cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Strategies for improving the quality of education at SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari in Surakarta Anton Adi Suryo Kusuma; Naomi Fahma; Sutama Sutama; Budi Murtiyasa; Anam Sutopo
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.66330

Abstract

This research is motivated by the demand for educational institutions to create quality human resources. Regulation of the Minister of National Education No. 63 of 2009 concerning the quality assurance system for education in Indonesia serves as a reference for regulating quality limits, quality assurance objectives, and quality level references. This study aims to improve the quality of education and identify its inhibiting factors at SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari Surakarta. This research method is qualitative. Data collection was done by observation, interview, and documentation. The data validity technique uses source and method triangulation. The data analysis technique in this research has three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the strategies to improve the quality of education carried out by SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari are: 1) Adopting four curricula, 2) Improving student achievement, both academic and non-academic, 3) Improving infrastructure facilities through a) minimum educator standards of S1, b) straightforward programs and division of tasks, c) adequate infrastructure, d) an environment that supports the learning process, e) foundation and community support. At the same time, the inhibiting factors are the large number of students and the lack of technology-based learning facilities in the classroom.   Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi adanya tuntutan bagi lembaga pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 63 Tahun 2009 tentang sistem penjaminan mutu Pendidikan di Indonesia menjadi acuan dalam mengatur batasan mutu, tujuan penjaminan mutu dan acuan tingkatan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi meningkatkan mutu pendidikan dan faktor penghambatnya di SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari Surakarta. Metode penelitian ini ialah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data dalam penelitian ini ada tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan oleh SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari yaitu: 1) Mengadopsi empat kurikulum, 2) Meningkatkan prestasi peserta didik baik akademik maupun non akademik, 3) Meningkatkan sarana prasarana melalui: a) standard pendidik minimal S1, b) program dan pembagian tugas yang jelas, c) sarana prasarana yang memadai, d) lingkungan yang mendukung proses pembelajaran, e) dukungan yayasan dan masyarakat. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu jumlah peserta didik yang banyak dan minimnya fasilitas pembelajaran berbasis teknologi di kelas. Kata Kunci: Mutu pendidikan; sekolah dasar; strategi pendidikan
Analysis of the teacher's difficulties in the preparation of teaching modules Kurikulum Merdeka in elementary school Septi Yulaehah; Ratnasari Diah Utami
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.64464

Abstract

The year 2023 is the second year of the implementation of Kurikulum Merdeka, but teachers are still unfamiliar with the curriculum transition. The purpose of this study is to find out which parts of the teacher have difficulty in compiling teaching modules and how efforts to overcome the challenges in compiling teaching modules. The method used is descriptive qualitative. The data source is selected by purposive sampling. The subject of this research is teachers who implement Kurikulum Merdeka, and the object is the teacher's difficulty in preparing the Kurikulum Merdeka teaching module. The data collection technique uses observation, interview, and documentation study methods. The data validity technique uses data and source triangulation techniques. The data analysis technique uses Milles & Huberman's interactive analysis model, which includes the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This study's results indicate teacher difficulties in preparing teaching modules, namely, analyzing the conditions and needs of students, ATP analysis, determining time allocations, learning models and methods, learning objectives, meaningful understanding, and assessment. Efforts made by teachers in overcoming difficulties, namely, observation, asking about activities and learning that students like, discussing with peers, looking for references on the internet, opening an independent teaching platform, adjusting student needs and predicting the duration of activities, and targeting time for doing assignments.   Abtsrak Tahun 2023 merupakan tahun kedua diimplementasikannya Kurikulum Merdeka, namun guru masih belum terbiasa dengan adanya peralihan kurikulum tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pada bagian mana guru kesulitan dalam menyusun modul ajar dan bagaimana upaya untuk mengatasi kesulitan dalam menyusun modul ajar. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif, sumber data dipilih secara purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah guru yang menerapkan Kurikulum Merdeka, dan objeknya adalah kesulitan guru dalam penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data dan sumber. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Milles dan Huberman yang meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesulitan guru dalam menyusun modul ajar yakni; menganalisis kondisi dan kebutuhan peserta didik, analisis ATP, menentukan alokasi waktu, model dan metode pembelajaran, tujuan pembelajaran, pemahaman bermakna, asesmen. Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan yakni; observasi, menanyakan kegiatan dan pembelajaran yang disukai peserta didik, berdiskusi dengan teman sejawat, mencari referensi di internet, membuka platform merdeka mengajar, menyesuaikan kebutuhan murid dan memprediksi lama durasi kegiatan, menentukan target waktu mengerjakan tugas. Kata Kunci: Kesulitan guru; kurikulum merdeka; modul ajar; sekolah dasar
Development of student mental health scale Ghinaya Ummul Mukminin; Krisbandaru Hayuningtyas; Daniela Pauleta Naomi; Aulia Azmi Izzatulhaq; Asriani Cahya Fitria; Siti Chotidjah; Lira Fessia Damaianti; Heli Ihsan; Farhan Zakariyya; Wida Widiyani Putri
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.64298

