cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Analysis of jokes technique in TikTok contents as English learning media Erika Sinambela; Bimbi Izumi Sembiring; Sondang Manik; Darman Pangaribuan
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.63906

Abstract

English is a foreign language studied in schools and is one of the compulsory subjects. However, a problem occurs in its implementation: the tendency to learn English using a focused memorization method. This can hinder English learning, focusing on the concept that language is part of culture, not just a series of memorized words. One learning method that can be used is by implementing humor. Humor serves as a bridge between teachers and students to create a more relaxed and comfortable classroom environment. This research aims to investigate the source of English Learning materials in the form of jokes from Stand-Up Comedians and ensure their use in English learning routines. The approach used in this research is descriptive qualitative, using the observation method. The research sample consists of 25 videos containing jokes obtained from English Stand-Up Comedians' TikTok user accounts. The data was then analyzed to identify the types of jokes used in each video and their use in English learning. The results show that the type of joke widely used in the content is Ridicule; however, the suitable joke techniques for use in English learning in the classroom are Politeness Strategy and Paralanguage.   Abstrak Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang dipelajari di sekolah dan menjadi salah satu mata pelajaran wajib. Akan tetapi, pada pelaksanaannya terdapat permasalahan yang terjadi, yakni adanya kecenderungan pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan cara menghafal yang terfokus. Hal tersebut dapat menghambat pembelajaran Bahasa Inggris yang berfokus pada konsep bahwa bahasa merupakan bagian dari budaya, dan bukan hanya sebagai rangkaian kata yang dihafal. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan mengimplementasikan humor. Humor menjadi jembatan antara guru dan siswa untuk membangun lingkungan kelas yang lebih santai dan nyaman bagi para siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sumber materi pembelajaran Bahasa Inggris berupa lelucon dari Stand Up Comedian, dan memastikan penggunaannya dalam rutinitas pembelajaran Bahasa Inggris. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode observasi. Sampel penelitian berupa 25 video berisi lelucon yang diperoleh dari akun pengguna TikTok stand-up comedy Inggris. Data kemudian melalui proses analisis untuk mengidentifikasi jenis candaan yang digunakan pada tiap video dan penggunaannya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Hasil menunjukkan bahwa jenis candaan yang banyak digunakan pada konten adalah teknik candaan ridicule,akan tetapi teknik candaan yang cocok digunakan pada pembelajaran Bahasa Inggris di dalam kelas adalah Politeness Strategy dan Paralanguage. Kata Kunci: Pembelajaran bahasa Inggris; stand-up comedy; teknik lelucon; TikTok
Flipped classroom with a gamification case method approach for learning statistics Novia Kuswidayani; Yerry Soepriyanto; Henry Praherdhiono
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.65405

Abstract

Integrating flipped classrooms and gamification in educational statistics aims to enhance student motivation and understanding. This approach actively involves students in case-based learning, immersing them in real or hypothetical problems relevant to the course. This development aims to create an engaging and effective learning model applicable to statistics education. The model development follows five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. During the flipped class, students review learning materials before the session, allowing in-class time to focus on case-solving discussions and gamification activities. The experiment involved sixth-semester educational technology students taking a statistics education course. Learning design experts validated the model, receiving a positive response (96%), indicating its suitability for implementation. The model's effectiveness was evident in the experiment, with a high success rate of 99%. The design's attractiveness, mainly due to engaging gamification elements, contributed to positive student responses. Research results highlight the success of integrating flipped classrooms with case-based gamification methods, providing an attractive and effective approach to statistics education.   Abstrak Integrasi kelas terbalik dan gamifikasi dalam statistika pendidikan bertujuan meningkatkan motivasi dan pemahaman mahasiswa. Pendekatan ini melibatkan mahasiswa secara aktif dalam pembelajaran berbasis kasus, membenamkan mereka dalam masalah nyata atau hipotesis yang relevan dengan mata kuliah tersebut. Tujuan dari pengembangan ini untuk menciptakan model pembelajaran yang menarik dan efektif untuk diterapkan pada pembelajaran statistik. Pengembangan model melalui lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Selama kelas terbalik, mahasiswa meninjau materi pembelajaran sebelum kelas dimulai, memungkinkan waktu di dalam kelas untuk fokus pada diskusi penyelesaian kasus dan aktivitas gamifikasi. Percobaan melibatkan mahasiswa teknologi pendidikan semester keenam yang mengambil mata kuliah statistik pendidikan. Ahli desain pembelajaran memvalidasi model tersebut, mendapatkan tanggapan positif (96%), menunjukkan kesesuaian untuk diimplementasikan. Efektivitas model terbukti dalam percobaan, dengan tingkat kelulusan tinggi sebesar 99%. Daya tarik desain tersebut dicatat karena elemen gamifikasi yang menarik, berkontribusi pada respon positif dari mahasiswa. Hasil penelitian menyoroti keberhasilan integrasi kelas terbalik dengan metode kasus gamifikasi, memberikan pendekatan yang menarik dan efektif dalam statistika pendidikan. Kata Kunci: Flipped classroom; gamifikasi; keterlibatan pemelajar; pembelajaran berbasis kasus; Statistika
Implementation of the teacher's role in implementing the Kurikulum Merdeka in elementary school Maisy Aprilia; Dea Mustika
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67106

