cover
Contact Name
Prananda Anugrah
Contact Email
jurnalilmupendidikanum@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jip@um.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Malang, Semarang St. No. 5, Malang, Jawa Timur, 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 02159643     EISSN : 24428655     DOI : 10.17977
Core Subject :
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) is an international peer-reviewed journal dedicated to advancing knowledge, theory, policy, and practice in science and education. The journal publishes high-quality empirical studies, systematic reviews, meta-analyses, conceptual papers, and innovative educational practices that contribute significantly to the transformation of education at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
Perkembangan Literasi Kuantitatif Mahasiswa Biologi dalam Perkuliahan Anatomi Tumbuhan Berbasis Dimensi Belajar Eni Nuraeni; Sri Redjeki; Riandi Riandi; Adi Rahmat
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p127-135

Abstract

Rekomendasi bahwa mahasiswa Biologi pada jenjang sarjana (undergraduate) perlu mengembangkan keterampilan kuantitatif dan dapat mengaplikasikannya ke dalam konteks Biologi telah menjadi perhatian banyak program studi Biologi. Penelitian ini mengkaji keberhasilan program perkuliahan Anatomi Tumbuhan dengan menggunakan kerangka instruksional berbasis dimensi belajar dalam mengembangkan literasi kuantitatif mahasiswa Biologi. Program perkuliahan dibagi menjadi tiga fase dengan memperhatikan ketercapaian pengetahuan deklaratif maupun pengetahuan prosedural. Pada fase pertama mahasiswa diberi keterampilan observasi dan pengukuran mikroskopis untuk memperoleh data kuantitatif struktur anatomi tumbuhan. Fase kedua melatih mahasiswa untuk memroses informasi kuantitatif yang diperoleh dari observasi mikroskopik, mengembangkan, menghaluskan dan mencoba menggunakan informasi tersebut untuk mendeskripsikan dan memodelkan struktur suatu jaringan tumbuhan. Fase ketiga melatih mahasiswa untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan kuantitatif yang telah diperoleh untuk mendeskripsikan dan memodelkan struktur suatu organ tumbuhan. Literasi kuantitatif mahasiswa diukur berdasarkan indikator yang telah dideskripsikan oleh Association of American Colleges and Universities (2009), yaitu interpretasi, representasi, kalkulasi, asumsi, aplikasi, dan komunikasi. Pada akhir perkuliahan mahasiswa telah dapat mengembangkan literasi kuantitatif dengan baik, ditunjukan dengan ketercapaian yang memuaskan pada lima indikator. Satu indikator yang belum dapat dicapai dengan baik adalah indikator asumsi. Kami mempertimbangkan bahwa tugas-tugas pembelajaran yang terkait dengan pengembangan kemampuan asumsi perlu dioptimalkan. Perkembangan literasi kuantitatif mahasiswa secara detail diuraikan dalam makalah ini.
Analisis Kesalahan Konsep Siswa dalam Menyelesaikan Soal Ujian Nasional Matematika SD Widi Wulansari; Kunmaidi Kunmaidi
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i12015p97-105

