abnormal pada payudara. Tumor ini dapat bersifat jinak atau ganas dan sering kali menimbulkan gejala seperti benjolan, nyeri, atau perubahan pada jaringan payudara. Tumor mammae merupakan salah satu kondisi paling umum pada wanita, dengan prevalensi yang meningkat terutama pada kelompok usia 30 tahun ke atas. Di seluruh dunia, kanker payudara menjadi salah satu dari tiga jenis kanker paling umum, dengan tingkat insidensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Dalam laporan ini, dibahas kasus seorang wanita berusia 43 tahun yang mengeluhkan benjolan di payudara kanan yang sudah dirasakan selama satu minggu. Benjolan tersebut memiliki diameter 4 cm, berbatas tegas, dan mobile tanpa disertai kemerahan atau nipple discharge. Pemeriksaan penunjang seperti FNAB, ultrasonografi, mamografi, dan tumor marker diusulkan untuk menegakkan diagnosis definitif. Penanganan yang disarankan meliputi tindakan operasi, seperti lumpektomi atau mastektomi, dengan terapi adjuvan untuk mencegah kekambuhan. Studi ini menyoroti pentingnya deteksi dini dan pengelolaan yang tepat dalam menangani tumor mammae guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
Seorang Anak Laki-Laki 43 Tahun dengan Herpes Zoster Oftalmikus N Nurmaulida; Milany Harirahmawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Herpes zoster (shingles zoster) adalah penyakit virus yang disebabkan oleh reaktivasi virus endogen yang bertahan dalam bentuk laten di dalam neuron ganglion setelah serangan varicella sebelumnya, apabila timbul kelainan pada mata dan kulit di daerah persarafan cabang pertama nervus trigeminus dinamakan Herpes zoster oftalmikus (HZO). Tujuan: Artikel ini menyajikan kasus Herpes Zoster Oftalmikus yang bertujuan untuk menegakkan diagnosis, memberikan penatalaksanaan yang sesuai dan mempertimbangkan potenis risiko terjadinya Herpes Zoster Oftalmikus. Metode: Artikel ini merupakan laporan kasus tentang seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke poliklinik RSUD Kabupaten Karanganyar dengan keluhan nyeri dan panas pada wajah kanan atas. Hasil: Pemeriksaan dermatologis menunjukkan adanya lesi vesikel multiple dengan dasar eritem pada wajah kanan atas terutama bagian mata. Pendekatan pengobatan utama adalah terapi sistemik seperti penggunaan antibiotik, analgetik, salep kortikosteroid. Kesimpulan: Diagnosis Herpes Zoster Oftalmikus pada kasus ini ditegakkan berdasarkan anamnesis pasien dan pemeriksaan fisik. Edukasi faktor risiko dan pemilihan obat sesuai keluhan merupakan kunci keberhasilan terapi pada pasien Herpes Zoster Oftalmikus.
Progresifitas Klinis dan Penatalaksanaan Pasien Angina Ludwig di RSUD Karanganyar Alya Nurkinasih Putri Handayani; Iwan Setiawan Adji
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angina ludwig adalah bentuk selulitis difus, akut, dan menyebar cepat. Kematian tersering akibat gangguan jalan napas, sampai dengan 50% pada pasien tidak diobati, dan 8% yang menerima pengobatan yang memadai. Diagnosis dini dan perencanaan perawatan segera menjadi prosedur yang menyelamatkan jiwa. Tujuan: memprediksi level keparahan dan progresivitas penyakit melalui analisis keluhan dan tanda untuk penatalaksanaan yang tepat. Laporan kasus: kami laporkan satu kasus laki laki 27 tahun, keluhan nyeri tenggorok, bengkak leher, trismus, stridor dan gangguan pernapasan dengan diagnosis angina ludwig. Metode: analisa mekanisme gejala dan tanda pasien berdasarkan tinjauan pustaka, menentukan level keberatan dan progresivitas penyakit. Hasil dari analisa sebagai pedoman penatalaksanaannya, yaitu tentang penanganan gangguan pernapasan, pemberian antibiotik dan antiperadangan, incisi drainase, dan ekstraksi gigi. Hasil: analisa gejala dan tanda menetapkan tindakan invasif gangguan jalan napas, memberikan antibiotik untuk bakteri aerob dan anaerob, dan kortikosteroid. Kemudian incisi drainase dan ekstraksi gigi. Pasien sembuh dan dapat rawat jalan. Kesimpulan: analisa keluhan dan tanda pasien angina ludwig memberikan masukan untuk menetapkan penatalaksanaan penyakit. Keberhasilan penyelamatan jiwa pasien angina ludwig menjadi tantangan dokter dan petugas kesehatan, karena sampai saat ini standar baku penatalaksanaan angina ludwig belum ada.
