cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
jurnalkemenhub@gmail.com
Phone
+6281213236151
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Timur No. 5, Gambir, Jakarta 10110
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Warta Penelitian Perhubungan
ISSN : 08521824     EISSN : 25801082     DOI : https://doi.org/10.25104/warlit
Core Subject : Engineering,
Warta Penelitian Perhubungan merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi. Warta Penelitian Perhubungan mempublikasikan naskah yang memuat hasil penelitian, gagasan, metode, dan objek material di bidang transportasi dengan cakupan nasional dan global. Publikasi tersebut ditujukan untuk memperluas pemanfaatan pengetahuan serta memperkuat kemampuan stakeholder terkait dalam mengenali dan memecahkan berbagai persoalan di sektor transportasi. Fokus dan ruang lingkup Warta Penelitian Perhubungan meliputi: transportasi antarmoda (konektivitas, logistik, dan integrasi transportasi); transportasi jalan dan perkeretaapian (jaringan jalan dan perkeretaapian, kebijakan); transportasi laut, sungai, danau dan penyeberangan (rute, trayek, sarana, prasarana angkutan laut); transportasi udara (sarana, prasarana, rute, tarif). Warta Penelitian terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan Desember serta telah terakreditasi oleh Kementerian Ristekdikti dengan SINTA peringkat 2.
Articles 523 Documents
Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas CBD di Kawasan Pemerintahan Kabupaten Kediri Dessy Angga Afrianti; Sabrina Handayani; Heny Sekar Sarwosri
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i1.1917

Abstract

Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah yang memiliki kegiatan yang cukup padat, terutama di Kecamatan Ngasem yang menjadi pusat kegiatan pemerintahan. Semua kegiatan pemerintahan terpusat di kecamatan ini, salah satunya di kantor Pemerintah Kabupaten Kediri. Penataan lalu lintas di kawasan pemerintahan Kabupaten Kediri di CBD Ngasem sangat diperlukan untuk memberikan solusi peningkatan kualitas pelayanan jalan, yaitu tersedianya ruas jalan dengan kapasitas dan tingkat pelayanan yang memadai. Hal ini diharapkan mampu menertibkan lalu lintas sebagai akibat dari kegiatan pemerintahan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kinerja ruas, kinerja simpang, kinerja jaringan, dan analisis pejalan kaki. Kinerja jaringan yang dihasilkan tersebut memiliki tundaan rata-rata 24,81 detik, kecepatan jaringan 35,46 km/jam, total jarak perjalanan 7.579,43 kend.km, dan total waktu perjalanan 868.207,4 detik. Oleh karena itu, diperlukan beberapa rekomendasi skenario pemecahan masalah. Selanjutnya, analisis kinerja jaringan pada skenario–skenario menggunakan aplikasi Vissim. Hasil analisis pemodelan Vissim menunjukkan skenario 3 sebagai skenario terbaik.
Analisis Kesediaan Pengguna Kereta Api terhadap Penerapan Protokol Covid-19 Agus Taufiq Mulyono; Arif Wismadi; Ikaputra ikaputra; Dwi Ardianta Kurniawan; Jan Prabowo Harmanto; Reni Puspitasari; listifadah listifadah
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i2.1954

Abstract

Pandemi COVID–19 menyebabkan perlunya penerapan protokol kesehatan pada pengoperasian kereta api. Protokol kesehatan tersebut berbasis pada minimalisasi kondisi 3C (Closed Space, Crowded Place, Closed Contact Setting). Penerapan protokol kesehatan dalam operasional KA memerlukan penerimaan pengguna agar dapat berjalan secara efisien. Untuk mengetahui kemauan pengguna kereta api terhadap penerapan protokol kesehatan, dilakukan survei online dengan metode stated preference. Parameter yang diuji meliputi tarif, kelengkapan dokumen kesehatan, protokol di stasiun, protokol di kereta, serta protokol pribadi. Hasil analisis memperlihatkan tingginya penerimaan penumpang terhadap penerapan protokol Covid pada perkeretaapian, yang diperlihatkan dengan kemauan menggunakan kereta yang lebih tinggi pada penerapan protokol kesehatan secara ketat dibandingkan penerapan secara longgar. Kondisi ini terjadi pada kereta api antar kota maupun kereta Jabodetabek.  Kata kunci: pandemi, covid 19, stated preference, persepsi, kereta api
Sistem Informasi On Time Performance (OTP) Penerbangan di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Lady Silk Moonlight; Laila Rochmawati; Suhanto Suhanto; Moch Rifai
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 2 (2022): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v34i2.1956

