cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
curricula@upi.edu
Editorial Address
Program Studi Pengembangan Kurikulum, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Curricula: Journal of Curriculum Development
ISSN : 29647339     EISSN : 28307917     DOI : https://doi.org/10.17509/curricula
Core Subject :
Curricula: Journal of Curriculum Development is an open access and peer-reviewed journal published by Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) MoU file. The journal includes particular interests in issues related to research results on curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Curricula: Journal of Curriculum Development aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education. This journal is published quarterly, in March, June, September, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
Implementation of accounting curriculum and learning program at vocational school in Bandung Melvin Christian Abimanyu; Keisha Azahra; Vyanara Aulyadisha; Gina Fadillah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.77036

Abstract

The accounting curriculum in vocational schools requires unique analysis because of problems adapting learning materials to industry needs and limitations in applying practice-based learning methods. This study aims to analyze the implementation of the Kurikulum Merdeka in accounting vocational programs relevant to the world of work in the era of globalization. The research uses a qualitative approach with interviews and observations as data collection methods. Data sources come from the Deputy Principal for Curriculum and Accounting Teachers. The results showed that implementing the Kurikulum Merdeka has provided positive results, primarily through project-based and problem-based learning approaches that encourage students to think critically, creatively, and innovatively. Despite facing various challenges, the overall implementation of this curriculum creates relevant and innovative learning. It supports the development of student competencies so that they can compete in the world of work. More detailed policy support is needed to ensure the sustainability and strengthening of the Kurikulum Merdeka implementation in competency-based education in the era of globalization.   Abstrak Kurikulum akuntansi di SMK memerlukan analisis khusus sebab adanya permasalahan dalam menyesuaikan materi pembelajaran dengan kebutuhan industri dan keterbatasan dalam penerapan metode pembelajaran berbasis praktik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka pada program kejuruan akuntansi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di era globalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Sumber data berasal dari Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan Guru Akuntansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka telah memberikan hasil positif, terutama melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan berbasis masalah yang mampu mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Meski menghadapi berbagai tantangan, penerapan kurikulum ini secara keseluruhan menciptakan pembelajaran yang relevan dan inovatif, serta mendukung pengembangan kompetensi peserta didik supaya dapat bersaing di dunia kerja. Dukungan kebijakan yang lebih terperinci diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan penguatan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pendidikan berbasis kompetensi di era globalisasi. Kata Kunci: akuntansi; kurikulum; program pembelajaran; SMK
Implementation of the Kurikulum Merdeka on productive subjects in the Accounting Department Maula Diah Liani; Delisa Hafidah; Agni Nazwa N; Ahnaf Daris Fadhilah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.77025

Abstract

The curriculum applied in the world of education has always undergone many changes, both in terms of objectives and curriculum implementation. Kurikulum Merdeka is a curriculum that has a major influence on the application of learning in Vocational High Schools, which are engaged in theoretical and practical learning. This study aims to analyze the results of implementing the Kurikulum Merdeka on productive accounting subjects in line with applying practices in the industrial world. This research method uses a descriptive qualitative method by collecting information through interviews and observation activities with three resource persons related to the field of curriculum implementation. The results showed that implementing the Kurikulum Merdeka for accounting productive subjects at SMKN 11 Bandung created significant changes from eliminating KKM to merging productive subject assessments. Kurikulum Merdeka fosters students in mastering academic competencies and soft skills through Praktik Kerja Lapangan (PKL) and Uji Kompetensi Keahlian (UKK). The integration of the use of Microsoft Excel, MYOB, and Accurate tools and the creation of entrepreneurial projects also play a role in developing student skills in line with the needs of the world of work.   Abstrak Kurikulum yang diterapkan dalam dunia pendidikan senantiasa mengalami banyak perubahan baik dari sisi tujuan hingga implementasi kurikulum. Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum yang memberikan pengaruh besar terhadap penerapan pembelajaran pada Sekolah Menengah Kejuruan yang bergerak dalam bidang pembelajaran teori dan praktik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil implementasi Kurikulum Merdeka terhadap mata pelajaran produktif akuntansi yang sejalan dengan penerapan praktik dalam dunia industri. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan informasi melalui kegiatan wawancara serta observasi kepada 3 narasumber yang berkaitan dengan bidang penerapan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengimplementasian Kurikulum Merdeka terhadap mata pelajaran produktif akuntansi di SMKN 11 Bandung menciptakan perubahan yang signifikan dari mulai penghapusan KKM hingga penggabungan penilaian mata pelajaran produktif. Kurikulum Merdeka membina peserta didik dalam penguasaan kompetensi akademis dan softskill melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Integrasi penggunaan perangkat Microsoft Excel, MYOB, dan Accurate serta penciptaan proyek kewirausahaan pun berperan dalam pengembangan keterampilan peserta didik yang sejalan dengan kebutuhan dunia kerja. Kata Kunci: Akuntansi; Implementasi; Kurikulum Merdeka; Mata Pelajaran Produktif
Analysis of developing the Kurikulum Merdeka in the Financial Accounting Department Muhammad Hafizd Fauzi; Elsya Rahmalia Hidayat; Maya Anisa Nurpadillah; Nelly Kristin Sibarani
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.77021