Abstract

Mental health among high school (SMA) students is an important issue that needs attention. This research aims to develop a mental health scale for high school students, which is expected to be able to detect whether students have mental problems or not, so that students with problems can get fast and appropriate help. Apart from that, this scale is also expected to be able to see the extent to which students' mental development is good. This scale was developed based on three dimensions of mental health, namely peace with oneself, social interaction function, and basic and advanced psychological needs. The research method employed in this study is the quantitative method. Meanwhile the participants involved in this research were 1045 high school students consisting of students in grades 10-12. The analysis technique uses item-total correlation and exploratory factor analysis. The result was that 25 items had satisfactory item-total correlations with values ranging from 0.307 to 0.677. The results of the exploratory factor analysis that has been carried out are the formation of three dimensions with a different distribution of items from the initial design. Apart from that, this measuring tool also has a cumulative proportion of variance explained by factors of 0.434 and a model fit of CFI (0.910) and TLI (0.900). In the future, in-depth research is needed regarding the external validity of this mental health scale, which is correlated with other variables using convergent and discriminant validity methods.   Abstrak Kesehatan mental pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan salah satu permasalahan penting yang perlu menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur kesehatan mental bagi siswa SMA, yang diharapkan dapat mendeteksi apakah siswa memiliki permasalahan mental atau tidak, sehingga siswa yang bermasalah bisa mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat. Selain itu, alat ukur ini juga diharapkan dapat melihat sejauh mana mental siswa berkembang dengan baik. Skala ini dikembangkan berdasarkan tiga dimensi kesehatan mental yaitu berdamai dengan diri sendiri, fungsi interaksi sosial, serta kebutuhan psikologis dasar dan lanjut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitaif, sedangkan partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 1045 siswa SMA terdiri dari siswa kelas 10-12. Teknis analisis menggunakan korelasi item-total dan analisis faktor eksploratori. Hasilnya 25 item memiliki korelasi item-total yang memuaskan dengan nilai antara 0.307 sampai 0.677. Hasil dari analisis faktor eksploratori yaitu terbentuknya tiga dimensi dengan sebaran item yang berbeda dari rancangan awal, selain itu alat ukur ini juga memiliki proporsi kumulatif varian yang dijelaskan oleh faktor sebesar 0.434 dan model fit CFI (0.910) dan TLI (0.900). Untuk selanjutnya, perlu penelitian mendalam mengenai validitas eksternal skala kesehatan mental ini yang dikorelasikan dengan variabel-variabel lain menggunakan metode validitas konvergen dan diskriminan. Kata Kunci: Evaluasi; kesehatan mental; siswa SMA; pengembangan alat ukur
A comparative curriculum analysis from the perspective of data science Adi Susanto; Dian Endang Lestari; Maulina Fakhrunnisa Salsanabila
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.66317