Seorang Anak 2 Tahun dengan Iktiosis Lamelar Anisa Anggraeny; Milany Harirahmawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kejadian iktiosis lamelar pada anak jarang terjadi. Prevalensi global iktiosis lamelar adalah 1 kasus per 300.000 kelahiran. Tujuan: Kasus ini menyajikan iktiosis lamelar pada anak, yang bertujuan untuk menegakkan diagnosis, memberikan penatalaksanaan yang sesuai, dan mempertimbangkan potensi risiko terjadinya iktiosis lamelar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian laporan kasus. Adapun pemilihan pasien berdasarkan kasus yang didapatkan dari Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Kabupaten Karanganyar dan difollow up sebanyak 3 kali setiap kontrol. Hasil: Pemeriksaan dermatologis seluruh tubuh menunjukkan sisik hiperpigmentasi eritematosa sebagian, beberapa sisik berbatas jelas, dan beberapa plak menyatu. Pada kasus pasien ini, terapi yang diberikan terdapat perbaikan klinis yang terlihat dengan penggunaan pelembab emolien berupa vaseline dan klobetasol propionate serta cetirizine sirup, dan pedimin drop. Kesimpulan: Diagnosis iktiosis lamelar pada kasus ini ditegakkan berdasarkan anamnesis pasien dan pemeriksaan fisik . Edukasi faktor risiko dan pemilihan obat sesuai keluhan merupakan kunci keberhasilan terapi pada pasien iktiosis lamelar.
Ileus Paralitik disertai Imbalance Elektrolit dan Hipoalbumin pada Wanita 84 Tahun Post Herniorrhaphy: Laporan Kasus Anggelina Aiyoslla Nabilla Putu Pratomo; Yudi Eko Prasetiyo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita berusia 84 tahun dengan keluhan utama muntah kehijauan post herniorrhaphy yang didiagnosis sebagai ileus paralitik dengan obstruksi parsial, disertai dengan ketidakseimbangan elektrolit, hipoalbumin, dan pneumonia yang dicurigai akibat tuberkulosis paru. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk menganalisis kondisi klinis dan penanganan pasien. Pemeriksaan fisik dan penunjang menunjukkan diagnosis ileus paralitik dengan kemungkinan obstruksi parsial, disertai ketidakseimbangan elektrolit, hipoalbuminemia, serta pneumonia yang dicurigai akibat TB paru. Penatalaksanaan melibatkan dekompresi lambung, koreksi elektrolit, terapi antibiotik, dan nutrisi parenteral. Selama perawatan, pasien menunjukkan perbaikan kondisi secara bertahap. Simpulan dari laporan ini adalah bahwa pengelolaan yang tepat dan cepat sangat penting dalam menangani kasus ileus paralitik pada pasien lanjut usia untuk mencegah komplikasi serius seperti peritonitis dan sepsis.
Peritonitis Et Causa Perforasi Gaster: Laporan Kasus Pradipta Harsatyo Kusworo; Juono Prabowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akut abdomen adalah suatu kondisi yang membutuhkan perhatian dan perawatan segera. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi, inflamasi, oklusi vaskular, maupun obstruksi. Kondisi ini dapat memicu terjadinya peritonitis, yakni inflamasi pada rongga peritoneum. Data CDC dari National Hospital Ambulatory Medical Care Survey tahun 1999 hingga 2008, melaporkan bahwa 11% kunjungan departemen ruang gawat darurat pada tahun 2008 akibat nyeri perut dan keluhan ini menyumbang 12,5% dari kejadian darurat. Angka kematian mencapai 30% dan angka kesatikan sampaii 50%. Kami melaporkan kasus peritonitis et causa perforasi gaster pada seorang laki-laki 68 tahun di RSUD Karanganyar dengan keluhan nyeri perut disertai kram, mual muntah, sulit BAB selama 3 hari, dan tidak bisa kentut. Pemeriksaan fisik abdomen ditemukan defans muskular, tidak ditemukan bunyi peristaltik, dan nyeri tekan di seluruh lapang perut. Hasil pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi menyimpulkan adanya gambaran subileus disertai tanda-tanda peritonitis. Pasien kemudian mendapatkan penanganan untuk dipuasakan, pemasangan NGT, DC, infus ringer laktat, O2 nasal canul 4 lpm, infus ringer laktat 20 tpm, injeksi metamizole 1 gram/8 jam, injeksi omeprazole 1 ampul/12 jam, injeksi ondancetron 1 ampul/12 jam, dan injeksi ceftriaxone 1 gram/24 jam. Tindakan operatif dilakukan dengan laparotomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang perjalanan penyakit, tatalaksana operatif dan hasil akhir.