Abstract

An Analysis of the Erroneous Concepts of Students in Solving Problems of National Ex­amination on Elementary School Mathematics. This study aimed to find information around the Na­tional Examination on Elementary School Mathematics in the 2012/2013 academic year in Kediri. The in­formation includes: (1) the underlying attributes of the test items, (2) the materials in the questions that cause many students to make mistakes, (3) types of mistakes made by the students, (4) the location of the dominant student’s misconceptions, and (5) the main cause of the student’s misconceptions. Content analysis was used in descriptive quantitative research. The sources of the data were the student answer sheets and National Exam booklet. The results show that (1) the underlying attributes of the elementary school mathematics examination items are of 67 kinds, 4 attributes of the contents, 60 attributes of the process, and 3 skills attributes; (2) the materials which cause many students to make mistakes is a matter of geometry and measurement; (3) the highest type of error is in the number of procedural errors, in ge­ometry and measurement concepts, and in the interpretation of the data processing; (4) the dominant mis­conception deals with arithmetic and basic concepts of numbers, with geometry and measurement, and with data processing of statistics; and (5) the main cause of the errors on the concept of numbers is inap­propriate implemention of arithmetic operations, misunderstanding the concept of exponential number, misapplication of formulas and concepts, and misunderstanding the concept of mean, median and mode. Analisis Kesalahan Konsep Siswa dalam Menyelesaikan Soal Ujian Nasional Matematika SD. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan informasi (1) atribut yang mendasari butir soal, (2) materi yang menyebabkan kesalahan, (3) jenis kesalahan, (4) letak kesalahan konsep, dan (5) penyebab utama kesalahan konsep yang dilakukan siswa dalam UN Matematika SD. Penelitian ini termasuk deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis konten. Sumber data berupa lembar jawaban siswa dan soal UN Matematika SD Tahun 2012/2013 di Kota Kediri. Hasil penelitian menunjukkan (1) atribut yang mendasari butir soal ada 67 atribut; (2) materi yang menyebabkan siswa banyak melakukan kesalahan adalah materi geometri dan pengukuran; (3) jenis kesalahan tertinggi pada kesalahan prosedur, kesalahan konsep, dan kesalahan penafsiran; (4) letak kesalahan konsep yang dominan adalah konsep dasar arithmetic, konsep dasar bilangan, konsep dasar geometri dan pengukuran, konsep dasar statistika; (5) penyebab utama kesalahan konsep adalah tidak menerapkan operasi hitung dengan tepat, tidak me­mahami konsep bilangan berpangkat, tidak menerapkan rumus, konsep, atau sifat-sifat bangun dengan tepat; tidak memahami konsep rata-rata, median, dan modus.
Penerapan Program Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal di SMK Warman Warman
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i12015p88-96

Abstract

Educational Program Based on Local Potential at a Vocational School. This is a descrip­tive-qualitative study implementing an educational program based on local potential at Fisheries Study Programe. The study was carried out at Vocational School II, Bontang. The results show three main is­sues. First, the application of Educational Program Based on Local Wisdoms at the Fisheries Study Program at Vocational School II, Bontang already met the national educational standards, but not able to manage the natural resources of fisheries. Second, the problems surfacing include the lack of support­ing facilities, the lack of interests in entrepreneurship and fishing industry among the alumni, and the unintensive coordination between educational providers and policy makers. Third, the planning for fu­ture improvements include completing the necessary infrastructure, maximizing the potential in coop­eration with the industry, promoting fishery products at important events, improving the competence of the students, participating in local and national level competitions, fostering entrepreneurial spirit by giving entrepreneurship training to the teachers and the students, and organizing industrial practices out­side of East Borneo. Penerapan Program Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal di SMK. Penelitian ini bertu­juan mendeskripsikan penerapan dan hasil penyelenggaraan program Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) perikanan, mengetahui masalah yang dihadapi dalam menerapkan program PBKL peri­kanan, dan merencanakan perbaikan ke depan. Metode penelitian deskriptif, pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di SMK Negeri 2 Bontang. Objek penelitian warga sekolah dan pengawas sekolah. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dokumentasi, dan focus group discussion. Analisis data: reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) penerapan program PBKL perikanan di SMK Negeri 2 Bontang sudah memenuhi standar nasional pendidikan, namun hasilnya belum mampu mengelola potensi sumber daya alam perikanan; (2) masalah yang diha­dapi: kurangnya fasilitas pendukung, minat alumni berwirausaha masih kurang, industri perikanan masih sangat kurang, para penyelenggara pendidikan dan para pembuat kebijakan belum berkoordinasi secara intensif; (3) rencana perbaikan ke depan: melengkapi sarana dan prasarana, memaksimalkan potensi, bekerjasama dengan dunia industri, mempromosikan hasil perikanan, meningkatkan kompetensi siswa, memupuk jiwa wirausaha, menyelenggarakan praktik industri ke luar Kalimantan Timur.
Mentoring Penulisan Karya Ilmiah Yazid Basthomi
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i12015p115-125

