cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan (JMTP)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 439 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA VISUAL FLASHCARD DALAM MODEL INKUIRI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS BAGI SISWA KELAS VII DI SMP BAHRUL ULUM SURABAYA NOVI HIDAYAT, DIAN; FITRI KHOLIDYA, CITRA
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 Nomer 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Studi pendahuluan bahwa adanya masalah belajar yang dihadapi oleh siswa kelas VII Smp Bahrul Ulum Surabaya yakni kesulitan dalam memahami materi pokok menyusun kalimat dalam pelajaran bahasa Inggris terjadi karena beberapa faktor salah satunya adalah model pembelajaran yang diterapkan oleh guru kurang tepat yakni model belajar konvensional/ceramah. Selain itu, keterbatasan media yang dimiliki sekolah sebagai sarana untuk menyampaikan materi terkait juga menjadi faktor masalah belajar yang dihadapi oleh siswa. Oleh karena masalah belajar tersebut, tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan tidak dapat tercapai. Dibuktikan dari hasil pretest yang telah dilakukan dengan kriteria ketuntasan minimum/KKM 75, dari 30 siswa 21 diantaranya tidak dapat memenuhi kriteria ketuntasan minimum. Pengembangan media visual flashcard ini telah melalui proses need assessment sebagai upaya untuk memecahkan masalah belajar. Setelah menggunakan media flashcard ini diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat dan tujuan pada salah satu kompetensi dasar mata pelajaran bahasa inggris di jenjang kelas VII sekolah menengah pertama ini dapat tercapai. Media dikembangkan dengan menggunakan metode pengembangan Research and Development (RnD) yang menurut Sugiyono(2010:408) ada 10 tahap yang harus dilalui yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4)validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi Desain, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk (10) produksi masal. Setelah melalui uji validasi kelayakan media dengan menggunakan instrumen angket kepada ahli materi dan ahli media. Perhitungan angket kelayakan materi oleh ahli materi media flashcard mendapat skor sebesar 90% sedangkan pehitungan angket validasi media oleh ahli media mendapat skor sebesar 92,5%. Sedangkan melalui uji coba perorangan, media mendapat skor 90%, pada pengujian kelompok kecil mendapat skor 90% dan kelompok besar sebesar 92,6%. Dengan skor tersebut, maka media dapat dikatakan layak sesuai dengan kriteria yang dapat dilihat pada bab III. Sedangkan pengolahan data pretest dan post-test memperoleh thitung sebesar 15,11 > dari Ttabel = 2,05. Berdasarkan hasil tersebut, maka media visual flashcard efektif untuk membantu meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII Smp Bahrul Ulum Surabaya.
PENGEMBANGAN MEDIA MODUL MATERI PENGGUNAAN ARRAY MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN DASAR KELAS X MULTIMEDIA DI SMK NEGERI 1 JATIREJO SEBA WADJA, PEGGY; KRISTANTO, ANDI
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 Nomer 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yakni hasil kegiatan wawancara dan observasi dengan guru mata pelajaran Pemrograman Dasar. Peneliti mendapati bahwa pada materi pokok Penggunaan Array mata pelajaran Pemrograman Dasar, guru hanya yang bersifat sebagai sumber utama dan satu-satunya dikelas khususnya pada mata pelajaran pemrograman dasar. Hal ini yang membuat siswa menjadi kesulitan dalam menerima materi jika tanpa bimbingan dari guru. Jika pada proses ini guru tetap melakukan metode yang terus sama akan berdampak pada berkembangnya siswa didalam kelas yang meliputi dari tingkat pemahaman siswa dan proses pengembangan siswa mengenai materi yang sedang diajarkan. Tujuan pengembangan media modul dibuat sebagai upaya pemecahan masalah belajar melalui analisis kebutuhaan, sehingga melalui media ini diharapkan dapat meningkatkan ketercapaian suatu tujuan pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar siswa. Pengembangan media ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Pelaksanaan uji coba dilakukan beberapa tahap yaitu validasi ahli materi, ahli media, dan uji coba pada siswa. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, angket, dan tes. Teknik analisis data menggunakan rumus P yang digunakan untuk mengukur persentase, kemudian untuk instrument tes menggunakan rumus Rpbis dan Uji T-tes
