cover
Contact Name
Zainiya Anisa
Contact Email
zainiyaanisa@undikma.ac.id
Phone
+6287863401869
Journal Mail Official
jurnalnexusoflearning@gmail.com
Editorial Address
Jl. dr. Soeyono Perum Elit Kota Mataram Asri Blok O/34 Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Nexus of Learning
ISSN : -     EISSN : 31636705     DOI : Prefix 10.66957
Core Subject :
Nexus of Learning: Journal of Education and Pedagogy is a national scholarly journal dedicated to the dissemination of research and academic studies in the field of education. The journal covers studies related to learning strategies, instructional media, learning and/or educational management, curriculum and instruction, and the evaluation of learning in elementary schools. By upholding academic integrity and rigorous peer-review processes, Nexus of Learning seeks to support the advancement of pedagogical theory and practice and to strengthen the quality of education in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Konsep Motivasi dalam Sudut Pandang Psikologi Pendidikan dan Perannya dalam Kegiatan Pembelajaran Diana Handayani
Nexus of Learning: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 1 (2026): Improving Pedagogical Practices
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/m35jjn92

Abstract

AbstractLearning is a process of action/experience that occurs to produce something new, whether in the form of abilities, knowledge, willingness, skills, habits, attitudes, and behavior. Operationally, learning involves an effort and endeavor to master this new knowledge. Therefore, to successfully achieve a goal, a mental activity called motivation is necessary. The method used by the researcher was a literature study. Motivation is a psychological phenomenon in the form of a conscious or unconscious drive within a person to perform a behavior/action with a specific goal. Someone who demonstrates a drive to achieve a specific goal is motivated; conversely, a person who is not motivated does not exhibit a drive to do something. AbstrakBelajar ialah suatu proses tindakan/pengalaman yang terjadi untuk menghasilkan sesuatu yang baru baik itu berupa kemampuan, pengetahuan, kemauan, keterampilan, kebiasaan, sikap dan tingkah laku. Sedangkan secara operasionalnya bahwa dalam belajar itu ada upaya dan usaha untuk menguasai hal yang baru tersebut, sehubungan dengan hal itu maka untuk suskses mendapatkan dan mencapai tujuan perlu adanya salah satu aktivitas mental yang disebut dengan motivasi. Metode yang peneliti gunakan adalah studi kepustakaan. Motivasi merupakan gejala psikologis dalam bentuk suatu dorongan pada diri seseorang yang timbul secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan suatu prilaku/tindakan dengan adanya tujuan tertentu. Seseorang yang menunjukkan adanya dorongan untuk mencapai suatu tujuan tertentu maka ia sedang mempunyai motivasi dalam dirinya, begitupula sebaliknya tidak nampak suatu dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu ketika dirinya tidak sedang termotivasi.
Hadis Sebagai Penjelas Dalam Al-Qur'an Diana Handayani
Nexus of Learning: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 1 (2026): Improving Pedagogical Practices
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/kcrg9a37

