cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
HIV pada Anak Aditya Nur Rahman; Hamid Pramusyahid; Faradhila Miftafiani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah RNA retrovirus yang menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), di mana terjadi kegagalan sistem imun progresif. Virus ini ditransmisikan melalui hubungan seksual, darah, produk yang terkontaminasi darah dan transmisi dari ibu ke bayi baik intrapartum, perinatal, atau ASI. Pada 2006, ada kurang lebih 2,3 juta anak terinfeksi HIV di seluruh dunia. Jumlah ini diduga tetap akan meningkat dalam waktu dekat karena beberapa alasan. Saat ini, kurang dari 10% ibu hamil yang terinfeksi HIV di negara berkembang menerima profilaksis antiretroviral (ARV) untuk pencegahan penularan HIV dari ibu-ke-bayi. Infeksi HIV pada anak yang tidak diobati juga mengakibatkan pertumbuhan yang tertunda dan keterbelakangan mental yang tidak dapat disembuhkan oleh ARV. Oleh karena itu penting untuk mendiagnosis bayi yang terpajan HIV sedini mungkin untuk mencegah kematian, penyakit dan penundaan pertumbuhan dan pengembangan mental.
Seorang Pria Usia 57 Tahun dengan Close Fracture 1/3 Medial Femur Dextra et Causa Trauma: Case Report Agung Cuby Hantoro; F Farhat
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur femur merupakan diskontinuitas dari femoral shaft bisa terjadi akibat trauma secara langsung maupun tidak langsung dan lebih banyak dialami laki-laki dewasa. Fraktur juga melibatkan jaringan otot, saraf, dan pembuluh darah di sekitarnya. Secara klinis fraktur dibagi menjadi fraktur terbuka dimana kulit atau salah satu dari rongga tubuh menembus, yang dapat menyebabkan kontaminasi. Sedangkan trauma tertutup kulit di atasnya tetap utuh tanpa kontaminasi dengan lingkungan luar. Sebanyak 10 dan 21 per 100.000 per tahun terjadi insiden fraktur femur di seluruh dunia. Sebanyak 75% disebabkan oleh mekanisme energi tinggi, 87% di antaranya terjadi pada kecelakaan bermotor (65% dari seluruh patah tulang). Dilaporkan salah satu kasus pada seorang pria 57 tahun di RSUD Dr. Harjono Ponorogo dengan keluhan nyeri pada paha kanan dialami sejak 3 jam SMRS. Pasien tersebut didiagnosis dengan fraktur tertutup 1/3 femur medial dextra berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan fisik status lokalis regio femur dextra didapatkan edema, deformitas, nyeri tekan, false movement, dan ROM terbatas. Tatalaksana pada pasien ini adalah dilakukan tindakan ATLS, skin traksi, obat-obatan simptomatis, dan open reduksi internal fiksasi.
