cover
Contact Name
Nia Kania
Contact Email
niakania@unma.ac.id
Phone
+6282214483006
Journal Mail Official
niakania@unma.ac.id
Editorial Address
Jl. K. H. abdul Halim No. 103 Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics)
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 2528102X     EISSN : 25414321     DOI : https://doi.org/10.31949/
Core Subject :
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) is open to the public, researchers, academics, practitioners and observers of Mathematics Education. This Jurnal is a publication containing the results of research, development from innovative and relevant research and conceptual studies related and/or the development of Mathematics Education. Firstly published in 2016 and has been listed on PDII LIPI on Juni 10, 2016. Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) published by Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Majalengka in collaboration with Asosiasi Dosen Pendidikan Matematika FKIP Universitas Majalengka. Three times a year, in January, May, and September. Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) is open to the public, researchers, academics, practitioners and observers of mathematics education. p-ISSN: 2528-102X e-ISSN: 2541-4321 Please read this guideline carefully. Every manuscript sent to the editorial office of Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) ought to follow the writing guidelines. If the manuscript does not meet the author guidelines or written in a different format, the article will BE REJECTED. Only submitted manuscript that meets Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) format will be processed further.
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Pada Operasi Hitung Bilangan Perkalian Di Kelas III Sekolah Dasar Moh.Zamroni; Nuri Iza Afidati; Een Unaenah
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Number 2 January 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v8i2.7736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal operasi hitung perkalian pada mata pelajaran matematika di kelas III SDN Pinang 4 Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu 10 orang siswa dan guru kelas III. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pinang 4 Kota Tangerang pada bulan November 2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara guru dan siswa, tes dan studi dokumentasi. Sebagaimana hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada siswa yang merasa kesulitan saat menyelesaikan soal operasi hitung perkalian. Dalam penelitian ini yang di analisis yaitu mengenai kesulitan-kesulitan khusus yang dialami siswa ketika melakukan aktivitas belajar pada soal operasi hitung perkalian yang sering terjadi pada siswa saat menyelesaikan soal operasi hitung perkalian. Dapat diketahui berdasarkan hasil tes dan wawancara, kesulitan terbanyak yang dilakukan oleh siswa pada saat menyelesaikan soal operasi hitung perkalain terletak pada kurangnya keterampilan operasional aritmatika. Pada penelitian ini siswa yang mengalami kesulitan dalam keterampilan operasi aritmatika terjadi sebanyak 53%, kemudian kesulitan sedang yang dilakukan oleh siswa pada saat menyelesaikan soal operasi hitung perkalian terletak pada kesulitan memahami konsep. Pada penelitian ini siswa yang mengalami kesulitan dalam menggunakan konsep perkalian terjadi sebanyak 20%, lalu kesulitan cukup sedang yang dilakukan oleh siswa pada saat menyelesaikan soal operasi hitung perkalian terletak pada kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita. Pada penelitian ini siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita pada operasi hitung perkalian terjadi sebanyak 14%
Learning activities and mathematical problem solving abilities using the connecting organizing reflecting extending (core) learning model For class VIII students of SMP Negeri 8 bukittinggi anisah gustiany
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9 Number 1 July 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v9i1.7897

Abstract

This research was motivated by problems in grade VIII of SMP Negeri 8 Bukittinggi. From the results of observations and interviews, it was obtained that there is a lack of student mathematics learning activities, students' ability to solve math problems is still low, and learning is still teacher-centered. One alternative to overcome this problem is to apply the CORE learning model. This study aims to determine student learning activities in mathematics learning using the CORE learning model, and to determine students' mathematical problem solving abilities using the CORE learning model better than conventional learning. This type of research is a pre-experiment with The Static Group Comparison research design. The population in this study was all grade VIII students of SMP Negeri 8 Bukittinggi with a total of 5 classes. The sample of this study is class VIII.5 as an experimental class and class VIII.3 as a control class. The instruments used in the study were observation sheets of student learning activities and final tests of mathematical problem solving abilities. The data obtained from this study showed that (1) student learning activities in mathematics learning using the CORE learning model reached a level of 74%, which was classified as active, and (2) students' mathematical problem solving ability using the CORE learning model was better than students who followed conventional learning.
Creative Thingking Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP Pada Materi Relasi dan Fungsi Ece Mulyadi
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Number 2 January 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v8i2.7908

