cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia
ISSN : 08539472     EISSN : 25025104     DOI : 10.21831
Core Subject : Economy, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 356 Documents
SINTESA UNSUR-UNSUR SPIRITUALITAS, BUDAYA, DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BALI DALAM MATERI KULIAH AKUNTANSI SOSIAL DAN LINGKUNGAN Putu Sukma Kurniawan
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.178 KB) | DOI: 10.21831/jpai.v14i1.11369

Abstract

Pendidikan dan pengajaran akuntansi bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang nantinya akan bekerja pada profesi akuntansi. Diharapkan nantinya lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan profesional yang baik, tetapi juga memiliki kepribadian dan karakter yang baik. Kualitas pendidikan dan pengajaran akuntansi akan menentukan kualitas lulusan yang dihasilkan. Memasukkan unsur-unsur spiritualitas, budaya, dan kearifan lokal seperti konsep tri hita karana, catur purusa artha, manyama braya, paras paros, dan sagilig sagulug salunglung sabyantaka dalam pendidikan dan pengajaran akuntansi khususnya dalam mata kuliah akuntansi sosial dan lingkungan diharapkan dapat membantu untuk menghasilkan lulusan akuntansi yang memiliki kepribadian dan karakter yang baik.Kata kunci: spiritualitas, budaya, kearifan lokal, akuntansi sosial dan lingkungan
PENDIDIKAN BERBASIS ENTREPRENEUR Tejo Nurseto
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.437 KB) | DOI: 10.21831/jpai.v8i2.954

Abstract

Kemiskinan menjadi jalan masuknya penjajahan abad baru karena bangsa yang miskin akanmudah dikendalikan dan dikuasai negara lain. Generasi masa kini dan yang akan datang harusdapat memperjuangkan dan mengelola sumber daya yang melimpah, dan pendidikanentrepreneurship adalah salah satu jalan untuk keluar dari kemiskinan menuju kejayaan.Pendidikan entrepreneur adalah satu konsep pendidikan yang memberikan semangat padapeserta didik untuk kreatif dan inovatif dalam mengerjakan sesuatu hal. Pola pendidikansedemikian ini menuntut peserta didik untuk bisa produktif. Pendidikan entrepreneur adalahsebuah pendidikan yang mengarahkan dan membekali peserta didik untuk bisa cepat dalammerespon perubahan dan memahami kebutuhan sosial ekonomi masyarakat.Pemerintah seyogyanya mau memberikan perhatian lebih dan menyediakan dana yangmemadai supaya proses pendidikan entrepreneurship bisa berjalan dan dijalankan secaraefektif. Orang tua harus membekali pendidikan entrepreneur sejak dini untuk anak-anaknya,Guru harus mengajarkan spirit entrepreneur pada murid-muridnya, masyarakatpun haruslebih aktif dan intensif dalam memantau perkembangan pendidikan entrepreneur kalau inginbangsanya maju, tidak hanya menjadi bangsa kuli dengan mengirim TKI ke luar negeri yangsebagian besar sebagai pembantu. Negara yang kaya raya akan sumber daya alam ini biladidukung sumber daya yang memiliki spirit entrepreneur yang tinggi akan menjadi Negarayang makmur sehingga dengan sendirinya kemiskinan akan berkurang bahkan menjadisejarah dan tinggal kenangan yang hanya ada di museum.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM ACCELERATED INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI Vilia Putri Sukmayahya; Diana Rahmawati
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.037 KB) | DOI: 10.21831/jpai.v15i2.17216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Hasil Belajar Akuntansi Siswa kelas XI Akuntansi 4 SMK N 1 Jogonalan tahun ajaran 2016/2017 melalui Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Accelerated Instruction (TAI). Teknik pengumpulan data dengan tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes dan catatan lapangan.Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data deskitif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pada siklus I nilai rata-rata Hasil Belajar Akuntansi pada pre test sebesar 44,33 meningkat menjadi sebesar 82,11 pada post test atau meningkat sebesar 37,78 atau 85,22%. Pada siklus II, rata-rata Hasil Belajar Akuntansi pada pre test sebesar 48,89 meningkat menjadi sebesar 91,11 pada post test atau meningkat sebesar 42,22 atau 86,36%. Ketuntasan Hasil Belajar Akuntansi pada pre test siklus I sebesar 5,56% meningkat menjadi sebesar 63,89% pada post test atau meningkat sebesar 58,33%. Pada siklus II, ketuntasan Hasil Belajar Akuntansi pada pre test sebesar 11,11% meningkat menjadi 86,11% pada post test atau meningkat sebesar 75,00% sehingga hipotesis tindakan dalam penelitian ini diterima. Kata kunci:  Hasil Belajar Akuntansi, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Accelerated Instruction.
EVALUASI PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM KELANJUTAN STUDI JURUSAN PENDIDIKAN AKUNTANSI DITINJAU DARI IPK D3 DAN ASAL PERGURUAN TINGGI M. Djazari; Endra Murti Sagoro
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.341 KB) | DOI: 10.21831/jpai.v9i2.970

