cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Post Syncope dan Cephalgia pada Perempuan Berusia 15 Tahun Muhammad Hafizh Hanifa; Isna Nurhayati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinkop merupakan hilangnya kesadaran sementara yang terbatas dengan ketidakmampuan untuk mempertahankan tonus postural yang diikuti dengan pemulihan spontan. Nyeri kepala seringkali muncul setelah terjadi pingsan. Seorang anak perempuan berinisial Y usia 15 tahun 8 bulan tahun datang ke IGD RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 3 Oktober 2023 pukul 21:05 WIB dengan keluhan mual dan muntah lebih dari 5 kali isi makanan dan minuman, pasien mengaku sehari sebelum masuk rumah sakit mengalami sinkop dan mengeluhkan pusing berdenyut. Keadaan umum pasien tampak lemas, kesadaran compos mentis. Pemeriksaan kepala normocephal. Pemeriksaan mata air mata tidak ada, didapatkan mata cowong. Pemeriksaan mulut tidak didapatkan mukosa bibir kering. Pemeriksaan hidung dalam batas normal. Pada pemeriksaan paru didapatkan suara dasar vesikuler. Pemeriksaan laboratorium darah lengkap didapatkan penurunan limfosit dan eosinofil, serta kenaikan rasio N/L. Dalam pemeriksaan urin lengkap didapatkan positif dan granula, dengan ini urin masih dalam batas normal. Mendapatkan terapi infus RL 63 20 tpm, Injeksi Ondansentron 4 mg/ 8 jam jika mual dan muntah, injeksi Ranitidin 50 mg/12 jam, dan injeksi antalgin 1 amp/8 jam. Dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis dengan post syncope dan cephalgia.
Penerimaan Aplikasi Promosi Kesehatan Remaja di Kabupaten Malang (Sekolah berbasis Kurikulum Umum dan Sekolah berbasis Kurikulum Agama) M Muthmainnah; Tasya Azelya Putri Andiani; Ira Nurmala; Lutfi Agus Salim
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan pemanfaatan teknologi berdampak pada munculnya perilaku berisiko pada remaja. Upaya pencegahan perilaku risiko remaja dalam bentuk promosi kesehatan remaja berbasis teknologi perlu dilakukan. Aplikasi Konco SREGEP merupakan aplikasi promosi kesehatan remaja berbasis edutainment yang bertujuan untuk mencegah perilaku berisiko remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan penerimaan Aplikasi Konco SREGEP di sekolah berbasis agama dan non agama melalui pendekatan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT 2). Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa yang telah terpapar Aplikasi Konco SREGEP di 2 sekolah (berbasis kurikulum umum dan berbasis kurikulum agama). Sampel penelitian ditentukan dengan metode simple random sampling sehingga didapatkan sampel minimal sebanyak 67. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan penyebaran link kuesioner secara online. Variabel dalam penelitian ini adalah performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating condition, hedonic motivation, price value, habit, behavior intention dan use behavior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel Social Influence, Facilitating Condition, Habit, dan Behavior Intention pada sekolah umum dan sekolah berbasis kurikulum agama. Diharapkan adanya peningkatan peran guru sekolah, keluarga, dan teman sebaya dalam pembiasaan penggunaan Aplikasi Konco SREGEP.
Perempuan Berusia 45 Tahun dengan Ileus Obstruktif et Causa Kista Ovarii Pamor Tri Atmojo; Bakri Hasbullah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kista ovarii merupakan kelainan yang umum terjadi pada wanita. Mekanisme obstruksi usus akibat massa ovarii telah dikemukakan: pertama, massa dapat menyebabkan torsi akibat perlengketan yang jarang menyebabkan obstruksi usus, dan kedua, massa yang sangat besar dapat menyebabkan kompresi. Kasus: Seorang perempuan Ny. N usia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri perut sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan perut terasa penuh, belum BAB sejak 3 hari dan belum flatus sejak 2 hari, perut kembung (+). Hasil pemeriksaan perut tampak distended, penurunan suara peristaltik, nyeri tekan pada semua kuadran perut, dan hipertimpani. Hasil radiologi mengungkapkan kesan Ileus Obstruktif Letak Tinggi dengan tanda peritonitis. Dokter memutuskan melakukan tindakan laparotomi. Kesimpulan: Telah dilaporkan sebuah kasus ileus obstruktif et causa kista ovarii pada seorang perempuan berusia 45 tahun. ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan tindakan bedah laparatomi. Awalnya diagnosa ileus obstruktif pasien disebabkan karena volvulus sigmoid, namun selama tindakan laparotomi ditemukan massa kista ovarii.
