cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
curricula@upi.edu
Editorial Address
Program Studi Pengembangan Kurikulum, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Curricula: Journal of Curriculum Development
ISSN : 29647339     EISSN : 28307917     DOI : https://doi.org/10.17509/curricula
Core Subject :
Curricula: Journal of Curriculum Development is an open access and peer-reviewed journal published by Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) MoU file. The journal includes particular interests in issues related to research results on curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Curricula: Journal of Curriculum Development aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education. This journal is published quarterly, in March, June, September, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
Elective module in undergraduate medical curriculum: Implementation and its perception Padmanabh Inamdar; Dhanashree P. Inamdar; Anuradha B.; Malatesh Undi
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.80717

Abstract

The National Medical Commission (NMC) in India introduced the elective module proactively. There is a need to study the ease and difficulty of implementation along with student and faculty perceptions to initiate corrective action. Hence, the present study was undertaken to explore the perception of faculty and students towards elective modules and understand the ease and difficulty of implementing Elective modules. A cross-sectional study was conducted after the implementation of the elective module, and student and faculty responses were collected using a Google Doc questionnaire. Responses were collected in the form of a 5-point Likert scale. A total of 120 responses from medical students and 40 responses from faculty were included for data analysis. Most students felt that the elective module met their expectations, and the staff was supportive. Knowledge and experience gained were satisfactory, which led to overall professional development. Faculty were also satisfied and needed to include it in the medical curriculum. However, few believed it led to additional work burden. It also requires strengthening infrastructure facilities, faculty availability, interdepartmental coordination, and development programs. Implementing the elective module was a satisfactory learning experience for faculty and students. However, there is room for improvement and refinement.   Abstrak Modul pilihan diperkenalkan secara proaktif oleh National Medical Commission (NMC) di India. Perlu dikaji kemudahan dan kesulitan pelaksanaan serta persepsi mahasiswa dan dosen agar tindakan perbaikan dapat dimulai. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui persepsi dosen dan mahasiswa terhadap modul elektif serta memahami kemudahan dan kesulitan dalam mengimplementasikan modul elektif. Studi cross-sectional dilakukan setelah pelaksanaan modul elektif dan tanggapan mahasiswa dan fakultas dikumpulkan menggunakan kuesioner Google Doc. Tanggapan dikumpulkan dalam bentuk Likert 5 poin. Sebanyak 120 tanggapan dari mahasiswa kedokteran dan 40 tanggapan dari fakultas dimasukkan untuk analisis data. Sebagian besar siswa merasa bahwa modul pilihan memenuhi harapan mereka, staf mendukung. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh memuaskan dan mengarah pada pengembangan profesional secara keseluruhan. Fakultas juga merasa puas dan merasa perlu untuk memasukkannya ke dalam kurikulum kedokteran. Namun, hanya sedikit yang percaya bahwa hal ini menyebabkan beban kerja tambahan. Hal ini juga memerlukan penguatan sarana prasarana, ketersediaan fakultas, koordinasi antar departemen, dan program pengembangan fakultas. Penerapan modul pilihan merupakan pengalaman belajar yang memuaskan baik bagi dosen maupun mahasiswa. Namun, masih ada ruang untuk perbaikan dan penyempurnaan. Kata Kunci: fakultas; mahasiswa; modul pilihan; persepsi
School strategies in instilling student discipline to improving education quality Arga Bagus Pratama Dyah Aan Firman Syah; Nur Janah; Deny Hadi Siswanto
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.81149

