cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Development of problem-solving-based worksheets to improve critical thinking skills in IPAS subjects Rahmasari Resti Khoirina; Chairul Amriyah; Rahma Diani
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.69

Abstract

Student Worksheets (Lembar Kerja Peserta Didik or LKPD) are currently being developed into innovative learning media and play a crucial role in supporting the 21st-century learning process, particularly in enhancing critical thinking skills for students. This study aims to develop problem-solving-based LKPD that can improve critical thinking skills in science in grade IV of elementary school/Islamic elementary school. The need for this LKPD is supported by the low critical thinking skills of students today, as well as the importance of active and meaningful learning to face the challenges of 21st-century education. The research method used is development research with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research sample was taken by simple random sampling from grade IV students of the elementary school/Islamic elementary school in two schools, with a pretest-posttest control group experimental design. The results of the study showed that the critical thinking scores of students who used problem-solving-based LKPD increased significantly from the average pretest and posttest scores. In contrast, students who used conventional methods only experienced a smaller increase. Based on these results, it can be concluded that the development of problem-solving-based LKPD is effective in improving students' critical thinking skills, so it is recommended for use as an innovative teaching material.   Abstrak Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) saat ini berkembang menjadi media pembelajaran yang inovatif dan sangat penting dalam mendukung proses pembelajaran abad 21, khususnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis problem solving yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran IPAS di kelas IV SD/MI. Kebutuhan terhadap LKPD ini didukung oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik saat ini, serta pentingnya pembelajaran yang aktif dan bermakna untuk menghadapi tantangan pendidikan abad 21. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Sampel penelitian diambil secara simple random sampling dari peserta didik kelas IV SD/MI di dua sekolah, dengan desain eksperimen pretest-posttest control group. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor berpikir kritis peserta didik yang menggunakan LKPD berbasis problem solving meningkat secara signifikan dari nilai rata-rata pretest dan posttest, sedangkan peserta didik yang menggunakan metode konvensional hanya mengalami kenaikan lebih sedikit. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan LKPD berbasis problem solving efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik, sehingga direkomendasikan untuk digunakan sebagai bahan ajar yang inovatif. Kata Kunci: berpikir kritis; inovasi media pembelajaran; lembar kerja peserta didik; pemecahan masalah; pengembangan media pembelajaran
Can YouTube-based instructional videos improve statistical reasoning skills? Aeng Muhidin; Shinta Doriza
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.70

Abstract

This study investigates the potential of YouTube-based instructional videos to improve students’ statistical reasoning skills in the context of learning Educational Statistics. Statistical reasoning is a fundamental competency in this subject; however, many students face difficulties in grasping and applying statistical concepts due to instruction that is often abstract and overly theoretical. To address this issue, the study was conducted to assess whether integrating YouTube as a learning medium could provide more concrete and accessible explanations, thereby enhancing students’ understanding. The study employed a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. Data were collected from undergraduate students enrolled in an Educational Statistics course using two instruments: a procedural knowledge test and a perception questionnaire. The results revealed a statistically significant improvement in students’ statistical reasoning skills after participating in the YouTube-based learning intervention. Additionally, students expressed positive perceptions toward the use of YouTube videos in learning statistics. The highest average ratings were reported in learning effectiveness (M = 98), followed by learning motivation (M = 96), content clarity (M = 92), and ease of access (M = 87). These findings suggest that YouTube can serve as an effective digital learning tool to support conceptual understanding in technical subjects, highlighting the importance of integrating digital media in higher education pedagogy.   Abstrak Penelitian ini mengkaji potensi penggunaan video pembelajaran berbasis YouTube dalam meningkatkan keterampilan penalaran statistik mahasiswa pada mata kuliah Statistika Pendidikan. Penalaran statistik merupakan kompetensi mendasar yang menuntut mahasiswa memahami dan menginterpretasikan data. Namun, banyak mahasiswa mengalami kesulitan akibat penyampaian materi yang cenderung abstrak dan teoretis. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi pembelajaran yang lebih konkret dan mudah diakses. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Partisipan terdiri dari mahasiswa program sarjana yang mengikuti mata kuliah Statistika Pendidikan. Data dikumpulkan melalui dua instrumen, yaitu tes pengetahuan prosedural dan kuesioner persepsi mahasiswa terhadap media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik dalam keterampilan penalaran statistik setelah pembelajaran berbasis YouTube. Selain itu, respons mahasiswa terhadap penggunaan YouTube sangat positif. Nilai rata-rata tertinggi diperoleh pada kategori efektivitas pembelajaran (M = 98), diikuti motivasi belajar (M = 96), kejelasan konten (M = 92), dan kemudahan akses (M = 87). Temuan ini mengindikasikan bahwa YouTube merupakan media pembelajaran digital yang efektif dalam mendukung pemahaman konseptual mahasiswa, terutama pada mata kuliah yang bersifat teknis. Oleh karena itu, integrasi media digital seperti YouTube perlu dipertimbangkan secara serius dalam pengembangan pedagogi pendidikan tinggi. Kata Kunci: kepuasan belajar; penalaran statistik; video pembelajaran; statistika pendidikan
Integrating 21st-century skills into a biology instructional module on ecosystems for tenth-grade learners Yassir Ni’ma Rangga Wiryawan; Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.75

