cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Crossword puzzles' effect on third-grade students' cognitive abilities in energy learning Tia Rahmania; Supriansyah Supriansyah
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.58

Abstract

Cognitive ability plays a vital role in supporting student success at the elementary level. However, observations at SDN Kedaung Kaliangke 01 Pagi, West Jakarta, revealed that learning is still predominantly dominated by conventional media, making lessons less engaging and resulting in lower cognitive outcomes. This study aimed to examine the effect of Crossword Puzzle media on the cognitive abilities of third-grade students. A quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design was used. The sample consisted of 60 students divided into two groups: the experimental group received instruction using Crossword Puzzle media, while the control group received conventional teaching. The instrument was a multiple-choice test that had been validated for both validity and reliability. Data analysis included normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using an Independent Sample t-test and effect size. The results showed a significant difference in cognitive abilities between the two groups. The experimental group demonstrated better conceptual understanding and more active engagement. These findings indicate that Crossword Puzzle media effectively enhances memory, concentration, analytical skills, and thinking ability. Therefore, this media is recommended as an innovative alternative to improve cognitive skills, especially in elementary science lessons on energy topics.   Abstrak Kemampuan kognitif memiliki peran krusial dalam menunjang keberhasilan belajar peserta didik di jenjang sekolah dasar. Namun, hasil observasi di SDN Kedaung Kaliangke 01 Pagi, Jakarta Barat, menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih didominasi oleh media konvensional, sehingga cenderung kurang menarik dan berdampak pada rendahnya capaian kognitif peserta didik. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media Crossword Puzzle terhadap kemampuan kognitif peserta didik kelas III SD. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri atas 60 peserta didik yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan media Crossword Puzzle dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Instrumen berupa tes pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kemampuan kognitif antara kedua kelompok. Kelompok eksperimen menunjukkan pemahaman konsep yang lebih baik dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Temuan ini membuktikan bahwa Crossword Puzzle efektif dalam meningkatkan daya ingat, konsentrasi, kemampuan analitis, dan berpikir peserta didik. Oleh sebab itu, media ini direkomendasikan sebagai alternatif inovatif untuk meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik, khususnya dalam pembelajaran IPAS pada topik energi. Kata Kunci: kemampuan kognitif; pembelajaran energi; sekolah dasar; teka-teki silang
Effect of problem-based learning model on critical thinking and Math learning motivation Muhammad Sabiq; Edy Surya; E. Elvis Napitupulu
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.59

Abstract

Critical thinking ability and learning motivation are two essential aspects of mathematics learning that are closely interrelated. Low cognitive and affective engagement among students is often caused by instructional approaches that fail to support higher-order thinking activities. This study aims to analyze the influence of the Problem-Based Learning model on students' critical thinking ability and mathematics learning motivation. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design involving two classes of seventh-grade students at MTs Jam’iyah Mahmudiyah Tanjung Pura. The instruments included essay tests to assess critical thinking skills and Likert-scale questionnaires to measure students' motivation. The results of the normality and homogeneity tests confirmed that the data were normally distributed and had homogeneous variance, allowing the use of Two-Way ANOVA and the Mann-Whitney test for further analysis. The findings indicated that Problem-Based Learning was significantly more effective than direct instruction in enhancing both critical thinking and motivation. Moreover, an interaction effect between students’ prior mathematical ability and the learning model was observed. This research highlights the importance of implementing problem-based learning strategies that respond to individual differences in students’ needs and abilities.   Abstrak Kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar merupakan dua aspek penting dalam pembelajaran matematika yang saling berhubungan. Rendahnya keterlibatan kognitif dan afektif siswa dalam proses belajar sering kali disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang tidak memfasilitasi aktivitas berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem-Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar matematika siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu dan melibatkan dua kelas siswa tingkat VII di MTs Jam’iyah Mahmudiyah Tanjung Pura. Instrumen yang digunakan mencakup tes uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis serta angket skala Likert untuk menilai motivasi belajar matematika siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen, sehingga pengujian menggunakan ANOVA dua jalur dan uji Mann-Whitney dapat dilaksanakan. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model Problem-Based Learning secara signifikan lebih efektif dibandingkan pembelajaran langsung dalam meningkatkan kedua variabel tersebut. Interaksi antara kemampuan awal matematika dan model pembelajaran juga berpengaruh terhadap hasil belajar. Penelitian ini memperkuat urgensi penerapan pendekatan pembelajaran berbasis masalah yang adaptif terhadap kebutuhan dan kemampuan siswa. Kata Kunci: berpikir kritis; Matematika; motivasi belajar; problem-based learning
The effect of the discovery learning model on fourth-grade students’ understanding of mathematical concepts Rika Triyuni Duka; C. Asri Budiningsih
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.61