Abstract

Discipline as a significant factor in improving the quality of education and shaping student character needs to be upheld in the implementation of education. Therefore, this study aims to determine the school's strategy in instilling student discipline values at SMA Muhammadiyah Mlati. This research employs a descriptive qualitative method, utilizing data collection techniques that include observation and interviews with the principal, vice principal for student affairs, and homeroom teachers. The results showed that the implemented strategies included the enforcement of school regulations, habituation of religious activities such as Zuhur prayer in congregation, and parental involvement in supporting student discipline. Supporting factors in the implementation of discipline include the active role of the principal, teachers, and educators. However, the main challenge faced is students' low awareness of time discipline and compliance with school rules. To overcome this obstacle, the school employs educational sanctions and moral coaching on an ongoing basis. It can be concluded that the strategies implemented focus on strengthening character and promoting discipline as part of the school culture, thereby improving the quality of education.   Abstrak Kedisiplinan sebagai faktor utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter siswa perlu ditegakkan pada pelaksanaan pendidikan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan siswa di SMA Muhammadiyah Mlati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan meliputi penerapan peraturan sekolah, pembiasaan kegiatan religius seperti salat Zuhur berjamaah, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung kedisiplinan siswa. Faktor pendukung dalam penerapan disiplin meliputi peran aktif kepala sekolah, guru, serta tenaga pendidik. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya kesadaran siswa terhadap disiplin waktu dan kepatuhan terhadap aturan sekolah. Dalam mengatasi hambatan ini, pihak sekolah menerapkan sanksi edukatif dan pembinaan moral secara berkelanjutan. Dapat disimpulkan bahwa strategi yang diterapkan berfokus pada penguatan karakter dan pembiasaan disiplin sebagai bagian dari budaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kata Kunci: kedisiplinan siswa; manajemen sekolah; strategi sekolah
Development of Dorama card learning to improve critical thinking skills Annisa Rohimah Hasri Hasibuan; Nirwana Anas
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.82145

Abstract

Students have difficulty understanding Science learning due to a lack of attractiveness in learning. Therefore, this study aims to develop science learning media with Domino Rantai Makanan (Dorama) cards. The research used the Research and Development (RnD) method with the ADDIE development model. Data collection techniques include observation, interviews, questionnaires, (pre-test and post-test), and validation sheets from media and material experts. Data analysis was conducted using the N-gain test to measure the increased critical thinking. The results of media and material expert validation showed a very high level of validity. At the same time, the teacher's response proved that the Dorama card media was well received. Furthermore, the increase in students' critical thinking skills was significant. This research confirms that Dorama card learning media can encourage learning attractiveness. In addition, it provides student learning experiences in the form of connecting theory with practice through visualization and logical analysis, providing meaningful learning experiences and encouraging students to think critically by identifying cause-and-effect, testing hypotheses, and concluding grade V students of UPTD SDN 018452, Asahan, North Sumatra.   Abstrak Peserta didik kesulitan memahami pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) disebabkan kurangnya daya tarik dalam belajar. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran IPA dengan kartu Domino Rantai Makanan (Dorama). Penelitian menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, (pre-test dan post-test), serta lembar validasi dari ahli media dan materi. Analisis data dilakukan menggunakan uji N-gain untuk mengukur peningkatan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validasi ahli media dan materi menunjukan hasil pada tingkat validitas yang sangat tinggi. Sedangkan Respons guru membuktikan bahwa media kartu Dorama diterima dengan baik. Selanjutnya peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik terlihat signifikan. Penelitian ini menegaskan bahwa media pembelajaran kartu Dorama dapat mendorong daya tarik belajar. Selain itu, memberikan pengalaman belajar peserta didik dalam bentuk menghubungkan teori dengan praktik melalui visualisasi dan analisis logis, memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dengan mengidentifikasi sebab-akibat, menguji hipotesis, dan menarik kesimpulan Pada peserta didik kelas V UPTD SDN 018452 Asahan, Sumatera Utara. Kata Kunci: berpikir kritis; kartu Dorama; pengembangan media ajar
Improving primary school numeracy literacy through play interventions and home-school partnerships Cucu Maryam; Rina Heryani
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.82024

