cover
Contact Name
Ahmad Mustaniruddin
Contact Email
ahmad_mustanirruddin@uinjambi.ac.id
Phone
+6285369694000
Journal Mail Official
tajdid@uinjambi.ac.id
Editorial Address
Jl. Jambi Ma. Bulian KM.16, Simp. Sei Duren, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Jambi, Indonesia, 36361
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
TAJDID Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 25023063     EISSN : 25415018     DOI : https://doi.org/10.30631/tjd.v25i1.5205
Core Subject :
TAJDID Jurnal Ilmu Ushuluddin focuses on the renewal of Islamic scholarship through critical, contextual, and integrative studies that bridge classical texts, Islamic thought, social and cultural Muslims to contemporary realities and issues. The journal welcomes literature and empirical research in the field of Islamic studies especially on, but not limited to the Quran and Hadith, Islamic Theology (Kalam), Islamic Philosophy, Islamic Mysticism (Tasawuf), Islamic Politics, and Religious Studies. All of these disciplines are acceptable as long as they are aligned with that focus. TAJDID emphasizes an interdisciplinary and innovative approach that promotes intellectual renewal (Tajdid Al Fikr Al Islami), encouraging dialogue among scholars who seek to reinterpret Islamic knowledge in the evolving context of the Muslim world and humanity at large to support The Sustainable Development Goals (SDGs), prevent a clash of civilizations and promote Islam Rahmatan Li Al Alameen. Scholars from any country and region concerned with the renewal of Islamic scholarship throughout Muslim history and geography in the Islamic World and beyond may submit their articles to Tajdid and use this open access journal.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
ARGUMEN EKSISTENSI TUHAN DALAM FILSAFAT BARAT supian supian
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2016): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v15i2.8

Abstract

Perdebatan tentang eksistensi Tuhan menjadi penting karena merupakan kunci dari semua pintu kajian tentang agama secara keseluruhan. Setiap agama akan dimulai dari pembahasan tentang keyakinan tentang eksistensi Tuhan. Apabila meyakini eksistensi Tuhan, maka seseorang secara sah disebut beragama (theism), dan apabila menolak eksistensi Tuhan, maka seseorang dapat digolongkan kepada menolak agama atau tidak beragama (atheism). Artikel ini dimaksudkan untuk menyelami sejarah dan pemikiran para filosof Barat dalam memberikan argumen-argumen eksistensi Tuhan. Kajian ini menemukan bahwa eksistensi Tuhan dalam berbagai pemikiran filsafat Barat telah memicu perdebatan serius yang melibatkan ranah akal dan hati.
NIKAH MUT‘AH PERSPEKTIF SHI arif ursihah
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2016): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v15i2.34

Abstract

Nikah Mut‘ah atau nikah temporer, sebuah nikah dengan jangka waktu yang disepakati, mengalami dua kali perizinan dan dua kali pelarangan oleh Rasul. Dengan latar sejarah status hukum yang cukup rumit, praktik ini akhirnya debatable hingga saat ini. Adalah Shi>‘ah sebuah kelompok besar dalam Islam yang menghalalkan praktik ini, berdasarkan pemahaman dalil al-Qur’an yang sama dengan kelompok Sunni tetapi melalui cara pandang berbeda. Titik perbedaan tersebut terletak pada persepsi tentang adanya penghapusan atau tidak terhadap dalil mut‘ah.
AẒĀN DALAM TRADISI SUNNI DAN SYIAH: TELAAH AWAL ATAS HADIS-HADIS SUNNI-SYIAH ahmad suhendra
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2016): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v15i2.46