Abstract

Mentoring Academic Writing. This article reports on a self-reflective narrative study within the context of Indonesian academia. This reflective undertaking encompasses two domains shap­ing my narratives: 1) conceptual understanding on academic discourse gatekeeping, and 2) identification of some issues around the practice of academic writing, which directly or indirectly connects to thesis ad­visement and examination. These two areas in turn warrant the presentation of comparative points for the purpose of self-critique in view of shared reflections on academic practices for further productive dia­logues. Despite the fact that some points sound somewhat prescriptive, the main view in this piece of writing is that there is no one-fits-all regulation in writing. Therefore, the historicity of this writing needs attending to in reading the reflective points presented in this writing in order to allow for empowering mentoring practices in view of publication. Mentoring Penulisan Karya Ilmiah. Tulisan ini merupakan kegiatan reflektif yang sering dikenal sebagai self-reflective narrative study dalam konteks budaya akademik di Indonesia. Kegiatan reflektif ini dilakukan pada dua wilayah yang membentuk naratif saya sebagai penulis: 1) bangunan pemahaman konseptual tentang penjagaan wacana akademik, dan 2) identifikasi beberapa isu praktek akademik seputar penulisan karya ilmiah yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan kegiatan pembimbingan dan ujian skripsi/tesis berdasar observasi personal. Kedua wilayah ini kemudian menghadirkan perlunya presentasi poin komparatif rangka otokritik untuk refleksi bersama atas praktek-praktek akademik yang ada guna membuka dialog lebih jauh. Meskipun beberapa poin mungkin terasa agak preskriptif, namun pandangan utama dalam tulisan ini adalah bahwa tidak ada aturan penulisan yang berlaku umum. Oleh karena itu, historisitas tulisan ini tetap perlu digunakan se­bagai patokan dalam membaca poin-poin reflektif yang tertuang dalam tulisan ini dalam rangka untuk menuju proses-proses mentoring yang lebih memberdayakan, yang mengarah pada publikasi
Penentuan Anggaran BOS Berdasarkan Jumlah Siswa terhadap Pelayanan Pembelajaran yang Berkeadilan di Sekolah Dasar Maman Rusmana; Agus Hamdani
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p160-166

Abstract

Determination of Magnitude Budget for School Operational Assistance Service. This study aims to determine the effectiveness of the administration of the School Operational Assistance at primary school level to the learning process equitable services. This research uses descriptive analysis method, which analyzes the impact of policies on the operational Educational Assistance funds to service learning at the primary school level. The population in this study is an elementary school in Garut, with a sampling technique using random sampling with the cluster system of the districts. Schools which become a sample of 30% of the number of schools of the area sampled tersbut. Data was collected by question naire and interview with the school principal. The results of this study memberikan information that policy. Penentuan Besaran Anggaran BOS terhadap Pelayanan Pembelajaran yang Berkeadilan pada Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada tingkat sekolah dasar terhadap pelayanan proses pembelajaran yang berkeadilan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu menganalisis dampak kebijakan pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah terhadap pelayanan pembelajaran pada tingkat sekolah da­sar. Adapun populasi pada penelitian ini adalah sekolah dasar di Kabupaten Garut, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan sistem cluster wilayah kecamatan.Sekolah yang menjadi sampel sebanyak 30% dari jumlah sekolah dari wilayah yang dijadikan sampel tersbut. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan wawancara terhadap kepala sekolah. Hasil penelitian ini mmberikan informasi bahwa dengan kebijakan besaran anggaran oprasional menggunakan variable atau dasar perhitungan hanya berdasarkan banyak siswa, mmberikan efek kesenjangan dalam pelayanan pada penyelenggaraan pembelajaran bagi peserta didik, untuk itu diperlukan adanya kebijakan baru untuk diper­timbangkan menambah variable lain dalam mendukung pemerataan pelayanan penyelenggaraan pembela­jaran peserta didik.
Analisis Kesalahan Konsep Sifat Koligatif Larutan pada Mahasiswa Kimia Universitas Negeri Malang dan Eliminasinya Menggunakan Media Visualisasi Statik Sukma Hadi Anugerah; Efendy Effendy; Suharti Suharti
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p178-184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kesalahan konsep, keefektifan penggunaan media visualisasi statik dalam mengeliminasi kesalahan konsep, dan persistensi kesalahan konsep pada materi Sifat Koligatif Larutan. Tes diagnostik yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan wawancara digunakan untuk mengidentifikasi adanya kesalah­an konsep mahasiswa. Tes dilakukan terhadap 33 mahasiswa jurusan kimia Universitas Negeri Malang. Empat belas kesalahan konsep teridentifikasi. Tiga kesalahan konsep utama adalah sebagai berikut. Gaya antarpartikel yang ada dalam larutan hanya antara partikel zat terlarut dan pelarut (75,8%). Air dalam sis­tem tertutup memiliki tekanan uap seketika setelah menguap (75,8%). Kenaikan titik didih larutan terjadi dalam larutan yang mengandung zat terlarut volatil (21,2%). Media visualisasi statik adalah efektif untuk mengeliminasi kesalahan konsep. Persistensi kesalahan konsep setelah dilakukan eliminasi terjadi pada 11,0% mahasiswa.
The Effectivieness of Two-Tier Multiple Choice Test and Multiple Choice Test Followed with Interview in Identifying Misconception of Student with Different Scientific Reasoning Skill in Reaction Rate Valency Femintasari; Effendy Effendy; Munzil Munzil
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p192-197