Seorang Wanita Usia 67 Tahun dengan Katarak Senilis Imatur Oculus Dektra Asri Aji Wigati; N Naziya
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia, yang disebabkan oleh kekeruhan pada lensa mata, sehingga mengganggu proses masuknya cahaya. Laporan kasus ini mengungkapkan seorang pasien wanita berusia 67 tahun yang mengeluhkan penglihatan buram pada mata kanan selama satu tahun terakhir, yang disertai dengan silau. Keluhan semakin memburuk dalam sebulan terakhir, dan tidak membaik meskipun menggunakan kacamata. Pemeriksaan fisik dan status oftalmologis menunjukkan adanya katarak pada mata kanan dan pseudofakia pada mata kiri. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus yang terkontrol dengan obat. Diagnosis kerja mencakup katarak senilis imatur pada mata kanan pada mata kanan, dengan katarak pada mata kiri yang telah menjalani operasi sebelumnya. Penatalaksanaan yang disarankan adalah rujukan ke spesialis mata untuk tindakan pembedahan dengan teknik phacoemulsifikasi dan implantasi lensa intraokuler. Edukasi terkait pentingnya operasi dan pengontrolan kadar gula darah diberikan untuk mencegah komplikasi. Prognosis untuk kehidupan dan kesembuhan mata pasien adalah baik, meskipun pemulihan fungsional masih diragukan.
Evaluasi Manifestasi Klinis Neuropati Perifer dan Deformitas Ekstremitas pada Pasien Post-Kusta Putri Dwi Anggreheni; Femi Dwi Aldini
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang menyerang saraf perifer dan dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang neuropati perifer serta deformitas ekstremitas. Meskipun terapi multidrug therapy (MDT) efektif mengeliminasi infeksi, komplikasi neurologis dan muskuloskeletal sering berdampak pada fungsi motorik dan mobilitas pasien post-kusta. Penelitian ini mengevaluasi manifestasi klinis neuropati perifer dan deformitas ekstremitas serta dampaknya terhadap fungsi motorik dan aktivitas sehari-hari pada pasien post-kusta. Studi ini menggunakan metode laporan kasus pada seorang pria 44 tahun dengan riwayat kusta yang telah menyelesaikan terapi MDT. Evaluasi dilakukan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk menilai derajat neuropati perifer, kelemahan otot, serta gangguan mobilitas. Pemeriksaan fisik menunjukkan hipoestesia pada ekstremitas, atrofi otot, serta deformitas claw hand dan drop foot yang membatasi aktivitas pasien. Gangguan keseimbangan meningkatkan risiko jatuh dan cedera. Selain itu, pasien mengalami dampak psikososial akibat stigma sosial yang menyebabkan keterlambatan dalam pencarian pengobatan. Neuropati perifer dan deformitas ekstremitas pada pasien post-kusta memiliki dampak yang signifikan terhadap fungsi motorik dan kualitas hidup. Pendekatan klinis komprehensif, termasuk rehabilitasi fisik dan dukungan psikososial, diperlukan untuk meningkatkan kemandirian pasien dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Seorang Laki-Laki Berusia 38 Tahun dengan Glaukoma Akut Et Causa Hipertensi Emergensi: Laporan Kasus Fashiha Gusli; Febri Retnosari; Marcellino Mettafortuna Sephberlian
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi emergency adalah keadaan gawat medis ditandai dengan tekanan darah sistolik > 180 mmHg dan atau diastolik > 120 mmHg atau keduanya. Hipertensi emergency merupakan suatu keadaan dimana selain tekanan darah yang sangat tinggi terdapat kelainan atau kerusakan organ target yang bersifat progresif. Glaukoma adalah kumpulan kondisi yang terdiri dari neuropati optik progresif kronis, dengan karakteristik gangguan pada jaringan neuroretina dan caput nervus optikus yang mengakibatkan gangguan lapang pandang yang jika tidak diobati akan mengakibatkan kebutaan yang ireversibel. Pada penelitian ini menggunakan metode observasional. Hasil: seorang laki-laki 36 tahun dengan keluhan nyeri mata kiri membengkak tiba-tiba, serta memiliki riwayat hipertensi tidak terkontrol, tekanan darah 204/124 mmHg, tekanan intraokular >40 mmHg. Diagnosis pasien adalah glaukoma akut et causa hipertensi emergency. Tatalaksana yang dilakukan adalah tirah baring, diet gizi seimbang, serta medikamentosa berupa Inf RL 20 tpm, sp nicardipin, candesartan, nifedipin, timolol, prednisolon, atropine, dan glausetron. Kesimpulan: Hipertensi emergency merupakan suatu keadaan hipertensi darurat yang disertai kerusakan organ target, sehingga tekanan darah harus diturunkan segera agar dapat membatasi kerusakan organ yang terjadi.