Abstract

The growing need for educational resources that integrate biology content with 21st-century skills calls for innovative, context-based learning modules. This study aims to develop a biology module for grade X students focused on ecosystem topics, incorporating four key 21st-century skills: critical thinking, creativity, communication, and collaboration. The content covers ecosystem components, energy flow, and biogeochemical cycles. Using a Research and Development approach with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate), data were collected through teacher interviews, student questionnaires, expert appraisal, and assessments of students’ critical and creative thinking. Expert appraisal, which included assessments of learning media, ecosystem material, and 21st-century skills, rated the module as highly valid. The evaluation of practicality conducted by both educators and learners indicates that this module is highly practical and straightforward to incorporate into educational activities. Effectiveness testing through pre- and post-tests showed a significant improvement in critical and creative thinking, with an N-Gain high category. These results indicate that the module is effective and suitable for classroom use. However, collaboration and communication were not comprehensively assessed. Therefore, it is recommended that teachers enhance module implementation with activities such as group discussions and presentations to develop these essential competencies further.   Abstrak Kebutuhan akan sumber daya pendidikan yang mengintegrasikan konten biologi dengan keterampilan abad ke-21 membutuhkan modul pembelajaran yang inovatif dan berbasis konteks. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul biologi untuk peserta didik kelas X yang berfokus pada topik ekosistem, yang menggabungkan empat keterampilan utama abad ke-21: berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Materi yang disajikan meliputi komponen ekosistem, aliran energi, dan siklus biogeokimia. Menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), data dikumpulkan melalui wawancara guru, kuesioner peserta didik, validasi ahli, dan penilaian pemikiran kritis dan kreatif peserta didik. Hasil evaluasi ahli yang meliputi media pembelajaran, konten ekosistem, dan keterampilan abad ke-21 menilai modul ini sangat valid. Penilaian kepraktisan dari guru dan peserta didik menunjukkan bahwa modul ini sangat praktis dan mudah diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran. Uji efektivitas melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis dan kreatif, dengan nilai N-Gain kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa modul ini efektif dan sesuai untuk digunakan di kelas. Namun, kolaborasi dan komunikasi tidak dinilai secara komprehensif. Oleh karena itu, disarankan agar guru meningkatkan implementasi modul dengan kegiatan seperti diskusi kelompok dan presentasi untuk lebih mengembangkan kompetensi esensial ini. Kata Kunci: keterampilan abad-21; materi ekosistem; pengembangan modul
Development of STEM-based worksheets to improve critical thinking on matter topic Edi Siswanto; Ashar Hasairin; Sumarno Sumarno
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.76