Abstract

On Time Performance (OTP) merupakan ukuran kinerja dalam memberikan layanan secara tepat waktu. Dalam penerbangan, OTP merupakan hal terpenting yang sangat mempengaruhi kualitas layanan transportasi. Namun informasi ini jarang disampaikan secara real time kepada calon penumpang sehingga manfaat informasi tersebut kurang maksimal bagi para pengguna jasa transportasi udara. Penelitian ini bertujuan membuat desain sistem informasi OTP dengan studi kasus Bandar Udara Internasional Juanda sebagai bandar udara tersibuk ketiga di Indonesia. Desain sistem informasi OTP dibuat dalam bentuk purwarupa website sehingga dapat diakses secara mudah, up to date, lebih detail, dan real time. Dalam perancangan dan pembangunan sistem informasi OTP ini, penulis menggunakan metodeprototype. Alur proses dari metode ini yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengujian sistem, launching sistem, dan evaluasi sistem. Data OTP penerbangan diambil dari PT Angkasa Pura 1 Bandar Udara Juanda Surabaya untuk diolah dan ditampilkan di sistem OTP. Pada evaluasi sistem, dilakukan penilaian kinerja purwarupa sistem informasi OTP ini dengan kerangka kerja PIECES. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa desain sistem informasi OTP sudah cukup baik. Di masa depan, sistem OTP ini dapat diaplikasikan dalam skala yang lebih luas untuk memberikan informasi yang lebih bermanfaat bagi pengguna jasa penerbangan.
Studi Pola Awan Cumulonimbus di Indonesia pada Musim Basah (Desember s.d. Februari) Dina Yuliana Mugihono; Danang Eko Nuryanto; Dedi Septiadi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i1.1962

Abstract

Perencanaan jalur penerbangan mempunyai fungsi yang sangat vital guna menunjang keselamatan penerbangan. Tidak sedikit kasus kecelakaan pesawat terbang terjadi, salah satunya karena adanya gangguan cuaca pada jalur penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi jalur penerbangan yang aman pada saat musim penghujan di bulan Desember-Januari-Februari di Indonesia. Untuk itu digunakan data citra satelit dari generasi Himawari yang dikumpulkan dari tahun 2015-2019, yaitu parameter suhu puncak awan / temperature black body (TBB). Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah statistik deskriptif dengan menghitung frekuensi kejadian dari threshold TBB <= 241 K. Wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami delay dikarenakan faktor cuaca yang buruk terjadi pada bagian barat Indonesia seperti Sumatera pada jam 12.00-13.00 dan pukul 15.00-16.00. Probabilitas tinggi (60%) diprediksi membentuk awan cumulonimbus (CB) di sepanjang Pulau Jawa (+bagian Barat), Bali, NTB, NTT, sepanjang barat Sumatera (+bagian Utara), dan sepanjang pantai Selatan Pulau Kalimantan dengan kisaran waktu pukul 14.00-20.00.
Evaluasi Sistem Sirkulasi Udara Kapal Penumpang PELNI pada Masa Pandemi Covid-19 Erna Mei Lestari; Abdy Kurniawan; Chairunnisa Chairunnisa; Kamarul Hidayat
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i2.1965

