cover
Contact Name
LPPM UNAN
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+6282241418157
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
https://tscs1kep.ejournal.unan.ac.id/index.php/1/about/editorialTeam
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 27750345     DOI : https://doi.org/10.35720/
Core Subject :
Focus and Scope The journal includes various fields of nursings sciences such as: Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
PENGARUH KADAR GULA TERHADAP KUALITAS SELAI TERONG UNGU (SOLANIUM MELONGENAL) Mingle A Pistanty; Kiki Natassia
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2019): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang; Melimpahnya komoditas terong di Kabupaten Grobogan tidak di imbangi dengan pengolahan pasca panen yang mumpuni membuat komoditas terong hanya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran pelengkap saja. Pengolahan terong yang masih kurang, sementara terong ungu (Solanium melongena L) memiliki nilai gizi yang baik untuk kesehatan maka terong dapat diolah menjadi selai terong ungu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan gula terhadap kualitas selai terong ungu (Solanium melongena L).   Metode; Penelitian ini berjenis eksperimen. Dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel penelitian meliputi variable bebas bebas dengan kadar gula sebanyak 40%, 50%, 60% dari totaljumlah bahan yang digunakan. Variable terikat yaitu kualitas selai terong ungu (Solanium melongena L). Data primer didapat dari 30 panelis dengan mengajukan format uji organoleptik. Analisis ANAVA jika terdapat perbedaan nyata kemudian dilanjutkan dengan uji Ducan.   Hasil; Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata terhadap penggunaan kadar gula pada kualitas warna, tekstur mudah oles, dan rasa manis khas terong ungu. Pada kualitas aroma terong ungu, aroma khas kayu manis, dan tekstur halus tidak terdapat perbedaan nyata. Hasil selai terong ungu yang terbaik adalah selai dengan kadar gula 60% Kesimpulan; Kadar gula mempengaruhi kualitas warna, tekstur mudah oles, dan rasa, sedangkan kualitas aromaterog ungu, aroma khas kayu manis, dan tekstur halus tidak mengalami perbedaan nyata. 
PENGARUH FAKTOR GENETIK DAN POLA MAKAN TEHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA KELAS VII, VIII, IXDI SMP NEGERI 2 NGARINGAN Sutrisno
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2019): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 LatarBelakang : Obesitas mulai menjadi masalah kesehatan yang serius di seluruh dunia. Menurut data OECD (2017) di Amerika obesitas banyak diderita oleh warga yang berumur 15 tahun, yang tercatat sebanyak 38,2 %. Sedangkan di Indonesia obesitas banyak dialami oleh wanita yang berumur 15 tahun angka obesitas tercatat 5,7%. Obesitas dipengaruhi oleh faktor internal yaitu dari genetik atau keturunan yaitu sebanyak 45%. Dan faktor eksternal yaitu gaya hidup, gaya hidup ini meliputi pola makan sebanyak 40% dan kurang berolahraga atau aktivitas yaitu sebanyak 15%. Tujuan penelitian yaitu mengetahui ada tidaknya pengaruh faktor genetik terhadap kejadian obesitas pada remaja.   Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah case control dengan menggunakan pendekatan retrospective yaitu suatu penelitian yang mencari pengaruh antara variabel independent dan dependent yang diidentifikasi pada waktu penelitian dengan melihat faktor resiko atau terjadinya pada waktu yang lalu. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling, dan didapatkan 34 responden. Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan komputerisasi dengan uji chi-square diperoleh nilai p =0,000 < alpha =0,05 untuk obesitas dengan factor genetik dengan odds ratio 21,778. Kesimpulan : Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada factor genetik terhadap kejadian obesitas. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KESEHATAN GIGIDENGAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA 2-4 TAHUNDI PAUD TUNAS MELATI SAMBAK INDAH Fitriani; Dwi Tristiningdyah