Abstract

Salah satu tema yang cukup menarik dikaji adalah terkait dengan aẓān, kemudian ditulis azan. Dalam tradisi Sunni, terutama dalam imam empat mazhab dalam fiqh Sunni terdapat perbedaan dalam hal jumlah pengulangan dalam setiap lafal azan. Adapun dalam tradisi Syiah juga demikian terkait jumlah pengulangan lafal dalam azan. Artikel ini akan membahas perbedaan lafal azan di kalangan para ulama Sunni dan ulama Syiah maupun dikalangan intern kedua. Untuk itu pertanyaan yang diajukan dalam artikel ini adalah bagaimana beberapa ulama menyikapi perbedaan itu? Mengapa bisa terjadi perbedaan dalam pelafalan azan di antara keduanya? Kendati demikian, titik tekan makalah ini bukanlah mencari mana yang benar dan yang salah, melainkan pemaknaan di antara keduanya.
EKSISTENSI PESANTREN DARUU ATTAUHID MUARO KUMPEH - MUARO JAMBI TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT edi kusnadi
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2016): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v15i2.47

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan bagaimana eksistensi pesantren Daruu Attauhid di Desa Muaro Kumpeh Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi terhadap perubahan sosial masyarakat sekitar. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana karakteristik pesantren Daruu Attauhid, kemudian bagaimana hubungan pesantren Daruu Attauhid dengan Masyarakat sekitar, dan bagaimana perubahan sosial keagamaan masyarakat sekitar dengan keberadaan pesantren Daruu Attauhid tersebut. Dari hasil pengamatan dan wawancara, didapati informasi bahwa pembelajaran yang dilakukan pada pondok pesantren ini diselenggarakan dengan cara non-klasikal atau dengan klasikal. Adapun bentuk perubahan keadaan sosial keagamaan yang terjadi adalah bahwa keadaan sosial keagamaan menjadi cukup religius.
EKSISTENSI AL-QURAN DALAM KITAB NASĀ’IH AL-‘IBĀD OLEH SHAYKH NAWAWI AL-BANTANI arwansyah arwansyah
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2016): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v15i2.48

Abstract

Kitab Nasā’ih al-‘Ibād karangan Syaikh Nawawi al-Bantani merupakan kitab klasik terpenting tentang aspek Targhīb wa Tarhīb, yang tersebar luas di Asia Tenggara khususnya bagi masyarakat Indonesia. Artikel ini akan menganalis ayat-ayat al-Qur’an yang terdapat dalam kitab Nasā’ih al-‘Ibād untuk melihat sejauh mana eksistensinya dalam membantu hadits-hadits yang terdapat dalam kitab tersebut. Artikel ini menggunakan metode kajian dokumentasi dengan merujuk langsung kepada kitab Nasā’ih al-‘Ibād dan membandingkannya dengan penulisan ulama-ulama lain. Artikel ini merumuskan bahwa Syaikh Nawawi al-Bantani lebih menekankan penjelasan kitabnya kepada hadits-hadits, atsar-atsar, dan perkataan hukama’ dibandingkan al-Qur’an.
KONSEP KHUDI DALAM RANAH SOSIAL DAN AGAMA MENURUT IQBAL abdullah firdaus
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2016): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v15i2.49

Abstract

Artikel ini membahas riwayat pembaharuan dan konsep khudi perspektif Muhammad Iqbal. Iqbal membawa langkah-langkah pembaharuannya melalui konsep Khudi dengan segala atribut positifnya seperti (self-reliance, self-respect, self confidence, self preservation, self assertion). Adapun pengertian khudi yang dimaksud Iqbal membawa makna; dari aspek pembangunan kedirian manusia secara mental dan intelektual adalah usaha penyempurnaan kedirian dengan cara melengkapinya dengan nilai-nilai luhur dan kepatuhan kepada peraturan Tuhan. Dari aspek sosial, penyempurnaan khudi dilakukan dengan mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran di tengah-tengah kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikian, khudi yang sempurna ‘perfect Man’ adalah representasi ideal khalifah Tuhan yang membawa kebenaran dan kebaikan tertinggi bagi mewujudkan kerajaan Ilahi di muka bumi.
MEMPERTIMBANGKAN KEMBALI KONSEP TENTANG TUHAN, MANUSIA, DAN AQL DALAM FILSAFAT AL-KINDĪ DAN SEYYED HOSSEIN NASR Shofiyullah MZ
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 17 No. 1 (2018): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v17i1.44