Abstract

One of the latest initiatives from the Kementerian Pendidikan, Kebudayaam, Riset, dan Dikti (Kemendikbudristek) is the Merdeka Curriculum to improve the quality of students who have competitiveness in facing future developments. To implement a Merdeka Curriculum, the role of teachers is very crucial. This research aims to determine the implementation of the teacher's role in implementing the Kurikulum Merdeka using descriptive qualitative methods. The research was conducted at SDIT Fadhilah Pekanbaru by collecting data through observation, interviews, and documentation. The results of this research indicate that the Kurikulum Merdeka has been implemented by teachers, who play a role in (1) planning a learning program, starting from creating an ATP and being able to formulate specific learning objectives according to student needs; (2) implementing the program that has been created, namely by using varied learning methods and media and involving students in active learning; and (3) carry out regular evaluations and reflections to assess learning outcomes. In this study, researchers found several difficulties faced by teachers in implementing the Kurikulum Merdeka, including difficulties in time management and limited facilities and infrastructure. However, as professional educators, teachers still try to optimize existing facilities to implement a Kurikulum Merdeka with innovative and flexible learning according to the needs and demands of the Industrial Revolution 4.0.   Abstrak Salah satu inisiasi terbaru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaam, Riset, dan Dikti (Kemendikbudristek) adanya Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kualitas peserta didik yang memiliki daya saing dalam menghadapi perkembangan zaman di masa depan. Untuk menerapkan Kurikulum Merdeka, peran guru sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi peran guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, dengan metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SDIT Fadhilah Pekanbaru dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka telah diimplementasikan oleh guru, yang berperan dalam; (1) merencanakan program belajar, mulai dari pembuatan ATP dan dapat merumuskan tujuan spesifik pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa (2) melaksanakan program yang telah dibuat, yaitu dengan menggunakan metode dan media pembelajaran yang variatif dan melibatkan siswa untuk belajar aktif; dan (3) melakukan evaluasi dan refleksi secara berkala untuk menilai hasil pembelajaran. Dalam studi ini peneliti menemukan beberapa kesulitan yang dihadapi guru dalam implementasi kurikulum merdeka, di antaranya adalah kesulitan dalam manajemen waktu, serta sarana dan prasarana yang terbatas. Namun sebagai seorang pendidik profesional, guru tetap berusaha mengoptimalkan fasilitas yang ada untuk menerapakan kurikulum merdeka dengan pembelajaran inovatif dan fleksibel sesuai kebutuhan dan tuntutan revolusi industri 4.0. Kata Kunci: Kurikulum merdeka; peran guru; sekolah dasar
Evaluation of antenatal care competency with Objective Structure Examination Blended Learning (OSCE-BL) Ari Indra Susanti; Ariyati Mandiri
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.66495