Abstract

Elementary school students' low understanding of mathematical concepts is a challenge in the learning process. In the context of the Independent Curriculum, which encourages active and student-centered learning, a learning model that can increase engagement and independence in learning is needed. This study aims to investigate the effect of the Discovery Learning model on the understanding of mathematical concepts of fourth-grade students in Kupang City. Using a quantitative approach with a quasi-experimental method, this study involved two groups: an experimental group that received learning using the Discovery Learning model, and a control group that was taught using the expository method. The research instrument was a conceptual understanding test developed to measure mastery of the material before and after treatment. Data analysis was carried out using the Shapiro-Wilk normality test and the non-parametric Mann-Whitney U test. The test results showed a significance value, indicating a significant difference between student learning outcomes in the two groups. This means that the Discovery Learning model positively contributes to improving students' understanding of mathematical concepts. Further research is recommended to examine the long-term impact of implementing this model and its effectiveness in various mathematical topics and different educational environments.   Absrak Rendahnya pemahaman konsep Matematika peserta didik sekolah dasar menjadi sebuah tantangan dalam proses pembelajaran. Dalam konteks Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran aktif dan berpihak pada peserta didik dibutuhkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan dan kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh model Pembelajaran Penemuan terhadap pemahaman konsep Matematika peserta didik kelas IV di Kota Kupang. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimental, penelitian ini melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran menggunakan model Pembelajaran Penemuan, dan kelompok kontrol yang diajar dengan metode ekspositori. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep yang dikembangkan untuk mengukur penguasaan materi sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji non-parametrik Mann-Whitney U. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik di kedua kelompok. Hal ini berarti bahwa model Pembelajaran Penemuan secara positif berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep Matematika peserta didik. Penelitian lanjutan disarankan untuk meninjau dampak jangka panjang dari penerapan model ini serta efektivitasnya dalam berbagai topik Matematika dan lingkungan pendidikan yang berbeda. Kata Kunci: model discovery learning; pemahaman konsep Matematika; sekolah dasar
Development of a contextual-based digital book to improve short story writing skills Rani Adillah; Abdurahman Adisaputera; Wildansyah Lubis
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.62

Abstract

The current technological development has challenges in seeing the condition of Indonesian language learning in elementary schools, which is still dominated by theoretical approaches. The ability to write is not just composing words, but a reflection of scientific, creative and structured thinking processes that must be honed gradually from an early age. This study aims to develop a context-based digital book using the Project-Based Learning model to enhance elementary school students’ short story writing skills. The research employed a Research and Development (RnD) method using the 4-D model consisting of Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The research subjects were fifth-grade students of SD Swasta Sinar Husni in Medan. Research instruments included a writing skill test and expert validation questionnaires based on writing indicators and media feasibility criteria. Validation results from content, media, and design experts indicated that the developed digital book was highly valid and suitable for use in instructional settings. The effectiveness test revealed significant improvements in students’ writing skills, particularly in idea development, logical story structure, and the accurate use of language and punctuation. The implementation also resulted in increased student engagement, learning motivation, and involvement in writing activities based on real-life experiences. These findings suggest that context-based digital books integrated with Project-Based Learning can serve as an effective and practical instructional medium, especially in developing narrative writing skills that are systematic, relevant, and creative for primary school students.   Abstrak Perkembangan teknologi saat ini memiliki tantangan dalam melihat kondisi pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar yang masih didominasi pendekatan teoritis. Kemampuan menulis tidak sekadar menyusun kata, tetapi menjadi cerminan proses berpikir ilmiah, kreatif, dan terstruktur yang harus diasah secara bertahap sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku digital berbasis pendekatan kontekstual dengan menggunakan model Project Based Learning guna meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek peserta didik sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model pengembangan 4-D yang terdiri atas tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD Swasta Sinar Husni Kota Medan. Instrumen penelitian mencakup tes keterampilan menulis dan angket validasi yang disusun berdasarkan indikator menulis serta kelayakan media pembelajaran. Hasil validasi oleh ahli materi, ahli media, dan ahli desain menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid dan layak digunakan. Hasil uji keefektifan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan keterampilan menulis peserta didik, khususnya pada aspek pengembangan ide, penggunaan struktur cerita yang logis, serta ketepatan bahasa dan ejaan. Implementasi buku digital ini juga menunjukkan peningkatan partisipasi aktif peserta didik, motivasi belajar, dan keterlibatan dalam kegiatan menulis berbasis pengalaman nyata. Temuan ini merekomendasikan bahwa buku digital berbasis pendekatan kontekstual dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik sekolah dasar, khususnya dalam meningkatkan kemampuan menulis naratif secara sistematis dan kreatif. Kata Kunci: buku digital; keterampilan menulis; pendekatan kontekstual; project based learning
Integration of AI and PBL to improve the quality of Islamic religious education: Bibliometric analysis Rochmah Tri Hayuningsih; Dartim Dartim
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.63

