cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Interactive multimedia development for science education in class IX at SMPN 2 Galesong Utara Nur Islamiah Baharuddin; Nurhikmah H; Lu’mu Lu’mu
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v21i2.67840

Abstract

This research was conducted to address the need for interactive multimedia in science learning. The main objective is to identify these needs, design interactive multimedia learning, and measure validity, practicality, and effectiveness. This research is important because analyzing needs, science material, and student characteristics shows that interactive multimedia can improve student understanding. The methods used include Smart Apps Creator (SAC) based design and product trials on class IXA students at SMPN 2 Galesong Utara. Interactive multimedia designs are developed using the Smart Apps Creator (SAC) application, which integrates multimedia elements such as text, audio, images, and video. The validity of multimedia is tested through evaluation by material and media design experts. The research findings show that the multimedia design has valid qualifications according to the assessments of validators and experts. The product's practicality is proven through trials that show practical results. In contrast, its effectiveness is proven by the N-gain value, which shows significant differences in student learning outcomes. This research concludes that the interactive learning multimedia design is proven valid, practical, and effective, so it is recommended for use in science learning.   Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi kebutuhan akan multimedia interaktif dalam pembelajaran sains. Tujuan utama adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan tersebut, merancang multimedia pembelajaran interaktif, dan mengukur tingkat validitas, praktikal, serta efektivitasnya. Alasan penelitian ini penting adalah karena hasil analisis kebutuhan, materi sains, dan karakteristik siswa menunjukkan bahwa multimedia interaktif dapat meningkatkan pemahaman siswa. Metode yang digunakan meliputi desain berbasis Smart Apps Creator (SAC) dan uji coba produk pada siswa kelas IXA di SMPN 2 Galesong Utara. Desain multimedia interaktif dikembangkan menggunakan aplikasi Smart Apps Creator (SAC), yang mengintegrasikan berbagai elemen multimedia seperti teks, audio, gambar, dan video. Validitas multimedia diuji melalui evaluasi oleh ahli materi dan desain media. Temuan penelitian menunjukkan bahwa multimedia yang dirancang memiliki kualifikasi valid menurut penilaian validator dan ahli. Kepraktisan produk dibuktikan melalui uji coba yang menunjukkan hasil praktis, sedangkan efektivitasnya dibuktikan dengan nilai N-gain yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam hasil belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa multimedia pembelajaran interaktif yang dirancang terbukti valid, praktis, dan efektif, sehingga direkomendasikan untuk digunakan dalam pembelajaran IPA. Kata Kunci: IPA; multimedia pembelajaran interaktif; smart apps creator
Interactive video for learning mathematics element of measurement in elementary school Setyo Ajie Wibowo; Made Duananda Kartika Degeng; Henry Praherdhiono
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67125

Abstract

Mathematics learning needs to be delivered using learning media to make it easier for students to receive information and increase student motivation. Creating interesting learning media is the solution to make it easier for students to receive the material. This research aims to produce an interactive video for learning elementary school measurement math that can motivate students to learn. The method used in this research is development research with the Lee and Owen development model. The development model consists of 5 stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The validation results showed positive results that are very feasible to use. The trial in the actual class has been proven by the student's response to using the developed media, which is seen in ease, attractiveness, and motivation. Developing interactive videos can be considered accessible, exciting, and motivating for elementary school students to learn.   Abstrak Pembelajaran Matematika perlu disampaikan dengan menggunakan media pembelajaran sehingga memudahkan peserta didik dalam menerima penyampaian informasi serta meningkatkan motivasi peserta didik. Pembuatan media pembelajaran yang menarik menjadi solusi yang ditawarkan untuk mempermudah peserta didik dalam menerima materi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan interaktive video untuk pembelajaran matematika elemen pengukuran sekolah dasar yang dapat memotivasi peserta didik untuk belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan Lee and Owen. Model pengembangan terdiri dari 5 tahapan analisis, desain, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Hasil validasi menunjukkan hasil positif sehingga media sangat layak untuk digunakan. Uji coba pada kelas sebenarnya telah dibuktikan dengan respons peserta didik terhadap penggunaan media yang dikembangkan dilihat dari aspek kemudahan, kemenarikan, dan motivasi. Pengembangan interaktif video dapat disimpulkan mudah, menarik, dan memotivasi belajar peserta didik sekolah dasar. Kata Kunci: Elemen pengukuran; Matematika; sekolah dasar; video; video interaktif
Analysis of the need for a survival thematic BIPA dictionary for Handai Indonesia Agus Setiadi; Suci Sundusiah; Halimah Halimah
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.65951

