cover
Contact Name
Wildan Insan Fauzi
Contact Email
wildaninsanfauzi@upi.edu
Phone
+6285221045707
Journal Mail Official
historia@upi.edu
Editorial Address
Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Laboratorium Prodi Pendidikan Sejarah, Lantai 4, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah
ISSN : 26204789     EISSN : 26157993     DOI : https://doi.org/10.17509/historia.v5i1
Focus and Scope 1. Learning History at school 2. Learning History in college 3. History education curriculum 4. Historical material (local, national, and world history) 5. History of education 6. Historical material in social studies
Articles 241 Documents
The Great Firewall of China: Praktik Kebijakan Sensor Internet Pada Era Xi Jinping Faqih Albiruni Yahya; R.Tuty Nur Mutia
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 1 (2023): Sejarah untuk Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i1.50007

Abstract

Internet censorship policies refer to government actions in filtering and controlling what people can access on the internet. The Great Firewall of China (GFW) is a term that refers to the internet censorship policy implemented by the Chinese government. Since the development of the internet in the 1990s, the Chinese government has continued to exercise control over the internet through censorship. In the era of Xi Jinping's leadership, internet censorship policies continued to strengthen. Various matters relating to policy practice are the subject of this article. The research method used in this article is the historical method. The results of the study show that China is one of the countries that signed the International Convention on Civil and Political Rights in 1998, which includes the values of freedom of access to information and expression on the internet. Meanwhile, the practice of internet censorship policies in the Xi Jinping era was carried out in order to maintain China's sovereignty and build China as a world cyber power. However, it turns out that the practice of this policy is substantially not in accordance with the values of freedom as stated in the International Convention on Civil and Political Rights. Keywords: internet, censorship, Xi Jinping, The Great Firewall of China
Virtual Exhibition Room of Megalitic Culture History in Bondowoso as a Source of History Learning for Bachelor's Degree Arti Permata Sari; Agus Danugroho
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 1 (2023): Sejarah untuk Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i1.52730

Abstract

This study discusses the presentation of a virtual exhibition space supported by digital media that is used as learning media for students. The history of megalithic culture is one of the subjects studied by students. There are still many problems that occur in learning this subject, so many students do not understand the lesson. With regard to these problems, researchers create learning media in the form of RPVs, or virtual exhibition rooms, which can solve problems related to learning media for the history of megalithic culture. Researchers collected material on the history of megalithic culture in Bondowoso. This study uses a qualitative descriptive method using literature and data that can strengthen the author's argument. Furthermore, researchers use the path that is distributed to students to determine the effectiveness of the learning media that have been created. The results of this paper state that providing virtual space, creating acceptable learning media, and being able to attract students' attention is not impossible because we have a lot of resources and technology that we can learn from. The many enthusiastic responses and positive reviews from students reflect the community's enthusiasm for aesthetic and technological advances as well as education. Indonesia continues to develop learning media wrapped in shared technology.
Prostitusi Semarang Pasca 1852 Iman Dwi Hartanto; R Reza Hudiyanto
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 1 (2023): Sejarah untuk Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i1.42217