Abstract

AbstractHadith is something attributed to the Prophet Muhammad (peace be upon him), whether in the form of words, deeds, statements (taqrir), and so on. Hadith holds a very urgent position in Islam. It is the second source of law after the Quran. The Quran would be difficult to understand without the intervention of hadith. Regarding the position of hadith alongside the Quran as a source of Islamic teachings, the Quran is the primary source, while hadith is the secondary source. It is even difficult to separate the two, as they are a unified whole. The Quran, as the primary and primary source, contains many general and global teachings. Therefore, the presence of hadith as a secondary source of teachings serves to explain (bayan) the generality of the Quran's contents. The research problem to be explained in this paper is how hadith function as an explanatory text in the Quran. Furthermore, the method used in this paper is library research, a type of research that is determined by the location of data collection. The hadith as a bayan (explanation) of the Qur'an is divided into four parts: Bayan Al-Taqrir, which strengthens or solidifies what has been explained in the Qur'an; Bayan At-Tafsir, which clarifies, details, and specifically addresses verses of the Qur'an that are still global; Bayan At-Tasyri', which establishes new laws not found in the Qur'an; and Bayan Al-Naskh, which abolishes or eliminates old provisions in the Qur'anic text. Abstrak.Hadis merupakan sesuatu yang dinisbahkan kepada Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan, pernyataan (taqrir), dan sebagainya. Adapun Hadits dalam Islam memiliki kedudukan yang sangat urgen. Di mana hadits merupakan salah satu sumber hukum kedua setelah al-Quran. Al-Quran akan sulit dipahami tanpa intervensi hadits. Kaitannya dengan kedudukan hadits di samping Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam, maka Al-Qur’an merupakan sumber pertama, sedangkan hadits merupakan sumber kedua, bahkan sulit dipisahkan antara keduanya, karena merupakan suatu kesatuan. Al-Qur’an sebagai sumber pertama dan utama banyak memuat ajaran-ajaran yang bersifat umum dan global. Oleh karena itu kehadiran hadis sebagai sumber ajaran kedua tampil untuk menjelaskan (bayan) keumuman isi al-Qur’an tersebut. Adapun rumusan masalah yang ingin dijelaskan dalam tulisan ini yakni tentang bagaimana fungsi hadis sebagai penjelas dalam al-Qur’an. Kemudian metode yang digunakan dalam tulisan ini yaitu (Library Research) yaitu jenis penelitian yang dilihat dari tempat pengambilan datanya. Adapun hadis sebagai bayan (penjelas) terhadap al-Qur’an dibagi menjadi empat bagian yakni bayan Al-Taqrir yaitu memperkuat atau memperkokoh apa yang telah diterangkan di dalam al-Qur’an, bayan At-Tafsir yaitu memperjelas, merincikan dan mengkhsuuskan terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang masih bersifat global, bayan At-Tasyri’ yaitu menetapkan hukum baru yang tidak didapati dalam al-Qur’an, kemudian bayan Al-Naskh yaitu menghapus atau menghilangkan ketentuan lama dalam nash al-Qur’an.
Konsep dan Implementasi Pendidikan Keagamaan Nonformal:Analisis Terhadap Pasal 52 RUU Sisdiknas Versi Agustus 2022 Zihniatul Ulya
Nexus of Learning: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 1 (2026): Improving Pedagogical Practices
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/df8dc184

Abstract

Penelitian ini mengkaji Pasal 52 Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) versi Agustus 2022 yang mengatur tujuan pendidikan keagamaan nonformal, yang hingga kini masih memerlukan kajian kritis sebelum ditetapkan menjadi undang-undang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep serta implementasi pendidikan keagamaan nonformal berdasarkan analisis terhadap Pasal 52 RUU Sisdiknas versi Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui penelaahan berbagai sumber tertulis, meliputi buku, jurnal ilmiah, artikel, dokumen resmi, dan literatur relevan lainnya. Data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan tiga fokus pembahasan utama, yaitu analisis substansi naskah Pasal 52 RUU Sisdiknas, konsep pendidikan keagamaan nonformal, serta implementasi pendidikan keagamaan nonformal dalam konteks kebijakan pendidikan nasional. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kebijakan dan pihak terkait dalam perumusan regulasi pendidikan, serta menjadi rujukan akademik dalam pengembangan kajian pendidikan keagamaan nonformal.
Manajemen Kurikulum Lembaga Pendidikan Agama Islam Zihniatul Ulya
Nexus of Learning: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 1 (2026): Improving Pedagogical Practices
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/9gh52362