Abstract

The Kurikulum Merdeka, implemented in the Indonesian education system, has special characteristics that lead to more flexible learning and focus on developing students' potential. This research aims to analyze the obstacles faced in preparing and implementing the Kurikulum Merdeka and the solutions implemented, especially in the Institutional Financial Accounting Department at SMK Kencana Bandung. This research uses a qualitative approach with a case study method through observation and interviews as data collection techniques. The research results identified several main obstacles in implementing the Kurikulum Merdeka, including a lack of adequate training for teachers and limited supporting resources. Apart from that, preparing teaching tools for Profil Pelajar Pancasila is also a challenge. As a solution, this research notes the efforts made by SMK Kencana Bandung, such as regular training for teachers to increase understanding of the Kurikulum Merdeka and strengthening partnerships with industry to provide more relevant learning experiences for students.   Abstrak Kurikulum Merdeka yang diterapkan dalam sistem pendidikan di Indonesia, memiliki karakteristik khusus yang mengarah pada pembelajaran yang lebih fleksibel dan berfokus pada pengembangan potensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi dalam penyusunan dan penerapan Kurikulum Merdeka, serta solusi yang diterapkan, khususnya pada jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga di SMK Kencana Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa kendala utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka, antara lain kurangnya pelatihan yang memadai untuk guru dan keterbatasan sumber daya pendukung. Selain itu, proses penyusunan perangkat ajar yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila juga menjadi tantangan. Sebagai solusi, penelitian ini mencatat upaya yang dilakukan oleh SMK Kencana Bandung, seperti pelatihan rutin bagi guru untuk meningkatkan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka dan memperkuat kemitraan dengan industri untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih relevan bagi peserta didik. Kata Kunci: akuntansi keuangan; Kurikulum Merdeka; kurikulum pembelajaran sekolah
Implementation of Kurikulum Merdeka in accounting learning Raka Prasetya; Surani Erni Morowati; Riska Angraeni; Najwa Ananda Mariana
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.77072

Abstract

Kurikulum Merdeka is a new approach in Indonesian education designed to improve the quality of learning through developing students' characters, interests, and talents. This study aims to analyze the implementation of the Kurikulum Merdeka at SMKS Bina Warga Bandung, focusing on challenges, adaptation strategies, and the impact on teachers and students. The research was conducted to understand the effectiveness and constraints of this new curriculum, especially in the context of vocational education, which requires synchronization with the world of work. Qualitative methods were used with direct observation techniques and in-depth interviews to analyze teachers' experiences in implementing the curriculum, changes in teaching strategies, and student responses to new approaches. The results show that implementing the Kurikulum Merdeka provides flexibility in learning despite facing challenges such as understanding new concepts and preparing assessment indicators. This study recommends intensive teacher training, administrative alignment, and collaboration with industry to support the successful implementation of the Kurikulum Merdeka and produce graduates who are competent and ready to face future challenges.   Abstrak Kurikulum Merdeka sebagai pendekatan baru dalam pendidikan Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan karakter, minat, dan bakat peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di SMKS Bina Warga Bandung, dengan fokus pada tantangan, strategi adaptasi, dan dampaknya terhadap guru serta peserta didik. Penelitian dilakukan untuk memahami efektivitas dan kendala kurikulum baru ini, khususnya dalam konteks pendidikan vokasi yang membutuhkan sinkronisasi dengan dunia kerja. Metode kualitatif digunakan dengan teknik observasi langsung dan wawancara mendalam untuk menganalisis pengalaman guru dalam menerapkan kurikulum, perubahan strategi pengajaran, serta respons peserta didik terhadap pendekatan baru. Hasil penelitian menunjukkan penerapan Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran meskipun menghadapi tantangan seperti pemahaman konsep baru dan penyusunan indikator penilaian. Studi ini merekomendasikan pelatihan intensif guru, penyelarasan administrasi, dan kolaborasi dengan dunia industri untuk mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan. Kata Kunci: akuntansi; Kurikulum Merdeka; pendidikan vokasi
Library service management as an effort to cultivate students' reading interest in improving activities and learning outcomes Hamdani Fajar Apriwulan; Akhmad Hanama; Siti Atwano Pisriwati; Deny Hadi Siswanto
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.76911