Seorang Laki-Laki dengan TB Paru terkonfirmasi Bakteriologis, Kasus Baru, Status HIV Negative, Bronkopneumonia, dan Efusi Pleura Aisyawa Sabrina Aaliyah Sanyoto; M Musdalifah; Lorenza Eka Damayanti; Maulina Yulianti; Hengki Setyawan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan penting di dunia. Tuberkulosis (TB) paru dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui transmisi udara. Penyakit ini sebagian besar menyerang parenkim paru (TB paru) namun bakteri ini juga memiliki kemampuan untuk menginfeksi organ lain (TB ekstra paru). Laporan kasus ini akan membahas tentang seorang laki-laki usia 18 tahun dengan penyakit TB paru kasus baru disertai bronkopneumonia dan efusi pleura kanan kiri. Pasien datang ke poli paru RSUD Karanganyar pada tanggal 15 November 2023 dengan keluhan batuk disertai sesak, dan pusing. Hasil pemeriksaan TCM sputum didapatkan MTB detected low dan pemeriksaan foto thorax terdapat kesan cor tidak membesar, gambaran TB paru disertai bronkopneumonia, efusi pleura kanan kiri. Pasien tersebut didiagnosis TB Paru kasus baru dan mendapatkan terapi OAT Kategori 1. Pasien dirawat inap di RSUD Karanganyar untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Wanita Dengan OD GPSTp Akut, Pterygium Stadium 4, Katarak Senilis Matur, dan CKD Stadium V Arum Puspitawedana; N Naziya
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glaukoma primer sudut tertutup (GPSTp) akut, pterygium, dan katarak merupakan beberapa kelainan yang dapat terjadi pada mata. Faktor risiko terjadinya kelainan pada mata antara lain faktor lingkungan, faktor usia, dan adanya peningkatan tekanan intraokular (TIO). Kasus ini menjelaskan, seorang wanita berusia 59 tahun mengeluhkan nyeri pada mata kanan. Keluhan lain pada pasien yaitu mata bengkak, kemerahan, penglihatan menjadi samar, dan pusing. Keluhan dirasakan setelah pasien melakukan hemodialisis. Pasien memiliki riwayat hipertensi, katarak, dan gagal ginjal sejak 1 tahun yang lalu. Pemeriksaan ophthalmologist yang dilakukan didapatkan adanya glaukoma primer sudut tertutup akut, pterygium grade 4, dan katarak senilis matur pada mata kanan dan glaukoma primer sudut tertutup, pterygium grade 3, dan katarak senilis imatur pada mata kiri. Tatalaksana yang pertama kali dilakukan bertujuan untuk menurunkan TIO. Pasien ini diberikan manitol, pemberian manitol harus diikuti dengan hemodialisis, untuk mencegah terjadinya gangguan elektrolit seperti hiponatremia. Hemodialisis juga berperan dalam terjadinya peningkatan TIO.
Gambaran USG Seorang Laki-Laki Usia 64 Tahun dengan Massa Retroperitoneal disertai Limfadenopati Multiple Paraaorta Stommy Agung Nurullah; Lissiani Candra
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Massa retroperitoneal merupakan kelompok lesi heterogen yang berasal dari ruang retroperitoneal, yang sebagian besar kasus adalah tumor ganas. Massa retroperitoneal mewakili beragam patologi. Mereka dapat tumbuh hingga ukuran yang besar sebelum menimbulkan gejala yang mengarah pada pemeriksaan pencitraan. Limfadenopati merupakan pembesaran kelenjar getah bening dengan ukuran lebih besar dari 1 cm. Pemeriksaan limfadenopati diawali dengan anamnesis umur penderita dan lamanya limfadenopati, pajanan untuk menentukan penyebab limfadenopati. Dilaporkan sebuah kasus seorang laki-laki usia 64 tahun datang diantar oleh keluarga ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah dr. Sayidiman Magetan dengan keluhan utama badan terasa lemas. Selain itu pasien juga mengeluhkan nyeri perut dan disertai dengan nafsu makan yang menurun, mual serta muntah. Pada pemeriksaan fisik, pasien tampak lemah, suhu 36,8°C, tekanan darah 154/90 mmHg, HR 86x/menit, saturasi oksigen 96%, dan RR 22x/menit. Status generalis didapatkan massa pada leher atas dan skrotum serta nyeri tekan abdomen. Pemeriksaan USG abdomen didapatkan gambaran massa retroperitoneal serta limfadenopati multiple paraaorta.
Seorang Wanita 40 Tahun dengan Dermatitis Venenata
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis venenata merupakan salah satu bagian dari dermatitis kontak iritan tipe akut lambat yang biasanya disebabkan oleh gigitan, liur, atau bulu serangga yang terbang pada malam hari, dimana gambaran klinis dan gejalanya baru muncul 8 sampai 24 jam atau lebih setelah kontak. Seorang perempuan usia 40 tahun mengeluh terdapat ruam merah terasa sangat gatal pada daerah dada sejak 1 minggu yang lalu. Pasien menggaruk secara terus -menerus, lalu timbul bentol kecil berisi cairan serta rasa perih seperti terbakar dan panas. Keluhan ini muncul secara tiba-tiba dan disadari pasien saat bangun tidur Diagnosis dermatitis venenata pada pasien ini ditegakkan berdasarkan gambaran klinis macula, eritem bulat berbatas tegas disertai rasa gatal. Pasien ini diberikan terapi Alloris tablet 1x1 diminum bila pasien terasa gatal, lameson 4 mg 2x1, salticin krim 5 gram dan mometasone krim 5 gram 2x1.