Abstract

The use of dictionaries in beginner-level BIPA learning is important, considering the limited vocabulary students master. Things like this apply to formal students in class and Handai Indonesia who are in Indonesia. Handai Indonesia refers to foreign citizens who can speak Indonesian. Apart from being required to adapt to learning in the classroom, Handai Indonesia, who immediately learned Indonesian in Indonesia, was also necessary to survive in his new living environment. Therefore, there needs to be supported vocabulary materials packaged based on their needs. Supported by this vocabulary material, it can be made into a special thematic survival dictionary that is easy to use. This research analyzes Handai Indonesia's need for a survival thematic dictionary. The method used in this research is descriptive. The needs analysis results show that public transportation is the place or situation that Handai Indonesia most needs in terms of survivability in Indonesia. Many Handai Indonesians experience vocabulary problems when using public transportation services, so they need a transportation-themed survival dictionary, and the type of dictionary they need is a digital dictionary. Images contain explanations and examples of sentences, conversations, and audio.   Abstrak Penggunaan kamus dalam pembelajaran BIPA level pemula merupakan hal yang penting mengingat terbatasnya kosakata yang dikuasai oleh pemelajar. Hal ini tidak hanya berlaku bagi pemelajar formal di kelas tetapi juga para Handai Indonesia yang berada di Indonesia. Handai Indonesia merujuk pada warga negara asing yang mampu berbahasa Indonesia. Selain dituntut untuk dapat beradaptasi dengan pembelajaran di kelas, Handai Indonesia yang langsung belajar bahasa Indonesia di Indonesia juga dituntut untuk dapat bertahan hidup di lingkungan tempat tinggalnya yang baru. Oleh karena itu, perlu adanya sokongan materi kosakata yang dikemas berdasarkan kebutuhan mereka. Sokongan materi kosakata tersebut dapat dibuat menjadi sebuah kamus khusus kesintasan yang bersifat tematik sehingga mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan Handai Indonesia terhadap kamus tematik kesintasan. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa transportasi umum menjadi tempat atau situasi yang paling banyak dibutuhkan handai Indonesia dalam hal kesintasan di Indonesia. Para handai Indonesia banyak mengalami kendala kosakata pada saat menggunakan layanan transportasi umum sehingga membutuhkan kamus kesintasan bertema transportasi dan jenis kamus yang mereka butuhkan adalah jenis kamus digital, rancangan awal kamus dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan dengan pengembangan lema kesintasan tema transportasi berbantuan aplikasi digital Android dengan fitur gambar dilengkapi dengan penjelasan dan contoh kalimat, percakapan, dan suara. Kata Kunci: Analisis kebutuhan; Handai Indonesia; kesintasan; kamus tematik kesintasan
Development of folklore teaching materials assisted by digital comics for grade 3 students Ruth Zelena Simanjuntak; Mara Untung Ritonga; Zulkifli Matondang
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.67421