Abstract

AbstractThe mention of women who choose a profession to work in the field of prostitution, every era has a different mention, there is a mention of jalir which was used in the previous royal era, there is also a mention of public women which was used during the Dutch East Indies period, followed by prostitutes and when this term becomes more refined as a prostitute. During the Dutch East Indies era, the prostitution sector received special attention from the government at that time because it had a direct impact on workers in the Dutch East Indies, from soldiers to government officials. At first the Colonial Government only gave burdens to the perpetrators without having binding laws related to prostitution so that the resulting impact was the spread of venereal diseases among the citizens of the Dutch East Indies. This was the end of the Dutch East Indies Government requiring special efforts to deal with the emerging social phenomena. The concrete effort that was made was the enactment of a rule in 1852 so that the government had control over the effects of rampant prostitution. The writing of this article uses historical methods to trace how the Colonial Government's efforts to deal with the problem of prostitution in the colonies.Keywords: prostitution, Dutch East Indies, modernizationAbstrakPenyebutan perempuan-perempuan yang memilih profesi untuk bekerja di bidang prostitusi, setiap zaman memiliki penyebutan yang berbeda-beda, ada penyebutan jalir yang dipakai pada zaman kerajaan terdahulu, ada juga penyebutan wanita publik yang digunakan selama masa Hindia Belanda, diikuti dengan pelacur serta pada saat ini penyebutannya menjadi lebih halus sebagai wanita tuna susila. Pada masa Hindia Belanda, sektor prostitusi ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintahan saat itu dikarenakan memiliki banyak sekali dampak secara langsung terhadap para pekerja di Hindia Belanda, mulai dari para tentara, hingga para pejabat pemerintahan. Pada mulanya Pemerinahan Kolonial hanya memberikan kebebaan pada para pelakunya tanpa memiliki hukum yang mengikat terkait prostitusi sehingga dampak yang dihasilkan adalah menyebarnya penyakit kelamin pada warga Hindia Belanda. Inilah akhirnya Pemerintahan Hindia Belanda memerlukan usaha khusus untuk menangani fenomena sosial yang muncul tersebut. Usaha konkit yang dilakukan adalah dengan diberlakukannya suatu aturan pada tahun 1852 agar pemerintah memiliki kendali terhadap damak prostitusi yang merajalela. Penulisan artikel ini mengguakan metode sejarah untuk melacak bagaimana usaha Pemerintah Kolonial menangani permasalahan prostitusi di tanah jajahan.Kata kunci: prostitusi, hindia belanda, modernisasi
Pendekatan Ecopedagogy dalam Pembelajaran Sejarah Indonesia Menggunakan Buku Teks di MAN Sumenep Mochammad Ronaldy Aji Saputra; Aditya Nugroho Widiadi
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 1 (2023): Sejarah untuk Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i1.49043

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) pendekatan ecopedagogy dalam buku teks sejarah Indonesia K-13, (2) proses pembelajaran sejarah Indonesia berbasis ecopedagogy dengan menggunakan buku teks, dan (3) kendala yang dihadapi guru MAN Sumenep dalam menggunakan buku teks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu guru dan siswa MAN Sumenep. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Ketiga data tersebut kemudian dilakukan triangulasi data dan metode untuk menguji keabsahan data. Analisis data menggunakan model Miles Huberman, yaitu reduksi, penyajian, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kompetensi dasar dan materi dalam buku teks yang dapat dikembangkan melalui pendekatan ecopedagogy. Adapun KD tersebut yaitu 3.4 kelas X semester 1, 3.6 kelas X semester 1, 3.8 kelas X semester 2, 3.2 kelas XI semester 1, dan 3.8 kelas XII semester 2. Dalam pembelajaran sejarah dengan pendekatan ecopedagogy terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu merencanakan, proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Kemudian terdapat kendala yang dihadapi guru ketika proses pembelajaran dengan menggunakan buku teks, yaitu tidak semua materi yang ada di buku teks sejarah Indonesia yang dapat diintegrasikan dengan isu-isu ekologi, jumlah buku teks yang ada di perpustakaan tidak memenuhi jumlah siswa, dan ketika menggunakan buku teks elektronik (BSE) guru tidak menyadari apa yang dilakukan oleh siswa ketika memegang HP, sehingga menjadikan siswa tidak fokus belajar dan bahkan mengabaikannya dengan bermain HP.
Penggunaan Kanal YouTube "Pahamify" Untuk Meningkatkan Pemahaman Literasi Digital Siswa Dalam Pembelajaran Sejarah Nurdiantie, Annida Syahida; Kusmarni, Yani
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i2.63483

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman literasi digital siswa dalam pembelajaran sejarah di kelas XI IPS 1 SMA Edu Global Bandung. Pada tahap perencanaan, peneliti menggunakan Kanal YouTube “Pahamify” sebagai media pembelajaran utama dengan memaksimalkan pemanfaatan setiap tools yang ada dalam media tersebut. Pelaksanaan pembelajaran sejarah dengan menggunakan Kanal YouTube “Pahamify” untuk meningkatkan pemahaman literasi digital siswa dilaksanakan sebanyak IV siklus. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman literasi digital siswa melalui penggunaan Kanal YouTube “Pahamify” pada setiap siklusnya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan desain Kemmis dan Mc Taggart. Pada siklus I presentase pemahaman literasi digital siswa sejumlah 33% yang menunjukkan bahwa pemahaman literasi digital siswa masih rendah dikarenakan penggunaan Kanal YouTube “Pahamify” belum maksimal. Pada siklus II rata-rata presentase pemahaman literasi digital siswa mengalami peningkatan menjadi 38% yang menunjukkan bahwa siswa sudah memiliki pemahaman literasi digital yang cukup dikarenakan terdapat kenaikan pada setiap indikatornya. Pada siklus III terjadi peningkatan sampai pada 67% yang mana ini menunjukkan bahwa siswa sudah memiliki pemahaman literasi digital yang baik. Pada siklus IV pemahaman literasi digital mengalami peningkatan dengan jumlah 94%, dan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Kanal YouTube “Pahamify” dapat meningkatkan pemahaman literasi digital siswa dalam pembelajaran sejarah di kelas XI IPS 1 SMA Edu Global Bandung.
Mengasah Profil Pelajar Pancasila dengan Sosiodrama: Studi Kasus Pembelajaran Sejarah di Malang Prasety, Ella Jayahuda; Widiadi, Aditya Nugroho
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i2.55792