Abstract

The good condition of the school library supports students' interest in reading by providing supportive services for improving students' activities and learning outcomes. This study aims to analyze the planning of library services to increase reading interest and evaluate and assess the evaluation of library services in increasing students' reading interest in SMA Muhammadiyah Mlati as part of improving activities and learning outcomes. This study uses a qualitative descriptive approach with a case study method and data analysis techniques, including data collection, condensation, data presentation, and decision-making. The study results revealed that library service planning to increase students' interest in reading includes service-based programs and habituation supported by the procurement of collections, infrastructure, and budgets. In addition, there are also circulation services with an open service system and habit-based programs implemented through the "Sejali" program for a quarter of an hour of literacy. The evaluation of library services is carried out through monitoring and follow-up to improve the quality of library services and students' interest in reading to improve students' activities and learning outcomes.   Abstrak Kondisi perpustakaan sekolah yang baik menunjang minat baca siswa dengan menyediakan layanan yang mendukung untuk peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perencanaan layanan perpustakaan yang bertujuan meningkatkan minat baca, mengevaluasi dan menilai evaluasi layanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa di SMA Muhammadiyah Mlati sebagai bagian dari peningkatan aktivitas dan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, serta teknik analisis data, meliputi proses pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perencanaan layanan perpustakaan yang bertujuan meningkatkan minat baca peserta didik mencakup program berbasis layanan dan pembiasaan yang didukung oleh pengadaan koleksi, sarana prasarana, dan anggaran. Selain itu, terdapat juga layanan sirkulasi dengan sistem layanan terbuka dan program berbasis pembiasaan yang dilaksanakan melalui program “Sejali” seperempat jam literasi. Evaluasi layanan perpustakaan dilakukan melalui monitoring dan tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan minat baca peserta didik untuk peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Kata Kunci: hasil belajar; layanan perpustakaan; manajemen perpustakaan; minat baca siswa
Improving student competence through innovation of Islamic boarding school-based learning strategic Alvida Dzattadini; Devina Amelia; Livia Anggina; M. Raihan Eka Putra
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.77132

Abstract

The implementation of the Kurikulum Merdeka with Daarut Tauhiid Boarding School Curriculum at SMK Daarut Tauhiid Boarding School has been going on for three years. This study aims to evaluate the effectiveness of implementing a curriculum that combines academic, vocational, and character aspects based on boarding school values to create graduates who are technically superior, highly moral, and competitive at the national and international levels. Using a qualitative approach, data was collected through observations, interviews, and document studies. The findings show that the Kurikulum Merdeka focuses on a competency-based learning approach that encourages student creativity and independence, while the Daarut Tauhiid Curriculum emphasizes the formation of good and strong character according to pesantren values. The use of technology such as the Learning Management System (LMS) facilitates efficient and interactive learning implementation. This curriculum integration allows students to excel technically and have a strong character. The combination of vocational education, pesantren values, and digital technology can produce nationally and internationally competitive graduates, as well as highly moral graduates.   Abstrak Implementasi Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Daarut Tauhiid khas pesantren di SMK Daarut Tauhiid Boarding School telah berlangsung selama tiga tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi efektivitas penerapan kurikulum yang mengkombinasikan aspek akademik, vokasi, dan karakter berbasis nilai-nilai pesantren, guna menciptakan lulusan yang unggul secara teknis, bermoral tinggi, dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Temuan menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka berfokus pada pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi yang mendorong kreativitas dan kemandirian peserta didik, sementara Kurikulum Daarut Tauhiid menekankan pembentukan karakter baik dan kuat sesuai nilai-nilai pesantren. Penggunaan teknologi seperti Learning Management System (LMS) mempermudah pelaksanaan pembelajaran yang efisien dan interaktif. Integrasi kurikulum ini memungkinkan peserta didik unggul secara teknis dan memiliki karakter yang kuat. Kombinasi antara pendidikan vokasi, nilai-nilai pesantren, dan teknologi digital mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif secara nasional dan internasional, serta bermoral tinggi. Kata Kunci: kompetensi peserta didik; kurikulum pesantren; pengembangan kurikulum; strategi pembelajaran
Chemistry laboratory management: Reviewing planning, organization, and evaluation for effectiveness Deny Hadi Siswanto; Helena Anggraeni Putri; Kintoko Kintoko; Suwajirah Suwajirah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.80139