Abstract

Midwifery students must possess clinical competency before entering clinical practice in the practice area. Assessing clinical competency using Objective Structure Clinical Evaluation (OSCE) is necessary. However, OSCE examiners are limited, so blended learning is carried out. The research aims to determine the learning outcomes of midwifery students using OSCE Blended Learning (BL) in the pregnancy care module. This research used a descriptive cross-sectional method using OSCE scores from 2020 to 2022. That research sample was 92 people using a total sampling technique. Competencies tested in the OSCE are anamnesis, physical examination in the second and third trimester, laboratory examination, and counseling. Processing and analyzing univariate data descriptively. The anamnesis competency score was the greatest mean in 2021 (91.45), physical examination in the second trimester (88.79), and third trimester (88.03). Meanwhile, supporting examinations in 2020 (88.36) and counseling (88.31). In the OSCE evaluation in 2021, only a small number of students did not pass the anamnesis (2 people), physical examination second trimester (2 people), and third trimester (2 people), support (2 people), and counseling (1 person). Method OSCE BL can be used to evaluate pregnancy care competency before midwifery students do clinical practice in the practice area.   Abstrak Kompetensi klinis harus dimiliki oleh mahasiswi kebidanan sebelum memasuki praktik klinis di lahan praktik sehingga perlu dilakukan penilaian kompetensi klinis menggunakan Objective Structure Clinical Evaluation (OSCE). Akan tetapi, penguji OSCE terbatas, maka OSCE dilakukan dengan blended learning. Penelitian bertujuan mengetahui hasil belajar mahasiswi kebidanan dengan OSCE Blended Learning (OSCE BL) pada modul asuhan kehamilan (ANC). Penelitian dengan metode deskriptif dengan cross sectional menggunakan nilai OSCE dari tahun 2020 (36 orang), 2021 (25 orang), dan 2022 (31 orang) sehingga jumlah sampel penelitian sebanyak 92 orang dengan teknik total sampling. Kompetensi yang diujikan pada OSCE, yaitu anamnesa, pemeriksaan fisik trimester 2 dan 3, pemeriksaan laboratorium, dan konseling. Pengolahan dan analisis data univariat secara deskriptif (nilai mean, standar deviasi, nilai maksimal, dan minimal). Nilai kompetensi anamnesa paling besar tahun 2021 (mean=91.45), pemeriksaan fisik trimester 2 (mean=88.79) dan trimester 3 (mean=88.03). Sedangkan pemeriksaan penunjangtahun 2020 (mean=88.36) dan konseling (mean=88.31). Pada evaluasi OSCE hanya sebagian kecil mahasiswa yang tidak lulus kompetensi anamnesa (2 orang), pemeriksaan fisik trimester 2 (2 orang), dan trimester 3 (2 orang), penunjang (2 orang), dan konseling (1 orang) tahun 2021. Metode OSCE BL dapat digunakan untuk evaluasi kompetensi asuhan kehamilan sebelum mahasiswi kebidanan praktik klinis di lahan praktik. Kata Kunci: Blended learning; evaluasi: kompetensi; mahasiswa kebidanan; OSCE
The need analysis of BIPA speaking materials and modules for foreign athletes Ray Ardi Putra; Nuny Sulistyani Idris; Suci Sundusiah
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.66856

Abstract

BIPA (Indonesian Language for Foreign Speakers) is very popular among the international community. This situation can be seen in many foreign students studying Indonesian. BIPA students come from various backgrounds, including business, health, military, academics, and sports. The BIPA sports learning module has also become necessary for BIPA sports students. This is driven by the interest of foreign athletes in studying BIPA, such as Danish badminton players who want to learn Indonesian. This research is an analysis of research and development (RnD) needs with the ADDIE concept, which will produce a product that is developed and validated for the world of education, intending to renew or innovate the development of existing educational products. There are five RnD research procedures with the ADDIE analysis concept: needs, planning and design, development, implementation, and evaluation. Analysis steps were carried out on BIPA students to get responses regarding Indonesian language needs. The type of product being developed is an open BIPA speaking skills module for BIPA athletes learners. However, this research analyzes the need to develop BIPA modules for athletes. Analysis of needs for developing BIPA modules is necessary for BIPA teachers to provide an overview of what modules should be developed.   Abstrak Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) saat ini sangat populer di kalangan masyarakat internasional. Situasi ini terlihat dari banyaknya pelajar luar negeri yang belajar bahasa Indonesia. Pemelajar BIPA berasal dari berbagai latar belakang, antara lain bisnis, kesehatan, militer, akademik, dan olahraga. Modul pembelajaran BIPA olahraga juga sudah menjadi kebutuhan bagi Pemelajar BIPA olahraga. Hal ini didorong oleh minat olahragawan mancanegara untuk mempelajari BIPA, seperti pebulu tangkis Denmark yang ingin belajar bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan analisis kebutuhan penelitian dan pengembangan (RnD) dengan konsep ADDIE yang akan menghasilkan suatu produk yang dikembangkan dan divalidasi bagi dunia pendidikan, dengan tujuan memperbaharui atau menginovasi pengembangan produk pendidikan yang sudah ada. Terdapat lima prosedur penelitian RnD dengan konsep ADDIE, yaitu analisis kebutuhan, perancangan dan desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Langkah analisis dilakukan terhadap mahasiswa BIPA untuk mendapatkan tanggapan mengenai kebutuhan bahasa Indonesia. Adapun jenis produk yang dikembangkan yaitu modul ajar BIPA keterampilan berbicara bagi pembelajar BIPA olahragawan. Namun, dalam penelitian ini berfokus pada analisis kebutuhan pengembangan modul BIPA untuk para olahragawan.Analisis kebutuhan untuk pengembangan modul ajar BIPA menjadi suatu kebutuhan bagi para pengajar BIPA agar dapat memberikan gambaran seperti apa modul sebaiknya dikembangkan. Kata Kunci: Bahasa Indonesia; BIPA; modul; olahragawan
Discourse in curriculum: A focus on film, television, and media studies Firdaus Noor; Nuril Ashivah Misbah; Dede Suprayitno; Putrawan Yuliandri
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67536