Abstract

Numeracy literacy is an essential basic skill for primary school students, including counting, understanding patterns, reading data, and applying mathematical concepts in everyday life. However, low interest in learning mathematics and limited parental involvement are challenges in strengthening numeracy literacy at the primary level. This study explores the effectiveness of play-based interventions and home-school partnerships in improving numeracy literacy in primary schools. The main reason for this research is to find fun learning strategies while encouraging active parental involvement to strengthen children's understanding of mathematical concepts. A qualitative approach with a case study design was used in this study involving teachers, low-grade students, and parents in an elementary school that implemented play-based learning and home-school collaboration. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that game-based learning effectively improved students' motivation and understanding of mathematics concepts. In addition, parents' involvement in counting activities at home also strengthens students' learning outcomes. This research recommends the integration of fun and collaborative learning methods to improve the quality of basic education.   Abstrak Literasi numerasi merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi peserta didik sekolah dasar mencakup kemampuan berhitung, memahami pola, membaca data, hingga menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Namun, rendahnya minat belajar matematika dan keterbatasan keterlibatan orang tua menjadi tantangan dalam penguatan literasi numerasi di tingkat dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi berbasis bermain dan kemitraan rumah-sekolah dalam meningkatkan literasi numerasi di sekolah dasar. Alasan utama penelitian ini yakni mencari strategi pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mendorong keterlibatan aktif orang tua guna memperkuat pemahaman konsep matematika anak. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini melibatkan guru, peserta didik kelas rendah, dan orang tua di sekolah dasar yang menerapkan pembelajaran berbasis permainan serta kolaborasi rumah-sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis permainan efektif meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep matematika peserta didik. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam aktivitas berhitung di rumah turut memperkuat hasil belajar peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan integrasi metode pembelajaran yang menyenangkan dan kolaboratif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Kata Kunci: intervensi bermain; kemitraan rumah-sekolah; literasi numerasi; pembelajaran kolaboratif; pendidikan dasar
Principal supervision in enhancing middle school teachers' professionalism Tarso Tarso; Priadi Surya; Rif’an Efendi; Rohmanur Mala
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.81869

Abstract

Supervision has a strategic role in improving the quality of teaching and teacher professionalism in the school environment. This study describes the principal's supervision strategy in improving teacher professionalism at SMP Muhammadiyah 2 Samigaluh. The study used a qualitative method with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The study results indicate that academic supervision is designed through annual and semester programs, including learning administration, teaching and learning activities, and evaluation. The implementation of supervision is carried out individually and in groups with a collaborative approach involving the principal and the supervision team. Evaluation supervision is carried out every semester to identify strengths and weaknesses and design teacher competency improvement programs. Supervision also encourages professional development through training, workshops, and mentoring. Supporting factors for supervision include positive teacher attitudes, harmonious relationships, and periodic training. Obstacles include limited time, teacher mental readiness, and limited facilities and budget. Planned, evaluative, and adaptive supervision has created an effective and professional learning environment.   Abstrak Supervisi mempunyai peran yang strategis dalam meningkatkan mutu pengajaran dan profesionalisme guru dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMP Muhammadiyah 2 Samigaluh. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dirancang melalui program tahunan dan semesteran yang mencakup administrasi pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi. Pelaksanaan supervisi dilakukan secara individual dan kelompok dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan kepala sekolah dan tim supervisi. Evaluasi supervisi dilakukan setiap semester untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta merancang program peningkatan kompetensi guru. Supervisi juga mendorong pengembangan profesional melalui pelatihan, lokakarya, dan pendampingan. Faktor pendukung supervisi meliputi sikap positif guru, hubungan harmonis, dan pelatihan berkala. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, kesiapan mental guru, serta fasilitas dan anggaran yang terbatas. Supervisi yang terencana, evaluatif, dan adaptif terbukti berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan profesional. Kata Kunci: kepala sekolah; profesionalisme guru; sekolah menengah pertama; supervisi akademik
PowerPoint learning media to improve activeness and learning outcomes in the Economics subject Indah Damayanti; Sukirno Sukirno
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.83635