Abstract

Chemistry laboratory management at SMA Dr. Wahidin is important in supporting learning. This research aims to describe chemistry laboratory management using a qualitative descriptive approach. Research subjects included school principals, deputy heads of curriculum, laboratory assistants, technicians, and chemistry teachers. Data was collected through observation, interviews, and documentation. The research results show that laboratory work program planning is prepared systematically by the head of the laboratory, including vision, mission, and long and short-term plans. The organizational structure involves various parties, including school principals, laboratory assistants, technicians, and chemistry teachers. The school principal plays a role in organizing and supporting laboratory management to be more optimal. The implementation of the work program went according to plan. However, coordination between parties still requires improvement. Apart from that, supervision and evaluation carried out by school principals need to be further improved so that the effectiveness of laboratory management is more optimal.   Abstrak Manajemen laboratorium kimia di SMA Dr. Wahidin berperan penting dalam mendukung pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen laboratorium kimia dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, laboran, teknisi, dan guru kimia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program kerja laboratorium disusun secara sistematis oleh kepala laboratorium, mencakup visi, misi, serta rencana jangka panjang dan pendek. Struktur organisasi melibatkan berbagai pihak, termasuk kepala sekolah, laboran, teknisi, dan guru kimia. Kepala sekolah berperan dalam pengorganisasian guna mendukung pengelolaan laboratorium agar lebih optimal. Pelaksanaan program kerja telah berjalan sesuai rencana, namun koordinasi antar pihak masih memerlukan peningkatan. Selain itu, pengawasan dan evaluasi yang dilakukan oleh kepala sekolah perlu lebih ditingkatkan agar efektivitas pengelolaan laboratorium semakin optimal. Kata Kunci: laboratorium Kimia; manajemen; sekolah menengah atas
Recruitment policy for educators and its implications on learning quality Riva Zahra Rizkyani; Radita Dian Eka; Gina Fadillah; Ardhan Mardiant
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.77394

Abstract

This article discusses the educator recruitment policy at the West Java Provincial Education Office and its implications for the quality of learning at SMA 19 Bandung. The policy of transferring recruitment authority from schools to the Education Office aims to equalize the distribution of educators, however, it poses challenges in aligning the specific needs of schools with the assigned teaching staff. This study aims to identify the impact of the recruitment policy on the learning process, explore the challenges faced by schools in implementing the policy, and formulate strategic solutions to improve the effectiveness of the recruitment system. This research uses a qualitative approach with a case study design through interviews, observations, and documentation studies. The results showed that the policy had an impact on the mismatch of educators with the needs of schools and the limited flexibility of schools in determining suitable educators. Continuous collaboration between schools and the education office needs to address these challenges through effective communication, educator evaluation and needs-based training. This research recommends a more flexible approach to educator recruitment and competency development policies to support improving education quality.    Abstrak Artikel ini membahas kebijakan perekrutan tenaga pendidik di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan implikasinya terhadap kualitas pembelajaran di SMA 19 Bandung. Kebijakan yang mengalihkan kewenangan perekrutan dari sekolah ke Dinas Pendidikan bertujuan untuk meratakan distribusi tenaga pendidik, namun menimbulkan tantangan dalam menyelaraskan kebutuhan spesifik sekolah dengan tenaga pendidik yang ditugaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak kebijakan perekrutan terhadap proses pembelajaran, mengeksplorasi tantangan yang dihadapi sekolah dalam implementasi kebijakan, dan merumuskan solusi strategis untuk meningkatkan efektivitas sistem perekrutan. Penelitian Ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan tersebut berdampak pada ketidaksesuaian tenaga pendidik dengan kebutuhan sekolah dan terbatasnya fleksibilitas sekolah dalam menentukan tenaga pendidik yang sesuai. Tantangan ini perlu diatasi dengan kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan Dinas Pendidikan melalui komunikasi yang efektif, evaluasi tenaga pendidik, serta pelatihan berbasis kebutuhan. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan yang lebih fleksibel dalam kebijakan perekrutan dan pengembangan kompetensi tenaga pendidik untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Kata Kunci: kebijakan perekrutan; kualitas tenaga pendidik; manajemen pendidikan
Analyzing the implementation of K13 and Kurikulum Merdeka: Students’ perceptions Shofwatut Tarbiyah; Fitria Zulaika Mahfudza; Nizma Amelia Putri; Diah Kusuma Ningrum; Yumnaa Taqiyatul Nabillah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.78564