Abstract

The learning resources teachers use are inadequate, making students bored, and the absence of innovative planning to improve teaching materials motivates researchers to develop teaching materials. This research aims to determine the validity, practicality, and effectiveness of folklore teaching materials assisted by digital comics. This type of research is research and development (Research and Development) with the ADDIE model, which consists of 5 development stages: Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The subjects in this research were 22 students in class 3B of SD Negeri 101764 Bandar Klippa. Data collection techniques in this research used interviews, observation, questionnaires, and tests. The results of the research show 1) The development of folklore teaching materials assisted by digital comics uses the ADDIE development model, 2) The feasibility test by material experts and the design experts is at a very decent qualification, 3) The practicality test carried out by the class 4B teacher was at a very practical qualification, 4) The effectiveness test showed very effective results as seen from the pre-test results which experienced an increase in the post-test results in each lesson 1, 2 and 3 on students' writing and speaking abilities.   Abtsrak Sumber belajar yang digunakan guru kurang memadai membuat peserta didik menjadi bosan serta tidak adanya perencanaan inovasi untuk memperbaiki bahan ajar memotivasi peneliti untuk melakukan mengembangkan materi ajar. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui validitas, praktikalitas, efektivitas Materi ajar cerita rakyat berbantuan komik digital. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap pengembangan yaitu : Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 3B SD Negeri 101764 Bandar Klippa yang berjumlah 22 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, kuesioner, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pengembangan Materi Ajar cerita rakyat berbantuan komik digital ini menggunakan model pengembangan ADDIE, 2) Uji kelayakan oleh ahli materi dan ahli desain berada pada kualifikasi sangat layak, 3) Uji kepraktisan yang dilakukan oleh guru kelas 4B berada pada kualifikasi sangat praktis, 4) Uji keefektifan menunjukkan hasil sangat efektif terlihat dari hasil pre-test yang mengalami peningkatan pada hasil post-test disetiap pembelajaran 1, 2 dan 3 pada kemampuan menulis dan berbicara peserta didik. Kata Kunci: Cerita rakyat; komik digital; materi ajar; pengembangan
Undergraduate thesis proposal writing: Problems and causes Novia Hayati; Via Luviana Dewanty; Sudjianto Sudjianto
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.63241

Abstract

Writing a research proposal is one of the requirements for university students to be able to write an undergraduate thesis. It requires high academic writing skills that most students find challenging. Even so, this skill can still be taught as long as lecturers have knowledge of students’ abilities and difficulties in writing. This qualitative study is conducted to serve this purpose. They involve two data collection methods: document analysis and Focused Group Discussion (FGD). This case-study research investigated problems and causes in writing a research proposal faced by students studying Program Japanese Language at a public university in Bandung in writing a research proposal. The results were analyzed from general and specific factors as follows: generally, their problems lie in the lack of students’ knowledge of systematicity, components, and elements supporting the components of a research proposal. Further, three factors were responsible for the causes of the problems, including low-quality references, insufficient information provided in the teaching materials and the teaching, and less exposure and effort on readings. The results of identifying the problems and causes will be used as a reference for developing teaching materials for writing research proposals in the Research Methodology Course.   Abstrak Sebagian besar mahasiswa jenjang pendidikan Sarjana menganggap penulisan proposal cukup menantang karena membutuhkan keterampilan menulis akademis yang tinggi. Pengetahuan tentang menulis akademik memegang peranan penting untuk membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan dan meminimalisir kesulitan mereka dalam menulis proposal penelitian skripsi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melibatkan dua jenis metode pengumpulan data yaitu analisis dokumen (dokumen proposal penelitian) dan Focus Group Discussion (FGD). Penelitian studi kasus ini menyelidiki apa yang menjadi penyebab permasalahan dalam penulisan proposal penelitian yang dihadapi mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Dokumen dan data FGD dianalisis berdasarkan faktor umum dan faktor khusus, dan memiliki hasil sebagai berikut; permasalahan secara umum terletak pada kurangnya pengetahuan mahasiswa mengenai sistematika, komponen, dan unsur pendukung komponen proposal penelitian; sedangkan permasalahan khusus yang ditemukan adalah kesulitan mahasiswa dalam menentukan tema atau topik, mengorganisasikan ide dan teks, dan menggunakan fitur-fitur kebahasaan. Lebih jauh lagi, terdapat tiga faktor yang menjadi penyebab permasalahan-permasalahan tersebut, yaitu rendahnya kualitas referensi, kurangnya informasi yang diberikan dalam bahan ajar dan pengajaran, serta kurangnya upaya dalam membaca. Hasil identifikasi masalah dan penyebab yang didapat dari penelitian ini akan dijadikan acuan pengembangan bahan ajar penulisan proposal penelitian pada Mata Kuliah Metodologi Penelitian. Kata Kunci: Proposal penelitian; masalah; mata kuliah metodologi penelitian; menulis; skripsi
What they understand is not necessarily important to practice: Exploring halal literacy learning in high school students Iis Aisyah; Dian Friantoro; Muhammad Dzulfaqori Jatnika
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68545