Abstract

This study aims to develop a STEM-based Student Worksheet (LKPD) for Science and Social Studies (IPAS) subject in the fourth grade of elementary school, focusing on the topic of various forms of matter and their changes. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation phases. Expert validations were conducted by content, media, and language specialists to assess the quality of material, visual design, and linguistic accuracy. All validation results were categorized as highly valid. Practicality testing was conducted through teacher and student responses as well as small and large group trials, which showed the LKPD to be highly practical in the learning process. Effectiveness was confirmed through increased learning outcomes in the experimental group compared to the control group, supported by independent t-tests and N-Gain analysis. The findings indicate that the STEM-based LKPD enhances students' critical thinking skills. The developed product also aligns with constructivist, behaviorist, and cognitive learning theories. The results confirm that the STEM-based LKPD meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness, making it suitable for implementation in IPAS learning at the elementary level.   Abstrak Keterampilan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar masih tergolong rendah, terutama saat mempelajari materi perubahan wujud benda. Kondisi ini menuntut ketersediaan perangkat pembelajaran yang dirancang secara kontekstual, sistematis, dan terintegrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis pendekatan STEM untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar. Proses pengembangan mengikuti model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penilaian dilakukan melalui validasi oleh para ahli, angket kepraktisan dari guru dan peserta didik, serta pengukuran efektivitas menggunakan soal pretes dan postes. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan sangat layak digunakan berdasarkan aspek isi, kebahasaan, dan desain tampilan. Respon guru dan peserta didik menunjukkan bahwa LKPD tersebut mudah digunakan dan menarik secara visual maupun fungsional. Evaluasi efektivitas menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik secara signifikan setelah penggunaan LKPD berbasis STEM dalam proses pembelajaran. Hasil ini menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan tidak hanya valid dan praktis, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan LKPD berbasis STEM sebagai media pembelajaran yang mendorong keterampilan berpikir kritis sejak jenjang pendidikan dasar. Kata Kunci: berpikir kritis; IPAS; LKPD; STEM
Analysis of factors influencing the development of honesty in elementary school students Nasuha Risma Dewi; Zaka Hadikusuma Ramadan
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.77

Abstract

Honesty is a fundamental value that must be nurtured as the basis for forming individuals with integrity. However, dishonest behavior remains prevalent among elementary school students, signaling the importance of understanding the factors that shape honest character. This study aims to explore the internal and external factors that influence the development of honesty in fourth-grade students at SDN 12 Sungai Rawa. Using a qualitative approach with a case study method, the research involved one homeroom teacher, two students, and two parents as participants. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that honesty is shaped by internal factors such as habits, willpower, and heredity, and external factors, including education and the environment. Early habit formation, intrinsic motivation, and inherited traits all contribute to the development of honesty. Moreover, the educational roles of teachers and parents, as well as influences from the family and peer environment, can strengthen or weaken character formation. In conclusion, fostering honesty in children requires a collaborative interaction between internal dispositions and external influences.   Abstrak Nilai kejujuran sangat penting untuk ditanamkan sebagai fondasi dalam pembentukan pribadi yang berintegritas. Namun, masih terdapat perilaku tidak jujur di kalangan peserta didik sekolah dasar. Hal ini menunjukkan perlunya pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan karakter kejujuran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pembentukan karakter kejujuran peserta didik kelas IV di SDN 12 Sungai Rawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari guru wali kelas, dua peserta didik, dan dua orang tua peserta didik. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan telaah dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kejujuran dipengaruhi oleh faktor internal seperti kebiasaan, kehendak, dan keturunan, serta faktor eksternal seperti pendidikan dan lingkungan. Kebiasaan berkata jujur yang ditanamkan sejak dini, motivasi dari dalam diri, serta kecenderungan bawaan menjadi dasar dalam membentuk karakter jujur. Selain itu, pendidikan dari guru dan orang tua, serta pengaruh lingkungan sosial seperti keluarga dan teman sebaya, dapat memperkuat atau bahkan menghambat perkembangan kejujuran. Kesimpulannya, pembentukan karakter kejujuran memerlukan sinergi antara faktor internal dan eksternal. Kata Kunci: kejujuran; pembentukan karakter; sekolah dasar
Effect of RME-based straw and cup media on multiplication and division learning outcomes Fatimah Azzahra; Edi Supriadi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.78