Abstract

This article using discourse theory, popularized by Foucault, is used to examine the production and use of knowledge and practices relevant to the discourse that applies to the film, television, and media studies study program curriculum. This research uses the interpretive phenomenology method (Interpretative Phenomenological Analysis), and the classification and framing of data are carried out through focused group discussions. The purposeful sampling technique was chosen through a maximum variation sampling strategy involving eight research subjects to understand the various experiences of campuses that already have similar programs and are considered the most "oriented" stakeholders. The result is that the curriculum discourse produces four themes: scientific vision and mission, graduate profile, learning outcomes, and curriculum structure. In the experience model, participants express discourse themes with actual social reality. In the end, how discourse speaks is expected to be a critical dimension in forming the Film, Television, and Media Studies program curriculum.    Abstrak Artikel ini menggunakan teori Diskursus yang dipopulerkan oleh Foucault digunakan dengan tujuan untuk melihat produksi dan penggunaan pengetahuan dan praktiknya yang relevansinya dengan wacana yang berlaku untuk kurikulum prodi kajian film, televisi, dan media. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis), klasifikasi dan pembingkaian data dilakukan melalui kegiatan diskusi terpumpun/Focus Group Discussion. Teknik purposeful sampling dipilih melalui strategi maximal variation sampling dengan melibatkan delapan subjek penelitian untuk memahami beragam pengalaman dari kampus-kampus yang sudah memiliki program serupa dan dianggap paling "berorientasi" sebagai pemangku kepentingan. Hasilnya bahwa diskursus kurikulum menghasilkan empat tema yaitu visi misi keilmuan, profil lulusan, capaian pembelajaran, dan struktur kurikulum. Model pengalaman, partisipan mengungkapkan tema wacana dengan realitas sosial yang sesungguhnya. Pada akhirnya cara diskursus berbicara diharapkan menjadi dimensi kunci dalam pembentukan kurikulum pada program studi Kajian Film, Televisi, dan Media. Kata Kunci: Diskursus kurikulum; fenomenologi interpretatif; foucault; kajian film, televisi, dan media
Development of authentic assessment of 21st-century skills in Kurikulum Merdeka Neneng Widya Sopa Marwa; Pajar Reza Pitria; Faisal Madani
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67273