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN PKN SMK NEGERI 1 DRIYOREJO GRESIK MUGI RAHARJO, ALFIANTO; HADI SUSARNO, LAMIJAN
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 Nomer 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PKN siswa kelas X di SMK Negeri 1 Driyorejo Gresik, serta untuk mengetahui pengaruh yang signifikan pada model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PKN siswa kelas X di SMK Negeri 1 Driyorejo Gresik Penelitian ini menggunakan metode true experiment. Menurut Fraenkel (2009:264) true experiment design merupakan jenis? jenis eksperimen yang dianggap sudah baik karena sudah memenuhi persyaratan. Subyek penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah 2 kelas eksperimen dan 1 kelas control. Pada kelas eksperimen akan diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), sedangkan pada kelas kontrol tidak diberikan perlakuan. Data diambil melalui observasi dan angket yang telah divalidasi. Hasil data observasi guru didapatkan hasil 0,9333, kategori baik dan hasil dari data observasi siswa adalah 0,86, kategori baik. Sedangkan hasil analisi uji anova one-way adalah 3,83 lalu pada f tabel adalah 3,10, artinya f hitung lebih besar daripada f tabel atau 3,83>3,10 sehingga dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil data yang didapat dari observasi guru, siswa dan hasil data angket motivasi belajar, bisa disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran PKN di SMK Negeri 1 Driyorejo Gresik. Kata Kunci: teams games tournament (TGT), motivasi belajar siswa, mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
PENGEMBANGAN MEDIA MODUL MATERI POKOK JARINGAN SISTEM OPERASI KOMPUTER MATA PELAJARAN KOMPUTER DAN JARINGAN UNTUK SISWA KELAS X MULTIMEDIA DI SMKN 6 SURABAYA ALFIANINGRUM, CITA; , RUSIJONO
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 Nomer 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah produk media modul materi jaringan sistem operasi komputer untuk siswa kelas X Multimedia di SMKN 6 Surabaya yang layak dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar. Metode pengembangan yang digunakan adalah model Research and Development (R&D). Model ini terdiri atas sepuluh langkah yaitu: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk, 8) uji coba pemakaian, 9) revisi produk, dan 10) produksi masal.Subjek penelitan ini adalah siswa kelas X Multimedia di SMKN 6 Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket, dan tes. Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data dari ahli materi dan ahli media. Angket digunakan untuk mengumpulkan data dari uji coba perseorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba pemakaian. Tes digunakan untuk mengumpulkan data siswa yang berkaitan dengan hasil belajar. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) modul materi pokok jaringan sistem operasi komputer yang dikembangkan terbukti valid dilihat dari aspek materi maupun media. 2) hasil uji coba yang dilakukan secara perseorangan, kelompok kecil, dan kelompok pemakaian menunjukkan bahwa media modul materi pokok jaringan sistem operasi komputer dalam hasil yang sangat baik. Berdasarkan kedua analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa media modul yang dikembangkan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Adapun hasil analisis uji t pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang sama (thitung 0,43 < ttabel 2,002), sedangkan hasil uji t posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (thitung 11,71 > ttabel 2,002). Berdasarkan analisis pretest dan posttest dapat disimpulkan bahwa media modul efektif untuk meningkatkan hasil belajar. Kata Kunci: Pengembangan Media Modul, Model R&D, Jaringan Sistem Operasi Komputer.AbstractThe purpose of this study is to produce a media product module subject matter network computer operating system for class X Multimedia students in SMKN 6 Surabaya is feasible and effective for increasing the study for students. The development method that is used are the Research and Development (R & D) model. The model consists of ten steps: 1) potential and problem, 2) data collection, 3) product design, 