cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Khusus
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 428 Documents
PENGARUH METODE MULTISENSORI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN PADA ANAK AUTIS DI TK MENTARI SCHOOL SIDOARJO PUTU ARIESTI SUWIDHIANTARI, NI; KURROTUN AININ, IMA
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi pentingnya meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak autis yang mengalami hambatan dalam bidang kognitif. Hal ini terlihat pada kemampuan anak autis di TK Mentari School Sidorjo, dalam berhitung, anak hanya mampu menyebutkan 1-10. Namun, ketika dihadapkan dengan bentuk bilangan 1-10 anak tidak mengerti mana angka 1, angka 2, angka 3 sampai 10 sehingga masih perlu ditingkatkan. Melalui metode multisensori anak autis dirasangsang secara aktif untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan dengan menyebutkan angka bila diperlihatkan lambang bilangannya, menyebutkan jumlah benda dengan cara berhitung, menghubungkan benda-benda konkret dengan lambang bilangan 1 sampai 10.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode multisensori terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak autis di TK Mentari School Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis pre-eksperimental disign. Teknik analisis data dengan menggunakan statistik non parametik dengan uji peringkat bertdanda wilcaxon.Hasil penelitian meunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai kemampuan mengenal lambang bilangan anak autis pada saat tes awal 58,33 dan 91,67 pada tes akhir. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan hasil T (jenjang terkecil) = 0 lebih kecil sama dengan dari T? (tabel) = 0 dengan nilai kritis 5% (untuk pengujian dua sisi). Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti ada pengaruh metode multisensori terhadap kemampuan mengenal angka pada anak autis di tk mentari school sidoarjo. Kata kunci : mengenal lambang bilangan, anak autis, metode multisensori.The background of this study is the urgency to develop ability in recognizing numbers for students with autism which having cognitive problems. The problem is seen in autism students at TK Mentari School Sidoarjo. Students are able to pronounce numbers from one to ten. However, they could not recognize its physical form. By using multisensory method, students are actively triggered to develop their ability in recognizing numbers by pronouncing it when they are shown the numbers, pronouncing numbers of some objects by counting it, and connecting tangible objects to one to ten numbers. The purpose of this study is to know the effect of multisensory method towards students with autism ability in recognizing number at TK Mentari School Sidoarjo. This is a quantitative study with pre-experimental design. Wilcoxon non parametric test analysis is used to analyze the data. The result shows significance development on students? ability in recognizing numbers. Pre-test value show 58.33 meanwhile post-test value 91.67. Besides, T test = 0 smaller than T? = 0 in critical value 5% (in two sides test). In conclusion, Ho is rejected meanwhile Ha is accepted. This result means there is significance effect of multisensory method towards students with autism ability in recognizing number at TK Mentari School Sidoarjo. Keywords: numbers recognition, autism, multisensory method.
PENGARUH VIDEO ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN BINA DIRI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN PADA PEMBELAJARAN BINADIRI DI SLB TUNAS KASIH SURABAYA AZIZ, ABDUL; , MURTADLO
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan bina diri merawat diri dalam aktifitas menggosok gigi nyaitu mengenal tempat menggosok gigi, mengenal alat-alat menggosok gigi, memegang sikat gigi, menuangkan pasta gigi, menggosok gigi, dan membersihkan mulut yang masih perlu dikembangkan. Dalam penelitian ini kemampuan yang di miliki anak tunagrahita dalam bina diri dapat ditingkatkan melalui video animasi dalam proses pembelajaran. Video animasi yang telah di sesuaikan dengan karakteritisk anak tunagrahita ringan baik dalam kejelasan warna dan gambar dalam video. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji Pengaruh Video Animsi Terhadap Kemampuan Bina Diri Anak Tunagrahita Ringan Pada Pembelajaran Bina Diri di SLB Tunas Kasih Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis pre eksperimen dan rancangan one group pre test-post test design. Teknik statistic yang digunakan dalam analisis data adalah Wilcoxon . Teknik pengumpulan data berupa tes. Hasil penelitian menunjukkan Zh=2,20 lebih besar disbanding nilai krisis 5% Zt=1,96 yang dapat diartikan bahwa ada pengaruh video animsi terhadap kemampuan bina diri anak tunagrahita ringan pada pembelajaran bina diri di SLB Tunas Kasih Surabaya..Kata kunci: Video animasi, bina diri, tunagrahita