Abstract

The importance of data science in the mathematics curriculum at the elementary school level is to encourage data literacy from an early age and support the increasing demand for a data-literate society. This study aims to determine how and to what degree data science and related abilities are taught in Indonesian mathematics curricula, especially at the elementary school level. The research method used in this research is a qualitative research method with a literature study approach. Data was collected through documents obtained from the 2013 curriculum and Kurikulum Merdeka. The research results show that data material in the Kurikulum Merdeka has been given to students in phase A, or generally grades 1 and 2. However, in the 2013 curriculum, data material is given to grade 3 or phase B students. Moreover, the data material used in the Kurikulum Merdeka is explicitly related to data from many objects and data from measurements. In contrast, the 2013 curriculum relates to student data and their environment. Additionally, in representing data and material in the field of study, there are differences in the order between the curriculum of 2013 and the Kurikulum Merdeka.   Abstrak Pentingnya ilmu data dalam kurikulum matematika di tingkat sekolah dasar untuk mendorong literasi data sejak dini dan mendukung peningkatan permintaan masyarakat yang melek data. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami bagaimana dan sejauh mana pengetahuan dan keterampilan data dipelajari dalam kurikulum matematika di Indonesia utamanya di tingkat sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan melalui instrumen dokumen yang diperoleh dari dokumen yang berkaitan dengan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi data dalam kurikulum merdeka sudah diberikan kepada siswa pada fase A atau umumnya kelas 1 dan 2, namun dalam kurikulum 2013 materi data baru diberikan kepada siswa pada kelas 3 atau setara dengan fase B. Selain itu, materi data yang digunakan dalam kurikulum merdeka secara eksplisit terkait dengan data dari banyak benda dan data hasil pengukuran, sedangkan dalam kurikulum 2013 terkait data diri peserta didik dan lingkungannya. Tidak hanya itu saja, dalam merepresentasikan data dan juga materi bidang kajian, terdapat perbedaan urutan dalam kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka. Kata Kunci: Ilmu data; kurikulum Matematika; sekolah dasar; studi komparatif
Summative assessment planning in the Kurikulum Merdeka on two-dimensional figure materials Mar’atu Sholikhah; Yulia Maftuhah Hidayati
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.65594

Abstract

Summative assessment is part of Kurikulum Merdeka which is expected not to be put aside because it has an important influence in determining students' final grades or grade promotion. This research aims to analyze summative assessment planning in Kurikulum Merdeka on plane material. The research method used is qualitative. There are three subjects of this research, namely the school principal, mathematics teacher, and homeroom teacher. Research data collection techniques are interviews and documentation. The data that has been collected is analyzed, starting with data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the research analyzed the planning of summative assessment of scope material, namely the teacher gave questions about the area perimeter of triangles and parallelograms, the area of rectangles, trapezoids, and kites, while the assessment technique used essays. In the mid-semester summative assessment, the teacher gives questions about the area perimeter of a triangle, the area parallelogram, the area square, and the perimeter of a rectangle. In the end-of-semester summative assessment, the teacher gave questions about the area of the perimeter of a square and rectangle, the area of a trapezoid, the area of a triangle, and the perimeter of a parallelogram. The assessment techniques used are multiple-choice, essay, and essay questions.   Abstrak Asesmen sumatif menjadi bagian dari kurikulum merdeka yang diharapkan untuk tidak dikesampingkan dikarenakan Asesmen Sumatif memiliki pengaruh penting dalam menentukan nilai akhir atau kenaikan kelas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang perencanaan asesmen sumatif dalam kurikulum merdeka pada materi bangun datar. Metode penelitian yang digunakan kualitatif. Subyek penelitian ini ada tiga yaitu kepala sekolah, guru matematika dan wali kelas. Teknik pengumpulan data penelitian ialah wawancara dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan dilakukan analisis data mulai dari reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menganalisis tentang perencanaan Asesmen sumatif lingkup materi yaitu guru memberi soal tentang luas keliling segitiga dan jajargenjang, luas persegi panjang, trapesium dan layang-layang sedangkan teknik penilaian menggunakan essay. Asesmen sumatif tengah semester, guru memberikan soal tentang luas keliling segitiga, luas jajargenjang, luas persegi dan keliling persegi panjang. Asesmen sumatif akhir semester, guru memberi soal tentang luas keliling persegi dan persegi panjang, luas trapesium, luas segitiga, dan keliling jajargenjang. Teknik penilaian yang digunakan yaitu pilihan ganda, essay dan soal uraian. Kata Kunci: Asesmen sumatif: bangun datar; Kurikulum Merdeka; rencana asesmen
Analysis of the implementation of Profil Pelajar Pancasila through school culture Raymundus Eko; Deny Setiawan; Anita Yus
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.64971