Abstract

Low Mathematics learning outcomes, especially in multiplication and division, remain a persistent challenge in elementary schools. Observations at SDN Susukan 04 Pagi revealed that many third-grade students struggle with understanding abstract concepts due to limited use of concrete and contextual learning media. This study aimed to examine the effectiveness of straw and cup media based on the Realistic Mathematics Education (RME) approach in enhancing students’ Mathematics learning outcomes. A quasi-experimental method with a posttest-only control group design was used, involving 64 students selected through saturated sampling. The instrument was a 10-item essay Post-Test, tested for validity (product-moment) and reliability (Cronbach’s Alpha). Data analysis included normality (Shapiro-Wilk), homogeneity (Levene’s test), independent t-test, and effect size calculation. The results showed that the experimental group significantly outperformed the control group. The effect size analysis indicated a strong practical impact. The use of RME-based straw and cup media helped students better visualize and contextualize multiplication and division problems, promoting active learning and deeper conceptual understanding. These findings confirm that concrete media integrated with meaningful learning models can significantly improve student performance in Mathematics.   Abstrak Rendahnya hasil belajar Matematika, khususnya pada materi perkalian dan pembagian, masih menjadi permasalahan yang dihadapi peserta didik sekolah dasar. Hasil observasi awal di SDN Susukan 04 Pagi menunjukkan bahwa banyak peserta didik kelas III mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak karena minimnya penggunaan media konkret dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media sedotan gelas berbasis Realistic Mathematics Education (RME) terhadap hasil belajar Matematika peserta didik. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain posttest-only control group. Sampel terdiri dari 64 peserta didik yang dipilih melalui teknik saturated sampling. Instrumen berupa Post-Test dengan 10 soal uraian, yang telah diuji validitasnya (product moment) dan reliabilitasnya (Alpha Cronbach). Analisis data dilakukan melalui uji normalitas (Shapiro-Wilk), homogenitas (Levene’s test), uji-t, serta perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh hasil belajar yang secara signifikan lebih tinggi dibanding kelompok kontrol, dengan nilai effect size yang menunjukkan pengaruh besar. Media sedotan gelas berbasis RME terbukti membantu peserta didik memvisualisasikan dan mengaitkan konsep perkalian dan pembagian dengan konteks nyata, serta mendorong pembelajaran aktif dan pemahaman konseptual yang lebih mendalam. Kata kunci: efektivitas pembelajaran; hasil belajar; Matematika; media konkret; Realistic Mathematics Education (RME)
Comparative analysis of Kurikulum 2013 and Kurikulum Merdeka implementation on character development in physical education Akhmad Mar’i Muyassar
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.81