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MEDIA HERBARIUM PADA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS IV DI SEKOLAH DASAR INKLUSI SURABAYA HOLIDA, ABDIATIN; WIJIASTUTI, ASRI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai ilmiah pada anak. Tujuan penelitian ini adalah penggunaan media herbarium melalui pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa tunagrahita ringan kelas IV Inklusi di SDN Klampis Ngasem I/246 Surabaya. Subjek penelitian ini adalah siswa tunagrahita ringan kelas IV Inklusi yang berjumlah 4 siswa. Rancangan penelitian berupa penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis & Mc Taggart. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I rata-rata hasil penilaian pengetahuan sebesar 73,75 dan rata-rata hasil penilaian keterampilan sebesar 72,50. Hal ini menunjukkan bahwa hasil penilaian pengetahuan dan keterampilan pada siklus I sebanyak 50% siswa tunagrahita ringan mendapatkan nilai ?75. Sementara pada siklus II, rata-rata hasil penilaian pengetahuan sebesar 81,25 dan rata-rata hasil penilaian keterampilan sebesar 83,75. Hal ini menunjukkan bahwa hasil penilaian pengetahuan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 75% siswa tunagrahita ringan mendapatkan nilai ?75 dan hasil penilaian keterampilan meningkat menjadi 100% siswa tunagrahita ringan mendapatkan nilai ?75. Target keberhasilan yang ditetapkan tercapai pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pendekatan saintifik dengan media herbarium berhasil meningkatkan hasil belajar IPA siswa tunagrahita ringan kelas IV Inklusi SDN Klampis Ngasem I/246 Surabaya. Science is one of the subjects that develop knowledge, skill, attitude and scientific values to children. The purpose of this research was to use herbarium media through scientific approach which could enhance the learning science result of mild mentally retardation students of class IV inclusion in SDN Klampis Ngasem I/246 Surabaya. The research subjects were 4 mild mentally retardation students of class IV inclusion. The research arrangement was in the form of class treatment with Kemmis & Mc. Taggart?s model. The research result in cycle I indicated that the average value of knowledge assessments was 73,75 and the average value of skill assessments was 72,75. It indicated that the result of knowledge assessments and skill assessments to cycle I that 50% of mild mentally retardation students got the value ? 75. While, the research result in cycle II indicated that the average value of knowledge assessments was 81,25 and the average value of skill assessments was 83,75. It indicated that the result of knowledge assessment to cycle II enhanced to be 75%, the mild mentally retardation students got the value ? 75 and the result of skill assessment enhanced to be 100%, the mild mentally retardation students got the value ? 75. The success target decided was achieved on cycle II. Based on the research result, it was concluded that the scientific approach with herbarium media successfully enhanced the learning science result of mild mentally retardation students of class IV inclusion in SDN Klampis Ngasem I/246 Surabaya.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENGUASAAN KONSEP BILANGAN PECAHAN SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS 3 DI SDN KEPUTIH 245 INKLUSIF SURABAYA BERBANTUAN MEDIA TIGA DIMENSI SETYONO, AGUS; MAHMUDAH, SITI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat dari fenomena lapangan yang menunjukan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar guru masih menggunakan cara atau metode yang membosankan dan monoton. Maka dengan menggunakan media tiga dimensi yang berupa buah apel dapat memberikan pemahaman siswa terhadap bilangan pecahan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adanya peningkatan pemahaman konsep bilangan pecahan berbantuan media tiga dimensi. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini merupakan siswa tunagrahita ringan kelas 3 SDN Keputih 245 Surabaya. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes dan observasi. Teknik pengolahan data diperoleh menggunakan analisis data secara prosentasi. Hasil penelitian dari siklus I dengan rerata 37,5 sampai siklus II dengan rerata 77,5 menunjukan adanya peningkatan penguasaan konsep bilangan pecahan siswa tunagrahita ringan berbantuan media tiga dimensi yaitu dengan kenaikan dari rerata siklus Imeningkat sebesar 40% pada siklus II. Kesimpulan penelitian bahwa penguasaan konsep bilangan pecahansiswa kelas 3 tunagrahita ringan berbantuan media tiga dimensi di SDN Keputih 245 Inklusif Surabaya mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 40%. Kata kunci : media tiga dimensi, anak tunagrahita ringan, penguasaan konsep pecahan Viewing from the field phenomenon that shows that in teaching and learning activities teachers still use the method or method is boring and monotonous. So by using three-dimensional media in the form of apples can provide students with understanding of simple fractions. This study aims to examine the increasing understanding of the concept of fractions with the help of three dimensional media. The design of this study is a classroom action research (PTK). The subjects of this study were mild mentally disabled students grade 3 