Abstract

Dalam sejarah manusia, sejak pertama pemikiran, sudah mengetahui adanya kekuatan-kekuatan yang mengatasi manusia, suatu yang dianggap Maha Kuasa, dan mendatangkan kebaikan maupun keburukan serta dapat mengabulkan doa dan ke inginan manusia. Dari pemikiran tersebut kemudian muncul konsep-konsep tentang Tuhan. Tuhan merupakan sentral sekaligus inti dari semua yang ada. Dalam tradisi keagamaan monoteis Persoalan ke-Tuhan-an selalu mendapat perhatian utama dan menempati posisi teratas dari berbagai persoalan keagamaan lainnya. Tulisan ini bertujuan menelisik aspek-aspek pandangan para filsuf Islam tentang konsep ketuhanan, manusia dan akal. Juga sekaligus merangkum berbagai interpretasi mereka mengenai konsep metafisik dari sudut pandang filsafat yang merupakan harmonisasi tradisi keilmuan. Konsep ketuhanan di atas telah memberikan sumbangan pemikiran yang konstruktif terhadap pemikiran keagamaan. Akan tetapi hal tersebut tidak lepas dari kelemahan dan kritik.
KONSERVASI ALAM: AKTIFITAS PAGUYUBAN MASYARAKAT PEDULI HUTAN (PMPH) DALAM BINGKAI LIVING QUR’AN DI KABUPATEN KUDUS Salma Fa'atin; Nailis Sa’adah
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 17 No. 1 (2018): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v17i1.61

Abstract

Nature Conservation: Activities of the Paguyuban Masyarakat Peduli Hutan (PMPH) Society in the Living Qur'an Frame in Kudus Regency. This paper discusses the nature conservation activities carried out by the community of “Paguyuban Masyarakat Peduli Hutan (PMPH)” in Colo village, Dawe district, Kudus district. The focus of the study is to uncover PMPH activities in the living study of the Qur'an using the phenomenology paradigm. The study was conducted with a qualitative approach. Data collection is done by interview techniques, documentation, and observation. The results of the study found that the community of “Paguyuban Masyarakat Peduli Hutan (PMPH)” in Colo village, Dawe district, Kudus Regency had carried out activities / behaviors (living Qur'an) which actually constituted the values ​​of the Koran concerning the duty of mankind to maintain and preserve the universe in order to bring benefits and prosperity to the people. The concept of ihsan, taskhir and ta'mir has manifested itself in the action of PMPH. Manifestation of social and individual piety, worship and charity charity created in PMPH slogan "Forest is trustworthy, Keeping it is worship" Tulisan ini membahas tentang aktifitas konservasi alam yang dilakukan oleh komunitas Paguyuban Masyarakat Peduli Hutan (PMPH) di desa Colo kecamatan Dawe kabupaten Kudus. Fokus kajiannya adalah mengungkap aktifitas PMPH dalam kajian living Qur’an dengan menggunakan paradigma fenomenologi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menemukan bahwa komunitas Paguyuban Masyarakat Peduli Hutan (PMPH) di desa Colo kecamatan Dawe Kabupaten Kudus telah melakukan aktifitas-aktifitas/perilaku-perilaku (living Qur’an) yang sejatinya merupakan nilai-nilai al-Qur’an tentang tugas manusia untuk menjaga dan melestarikan alam semesta agar dapat membawa manfaat dan kemaslahahatan umat. Konsep ihsan, taskhir dan ta’mir telah mewujud dalam aksi PMPH. Manifestasi kesalehan sosial dan individu, ibadah dan amal jariyah tercipta dalam slogan PMPH “Hutan adalah amanah, Menjaganya adalah Ibadah”.
RESPON ISLAM TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL Mohammad Deny Irawan
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 17 No. 1 (2018): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v17i1.64