Abstract

This research examines the difference of students learn performance of cognitive domainpursuant to “IPK D3”, students learn performance of cognitive domain pursuant to comefrom college, students learn performance of affective domain pursuant to “IPK D3”, studentslearn performance of affective domain pursuant to come from college, students learnperformance of psychomotor domain pursuant to “IPK D3”, students learn performance ofpsychomotor domain pursuant to come from college.The subject of this research are 53 respondents. The data were collected by usingquestionnaires and documentation method. The validity of instrument was tested byimplementing construct validity. From computation, one item from learn performance ofaffective domain was not valid and all items from learn of psychomotor domain was valid.The reliability of instrument was tested by implementing the Cronbach Alpha. Fromcomputational, instrument of learn performance of affective domain and psychomotordomain was valid.The test of hypothesis will used Kruskal-Wallis test and Mann-Whitney test. Theresult of the research indicate: (1) there is significantly difference for learning performance ofcognitive domain pursuant to “IPK D3”, (2) there is not significantly difference for learningperformance of cognitive domain pursuant to come from college, (3) there is not significantlydifference for learning performance of affective domain pursuant to “IPK D3”, (4) there isnot significantly difference for learning performance of affective domain pursuant to comefrom college, (5) there is not significantly difference for learning performance ofpsychomotor domain pursuant to “IPK D3, and (6) there is not significantly difference forlearning performance of psychomotor domain pursuant to come from college.Keyword: cognitive domain, affective domain, psychomotor domain
PENSINERGIAN MAHASISWA, DOSEN, DAN LEMBAGA DALAM PENCEGAHAN KECURANGAN AKADEMIK MAHASISWA AKUNTANSI Endra Murti Sagoro
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.166 KB) | DOI: 10.21831/jpai.v11i2.1691

Abstract

Mahasiswa merupakan generasi pengubah bangsa ke arah yang lebih baik. Mahasiswa dapat menjadi generasi pengubah bangsa jika mahasiswa memiliki kualitas akademik dan memiliki karakter yang baik. Munculnya berbagai kasus kecurangan akademik menunjukkan bahwa mahasiswa belum memiliki karakter yang baik. Kecurangan akademik muncul di berbagai jurusan di perguruan tinggi, tidak terkecuali Jurusan Akuntansi. Sebagian mahasiswa Jurusan Akuntansi adalah mahasiswa yang akan menempati posisi yang cukup strategis, yaitu di bagian keuangan baik di pemerintahan maupun swasta atau perusahaan. Jika lulusan Jurusan Akuntansi melakukan kecurangan akademik, maka ketika mereka bekerja tentunya dapat merugikan tempat mereka bekerja. Banyaknya kecurangan yang terjadi perlu segera diatasi atau dicegah. Pencegahan kecurangan akademik dapat berhasil jika mahasiswa beserta dosen dan lembaga, dalam hal ini jurusan, faklutas, dan universitas mampu bersinergi secara baik. Adanya kerjasama dan komitmen antara mahasiswa, dosen, dan lembaga diharapkan dapat mencegah dan menghilangkan budaya curang di dunia pendidikan khususnya di Jurusan Akuntansi sehingga lulusan yang dicetak memiliki kualitas akademik tinggi dan karakter yang baik. Kata kunci: sinergi, mahasiswa, dosen, lembaga, pencegahan kecurangan akademik
BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA MANAJEMEN ( Studi Kasus Pada PT Sari Husada) Irwan Susanto; Abdullah Taman; Sukirno Sukirno
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 3, No 1 (2004): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.744 KB) | DOI: 10.21831/jpai.v3i1.833