Abstract

Halal literacy has not become an important thing for high school students. Even though high school students or teenagers, in the future, will be the main consumers of halal products in Indonesia. The purpose of this study is to determine the Halal Literacy Index in high school students using the level of approval and the level of importance to be practiced. This study uses a quantitative descriptive approach. The respondents studied were 334 high school students in Tasikmalaya, West Java. The results showed that high school students have a higher level of approval than the level of importance to practice. It was found that of all the items, the student's level of approval has an average of 4.327 so it falls into the "Agree" criteria towards the halal concept. While the level of importance to be practiced has an average of 3.047 so it falls into the "Neutral" criteria for the importance of practicing the concept of halal in everyday life. This shows that what is approved is not necessarily important to be practiced for high school students.   Abstrak Literasi halal belum menjadi hal yang penting bagi kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas. Padahal Siswa SMA atau remaja, di masa depan akan menjadi konsumen utama produk halal di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan Indeks Literasi Halal pada siswa sekolah menengah atas menggunakan tingkat persetujuan dan tingkat kepentingan untuk dipraktekkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Responden yang diteliti sebanyak 334 siswa SMA di Tasikmalaya, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sekolah menengah atas memiliki tingkat persetujuan yang lebih tinggi daripada tingkat kepentingan untuk mempraktikkan. Ditemukan bahwa dari semua item, tingkat persetujuan siswa memiliki rata-rata 4.327 sehingga masuk dalam kriteria "Setuju" terhadap konsep halal. Sedangkan tingkat kepentingan untuk dipraktikkan memiliki rata-rata 3.047 sehingga masuk dalam kriteria "Netral" terhadap kepentingan untuk mempraktekkan konsep halal dalam kehidupan sehari-hari. Ini menunjukkan bahwa apa yang disetujui belum tentu penting untuk dipraktikkan bagi kalangan siswa sekolah menengah atas. Kata Kunci: literasi halal; sekolah menengah atas; pembelajaran literasi halal; peserta didik
Implementation of the compassion-based curriculum at Lazuardi Athaillah GCS Muhajir Muhajir; Arnidah Arnidah; Farida Febriati
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68414

Abstract

The compassion-based curriculum in this study refers to a systematically planned learning experience as well as hidden curriculum practices aimed at transmitting compassionate values to students. It can take the form of standalone subjects, integration into the school's curriculum and programs, or through informal learning experiences via social interactions in school. The purpose of this research is to understand the implementation of a compassion-based curriculum at Lazuardi Athaillah Global Compassionate School (GCS) to assess its urgency in fostering students' love, sympathy, empathy, altruism, and anti-violence (non-aggression) attitudes. The research method used is qualitative with a phenomenological approach. Deep interview transcripts are analyzed using interpretative phenomenological analysis (IPA). The research results indicate that the implementation of the compassion-based curriculum at Lazuardi Athaillah is carried out by teaching 20 compassionate characters named Lazuardi 20 through character-building subjects, integrated into the Cambridge Curriculum and the National Curriculum, trained through special school programs and hidden curriculum practices. Overall, the implementation of the compassion-based curriculum is going well. Through the implementation of the compassion-based curriculum, students are taught to always love God, others, and themselves. They are also taught to be tolerant, help alleviate others' suffering, care for the environment, and reject violence.   Abstrak Kurikulum berbasis welas asih dalam penelitian ini mengacu pada pengalaman belajar yang direncanakan secara sistematis maupun melalui praktik kurikulum tersembunyi yang bertujuan mentransmisikan nilai-nilai welas asih kepada peserta didik. Bentuknya bisa berupa mata pelajaran yang berdiri sendiri, integrasi ke dalam kurikulum dan program sekolah, maupun berupa pengalaman belajar yang terjadi secara informal melalui interaksi sosial di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami implementasi kurikulum berbasis welas asih di Lazuardi Athaillah Global Compassionate School (GCS) guna melihat urgensinya dalam menumbuhkan rasa cinta, simpati, empati, altruisme, dan sikap anti-kekerasan (non-agresi) peserta didik. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Transkrip wawancara mendalam dianalisis dengan menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan, implementasi kurikulum berbasis welas asih Lazuardi Athaillah dilaksanakan dengan mengajarkan 20 karakter welas asih bernama Lazuardi 20 melalui mata pelajaran character building, diintegrasikan ke dalam Kurikulum Cambridge dan Kurikulum Nasional, dilatih melalui program khusus sekolah dan praktik kurikulum tersembunyi. Secara keseluruhan, implementasi kurikulum berbasis welas asih berjalan dengan baik. Melalui implementasi kurikulum berbasis welas asih, peserta didik diajarkan untuk selalu mencintai Tuhan, orang lain, dan dirinya sendiri. Peserta didik juga diajarkan untuk toleran, membantu mengurangi penderitaan orang lain, peduli terhadap lingkungan, dan menolak kekerasan. Kata Kunci: implementasi kurikulum; pendidikan karakter; pendidikan moral; welas asih
The contribution of project-based learning to improve basic literacy at junior high school Elisabet Janul; Dadang Sunendar
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.66018