Abstract

The development of digital technology has driven a significant transformation on the world of education, including in Islamic Religious Education (PAI) learning. This study aims to analyze the integration of artificial intelligence (AI) and the Problem-Based Learning (PBL) model to improve the quality of Islamic Education learning in the digital era. The research method used is a bibliometric study of various national and international scientific publications published in the range of 2020-2025. The results of the analysis show that the application of AI and PBL will be increasingly researched and implemented in 2024, especially related to the innovation of learning methods, the effectiveness of the learning process, and the improvement of digital-based religious literacy. The integration of AI with PBL is considered capable of strengthening students' collaboration, creativity, and problem-solving skills in the context of Islamic learning. The results of systematic analysis also identified several effective implementation models, such as AI-PBL-based hybrid classrooms and the use of chatbots or digital tutor applications in supporting collaborative learning. This research has comprehensively analyzed the integration of AI and PBL learning models in an effort to improve the quality of Islamic education in the digital era.   Abstrak Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kecerdasan buatan (AI) dan model Problem Based Learning (PBL) dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran PAI di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian bibliometrik terhadap berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional yang terbit pada rentang tahun 2020–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan AI dan PBL semakin banyak diteliti dan diimplementasikan pada tahun 2024, terutama terkait inovasi metode pembelajaran, efektivitas proses belajar, dan peningkatan literasi keagamaan berbasis digital. Integrasi AI dengan PBL dinilai mampu memperkuat kolaborasi, kreativitas, serta kemampuan pemecahan masalah peserta didik dalam konteks pembelajaran agama Islam. Hasil analisis sistematis pun mengidentifikasi beberapa model implementasi yang efektif, seperti hybrid classroom berbasis AI-PBL dan pemanfaatan chatbot atau aplikasi tutor digital dalam mendukung pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini secara komprehensif telah menganalisis integrasi AI dan model pembelajaran PBL dalam upaya meningkatkan kualitas PAI di era digital. Kata Kunci: bibliometrik; kecerdasan buatan; pembelajaran berbasis masalah; pendidikan agama Islam
The influence of the STEAM-based PjBL model in IPAS learning on critical thinking skills Eka Lita Sofiani; Kusmadjid Abdullah
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.64

Abstract

This research is motivated by the low critical thinking skills of students in science learning. This study aims to investigate the impact of the project-based learning (PjBL) model, grounded in the Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) framework, on the critical thinking skills of elementary school students. The research method uses a quantitative approach with a one-group pretest-posttest pre-experimental design. The participants of the study are fifth-grade students at an elementary school in East Jakarta. The instrument used consists of critical thinking questions that are written based on specified criteria. The results of the study indicate a significant improvement in critical thinking skills after using the STEAM-based PjBL approach in science learning, particularly in the topic of electrical energy. This is evidenced by the students' ability to analyze problems, devise solutions, and assess their effectiveness. Thus, it can be concluded that the PjBL learning model based on STEAM has a positive influence on the development of students' critical thinking skills. This paradigm provides a more dynamic, substantial, and contextual learning experience for students.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) berbasis kerangka Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM) terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan one-group pretest-posttest pre-experimental design. Partisipan penelitian adalah peserta didik kelas V SD di salah satu sekolah dasar di Jakarta Timur. Instrumen yang digunakan berupa soal-soal berpikir kritis yang ditulis berdasarkan kriteria yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan setelah menggunakan pendekatan PjBL berbasis STEAM pada pembelajaran IPAS khususnya pada materi energi listrik. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan peserta didik dalam menganalisis permasalahan serta membuat solusi dan mengevaluasinya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PjBL berbasis STEAM memberikan pengaruh yang positif terhadap perkembangan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Paradigma ini memberikan pengalaman belajar yang lebih dinamis, substansial, dan kontekstual bagi peserta didik. Kata Kunci: berpikir kritis; project-based learning; STEAM
Implementation of Islamic religious education curriculum based on religious values in junior high schools Salma Rafidah; Istanto Istanto
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.65