Abstract

BALANCED  SCORECARD SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA MANAJEMEN ( Studi Kasus Pada PT Sari Husada)Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kinerja manajemen PT Sari Husada  dengan metode balanced scorecard, yaitu pada empat perspektif kinerja balanced scorecard, dan hubungan antar perspektif dalam membentuk kinerja manajemen secara komprehensif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan metode survei dengan teknik ex post facto, yakni hanya mencari data yang ada tanpa memberi perlakuan atau manipulasi variabel maupun subjek yang diteliti. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan sasaran dari penelitian ini adalah mencari atau menggambarkan fakta secara faktual tentang pengendalian manajemen dan efektivitas kinerja dengan menggunakan metode balanced scorecard. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari strategi PT Sari Husada  dengan dua strategi yaitu strategi produksi dan strategi pemasaran cukup berhasil dalam meningkatkan kinerja perusahaan dalam empat perspektif balanced scorecard. Ukuran kinerja balanced scorecard tahun 2000 dan 2001 dari perspektif keuangan cukup baik  dengan meningkatnya nilai ROI sebesar 2,41 % (tumbuh 7,7 %) dan ROE sebesar 4,3 % (tumbuh 15 %). Peningkatan tersebut dipicu pertumbuhan pendapatan yang lebih besar daripada pertumbuhan biaya. Demikian pula pertumbuhan nilai kas perusahaan meningkat pada tahun 2001 daripada tahun 2000 sebagai wujud peningkatan kinerja keuangan perusahaan dalam pengelolaan kas. Dari perspektif konsumen, kinerja PT Sari Husada  cukup baik dengan sedikitnya keluhan yang masuk dan banyak umpan balik serta hubungan baik dengan konsumen terbukti adanya konsultasi dari konsumen kepada perusahaan. Loyalitas konsumen cukup baik dengan dipertahankannya pangsa pasar 50 – 60 % dari total produsen makanan bayi di Indonesia. Perspektif proses bisnis internal cukup baik dengan adanya inovasi produk baru walaupun intensitas untuk tahun 2001 lebih kecil daripada tahun 2000. Peralatan baru juga mengalami pertumbuhan dengan meningkatnya jumlah anggaran yang dihabiskan yang lebih besar di banding tahun 2000. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mengemukakan kinerja yang cukup baik tercermin dari berkurangnya jumlah karyawan pada tahun 2001 yang diindikasikan bahwa terjadi pengoptimalan terhadap sumber daya yang ada. Jumlah pelatihan yang diselenggarakan bertambah dari 91 buah pelatihan menjadi 98 pelatihan walaupun jumlah peserta menurun dari tahun.2000. Kata Kunci : Balanced scorecaard, Keuangan, Konsumen, Proses Bisnis, Pembelajaran dan Pertumbuhan.
SISTEM PENILAIAN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Ani Widayati; Moh Djazari; Sukanti Sukanti
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 5, No 2 (2006): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.824 KB) | DOI: 10.21831/jpai.v5i2.1780

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan pemahaman mengenai sistem penilaian pada pembelajaran Akuntansi dalam implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pembelajaran Akuntansi dalam implementasi KTSP dilakukan dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses dengan konsep mastery learning. Pembelajaran Akuntansi mengutamakan target pencapaian yang dialami langsung oleh siswa. Sesuai konsep KTSP, pembelajaran Akuntansi memberi keleluasaan guru untuk mengelola pembelajaran sesuai dengan potensi darah dan kondisi sekolah serta mendorong siswa untuk lebih memanfaatkan sumber belajar yang ada di sekolah dan lingkungannya. Penilaian Sistem penilaian pada pembelajaran Akuntansi menggunakan acuan kriteria. Penilaian yang dilakukan harus merupakan penilaian otentik agar penilaian yang dilakukan menggambarkan pencapaian kompetensi yang sebenarnya.. Penilaian otentik dilakukan dengan pendekatan penilaian berbasis kelas. Jenis penilaian yang dilakukan adalah penilaian tertulis, penilaian kinerja, serta penilaian portofolio. Penilaian  portofolio merupakan penilaian terhadap sekumpulan hasil karya siswa yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi dengan baik yang merupakan karya favorit siswa. Portofolio disusun untuk satu satuan waktu pendidikan untuk mata pelajaran tertentu. Dalam penerapannya, guru harus bersikap hati-hati mengingat konsistensi antara dasar pemikiran pengembangan kurikulum dengan pelaksanaan pembelajaran di kelas belum dapat dicapai. Hal ini disebabkan karena secara esensial tujuan yang akan dicapai dan sistem yang digunakan  tidak sama.
PERSEPSI UPPER MANAGER DAN LOWER MANAGER TERHADAP PERENCANAAN SISTEM INFORMASI PADA LINGKUNGAN SISTEM INFORMASI STRATEGIC DAN TURNAROUND Dyah Setyorini
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 4, No 2 (2005): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.368 KB) | DOI: 10.21831/jpai.v4i2.849

