cover
Contact Name
Luhur Moekti Prayogo
Contact Email
supportgrmediagroup@gmail.com
Phone
+6285232835685
Journal Mail Official
supportgrmediagroup@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Mutiara Pandanaran Blok E12A, Kel. Mangunharjo, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50272
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 31236782     DOI : https://doi.org/10.67710/communityservice
Core Subject :
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat is a scholarly journal published by GRM Academic Press, an academic publisher managed by PT Global Research Media Group. The journal focuses on publishing the results of research-based, collaborative, and empowerment-oriented community service activities. The journal serves as an academic platform for lecturers, researchers, practitioners, and community stakeholders to disseminate innovations, solutions, methods, and implementation models that generate meaningful and practical impacts on society. Through a multidisciplinary approach, the journal integrates science, technology, arts, social sciences, humanities, and field-based practices to support the improvement of community welfare, capacity, and self-reliance. Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat is published three times a year and is committed to maintaining publication quality through a professional editorial process and peer-review mechanism.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Peningkatan Pemahaman Masyarakat tentang Perubahan Garis Pantai melalui Pemanfaatan GIS dalam Webinar Edukasi Daring Luhur Moekti Prayogo; Perdana Ixbal Spanton M; Jumiati; Intan Septarina
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Community Service
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/communityservice.v2i1.24

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (GIS) dalam analisis perubahan garis pantai. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada tanggal 3 Januari 2026 dan diselenggarakan oleh PT Global Research Media Group, dengan jumlah peserta sebanyak 12 orang dari kalangan umum. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, demonstrasi penggunaan GIS sederhana, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar garis pantai, faktor-faktor yang mempengaruhi perubahannya, serta penerapan GIS dalam analisis spasial menggunakan data citra satelit. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 65% pada pre-test menjadi 95% pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa metode webinar efektif dalam meningkatkan literasi spasial serta pemahaman teknologi GIS di masyarakat. Selain itu, kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan secara digital tanpa mengurangi kualitas maupun dampaknya. Dengan demikian, webinar berbasis GIS dapat menjadi alternatif metode pengabdian yang efisien, fleksibel, dan memiliki jangkauan yang luas.
Sosialisasi Kesadaran Hukum Sejak Dini pada Karang Taruna di Desa Mentoro Pacitan Abi Rafdi Zaenal Arifin
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Community Service
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/communityservice.v2i1.25

Abstract

Kesadaran hukum merupakan aspek penting dalam membentuk masyarakat yang tertib dan taat aturan, namun masih rendah di tingkat desa sehingga diperlukan upaya edukasi yang efektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum sejak dini melalui sosialisasi pada Karang Taruna di Desa Mentoro Pacitan dengan pendekatan Community Development dan Social Planning. Metode yang digunakan meliputi diskusi interaktif dan teknik pemberian contoh konkret untuk mempermudah pemahaman peserta. Tahapan kegiatan meliputi inisiasi sosial, pengorganisasian, asesmen, perencanaan, pelaksanaan intervensi, serta implementasi inovasi berupa kotak aduan masyarakat di setiap dusun. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dasar hukum, kesadaran akan hak dan kewajiban, serta partisipasi aktif peserta dalam diskusi. Penggunaan metode interaktif dan contoh konkret terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman kontekstual peserta, sementara inovasi kotak aduan mendorong keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan permasalahan hukum. Dengan demikian, kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran hukum masyarakat secara partisipatif dan berkelanjutan serta berpotensi menciptakan lingkungan sosial yang lebih tertib dan bertanggung
Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Kreativitas dan Branding Guna Meningkatkan Pemasaran UMKM Kebonsari Surabaya Novita Resa Fatmalia
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Community Service
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/communityservice.v2i1.27