Perempuan 60 Tahun Didiagnosis Katarak Komplikata dengan Glaukoma Sekunder Subluksasi Lensa pada Mata Kanan dan Katarak Matur pada Mata Kiri Idoviari Putriyantiwi; Reza Khairunnisa; Eurolia Naba Mutiarasari; Izzah Tsaqoofah Jati; Patti Arsendra
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katarak merupakan penyakit mata yang ditandai dengan adanya kekeruhan lensa mata sehingga mengganggu dalam proses masuknya cahaya ke mata sehingga menghalangi penglihatan. Katarak komplikata adalah keadaan dimana kekeruhan terjadi pada lensa yang diakibatkan keadaan lokal atau penyakit sistemik. Penyakit intraokuler yang menyebabkan kekeruhan lensa pada katarak komplikata salah satunya adalah glaukoma. Glaukoma sekunder merupakan glaukoma yang terjadi akibat suatu penyakit lain baik okular maupun sistemik. Salah satu penyebab glaukoma sekunder adalah subluksasi lentis yang merupakan suatu keadaan lensa tidak berada pada posisi yang normal didalam bilik mata. Kami melaporkan kasus seorang perempuan usia 60 tahun didiagnosis katarak komplikata dengan glaukoma sekunder subluksasi lentis pada mata kanan dan katarak matur pada mata kiri. Pemeriksaan fisik didapatkan penurunan penglihatan pada kedua mata yaitu VOD 1/300 VOS 1/300, pada mata kanan lensa keruh sebagian dan adanya subluksasi lensa, pemeriksaan TIO 39, pada mata kiri lensa keruh padat, pemeriksaan TIO 18. Penanganan yang diberikan pada pasien adalah terapi farmakologi acetazolamide 250 mg tablet 2x1 peroral, dan timolol maleate 0.5% eye drop 2xgtt 1 pada mata kanan. Terapi pembedahan dilakukan operasi katarak fakoemulsifikasi pada mata kiri.
Tatalaksana Luka Bakar Derajat II-III 33% pada Anak Perempuan 4 Tahun: Laporan Kasus Rafika Surya Putra Pratama; Catur Widayat
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik, dan radiasi. Laporan kasus seorang anak perempuan 4 tahun datang ke IGD diantarkan oleh orang tuanya dengan kondisi luka bakar. Luka bakar terjadi karena terguyur kuah sayur panas. Pasien tidak memiliki riwayat alergi dan tidak memiliki riwayat penyakit. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran pasien compos mentis, dengan GCS E4V5M6, BB 14 Kg, HR: 105x/mnt, S: 37oC, RR: 24x/mnt, Status emosional kooperatif, Wong Baker Faces Scale: 6 (mengganggu aktifitas). Status lokalis didapatkan luka bakar pada bagian punggung, bokong kanan kiri, paha belakang kanan kiri, dan area genital, didapatkan luas luka 33% TBSA. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan jumlah Leukosit 17.2 x 103/μL. Pasien mendapat tatalaksana awal pemberian cairan kristaloid IV, antipiretik, antibiotik, serta perawatan luka pembersihan dengan Nacl dan diberikan Sufadiazin Silver. Diagnosis kerja pada pasien adalah luka bakar grade II-III 33%. Prognosis pada pasien adalah bonam.