Seorang Laki-Laki Usia 20 Tahun dengan Kondiloma Akuminata disertai Infeksi HIV: Laporan Kasus Eko Avianto; Rully Setia Agus Dimawan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondiloma akuminata atau lebih dikenal dengan penyakit kutil kelamin atau jengger ayam merupakan penyakit infeksi area genital yang disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV). Infeksi HPV umumnya menyerang pria maupun wanita yang aktif secara seksual, dengan salah satu faktor predisposisi yang berperan penting adalah kondisi imunokompromais, seperti misalnya infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Distribusi penderita kondiloma akuminata berdasarkan jenis kelamin ditemukan bahwa jenis kelamin perempuan lebih banyak menderita kondiloma akuminata yaitu 17 pasien (77,3%) dibandingkan dengan laki-laki yang jumlahnya 5 pasien (27,7%). Secara klinis, lesi kondiloma akuminata pada individu dengan HIV cenderung memiliki ukuran yang lebih besar, respon pengobatan yang kurang baik dengan tingkat rekurensi yang tinggi, serta memiliki kecenderungan lebih besar untuk menjadi keganasan. Umumnya diagnosis dapat ditegakkan secara klinis karena bentuknya yang khas. Pada laporan kasus ini didapatkan seorang laki-laki, usia 20 tahun disertai infeksi HIV datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Harjono Ponorogo dengan keluhan utama kutil di lubang anus sejak 6 bulan yang lalu. Deskripsi lesi berupa plak/tumor multiple dengan permukaan verukosa, batas tegas, tepi regular dengan ukuran bervariasi di regio anal. Pasien pada kasus ini mendapatkan terapi asam trikloroasetat (TCA 80 %) diaplikasikan pada area sekitar anus.
Seorang Laki-Laki Usia 67 Tahun dengan Endoftalmitis Okuli Sinistra Eurolia Naba Mutiarasari; Patti Arsendra; Reza Khairunnisa; Idoviari Putriyantiwi; Izzah Tsaqoofah Jati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endoftalmitis adalah sebuah diagnosis klinis yang dibuat ketika terdapat inflamasi intraokular yang melibatkan baik ruang posterior dan anterior mata yang berhubungan dengan infeksi bakteri dan jamur. Endoftalmitis terbagi atas endogen dan eksogen, pada endoftalmitis endogen dapat terjadi akibat penyebaran bakteri maupun jamur yang berasal dari fokus infeksi di dalam tubuh terjadi sekitar 2-8%, sedangkan endoftalmitis eksogen sering terjadi oleh karena trauma pada bola mata (20%) atau pasca operasi intraokular (62%). Insiden endoftalmitis bakteri dilaporkan mencapai 0,06% pada level terendah dan tertinggi sebanyak 0,5%. Diagnosis endoftalmitis berdasarkan kondisi klinis ini biasanya ditandai dengan edema palpebra, kongesti konjungtiva, dan hipopion. Visus menurun bahkan dapat menjadi hilang. Prognosis menjadi buruk pada pasien-pasien endoftalmitis. Metode yang digunakan dalam laporan ini adalah observasi pasien berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Kami melaporkan seorang seorang Laki-laki berusi 67 tahun datang ke poliklinik mata RSUD dr. Sayidiman Magetan keluhan mata kiri sulit melihat setelah terkena daun tebu sejak 1 minggu yang lalu. Pasien mengatakan awal terkena mata terasa nyeri, merah dan terus menerus mengeluarkan air mata. Selang beberapa hari mata sulit membuka, belekan terus menerus, keluhan nyeri juga masih dirasakan pasien, serta keluhan sulit melihat. Pasien belum pernah melakukan pengobatan terkait keluhan mata yang dirasakan. Kasus ini menekankan pada pentingnya diagnosis dan pengobatan optimal pada kasus endoftalmitis.