Abstract

The development of the times must always be followed, demanding the formation of the Kurikulum Merdeka, which is expected to prepare students better to keep up with global developments compared to the 2013 Curriculum (K13). This study aims to analyze the implementation of K13 and Kurikulum Merdeka according to student perceptions. A quantitative method with a descriptive approach was used in this study, which involved 41 respondents. The questionnaire includes ten statements related to implementing K13 and Kurikulum Merdeka. The results of the questionnaire are depicted in the form of pie charts. This research shows students' preferences. K13 is superior in final assessment regarding the amount of learning and easy-to-understand material. Meanwhile, Kurikulum Merdeka has higher ratings regarding flexible learning time, active learning, fun teaching methods, and complex material. Students preferred both creative learning and how this curriculum implements projects. The transition readiness from K13 to Kurikulum Merdeka is equal between those who agree and those who are neutral.   Abstrak Perkembangan zaman harus selalu diikuti menuntut pembentukan Kurikulum Merdeka yang diharapkan dapat lebih mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti perkembangan global dibandingkan Kurikulum 2013 (K13). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi K13 dan Kurikulum Merdeka menurut persepsi peserta didik. Metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini melibatkan 41 responden. Kuesioner mencakup sepuluh pernyataan yang berkaitan dengan implementasi K13 dan Kurikulum Merdeka. Hasil kuesioner digambarkan dalam bentuk diagram lingkaran. Penelitian ini menunjukkan preferensi peserta didik. K13 lebih unggul dalam bidang penilaian akhir, jumlah materi pembelajaran dan materi yang mudah dipahami. Sementara itu, Kurikulum Merdeka memiliki peringkat yang lebih tinggi dalam hal waktu belajar yang fleksibel, pembelajaran aktif, metode pengajaran yang menyenangkan, dan materi yang rumit. Untuk pembelajaran kreatif, peserta didik lebih menyukai keduanya, begitu juga dengan bagaimana kurikulum ini mengimplementasikan proyek. Hasil dari kesiapan transisi dari K13 ke Kurikulum Merdeka adalah sama antara yang setuju dan netral. Kata Kunci: implementasi kurikulum; K13; Kurikulum Merdeka
Analysis challenges and solutions in developing accounting resources for vocational schools Salwa Salsabila; Elva Hanov Rais Satianingsih; Khansa Aulia Syahidah; Angga Hadiapurwa
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.77053

Abstract

Good learning tools will optimally support the implementation of the curriculum to improve education quality and student learning outcomes. Vocational education has an important role in preparing students to enter the workforce, with accounting as one of the key competencies that requires relevant and up-to-date learning tools. However, there are significant challenges in the preparation of learning tools, including the lack of alignment between the curriculum and industry needs and limited resources that result in students feeling less connected to the teaching materials. This study aims to describe the problems and solutions in developing accounting learning tools in vocational schools and their impact on the effectiveness of the student learning process. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques used interviews and observations. The results showed several problems in preparing learning tools, including the lack of training for teachers, which makes it difficult for teachers to adjust, and the lack of supporting infrastructure. Solutions that can be done are developing technology-based learning tools, conducting regular training, discussions, and evaluations.   Abstrak Perangkat pembelajaran yang baik akan mendukung pelaksanaan kurikulum secara optimal untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan capaian pembelajaran peserta didik. Pendidikan kejuruan memiliki peran penting dalam mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja, dengan akuntansi sebagai salah satu kompetensi utama yang membutuhkan perangkat pembelajaran yang relevan dan mutakhir. Namun, terdapat tantangan besar dalam penyusunan perangkat pembelajaran, termasuk kurangnya keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan industri, serta keterbatasan sumber daya yang mengakibatkan peserta didik merasa kurang terhubung dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan permasalahan dan solusi dalam menyusun perangkat pembelajaran akuntansi di SMK serta dampaknya pada efektivitas proses belajar peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa permasalahan dalam menyusun perangkat pembelajaran diantaranya kurangnya pelatihan bagi guru sehingga guru sulit menyesuaikan dan kurangnya sarana prasarana yang mendukung. Solusi yang dapat dilakukan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis teknologi, melakukan pelatihan, diskusi, dan evaluasi secara berkala. Kata Kunci: pengembangan kurikulum; perangkat pembelajaran; proses belajar peserta didik