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk menjelaskan  penerapan sosiodrama dengan luaran film pendek sejarah untuk mengembangkan Profil Pelajar Pancasila peserta didik di SMAN 1 Tumpang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas kepada peserta didik yang diperkuat dengan memberikan angket mengenai Profil Pelajar Pancasila di akhir kegiatan. Subjek penelitian terdiri atas 214 peserta didik dari enam kelas. Hasil Penelitian menunjukkan penerapan sosiodrama dengan luaran film pendek sejarah berpengaruh signifikan terhadap pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila bagi peserta didik SMA Negeri 1 Tumpang. Hal tersebut sangat relevan dengan berbagai teori pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan ketrampilan peserta didik. Temuan penelitian mendukung konsep guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga harus mengembangkan kemampuan peserta didik.
Representasi Tionghoa dalam Buku Teks Sejarah Indonesia pada Materi Masa Hindu-Buddha: Analisis Wacana Kritis Kurniawan, Hendra; Supriatna, Nana; Mulyana, Agus
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i2.56182

Abstract

Peran Tionghoa dalam sejarah masa Hindu-Buddha muncul dalam buku teks Sejarah Indonesia kelas X SMA berdasarkan Kurikulum 2013 terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Narasi tersebut diharapkan mewacanakan nilai-nilai yang diperlukan siswa. Untuk itu, penelitian ini menganalisis praktik wacana yang dibangun dari representasi Tionghoa pada materi masa Hindu-Buddha dalam buku teks tersebut. Penelitian menggunakan metode analisis wacana kritis menurut Teun A. van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan narasi pada dimensi teks menghadirkan peran Tionghoa secara lugas dalam hal relasi perdagangan, pemanfaatan sumber sejarah, dan penyebaran agama Buddha. Kognisi sosial menampilkan persepsi Tionghoa sebagai pendatang yang berpengaruh bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Konteks sosial dihadapkan dengan fakta-fakta sejarah yang memberi pengakuan bahwa Tionghoa merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Simpulan penelitian menegaskan bahwa buku teks Sejarah Indonesia pada materi zaman Hindu-Buddha menarasikan Tionghoa berikut perannya dengan mengusung nilai penghargaan terhadap kebinekaan. Agar internalisasi nilai tersebut optimal, maka peran guru sangat diperlukan.
UPI National Education Museum as a Learning Resource and Space for Edutourism-Based Continuing Education (From Ordinary To Autonomous Unit) Yulifar, Leli; Maftuh, Bunyamin; Purnomo, Budi S.
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i2.63568