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2026 di Daerah Kebonsari, Surabaya, dengan tujuan menyosialisasikan pemberdayaan masyarakat melalui penerapan strategi branding untuk meningkatkan promosi dan pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) rumahan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman dan penerapan strategi branding di kalangan pelaku UMKM, yang berdampak pada rendahnya daya saing produk lokal di pasar. Metode pelaksanaan meliputi workshop, penyampaian materi, serta sesi konsultasi interaktif dengan pelaku UMKM. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan pemahaman mengenai pentingnya identitas produk dan citra merek yang kuat dalam menarik minat konsumen. Pendekatan partisipatif digunakan agar masyarakat terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman pelaku UMKM terhadap strategi branding dan teknik pemasaran. Produk rumahan menjadi lebih kompetitif karena memiliki identitas yang lebih jelas dan mendapatkan respon positif dari konsumen. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peningkatan kreativitas pelaku UMKM dalam mengembangkan produk serta membuka peluang pasar baru. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Daerah Kebonsari melalui peningkatan penjualan UMKM. Keberhasilan penerapan strategi branding diharapkan dapat menciptakan keberlanjutan usaha serta menjadi acuan bagi kegiatan serupa dalam memperkuat daya saing UMKM di daerah lain.
Peningkatan Kapasitas Guru dalam Pemetaan Profil Hambatan Belajar Siswa melalui Pelatihan Asesmen Informal di Sekolah Inklusi Zulfitrah; Syamsuddin; St. Kasmawati; Awayundu said; Faizal
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Community Service
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/communityservice.v2i1.29

Abstract

Penyelenggaraan pendidikan inklusif menuntut guru untuk memiliki kompetensi diagnostik yang memadai guna mengenali ragam hambatan belajar pada peserta didiknya. Akan tetapi, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa para guru di sekolah inklusi Kota Makassar masih menghadapi kendala dalam menjalankan deteksi dini literasi secara mandiri, sehingga proses penanganan kerap terlambat atau tidak tepat sasaran. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada 2 April 2026 di Gedung Balai Bahasa Makassar. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dalam menyusun pemetaan profil hambatan belajar melalui pelatihan asesmen informal yang mencakup lima domain literasi, yakni fonologis, visual-dekoding, kelancaran, pemahaman, dan afektif. Pendekatan pelaksanaan menggunakan model pelatihan terstruktur yang diperkuat dengan sesi pendampingan teknis atau coaching langsung di kelas. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan yang signifikan pada pemahaman konseptual maupun keterampilan praktis guru dalam mengoperasikan instrumen asesmen. Para guru kini telah mampu menyusun Profil Literasi Individual secara mandiri sebagai dasar penetapan program intervensi di kelas inklusi. Capaian ini menegaskan bahwa pemberdayaan guru melalui layanan pelatihan berbasis data merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan nyata siswa.
Penguatan Kesadaran Hukum Lingkungan Masyarakat dan Aparat Desa dalam Upaya Pencegahan Perambahan Hutan Lindung Bukit Betabuh Muhammad Zulhidayat; Erdiansyah; Elmayanti; Riyanda Elsera Yozani; Ilham Azhari
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Community Service
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/communityservice.v2i1.57

Abstract

Hutan Lindung Bukit Betabuh di Kabupaten Kuantan Singingi terus mengalami degradasi akibat aktivitas perambahan dan alih fungsi lahan ilegal yang dipicu oleh rendahnya kesadaran hukum masyarakat serta terbatasnya kapasitas pengawasan aparat desa. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi hukum partisipatif, dialog interaktif, studi kasus regulasi kehutanan, dan pendampingan perumusan komitmen tingkat lokal dengan melibatkan aparat desa dan tokoh masyarakat sebagai mitra utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman hukum mitra mengenai batas kawasan hutan, regulasi perlindungan lingkungan, sanksi pidana perambahan, serta skema pengelolaan hutan yang legal. Kegiatan ini berhasil menyatukan persepsi antara aparat desa dan warga untuk membentuk mekanisme pengawasan berbasis komunitas guna mencegah pembukaan lahan secara ilegal sejak dini. Kesimpulannya, penguatan kesadaran hukum melalui pendekatan sosialisasi terpadu efektif meningkatkan kapasitas aparat desa dan partisipasi masyarakat dalam memitigasi perambahan, sekaligus menjadi langkah awal yang krusial untuk menjaga kelestarian ekosistem Hutan Lindung Bukit Betabuh secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Kelompok Gendis Ayu Jahe melalui Inovasi Produksi Diversifikasi Produk dan Penguatan Nilai Tambah Olahan Jahe di Desa Kartaraharja Kabupaten Tulang Bawang Barat Agustuti Handayani; Irsandi; Niki Agus Santoso; Trenggono Pujo Sakti; M. Ardiansyah
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Community Service
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/communityservice.v2i1.58