grade SDN Keputih 245 Surabaya. Technique of collecting data by using test and observation. Data processing techniques obtained using data analysis in percentage. The result of the research from cycle I with average 37.5 to cycle II with average 77.5 shows the improvement of the concept of fractional numbers of mild mentally disabled studentstunagrahita with three dimensional media, with the increase from cycle I increased to 40% in cycle II. The conclusion of the research that the mastery of the concept of fraction of grade 3 of mild mentally disabled students assisted by three dimensional media in SDN Keputih 245 Inclusive Surabaya experienced a significant increase of 40%. Keywords: three dimensional media, mild mentally disabled children, mastery of fractional concept
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PADA KELAS INKLUSI DI SDN PERCOBAAN SURABAYA AMALIA PUTRI, KRIS; SUDARTO, ZAINI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap individu. Pada umumnya, guru kelas di sekolah inklusi yang memiliki latar belakang pendidikan umum tidak dipersiapkan untuk mengajar peserta didik berkebutuhan khusus, sehingga guru kelas kurang memiliki pemahaman mengenai pengelolaan pembelajaran di kelas inklusi. Oleh karena itu, menarik untuk dilakukan penelitian di SDN Percobaan Surabaya yang telah ditunjuk sebagai sekolah uji coba penyelenggaraan pendidikan inklusi Kabupaten Sidoarjo sejak tahun 2003. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran, meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas pada kelas inklusi di SDN Percobaan Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian guru kelas yang dikelasnya terdapat peserta didik berkebutuhan khusus, kepala sekolah, koordinator inklusi, dan guru pembimbing khusus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran belum sesuai dengan penyelenggaraan pendidikan inklusi. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum standar nasional. Guru kelas belum membuat RPP dengan mempertimbangkan hasil asesmen dan belum membuat RPP terintegrasi yang beberapa komponennya dimodifikasi sesuai kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Namun, komponen RPP yang dibuat oleh guru kelas sudah sesuai dengan komponen RPP pada umumnya yang memuat delapan komponen. Guru kelas sudah melakukan pelaksanaan pembelajaran dengan baik, namun pemberian tugas di kelas inklusi belum memperhatikan perbedaan individual, sehingga peserta didik berkebutuhan khusus mengalami kendala dalam menerima materi dan kesulitan mengerjakan tugas. Materi yang belum dikuasai di kelas akan diulang kembali oleh GPK di ruang sumber. Penilaian pembelajaran di kelas inklusi sudah dilaksanakan dengan baik karena penilaian peserta didik berkebutuhan khusus telah disesuaikan dengan kemampuannya. Kata kunci : pengelolaan pembelajaran, kelas inklusi.Learning management for special need learners needed to be adjusted to every individual?s ability and necessity. The class teacher in inclusion school who had general education background was not generally prepared to teach special need learners, so the class teacher had less understanding about learning management in inclusion class. Therefore, it was interesting to do research in SDN Percobaan Surabaya which had been directed as the trial school of inclusion education establishment in Sidoarjo regency since 2003. The purpose of this research is to describe learning management involving learning plan, learning implication, and learning assessment which were done by the class teacher at inclusion class in SDN Percobaan Surabaya. This research used descriptive qualitative method with class teacher whose class has some special need learners as the subject. Headmaster, inclusion coordinator, and special education teacher, also the subject of this research. The technique of data collection was done by interview, observation, and documentation. The data obtained was analyzed by the steps of reducting data, presenting data, and making conclusion. The research result indicated that learning management was not suitable yet with the inclusion education establishment. The curriculum used was national standard curriculum. The class teacher did not make RPP yet by considering the assessment result and did not make integrated RPP yet which the several components were modified as special need learners? necessity. However, RPP component which was made by the class teacher had already been suitable with the RPP component generally which contained eight components. The class teacher had already done the learning implementation well. However, giving task in inclusion class did not notice the individual difference yet, this cause difficulties to the special need learners in receiving material and doing the task. Materials that have not been mastered in class will be repeated by special education teacher in the source room. Learning assessment in inclusion class had already been implemented well because the assessment of special need learners was adjusted to their ability. Keywords : Learning management, inclusion class.