Abstract

PERSEPSI UPPER MANAGER DAN LOWER MANAGER TERHADAP PERENCANAAN SISTEM INFORMASI PADA LINGKUNGAN SISTEM INFORMASI STRATEGIC DAN TURNAROUNDPeranan sistem informasi dalam organisasi mulai berubah fungsinya dari fungsi pendukung (tradisional) ke fungsi strategik mengikuti perkembangan teknologi informasi.  Berdasarkan strategic grid, peranan sistem informasi dalam organisasi dibagi dalam empat lingkungan sistem informasi yaitu strategic, factory, turnaround, dan support. Riset ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan persepsi perencanaan sistem informasi antara upper manager dengan lower manager pada lingkungan sistem informasi strategic dan turnaround. Perbedaan persepsi perencanaan sistem informasi ini dilihat dari sepuluh variabel yaitu kualitas proses perencanaan, rentang waktu perencanaan, sumber-sumber perencanaan, integrasi bisnis dengan sistem informasi, kualitas mekanisme pendukung, keterlibatan manajemen puncak, keterlibatan pemakai, sumber-sumber sistem informasi, efektivitas perencanaan, kinerja sistem informasi, dan kontribusi sistem informasi. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah mahasiswa S2 yang dipersepsikan sebagai manajer puncak (upper manager) dan lower manager bagian/departemen SI atau EDP (electronic data processing) pada organisasi/perusahaan yang termasuk dalam kelompok strategic atau turnaround. Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan metode analisis univariate analysis of variance (ANOVA). Hasil riset ini menunjukkan bahwa-kecuali variabel integrasi sistem informasi dengan bisnis dan variabel kontribusi sistem informasi-tidak ada perbedaan persepsi antara upper manager dengan lower manager mengenai perencanaan SI dalam lingkungan SI strategic maupun turnaround. Hal ini bukan berarti ada perbedaan persepsi antara upper manager dengan lower manager mengenai perencanaan SI baik dalam lingkungan SI strategic maupun turnaround, akan tetapi karena adanya bias pada responden.   Kata Kunci: Lingkungan Sistem Informasi, Strategic Grid, Strategic, Turnaround, Upper-Lower Manager.
PROFIL LULUSAN (TRACER STUDY) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI YANG BEKERJA DI DUNIA USAHA DAN INDUSTRI 2000 – 2005 Ngadiman Ngadiman
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.942 KB) | DOI: 10.21831/jpai.v6i1.1796

Abstract

The aim of this research is to know the profile of grad of Economic Education Program FKIP UNS evaluated from the aspect of stakeholder. Population in this research is all consumer of grad of Economic Education Program FKIP UNS from year grad 2000 up to 2005. Data collected represent consisted of the data having the character of quantitative and qualitative. All data obtained can express the profile of grad of Economic Education Program [of] FKIP UNS especially related to area of their performance and work. Source of data in this research is consumer of grad of Economic Education Program FKIP UNS 2000 up to 2005. From case result of study of year detection 2003 to three sector becoming consumer of grad of Economic Education Program FKIP UNS  in the reality obtained  the following result: (1) 70% from grad put hand to the education sector, (2) 15% from grad put hand to the sector business, (3) 15% from grad put hand to the sector banking. Ability which is  assuming less mastered the collegiate, that is (1) 28,5% English And Computer, (2) 28,5% English And Leadership, (3) 28,5% Computer And Leadership, (4) 14,5% English While from result of detection study to seven institution of consumer of grad of Economic Education Program FKIP UNS in the reality all overall head express that collegiate performance is goodness
PENINGKATAN PEMAHAMAN AKUNTANSI DAN PARTISIPASI SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TIPE PRE SOLUTION POSING Shinta Agustina Siregar; Sukanti Sukanti
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.284 KB) | DOI: 10.21831/jpai.v12i1.5157

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan meningkatkan Pemahaman Akuntansi dan Partisipasi Siswa Kelas XI Akuntansi 4 SMKN 2 Purworejo Tahun Ajaran 2013/2014 melalui Model Pembelajaran Problem Posing tipe Pre Solution Posing. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi partisipan, angket, dan tes yang dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif dengan persentase dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat peningkatan persentase skor Partisipasi siswa yang didapat melalui observasi sebesar 79,09% pada siklus I kemudian meningkat menjadi 92,92% pada siklus II atau terjadi peningkatan sebesar 13,83%. Berdasarkan angket yang didistribusikan juga terjadi peningkatan skor Partisipasi Siswa sebesar 4,74% dimana skor pada siklus I sebesar 76,74% meningkat menjadi 81,48% pada siklus II. Terdapat peningkatan Pemahaman Akuntansi dari siklus I ke siklus II yang dilihat dari peningkatan post test sebesar 11,25 serta naiknya persentase siswa yang mencapai KKM dari 83,87% pada siklus I meningkat pada siklus II menjadi 100%.   Kata kunci: Problem Posing tipe Pre Solution Posing, Pemahaman Akuntansi, Partisipasi Siswa

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 01 (2025): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol. 22 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol. 22 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 21, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 21, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 20, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 20, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 19, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 19, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 18, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 17, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 17, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 16, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 8, No 1 (2009): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 5, No 2 (2006): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 5, No 1 (2006): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 4, No 2 (2005): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 4, No 1 (2005): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 3, No 1 (2004): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia More Issue