Seorang Wanita 33 Tahun dengan Gangguan Skizoafektif Tipe Manik Isnaeni Nur Fauziah; Meiningsih Kusumawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan skizoafektif adalah gangguan mental kronis yang ditandai dengan gejala psikotik dan mood. Gangguan ini ditandai dengan adanya gejala episode gangguan mood mayor yang terjadi bersamaan dengan gejala skizofrenia seperti halusinasi, waham, dan kekacauan bicara. Prevalensi skizoafektif diseluruh dunia sekitar 0,3% dengan usia awitan pada laki-laki lebih dulu dibandingkan pada perempuan. Seorang wanita berusia 33 tahun dibawa ke IGD RSJD dr. Arif Zainudin dengan keluhan gelisah dan selalu curiga pada tetangganya, pasien mengatakan selalu mendengar tetangganya sedang membicarakan dirinya dan selalu mengintai aktivitasnya dari balik tembok rumahnya. Keluhan tersebut di alami pasien sejak bulan desember. Pada bulan desember pasien sudah sempat diperiksakan ke psikiater oleh suaminya, namun obat tersebut tidak diminum oleh pasien. Hasil pemeriksaan status mental didapatkan perilaku dan aktivitas psikomotor hiperaktif, pembicaraan intonasi tinggi, volume cukup, artikulasi jelas. Sikap terhadap pemeriksa kurang kooperatif. Mood irritable, afek elasi, keserasian tidak serasi, empati tidak dapat dirabarasakan. Didapatkan juga halusinasi auditorik, bentuk pikir non realistik, isi pikirnya waham persekutorik, dan waham kebesaran, arus pikir loghorea, kemampuan visuospatial baik, konsentrasi mudah teralihkan, penilaian realita terganggu, tilikan derajat 1. Terapi yang didapatkan oleh pasien adalah risperidone 2x2mg dan lithium carbonate 2x200mg.
Seorang Perempuan 38 Tahun dengan Ureterolitiasis dan Pielonefritis Dextra Lorenza Eka Damayanti; YM Agung Prihatiyanto; Maulina Yulianti; Aisyawa Sabrina Aaliyah Sanyoto; Narendra Putra Adi Pamungkas; Hengki Setyawan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Ureterolitiasis merupakan penyakit ginjal yang ditandai dengan adanya batu dalam saluran kemih yang mengandung komponen kristal dan matriks organik. Ureterolitiasis akan menyebabkan menifestasi klinis seperti demam, nyeri pinggang, gangguan berkemih dan lain sebagainya. Sedangkan pielonefritis merupakan jenis infeksi saluran kemih yang dimulai dari uretra atau kandung kemih dan menyebar ke salah satu atau kedua ginjal. Kasus: Laporan kasus ini akan membahas tentang seorang perempuan usia 38 tahun dengan diagnosis ureterolitiasis dan pielonefritis dextra. Pasien datang ke IGD RSUD Karanganyar pada tanggal 30 Juni 2023 dengan keluhan nyeri perut. Nyeri perut dirasakan pada bagian sebelah kanan dan menjalar ke punggung. Keluhan tersebut dirasakan pasien sejak 3 minggu yang lalu dan semakin memberat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri ketok costovertebra positif pada bagian kanan (+/-). Kesimpulan: Pasien direncanakan untuk pemeriksaan USG upper dan lower abdomen dan didapatkan hasil berupa gambaran ureterolitiasis yang menyebabkan terjadinya pielonefritis dextra. Pasien dirawat inap di RSUD Karanganyar untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.