Abstract

The curriculum not only regulates learning content but also directs all core aspects of education, including learning, teaching, assessment, and the creation of an inclusive and relevant learning environment. This study aims to analyze and compare the implementation of Kurikulum 2013 and Kurikulum Merdeka in terms of student character development within physical education. The existing character crisis, marked by issues like a lack of discipline and honesty, underscores the importance of evaluating curriculum effectiveness in fostering positive values. This study employed a quantitative descriptive method, involving a sample of students from public and private schools in Bandung selected through cluster sampling. Data were collected using a structured questionnaire adapted from the Youth Sport Value Questionnaire and the Questionnaire of Attitudes in Sport to measure dimensions of values—including moral, competence, and status—and attitudes, which encompass commitment, habits, cheating, and gamesmanship. The results revealed that the majority of students under both curricula fell into the 'moderate' category for character development. Further statistical analysis showed no significant difference between the two curriculum groups. It is concluded that while both curricula have an influence, there is no significant difference in their impact on character development, as their effectiveness tends to be moderate and is heavily influenced by other factors, such as teacher competence and the school environment.   Abstrak Kurikulum tidak hanya mengatur konten pembelajaran, tetapi juga mengarahkan seluruh aspek inti pendidikan, seperti pembelajaran, pengajaran, penilaian, dan lingkungan belajar yang inklusif dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan implementasi Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka terhadap pengembangan karakter murid dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Berangkat dari adanya krisis karakter seperti kurangnya disiplin dan kejujuran, evaluasi efektivitas kurikulum dalam membentuk nilai-nilai positif menjadi sangat penting. Studi ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, melibatkan sejumlah murid dari sekolah negeri dan swasta di Kota Bandung yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang diadaptasi dari Youth Sport Value Questionnaire dan Questionnaire of Attitudes in Sport untuk mengukur dimensi nilai meliputi moral, kompetensi, dan status serta sikap, yang mencakup komitmen, kebiasaan, kecurangan, dan permainan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas murid pada kedua kurikulum berada dalam kategori pengembangan karakter "sedang". Analisis statistik lebih lanjut menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok kurikulum tersebut. Disimpulkan bahwa meskipun kedua kurikulum memberikan pengaruh, tidak ada perbedaan signifikan dalam dampaknya terhadap pengembangan karakter, di mana efektivitasnya cenderung moderat dan sangat dipengaruhi oleh faktor lain seperti kompetensi guru dan lingkungan sekolah. Kata Kunci: Kurikulum 2013; Kurikulum Merdeka; pengembangan karakter; pendidikan jasmani; studi komparatif
Development of experiment-based worksheet to improve critical thinking in human respiration Biworo Frida Gurning; Fauziyah Harahap; Yusnadi Yusnadi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.82

Abstract

Limited student engagement and underdeveloped critical thinking skills in elementary science learning prompted the development of an experiment-based student worksheet on the topic of the human respiratory system. This study aimed to produce a valid, practical, and effective instructional tool for fifth-grade learners. The development process employed a modified ADDIE model consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Validation involved subject matter experts, media specialists, and language experts. Implementation engaged classroom teachers and students in assessing the practicality and effectiveness of the worksheet. Findings revealed that the worksheet content aligned with learning objectives, the visual presentation was appealing, and the language was clear and appropriate for elementary students. The evaluation process indicated that the product supported a more contextual and participative learning environment. Feedback from both teachers and students affirmed the worksheet's role in promoting critical thinking skills through well-structured experimental tasks. The overall quality of the worksheet demonstrated its potential as a relevant and meaningful learning medium that aligns with the principles of the Merdeka Curriculum in primary education.   Abstrak Rendahnya keterlibatan aktif peserta didik dan belum optimalnya keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPAS menjadi dasar pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis eksperimen pada materi sistem pernapasan manusia. Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif digunakan oleh peserta didik kelas V Sekolah Dasar. Proses pengembangan mengikuti model ADDIE yang dimodifikasi melalui tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Implementasi melibatkan guru serta peserta didik untuk menilai kepraktisan dan efektivitas LKPD dalam pembelajaran. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa LKPD memiliki kualitas isi yang relevan dengan tujuan pembelajaran, disajikan dalam bentuk visual yang menarik, serta menggunakan bahasa yang komunikatif. Evaluasi pelaksanaan pembelajaran mengindikasikan bahwa produk mampu mendorong aktivitas belajar yang lebih kontekstual dan partisipatif. Dukungan dari respons guru dan peserta didik menguatkan bahwa LKPD dapat memfasilitasi keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui eksperimen yang terarah dan bermakna. Kelayakan dan kepraktisan yang terpenuhi menjadikan LKPD ini sebagai salah satu alternatif media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka dalam pendidikan dasar. Kata Kunci: berpikir kritis; eksperimen; LKPD; sistem pernapasan
The Impact of experimental methods on Science learning outcomes at SDIP YLPI Pekanbaru Fitri Nabila; Putri Octa Hadiyanti
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.83