METODE BACKWARD CHAINING TERHADAP KETERAMPILAN MENGENAKAN KAOS OBLONG PADA ANAK CEREBRAL PALSY DI SDLB-D1 AISA, NUR; PUDJIASTUTI SARTINAH, ENDANG
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak cerebral palsy mengalami gangguan pada sistem pyramidal tract dan atau ekstrapyramidal yang mengakibatkan terjadinya gangguan motorik sehingga berdampak terhadap keterampilan mengenakan kaos oblong. Mengenakan kaos oblong merupakan salah satu aktivitas yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari ? hari sehingga diperlukan keterampilan untuk mengenakannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode backward chaining terhadap keterampilan mengenakan kaos oblong pada anak cerebral palsy di SDLB-D1 YPAC Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi (mix match). Pengumpulan data pada metode kuantitatif menggunakan teknik tes untuk mengetahui (Ha) diterima atau ditolak sebagai data primer. Sedangkan, untuk pengumpulan data pada metode kualitatif menggunakan teknik observasi untuk memperoleh data sekunder. Data hasil observasi dianalisis menggunakan statistik non ? parametrik dengan rumus wilcoxon match pair test. Hasil analisis menunjukkan Z hitung (Zh) 2,36 lebih besar dari Z tabel (Zt) dengan nilai kritis 5% = 1,96. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa H nol (Ho) ditolak dan Hipotesis kerja (Ha) diterima yang berarti terdapat pengaruh metode backward chaining terhadap keterampilan mengenakan kaos oblong pada anak cerebral palsy di SDLB-D1 YPAC Surabaya. Kata kunci : Keterampilan mengenakan kaos oblong, metode backward chaining, anak cerebral palsy
MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG BERMEDIA WORD WALL TERHADAP PEMAHAMAN KOSAKATA ANAK TUNARUNGU KELAS I DI SDLB-B NAILA MAULINA RAHMAWATI, LULUS; , YULIYATI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak tunarungu mengalami gangguan pada fungsi pendengaran sehingga mengakibatkan anak terhambat pada perkembangan bahasa yang berdampak pula pada kemampuan pemahaman kosakatanya. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran langsung bermedia word wall terhadap pemahaman kosakata anak tunarungu kelas I di SDLB-B Dharma Wanita Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, jenis pra eksperimen dengan desain One-group pre-test post-test design. Pengumpulan data dengan tes, teknik analisis data statistik non-parametrik dengan rumus Wilcoxon Match Pair Tes. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai Zt=1,96 dan Zh=2,67 maka interpretasi Ha > Ho. Sehingga dapat disimpulkan Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap model pembelajaran langsung bermedia word wall terhadap pemahaman kosakata anak tunarungu di SDLB-B Dharma Wanita Sidoarjo. Kata Kunci : Model Pembelajaran Langsung, Media Word Wall, Kosakata, TunarunguHearing impairment children experienced disturbance to hearing function so that it made the children being disturbed to the speech development which had impact to their understanding ability. This research purpose was to observe whether there was influence of direct learning model with word wall media toward vocabulary understanding to hearing impairment children of class I in SDLB-B Dharma Wanita Sidoarjo or not.This research used quantitative research method, pre-experiment kind with one group pre-test post-test design. The data collection was by test, the analysis technique of statistic non parametric data was by Wilcoxon match pair test. Based on the data analysis result it indicated that the value of Zt = 1,96 and Zh = 2,67 so the interpretation was Ha > Ho. So, it could be concluded that Ha was accepted it meant that there was significant influence of direct learning model with word wall media toward vocabulary understanding to hearing impairment children in SDLB-B Dharma Wanita Sidoarjo. Keywords: Direct Learning Model, Word wall Media, Vocabulary, Hearing Impairment