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan manajemen kurikulum lembaga pendidikan agama Islam berbasis pesantren. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelusuri dan menganalisis berbagai karya ilmiah yang relevan dengan topik manajemen pendidikan Islam dan pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan agama Islam berbasis pesantren merupakan suatu proses kerja sama yang sistematis antara pimpinan, pendidik, dan tenaga kependidikan dalam mengelola unsur-unsur manajemen pendidikan guna mencapai visi dan misi lembaga yang telah disepakati bersama. Manajemen tersebut dilaksanakan dengan memaksimalkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam konteks pendidikan pesantren. Pembahasan artikel ini meliputi pengertian, unsur-unsur, ruang lingkup, tujuan, prinsip, dan manfaat manajemen lembaga pendidikan, serta kajian tentang kurikulum pendidikan Islam dan manajemen kurikulum pada lembaga pendidikan agama Islam. Kajian ini menegaskan bahwa manajemen kurikulum yang dikelola secara efektif dan berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam berperan penting dalam meningkatkan mutu dan hasil pendidikan. Oleh karena itu, artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis sebagai referensi ilmiah serta kontribusi praktis sebagai pedoman dalam penerapan manajemen kurikulum pendidikan agama Islam berbasis pesantren.
Manajemen Lembaga Pendidikan Sekolah Zihniatul Ulya
Nexus of Learning: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 1 (2026): Improving Pedagogical Practices
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/7ze22e71

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang manajemen lembaga pendidikan sekolah. Metode penulisan artikel ini adalah studi pustaka dengan menelusuri berbagai karya tulis ilmiah yang berhubungan dengan topik ini. Hasil analisis yang penulis lakukan yaitu manajemen pendidikan sekolah  adalah bagaiman proses kerjasama yang dilakukan oleh pemimpin, pendidik, dan tenaga pendidik (pengelola atau pengatur unsur-unsur manajemen pendidikan), untuk mencapai visi misi yang telah dibuat bersama, dengan memaksimalkan unsur-unsur manajemen pendidikan sekolah. Dari judul ini melahirkan beberapa pokok pembahasan yaitu; pengertian, unsur-unsur,  ruang lingkup, tujuan, prinsip, dan manfaat manajemen lembaga pendidikan sekolah. Kajian tentang beberapa tema tersebut menjelaskan bagaimana manajemen sekolah melaksanakan tugasnya sebagai pengelola disuatu lembaga sekolah, sehingga bisa mencapai tujuan yang sesuai diharapkan bersama, terutama dalam meningkat hasil pendidikan dengan mengkaji lebih dalam manajemen pendidikan, sehingga diharapkan karya ini bisa bermanfaat baik itu sebagai rujukan yang ingin menambah wawasan atau ilmu pengetahuan dan sebagai pedoman dalam mempraktekkannya. Semoga bermanfaat juga bagi penulis, pembaca, dan para pencinta ilmu pengetahuan lainnya.
Konsep Dan Implementasi Pendidikan Kecakapan Hidup Analisis Terhadap Pasal 51 Ruu Sisdiknas Versi Agustus 2022 Sri Hidayati
Nexus of Learning: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 2 (2026): Enhancing Quality of Education through Innovative Pedagogy
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/nrhbga78

Abstract

This study aims to analyze the relevance of life skills education theories to the provisions of Article 51 of the August 2022 version of the National Education System (Sisdiknas) Bill. The data analysis technique used content analysis, namely by examining, reviewing, and comparing life skills education theories with the substance contained in Article 51 of the Sisdiknas Bill. The results of the analysis indicate that life skills education theories have a fairly strong relevance to the provisions of Article 51. This is evident in the alignment of life skills education objectives, which emphasize the development of self-potential, character formation, instilling moral values, and cultural preservation as an important part of the national education process.
Pro Dan Kontra Masyarakat Lombok Terhadap Kecimol Dalam Mewujudkan SDGs Desa Di Lombok Nusa Tenggara Barat Zihniatul Ulya; Zainiya Anisa; Diana Handayani
Nexus of Learning: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 2 (2026): Enhancing Quality of Education through Innovative Pedagogy
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/mmzs9m50