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2019): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Pengetahuan erat hubungannya dengan pendidikan, dimana dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula wawasannya.Hasil Riset Kesehatan Dasar menyebutkan bahwa 93 persen anak usia dini, yakni dalam rentang usia 5-6 tahun, mengalami gigi berlubang. Ini berarti hanya tujuh persen anak di Indonesia yang bebas dari masalah karies gigi. Sementara untuk perilaku menyikat gigi yang benar, hasil Riskesdas 2018 menyebut bahwa baru 2,8 persen penduduk Indonesia yang sudah menyikat gigi dua kali sehari, yakni pagi dan malam secara benar. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi seputar menyikat gigi harus dimulai sejak dini karena akan menjadi kebiasaan hingga dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dengan karies gigi pada anak usia 2-4 tahun   Metode: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan crosssectinal. Dalam penelitian ini dengan populasi 23 orang dengan tehnik sampel total sampling Alat ukur berupa kuesioner.   Hasil: Berdasarkan analisis dengan menggunakan komputerisasi dengan uji statistik chi square diperoleh nilai significany .000 yang menunjukkan pvalue < 0.05, maka terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak usi 1-4 tahun   Simpulan: ada hubungan pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dan kejadian karies gigi pada anak usia 1-4 tahun 
FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATAL DINI DI RSUD CILACAP Dhiah Dwi Kusumawati; Tri Budiarti; sutarno
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2019): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 LatarBelakang: The Sustainable Development Goals (SDGs) dimana terdapat salah satu target dan komitmen baru yag disepakati untuk menurunkan angka kematian anak yakni berusaha menurunkan Angka Kematian Neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup (Bappenas, 2016). AKB di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 22,8 per 1000 kelahiran hidup dan AKN 13,5 per 1000 kelahiran hidup (WHO, 2015). Jumlah kematian bayi di Kabupaten Cilacap sebanyak 143 terdiri dari 105 neonatal dan 38 post-neonatal dari 28.481 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor berat bayi lahir, status asfiksia dan jenis kelamin terhadap kematian neonatal dini di RSUD Cilacap tahun 2018. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode rancangan kasus kontrol (case control). Populasi bayi lahir hidp dan bayi lahir mati pada Bulan Januari-Desember 2019, sebanyak 102. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling.Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan cheklist. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan data sekunder. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat.   Hasil: Ada hubungan antara berat bayi lahir dengan kematian neonatal dini (p = 0,000; OR = 0,026). Ada hubungan antara status asfiksia dengan kematian neonatal dini (p = 0,000; OR = 0,141). Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kematian neonatal dini (p = 1,000; OR = 1,00). 
EFEKTIVITAS PEMBERIAN JUS BUAH ALPUKAT TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DI DESA NGABENREJO KECAMATAN GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN Purhadi; Nurulistyawan Tri Purnanto; Sutrisno
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2019): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Saat ini penderita penyakit jantung cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, yang disebabkan seiring kemajuan era globalisasi modern sehingga banyak orang melupakan pentingnya pola hidup sehat dan konsumsi makanan yang sehat yang berakibat pada peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Hiperkolesterolemia merupakan keadaan dimana tingginya kadar kolesterol dalam darah melebihi 200 mg/dl. Hiperkolesterolemia. Terapi jus buah alpukat adalah salah satu penatalaksanaan yang dapat di gunakan untuk menurunkan kadar kolesterol pada seseorang yang mengalami hiperkolesterolemia. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui efektivitas pemberian jus buah alpukat terhadap penurunan kadar kolesterol di desa Ngabenrejo Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan.   Metode- Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi experiment dengan metode one group pre test post test. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling sebanyak 15 responden.   Hasil- Berdasarkan hasil uji yang dilakukan didapatkan kadar kolesterol sebelum pemberian jus buah alpukat diperoleh nilai rata-rata sebesar 210.07 mg/dl sedangkan kadar kolesterol setelah pemberian jus buah alpukat diperoleh nilai rata-rata sebesar 195.27 mg/dl. Hasil analisa data menggunakan Uji Paired t Test didapatkan hasil uji t berpasangan pada sig (2- tailed) diperoleh nilai significansi 0.000 (p-value < 0,05).   Simpulan- Berdasarkan hasil Uji Paired t Test disimpulkan bahwa pemberian jus buah alpukat efektif dalam menurunkan kadar kolesterol di Desa Ngabenrejo Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan. 