POLA ASUH ORANG TUA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SLB PKK GEDEG MOJOKERTO SEPTA PRIYANTINI, BELLA; MAHMUDAH, SITI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research approach used is qualitative approach with descriptive study type. Data collection techniques are done by interview, and documentation. Research subjects were 5 parents and 5 children with intellectual disorder. Data analysis technique is by using data stages, data reduction, data presentation, and conclusion reduction. The results of this study indicate that as many as 3 parents (60%) use permissive parenting as the dominant parenting pattern and as many as 2 parents (40%) use authoritative parenting as the dominant parenting pattern. How to develop the character of a child with mild intellectual disorder in each parent is different including the character values ??applied to the five children with mild intellectual disorder are also different. Constraints in the face and the solution provided by each parent is also different to adjust the state of child with intellectual disorder. Parenting gives a big role in developing character in children with mild intellectual disorder. In permissive parenting parents role to give freedom to children choose the value of characters that child is doing. While in the parenting authoritative parents role plays a target in the childs intellectual disorder in developing character.Keywords: parenting pattern, character development, child with mild intellectual disorder.
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA TUNADAKSA DI SMPLB YPAC SURABAYA HARYO KADARISMAN, DERRY; PUDJIASTUTI SARTINAH, ENDANG
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengaruh Pembelajaran Kontekstual Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Siswa Tunadaksa di SMPLB YPAC Surabaya Nama : Derry Haryo Kadarisman NIM : 11010044034 Program Studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas : Fakultas Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr .Endang Pudjiastuti S, M.Pd. IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Pembelajaran Kontekstual merupakan salah pembelajaran yang tepat untuk membantu siswa tunadaksa dalam mempelajari mata pelajaran IPA dengan memberikan contoh dan model yang nyata dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar IPA pada siswa tunadaksa di SMPLB YPAC Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian pre-eksperimen, dengan menggunakan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest Design. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 8 kali pertemuan dengan rincian 1 kali pretest , 6 kali treatment dan 1 kali posttest. Subyek dalam penelitian ini terbatas pada siswa tunadaksa di SMPLB YPAC Surabaya berjumlah 6 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hasil pretest rata-rata nilai yang diperoleh adalah 39,33 dan setelah diberikan perlakuan hasil posttest rata-rata nilai yang diperoleh adalah 78. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai yang signifikan. Nilai Zh = 2,20 lebih besar daripada nilai kritis 5% Zt = 1,96 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar IPA pada siswa tunadaksa di SMPLB YPAC Surabaya. Kata Kunci : Hasil Belajar IPA, Siswa Tundaksa, Pembelajaran Kontekstual, Sistem Gerak Manusia.