Abstract

Abstract When the Covid C-19 Pandemic hit the world, all museums in various parts of the world were closed, including the National Education Museum of Universitas Pendidikan Indonesia (UPI National Education Museum). This paper aims to explore how the UPI National Education Museum metamorphosed, and passed the pandemic period by continuing to provide services to the academic community, in its function as a learning resource and edutourism-based sustainable education space. Through a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of documentation studies and Focus Group Discussions (FGDs) with inductive analysis, it was found that the UPI National Education Museum in addition to carrying out its functions in the fields of education, research and recreation, also expanded it towards triple helix cooperation, involving the private sector / DUDI (Business and Industry World). To be able to carry out its mission, the UPI National Education Museum must change its status from an ordinary unit to an autonomous unit.  This research recommendation by the university policy holders (UPI) is used as one of the academic texts in deciding the UPI National Museum to be the only unit in UPI that is autonomous with flexibility in presenting programs from outside, especially in collaboration with the private sector, known as triple helix. This means that the UPI National Museum has followed the trend of world museums, which carry out re-imagine and recovery movements when Covid C-19 begins to subside.
Etnis Tionghoa di Indonesia dalam Pandangan Sejarah (Studi Representasi Pada Buku Teks Pelajaran Sejarah Indonesia SMA Kurikulum 2013) Asnia, Alifa; Ningsih, Tri Wahyu Retno
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i2.59968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan isi materi pada buku teks sejarah Indonesia yang memuat mengenai informasi tentang seljarah etnis Tionghoa di Indonesia pada jenjang SMA berbasis kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah analisa isi buku dengan menggunakan kajian literatur dengan data sekunder studi pustaka guna mengetahui pemetaan pembelajaran Sejarah Indonesia di SMA yang menggunakan kurikulum 2013. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa muatan yang membahas materi etnis Tionghoa yang terkandung pada buku teks sejarah Indonesia di deskripsikan hanya pada sub bab tertentu pada buku teks sejarah di SMA berbasis kurikulum 2013, pada kelas X yang terdapat peran etnis Tionghoa terdapat pada tema praaksara, juga peran etnis tionghoa dalam penyebaraan kerajaan hindu-budha, dan peran etnis tionghoa dalam penyebaran kerajaan islam; sedangkan pembelajaran kelas XI terdapat pada tema penjajahan bangsa barat, pergerakan nasional, dan proklamasi serta perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia; pada buku teks kelas XII terdapat pada tema demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, orde baru, dan reformasi pada tema ini terdapat penyebaran dan peran etnis tionghoa dalam sejarah Indonesia. Dengan mempelajari sejarah etnis Tionghoa di Indonesia melalui mata pelajaran sejarah Indonesia di SMA dapat mengembangkan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat dan menghapuskan sikap anti Tionghoa di masyarakat Indonesia.
Gaya Hidup Masyarakat di Kawasan Weltevreden, Batavia Tahun 1900-1942 Hibatullah, Muhammad Imam; Wijaya, Daya Negri
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i2.60668

Abstract

This paper describes the lifestyle of people living in the Weltevreden area, a district in the city of Batavia in the period 1900-1942. The lifestyle discussed includes language, clothing, music and entertainment, among others. The authors use the historical method to analyze textual sources and visual sources. Available sources include newspapers, books, photographs, official government records, and scientific articles. The results of this study show that Indis culture which developed on the island of Java since around the 17th century has a strong influence on the lifestyle of people in urban Java. In the Weltevreden area, the people's lifestyle influenced by Indis culture is visible in the way they dress, speak, enjoy music and entertainment carried out by European and the native people. Apart from Europe, the lifestyle of the people in the Weltevreden area also experiences mixing and adaptation because there are other groups such as the natives, Chinese and Arabs who live in the area. The lifestyles between these groups were different based on the cultural background of each group.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2025): on progress Vol 8, No 1 (2025): Media dan Propaganda Kesehatan era Kolonial Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital Vol 6, No 1 (2023): Sejarah untuk Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 2 (2022): Pengembangan Materi dalam Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 1 (2022): Kreativitas dalam Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 2 (2021): Pengayaan Materi Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 1 (2021): Monumen Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 2 (2020): Pembelajaran Sejarah dan Kearifan Lokal Vol 3, No 1 (2020): Pendidikan Sejarah dan Sejarah Pendidikan Vol 2, No 2 (2019): Pendidikan Sejarah abad 21 Vol 2, No 1 (2019): Historiografi Buku Teks Sejarah: dari nasionalisme hingga Ecopedagogy Vol 1, No 2 (2018): Buku Teks Sejarah dan Sejarah Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Pembelajaran Sejarah lokal Vol 14, No 2 (2013): Pembelajaran sejarah berbasis budaya Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013): local wisdom Vol 14, No 1 (2013): local wisdom in history education Vol 13, No 2 (2012): Local History in History Learning Vol 13, No 1 (2012): pembelajaran sejarah lokal dan nasional Vol 12, No 2 (2011): History Learning Vol 12, No 1 (2011): Nationalism and History Education Vol 11, No 2 (2010): History Teaching Vol 11, No 1 (2010): Feudalism, History, and Education Vol 10, No 2 (2009): Nationalism, Ethnicity, and National Integrity Vol 9, No 2 (2008): Perkembangan Islam di Indonesia More Issue