Abstract

Covid-19 merupakan wabah penyakit yang telah menyebar secara cepat dalam skala global dan berdampak pada berbagai sektor termasuk transportasi laut. Dibutuhkan kesiapan dari subsektor di bidang transportasi laut untuk pencegahan ataupun meminimalisir penyebarannya mulai dari kesiapan penanganan di pelabuhan termasuk kesiapan dari moda transportasi itu sendiri. Covid-19 memiliki karakteristik yang mudah untuk menyebar dalam ruangan yang tertutup dan sirkulasi udara yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengevaluasi sistem sirkulasi udara diatas kapal agar sesuai dengan kriteria udara sehat dan nyaman khususnya pada kabin penumpang kelas ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehandalan sistem ventilasi udara diatas kapal penumpang KM Kelud sudah mengalami penurunan dimana kemampuan sirkulasi udaranya berada dibawah standar yang ditetapkan, sehingga termasuk rawan untuk penyebaran penyakit. Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 direkomendasikan untuk maintenance sistem ventilasi udara, penambahan kapasitas sistem ventilasi udara, penggunaan filter udara dengan standar medis, dan memperketat penerapan protokol kesehatan di atas kapal.Kata Kunci : Covid 19, Kapal penumpang, Sirkulasi udara.
Dampak Sosial Pembangunan Pelabuhan Patimban pada Proses Alih Fungsi Lahan dan Keberlanjutan Mata Pencaharian Petani Sekitar Irfan Hudori
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i2.1966

Abstract

Pembangunan Pelabuhan Patimban berdampak pada proses alih fungsi lahan pertanian, tambak dan pesisir seluas +372,02 Ha dan keberlanjutan mata pencaharian petani padi dan tambak yang ada di Desa Patimban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses alih fungsi lahan pertanian dan tambak menjadi kawasan pelabuhan, serta dampak sosialnya terhadap keberlanjutan mata pencaharian para petani dengan mereview kajian sosial rencana pembangunan Pelabuhan Patimban. Penelitian dilakukan di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Dengan menggunakan data penelitian kualitatif berupa hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, proses alih fungsi lahan pembangunan Pelabuhan Patimban dapat diketahui berdasarkan konsep struktur, kultur, proses yang berdampak sosial pada keberlanjutan mata pencaharian petani di sekitarnya.Kata Kunci: Alih Fungsi Lahan, Dampak Sosial, Keberlanjutan, Mata Pencaharian Petani, Pembangunan Pelabuhan Patimban.
Evaluasi Penyelenggaraan Angkutan Kapal Perintis di Indonesia Tahun 2015-2020 Antoni Arif Priadi; I Kadek Laju; Hasan Iqbal Nur; Tri Achmadi; Aditya Verdifauzi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i2.2004

Abstract

Untuk menunjang perkembangan daerah-daerah terpencil, pemerintah telah menerapkan kebijakan dalam menyediakan sarana angkutan perintis yang menghubungkan daerah-daerah terpencil tersebut dengan daerah-daerah lainnya dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakatnya. Hal ini diharapkan dapat memacu perkembangan perekonomian daerah terpencil tersebut dalam mengejar ketertinggalannya dari daerah-daerah lain yang lebih maju sehingga nantinya dapat meningkatkan effective purchasing power masyarakat pengguna jasa transportasi di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi layanan angkutan kapal perintis selama kurun waktu 2015 sampai dengan 2020. Analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tingkat ketercapaian layanan perintis berdasarkan voyage pada tahun 2019 adalah sebesar 96% dari total target voyage sebesar 1.893 voyage. Tingkat ketercapaian layanan perintis berdasarkan layanan barang pada tahun 2019 adalah sebesar 58% dari total target sebesar 140.662 ton. Tingkat ketercapaian layanan perintis berdasarkan layanan penumpang pada tahun 2019 adalah sebesar 180% dari total target sebesar 430.974 pax. Berdasarkan jumlah voyage, layanan perintis tahun 2019 memiliki 16 trayek dengan realisasi di bawah 60% (14%), 1 trayek dengan realisasi di atas 100% (1%), dan 96 trayek lainnya dengan realisasi 60%-100% (85%). Berdasarkan jumlah layanan penumpang, layanan perintis tahun 2019 berdasarkan penumpang terlayani memiliki 24 trayek dengan realisasi di bawah 60% (26%), 50 trayek dengan realisasi di atas 100% (53%), dan 20 trayek lainnya dengan realisasi 60%-100% (21%). Berdasarkan jumlah layanan barang, layanan perintis tahun 2019 berdasarkan barang terlayani memiliki 25 trayek dengan realisasi di bawah 60% (33%), 5 trayek dengan realisasi di atas 100% (7%), dan 45 trayek lainnya dengan realisasi 60%-100% (60%).Kata kunci: Angkutan perintis, daerah terpencil.
Kinerja Pelayanan Mobil Penumpang Umum Kota Semarang pada Masa Pandemi Covid-19 Studi Kasus Trayek C.8 Abied Rizky Putra Muttaqien
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i2.2025