Abstract

Learning encourages paradigm changes, including those related to school curriculum and education. Therefore, it is essential to ensure teachers' understanding of Profil Pelajar Pancasila and how to implement it through school culture at UPT SPF SD Negeri 101799 Deli Tua. The research subjects were 16 teachers and 74 students. The research method used is descriptive qualitative research using observation, interview, and questionnaire data collection techniques. The research results show that the implementation of Profil Pelajar Pancasila at UPT SPF SD Negeri 101799 Deli Tua has gone very well. This excellent result is supported by the teacher's understanding of the concept of Profil Pelajar Pancasila. The implementation of this program is also supported by 8 (eight) school cultures, namely religious culture, 5S culture (Senyum. Sapa, Salam, Sopan, dan Santun), Flag Ceremony culture, I work alone culture, Nail Cutting culture, Clean Class culture, Literacy culture, and “I Can” culture. By implementing the Kurikulum Merdeka and these eight cultures, UPT SPF SD Negeri 101799 Deli Tua, as one of the driving schools, has made maximum efforts to realize students as lifelong learners with the character of the Profil Pelajar Pancasila.   Abstrak Pembelajaran mendorong terjadinya perubahan paradigma, termasuk yang berkaitan dengan kurikulum dan pendidikan di sekolah. Maka dari itu penting untuk memastikan pemahaman guru tentang Profil Pelajar Pancasila dan cara implementasinya melalui budaya sekolah di UPT SPF SD Negeri 101799 Deli Tua. Subjek penelitian adalah 16 orang guru dan 74 peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deksriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Profil Pelajar Pancasila di UPT SPF SD Negeri 101799 Deli Tua telah berjalan dengan sangat baik. Hasil sangat baik ini didukung oleh pemahaman guru terhadap konsep Profil Pelajar Pancasila. Implementasi program ini juga didukung oleh 8 (delapan) budaya sekolah yakni budaya Religius, budaya 5S (Senyum. Sapa, Salam, Sopan, dan Santun), budaya Upacara Bendera, budaya Aku Kerja Sendiri, budaya Potong Kuku, budaya Bersih Kelas, budaya Literasi dan, budaya Aku Bisa. Dengan menerapkan Kurikulum Merdeka dan kedelapan budaya ini, UPT SPF SD Negeri 101799 Deli Tua sebagai salah satu Sekolah penggerak, telah berusaha secara maksimal dalam mewujudkan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter Profil Pelajar Pancasila. Kata Kunci: Budaya Sekolah, Kurikulum Merdeka, Profil Pelajar Pancasila
Cultivating local wisdom through the Profil Pelajar Pancasila program in Kurikulum Merdeka Belajar Andrie Hasugian; Iim Siti Masyitoh; Susan Fitriasari
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.66755

Abstract

There is a transition from the 2013 curriculum to Kurikulum Merdeka at the elementary school level. What commonly occurs is that teachers are more focused on observing changes in the lesson plan format than on the essence of Kurikulum Merdeka. The essential aspect of Kurikulum Merdeka at the elementary school level is the emergence of Pancasila values, where these values must be internalized in children through various activities. One activity that can be used to internalize Pancasila values is traditional games, which are products of the local wisdom of Indonesian society. This study is ethnographic research, so the author gathered more data from online news used as a medium to access information related to Kurikulum Merdeka Belajar. The data were then analyzed using content analysis techniques. The research results indicate that six Pancasila values can be internalized in children through traditional games, namely belief in and devotion to the Almighty, noble character, global diversity, cooperation, independence, creativity, and critical thinking. Second, the internalization of Pancasila values through traditional games is carried out by introducing various classic games to children, demonstrating how to play them, and explaining the rules of the games. Based on these research findings, it can be concluded that the Pancasila values actualized by children in implementing traditional games can contribute to the success of Kurikulum Merdeka implementation while preserving local wisdom in society.   Abstrak Pada tingkat sekolah dasar, kurikulum 2013 saat ini sedang digantikan oleh kurikulum Merdeka. Guru-guru sering kali lebih fokus pada perubahan struktur rencana pembelajaran daripada pada inti yang terdapat dalam kurikulum Merdeka. Fokus utama dari kurikulum Merdeka di sekolah dasar adalah pengenalan nilai-nilai Pancasila, yang harus diinternalisasi oleh anak-anak melalui berbagai kegiatan. Permainan tradisional adalah salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk membantu anak-anak menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. Permainan-permainan ini adalah hasil dari kearifan lokal masyarakat Indonesia. Karena penelitian ini bersifat etnografi, penulis mendapatkan data dari berita online yang digunakan sebagai media untuk mengakses informasi terkait kurikulum Merdeka belajar. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, anak-anak dapat menginternalisasi enam prinsip Pancasila melalui permainan tradisional, yaitu kemandirian, kreativitas, berpikir kritis, keberagaman global, karakter mulia, keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa, serta kerja sama dan saling mendukung. Kedua, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai permainan tradisional, diajarkan cara memainkannya, dan diberikan penjelasan aturan main untuk memfasilitasi internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui permainan tradisional. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikatakan bahwa aktualisasi nilai-nilai Pancasila oleh anak-anak melalui permainan tradisional dapat mendukung implementasi kurikulum Merdeka sambil mempromosikan pelestarian pengetahuan lokal dalam masyarakat. Kata Kunci: Kearifan lokal; kurikulum merdeka; profil pelajar pancasila
Development of a training program in simple bookkeeping and Microsoft Excel for hawkers and MSMEs in TBM Sakila Kerti Tegal Yuannisa Aisanafi
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.66526