Abstract

Kurikulum Merdeka has impacted educational progress in Indonesia, and authentic assessments are needed to ensure holistic and relevant evaluation of student learning progress. This research aims to analyze the importance of developing authentic assessments of 21st-century skills in implementing Kurikulum Merdeka in elementary schools. This research method uses the Systematic Literature Review (SLR) research method; the SLR stages consist of planning, implementation, and reporting. After searching on Google Chrome and the Google Scholar site, 24 articles were obtained relating to the discussion of authentic assessment of 21st-century skills in Kurikulum Merdeka in elementary schools. The 24 articles were then analyzed based on the criteria for determining the quality of the study material so that ten articles were obtained. Based on the results of the criteria analysis. The analysis involved identifying 21st-century skills essential to developing and understanding the benefits and challenges of implementing authentic assessment in learning. The results of this research show that the development of authentic assessment has an essential role in learning in elementary schools. Authentic assessment allows assessments that involve the application of students' knowledge and skills in real-life situations, creating a close connection between school learning and everyday life.   Abstrak Kurikulum Merdeka telah memberikan dampak terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, pengembangan asesmen otentik diperlukan untuk memastikan evaluasi yang holistik dan relevan terhadap kemajuan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mengenai pentingnya mengembangkan asesmen autentik keterampilan abad 21 dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian Systematic Literature Review (SLR), tahapan SLR tersendiri terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. Setelah melakukan pencarian pada google chrome dan situs google scholar, diperoleh 24 artikel yang berkaitan dengan bahasan asesmen autentik keterampilan abad 21 pada Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. 24 artikel tersebut kemudian dianalisis berdasarkan kriteria penentuan kualitas bahan kajian sehingga diperoleh 10 artikel. berdasarkan hasil analisis kriteria. Analisis tersebut melibatkan identifikasi keterampilan abad 21 yang penting untuk dikembangkan, serta pemahaman tentang manfaat dan tantangan asesmen autentik dalam pembelajaran. Hasil dari penelitian tersebut menunjukan pengembangan asesmen autentik memiliki peranan penting dalam pembelajaran di sekolah dasar. Asesmen autentik memungkinkan penilaian yang melibatkan aplikasi pengetahuan dan keterampilan siswa dalam situasi kehidupan nyata, menciptakan hubungan yang erat antara pembelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Asesmen autentik; pendidikan abad 21; kurikulum merdeka
Development of web-based digital mathematics modules grade VII SMPN 1 Watansoppeng Sri Rahmawati; Nurhikmah H; Awaluddin Muin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67846

Abstract

The development of digital mathematics modules in the digital era offers vital relevance in enhancing learning effectiveness. This research applies the research and development (R and D) approach to the ADDIE model, which includes five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. This research aims to holistically identify needs, design, and evaluate the digital modules. The trial respondents are 29 seventh-grade students from SMP Negeri 1 Watansoppeng. The modules are validated by subject matter and media experts. Additionally, based on trial results, the modules are deemed practical due to positive responses from students. Analysis of learning test results shows a significant improvement in post-test scores, and N-gain analysis indicates the effectiveness of the modules in enhancing student understanding. This research concluded that the digital modules are effective and suitable for use in the context of mathematics learning in schools. The digital modules as an alternative have significant potential to enhance the quality of mathematics education, particularly in leveraging digital technology as an effective and relevant learning tool. Using web-based digital mathematics modules developed through the R&D approach with the ADDIE model represents a progressive step in supporting teaching and learning mathematics in the current digital era.   Abstrak Pengembangan modul digital matematika di era digital menawarkan relevansi yang vital dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menerapkan pendekatan research and development (R and D) dengan model ADDIE, yang mencakup lima tahapan, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan, merancang, dan mengevaluasi modul digital tersebut secara holistik. Responden uji coba is 29 peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Watansoppeng, modul ini dinilai valid oleh validator ahli materi dan media. Selain itu, dari hasil uji coba, modul ini dianggap praktis berdasarkan respon positif dari peserta didik. Analisis tes hasil belajar menunjukkan peningkatan yang signifikan pada nilai posttest, dan hasil analisis N-gain menunjukkan efektivitas modul dalam meningkatkan pemahaman siswa. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa modul digital tersebut efektif dan layak digunakan dalam konteks pembelajaran matematika di sekolah. Modul digital sebagai sebuah alternatif yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pembelajaran yang efektif dan relevan. Penggunaan modul digital matematika berbasis web yang dikembangkan melalui pendekatan R and D dengan model ADDIE merupakan langkah progresif dalam mendukung pengajaran dan pembelajaran matematika di era digital saat ini. Kata Kunci: Basis website; modul digital; Matematika; website
The development of student's soft skills in Tutorial Webinar (Tuweb) at Universitas Terbuka Afriani Afriani; Paulina Pannen; Sri Dewi Nirmala; Isfarudi Isfarudi; Sendi Ramdhani
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.62881