Seorang Bayi Perempuan Usia Sebelas Bulan dengan Bronkiolitis: Laporan Kasus Refian Putra Prehanawan; Eko Jaenudin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ialah infeksi akut yang dapat terjadi di setiap tempat di sepanjang saluran pernapasan dan adneksanya (telinga tengah, kavum pleura dan sinus paranasalis). Seorang bayi perempuan berusia 11 bulan datang ke poli anak dengan keluhan utama demam naik turun, disertai dengan sesak nafas sejak 1 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik, kesadaran compos mentis, Keadaan umum anak nampak sakit sedang, pada pemeriksaan fisik ditemukan suara auskultasi ronkhi dan wheezing pada kedua lapang paru. Pemeriksaan penunjang dilakukan dengan pemeriksaan darah lengkap ditemukan kadar MCV 73,7 fl dan dan MCH 24,5 pg serta foto polos thorax ditemukan peningkatan corakan bronkovaskuler pada lapang paru dextra et sinistra. Tatalaksana yang diberikan drip Aminophilin 5 cc, injeksi cefotaxime 3 x 200 mg. Diagnosis bronkiolitis berdasarkan gambaran klinis, umur penderita dan adanya epidemi RSV di masyarakat. Kriteria bronkiolitis terdiri dari: wheezing pertama kali, umur 24 bulan atau kurang, pemeriksaan fisik sesuai dengan gambaran infeksi virus misalnya batuk, pilek, demam dan menyingkirkan pneumonia atau riwayat atopi yang dapat menyebabkan wheezing. Infeksi virus RSV biasanya sembuh sendiri (self limited) sehingga sebagian besar tatalaksana bronkiolitis pada bayi bersifat suportif, yaitu pemberian oksigen, minimal handling pada bayi, cairan intravena dan kecukupan cairan, penyesuaian suhu lingkungan agar konsumsi oksigen minimal, tunjangan respirasi bila perlu, dan nutrisi.
Pitiriasis Versikolor pada Laki-Laki 68 Tahun Septi Rismala Ekayanti; Eddy Tjiahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pitiriasis versikolor adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur superficial yang bersifat kronik, ditandai dengan adanya makula hipopigmentasi atau hiperpigmentasi disertai dengan skuama halus. Prevalensi pitiriasis versikolor mencapai 50% di negara tropis. Pitiriasis versikolor disebabkan oleh Malassezia sp. Prevalensi lebih tinggi di daerah tropis karena suhu tinggi dan lingkungan lembab. Pitiriasis versikolor lebih sering terjadi pada remaja dan dewasa muda karena peningkatan produksi sebum oleh kelenjar sebacea. Kami melaporkan sebuah kasus dari Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD dr. Sayidiman Magetan, seorang laki-laki berusia 68 tahun mengeluhkan bercak putih di badan sejak 1 tahun yang lalu. Bercak pertama kali muncul di punggung dengan ukuran 1 cm dan semakin lama meluas dan menyebar ke anggota tubuh lain. Keluhan disertai gatal saat pasien berkeringat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan makula hipopigmentasi, bulat, batas tegas, multiple pada lengan atas, punggung, perut, paha, ekstremitas bawah. Pada pemeriksaan wood lamp didapatkan fluoresensi berwarna kuning keemasan. Pasien didiagnosis Pitiriasis Versikolor dan mendapatkan terapi ketoconazole cream 2 dd ue, ketoconazole 1x200 mg, dan loratadine 1x10 mg.
Laporan Kasus: Seorang Anak Umur 4 Tahun dengan Asma Bronkial Ravi Assaro Al Adib Putra; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma merupakan penyakit respiratorik kronis yang paling sering dijumpai pada anak. Asma menunjukkan gejala batuk dan/atau mengi yang timbul secara episodik, cenderung pada malam hari / dini hari (nokturnal), musiman, setelah aktivitas fisik, serta adanya riwayat asma dan atopi pada pasien atau keluarganya. Pasien seorang anak laki-laki berumur 4 tahun datang diantar oleh orang tuanya ke IGD RSUD DR. Harjono S Ponorogo dengan keluhan sesak. sesak sejak 1 hari SMRS. Sesak disertai suara "ngik-ngik", sesak terus-menerus, didahului batuk. Pada pemeriksaan fisik, tanda-tanda vital didapatkan keadaan umum tampak sesak nafas, compos mentis, nadi 140 x/menit, RR 24 x/menit, suhu 37,5 oC, SpO2 96%. Pada pemeriksaan thoraks tampak retraksi intercostal minimal, pergerakan dinding dada cepat, auskultasi terdengar suara dasar vesikuler, didapatkan suara tambahan wheezing meningkat pada akhir ekspirasi pada kedua lapang paru. Pasien didiagnosis asma bronkial. Penatalaksanaan pada pasien secara medikamentosa dan non-medikamentosa.