4) design validation, 5) design revision, 6) product trial, 7) product revision, 8) trial use , 9) product revisions, and 10) mass production.The subject of this research are the students of class X Multimedia at SMKN 6 Surabaya. The data collection methods used interviews, questionnaires, and tests. Interview was used to collect data from material experts and media experts. Questionnaires were used to collect data from individual trials, small group trials, and trial usage. The test is used to collect students?data that related to learning outcomes.The result of data analysis shows that 1) the basic material module of the computer operating system network developed proved valid from the material and media aspects. 2) Individual, small group, and usage trial results show that the main material module media of the computer operating system network has an excellent result. Based on these two analyzes, it can be concluded that the developed module of media is suitable for use in learning activities. The result of t test analysis of experimental class and experimental class showed that both groups had the same initial ability (tcount 0,43 < ttable 2,002), whereas the result of posttest test of experimental class and control class showed that there were significant difference (tcount 11, 71 > ttable 2.002). Based on pretest and post-test analysis it can be concluded that media module is effective to improve learning outcomes. Keywords: Modules Media Development, R&D Model, Networking Computer Operating System.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X MATERI POKOK PUISI DI SMA IT SHAFTA SURABAYA DWI RAHARJO, ANJASMARA; MARIONO, ANDI
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 Nomer 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan, mengetahui kelayakan serta mengetahui pengaruh penggunaan media video pembelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia materi pokok puisi pada kelas X SMA IT Shafta Surabya.Pengembangan ini menggunakan model R&D Brog and Gall dengan 10 langkah yakni: 1) Potensi dan Masalah, 2) Pengumpulan Data, 3) Desain Produk, 4) Validasi Desain, 5) Revisi Desain, 6) Ujicoba Produk, 7) Revisi Produk, 8) Ujicoba Pemakaian, 9) Revisi Produk, 10) Produksi Masal. Jenis data dalam penelitian ini ada dua yaitu kualitatif dan kuantitatif, data kualitatif yaitu data dari ahli materi yang mendapatkan persentase 87.5% yang termasuk dalam katergori sangat baik, dan ahli media mendapatkan persentase 87,5% yang termasuk dalam katerhori sangat baik, uji coba perorangan 92,5% dengan kategori sangat baik, uji coba kelompok kecil 96,25% dengan kategori sangat baik, uji coba kelompok besar dengan persentase 85,4% dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa media video pembelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X materi pokok puisi di SMA IT Shafta Surabaya dinyatakan telah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaranKata Kunci: Pengembangan, Media, Video, Video Pembelajaran, Bahsa Indonesia, Puisi`
PENGEMBANGAN MEDIA COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION PADA TEMA 6 DENGAN MATERI POKOK PERUBAHAN ENERGI UNTUK SISWA TUNARUNGU KELAS VI SLB TUNAS MULYA SURABAYA DWI RATNASARI, SEVI; SYAIFUL BACHRI, BACHTIAR
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 Nomer 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di SLB Tunas Mulya Surabaya ditemukan masalah pada hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Kendala lain yang ditemukan di SLB Tunas Mulya Surabaya yaitu sumber belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran masih berupa LKS sehingga proses pembelajaran dirasa kurang menarik. Selain itu cara guru dalam menyampaikan materi masih dengan menulis menggunakan media papan tulis. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Computer Assisted Instruction yang layak dan efektif pada materi Perubahan Energi untuk kelas VI di SLB Tunas Mulya Surabaya.. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE (Molenda, 2008). Subyek penelitian berjumlah 6 siswa tunarungu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dengan ahli materi dan ahli media dan tes yang ditunjukkan kepada siswa tunarungu kelas VI SLB Tunas Mulya Surabaya. Dengan menggunakan analisis data uji Wilcoxon Match Pair Test. Dari hasil analisis data hasil tes pembelajaran menggunakan media CAI terdapat perbedaan yang signifikan dengan pembelajaran yang tidak menggunakan media CAI. Ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian sebelum menggunakan media CAI diperoleh nilai rata-rata 48,3, kemudian setelah menggunakan media CAI diperoleh nilai rata-rata 73,3. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Zhitung= 2,20 lebih besar dari Ztabel = 1,96 dengan nilai krisis 5% dengan n=6, berarti Zhitung = 2,20 > Ztabel 1,96. Berdasarkan hasil tersebut terbukti bahwa penggunaan media Computer Assisted Instruction (CAI) efektif untuk meningkatkan kemampuan anak tunarungu dalam memahami materi Perubahan Energi.Kata Kunci : Media CAI, IPA, Siswa Tunarungu
PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI WOODEN ART MANNEQUIN TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SKETSA DAN GAMBAR MATERI PROPORSI GAMBAR TUBUH MANUSIA PADA SISWA KELAS X SMK JURUSAN ANIMASI CATUR ANDIKA, ERWIN; , RUSIJONO
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 Nomer 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media Wooden Art Mannequin pada materi menggambar tubuh manusia yang proporsional, dan juga untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media Wooden Art Mannequin di materi tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre-test post-test control group design. Penelitian ini memiliki pembagian subjek sebagai berikut; Kelas X Animasi 2 SMKN 12 Surabaya dan Kelas X Animasi 1 SMKN 2 Surabaya sebagai kelompok kontrol, lalu Kelas X Animasi 1 SMKN 12 Surabaya dan Kelas X Animasi SMK Unitomo sebagai, kelompok eksperimen, yang tiap kelasnya diambil sampel sebanyak 30 siswa. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan tes. Dari analisis data wawancara kepada dua ahli media, didapati prosentase kelayakan sebesar 93,33%, yang artinya media Wooden Art Mannequin termasuk dalam kategori sangat baik dan layak untuk digunakan di materi dan jenjang tersebut. Pada analisis hasil tes menggunakan uji T, didapati hasil pretest tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan eksperimen, sedangkan pada uji T di hasil post-test terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan eksperimennya, dilihat dari signifikasi 2 sisinya yang kurang dari 5% (0,000 < 0,05), selain itu pada post-test kelompok eksperimen memiliki mean lebih tinggi dengan selisih sebesar 13,8 dibanding kelompok kontrol. Dengan hasil tersebut membuktikan, penggunaan Wooden Art Mannequin meningkatkan hasil belajar siswa dalam menggambar tubuh manusia yang proporsional lebih tinggi daripada pembelajaran dengan cara yang biasa atau menggunakan contoh gambar.Kata Kunci : Pemanfaatan, Wooden Art Mannequin, Menggambar Tubuh Proporsional, Animasi.
PENGEMBANGAN M-LEARNING BERBASIS APLIKASI ANDROID MATERI SISTEM SARAF MATA PELAJARAN BIOLOGI UNTUK KELAS XI JURUSAN MIPA DI SMA NEGERI 1 KOTA MOJOKERTO ARSIYANTI, ESTI; WIDODO, SUTRISNO
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 Nomer 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian: ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Mobile Learning yang layak dan efektif sesuai dengan kebutuhan siswa. Dari tujuan yang ditentukan, maka rumusan masalahnya : 1) Diperlukan uji kelayakan media Mobile Learning berbasis Android materi sistem saraf untuk siswa kelas XI jurusan MIPA di SMA Negeri 1 Kota Mojokerto yang sesuai dengan kebutuhan. 2) Diperlukan uji efektifitas media Mobile Learning berbasis Android materi sistem saraf untuk siswa kelas XI jurusan MIPA di SMA Negeri 1 Kota Mojokerto yang sesuai dengan kebutuhan. Spesifikasi produk yang diharapkan adalah mengembangkan media. Subjek dari penelitian ini adalah kelas XI MIPA 2 yang berjumlah 32 orang dengan jumlah siswa laki-laki sebanyak 13 orang dan siswa perempuan sebanyak 19 orang. .Dalam penelitian ini .menggunakan model pengembangan ADDIE. Tahapan model ADDIE yaitu 1)Analysis 2)Design 3)Development 4)Implementation 5)Evaluation. Berdasarkan hasil analisis data wawancara Ahli Materi diperoleh perhitungan nilai sebesar 100% termasuk dalam kategori (baik sekali). Dan Ahli Media perhitungan nilai sebesar 100% termasuk dalam kategori (baik sekali). Sedangkan hasil angket uji coba produk kepada siswa kelas