Abstract

Proses berpikir kreatif, bagi siswa sudah harus dibiasakan semenjak dini untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompetitip. Menurut Torrance (Lestari, dkk. 2017, 89) Indikator peserta didik berpikir kreatif matematis, meliputi : Fluency (kelancaran), Flexibility (keluwesan), Originality (keaslian) dan Elaboration (elaborasi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi relasi dan fungsi siswa kelas VIII-C SMP Negeri 2 Ujungjaya yang berjumlah 25 orang. Metodologi yang disajikan adalah kualitatif deskriptif, dengan memberikan tes terhadap siswa dengan 5 soal uraian. Dari hasil diperoleh data bahwa Kemampuan berpikir kreatif Berdasarkan Indikator Flexbility 47,00 dengan katagori cukup, Indikator Fluency 48,60 dengan katagori Cukup, Originality 66,40 dengan Katagori Baik dan Elaboration 64,20 dengan katagori Baik. Sementara tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa, yang memperoleh nilai tinggi sebanyak 2 orang (8%), memperoleh nilai sedang sebanyak 6 orang (24%), dan memperoleh nilai rendah sebanyak 17 orang (68%), dengan nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 56,55. Berdasarkan hasil uraian-uraian diatas menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan sebaran soal belum sepenuhnya dimiliki dan perlu ditingkatkan.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMK Ditinjau dari Kecerdasan Intrapersonal Khofifa Irsya Addini
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Number 2 January 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v8i2.7938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika kelas XI Akutansi ditinjau dari kecerdasan intrapersonal. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Duduksampeyan , Gresik, Jawa Timur, Indonesia tahun 2023 dengan subjek penelitian terdiri dari enam peserta didik yang dipilih berdasarkan pertimbangan hasil angket kecerdasan intrapersonal dan hasil tes soal kemampuan pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, dan wawancara yang kemudian di analisis dengan cara reduksi data, data display dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu, peserta didik dengan klasifikasi kecerdasan intrapersonal yang tinggi juga memiliki kemampuan pemecahan masalah yang tinggi dan mampu memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematika dengan baik, dengan melihat dari hasil tes soal yang diberikan. Peserta didik dengan klasifikasi kecerdasan intrapersonal yang sedang, juga memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang sedang, ditunjukkan dengan subjek yang memiliki tingkat kecerdasan intrapersonal sedang belum mampu memenuhi secara maksimal semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematika. Yang terakhir yaitu peserta didik dengan klasifikasi kecerdasan intrapersonal yang rendah, rendah juga memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang rendah, subjek yang memiliki tingkat kecerdasan intrapersonal rendah belum mampu memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematika.
Peningkatan Literasi Matematis dI Sekolah Dasar melalui Pendekatan Guide Discovery Berbantuan E-Learning Aam Purnama
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Number 2 January 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v8i2.8009

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kualitas pembelajaran dengan model pembelajaran Guide Discovery berbantuan E-Learning dan menganalisis pengaruh pembelajaran Guide Discovery berbantuan E-Learning terhadap kemampuan literasi matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan Uji ketuntasan, Uji Banding dan uji pengaruh menggunakan uji keberartian koefisien regresi. Siswa diberikan perlakuan pembelajaran Guide Discovery berbantuan E-Learning dengan istrumen teknik pengumpulan data berupa angket dan tes akhir kemampuan Literasi Matematis. Pada hasil penelitian uji ketuntasan yakni ketuntasan kemampuan literasi matematis siswa mencapai 75% dengan rata-rata nilai 74,39. Uji banding Independent sample t-tes, dengan membandingkan kemampuan literasi Matematika kelas eksperimen dengan kelas kontrol diperoleh nilai Sig 0,024 < 0,05 berarti rataan kedua sample berbeda maka dapat disimpulkan rataan kemampuan literasi matematis siswa yang diajarkan dengan pembelajaran Guide Discovery berbantuan E-Learning lebih dari rataan kemampuan literasi matematis siswa yang diajarkan dengan pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah atau ekspositori. Pengaruh pembelajaran Guide Discovery Learning terhadap kemampuan literasi matematis siswa berpengaruh sebesar 62,8% sedangkan 37,2% dipengaruhi oleh faktor lain, hal ini menunjukan bahwa pembelajaran Guide Discovery berbantuan E-Learning memeberikan pengaruh positif terhadap kemampuan literasi matematis.
Systematic Literature Review: Kemampuan Pemodelan Matematika Siswa SMA/MA Dea Sekar Ayu Febriani; Syifa Afidah Nurul Arifin; Siti Sopiyaturrahmah; Resmania
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Number 2 January 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v8i2.8014

Abstract

Pemodelan matematika merupakan alat yang sangat penting dalam pendidikan karena membantu siswa memahami bagaimana konsep matematika diterapkan dalam dunia nyata. Dengan pemahaman yang lebih baik, mereka dapat memecahkan masalah dengan lebih efisien dan efektif. Namun dalam praktiknya, masih terdapat situasi dimana siswa memiliki tingkat kemampuan pemodelan matematika yang rendah, salah satunya disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap sejumlah penelitian yang relevan tentang kemampuan pemodelan matematika siswa SMA/MA yang dilakukan antara tahun 2014 hingga 2023. Jenis penelitian ini adalah Systematic Literature Review atau SLR. Penelitian ini secara umum merupakan studi primer terhadap kemampuan pemodelan matematika siswa dan sampelnya adalah studi primer yang berlokasi di Indonesia dan dapat ditemukan di website Google atau Google Scholar dan Publish or Perish. Sampel penelitian terdiri dari 15 artikel diantaranya artikel Kelas X, XI dan XII tingkat SMA/MA. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan SLR, peneliti menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemodelan matematika siswa SMA/MA ditinjau dari gaya belajar, gaya berpikir maupun gender. Hal ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal yang dialami siswa ketika menyelesaikan masalah pemodelan matematika. Solusi untuk meningkatkan kemampuan pemodelan matematika siswa yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran yang aktif dan interaktif yang memungkinkan siswa lebih terlibat dalam proses pembelajaran dan memiliki kesempatan untuk menerapkan konsep matematika.
Analisis Self-Efficacy Matematis Siswa Ditinjau Berdasarkan Gender Di SMP Negeri 1 Raya Kahean Cici Puspaningrum
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Number 2 January 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v8i2.8017