Abstract

Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam or PAI) in secondary schools has a strategic role in shaping students' character in accordance with Islamic values. However, the implementation of the ideal PAI curriculum still faces several challenges, including differences in the perception of implementers, limited resources, and the influence of the social environment. The purpose of this article is to comprehensively analyze the implementation of PAI curriculum design in secondary education practice and how religious values can be integrated into all aspects of learning. Through the literature review method and qualitative analysis, this article finds that the role of teachers, school support, and family and community involvement have a significant impact on the success of curriculum implementation. In addition, Islamic values are reinforced not only through teaching materials, but also through role models and school culture. This paper can serve as a reference for policy makers, educators, and researchers in an effort to improve the relevance and effectiveness of PAI curriculum implementation at the secondary level. Improving the quality of curriculum implementation will contribute positively to the development of a young generation with character and faith.   Abstrak Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menengah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Namun implementasi kurikulum PAI yang ideal masih menghadapi beberapa tantangan, diantaranya perbedaan persepsi pelaksana, keterbatasan sumber daya, dan pengaruh lingkungan sosial. Tujuan artikel ini untuk menganalisis secara komprehensif implementasi desain kurikulum PAI dalam praktik pendidikan menengah dan bagaimana nilai-nilai religius dapat diintegrasikan ke dalam semua aspek pembelajaran. Melalui metode tinjauan literatur dan analisis kualitatif artikel ini menemukan bahwa peran guru, dukungan sekolah, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat memiliki dampak yang signifikan terhadap keberhasilan implementasi kurikulum. Selain itu, nilai-nilai Islam diperkuat tidak hanya melalui bahan ajar, tetapi juga melalui keteladanan dan budaya di sekolah. Tulisan ini dapat menjadi referensi bagi para pengambil kebijakan, pendidik dan peneliti dalam upaya meningkatkan relevansi dan efektivitas implementasi kurikulum PAI di tingkat menengah. Peningkatan kualitas implementasi kurikulum akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan generasi muda yang berkarakter dan beriman. Kata Kunci: implementasi kurikulum; nilai-nilai religius; pendidikan agama Islam; sekolah menengah pertama
Development of big book media on songket weaving activities in Riau for elementary school Ayu Nur Umiroh; Laili Rahmi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.66

Abstract

The lack of engaging learning media is one of the challenges in the teaching and learning process. This study aims to describe the development process and produce a Big Book themed on weaving songket fabric from Riau, integrated into the lesson on muscle force and friction for fourth-grade elementary students. This research uses the 4D development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The subjects involved six validators: two material experts, two language experts, and two design experts. Data collection was conducted through validation sheets for each expert field. The data were analyzed using qualitative and quantitative methods. The results showed that the developed Big Book media is highly valid and suitable for use in IPAS learning. Material experts confirmed that the content is appropriate and relevant to the curriculum, language experts stated that the language is clear and easy for students to understand, and design experts noted that the visuals are attractive and support the learning objectives. Overall, the Big Book was assessed as interesting, communicative, and easy to follow. Additionally, it effectively connects the science concepts of muscle and friction forces with local cultural wisdom through the traditional activity of songket weaving, making learning more contextual and meaningful for students.   Abstrak Kurangnya media pembelajaran yang menarik menjadi salah satu kendala dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan menghasilkan media Big Book bertema kegiatan menenun kain songket Riau pada materi gaya otot dan gaya gesek untuk peserta didik kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Subjek penelitian meliputi enam validator, yaitu dua ahli materi, dua ahli bahasa, dan dua ahli desain. Teknik dan instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini berupa lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli bahasa dan lembar validasi ahli desain. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media big book dinyatakan sangat valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran IPAS. Hasil validasi menunjukkan bahwa media dinilai sangat valid oleh para ahli. Ahli materi menilai isi sudah sesuai dan layak, ahli bahasa menyatakan bahasanya mudah dipahami peserta didik, dan ahli desain menilai tampilannya menarik serta mendukung pembelajaran. Media big book ini dinilai menarik, komunikatif, mudah dipahami, dan mampu mengaitkan materi pembelajaran gaya gesek dan gaya otot dengan kearifan lokal melalui kegiatan menenun kain songket Riau. Kata Kunci: gaya gesek; gaya otot; media big book; menenun kain songket
Development of video learning media based on history to improve social studies achievement Azri Isnaini Tanjung; Ichwan Azhari; R. Mursid
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.67