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KADAR GULA DARAHPADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI DESA DEPOKKECAMATAN TOROH Sutrisno; Oktha Alfiani; Ariefatun Nisa
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang berlangsung lama yang menyebabkan peningkatan glukosa darah. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan, yang memungkinkan glukosa masuk ke dalam sel untuk metabolisme dan pertumbuhan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 572 juta orang di seluruh dunia yang menderita diabetes pada tahun 2021 , dengan 19,5 juta di Indonesia. Puskesmas Toroh melaporkan pada Januari 2020 bahwa 1.064 orang, atau 96,90% dari populasi, menderita diabetes, dengan 69 kasus di Desa Depok Kecamatan Toroh.   Tujuan : untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat stres dan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Desa Depok, Kecamatan Toroh.   Metodologi; desain case control retrospektif. Dalam penelitian ini, sampel dari 50 orang yang didiagnosis dengan DM diambil dengan teknik sampel purposive sampling dan uji chi square.   Hasil; Hasil penelitian di Desa Depok menunjukkan hubungan antara tingkat stres dan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus, dengan nilai p-value sebesar 0,034 < α (0,05). Nilai odds-ratio sebesar 0,185 menunjukkan bahwa responden dengan tingkat stres 0,185 kali memiliki kadar gula darah yang tidak normal.   Kesimpulan; Kesimpulan ada ada hubungan tingkat stress dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di desa Depok. 
PENGARUH TELENURSING TENTANG PENATALAKSANAAN DIET DAN AKTIFITAS FISIK TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE IIPASCA RAWAT INAP DI RS PANTI RAHAYU PURWODADI Hendrik Budi Prasetyo; Anita Lufianti; Sutiyono
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit gangguan metabolisme kronis ditandai dengan peningkatan glukosa darah (hiperglikemia). Penyebab ketidakpatuhan pasien DM dalam menjalankan terapi diantaranya adalah tidak memahami tentang manfaat diet dan aktifitas fisik. Pengetahuan yang baik akan membuat seseorang berperilaku patuh terhadap diet dan mempunyai kontrol kadar gula darah (glikemik) yang lebih baik. Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi mempunyai dampak yang signifikan dalam bidang kesehatan sehingga muncul metode baru dalam memberikan asuhan keperawatan yang dikenal dengan telenursing.   Metode: Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode Pretespostest Design. Responden penelitian adalah pasien DM tipe 2 pasca rawat inap di RS Panti Rahayu yang memenuhi kriteria inklusi, berjumlah 21 orang yang dipilih dengan Teknik probability sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan edukasi melalui video call sesuai SOP dengan aplikasi whatsapp kemudian dilakukan pengukuran kadar glukosa darah. Analisa data mengetahui pengaruh telenursing tentang pelaksanaan diet dan aktifitas fisik terhadap perubahan kadar gula darah responden   Hasil: Penelitian menunjukan hasil eksperimen perbaikan gula darah dibawah < 200 mg/dl sebanyak 16 responden ( 76,2 % ) dengan interprestasi normal , sedangkan 5 responden ( 23,8 % ) menunjukan kadar gula darah sewaktu > 200 mg/dl dengan interprestasi tidak normal. Hasil uji statistic menggunakan Wilcoxson dengan nilai p 0,00 < 0,05 disimpulkan ada pengaruh telenursing dengan perubahan gula darah pasien DM tipe 2   Kesimpulan: telenursing tentang pelaksanaan diit dan aktifitas fisik secara signifikan mempengaruhi kadar gula darah pasien DM tipe 2 
PENGARUH JOGING TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES PADA REMAJA SMAN 1 TOROH Mika Agustiana; Wahyu Riniasih; Sukmayadi; Fatchulloh
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Stres adalah suatu keadaan seseorang mengalami tekanan dari lingkungannya dan tidak dapat mengatasinya sehingga akan menjadikan seorang tersebut mengalami gangguan psikis. Prevalensi stres remaja di indonesia meningkat dari tahun ke tahun, yaitu mencapai 64 juta jiwa atau 27,6% dari jumlah penduduk di Indonesia, di Jawa Tengah prevalensi stres tahun 2022 tercatat 608.000 orang mengalami stres. Prevelensi di kabupaten Grobogan 7% dari 119.588 dari jumlah penduduk di kabupaten Grobogan (Ambarwati., 2020). Stres merupakan bagian yang tidak terhindarkan dari kehidupan. Stres mempengaruhi setiap orang, bahkan anak-anak. Kebanyakan stres di usia remaja berkaitan dengan masa pertumbuhan. Remaja khawatir akan perubahan tubuhnya dan mencari jati diri, keterampilan menyelesaikan masalah, tetapi karena pergolakan emosional dan ketidakyakinan remaja dalam membuat keputusan penting. Manfaat jogging yaitu membantu menurunkan dan menjaga berat badan yang sehat, memperkuat sistem kekebalan tubuh, menyehatkan jantung, meningkatkan kekuatan tulang dan mengembangkan otot, meningkatkan sistem pernafasan dan mengurangi stres (Andalsari, 2018).   Tujuan ; Untuk mengetahui pengaruh joging terhadap penurunan tingkat stres pada remaja SMAN 1 Toroh.   Metodologi; Jenis penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan posttest– only control design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden siswa SMAN 1 toroh dengan menggunakan teknik sampel simple random sampling, dengan uji paired sampel t-test dan Independent t-test.   Hasil; Hasil penelitian diketahui uji t dependent (paired t test) diperoleh nilai p-value ,000 nilai tersebut < α 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh joging terhadap penurunan tingkat stress.   Kesimpulan; Kesimpulan ada pengaruh joging terhadap tingkat stres pada remaja SMAN 1 Toroh. 