Abstract

The number of learning media applied to each subject can have a significant impact on student development. Therefore, this study aims to analyze the application of interactive PowerPoint-based learning media in economics subjects and its effect on student learning outcomes. This research employs a literature review, collecting data from the Directory of Open Access Journals (DOAJ) to identify high-quality sources. Data analysis employs content analysis to yield valid results, ensuring clarity in the research findings. The results showed that the application of interactive PowerPoint-based learning media has been widely adopted in schools and has been successful in increasing student activity and learning outcomes in economics subjects. PowerPoint learning media with an attractive appearance and the ability to present audiovisual content can increase student involvement in the learning process, leading to interactions that support student engagement and enhance learning outcomes in economics subjects. In addition, the application of interactive PowerPoint-based learning media can streamline the learning process, making it easier for students to accept economic subject matter.   Abstrak Banyaknya media pembelajaran yang diterapkan pada setiap mata pelajaran dapat berdampak pada perkembangan peserta didik. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media pembelajaran berbasis PowerPoint interaktif pada mata Pelajaran Ekonomi dan pengaruhnya terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan literature review dengan mengumpulkan data dari Directory of Open Access Journals (DOAJ) untuk mendapatkan sumber yang berkualitas. Analisis data menggunakan analisis isi untuk mendapatkan hasil yang valid sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan penerapan media pembelajaran berbasis PowerPoint interaktif telah banyak diterapkan pada sekolah-sekolah dan berhasil dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ekonomi. Media pembelajaran PowerPoint dengan tampilan yang menarik dan dapat menyajikan audiovisual mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga terjadi interaksi yang mendukung keaktifan peserta didik dan meningkatnya hasil belajar mata pelajaran Ekonomi. Selain itu, penerapan media pembelajaran berbasis PowerPoint interaktif mampu mengefektifkan proses pembelajaran sehingga peserta didik mudah menerima materi pelajaran Ekonomi. Kata Kunci: Ekonomi; media pembelajaran; PowerPoint interaktif
The role of Small Group Discussion (SGD) in enhancing midwifery students' learning outcomes Dewi Ratnasari; Ari Indra Susanti
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.82338

Abstract

Active learning methods such as Small Group Discussion (SGD) have been identified as an effective approach in midwifery education. This study aims to evaluate the role of SGD in enhancing midwifery students' learning outcomes, particularly in the development of cognitive aspects, critical thinking, communication, and collaboration skills. Therefore, this study uses a systematic approach to assess the existing literature on the application of SGD in midwifery education. Using the Systematic Literature Review (SLR) method and following the PRISMA guidelines, articles were selected from four main databases: Scopus, PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect, with publications from 2020 to 2025. The analysis results show that SGD has a positive impact on concept understanding, student engagement, and the strengthening of their soft skills, including communication and teamwork abilities. SGD also fosters an interactive and reflective learning environment, making the learning process more engaging and meaningful. Additionally, SGD enhances students' ability to work in teams, which is essential in the healthcare field. Given the importance of effective teamwork in healthcare professions, developing soft skills is crucial for students. Therefore, integrating SGD into the midwifery curriculum is highly recommended to prepare students for professional challenges and the increasingly complex dynamics of the workforce.   Abstrak Metode pembelajaran aktif seperti Small Group Discussion (SGD) telah diidentifikasi sebagai pendekatan yang efektif dalam pendidikan kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran SGD dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa kebidanan, khususnya dalam pengembangan aspek kognitif, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Untuk itu, penelitian ini menggunakan pendekatan yang sistematik untuk menilai literatur yang ada mengenai penerapan SGD dalam pendidikan kebidanan. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dan panduan PRISMA, artikel-artikel dipilih dari empat basis data utama: Scopus, PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect, dengan publikasi yang diterbitkan antara 2020 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa SGD memiliki pengaruh positif terhadap pemahaman konsep, keterlibatan aktif mahasiswa, dan penguatan soft skills mereka, termasuk kemampuan komunikasi dan kerja sama. SGD juga menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan reflektif, yang membuat proses pembelajaran lebih bermakna. Selain itu, SGD memperkuat kemampuan mahasiswa dalam bekerja dalam tim, yang sangat penting di dunia kesehatan. Mengingat pentingnya kerja tim yang efektif dalam profesi kesehatan, pengembangan soft skills menjadi krusial bagi mahasiswa. Oleh karena itu, integrasi SGD dalam kurikulum pendidikan kebidanan sangat dianjurkan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan profesional dan dinamika dunia kerja yang semakin kompleks. Kata Kunci: diskusi kelompok kecil; hasil belajar; mahasiswa kebidanan
Improving midwifery curriculum in Indonesia through evidence-based practice integration: Scoping review Fatimah Azzahra; Ari Indra Susanti
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.82550