Abstract

Keefektifan Tes Pilihan Ganda Dua Tingkat dan Tes Pilihan Ganda Disertai Wawancara untuk Mengidentifikasi Kesalahpahaman Siswa dengan Kemampuan Berpikir Ilmiah yang Berbe­da terhadap Laju Reaksi. Kesalahan konsep dapat diidentifikasi menggunakan berbagai metode. Salah satu metode tersebut adalah tes pilihan ganda disertai wawancara. Namun, metode tersebut memerlukan waktu yang relatif lama. Salah satu metode yang memerlukan waktu lebih singkat adalah tes pilihan ganda dua tingkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan tes pilihan ganda dua tingkat dibandingkan dengan tes pilihan ganda disertai wawancara dalam mengidentifikasi kesalahan konsep pada materi laju reaksi. Subyek penelitian adalah dua kelompok siswa yang terdiri dari 16 pasang siswa yang dipasangkan berdasarkan kesamaan kemampuan berpikir ilmiahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes pilihan ganda disertai wawancara lebih efektif dibandingkan tes pilihan ganda dua tingkat dalam mengi­dentifikasi kesalahan konsep pada materi laju reaksi. Selain itu, potensi kesalahan konsep pada siswa dengan kemam­puan berpikir ilmiah concrete lebih besar dibandingkan siswa dengan kemampuan berpikir ilmiah low formal dan upper formal.
Model ABC Hong Xu Berbasis Multikultural dalam Pembelajaran Membaca Kreatif Vismaia S Damaianti
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p197-206

Abstract

Model ABC Hong Xu Berbasis Multikultur dalam Pembelajaran Membaca Kreatif. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan model pembelajaran membaca kreatif dengan landasan bu­daya dalam konteks multikultur. Model ini dikembangkan melalui adaptasi alur pengembangan Gall, Gall, & Borg (2003). Unsur model yang dikembangkan terdiri atas rangkaian kegiatan, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem penunjang, serta dampak instruksional dan dampak penyerta. Hasil identifikasi potensi dan masalah menunjukkan bahwa kelas terteliti mengalami kesulitan memahami bacaan dan kurang me­mahami budaya sekitarnya. Hasil uji empiris membuktikan bahwa model yang dikembangkan efektif da­lam meningkatkan kemampuan membaca kreatif. Hasil angket menunjukkan bahwa siswa cenderung memberikan apresiasi yang tinggi terhadap model dan memberikan sikap positif terhadap perbedaan kul­tur di sekitarnya.
Model Pembelajaran Kosakata Swadesh melalui Media Gambar sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berbicara Sundawati Tisnasari
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p185-191

Abstract

Model Pembelajaran Kosakata Swadesh Melalui Media Gambar Sebagai Upaya Pening­katan Kemampuan Berbicara. Penelitian ini bertujuan mengkaji peningkatan kemampuan berbicara anak tunagrahita tingkat sedang (ATGS) dengan menggunakan model pembelajaran kosakata swadesh. Subjek penelitian ini anak tunagrahita tingkat sedang dengan kategori down syndrom tingkatan mampu latih. Prosedur penelitian ini berupa tahapan yang disebut A-B-A. Pada tahap baseline (A), dilaksnakan tes kemampuan kosakata dalam berbicara. Selanjutnya, tahap intervensi (B) berupa pelatihan model kosa­kata swadesh terhadap subjek selama sepuluh sesi pertemuan. Tahap baseline (A) adalah tahap akhir pengu­kuran kembali kemampuan penguasaan kosakata dalam berbicara. Hasil prates pada tahap awal (A) mem­perlihatkan kemampuan berbicara subjek adalah rendah. Kemudian, dalam tahap intervensi (B) kemam­puan berbicara subjek mencapai peningkatan yang cukup memadai. Berdasarkan pascates setelah diberi intervensi, subjek mengalami peningkatan kemampuan berbicara yang cukup signifikan. Model pembela­jaran kosakata swadesh ini terbukti efektif.
Instructional Design of Call: A Perspective of Flexibility, Learning Goal, and Computer Roles Putu Suarcaya; Ali Saukah
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i12015p45-53

Abstract

Instructional Design of Call: A Perspective of Flexibility, Learning Goal, and Computer Roles. The purpose of this study is to review instructional design (ID) used in computer assisted language learning (CALL) studies. The Eight models of ID derived from three different dimensions of online learning, namely: learning content delivery (flexibility), learning goal, and computer roles serve as the basis of analysis for the corpus CALL-related articles which become the source of data. A hundred and forty-seven articles were reviewed resulting in eighty-six articles matching the curent study. The findings show that 5 out of eight models emerge in the CALL literature. Details about learning flexibility and computer roles are discussed in the article.