HUBUNGAN PENERAPAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN PERKEMBANGAN EMOSI ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK PERTIWI 2 TODANAN KECAMATAN TODANAN KABUPATEN BLORA Anita Lufianti; Fitriani; Sumiati; Febriana Tri Kusumawati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Keluarga merupakan lingkungan pertama di mana seorang anak berinteraksi secara intensif. Interaksi dalam keluarga, termasuk komunikasi verbal maupun nonverbal dapat membentuk pemahaman anak tentang emosi. Komunikasi dalam keluarga memiliki peran penting dalam perkembangan emosi anak. pola komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dapat membantu anak belajar menanggapi orang lain, mengenal diri, dan mengelola emosinya.   Metodologi; Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan korelasi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang ditunjukan kepada orang tua untuk memperoleh data pola komunikasi keluarga dan perkembangan emosi anak. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling dan didapatkan 35 responden.   Hasil; Berdasarkan analisis uji spearman rank diperoleh nilai signifikansi atau sig. (2- tailed) sebesar 0,001, karena nilai sig. (2-tailed) 0,001 < 0,005, maka Ho ditolak sehingga Ha diterima. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pola komunikasi keluarga dengan perkembangan emosional pada anak TK Pertiwi 2 Todanan.   Kesimpulan; Dari hasil penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan penerapan pola komunikasi keluarga dengan perkembangan emosi anak usia prasekolah di TK Pertiwi 2 Todanan. 
HUBUNGAN VAKSIN BOOSTER DENGAN PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN (5M) PADA MASYARAKATDI DESA KARANGANYAR Christina Nur Widayati; Yesita Ragil Kusumaningrum; Putri Ayu Wulandari; Bernadeta Novita Septiani
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Corona Virus Disease disebut dengan istilah COVID 19. Virus ini menyerang tanpa memandang usia dan jenis kelamin hingga menyebabkan banyaknya kematian. Menurut WHO, (2022) berdasarkan data WHO pada tanggal 15 juni 2022 menunjukkan kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 542.414.839. Negara paling banyak terkonfirmasi positif Covid 19 adalah Amerika Serikat dengan jumlah positif Covid 19 adalah sebanyak 87.754.174 kasus. Upaya penanganan Covid-19 salah satunya dengan vaksin Booster dan menerapkan protokol kesehatan 5M berdasarkan data dari UPTD Puskesmas Purwodadi Untuk di Desa Karanganyar yang sudah melakukan vaksinasi dosis ketiga sebanyak 1.105 (23.92%) dengan jumlah penduduk 4.619. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Vaksin Booster terhadap perilaku masyarakat dalam pelaksanaan Protokol Kesehatan (5M) pada Masyarakat Di Desa Karanganyar. Metodologi;.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kuantitaif desain Korelasi (Corelation study) metode pendekatan Crossectional. Populasi penelitian ini yaitu responden yang sudah vaksin booster dalam menerapkan protokol kesehaatan 5M di desa karanganyar dengan tekhnik pengambilan purposive sampling sebanyak 92. Analisis data menggunakan menggunakan uji statistik spearman rho.   Hasil; Analisis Bivariat menunjukkan ada hubungan Vaksin booster sengan pelaaksaanaan protokol Kesehatan (5M) di desa Karanganyar dengan dengan nilai p value = 0.005<0.05 Kesimpulan; Ada hubungan vaksin booster dengan pelaksanaan protokol kesehatan di desa karanganyar dengan nilai p value = 0.005<0.05 dengan korelasi Negatif dan kekuatan hubungannya sedang (0,462). 

Page 5 of 15 | Total Record : 141