Abstract

Midwifery education in Indonesia plays a crucial role in enhancing maternal and neonatal health outcomes. However, several structural challenges hinder its effectiveness. Integrating Evidence-Based Practice (EBP) into midwifery curricula is crucial for addressing these challenges, as it ensures that clinical decisions are grounded in the best available evidence, ultimately enhancing the quality of care provided to mothers and newborns. The study aims to identify challenges and opportunities in incorporating EBP into midwifery education, with a focus on clinical education gaps, institutional support, and resource limitations. This study used a systematic review methodology, conducting a comprehensive search through Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect, and analyzing 11 relevant studies. The Findings emphasize the need for enhanced training of teachers and mentors in EBP, addressing competency gaps between theoretical knowledge and clinical practice, and incorporating digital technologies and simulation-based learning to improve EBP competencies among students. The review concludes that a more systematic integration of EBP into midwifery curricula is crucial for enhancing professional practice and achieving Indonesia’s Sustainable Development Goals (SDGs) for maternal health.   Abstrak Pendidikan kebidanan di Indonesia memegang peranan penting dalam meningkatkan hasil kesehatan ibu dan neonatus, namun efektivitasnya terbatas oleh berbagai tantangan struktural. Integrasi Evidence-Based Practice (EBP) ke dalam kurikulum kebidanan sangat penting untuk mengatasi tantangan ini, karena memastikan bahwa keputusan klinis didasarkan pada bukti terbaik yang tersedia, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas perawatan yang diberikan kepada ibu dan bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan EBP ke dalam pendidikan kebidanan, dengan fokus pada kesenjangan pendidikan klinis, dukungan institusional, dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menggunakan metodologi tinjauan sistematik, melakukan pencarian komprehensif melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect, serta menganalisis 11 studi yang relevan. Temuan penelitian menekankan perlunya pelatihan yang lebih baik bagi pengajar dan mentor dalam EBP, mengatasi kesenjangan kompetensi antara pengetahuan teoretis dan praktik klinis, serta mengintegrasikan teknologi digital dan pembelajaran berbasis simulasi untuk meningkatkan kompetensi EBP di kalangan mahasiswa. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa integrasi EBP yang lebih sistematis ke dalam kurikulum kebidanan sangat penting untuk meningkatkan praktik profesional dan mencapai SDGs Indonesia dalam kesehatan maternal. Kata Kunci: kebidanan; kurikulum; praktik berbasis bukti
From ancestral wisdom to ethical living: indigenous parenting and moral formation in children Habibat Bolanle Abdulkareem; Kamoru Abidoye Tiamiyu; Jamila Yusuf
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.80142