XI SMAN 1 Kota Mojokerto hasil prosentase uji coba perorangan 90,83% (baik sekali), hasil presentase uji coba kelompok kecil 86,25%. (baik sekali), serta hasil presentase pada uji coba kelompok besar 86,5%. (baik sekali). Dari hasil analisis data hasil test pembelajaran menggunakan media Mobile Learning terdapat perbedaan yang signifikan dengan pembelajaran yang tidak menggunakan media Mobile Learning. Diperoleh hasil dari uji tanda. Untuk membuktikan Ho ditolak atau diterima, maka Chi kuadrat hitung tersebut dibandingkan dengan Chi Kuadrat table. Dengan dk = 1 berdasarkan dk = 1 dan kesalahan 5% (0,05), maka harga Chi kuadrat table = 3,841. Harga Chi Kuadrat hitung 30,031. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima.. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media Mobile Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar materi Sistem Saraf di kelas XI SMAN 1 Kota Mojokerto. Kata Kunci: Pengembangan, M-Learning, Sistem Saraf.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KEAKTIFAN SISWA MATA PELAJARAN KIMIA MATERI HIDROKARBON KELAS X SMKN DI TRENGGALEK STEVANI INAMAS PERTIWI, LIA; SYAIFUL BACHRI, BACHTIAR
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 Nomer 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keaktifan siswa sangat penting dalam proses pembelajaran terutama pada sekolah kejuruan. Berdasarkan studi pendahuluan di SMK terhadap guru mata pelajaran Kimia, bahwa keaktifan siswa kelas X masih rendah. Hal tersebut dapat diidentifikasi ketika guru menjelaskan materi pelajaran siswa berbicara sendiri, kurang interaksi antar siswa, dan diam ketika berdiskusi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Subyek penelitian ini menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi. Dengan menggunakan analisis data uji One-Way Anova. Lembar observasi keaktifan siswa digunakan untuk mengamati keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Berdasarkan analisis yang diperoleh pada observasi pembelajaran, maka dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share pada mata pelajaran Kimia materi Hidrokarbon dikategorikan ?sangat baik?. Hasil analisis data setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share pada mata pelajaran Kimia materi Hidrokarbon dengan menggunakan uji One-way Anova dengan bahwa fhitung memperoleh hasil yang lebih besar dari ttabel. Pertemuan 1 diperoleh fhitung 71,70 dan fhitung 72,96. Pertemuan 2, diperoleh data fhitung 112,25 dan Fhitung 95,64. Dibandingkan dengan Ftabel 3,98. Karena fhitung lebih besar dari ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti adanya pengaruh signifikan terhadap keaktifan siswa antara pertemuan pertama dan pertemuan kedua karena adanya perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) Kata Kunci: Model Pembelajaran, Think Pair Share, Kimia, Keaktifan Abstract Activeness is very important for student in processes learning especially on vocational school. Based on study in vocational school to learn Chemical subject, that activeness student class X still low. That thing gets to be identified while teacher explain the lesson, student speak themselves, less interaction between another student, and silents while gets discussion. Observational type that utilized is observational quantitative. This observational subject utilize experiment class and control class. Data collecting tech utilizes to methodic observation. By use of analysis data tests One Way Anova. Activness observation sheet student is utilized to observe activeness student up to learning process. Based on analysis that acquired on learning observation, therefore gets to be concluded that utilization of cooperatif learning model type think pair share on materials Chemical subject category Hydrocarbon in learning process is ?very good ?. Analysis result afters data given by conduct use cooperatif learning model type think pair share on Chemical materials Hydrocarbon use One way Anova with f count getting greater result of t table. Appointment 1 acquired f count 71,70 and fcount 72,96. Appointment 2, gotten by data f count 112,25 and fcount 95,64. As compared to f table 3,98. Since f count are even greater of f table therefore Ho is refused and Ha is accepted, one that matter marks sense significant influence to activeness student among first meet and second appointment because marks sense conduct by use of cooperatif learning model type Think Pair Share (TPS) Keywords: Learning Model, Think Pair Share, Chemistry, Activeness