Abstract

Lombok is an island inhabited by the Sasak tribe. The Sasak tribe is rich in culture and art, one of which is Kecimol. Kecimol is a natural cycle of stages of cultural evolution along with social change and the stage of modernity. However, art will be well received in Lombok if it is in line with the aesthetics and ethics of the art itself. Kecimol art has received mixed responses from the people of Lombok because of several controversial things carried out by Kecimol performers. The aim of this research is to reveal the pros and cons of the Lombok community towards Kecimol in realizing the Village Sustainable Development Goals (SDGs) in Lombok, West Nusa Tenggara. This research method uses qualitative. The data collection techniques that researchers use include observation, interviews, and documentation. Data analysis is carried out in three steps, namely data reduction (Data Reduction), data presentation (Data Display), and drawing conclusions and verification (Conclusion Drawing/Verifiyng). The results of this research are that the community is pro Kecimol because it can: 1) be a place to earn a living. 2) can be enjoyed by all groups. 3) art preservation. 4) can still be built. Meanwhile, people are against Kecimol because: 1) it deviates from the art and culture of the Sasak tribe. 2) not in accordance with religious conditions in Lombok. 3) often give rise to. 4) disrupts general conversation (congestion and distraction). In realizing the Sustainable Development Goals (SDGs) of villages in Lombok, Kecimol is an art form. Kecimol still needs development to create better social quality. Meanwhile, Kecimol in realizing the Sustainable Development Goals (SDGs) of villages in Lombok can help from an economic perspective because many Lombok residents are helped to meet their living needs by working in Kecimol arts.
Hubungan Media/Alat Peraga Pembelajaran Dengan Gaya Belajar Siswa Zihniatul Ulya
Nexus of Learning: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 2 (2026): Enhancing Quality of Education through Innovative Pedagogy
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/7qz4cc49

Abstract

This study aims to determine the relationship between media or learning aids and students' learning styles in the learning process. Learning media plays a crucial role in helping teachers deliver material more effectively, engagingly, and in a way that is easily understood by students. Meanwhile, student learning styles are the unique ways each individual receives, processes, and understands information, which generally include visual, auditory, and kinesthetic learning styles. This study used a qualitative approach with library research. The results indicate a strong relationship between the use of media or learning aids and students' learning styles. Learning media that align with students' learning style characteristics can increase learning motivation, conceptual understanding, active participation, and student learning outcomes. Conversely, the use of inappropriate media can lead to low learning interest and less than optimal achievement of learning objectives.
Peran Masjid dalam Membangun Umat yang Religius, Sehat Rohani dan Jasmani, serta Sejahtera di Desa Sembalun Lalu Bayang Tanwisa Praga
Nexus of Learning: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 2 (2026): Enhancing Quality of Education through Innovative Pedagogy
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/6xjmay77

Abstract

Mosques occupy a highly significant position in the lives of Muslim communities. Their role extends beyond serving merely as places of ritual worship to functioning as social spaces that contribute to the nurturing and enhancement of community quality. In rural contexts, mosques frequently act as centers of religious activities as well as arenas for social interaction, shaping values, attitudes, and patterns of communal life. This study aims to examine the role of mosques in fostering a religious community that is spiritually and physically healthy, emotionally and intellectually developed, and supportive of social welfare in Sembalun Village. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through field observations of mosque activities. The findings reveal that mosques in Sembalun Village serve as centers for religious education, spiritual development, social engagement, and community-based economic empowerment.
Studi Konseptual Dan Lapangan Pengembangan Pembiayaan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Pada Bidang Usaha Peternakan Zihniatul Ulya
Nexus of Learning: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 2 (2026): Enhancing Quality of Education through Innovative Pedagogy
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/nwektg92

Abstract

This study aims to analyze the financing development strategy of the Darul Aitam Islamic Boarding School through a cattle farming business using a SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis method. This study employed a qualitative approach with a descriptive approach. Data were obtained through observation, interviews, documentation, and a review of the internal and external conditions of the Islamic boarding school. The SWOT analysis was used to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats in developing the cattle farming business as a source of financing for the Islamic boarding school. The results indicate that the Darul Aitam Islamic Boarding School's primary strength is substantial community support for the development of the cattle farming business. Meanwhile, a weakness identified is the lack of clear Standard Operating Procedures (SOPs) for the implementation of this business. In terms of opportunities, the increasing market demand for cattle and support from various parties significantly contribute to ease of marketing. Challenges faced include infrastructure, which still requires improvement to support smooth business development. Furthermore, a serious threat is the uncertainty of the next generation in continuing the business partnership, necessitating new innovations to anticipate future labor shortages.

Page 1 of 1 | Total Record : 10