Abstract

The limited availability of interactive media that integrates local historical content has been one of the main obstacles in achieving optimal learning outcomes in Social Studies (IPS) at the elementary school level. This research aims to develop a local-history-based instructional video to improve the cognitive achievement of fourth-grade students in Social Studies. The research employs a Research and Development (RnD) approach, utilizing a modified ADDIE model that consists of three stages: analysis, design, and development. Experts in instructional assessment, subject content, media, language, and educational practitioners validated the media. The evaluation process included both formative and summative evaluations. Formative evaluation was conducted through expert validation and small-group trials, while the summative evaluation focused on field testing involving 23 students. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and cognitive tests. The results showed that the developed video media was categorized as highly valid and practical. Based on N-Gain and t-test analysis, there was a significant improvement in students’ cognitive learning outcomes. This indicates that instructional video media based on local history is effective in enhancing learning achievement and student engagement in Social Studies. Further research is recommended to explore its impact on affective and psychomotor domains.   Abstrak Keterbatasan ketersediaan media interaktif yang mengintegrasikan konten sejarah lokal menjadi salah satu kendala utama dalam pencapaian hasil belajar yang optimal pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran berbasis sejarah lokal guna meningkatkan capaian hasil belajar kognitif peserta didik kelas IV SD. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model ADDIE yang dimodifikasi menjadi tiga tahap, yaitu analisis, desain, dan pengembangan. Evaluasi dilakukan dalam dua bentuk, yaitu evaluasi formatif dan sumatif. Evaluasi formatif dilaksanakan melalui validasi oleh ahli instrumen penilaian, ahli materi, ahli media, ahli bahasa, dan praktisi pendidikan, serta uji coba terbatas. Evaluasi sumatif dilakukan melalui uji lapangan terhadap 23 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat valid dan praktis. Analisis data menggunakan N-Gain dan uji t menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar kognitif peserta didik. Temuan ini membuktikan bahwa media video pembelajaran berbasis sejarah lokal efektif dalam meningkatkan pencapaian hasil belajar serta keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran IPS. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji pengaruh media terhadap ranah afektif dan psikomotorik. Kata Kunci: hasil belajar; IPS; sejarah lokal; video pembelajaran
Inquiry-based learning and motivation effects on fifth graders’ IPAS achievement Waldio Manihuruk; Dede Ruslan; Aman Simaremare
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.68

Abstract

Elementary school students' learning outcomes in Integrated Science and Social Studies (IPAS) are still influenced by low learning motivation and the suboptimal application of instructional strategies aligned with student characteristics. Inquiry learning strategies are believed to enhance learning activity and student engagement, yet their effectiveness in the primary education context requires further empirical validation. This study aims to examine the effects of inquiry learning strategies and learning motivation levels on the IPAS learning outcomes of elementary students. The research employed a quasi-experimental method with a 2x2 factorial design. The participants were fifth-grade students at SD Negeri 060959 Belawan, divided into four groups based on combinations of instructional strategies (inquiry and expository) and levels of learning motivation. Data analysis techniques included normality testing, homogeneity testing, and two-way ANOVA. The results revealed no statistically significant difference in IPAS learning outcomes between students taught using inquiry-based and expository strategies. However, a significant difference was found between students with high and low learning motivation. Furthermore, no significant interaction was found between learning strategy and motivation level in influencing learning outcomes. These findings emphasize the importance of strengthening students’ learning motivation and implementing adaptive instructional approaches that respond to the diverse characteristics of learners.   Abstrak Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) peserta didik sekolah dasar masih dipengaruhi oleh rendahnya motivasi belajar dan belum optimalnya pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Strategi pembelajaran inkuiri dipercaya dapat meningkatkan aktivitas belajar dan keterlibatan peserta didik secara aktif, namun efektivitasnya masih perlu dibuktikan secara empiris dalam konteks pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh strategi pembelajaran inkuiri dan tingkat motivasi belajar terhadap hasil belajar IPAS peserta didik sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri 060959 Belawan yang dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan kombinasi strategi pembelajaran (inkuiri dan ekspositori) dan tingkat motivasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara strategi inkuiri dan ekspositori terhadap hasil belajar IPAS. Namun, terdapat perbedaan yang signifikan antara peserta didik dengan motivasi belajar tinggi dan rendah. Interaksi antara strategi pembelajaran dan motivasi belajar tidak memberikan pengaruh signifikan. Hasil ini menegaskan pentingnya memperkuat motivasi belajar peserta didik dan menerapkan pendekatan pembelajaran yang adaptif terhadap karakteristik peserta didik. Kata Kunci: hasil belajar; IPAS; motivasi belajar; pembelajaran inkuiri

Page 2 of 54 | Total Record : 537