Abstract

As a universal religion, Islam has promised social change in society. Even so, a number of Muslim and Islamic scholars have also admitted that Islam has all the conditions to rise and color the social life of the world community. This article will explain the Islamic response to social change in society, including the role of fatwa as ijtihad products. Religion and Social still get space in the community. At least there are 3 bargaining power positions that are given between religion and society, namely: Religious affairs are more dominant, community affairs are more dominant and compromise between religion and social society in the frame of religion and social frame. This certainly shows that religion as a response to social change as a win-win solution to community life. Sebagai agama universal, Islam telah menjanjikan perubahan sosial di masyarakat. Pun demikian dengan sejumlah cendekiawan muslim serta Islamolog ikut mengakui jika Islam memiliki segala syarat untuk bangkit dan mewarnai kehidupan sosial masyarakat dunia. Artikel ini akan menjelaskan tentang respon Islam terhadap perubahan sosial masyarakat termasuk juga perani fatwa sebagai produk ijtihad. Agama dan Sosial masih mendapatkan ruang di masyarakat. Setidaknya ada 3 posisi daya tawar yang diberikan antara agama dan masyarakat, yaitu: Urusan agama lebih dominan, urusan masyarakat lebih dominan dan kompromi antara agama dan sosial kemasyarakatan dalam bingkai agama maupun bingkai sosial. Hal ini tentunya menunjukan bahwa agama sebagai respon perubahan sosial sebagai win win solution kehidupan bermasyarakat.
BERITA HOAX DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN ermawati ermawati; Sirajuddin Sirajuddin
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 17 No. 1 (2018): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v17i1.66

Abstract

This research is motivated by a reality that is apprehensive and requires attention, namely the ease with which people are affected by news hoaxes (hoaxes), then easily spread the news through increasingly sophisticated social media without considering the truth or failure of the news. This indicates a lack of public understanding of hoaxes and what effects they will have. In fact, in the Qur'an, things like this are strictly prohibited. So, this is what encourages the writer to study more about hoax news in the perspective of the Qur'an. The theory or method that the writer uses to analyze this problem is the interpretation of maudhu'i / thematic. The conclusion that can be taken in the results of this study is a general description of hoax news, both in terms of the history and meaning of the word hoax, then knowing the verses of hoaxes in the Qur'an, and knowing the forms of hoaxes in the Qur'an and tabayyun simulations the Qur'anic perspective in dealing with news hoaxes, such as reading, studying, looking for clear references and asking those who are more understanding. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas yang memprihatinkan dan memerlukan perhatian, yaitu mudahnya masyarakat terpengaruh oleh berita hoax (berita bohong), lalu dengan mudahnya menyebarkan berita tersebut melalui media sosial yang semakin canggih tanpa memperdulikan benar atau tidaknya berita tersebut. Hal ini menandakan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hoax (berita bohong) dan apa saja dampak yang akan ditimbulkannya. Padahal, di dalam Al-Qur;an hal seperti ini dilarang keras. Jadi, hal inilah yang mendorong penulis untuk mengkaji lebih lanjut mengenai berita hoax (berita bohong) dalam perspektif Al-Qur’an. Adapun teori atau metode yang penulis gunakan untuk menganalisis permasalahan ini adalah tafsir maudhu’i/tematik. Kesimpulan yang dapat diambil dalam hasil penelitian ini adalah penggambaran umum mengenai berita hoax, baik dalam sisi sejarah dan pemaknaan kata hoax, lalu mengetahui ayat-ayat hoax dalam Al-Qur’an, dan mengetahui bentuk hoax dalam Al-Qur’an serta simulasi tabayyun perspektif Al-Qur’an dalam menyikapi berita hoax, seperti membaca, menelaah, mencari referensi yang jelas dan bertanya kepada yang lebih paham.

Page 6 of 22 | Total Record : 211