Abstract

This study aims to see the development of student soft skills in online learning at Universitas Terbuka (UT). The case study focused on postgraduate students at UT. The soft skills aspects are teamwork and communication in webinar tutorials (Tuweb) at the UT Postgraduate Program. The selected two aspects departed from the results of previous research, which observed the development of student soft skills in several aspects. Two aspects stand out in learning, namely teamwork and communication. The data collection instrument used was Focused Group Discussion (FGD). Data analysis uses content analysis. An important result of the research is that the two aspects of students' soft skills on Tuweb have developed as expected in online learning at UT. This result is an interesting reason for students to study at UT, considering that UT conducts online learning. Students' ability develops not only from the aspect of hard skills but also from the aspect of soft skills. The study's findings suggest that online learning can be an effective way for students to develop their soft skills.    Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan soft skill mahasiswa dalam pembelajaran daring di Universitas Terbuka (UT). Studi kasus berfokus pada mahasiswa pascasarjana di UT. Aspek soft skill yang dilihat adalah aspek kerjasama tim dan komunikasi dalam tutorial webinar (Tuweb) di Program Pascasarjana UT. Dua aspek yang dipilih berangkat dari hasil penelitian sebelumnya yang mengamati perkembangan soft skill mahasiswa pada beberapa aspek. Ada dua aspek yang menonjol dalam pembelajaran, yaitu kerjasama tim dan komunikasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah Focused Group Discussion (FGD). Analisis data menggunakan content analysis. Hasil penting dari penelitian ini adalah pengembangan kedua aspek soft skill mahasiswa pada tuweb telah berkembang sesuai dengan yang diharapkan dalam pembelajaran daring di UT. Hasil tersebut menjadi alasan menarik mahasiswa untuk kuliah di UT, mengingat UT melaksanakan pembelajaran secara daring. Kemampuan peserta didik berkembang tidak hanya dari aspek hard skill saja tetapi juga dari aspek soft skill. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran online dapat menjadi cara yang efektif bagi siswa untuk mengembangkan soft skill mereka. Kata Kunci: Kerjasama; komunikasi; soft skill; tutorial online; tutorial webinar
Teacher skills in classroom management at MI Muhammadiyah Gonilan Desma Dzuriansyah; Almuntaqo Zainuddin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67297

Abstract

Teacher skills in classroom management are needed so that the learning process in the classroom can run well and follow the goals desired by teachers and students. This research was conducted to determine and describe teachers' skills in classroom management at MI Muhammadiyah Gonilan using a qualitative descriptive approach and phenomenological model. The techniques used in collecting data are observation, interviews, and documentation. This research involved two resource persons: IVa and IVb homeroom teachers. The research results, among other things, show preparation for classroom management. Before entering class, the teacher prepares lesson plans and reference books and prepares students to participate in learning. Furthermore, in building positive relationships, the teacher is in charge of creating a comfortable atmosphere. Other research results relate to the implementation of classroom management. In classroom management, some factors support the implementation process. Several supporting factors include teaching aids, teachers' accompanying books or complete teaching materials, student books, and teachers and students arriving on time. Inhibiting factors are different children's concentration and different children's comprehension abilities.   Abstrak Keterampilan guru dalam pengelolaan kelas sangat dibutuhkan sehingga proses pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh guru dan peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan keterampilan guru dalam pengelolaan kelas di MI Muhammadiyah Gonilan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan model fenomenologi. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan dua narasumber yakni wali kelas IVa dan IVb. Hasil penelitian antara lain memperlihatkan tentang persiapan pengelolaan kelas. Sebelum memasuki kelas, guru mempersiapkan RPP, buku referensi dan menyiapkan peserta didik untuk siap mengikuti pembelajaran. Selanjutnya, dalam membangun hubungan positif, di sini guru yang bertugas menciptakan suasana nyaman. Hasil penelitian lainnya berkaitan dengan pelaksanaan pengelolaan kelas. Dalam pengelolaan kelas, terdapat faktor yang mendukung proses pelaksanaannya. Beberapa faktor pendukung seperti alat peraga, buku pendamping guru atau bahan ajar lengkap, buku peserta didik lengkap, guru dan peserta didik datang tepat waktu. Faktor penghambat adalah konsentrasi anak yang berbeda, daya tangkap anak yang berbeda-beda. Kata Kunci: Keterampilan guru; pendidikan; pengelolaan kelas.