Abstract

This study aims to examine the effect of experimental methods on the learning outcomes of fourth-grade students at SDIP YLPI Pekanbaru regarding the topic of “Perubahan Wujud Benda”. The research employed a quantitative, nonequivalent control group design, involving two non-randomly selected groups: an experimental group and a control group. The experimental group was taught using hands-on experiments, while the control group received traditional instruction. A multiple-choice test was used to assess students’ learning outcomes before and after instruction. The data analysis revealed a significant difference in the posttest scores between the two groups. Students who experienced the experimental method showed higher learning gains compared to those taught conventionally. This finding suggests that experimental methods can be more effective in enhancing students’ understanding of material changes. The study highlights the importance of active learning strategies in science education and recommends the broader implementation of experimental approaches in elementary classrooms to promote student engagement and conceptual mastery.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar murid kelas IV SDIP YLPI Pekanbaru pada materi “Perubahan Wujud Benda”. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain Nonequivalent Control Group Design, di mana dua kelompok murid, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dipilih tanpa pengacakan. Kelompok eksperimen menggunakan metode pembelajaran eksperimen, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar, yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Murid yang mengikuti pembelajaran dengan metode eksperimen menunjukkan peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa metode eksperimen lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman murid terhadap konsep perubahan wujud benda. Temuan ini merekomendasikan penerapan metode eksperimen sebagai strategi pembelajaran aktif yang dapat mendorong keterlibatan murid dan memperkuat konsep dalam pelajaran IPA di sekolah dasar. Kata kunci: capaian belajar murid; metode experimental; pembelajaran IPAS
The influence of Wordwall educational game on students' learning interest in elementary school Anggi Rozma Yusmita; Putri Octa Hadiyanti
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.84

Abstract

Learning media is one of the most essential elements in implementing learning activities, as it can convey messages to students through teaching resources and tools. This study aims to investigate the impact of using Wordwall media on the learning interest of fifth-grade elementary school students in the Water Cycle topic. The research employed a quantitative, quasi-experimental design. The study was conducted at SD IP YLPI Pekanbaru, involving 63 fifth-grade students divided into three classes: VA (21 students), VB (20 students), and VC (23 students). The sample consisted of an experimental class and a control class, each with 21 students. Data analysis techniques included tests, normality tests, t-tests, and hypothesis testing. The results indicate that Wordwall use significantly influences students' learning interest. This is evidenced by a notable difference between pretest and posttest scores in the experimental group. The findings suggest that Wordwall is an effective alternative medium for improving student interest in learning and assisting both teachers and students in overcoming learning challenges.   Abstrak Media pembelajaran merupakan salah satu unsur terpenting dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dapat menyampaikan pesan kepada siswa dalam bentuk sumber pembelajaran dan alat peraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan media Wordwall terhadap minat belajar siswa kelas V SD pada materi Siklus Air. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD IP YLPI Pekanbaru yang berjumlah 63 siswa, terdiri dari tiga kelas: VA (21 siswa), VB (20 siswa), dan VC (23 siswa). Sampel penelitian dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing terdiri dari 21 dan 20 siswa. Teknik analisis data meliputi tes, uji normalitas, uji-t, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Wordwall berpengaruh positif terhadap peningkatan minat belajar siswa. Hal ini terlihat dari adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen. Temuan ini menunjukkan bahwa Wordwall dapat menjadi media alternatif yang efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa serta membantu guru dan siswa dalam mengatasi tantangan pembelajaran. Keywords: media pembelajaran; minat belajar; murid sekolah dasar; pembelajaran sains; Wordwall

Page 3 of 54 | Total Record : 537