Abstract

As the most significant contributor to the Indonesian economy, MSMEs, which are Micro, Small, and Medium-sized Enterprises, play an essential role in reducing unemployment as they are resilient and resistant to economic crises. So, developing their activities or business and paying attention to the financial reports is crucial. The hawkers and traders in MSMEs also urgently need to be facilitated and assisted in financial literacy, starting from the simple bookkeeping process. This development of the assistance program is intended to provide materials and assistance to traders or hawkers and MSMEs in Taman Baca Masyarakat Sakila Kerti Tegal, particularly in the bus station area. By giving presentations, discussions, and case studies, followed by direct assistance, it is proven that the level of understanding and ability to do simple bookkeeping processes has increased and resulted in better knowledge and literacy. Moreover, Microsoft Excel has been introduced as a helpful software for MSMEs in the bookkeeping process, which increases their awareness of utilizing the usefulness of information technology.   Abtsrak Sebagai kontributor terbesar atas ekonomi Indonesia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berperan signifikan dalam mengurangi pengangguran karena kemampuannya bertahan pada krisis ekonomi. Sehingga, penting bagi mereka untuk bisa membangun bisnisnya dengan baik dan memberi perhatian lebih pada proses pencatatan akuntansi. Para pedagang asongan dan pedagang yang juga termasuk dalam UMKM juga sangat perlu difasilitasi dan dibantu dalam hal literasi keuangan, dimulai dari pembukuan sederhana. Pengembangan program pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan berupa materi dan pelatihan langsung kepada para pedagang asongan dan UMKM di Taman Baca Masyarakat Sakila Kerti Tegal, khususnya di kawasan terminal bus. Dengan memberikan presentasi, diskusi, dan studi kasus yang dilanjutkan dengan pendampingan langsung, terbukti bahwa tingkat pemahaman dan kemampuan melakukan pembukuan sederhana semakin meningkat dan menghasilkan pengetahuan dan literasi yang lebih baik. Selain itu, pengenalan Microsoft Excel sebagai perangkat lunak yang berguna bagi UMKM dalam melakukan proses pembukuan juga telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mereka dalam memanfaatkan kegunaan teknologi informasi. Kata Kunci: Akuntansi; pembukuan; UMKM
Kurikulum Merdeka planning in schools: Case study at SMA N 1 Kalidawir Evy Ramadina
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.66012