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS MATERI NARRATIVE TEXT KELAS VIII SMPN DI MOJOKERTO RAMADHANI, AULIA; SYAIFUL BACHRI, BACHTIAR
Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 Nomer 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses pembelajaran merupakan bagian terpenting yang ada di dalam proses pendidikan dan menjadi salah satu pendorong untuk meingkatkan motivasi belajar. Kurangnya variasi dalam pembelajaran menyebabkan motivasi belajar peserta didik rendah. Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) merupakan salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui keterlaksanaan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada mata pelajaran Bahasa Inggris materi Narrative Text bagi peserta didik kelas VIII SMPN di Mojokerto. (2) Untuk membuktikan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dapat meningkatkan motivasi belajar materi Narrattive Text bagi peserta didik kelas VIII SMPN di Mojokerto. Metode pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara yang dilaksanakan pada saat awal penelitian untuk mengetahui permasalahan ketika pembelajaran berlangsung dan angket untuk mengetahui motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data dari angket dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran termasuk dalam kategori baik. Sedangkan dari analisis data dari angket menunjukkan adanya pengaruh pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT untuk meningkatkan motivasi belajar, hal teresbut dapat dibuktikan dengan uji One-way Anova fhitung memperoleh hasil lebih besar dari ftabel. Pada pertemuan 1 dan 2 di SMP Negeri 4 Mojokerto diperoleh hasil 4,48 untuk fhitung dan 4,00 untuk ftabel, pertemuan 2 diperoleh hasil 7,26 untuk fhitung dan 4,00 untuk ftabel. Sedangkan pada pertemuan 1 dan 2 di SMP Negeri 8 Mojokerto diperoleh hasil 5,41 untuk fhitung dan 4,00 untuk ftabel, pertemuan 2 diperoleh hasil 14,93 untuk fhitung dan 4,00 untuk ftabel. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model pembeljaran kooperatif tipe NHT dapat meingkatkan motivasi belajar. Kata Kunci: Model Pembelajaran, NHT, Narrative Text, Bahasa Inggris, Motivasi Belajar Abstract Learning process is the most important part in education process and become one of the encouragement to improve learning motivation. Lack of variation in learning causes low learning motivation of student. Cooperative strategy model type Numbered Head Together (NHT) is one of alternative way can be used to solve the problem.The objectives of this research are (1) to know the impelementation of Cooperative Instruction type NHT in English Subject Narrative Text material for eighth grade of Junior High School Student in Mojokerto. (2) To prove the effect of Cooperative Instruction model type NHT to the student?s motivation learning Narrative Text material for eighth grade Junior High School in Mojokerto. The research method that used is quantitative method. The data are gathered by using interviews conducted in beginning of research to know the problem when learning and questionnaire to observe the student learning motivation. Based on the results of data analysis from quesionare can be concluded that learning activity belong to good category. Whereas data analysis from questionare shows the effectiveness on Cooperative Instruction type NHT model of improve learning motivation, it can be proved by One-way Anova test fcount which get higher result than ftable. At the first and second meeting in Junior High School 4 Mojokerto get the result 4,48 for fcount and 4,00 for ftable , the second meeting get the result 7,26 for fcount and 4,00 for ftable. Whereas at first and second meeting in Junior High School 8 Mojokerto get the result 5,41 for fcount and 4,00 ftable, the second meeting in Junior High School 8 Mojokerto get the result 14,93 for for fcount and 4,00 ftable. Therefore, it can be concluded that cooperative instruction model type NHT can increase the motivation learning. Key words: Instruction model, NHT, Narrative Text, English, Learning Motivation