Abstract

Kota Semarang merupakan kota metropolitan yang semakin bertumbuh aktivitas masyarakatnya, hal ini dapat dilihat dari kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan Kota Semarang. Kemacetan tersebut disebabkan oleh menurunnya kinerja ruas jalan yang dipengaruhi oleh peningkatan volume lalu lintas. Salah satu upaya untuk mengurangi permasalahan tersebut ialah masyarakat disarankan untuk menggunakan kendaraan publik. Mobil penumpang umum atau disebut juga MPU merupakan salah satu komponen dari sistem transportasi perkotaan yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Sedikit masyarakat yang memanfaatkan pelayanan moda tersebut dan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi karena berbagai kondisi ketidaknyamanan dalam menggunakan moda MPU terlebih pada saat pandemi covid- 19. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana unjuk kinerja pelayanan MPU trayek C.8 Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data yang dilakukan adalah : preferensi masyarakat dalam menggunakan MPU, unjuk kinerja pelayanan MPU yang meliputi : faktor muat, frekuensi, waktu antara, waktu tunggu, waktu perjalanan serta kecepatan menurut World Bank dan Kementrian Perhubungan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui survei yaitu : wawancara dan penilaian unjuk kinerja MPU, sedangkan data sekunder berupa dokumen yang terkait dengan unjuk kinerja MPU di Kota Semarang khususnya trayek C.8. Sampel pada penelitian ini akan ditentukan sesuai dengan jumlah populasi penelitian. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan unjuk kinerja MPU yang kemudian disesuaikan dengan permintaan masyarakat pada masa pandemi covid-19 sehingga semakin banyak masyarakat menggunakan MPU dan akan berdampak signifikan pada permasalahan kemacetan lalu lintas di Kota Semarang.
Pelayaran Angkutan Penyeberangan Perintis Mendukung Pengembangan Wilayah Provinsi Kepulauan Riau Rahmat Rohmadhon; Erwin Fahmi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 2 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i2.2061

Abstract

Angkutan penyeberangan perintis masih sangat dibutuhkan di negara kepulauan seperti Indonesia dalam rangka membuka keterisolasian wilayah, meningkatkan perdagangan antar daerah, mobilitas penduduk, kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan tentunya mendorong (pemerataan) pembangunan daerah, serta menciptakan stabilitas kawasan. Dari data angkutan penyeberangan perintis Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada tahun 2021, pertumbuhan angkutan penyeberangan perintis di Indonesia relatif stabil, dari 224 kapal pada 2016 menjadi 276 kapal pada 2021, atau rata-rata meningkat 10 unit kapal (4,38%) per tahun. Namun, dengan jumlah tersebut, belum semua daerah terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan terlayani dengan baik. Provinsi Kepulauan Riau memiliki 19 penyeberangan dengan 6 lintasan niaga dan 13 lintasan perintis. Keenam lintasan niaga dilayani oleh 11 kapal, sedangkan 13 lintasan perintis dilayani oleh 4 kapal. Hal ini menunjukkan bahwa lintasan komersial memiliki tingkat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan lintasan perintis. Tersedianya lintasan komersial menunjukkan daya dukung wilayah yang dilayani kapal. Kajian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan tujuan menghitung kriteria keperintisan dan konektivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bobot keperintisan penyeberangan perintis di Provinsi Kepulauan Riau adalah 65,13 dengan kategori sedang berdasarkan tr 1 – 100 sehingga masih diperlukan kebijakan penambahan trip, rute dan/atau kapal. Pelayaran perintis berperan dalam memajukan kota dan daerah di Provinsi Kepulauan Riau. Meningkatnya interaksi atau konektivitas antarkota dan daerah menjadikan lintasan yang menghubungkannya dapat ditingkatkan menjadi lintasan pelayaran komersial. Namun, peningkatan konektivitas hanya dapat dilakukan dengan meningkatkan produktivitas lintasan.
Kebutuhan Kapal pada Lintasan Penyeberangan Ketapang – Lembar sebagai Alternatif Distribusi Logistik Jawa Timur – Pulau Lombok Abdy Kurniawan; Edward Marpaung; Teguh Pairunan Putra; Kadek Irma Paramita; Misliah Idrus; Andi Chairunnisa Mappangara
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 2 (2022): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v34i2.2063