Abstract

Changes in the learning system caused by adjustments to conditions and needs during the pandemic, as well as gaps in the use of digital platforms, have an impact on strengthening learning loss and learning gaps. Educational programs and learning processes focusing on student needs will reduce learning loss. Effective curriculum management is encouraged to meet the resources students need so that learning gaps do not occur in educational institutions. This research aims to analyze Merdeka curriculum planning in high schools for guidance for other schools facing similar challenges regarding Kurikulum Merdeka planning amidst educational changes in Indonesia. This research was designed using a qualitative research method with a case study approach. The research began by collecting, processing, analyzing, and compiling a report. The research results explored Kurikulum Merdeka's planning at SMA Negeri 1 Kalidawir. Planning is the first step in realizing curriculum management. The Merdeka curriculum planning stages at SMA N 1 Kalidawir began with forming a special team, understanding information from the Merdeka curriculum guide from the government and resource persons, holding House Training (IHT), and then developing KOSP (educational unit operational curriculum).   Abstrak Perubahan sistem pembelajaran yang disebabkan penyesuaian kondisi dan kebutuhan saat pandemi, serta kesenjangan penggunaan platform digital berdampak pada menguatnya learning loss dan learning gap. Program pendidikan dan proses pembelajaran yang fokus pada kebutuhan peserta didik akan mengurangi adanya learning loss. Pengelolaan kurikulum yang efektif didorong untuk memenuhi sumber daya yang dibutuhkan peserta didik sehingga tidak terjadi learning gap pada lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan kurikulum merdeka pada sekolah menengah atas, supaya dapat memberikan panduan bagi sekolah-sekolah lain yang tengah menghadapi tantangan serupa terkait perencanaan kurikulum merdeka di tengah perubahan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini didesain menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian dimulai dengan mengumpulkan data, mengolah data, menganalisis data, dan menyusun laporan. Hasil penelitian mengeksplorasi perencanaan Kurikulum Merdeka di di SMA Negeri 1 Kalidawir, perencanaan merupakan langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan kurikulum. Tahapan perencanaan kurikulum merdeka di SMA N 1 Kalidawir dimulai dengan pembentukan tim khusus, memahami informasi dari panduan kurikulum merdeka dari pemerintah dan narasumber, mengadakan In House Training (IHT), kemudian mengembangkan KOSP (kurikulum operasional satuan pendidikan). Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; manajemen kurikulum; perencanaan kurikulum
Utilization of digital technology to improve the speaking skills of BIPA Francophone students Muhammad Farhan Basarah; Dadang Sunendar; Nuny Sulistiany Idris
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.66754

Abstract

This research discusses using digital technology to improve speaking skills for BIPA francophone students. BIPA students frequently struggle to interact and communicate with Indonesian society daily, particularly those who identify as francophones. EC, a French BIPA UPI Education student, encountered one specific instance of these challenges. Her strong French accent interfered with his ability to pronounce words correctly in Indonesian and with her interactions with other Indonesians. Therefore, to realize active and communicative learning of BIPA speaking skills, appropriate media is needed to support it. In learning BIPA speaking skills, online platforms such as digital modules can improve verbal interaction and understanding of language context. This research method uses a qualitative descriptive design. This is based on research results in interviews with BIPA teachers. The research results show that digital technology-based BIPA teaching with Indonesian tourism and culture content significantly improves the speaking skills of francophone BIPA students. Improving speaking skills focuses on improving vocabulary and daily dialogue, including Indonesian tourism and cultural content, especially Bandung, Paris Van Java.   Abstrak Penelitian ini membahas tentang penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan keterampilan berbicara bagi para siswa BIPA frankofon. Pemelajar BIPA khususnya frankofon seringkali mengalami kendala dalam berkomunikasi dan berbaur dengan Masyarakat Indonesia dalam berkehidupan sehari-hari. Salah satu contoh konkret kendala tersebut dialami oleh EC, mahasiswa Pendidikan BIPA UPI asal Prancis yang memiliki aksen bahasa Prancis yang sangat kental sehingga mempengaruhi artikulasi pengucapan bahasa Indonesianya dan hubungan komunikasinya dengan orang Indonesia. Oleh karena itu, untuk mewujudkan pembelajaran keterampilan berbicara BIPA yang aktif dan komunikatif, diperlukan media yang tepat untuk menunjangnya. Dalam pembelajaran keterampilan berbicara BIPA, pemanfaatan berbagai platform daring seperti modul digital dapat meningkatkan interaksi verbal dan pemahaman konteks bahasa. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang berupa hasil wawancara kepada para pengajar BIPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran BIPA berbasis teknologi digital bermuatan wisata dan budaya Indonesia memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa BIPA frankofon. Peningkatan keterampilan berbicara tidak hanya terfokuskan pada peningkatan kosakata dan dialog sehari-hari, tetapi juga meliputi muatan wisata dan budaya Indonesia khususnya Bandung sebagai kota Paris Van Java. Kata Kunci: Frankofon; Penutur BIPA; Teknologi Digital; Wisata Bandung