Filter by Year

1994 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2026) Vol. 32 No. 1 (2026) Vol. 31 No. 2 (2025) Vol. 31 No. 1 (2025) Vol. 30 No. 2 (2024) Vol. 30 No. 1 (2024) Vol. 29 No. 2 (2023) Vol. 29 No. 1 (2023) Vol. 28 No. 2 (2022) Vol. 28 No. 1 (2022) Vol. 27 No. 2 (2021) Vol. 27 No. 1 (2021) Vol. 26 No. 2 (2020) Vol. 26 No. 1 (2020) Vol. 25 No. 2 (2019) Vol. 25 No. 1 (2019) Vol. 24 No. 2 (2018) Vol. 24 No. 1 (2018) Vol. 23 No. 2 (2017) Vol. 23 No. 1 (2017) Vol. 22 No. 2 (2016) Vol. 22 No. 1 (2016) Vol. 21 No. 2 (2015) Vol. 21 No. 1 (2015) Vol. 20 No. 2 (2014) Vol. 20 No. 1 (2014) Vol. 19 No. 2 (2013) Vol. 19 No. 1 (2013) Vol. 18 No. 2 (2012) Vol. 18 No. 1 (2012) Vol. 17 No. 6 (2011) Vol. 17 No. 5 (2011) Vol. 17 No. 4 (2011) Vol. 17 No. 3 (2010) Vol. 17 No. 2 (2010) Vol. 17 No. 1 (2010) Vol. 16 No. 3 (2009) Vol. 16 No. 2 (2009) Vol. 16 No. 1 (2009) Vol. 15 No. 3 (2008) Vol. 15 No. 2 (2008) Vol. 15 No. 1 (2008) Vol. 14 No. 3 (2007) Vol. 14 No. 2 (2007) Vol. 14 No. 1 (2007) Vol. 13 No. 3 (2006) Vol. 13 No. 2 (2006) Vol. 13 No. 1 (2006) Vol. 12 No. 3 (2005) Vol. 12 No. 2 (2005) Vol. 12 No. 1 (2005) Vol. 11 No. 3 (2004) Vol. 11 No. 2 (2004) Vol. 11 No. 1 (2004) Vol. 10 No. 3 (2003) Vol. 10 No. 2 (2003) Vol. 10 No. 1 (2003) Vol. 9 No. 4 (2002) Vol. 9 No. 3 (2002) Vol. 9 No. 2 (2002) Vol. 9 No. 1 (2002) Vol. 8 No. 4 (2001) Vol. 8 No. 3 (2001) Vol. 8 No. 2 (2001) Vol. 8 No. 1 (2001) Vol. 7 No. 4 (2000) Vol. 7 No. 3 (2000) Vol. 7 No. 2 (2000) Vol. 7 No. 1 (2000) Vol. 7 (2000): Special Issue Vol. 6 No. 4 (1999) Vol. 6 No. 3 (1999) Vol. 6 No. 2 (1999) Vol. 6 No. 1 (1999) Vol. 6 (1999): Special Issue Vol. 5 No. 4 (1998) Vol. 5 No. 3 (1998) Vol. 5 No. 2 (1998) Vol. 5 No. 1 (1998) Vol. 5 (1998): Special Issue Vol. 4 No. 4 (1997) Vol. 4 No. 3 (1997) Vol. 4 No. 2 (1997) Vol. 4 No. 1 (1997) Vol. 4 (1997): Special Issue Vol. 3 No. 4 (1996) Vol. 3 No. 3 (1996) Vol. 3 No. 2 (1996) Vol. 3 No. 1 (1996) Vol. 2 No. 4 (1995) Vol. 2 No. 3 (1995) Vol. 2 No. 2 (1995) Vol. 2 No. 1 (1995) Vol. 1 No. 2 (1994) Vol. 1 No. 1 (1994) More Issue