Abstract

Pulau Lombok dan Jawa Timur memiliki hubungan perdagangan yang membutuhkan dukungan transportasi untuk distribusi logistik antar kedua wilayah. Dukungan transportasi yang umum digunakan adalah angkutan penyeberangan Ferry Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) pada lintasan existing Ketapang - Gilimanuk - Padangbai - Lembar. Muatan kendaraan barang berukuran besar mayoritas akan melalui Pulau Bali dan sangat berpotensi menimbulkan kerusakan jalan dan biaya trucking yang tinggi. Sebagai tindak lanjut pemecahan permasalahan tersebut diinstruksikan untuk mengoperasikan lintasan penyeberangan Ketapang – Lembar melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 308 tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan jumlah kapal yang ideal untuk beroperasi di lintasan penyeberangan Ketapang – Lembar untuk memenuhi demand logistik masyarakat Pulau Lombok. Sebuah trayek lintasan baru membutuhkan beberapa input terkait kebutuhan demand dan kebutuhan armada penyeberangan. Analisis penentuan demand dan kebutuhan armada dilakukan pada beberapa rangkaian analisis dengan data dukung dari potensi hinterland dan kinerja simpul transportasi existing. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan tahapan yang diawali dengan analisis indeks konsumsi, forecasting potensi demand konsumsi masyarakat, analisis produksi simpul transportasi, dan analisis operasi kapal. Hasil analisis menunjukkan selisih nilai antara kebutuhan demand Pulau Lombok dengan throughput cargo dari masing-masing simpul transportasi sebagai potensi demand sebesar 170.766 per tahun yang belum terlayani sehingga bisa diskenariokan sebagai market tersendiri untuk lintasan Ketapang - Lembar tanpa mengintervensi lintasan penyeberangan existing. Hal ini juga sinkron dengan opini responden pengguna jasa (operator truk) yang menyatakan bahwa lintasan Ketapang - Lembar lebih efektif dan efisien dibandingkan lintasan penyeberangan existing. Analisis kebutuhan armada dilaksanakan dengan mempertimbangkan aspek waktu operasional kapal yang terkait dengan pelayaran dan aktifitas di pelabuhan. Rekomendasi kebutuhan armada optimal untuk lintasan penyeberangan Ketapang - Lembar adalah maksimal 5 unit dengan tonase 2000 GT. Untuk mengoptimalkan pemenuhan demand melalui distribusi cargo, maka lintasan Ketapang - Lembar dapat difokuskan untuk muatan kendaraan barang dan armada yang dibutuhkan pada lintasan ini dapat menggunakan kapal Ferry Ro-Ro dari lintasan lain. 

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 37 No. 2 (2025): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 1 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 2 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 1 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 1 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 2 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 1 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 2 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 1 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 2 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 6 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 5 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 2 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 1 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 6 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 5 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 4 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 3 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 2 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 1 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 12 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 11 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 10 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 9 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 8 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 7 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 6 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 5 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 4 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 3 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 2 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 7 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 6 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 5 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 4 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 3 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 2 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 1 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 6 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 3 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 2 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 1 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 5 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 4 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 3 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 2 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 1 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 12 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 11 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 10 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 9 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 8 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 6 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 5 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 4 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 3 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 2 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 1 (2010): Warta Penelitian Perhubungan More Issue