Abstract

Usaha olahan jahe skala rumah tangga memerlukan pendampingan terpadu yang menghubungkan ketersediaan bahan baku dengan standardisasi proses produksi diversifikasi produk pengemasan dan penguatan organisasi usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan nilai tambah Kelompok Gendis Ayu Jahe di Desa Kartaraharja Kabupaten Tulang Bawang Barat. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan belajar melalui praktik yang mencakup identifikasi kebutuhan pembangunan demplot budidaya pelatihan teknis demonstrasi pengolahan praktik pengemasan pendampingan serta evaluasi reflektif. Data diperoleh melalui observasi lapangan catatan kegiatan dokumentasi produk dan pengamatan kinerja peserta selama praktik. Kegiatan menghasilkan demplot jahe dengan bedengan dan mulsa plastik rancangan prosedur operasional sederhana untuk serbuk jahe instan praktik formulasi dan pengolahan serta penerapan kemasan pangan melalui penimbangan penyegelan dan pelabelan. Evaluasi observasional menunjukkan bahwa peserta mampu mengulang tahapan utama produksi mengenali titik kritis kebersihan dan pengendalian kadar air serta membagi tugas kelompok secara lebih jelas. Integrasi kegiatan hulu dan hilir dinilai rasional karena menjawab keberlanjutan bahan baku konsistensi mutu dan kesiapan pasar secara bersamaan. Tahap lanjutan perlu diarahkan pada pencatatan mutu legalitas produk pengujian umur simpan dan validasi pasar. Program ini menunjukkan bahwa transfer teknologi secara partisipatif dapat membangun kompetensi praktis dan menjadi dasar realistis bagi peningkatan nilai ekonomi jahe lokal.
Pemberdayaan Berbasis Ekonomi Sirkular untuk Meningkatkan Kapasitas Pengelolaan dan Diversifikasi Sekam Padi pada Industri Penggilingan Padi Skala Kecil Dana Marsetiya Utama; Rahmad Wisnu Wardana; Tyas Yuli Rosiani
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Community Service
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/communityservice.v2i2.60

Abstract

Sekam padi memiliki potensi sebagai sumber daya bernilai tambah, tetapi pemanfaatannya pada industri penggilingan padi skala kecil masih terbatas oleh kapasitas teknis dan manajerial pelaku usaha. Studi ini bertujuan mengevaluasi perubahan kapasitas pengelolaan sekam melalui pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular serta mendukung diversifikasi pemanfaatannya menjadi produk bernilai tambah. Program dilaksanakan secara partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi terhadap lima pekerja tetap pada satu industri penggilingan padi skala kecil. Evaluasi pra-kegiatan dan pasca-kegiatan menggunakan 23 indikator yang mencakup pengetahuan ekonomi sirkular, keterampilan teknis, pengelolaan limbah, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta kapasitas manajerial. Hasil menunjukkan skor keseluruhan meningkat dari 1,922 menjadi 4,104 atau sebesar 113,57%. Peningkatan tertinggi terjadi pada keterampilan teknis sebesar 142,00%, diikuti pengetahuan ekonomi sirkular sebesar 115,38%, kapasitas manajerial sebesar 108,51%, pengelolaan limbah sebesar 100,00%, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebesar 97,78%. Seluruh peserta menunjukkan perubahan positif tanpa negative ranks maupun ties. Nilai exact dua-arah Wilcoxon sebesar 0,063 menunjukkan bahwa perubahan belum mencapai signifikansi statistik pada taraf 5%, meskipun ukuran efek berada antara 0,909 dan 0,921. Program juga mendukung pemanfaatan sekam melalui pengembangan pelet biomassa serta alternatif diversifikasi berupa briket dan media tanam organik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular berpotensi memperkuat kapasitas pengelolaan sekam secara produktif, aman, dan terukur, meskipun generalisasi hasil masih terbatas oleh jumlah peserta dan lokasi studi.
Pemberdayaan Pelaku Usaha Penggilingan Padi melalui Pemanfaatan Limbah Sekam menjadi Pelet Biomassa Berbasis Ekonomi Sirkular Rahmad Wisnu Wardana; Dana Marsetiya Utama
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Community Service
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/communityservice.v2i2.61