STUDI DESKRIPTIF KOMPETENSI GURU PEMBIMBING KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI SURABAYA. AZMI, ULUL; RIANTO, EDY
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK STUDI DESKRIPTIF KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PEMBIMBING KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI SURABAYA Nama : Ulul AzmiNIM : 11010044205Program Studi : S-1Jurusan : Pendidikan Luar BiasaFakultas : Ilmu PendidikanNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Drs. Edy Rianto, M.Pd Lingkungan pendidikan inklusif pada saat ini masih tampak adanya kekurangan dalam hal kompetensi profesional guru.Khususnya bagi guru pembimbing khusus di sekolah-sekolah dasar inklusif Surabaya.Indikator kompetensi guru yang harusnya dipenuhi oleh guru masih tampak ada beberapa yang belum dipenuhi.Keberadaan guru yang profesional dan berkompeten merupakan suatu keharusan untuk memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran.Guru yang profesional mampu mencerminkan sosok keguruannya dengan wawasan yang luas dan memiliki sejumlah kompetensi yang menunjang tugasnya.Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan guru menguasai subtansi bidang studi dan metodologi keilmuannya, menguasai struktur dan kurikulum bidang studi, mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi, menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran, meningkatkan kualitas pembelajaran melalui evaluasi dan penelitian.Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan kompetensi guru pembimbing khusus (GPK) dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak bekebutuan khusus di SDN Inklusif Surabaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai intrumen kunci dengan teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Tempat pelaksanaan penelitian potret kompetensi professional guru pembimbing khusus di sekolah dasar inklusif surabaya khususnya di wilayah surabaya barat, yaitu SDN Banyu Urip V, SDN Tandes Kidul I, dan Dukuh Kupang III. Alasan memilih lokasi penelitian ini karena peneliti menemukan problem di dalam sekolah tersebut.Hasil dari penelitian ini yaitu 5 aspek kompetensi guru menurut permendiknas no.16 tahun 2007 dapat disimpulkan bahwa ketiga Guru Pembimbing Khusus dari sekolah SDN inklusi Surabaya memiliki kompetensi professional sebagai Guru Pembimbing Khusus di sekolah. Karena kompetensi professional guru adalah hal mendasar yang harus dimiliki oleh pendidik dalam menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, ramah dan terbuka tidak hanya untuk siswa berkebutuhan khusus namun juga untuk siswa regular secara umum.Karena tujuan dari inklusi ini tidak hanya untuk memberikan pembelajaran komunikasi, sosialisasi dan interaksi bagi siswa berkebutuhan khusus namun juga untuk memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa regular agar dapat menghormati, menghargai dan menerima keberadaan dan kondisi siswa berkebutuhan khusus sebagai warga sekolah.Kata kunci: Kompetensi guru, guru professional, sekolah inklusi ABSTRACT DESCRIPTIVE STUDY OF PROFESSIONAL COMPETENCE OF SPECIAL ADVISING TEACHERSIN SURABAYA INCLUSIVE SCHOOL Name : Ulul AzmiReg Number : 11010044205Study Program : S-1Department : Special EducationFaculty : Education FacultyUniversity : State University of SurabayaAdvicer Lecture : Drs. Edy Rianto, M.PdThe existence of professional and competent teachers is a necessity to facilitate the achievement of learning objectives.Professional teachers are able to reflect the teachers figure with a broad insight and have a number of competencies that support their task. This competence can be seen from the teachers ability to master the substance of the study field and scientific methodology, to master the structure and curriculum of the studyfield, toorganize the subject matter curriculum materials, to master,and to utilize information and communication technology in learning, and to improve the quality of learning through evaluation and research.The purpose of this study is to describe the professional competence of special advising teachers (GPK) in providing educational services for children with special needs inPublic Elementary School of Inclusive Surabaya. The research method used in this research is .The approach utilized in this research is qualitative approach which is the research method based on natural object condition, where the researcher is as a key instrument with data collection technique is done by triangulation (combination), data analysis is inductive/qualitative, and the result of qualitative research emphasizes more on the meaning of generalization.The site of the research is a portrait of professional competence of aspecial teacher in Surabaya inclusive primary school especially in western Surabaya region, namely Public Elementary School of Banyu Urip V, Public Elementary School ofTandesKidul I, and DukuhKupang III. The reason for choosing the location of this research because the researcher finds problems in the school. The results of this study are 5 aspects of professional competence of teachers according to Education Ministry Regulation (Permendiknas)No.16 of 2007 can be concluded that the three special advising teachers (GPK) from Public Elementary School of Surabaya Inclusive schools have professional competence as special advising teachers (GPK) inthe schools.Because the professional competence of teachers is a fundamental thing that must be owned by educators in applying the learning in accordance with the characteristics of students; being friendly and open not only for students with special needs but also for regular students in general. It is because the purpose of this inclusion is not only to provide communication, socialization, and interaction learning for students with special needs but also to provide meaningful learning for regular students in order to respect, appreciate, and accept the existence and condition of students with special needs as school citizens. Keywords: Teacher competence, professional teacher, inclusive school