Abstract

Collaboration is one of the skills needed in the 21st century. Santa Angela Middle School responded to this demand by designing a collaborative project between subjects. This research aims to analyze the contribution of collaboration projects between subjects to developing students' literacy skills. Based on the results of observations and interviews, the collaborative learning model has a major contribution to the development and mastery of students' basic literacy. This is possible because students can learn several subjects in the collaboration model between students in one project. This approach pattern allows students to be trained to analyze, understand, and find solutions to every problem encountered in everyday life. Collaborative projects provide opportunities for students to collaborate with peers. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. This research shows that collaborative projects between subjects contribute to students' literacy skills. Through collaborative learning activities between subjects of various types, students' basic literacy skills experience significant changes and improvements. This happens because, in the collaborative learning process between subjects, students must have more reading comprehension by looking for important information related to the discussed topic.   Abstrak Kolaborasi merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkan diabad 21. Sekolah Santa Angela menjawab kebutuhan ini dengan mendesain proyek kolaborasi antar mata pelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi proyek kolaborasi antar mata pelajaran terhadap pengembangan kemampuan literasi peserta didik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara model pembelajaran kolaborasi memiliki kontribusi yang besar terhadap perkembangan dan penguasaan literasi dasar peserta didik. Hal ini dimungkinkan karena dalam model kolaborasi antar mata pelajaran, peserta didik dapat belajar beberapa mata pelajaran dalam satu proyek. Pola pendekatan ini memungkinkan peserta didik dilatih untuk menganalisis, memahami dan menemukan solusi dari setiap persoalan ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Proyek kolaborasi memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menjalin kerja sama dengan teman sebaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proyek kolaborasi antar mata pelajaran memberi kontribusi terhadap kemampuan literasi peserta didik. Melalui kegiatan pembelajaran kolaborasi antara mata pelajaran berbagai jenis kemampuan literasi dasar peserta didik mengalami perubahan dan peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini terjadi karena dalam proses pembelajaran kolaborasi antar mata pelajaran peserta didik dituntut untuk lebih banyak membaca pemahaman dengan mencari informasi-informasi penting yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Kata Kunci: literasi; pembelajaran berbasis proyek; pembelajaran kolaborasi
Instructional design research trends towards digital transformation of education systems in ASEAN Jajang Kusnendar; Deni Darmawan; Rusman Rusman
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68630