Seorang Pria 62 Tahun dengan Tumor Paru Kanan, Brpn Bilateral, Hiponatremia, Anemia, Suspek Metastase Tulang Vertebra, Massa Endobronkial, Henoptisis Fadhilla Nurul Meydhiza; Maria Reciana Setiailani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumor adalah suatu benjolan abnormal di dalam tubuh yang disebabkan oleh berbagai macam penyakit seperti keganasan dan infeksi. Sel tumor mendesak jaringan sehat sekitarnya. Bronkopneumonia adalah infeksi yang mempengaruhi saluran udara masuk ke paru-paru. Riwayat klasik dingin menggigil yang disertai dengan demam tinggi, batuk dan nyeri dada. Hiponatremia merupakan keadaan kadar natrium serum <135 mEq/L, merupakan gangguan keseimbangan elektrolit. Insufisiensi adrenal sekunder yang disebabkan karena gangguan hipofisis ataupun hipotalamus merupakan salah satu penyebab utama hyponatremia hipotonik, khususnya hyponatremia euvolemia adalah syndrome of inappropriate antidiuretic hormone (SIADH). Anemia adalah jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah daripada nilai normal untuk kelompok orang menurut umur dan jenis kelamin. Untuk pria, anemia biasanya didefinisikan sebagai kadar hemoglobin kurang dari 13,5 gr% dan pada wanita sebagai hemoglobin kurang dari 12,0 gr%. Hemoptisis adalah ekspektorasi darah yang berasal dari saluran pernafasan bagian bawah dengan jumlah minimal yang dapat membahayakan jiwa.
Aspergiloma Paru dengan Hemoptisis pasca Tuberkulosis Putri Isa Maharani Yaasiin; Riana Sari
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus infeksi paru di Indonesia paling umum antara lain tuberkulosis (TB), asma, kanker paru, dan pneumonia, namun terdapat infeksi yang jarang terjadi yaitu infeksi jamur paru/mikosis paru. Salah satunya terjadi akibat kekebalan seseorang terganggu. Diketahui mikosis paru sering terjadi pada individu pasca tuberculosis paru. Gejala yang ditimbulkan salah satunya batuk berdarah atau hemoptisis. Infeksi jamur yang umum terjadi pada paru-paru yaitu Aspergillosis. Data di Indonesia 7,7 juta pasien dirawat dengan 2,89% menderita mikosis paru dan Prevalensi aspergillosis pada orang dewasa diperkirakan sebesar 336.200. Artikel ini menggunakan metode studi kasus desain studi case report yang dilakukan di RSUP Surakarta yang bertujuan melaporkan kasus Aspergiloma paru dengan hemoptisis pasca tuberkulosis, adapun hasilnya yaitu seorang perempuan 55 tahun dengan keluhan sesak napas, batuk, dan hemoptisis dengan iwayat tuberkulosis paru pada pemeriksaan fisik menunjukkan suara ronkhi pada lapang paru kiri. Rontgen dada menunjukkan perbaikan akibat tuberkulosis paru dan CT scan Thorax menunjukkan adanya kavitas fibroinfiltrat dan lesi noduler disertai gambaran halo pada lapangan bawah paru kiri. Gambaran pada bronkoskopi tampak mukosa edema dan hiperemis. Pemeriksaan kultur bilasan bronkus ditemukan adanya jamur Aspergillus, sp. Pasien diberikan pengobatan itraconazole 100 mg selama 8 bulan hingga sembuh. Terapi supportif yang diberikan ialah fisioterapi dada dan terapi nutrisi.