Abstract

Pemanfaatan sekam pada sektor penggilingan padi masih terbatas sehingga mengurangi nilai ekonomi material dan menghambat penerapan ekonomi sirkular. Studi ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program pemberdayaan pelaku usaha penggilingan padi melalui pemanfaatan sekam menjadi pelet biomassa berbasis ekonomi sirkular. Studi menggunakan desain intervensi satu kelompok dengan pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan pada enam peserta yang terdiri atas satu pengelola dan lima pekerja industri penggilingan padi di Kabupaten Malang. Intervensi mencakup edukasi ekonomi sirkular, pelatihan produksi, keselamatan kerja, penerapan teknologi, manajemen produksi, dan pendampingan. Efektivitas program dievaluasi berdasarkan lima variabel, yaitu pengetahuan ekonomi sirkular, keterampilan produksi pelet, keselamatan kerja, manajemen produksi, dan kesiapan keberlanjutan, menggunakan skala Likert lima tingkat. Perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Berdasarkan evaluasi, skor komposit meningkat dari 2,18 menjadi 4,22 dengan p = 0,024 dan ukuran efek 0,92. Keterampilan produksi pelet meningkat sebesar 112,5%, sedangkan pengetahuan ekonomi sirkular meningkat sebesar 90,7%. Tingkat pemanfaatan sekam meningkat dari 30,0% menjadi 52,2%, dengan produksi pelet mencapai sekitar 85 kilogram per hari. Hasil menunjukkan bahwa program pemberdayaan mampu meningkatkan kapasitas peserta sekaligus memperkuat pemanfaatan sekam melalui integrasi kompetensi manusia, teknologi, standardisasi proses, dan manajemen produksi. Studi menghasilkan Kerangka Integrasi Pemberdayaan dan Produksi Sirkular yang menghubungkan kesadaran sumber daya, kompetensi teknis, standardisasi proses, valorizasi limbah, dan kesiapan keberlanjutan. Kerangka tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat menjadi mekanisme penghubung antara peningkatan kapasitas pelaku usaha dan penerapan ekonomi sirkular pada industri penggilingan padi.
Penguatan Pengelolaan Keuangan dan Perumusan Strategi Pemasaran pada Usaha Briket Berbasis Limbah Jeruk di Desa Tlogowaru, Kabupaten Malang Dana Marsetiya Utama; Berlinda Amalia Diami; Teguh Baroto; Arnelia Dwi Yasa
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Community Service
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/communityservice.v2i2.63

Abstract

Besarnya volume limbah kulit jeruk yang dihasilkan dari aktivitas perkebunan di Kabupaten Malang telah memicu permasalahan lingkungan yang semakin serius. Di sisi lain, permintaan terhadap sumber energi alternatif berupa briket terus mengalami peningkatan. Namun demikian, potensi limbah kulit jeruk hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga menimbulkan dampak ganda berupa pencemaran lingkungan dan hilangnya peluang ekonomi bagi masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk menjawab permasalahan tersebut melalui upaya pemberdayaan masyarakat lokal dengan memberikan pelatihan pengolahan limbah kulit jeruk menjadi produk briket bernilai guna. Pendekatan yang diterapkan adalah partisipatif, dengan melibatkan masyarakat secara langsung dan aktif pada seluruh tahapan kegiatan, mulai dari proses produksi hingga pengelolaan usaha. Tahapan pelaksanaan kegiatan mencakup koordinasi dengan mitra, asesmen awal tingkat pengetahuan masyarakat, kegiatan sosialisasi, pelatihan teknis dan manajerial, pendampingan intensif, serta evaluasi capaian dan keberlanjutan program. Pengukuran peningkatan pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui pre-test dan post-test, yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui signifikansi perubahan yang terjadi. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan yang nyata pada kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam mengolah limbah kulit jeruk menjadi briket berkualitas, disertai meningkatnya kesadaran lingkungan serta kemampuan masyarakat dalam mengidentifikasi potensi ekonomi dari limbah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan limbah dapat menjadi strategi yang efektif dalam menekan permasalahan lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Page 2 of 2 | Total Record : 19