Abstract

Adapun penelitian ini yaitu untuk melihat perbedaan gender dalam efikasi diri belajar matematika. Subyek penelitian penelitian deskriptif kuantitatif adalah pelajar di kelas VII SMP Negeri 1 Raya Kahean. Wawancara dan kuesioner efikasi diri digunakan untuk mengumpulkan data. Berdasarkan analisis respon angket self efikasi dan wawancara, efikasi diri peserta didik pria relatif lebih besar daripada efikasi diri peserta didik wanita. Pada bidang kemampuan matematika, kemampuan memahami pengalaman pembelajaran matematika, memanfaatkan teladan sebagai motivator, menganalisis sudut pandang alternatif, dan pengendalian emosi, pelajar pria terlihat kinerja yang lebih unggul daripada pelajar wanita.
Pemecahan Masalah Soal Cerita Fungsi Eksponen Siswa Kelas X Berdasarkan Prosedur Newman Fajar Riyanita Sarani; Fitria Sulistyowati; Sukiyanto Sukiyanto; Annis Deshinta Ayuningtyas; Krida Singgih Kuncoro
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Number 2 January 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v8i2.8038

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kemampuan siswa dalam memecahkan masalah soal cerita pertumbuhan dan peluruhan pada fungsi eksponen menggunakan prosedur Newman dan untuk mencari tahu kesalahan yang dilakukan siswa dalam memecahkan masalah soal cerita fungsi eksponen meliputi: tahapan membaca, tahapan memahami, tahapan transformasi, tahapan kemampuan memproses, dan tahapan kemampuan penulisan jawaban akhir. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 9 Purworejo sebanyak enam orang yang diambil berdasarkan nilai ulangan KKM harian bab Fungsi Eksponensial yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik yaitu tes dan dokumentasi dengan soal tes sebanyak dua soal cerita pada materi fungsi eksponensial. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kesalahan siswa adalah dalam menentukan rumus dan model matematika yang sesuai untuk menyelesaikan soal, merinci unsur-unsur yang diketahui dan ditanyakan dengan tepat, membuat model matematika dari permasalahan, perhitungan terjadi karena penerapan sifat yang salah terutama dalam konsep logaritma, siswa terburu-buru dalam menyelesaikan soal dan lupa untuk mengecek kembali permintaan soal.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Erik Santoso; Dedi Nurjamil
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Number 2 January 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v8i2.8055

Abstract

Pembelajaran matematika diarahkan pada pengalaman dunia nyata sehingga siswa mampu melihat sisi lain dari matematika bahwa matematika erat kaitannya dengan kehidupan nyata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pembelajaran berbasis proyek terhadap pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan desain one sample pretest and postest desain. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMKN 1 Jatitujuh Majalengka. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek berpengaruh positif terhadap pemecahan masalah matematis.
Differentiated and enjoyable learning to facilitate mathematics subject assessment Budi Sasomo
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9 Number 1 July 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v9i1.8088

Abstract

This research aims to add innovative approaches or models or learning methods/strategies that are in accordance with the independent curriculum with differentiated learning. This article was written with the flow of finding a problem, getting relevant data, discussing it in detail, and then getting the best conclusions and suggestions for the reader. Differentiated learning is designed to meet children's needs to learn according to the child's developmental achievements with the flow of understanding Learning Achievements (CP), formulating Learning Objectives (TP), developing Learning Objectives Flow (ATP), planning learning and assessment. Differentiated learning is divided into 3 stages, namely Content, Process and Product. Based on its function, assessment is divided into 3, namely Formative, Summative, Initial Assessment. Formative assessment is an assessment method carried out during the learning process to provide feedback that can help students improve their understanding of the learning material. Summative assessment can involve various forms, such as a final exam, final project, final assignment, or portfolio that reflects the understanding and skills a student has acquired over a specific period. The initial assessment is carried out to obtain initial information about understanding the material and is then used as a basis for planning learning. Learning models/methods that can be used as references for making differentiated learning plans are Cooperative Learning, Project Learning, Task Based Learning, Problem Based Learning, Flipped Classroom, Online Learning, Learning Stations.