Abstract

The curriculum implementation in ASEAN countries is interesting to examine, especially in order to achieve the direction of the digital transformation roadmap of the education system. Research on instructional design can be used as one of the parameters to understand how the general description of implementation achieves curriculum goals. This study aims to examine instructional design research in ASEAN countries during the period 2018-2024 on the implementation of the national curriculum towards the digital transformation of the education system through (1) investigating the general description of instructional design research, (2) examining research characteristics from aspects of research objectives, (3) explaining the implications of findings both theoretically and practically. The documentation study was conducted through bibliometric analysis of articles with keywords against article titles containing the phrase "instructional design" in ASEAN countries from the Scopus database, which produced as many as 37 selected articles during the 2018-2024 period. The results show that the general description and direction of instructional design research objectives in ASEAN countries have been presented comprehensively. Besides that, the theoretical and practical implications of instructional design research on the road map for digital transformation of education systems in ASEAN have been considered.   Abstrak Implementasi kurikulum di negara ASEAN menarik diteliti khususnya dalam upaya mencapai arah peta jalan transformasi digital sistem pendidikan. Riset tentang instructional design bisa dijadikan salah satu parameter untuk memahami bagaimana gambaran umum implementasi untuk mencapai tujuan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji riset instructional design di negara ASEAN selama periode 2018-2024 pada implementasi kurikulum nasional dalam menuju transformasi digital sistem pendidikan, melalui: (1) investigasi gambaran umum penelitian instructional design, (2) mengkaji karakteristik penelitian dari aspek tujuan penelitian, (3) menjelaskan implikasi temuan baik secara teoritis maupun praktis. Studi dokumentasi dilakukan melalui analisis bibliometrik terhadap artikel dengan kata kunci terhadap judul artikel yang mengandung frasa “instructional design” di negara ASEAN, dari database scopus yang menghasilkan sebanyak 37 artikel terpilih selama periode tahun 2018-2024. Hasil menunjukan bahwa gambaran umum dan arah tujuan penelitian instructional design di negara ASEAN telah tersaji secara komprehensif, selain itu implikasi teoritis dan praktis dari riset instructional design terhadap peta jalan transformasi digital sistem pendidikan di ASEAN sudah dianggap sejalan. Kata Kunci: bibliometrik; desain pembelajaran; kurikulum; pendidikan; transformasi digital
Development of mathematics learning modules with PBL models on the metacognitive skills of students Nina Ardianti Dewi; Waminton Rajagukguk; Rosmala Dewi
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68893

Abstract

The teaching materials used do not facilitate students' metacognitive skills, causing students' metacognitive skills to be low. The research aims to produce products in the form of valid, practical, and effective learning modules on the metacognitive skills of grade V students. Teaching materials are developed using the ADDIE development model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This research developed Mathematics teaching materials with PBL models for grade V elementary school students. The subjects of this study were grade V students of SD Negeri 060874 Medan, which consisted of 27 students. Teaching materials that have been developed meet the validity criteria shown by using validation sheets on aspects of material, language, and design, with each aspect with very valid categories. The teaching materials developed also meet the practical criteria indicated by the questionnaire response given to students after the application of teaching materials with the criteria obtained is very practical. Furthermore, the teaching materials developed also meet the effective criteria, this is shown from the results of the comparison of Pre-test and Post-test tested with N-Gain with the acquisition of N-Gain scores, metacognitive skill questionnaires, and student learning outcomes with moderate categories with effective criteria.   Abstrak Bahan ajar yang digunakan kurang memfasilitasi keterampilan metakognitif siswa sehingga menyebabkan keterampilan metakognitif siswa rendah. Tujuan dari penelitian adalah untuk menghasilkan produk berupa modul pembelajaran yang valid, praktis dan efektif terhadap keterampilan metakognitif siswa kelas V. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan Research and Development (R&D). Bahan ajar dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini mengembangkan bahan ajar Matematika dengan model PBL untuk siswa kelas V siswa Sekolah Dasar. Subjek penelitian ini merupakan siswa kelas V SD Negeri 060874 Medan yang terdiri dari 27 siswa. Bahan ajar yang telah dikembangkan memenuhi kriteria kevalidan yang ditunjukkan dengan menggunakan lembar validasi pada aspek materi, Bahasa dan desain dengan masing-masing aspek dengan kategori sangat valid. Bahan ajar yang dikembangkan juga memenuhi kriteria praktis yang ditunjukkan dengan angket respons yang diberikan kepada siswa setelah penerapan bahan ajar dengan kriteria yang diperoleh adalah sangat praktis. Dan bahan ajar yang dikembangkan juga memenuhi kriteria efektif hal ini ditunjukkan dari hasil perbandingan Pre-test dan Post-test yang diuji dengan N-Gain dengan perolehan skor N-Gain angket keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa dengan kategori sedang dengan kriteria efektif. Kata Kunci: bahan ajar; keterampilan metakognitif; Matematika; PBL