Abstract

In an increasingly globalized world, the preservation of cultural heritage remains crucial in maintaining an ethical and moral foundation. Consequently, character education needs to be implemented in parenting. This study examines the significance of indigenous parenting approaches, specifically their role in promoting ethical development in children. Through a comprehensive literature review and case studies from various indigenous communities, the research highlights how storytelling, communal living, rites of passage, and traditional guidance systems serve as tools for ethical education. The research examines the interaction between these practices and the challenges of contemporary society, advocating for a balanced integration of indigenous and modern parenting strategies. The findings underscore the importance of maintaining cultural roots to ensure the transmission of ethical principles to future generations, ultimately contributing to the holistic development of children and the sustainability of cultural identity. In its findings, the study highlights the crucial role of cultural preservation in fostering ethically grounded future generations. In conclusion, Indigenous parenting, if respected and integrated into education and society, will strengthen children's moral character and help preserve cultural identity and generational wisdom.   Abstrak Dalam dunia yang semakin mengglobal, pelestarian warisan budaya tetap penting dalam memelihara landasan etika dan moral pada anak-anak sehingga pendidikan karakter perlu diterapkan dalam pola pengasuhan. Studi ini mengeksplorasi pentingnya pendekatan pengasuhan adat, dengan fokus pada peran mereka dalam membina perkembangan etika pada anak-anak. Melalui tinjauan literatur dan studi kasus yang komprehensif dari berbagai komunitas adat, penelitian ini menyoroti bagaimana mendongeng, kehidupan komunal, ritus peralihan, dan sistem bimbingan tradisional berfungsi sebagai alat untuk pendidikan etika. Penelitian ini meneliti interaksi antara praktik-praktik ini dan tantangan masyarakat kontemporer, yang menganjurkan integrasi yang seimbang antara strategi pengasuhan adat dan modern. Temuan-temuan tersebut menggarisbawahi pentingnya menjaga akar budaya untuk memastikan transmisi prinsip-prinsip etika kepada generasi mendatang, yang pada akhirnya berkontribusi pada perkembangan holistik anak-anak dan keberlanjutan identitas budaya. Dalam temuannya, penelitian ini menekankan peran penting pelestarian budaya dalam memelihara generasi mendatang yang berlandaskan etika. Kesimpulannya, pola asuh masyarakat Pribumi, jika dihormati dan diintegrasikan ke dalam pendidikan dan masyarakat, akan memperkuat karakter moral anak dan membantu melestarikan identitas budaya serta kearifan generasi. Kata Kunci: adat; akar budaya; anak-anak; pendidikan karakter; praktik pengasuhan
Adaptation of midwifery education curriculum in the fourth industrial revolution Septi Aruani; Ari Indra Susanti
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.83099

Abstract

The evolution of technology in the Fourth Industrial Revolution age requires the world of education to undergo digital metamorphosis, including midwifery education. In producing graduates who are not only clinically competent but also able to adapt to technological advances, the midwifery curriculum needs to be improved. This study aims to examine the adaptation strategy for the midwifery education curriculum in response to the challenges and opportunities presented by the Fourth Industrial Revolution. The limited literature examining digital technology collaboration in midwifery education provides the background and driving force behind this research. The approach employed is a literature review using a qualitative descriptive method, examining eight relevant scientific articles published between 2020-2025. The results of the study show that integration has been proven to improve the quality of learning and student competence. Challenges such as limited infrastructure, educators' digital literacy, and institutional readiness remain the primary obstacles. Curriculum reform based on Outcome-Based Education and cross-sector collaboration are the keys to adapting midwifery education to remain relevant, professional, and humanistic in the digital age.   Abstrak Evolusi teknologi di era Revolusi Industri Keempat menuntut dunia pendidikan untuk bertransformasi secara digital, termasuk dalam pendidikan kebidanan sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten secara klinis, mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Maka dari itu, perlu adanya pembenahan dalam kurikulum kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi adaptasi kurikulum pendidikan kebidanan dalam menghadapi tantangan dan peluang yang muncul akibat perkembangan teknologi. Keterbatasan literatur yang membahas kolaborasi teknologi digital dalam pendidikan kebidanan menjadi latar belakang penting bagi penelitian ini. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan metode deskriptif kualitatif, yang menganalisis delapan artikel ilmiah terbitan tahun 2020-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan kebidanan terbukti meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi mahasiswa, dan kesiapan mereka menghadapi tantangan profesi. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital pendidik, dan kesiapan institusi masih menjadi hambatan utama. Reformasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education dan kerja sama lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan pendidikan kebidanan tetap relevan, profesional, dan humanistik di era digital. Kata Kunci: adaptasi pendidikan; kurikulum kebidanan; perubahan digital; revolusi industri keempat